• Tidak ada hasil yang ditemukan

KULIAH 3: SEJARAH PERTANIAN DAN PERTANIAN USAHA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KULIAH 3: SEJARAH PERTANIAN DAN PERTANIAN USAHA"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

13/10/2018 Kuliah III, Pengantar Ilmu Pertanian 1

SEJARAH PERTANIAN DAN PERTANIAN USAHA

TIK :

Setelah mengikuti kuliah ini,

mahasiswa dapat menjelaskan sejarah pertanian dan pertanian usaha.

13/10/2018 Kuliah III, Pengantar Ilmu Pertanian 2

Bagian I: Sejarah Pertanian

 Hunter-Gatherers

 Neolithic Revolution

 Domestication of Plants and Animals

 Diffusion of Agriculture

 Agricultural Industrialization

 The “Green Revolution”

 Modern Agribusiness

Asal Mula Pertanian

Pertanian berawal dari kegiatan bercocok tanam biji

Peternakan berawal dari memelihara hewan buruan

Pertanian berpindah muncul pd zaman Kaisar Chen Ning di Lembah Sungai Kuning mengolah tanah dg bajak kayu dan menanam jawawut

Pertanian menetap: zaman Batu Baru (Neolitikum)

13/10/2018 Kuliah III, Pengantar Ilmu Pertanian 3 13/10/2018 Kuliah III, Pengantar Ilmu Pertanian 4

Jawawut atau Jewawut (Setaria italica (L.) P.Beauv.)

sejenisserealiaberbiji kecil (milet) yang pernah menjadimakanan

pokokmasyarakatAsia TimurdanAsia Tenggarasebelum budidayapadidikenal orang. Tumbuhan ini adalah yang pertama kali dibudidayakan di antara berbagai jenis milet dan sekarang menjadi milet yang terluas penanamannya di seluruh dunia, dan yang terpenting di Asia Timur. NamaPulau Jawaacap dikaitkan dengannya.

JAWAWUT

13/10/2018 Kuliah III, Pengantar Ilmu Pertanian 5

Jewawut, Jawawut, Juwawut, atau Sekoi merupakan salah satutanaman pangan. Tanaman milet (sejenis serealia berbiji kecil) ini pernah menjadi makanan pokok di berbagai negara di dunia (termasuk beberapa daerah di Indonesia) sebelum budidaya padi dikenal. Sayangnya, Jawawut atau Jewawut mulai dilupakan dan terabaikan. Padahal tanaman pangan ini memiliki kandungan nutrisi (protein dan kalsium) yang lebih baik

ketimbang beras.

Nama resmi tanaman ini di Indonesia (sebagaimana tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah Jawawut. Namun dikenal juga sebagai Jewawut atau pun Juwawut. Di beberapa daerah di Indonesia pun dikenal dengan berbagai nama lokal yang berbeda-beda. Nama-nama lokal tersebut diantaranya adalah jawa (Palembang); jaba ikur (Batak); jaba uré (Toba); jĕlui (Riau);

sĕkui (Melayu); sĕkuai, sakui, sakuih (Minangkabau); randau (Lampung); dan jawae (Dayak).

Juga disebut jawawut, kunyit, sekul (Sunda); jawawut, juwawut, otèk (Jawa); jhaba, jhaghung jhaba, jhabalèk (Madura); jawa sĕmi, jawawut (Bali). Atau sebagai botai, boté, wotei, batung, wetung, gětung (Sulawesi Utara); batang, bětěng, wětěng, bané, bailo, wailo (Sulawesi Selatan);

botoh, sain (Timor); hotong, atong, hetene, hetenu (Ambon); hétan (Wetar); wetan (Solor); botan (Kai, Tanimbar); bètèn, fètèn (Buru); bobootĕné, botĕmé (Halmahera); futu (Ternate dan Tidore).

13/10/2018 Kuliah III, Pengantar Ilmu Pertanian 6

Asal Muasal Pangan

A question mark indicates this may be an origin or influenced by the spread of

food production.

Area Date

Domesticated Plants

Domesticated Animals S.W. Asia

8,500 B.C.

Wheat, Pea, Olive

Sheep, Goat

China 7,500 B.C.

Rice, Millet Pig, Silkworm

Mesoamerica 3500 B.C.

Corn,Beans Squash

Turkey

Andes, Amazonia 3500 B.C.

Potato Manioc

Llama Guinea pig Eastern

United States 2500 B.C.

