• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kata Kunci : Interior, Pusat Informasi, Kebudayaan Ende-Lio, Sao Ria

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Kata Kunci : Interior, Pusat Informasi, Kebudayaan Ende-Lio, Sao Ria"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

Anastasia Lubalu :

Perancangan Interior

Perancangan Interior Pusat Informasi Kebudayaan Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur

Kabupaten Ende merupakan sebuah Kabupaten dengan segudang kisah dan potensi.Tidak hanya terkenal sebagai rahim Pancasila, Kabupaten tertua di Pulau Flores ini memiliki tiga suku besar yaitu Ja’o, Lio dan Nga’o yang kaya akan nilai, filosofi, adat istiadat dan budaya yang menarik untuk di pelajari. Selain budaya, Kabupaten Ende di anugerahi alam dan manusia yang berpotensi untuk dikembangkan. Namun potensi dan kekayaan yang ada belum memiliki ruang dan fasilitas pebelajaran budaya secara lengkap.

Berangkat dari potensi dan masalah yang ada, perancang membuat rumusan masalah yaitu Bagaimana merancang interior sebuah Pusat informasi kebudayaan Ende yang inovatif, kreatif, dan Edukatif dengan mengangkat konsep filosofi “Sao Ria” sekaligus memperkenalkan rumah adat Ende-Lio secara modern didalam penataan interiornya.

Metode yang digunakan pada perancangan ini mengikuti diagram yang dibuat oleh Veronique Hillen yang terdiri atas 3 tahap utama yaitu Inspiration, Ideation, dan Implementation.

Implementasi desain pada perancangan ini mengangkat konsep Sao Ria yang merupakan bangunan arsitektur khas Ende lio, kemudian dikemas secara modern.

Adapun fasilitas yang disediakan berupa area galeri yang disusun berdasarkan tujuh unsur kebudayaan, ruang pamer serbaguna, auditorium, studio musik dan tari, area workshop, cafe, toko sovenir dan fasilitas penunjang lainnya.

Kata Kunci : Interior, Pusat Informasi, Kebudayaan Ende-Lio, Sao Ria

(2)

ABSTRACT

Anastasia Lubalu:

Interior Design

Interior Design of Ende Cultural Information Center, Flores, East Nusa Tenggara

Ende is a Regency with a myriad of stories and potential. Not only is it known as the womb of Pancasila, this oldest regency on Flores Island has three major tribes namely Ja'o, Lio and Nga'o who are rich in values, philosophy, customs and culture that interesting to learn. In addition to culture, Ende Regency is blessed with nature and humans that have the potential to be developed. However, the potential and wealth that exists does not yet have complete cultural learning space and facilities.

Departing from the potential and problems that exist, the designer formulates the problem, how to design the interior of an Ende cultural information center that is innovative, creative and educative by raising the philosophy concept

"Sao Ria" while introducing the traditional Ende-Lio house in its interior.

The method used in this design follows the diagram made by Veronique Hillen which consists of 3 main stages , Inspiration, Ideation, and Implementation.

The design implementation in this design raised the concept of Sao Ria which is a typical architectural building of Ende lio, and then packaged in a modern way. The facilities provided are galleries area based on seven cultural elements, multipurpose showrooms, auditoriums, music and dance studios, workshops, cafes, souvenir shops and other supporting facilities.

Keywords: Interior, Information Center, Culture Ende-Lio, Sao Ria

(3)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

LEMBARAN PENGESAHAN ... ii

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ... iii

LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TUGAS AKHIR ... iv

KATA PENGANTAR ... v

ABSTRAK ... vii

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR TABEL ... xiii

DAFTAR GAMBAR ... xiv

1. PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar Belakang ... 1

1.2. Rumusan Masalah ... 3

1.3. Tujuan Perancangan ... 3

1.4. Manfaat Perancangan ... 4

1.5. Target Luaran Produk ... 4

1.6. Ruang Lingkup Perancangan...5

1.7. Metode Perancangan... 7

2. TINJAUAN PUSTAKA ... 11

2.1. Referensi yang digunakan untuk perancangan ... 11

2.2. State of the Art ... 12

2.3. Kajian Umum Tentang Ende ... 14

2.3.1. Sejarah ... 14

2.3.2. Geografi ... 17

2.3.3. Daftar Kecamatan ... 17

2.3.4. Demografi ... 18

2.3.5. Suku Asli Ende ... 18

2.3.6. Sejarah perjuangan Rakyat Lio Ende ... 19

2.4. Kajian Khusus sistem religi asli masyarakat Ende-Lio ... 22

2.4.1. Wujud tertinggi keilahian ... 22

2.4.2. Babo-Mamo Embu-Kajo ... 23

(4)

