• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "1. PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Petra"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1. PENDAHULUAN

1. 1. Latar Belakang

Perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, tentu juga membutuhkan sumber pendanaan, baik dari sumber internal maupun sumber eksternal. Sumber internal perusahaan berasal dari laba ditahan (retained earnings), yang merupakan bagian dari laba perusahaan yang tidak dibagikan kepada pemegang saham. Sedangkan sumber eksternal dapat berasal dari hutang, ataupun dari penjualan saham perusahaan (Gitman & Zutter, 2012). Akan tetapi, pendanaan dari sumber eksternal perusahaan tentunya akan menimbulkan adanya biaya tambahan, yang berupa beban pinjaman untuk hutang (cost of debt) dan biaya modal (cost of equity). Hal ini disebabkan oleh sikap kreditur ataupun investor yang tentunya menginginkan pengembalian (return) atas resiko yang mereka miliki terkait dana yang mereka pinjamkan atau investasikan kepada perusahaan.

Untuk memenuhi kebutuhan pendanaan tersebut, perusahaan dapat mendaftarkan diri sebagai perusahaan terbuka (go public) di Bursa Efek Indonesia.

Dengan menjadi perusahaan yang go public, maka perusahaan akan lebih mudah mencari pendanaan dari publik melalui penerbitan saham, baik melalui initial public offering (IPO) ataupun penerbitan saham setelah proses IPO. Sedangkan dari sisi investor, terdapat dua macam return yang diharapkan atas investasi yang dilakukan pada suatu perusahaan, yaitu berupa keuntungan yang diperoleh dari selisih harga saham, atau deviden, atau bahkan keduanya (Gordon, 1959). Dengan demikian, salah satu cara yang dapat dilakukan perusahaan untuk menarik investor yaitu dengan membagikan sebagian dari laba perusahaan dalam bentuk deviden kepada para pemegang sahamnya.

Kebijakan pembagian deviden (dividend payout policy) merupakan prosedur yang dilakukan perusahaan untuk memberikan return kepada para pemegang saham atas investasi yang mereka lakukan pada perusahaan tersebut (Chaudry, Iqbal, & Butt, 2015). Kebijakan tersebut dapat berupa keputusan

(2)

manajemen untuk meningkatkan atau menurunkan tingkat pembayaran deviden kepada para pemegang saham (Kania & Bacon, 2005).

Perusahaan dapat membagikan deviden dalam bentuk deviden tunai maupun deviden saham (Gitman & Zutter, 2012). Deviden tunai merupakan pembagian laba perusahaan kepada para pemegang saham dalam bentuk tunai, sedangkan deviden saham diberikan dalam bentuk kepemilikan saham. Penelitian ini dilakukan dengan fokus pada kebijakan pembayaran deviden tunai (cash dividend), karena mayoritas pembayaran deviden yang dilakukan di Indonesia adalah berupa cash dividend.

Tabel 1.1. Jumlah Pembagian Deviden di Indonesia Periode 2011-2015 Tahun Deviden Tunai Deviden Saham

2011 231 5

2012 218 6

2013 241 8

2014 249 5

2015 257 0

Sumber: www.ksei.co.id

Gambar 1.1. Grafik Jumlah Perusahaan Pembagi Deviden di Indonesia Sumber: www.ksei.co.id

198 195

212

222

225

180 190 200 210 220 230

2011 2012 2013 2014 2015

Jumlah Perusahaan

Tahun

Jumlah Perusahaan yang Membagi

Deviden Tunai di Indonesia

(3)

Gambar 1.1. menjelaskan jumlah perusahaan yang melakukan pembagian deviden di Indonesia. PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (PT. KSEI) mencatat terdapat 198 perusahaan yang melakukan pembagian deviden tunai pada tahun 2011. Jumlah tersebut sempat menurun di tahun 2012 yaitu sebanyak 195 perusahaan, kemudian meningkat kembali menjadi sebanyak 212 perusahaan pada tahun 2013, dan 222 perusahaan pada tahun 2014. Sedangkan pada tahun 2015, PT. KSEI mencatat terdapat 225 perusahaan yang membagikan deviden. Dari 225 perusahaan tersebut, terdapat 119 diantaranya yang selalu membagikan deviden setiap tahun pada periode 2011-2015. Jumlah tersebut mencerminkan 22,80% dari seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia per akhir tahun 2015 sebanyak 522 perusahaan.