Sunflower, Goosefoot

None

(2)

13/10/2018 Kuliah III, Pengantar Ilmu Pertanian 7

Dibudidayakan

 Liar sudah berkurang

 Perkembangan teknologi pengumpulan, pengolahan dan penyimpanan

 Pertambahan penduduk dan produksi pangan

13/10/2018 Kuliah III, Pengantar Ilmu Pertanian 8

Mediterranean

Agriculture Potato, Native of Peru

Sugarcane, Native to Polynesia

Cotton, Native to Asia

Tea, Native to East Asia

PERKEMBANGAN PERTANIAN DI INDONESIA

13/10/2018 Kuliah III, Pengantar Ilmu Pertanian 9 13/10/2018 Kuliah IV, Pengantar Ilmu Pertanian 10

Ladang Menuju Lalang

 Ekosistem seimbang

 Usaha tani, membuka hutan yang sudah setimbang

 Hasil pertama baik, setelah itu turun

 Ditinggal, alam memperbaiki

 Makin lama makin cepat

 Akhirnya alang-alang

13/10/2018 Kuliah III, Pengantar Ilmu Pertanian 11 13/10/2018 Kuliah III, Pengantar Ilmu Pertanian 12

(3)

EKOSISTEM

Susunan makhluk hidup saling ketergantungan dan berimbang

 Usaha pertanian memerlukan ekosistem yg seimbang

 Pertanian bergeser:

Buka hutan bercocok tanam tandus pindah

 Hutan sekunder: hutan tandus tumbuh jadi hutan baru

 Pertanian bergeser mengakibatkan munculnya ekosistem padang lalang

“Slashed & Burned”  ekosistem buatan untuk menyediakan bahan pangan (Contoh Kampung Baduy)

Lahan yang ditinggal pada praktek Ladang Berpindah, jadi lalang

Sumber: HS Arifin Sumber: HS Arifin

Sumber: HS Arifin

Pertanian Menetap

 Pertanian menetap :

Bercocok tanam di suatu lahan yg mantap, melakukan pemulihan ekosistem yg rusak akibat penanaman

 Di Indonesia : pertanian menetap = sawah

 Penggunaan pupuk teknologi pemulihan lahan

 2 Usaha lahan pertanian : bercocok tanam & peternakan

 Pertanian campuran (mixed farming) : Gabungan bercocok tanam & peternakan

Pakan = hasil pertanian yg digunakan utk makanan ternak

Sumber Fot-foto: HS Arifin Padang penggembalaan di Semangkok, Tanjung

Karang, Nanga Sambus Kapuas Hulu – Kalbar Kolam ikan di Wuasa Sulawesi Tengah

Kampung Gazibu, Baduy Banten

Bubulak Cisadane Nanggung Bogor

Bagian II: Pertanian Usaha

13/10/2018 Kuliah IV, Pengantar Ilmu Pertanian 17

 Sebagai unit bisnis

 Dapat ditinjau dari segi

 Jenis komoditi yang diusahakan

 Skala usaha

Subsistence

Commercial

 Rantai Nilai Komoditi dari hulu hingga hilir

PERTANIAN SEBAGAI USAHA

Sumber foto-foto: HS Arifin

(4)

13/10/2018 Kuliah IV, Pengantar Ilmu Pertanian 19

Subsistence Agriculture Regions

13/10/2018 Kuliah IV, Pengantar Ilmu Pertanian 20

Pertanian Gurem Menjadi Usahatani

 Pertanian gurem : memenuhi keperluan sendiri

 Peningkatan jumlah penduduk memerlukan peningkatan jumlah pangan

 Usaha pemuliaan tanaman agar dapat meningkatkan produktivitas

Norman Borlaug: pemulia tanaman mencari jenis tanaman yang mempunyai produktivitas tinggi, tahan terhadap hama dan penyakit dan umur panen lebih singkat  mencetuskan revolusi hijau

Clifford Geertz : involusi pertanian atau gejala peningkatan hasil per satuan luas lahan, tetapi tidak terjadi peningkatan produktivitas per satuan tenaga kerja

13/10/2018 Kuliah IV, Pengantar Ilmu Pertanian 21

Usaha Tani Gurem (subsistence)

 Untuk keperluan sendiri

 Ladang, sawah, pekarangan

 Lahan untuk keperluan lain

 Hasil pekarangan sumber uang tunai

 Butuh sistem yang lebih mantap

Petani Gurem

Mengusahakan kebutuhan hidup sehari- hari dari tempatnya sendiri

Sistem perkenomian tertutup

Akibat pengaruh perubahan lingkungan terjadi perubahan kebutuhan

kekurangan keperluan

kelebihan produk  dapat dijual (termasuk tenaga)

Perkampungan, Rumah, Pekarangan, Halaman

 Suatu perkampunganterdiri atas kumpulan rumah.