2.4.3. Nitu Pa’i ... 23

2.4.4. Raju ... 24

2.5. Ritual dan sarana suci ... 24

2.5.1. Ritual Ru’e kibi ... 25

2.5.2. Pesta Joka ju ( Ju Angi ) ... 25

2.5.3. Pesta Ka Poka ... 26

2.6. Doa dan Persembahan ... 26

2.6.1. Doa dan Persembahan kepada Ine Pare ... 26

2.6.2. Doa dan Persembahan sebelum Panen padi ... 27

2.6.3. Doa dan Persembahan waktu sakit ... 27

2.7. Bahasa ... 27

2.7.1. Sistem Kebahasaan ... 27

2.7.2. Pola Ungkapan ... 27

2.7.3. Aksara Lota...28

2.8. Sistem kemasyarakatan dan Organisasi sosial... 28

2.8.1. Struktur kelembagaan ... 28

2.8.2. Struktur masyarakat Ende lio ... 29

2.9. Sistem peralatan hidup dan teknologi ... 29

2.10. Sistem mata pencaharian hidup ... 30

2.11. Kesenian ... 31

2.11.1. Musik ... 31

2.11.2. Seni sastra ... 36

2.11.3. Seni tari ... 38

2.11.4. Seni ukir ... 40

2.11.5. Seni tenun ikat ... 46

2.11.6. Seni anyaman ... 50

2.11.7. Seni tembikar ... 54

2.12. Sistem pengetahuan ... 55

2.13. Arsitektur wilayah Ende lio ... 55

2.14. Kajian tentang pusat informasi ... 64

2.15. Kajian tentang galery ... 64

2.16. Kajian tentang cafe ... 65

2.16.1. Pengertian kafe ... 65

2.16.2. Persyaratan kafe ... 66

2.16.3. Teori pelayanan kafe ... 66

2.16.4. Elemen pembentuk ruang dan sistem interior ... 67

2.16.5. Pedoman perabot pada kafe ... 68

2.17. Kajian Tentang studio musik ... 69

3. DESKRIPSI OBJEK PERANCANGAN ... 74

3.1. Deskripsi objek perancangan ... 74

3.2. Gambaran lokasi perancangan ... 75

(5)

4. DESKRIPSI OBJEK SEJENIS ... 82

4.1. The National Maritime Museum-Amsterdam ... 82

4.2. Museum of Tyrolean Farms-Kramsach ... 85

4.3. MEG,Musée d'ethnographie de Genève ... 87

4.4. Rautenstrauch-Joest-Museum –Cologne ... 90

4.5. Galery Indonesia Kaya- Jakarta ... 92

4.6. Art:1 New Museum- Jakarta ... 98

5. PROGRAM PERANCANGAN ... 100

5.1. Ruang Lingkup Perancangan ... 100

5.2. Analisis Lokasi Perancangan ... 104

5.2.1. Analisis Tapak Luar... 104

5.2.2. Analisis Tapak Dalam ... 105

5.3. Programming ... 106

5.3.1. Analisis Aktivitas Pemakai ... 106

5.3.2. Analisis Besaran Ruang ... 107

5.3.3. Analisis Karakteristik Ruang ... 108

5.3.4. Analisis Hubungan Ruang ... 109

5.3.5. Problem & Needs...110

5.3.6. Zoning & Grouping ... 111

6. KONSEP DAN TRANSFORMASI DESAIN ... 115

6.1. Konsep Desain ... 115

6.1.1. Organisasi ruang ... 117

6.1.2. Karakter, Gaya dan suasana ruang ... 119

6.2. Sistem interior ... 120

6.2.1. Tata cahaya ... 120

6.2.2. Sistem Proteksi Kebakaran ... 120

6.2.3. Sistem Keamanan ... 121

6.2.4. Sistem penghawaan ... 122

6.3. Transformasi Desain ... 122

6.3.1. Denah awal ... 122

6.3.2. Denah transformasi I ... 123

6.3.3. Sketsa transformasi desain... 124

6.3.4. Potongan transformasi desain ... 131

7. DESAIN AKHIR ... 133

7.1. Layout dan Rencana Lantai ... 137

7.2. Rencana Plafon ... 137

7.3. Tampak Potongan ... 138

7.4. Main Entrance ... 140

7.5. Detail Elemen Pembentuk Ruang ... 141

7.6. Detail Elemen Pengisi Ruang ... 145

7.7. Mekanikal Elektrikal ... 147

7.8. Perspektif Interior...148

(6)

8. PENUTUP ... 157

8.1. Kesimpulan ... 157

8.2. Saran ... 157

DAFTAR REFERENSI ... 159

(7)