Gambar 1.2. Perusahaan yang Membagikan Deviden Tunai Setiap Tahun Periode 2011-2015

Sumber: www.ksei.co.id

Namun, dalam pembagian deviden tunai setiap tahunnya, dapat dilihat bahwa terdapat perubahan rasio deviden yang dibagikan berdasarkan laba perusahaan. Pada Gambar 1.3. dapat dilihat bahwa rata-rata pembagian deviden tunai di Indonesia pada tahun 2011 adalah sebesar Rp. 760 milyar atau sebesar 44,27% dari rata-rata laba perusahaan. Pada tahun 2012, rata-rata pembagian deviden tunai di Indonesia adalah sebesar Rp. 893 milyar, yaitu sebesar 46,07%

22.80%

77.20%

Perusahaan yang Membagikan Deviden Tunai Setiap Tahun

Periode 2011-2015

Rutin Tidak Rutin

(4)

dari rata-rata laba perusahaan. Pada tahun 2013, rata-rata pembagian deviden di Indonesia adalah sebesar Rp. 956 milyar, yaitu sebesar 46,62% dari rata-rata laba perusahaan. Namun pada tahun 2014, rata-rata pembagian deviden tunai di Indonesia menurun, yaitu sebesar Rp. 947 milyar atau 42,42% dari rata-rata laba perusahaan. Kemudian pada tahun 2015, rata-rata pembagian deviden tunai di Indonesia adalah sebesar Rp. 808 milyar, yaitu sebesar 39,80%.

Gambar 1.3. Perbandingan Laba dan Pembagian Deviden Tunai di Indonesia Sumber: Bloomberg

Data di atas menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara perubahan jumlah deviden tunai yang dibagikan oleh perusahaan dengan perubahan laba yang diperoleh perusahaan. Artinya, pembayaran deviden yang dilakukan oleh suatu perusahaan tidak hanya ditentukan oleh laba yang diperoleh perusahaan tersebut saja. Pengambilan keputusan mengenai kebijakan pembagian deviden merupakan suatu hal yang penting bagi perusahaan, karena investor lebih memilih perusahaan dengan pembayaran deviden yang lebih stabil, dan pasar tidak menyukai perusahaan yang mengurangi pembayaran deviden (Lintner, 1956).

Pembayaran deviden yang stabil tersebut dilakukan oleh perusahaan dengan menjaga pola pembayaran deviden agar terus meningkat (Van Horne &

Wachowicz, 2008).

1.716,74

1.938,26 2.051,02 2.234,56

2.032,18

760,00 893,05 956,19 947,98 808,74

- 500.00 1,000.00 1,500.00 2,000.00 2,500.00

2011 2012 2013 2014 2015

Rata-Rata Laba Perusahaan dan Pembagian Deviden Tunai di Indonesia

Net Income Total Dividend (dalam milyar

(5)

Penelitian-penelitian terdahulu juga telah menunjukkan pentingnya kebijakan pembayaran deviden perusahaan dalam menentukan return yang akan diberikan kepada para pemegang saham. Penelitian mengenai kebijakan deviden pertama kali dilakukan oleh Lintner (1956) juga mengutarakan bahwa manajemen perusahaan pada umumnya memiliki target rasio pembayaran deviden. Pihak manajemen perusahaan akan menyesuaikan pembayaran deviden sesuai dengan target dan biasanya enggan mengurangi deviden, karena dapat memberikan sinyal yang buruk kepada para investor (Bhattacharyya, 2007).