Pekaranganadalah lahan yang ada di sekitar rumah, dengan batas pemilikan yang jelas, biasanya petani membudidayakan tanaman, ternak dan ikan

dapat dijual  petani gurem menjadi petani usaha

Halamanadalah bagian luar dari rumah tempat bermain dan mengerjakan pekerjaan sehari-hari (halaman depan, halaman samping, halaman belakang = disebut buruan, pipir, kebon dalam bahasa Sunda)

Pekarangan

Petani gurem biasanya memanfaatkan pekarangan utk:

• Apotek hidup: tanaman obat- obatan

• Sumber buah-buahan perdu (jeruk, jambu) dan sayuran

• Tanaman besar: mangga, rambutan, duku, dsb.

Tanaman pekarangan menjadi jembatan petani gurem beralih menjadi petani usaha

Hasil pekarangan dijual menghasilkan uang tunai

(5)

• Tanaman yang dibudidayakan di pekarangan berasal dari hutan.

• Pekarangan juga digunakan untuk kandang hewan-hewan peliharaan seperti kerbau, ayam, domba, kambing, kolam ikan.

• Hasil dan produksi pekarangan dapat diandalkan sebagai sumber keragaman jenis pangan dan dapat diunggulkan sebagai salah satu usaha untuk ketahanan pangan dalam keluarga.

MenjinakkanTumbuhan & Hewan

Usahatani dalam pekarangan untuk ternak, ikan, dan tanaman Sumber foto-foto: HS Arifin

Pengalihan Pertanian Gurem ke Pertanian Usaha

 Seiring dg pertumbuhan penduduk, pertanian gurem dpt menimbulkan kurang gizi akibat kelaparan

 Di Indonesia, telah diupayakan pemuliaan tanaman padi agar memberikan hasil lebih tinggi di kebun percobaan padi di Bogor

 Filsafat pemuliaan tanaman yg semula dianut oleh van der Meulen & Siregar adalah menemukan jenis unggul yang tidak perlu dipupuk

 Filsafat Norman Borlaug: mencari jenis tanaman yg bentuknya cocok untuk dapat berfotosintesis pada kondisi tanah yg dibuat subur, tahan hama dan penyakit, umur panen singkat

 Revolusi hijau dicetuskan oleh Norman Borlaug, 1950- 1980

 Revolusi hijau memacu tumbuhnya negara-negara berswasembada pangan, termasuk Indonesia

 Dg tumbuhnya jenis unggul baru sistem budidaya pertanian berkembang

 Perkembangan budidaya pertanian mendorong beralihnya pertanian gurem ke pertanian usaha

 Involusi pertanian: kenaikan hasil pertanian/satuan luas tidak diiringi kenaikan produktivitas kerja per satuan kerja

Pengalihan Pertanian Gurem ke Pertanian Usaha(lanjutan..)

Dua Jenis sawah Sawah tadah hujan: air penggenang berasal dari air hujan yg ditadah dari langit; Sawah irigasi: air penggenang berasal dari sungai

Selama bercocok tanam sering ada gangguan hama dan penyakit.

Hama:semua jenis hewan yg mengganggu suatu pertanaman, seperti tikus, serangga, babi

Penyakit: semua jenis tumbuhan yg mengganggu pertanaman seperti cendawan karat, virus kerdil-rumput

Seleksi massa: pemilihan jenis tanaman yg kualitasnya bagus (rasanya enak, mudah ditanam, tahan, cepat dipanen)

 Terbatasnya lahan pertanian di dunia melahirkan konsep pertanian utk komoditas niaga

 Dengan cara ini sistem pertanian dilakukan dg efisiensi penggunaan lahan dan tenaga kerja yg sangat tinggi

 Sistem ini dpt menutupi kebutuhan bahan pangan masyarakat luas, termasuk yang tidak berusaha tani

 Masuknya perekonomian uang munculnya keinginan memenuhi berbagai kebutuhan merubah petani gurem menjadi petani komoditi niaga

(6)

13/10/2018 Kuliah IV, Pengantar Ilmu Pertanian 31

Pengembangan

 IRRI (International Rice Research) di Los Banos, Filipina, mengembangkan filsafat Borlaug pada padi:

 pada tanah yang dibuat sesubur-suburnya hasil tinggi, tahan hama-penyakit, umur pendek

 Revolusi Hijau, 1950-1980, swasembada pangan!

 Sistem budidaya pertanian berkembang melalui tanaman jenis unggul

 Involusi Pertanian

13/10/2018 Kuliah IV, Pengantar Ilmu Pertanian 32

The Green Revolution in Agriculture

13/10/2018 Kuliah IV, Pengantar Ilmu Pertanian 33

Modern Agricultural Revolutions Technology allows much greater

production (surplus) with less human labor, but has high social and

environmental costs.