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1. Program Ruang pada Interior Pusat Informasi Kebudayaan Ende ... 5

Tabel 2.1. State of The Art ... 12

Tabel 2.2. musik Ende-Lio ... 31

Tabel 2.4. Kebutuhan studio kecil ... 69

Tabel 3.1. Ruang dan aktivitas yang ditampung ... 74

Tabel 2.6. Spesifikasi untuk studio rekaman ... 71

Tabel 2.1. State of The Art ... 12

Tabel 2.2. musik Ende-Lio ... 31

Tabel 2.4. Kebutuhan studio kecil ... 69

Tabel 2.5. Spesifikasi untuk ruang musik studio kecil ... 70

Tabel 5.1. Analisis Besaran Ruang ... 107

Tabel 5.2. Analisis Framework ... 109

Tabel 5.3. Analisis Problem & Needs ... 110

(8)

DAFTAR GAMBAR

1.1. Peta Pulau Flores ... 1

1.2. Peta potensi pariwisata dan budaya Kabupaten Ende ... 2

1.3. Design Thinking ... 8

2.1. Kerangka berpikir ... 11

2.2. Foto Bhara Noeri ... 20

2.3. Foto Marilonga ... 21

2.4. Foto Pius Rasi Wangge ... 22

2.5. Bagan aksara Lota... 25

3.1. Lingkungan sekitar Kantor Kejaksaan Negeri Ende ... 76

3.2. Layout lantai 1 ... 77

3.3. Layout lantai 2... 78

3.4 Potongan Bangunan ... 78

3.5. Tampak Depan bangunan ... 79

3.6. Tampak Samping kiri ... 79

3.7. Tampak samping kanan ... 79

3.8. Foto facade depan bangunan ... 80

3.9. Foto area depan ... 80

3.10. Foto interior lantai 1 ... 81

3.19. Foto interior lantai 2 ... 81

4.1. Layout national maritime museum ... 82

4.2. Facade depan The National Maritime Museum ... 82

4.3. Ruang area barat ... 83

4.4. Ruang pameran ... 84

4.5. Area bola dunia ... 84

4.6. Area museum ... 85

4.7. Layout Museum of Tyrolean Farms ... 85

4.8. Facade depan Museum of Tyrolean Farms ... 86

4.9. Area ruang Museum of Tyrolean Farms ... 86

4.10. Area ruang Museum of Tyrolean Farms ... 87

4.11. Layout Musée d'ethnographie de Genève ... 88

(9)

4.12. Fasade depan Musée d'ethnographie de Genève ... 88

4.13. Area Museum Musée d'ethnographie de Genève ... 89

4.14. Area gallery Musée d'ethnographie de Genève ... 89

4.15. Layout ground floor ... 90

4.16. Layout first floor ... 90

4.17. Layout second floor ... 90

4.18. Diorama. ... 91

4.19. Area Galery Rautenstrauch-Joest-Museum ... 91

4.20. Auditorium Galery Indonesia Kaya ... 92

4.21. Area Sapa Indonesia ... 92

4.22. Area video mapping ... 93

4.23. Area Kaca Pintar Indonesia ... 93

4.24. Area jelajah indonesia... 94

4.25. Area Selaras Pakaian Adat ... 94

4.26. Area alunan melodi ... 95

4.27. Area Ceria Anak Indonesia ... 95

4.28. Area Cendramata ... 96

4.29. Area lobby ... 96

4.30. Area Ceria Anak Indonesia ... 97

4.31. Area Ceria Anak Indonesia ... 97

4.32. Area peraga ... 97

4.33. Main entrance ... 98

4.34. Area lobby ... 99

4.35. Area Galeri... 99

5.1. Sistem kerja teknologi AR ... 101

5.2. Interactive floor ... 101

5.3. Posisi bangunan melalui satelit ... 104

5.4. Diagram analisa arah hadap bangunan ... 106

5.5. Bagan karakteristik ruang ... 108

5.6. Diagram analisa pola hubungan ruang ... 109

5.7. Zoning dan grouping alternatif 1 lantai 1 yang digunakan ... 111

5.8. Zoning dan grouping alternatif 1 lantai 2 yang digunakan ... 112

(10)