Untuk itu, perusahaan memiliki kebijakan pembayaran deviden sesuai dengan strategi perusahaan. Terdapat perusahaan yang membagikan deviden dalam jumlah tetap setiap tahunnya, namun ada juga perusahaan yang membagikan deviden dengan menentukan dividend payout ratio, yang merupakan rasio persentase laba perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang saham dalam bentuk uang tunai (Van Horne & Wachowicz, 2008). Teori yang menjelaskan kebijakan pembayaran deviden perusahaan adalah residual theory of dividends menyatakan bahwa deviden merupakan sisa laba yang masih tersedia setelah perusahaan menggunakan seluruh kesempatan investasi (Van Horne &

Wachowicz, 2008). Dividend signaling theory menyatakan bahwa semakin baik informasi perusahaan yang ingin disampaikan mengenai tingkat profitabilitas perusahaan, maka semakin tinggi pula tingkat deviden yang akan dibagikan kepada para pemegang saham (Bhattacharya, 1979). Teori lainnya yaitu pecking order theory, yang menjelaskan bahwa perusahaan lebih memilih pendanaan dengan sumber dana internal perusahaan untuk keperluan investasi, sehingga akan mempengaruhi proporsi laba perusahaan yang tersisa untuk pembagian deviden (Zameer, Rasool, Iqbal, & Arshad, 2013).

Berbagai penelitian terdahulu mengenai dividend payout ratio telah dilakukan di berbagai negara. Namun, hasil yang ditemukan dalam penelitian- penelitian tersebut menghasilkan kesimpulan yang berbeda-beda. Terdapat penelitian yang menemukan profitability memiliki hubungan positif signifikan terhadap dividend payout ratio (Abor & Fiador, 2013; Ahmed & Javid, 2009; Al- kuwari, 2012; Amidu & Abor, 2006; Arif & Akbar, 2013; Issa, 2015; Khalid &

Rehman, 2015; Musiega, Alala, Douglas, Christopher, & Robert, 2013; Nuhu,

(6)

2014) namun terdapat juga yang menemukan profitability berpengaruh negatif signifikan terhadap dividend payout ratio (Ali, Fengju, & Andrade, 2015; Kania

& Bacon, 2005).

Kemudian terdapat penelitian yang menemukan leverage berpengaruh negatif signifikan terhadap dividend payout ratio (Abor & Fiador, 2013;

Al-kuwari, 2012; Khan & Ashraf, 2014; Nuhu, 2014) namun juga terdapat penelitian yang menemukan leverage berpengaruh positif signifikan terhadap dividend payout ratio (Kania & Bacon, 2005; Thanatawee, 2011). Amidu & Abor (2006) dan Kania & Bacon (2005) menemukan bahwa sales growth berpengaruh negatif signifikan terhadap dividend payout ratio, namun Khan & Ashraf (2014) menemukan bahwa sales growth tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap dividend payout ratio.

Terdapat juga penelitian yang menemukan bahwa investment opportunity berpengaruh positif signifikan terhadap dividend payout ratio (Abor & Fiador, 2013; Arif & Akbar, 2013; Issa, 2015; Musiega et al., 2013), dan penelitian yang menemukan investment opportunity berpengaruh negatif signifikan terhadap dividend payout ratio (Ahmed & Javid, 2009; Amidu & Abor, 2006; Thanatawee, 2011).

Lalu terdapat penelitian yang menemukan size berpengaruh positif signifikan terhadap dividend payout ratio (Abor & Fiador, 2013; Arif & Akbar, 2013; Issa, 2015; Thanatawee, 2011), namun juga terdapat penelitian yang menemukan size berpengaruh negatif signifikan terhadap dividend payout ratio (Ahmed & Javid, 2009; Khalid & Rehman, 2015).

Penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan hasil yang tidak konsisten mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi dividend payout ratio. Hasil yang tidak konsisten tersebut merupakan motivasi bagi penelitian ini untuk menganalisa praktek kebijakan pembagian deviden di Indonesia, serta pengaruh profitability, leverage, sales growth, dan investment opportunity dengan size sebagai variabel moderator terhadap dividend payout ratio di Indonesia.

(7)

1. 2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Apakah profitability berpengaruh terhadap dividend payout ratio pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?

2. Apakah leverage berpengaruh terhadap dividend payout ratio pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?

3. Apakah sales growth berpengaruh terhadap dividend payout ratio pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?

4. Apakah investment opportunities berpengaruh terhadap dividend payout ratio pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?

5. Apakah size memperkuat pengaruh profitability, leverage, sales growth, dan investment oportunities terhadap dividend payout ratio?

1. 3. Tujuan Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan sebagai berikut:

1. Mengetahui pengaruh profitability terhadap dividend payout ratio pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

2. Mengetahui pengaruh leverage terhadap dividend payout ratio pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

3. Mengetahui pengaruh sales growth terhadap dividend payout ratio pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

4. Mengetahui pengaruh investment opportunities terhadap dividend payout ratio pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

5. Mengetahui pengaruh size sebagai variabel moderator pada pengaruh profitability, leverage, sales growth, dan investment oportunities terhadap dividend payout ratio.

(8)

1. 4. Manfaat Penelitian

Setelah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi dividend payout ratio, diharapkan penelitian ini dapat memberikan manfaat-manfaat sebagai berikut, yaitu:

1. Kontribusi teori:

Penelitian ini diharapkan dapat memperkuat teori-teori mengenai dividend payout ratio dengan dikajinya penelitian-penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi dividend payout ratio.

2. Kontribusi empiris:

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris pada para peneliti selanjunya agar dapat mengembangkan penelitian mengenai dividend payout ratio, sehingga dapat diperoleh bukti yang kuat mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi dividend payout ratio pada perusahaan.

3. Kontribusi praktis:

Penelitian ini diharapkan dapat memperoleh hasil yang dapat digunakan sebagai pedoman dan acuan dalam menentukan kebijakan-kebijakan perusahaan dalam menentukan dividend payout ratio.

Gambar

Gambar 1.1. Grafik Jumlah Perusahaan Pembagi Deviden di Indonesia  Sumber: www.ksei.co.id 198 195 212  222  225 18019020021022023020112012201320142015Jumlah PerusahaanTahun
Gambar 1.1. menjelaskan jumlah perusahaan  yang  melakukan pembagian  deviden di Indonesia
Gambar 1.3. Perbandingan Laba dan Pembagian Deviden Tunai di Indonesia  Sumber: Bloomberg

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh return on investment dan arus kas operasi terhadap kebijakan deviden ( dividend payout ratio ) pada perusahaan

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen dalam menentukan nilai dividend payout ratio suatu perusahaan yaitu Dana yang dibutuhkan perusahaan,

Dividen yang tinggi pada suatu perusahaan akan menunjukan dividend payout ratio juga semakin tinggi, maka perusahaan mampu memperoleh laba dan membagikan kepada

Jika dilihat rata- rata Dividend payout ratio dan rata-rata debt to equity ratio perusahaan property dan real estate yang rutin membagikan dividen dapat diketahui bahwa

Dividend payout ratio dapat mempengaruhi stock price volatility, dengan dividend payout ratio yang tinggi yang didapatkan oleh perusahaan maka harga saham akan tinggi

Semakin tinggi dividend payout ratio suatu perusahaan maka semakin tinggi pula jumlah laba yang akan dibayarkan sebagai dividen kepada pemegang saham.. Dividend payout ratio

Semua produk dengan berbagai kategori yang dihasilkan oleh pabrikan banyak menjalin kerja sama dengan perusahaan distributor, meskipun juga terdapat sejumlah

Menurut salah satu survey yang dilakukan penulis dengan membagikan kuesioner secara langsung kepada konsumen Surabaya Night Carnival pada Hari Senin, 8 September