Metal plows, Reapers, Cotton Gin

Tractors (Internal Combustion Engine)

Combines

Chemical Pesticides/Fertilizers

Hybrid and genetically modified crops

13/10/2018 Kuliah IV, Pengantar Ilmu Pertanian 34

Agribusiness:

The industrialization of agriculture

 Modern commercial farming is very dependent on inputs of chemical fertilizer, pesticides, herbicides.

 Oil is required to make fertilizer and pesticides.

 It takes 10 calories of energy to create 1 calorie of food in modern agriculture.

 Small farmer can’t buy needed equipment and supplies.

 Fewer than 2% of U.S. population works in agriculture

13/10/2018 Kuliah IV, Pengantar Ilmu Pertanian 35

Kontribusi Inovasi Teknologi Terhadap Peningkatan Produksi Padi

Inovasi Teknologi

•Pengelolaan Tanaman Terpadu (ICM/PTT)

•Sistem Integrasi Tanaman Ternak (CLS/SIPT)

•Padi Hibrida & Padi Tipe Baru

0 10 20 30 40 50 60

71 73 75 77 79 81 83 85 87 89 91 93 95 97 99

Produksi Padi (Juta Ton)

Kekeringan

Ledakan wereng coklat, Kekeringan

Kekeringan Biotipe Sumut

Kekeringan Kekeringan BIMAS

Pelita1&2 PB5, PB8

OPSUS PHT PB26, PB36

INSUS PHT PB36, PB42

SUPRA INSUS PHT, IR64, Cisadane, Krueng Aceh

SUPRA INSUS, SUTPA, PHT, IR64, Memberamo, Cibodas

Gema Palagung IP Padi 300 SUTPA, SUP, PHT IR64, Memberamo, Cibodas, Ciherang SUPRA

INSUS PHT, IR64, Cisadane

Kekeringan

00 02

Inovasi Teknologi

04

Kelembagaan

13/10/2018 Kuliah IV, Pengantar Ilmu Pertanian 36

Transformasi yang sama terjadi

juga di Peternakan

(7)

13/10/2018 Kuliah IV, Pengantar Ilmu Pertanian 37

Perikanan

13/10/2018 Kuliah III, Pengantar Ilmu Pertanian 38

Biji-bijian dan bertanam; berburu dan beternak; mencari ikan dan budidaya; mengolah tanah dan menyimpan;

pasar

13/10/2018 Kuliah IV, Pengantar Ilmu Pertanian 39

Pertanian, Perkebunan, Hortikultura

 Rempah-rempah awal mula pertanian usaha

 Tanaman industri : teh, karet, kopi, kina, kelapa sawit, tembakau, dan tebu.

 Perkebunan tebu

 Reynoso : penebangan secara tuntas, hasilnya baik

 Ratooning : menyisakan tunas pada waktu panen sampai hasilnya menurun baru penanaman baru, tenaga kerja sedikit tetapi hasil lebih rendah

13/10/2018 Kuliah IV, Pengantar Ilmu Pertanian 40

Rempah-Rempah Awal Mula Pertanian Usaha

 Beberapa tanaman pekarangan menjadi perhatian orang Eropa

 Cengkeh dan Pala

 Belanda mendirikan Serikat Hindia Timur (VOC)

 mulanya berdagang kemudian menjajah Nusantara

Tanaman Industri

• Masuknya tanaman industri ke Indonesia berawal dari zaman penjajahan Belanda

• Jenis tanaman industri: teh, karet, kopi, kina, kelapa sawit, tebu, tembakau.

• Beberapa contoh jenis tanaman industri & daerah penghasilnya:

Karet Jawa Barat, Sumut, Sumbar, Bengkulu, Jambi Teh & kina Pengalengan , Jabar

Kopi Timor-timur, Sumatera, Bali, Toraja Kelapa sawit Sumatera Utara, Kalimantan Barat Tembakau Deli

13/10/2018 Kuliah IV, Pengantar Ilmu Pertanian 42

Teh

 Dari Jepang, abad 18-19

 1878 didatangkan bibit dari Assam

 Perkebunan teh terbaik:

Pangalengan, Jabar

 Daerah lain; Jateng, Jatim, Sumatera

 Penyakit teh: cacar teh (Exobasidium vexans)

(8)

13/10/2018 Kuliah IV, Pengantar Ilmu Pertanian 43

Kelapa Sawit

 Pusat perkebunan:

Sumatera Utara dan Kalimantan Barat

 Kultur jaringan (callus), untuk pembibitan secara besar-besaran

 Diambil minyaknya

 CPO (Crude Plam Oil)

 PKO (Palm Kernel Oil)

13/10/2018 Kuliah IV, Pengantar Ilmu Pertanian 44

Kopi

Jawa-Bali, Sumatera,

Toraja

 Arabica di ketinggian >

1000 m dpl. {Sidikalang

& Pekantan (Sumut), Gayo (Aceh), Tana Toraja}

 Robusta <1000 m dpl {Bali & Lampung}

 Kopi luak  the most expensive coffee in the world

Penyakit kopi: Hemileia vastatrix

13/10/2018 Kuliah IV, Pengantar Ilmu Pertanian 45

Tembakau

Sumatera, Jawa

Tembakau Deli

Tembakau Daerah Kesultanan (Vorstenland)

Tembakau Besuki: panen awal (Voor-oogst) dan panen akhir (Naa-oogst)

Pelelangan di Bremen (jaman dulu)

Kampanye anti rokok, penurunan usaha tembakau

Penggunaan lain

13/10/2018 Kuliah IV, Pengantar Ilmu Pertanian 46

Tebu

 Terutama di Jawa

 Budidaya sistem Reynoso (stek batang bambu ditanamkan pada alur petakan sawah).

 Di Kuba dan Hawaii sistem Ratooning (sisa tebasan tebu dibiarkan bertunas, kemudian baru dibongkar dan ditanam kembali)

 Di luar Jawa menggunakan sistem ratooning

Kelemahan ratooning:

Produksinya tidak setinggi Reynoso; Merugikan petani pemilik lahan karena terlalu; berpihak pada pengusaha

Metode budidaya baru: TRI (Tebu Rakyat Indonesia)

Hortikultura

 Jenis tanaman hortikultura: sayuran dan buah-buahan

 Daerah produksi sayur dan buah di Indonesia: Tanah Karo, Bukit Tinggi, Pengalengan, Puncak Bogor, Batu

 Kelemahan dlm peningkatan mutu tanaman hortikultura:

jenis-jenis unggul baru blm dpt dimanfaatkan dg cepat krn blm menarik minat pengusaha utk menanam modal

 Kunci utk mengembangkan tanaman hortikultura:

menemukan bibit yg baik dan cara penggunaan saprodi yang tepat

 Tantangan: merubah image mutu “buah impor” lebih baik dari “buah lokal”

Contoh: Jambu Bangkok, Durian Bangkok, Mangga Filipina

Contoh Sarjana Pertanian Sukses, Ir Gunung Sutopo dan Ir Nano Wijayanto yang berkiprah di Bidang Usaha Hortikultura

(9)

13/10/2018 Kuliah III, Pengantar Ilmu Pertanian 49

Contoh Petani Sukses, Komando Tarigan’ di Sumatera Utara

Selamat Belajar….

Sampai Bertemu Kembali pada Kuliah Minggu ke 4

13/10/2018 Kuliah II, Pengantar Ilmu Pertanian 50

Referensi

Dokumen terkait

Keretakan ini terjadi karena bahan perkerasan yang digunakan kurang baik, tanah dasar atau bagian perkerasan di bawah lapis permukaan kurang stabil, adanya pergeseran horizontal

Pengaruh Substitusi Tepung Terigu dengan Tepung Porang (Amorphophallus oncopphyllus) Terhadap Kadar Protein, Serat Pangan, Lemak, dan tingkat Penerimaan

Sebelum mengikuti PPL 1, praktikan telah mendapatkan mata kuliah Dasar-dasar dan Proses Pembelajaran Matematika 1 dan 2, Workshop Pendidikan Matematika 1 dan 2,

6. Nilai tambah yang diperoleh mahasiswa setelah melaksanakan PPL 1. Banyak hal positif yang didapat setelah melaksanakan PPL 1 ini. Praktikan memeroleh pengalaman secara

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi dengan judul PREFERENSI NASABAH NON MUSLIM TERHADAP PRODUK PEMBIAYAAN RUMAH BANK SYARIAH (STUDI BANK MUAMALAT CABANG KOTA

The de facto degree of judicial independence is low if decisions of the highest court, in order to be implemented, depend on some action of one (or both) of the other branches

Dengan bantuan pasukan Singhasari yang kembali dari Sumatra, Raden Wijaya menjadi raja pertama kerajaan Majapahit bergelar Krtarajasa Jayawardhana (1293-1309), mempunyai 4

Relay directional power berfungsi untuk mendeteksi arah daya yang mengalir pada terminal generator. Dari arah daya yang dibaca dari nilai arus dari CT dan tegangan dari VT