5.9. Zoning dan grouping alternatif 2 lantai 1 yang tidak dipilih ... 113

5.10. Zoning dan grouping alternatif 2 lantai 2 yang tidak digunakan ... 114

6.1. Penjabaran konsep ... 115

6.2. Foto Rumah Sao Ria ... 116

6.3. Pola hubungan Ruang Sao ria secara vertikal... 117

6.4. Pola Hubungan Ruang “Sa’o Ria” secara horizontal ... 118

6.5. Tata cahaya pusat informasi ... 120

6.6. Jalur evakuasi... 121

6.7. CCTV 360 derajat, cctv outdoor, barcode tiket reader ... 121

6.8. AC ceiling cassette ... 122

6.9. Denah awal lantai 1 ... 122

6.10. Denah awal lantai 2 ... 123

6.11. Denah transformasi lantai 1 ... 123

6.12. Denah transformasi lantai 2 ... 124

6.13 Area lobby ... 124

6.14. Area tengah ... 125

6.15. Area workshop ... 125

6.16. Ruang auditorium ... 126

6.17. Studio musik ... 126

6.18. Area sovenir ... 127

6.19. Alternatif Ruang Audio Visual ... 94

6.20. Area kesenian ... 128

6.21. Area pengenalan asal usul dan sejarah Ende ... 128

6.22. Area galeri arsitektur Ende-Lio ... 129

6.23. Galeri area pariwisata ... 129

6.24. Ruang Audiovisual ... 130

6.25 Facade depan bangunan ... 130

6.26. Potongan A-A’ ... 131

6.27. Potongan B-B’ ... 131

6.28. Potongan C-C’ ... 132

6.29. Potongan D-D’ ... 132

7.1. Layout lantai 1 ... 134

(11)

7.2. Layout lantai 2 ... 134

7.3. Inspirasi pattern dan warna ... 135

7.4. Rencana lantai 1 ... 136

7.5. Rencana lantai 2 ... 136

7.6. Inspirasi bentuk dan warna plafon ... 137

7.7. Rencana plafon lantai 1 ... 137

7.8. Rencana plafon lantai 2 ... 138

7.9. Potongan A-A’ ... 138

7.10. Potongan B-B’ ... 139

7.11. Potongan C-C’ ... 139

7.12. Potngan D-D’ ... 140

7.13. Main entrance ... 140

7.14. Backdrop area lobby ... 141

7.15. Backdrop area galeri ... 142

7.16. Backdrop Lounge ... 143

7.17. Pintu area lobby ... 143

7.18. Tampak depan pintu area lobby ... 144

7.19. Backdrop studio musik ... 144

7.20. Bench area galeri... 145

7.21. Sofa area lounge ... 145

7.22. Meja ticketing lounge ... 146

7.23. Meja area tenun... 146

7.24. Meja informasi lobby ... 147

7.25. Mekanikal elektrikal lantai 1 ... 147

7.26. Mekanikal Elektrikal lantai 2... 148

7.27. Perspektif lobby ... 148

7.28. Perspektif area pameran serbaguna ... 149

7.29. Perspektif area lounge... 150

7.30. Perspektif workshop tenun ... 150

7.31. Perspektif auditorium... 151

7.32. Perspektif zona asal-usul nenek moyang Ende-Lio ... 152

7.33. Perspektif zona bahasa dan aksara ... 153

(12)

7.34. perspektif zona sistem pengetahuan ... 153

7.35. Perspektif area arsitektur ... 154

7.36. Perspektif area potensi dan pariwisata ... 155

7.37. Perspektif zona pahlawan ... 156

7.38. Facade depan perancangan ... 156

Referensi

Dokumen terkait

Data yang diperoleh dari hasil penelitian tentang pengaruh lama pengeringan pada berbagai suhu terhadap warna dendeng giling daging ayam kampung dapat dilihat pada

yang berfungsi untuk mendeteksi suhu yang ada pada tangki reaktor, apabila suhu sudah mencapai set point maka aktuator berupa motor servo akan aktif untuk membuka

Berikutnya adalah menghitung stabilitas gedung terhadap momen torsi yang bertujuan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya puntir pada gedung, faktor penting yang

Penelitian tentang Studi Perbandingan Nilai Wisata dan Kayu pada Hutan Produksi di Jawa Barat oleh Karyono dan Subarudi dengan analisis benefit cost ratio

Menimbang, bahwa “kesalahan” adalah suatu keadaan yang patut dicela yang harus ada dalam diri seseorang ketika orang itu melakukan suatu perbuatan yang dilarang

 Air limbah mengalir secara semibatch, variasi konsentrasi limbah yang dialirkan adalah dengan membuat perbandingan volume limbah dan LCPKS dari PKS Adolina milik

Ganni, H., 2014, Sistem Pendukung Keputusan Penyeleksian permohonan Kredit pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia dengan Metode AHP-TOPSIS , Tesis Magister Sistem Informasi

Selain itu jika penelitian ini diteruskan sampai tahap analisis keterbacaan, kita bisa menyimpulkan strategi apa saja yang cocok untuk digunakan dalam penerjemahan teks