• Tidak ada hasil yang ditemukan

MEDIA PEMBELAJARAN MODUL MULTIMEDIA INTERAKTIF PENGALAMATAN IP DAN SUBNET MASK BERBASIS ADOBE FLASH CS6 UNTUK SISWA KELAS XI TEKNIK KOMPUTER JARINGAN SMK NEGERI 1 KLATEN.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "MEDIA PEMBELAJARAN MODUL MULTIMEDIA INTERAKTIF PENGALAMATAN IP DAN SUBNET MASK BERBASIS ADOBE FLASH CS6 UNTUK SISWA KELAS XI TEKNIK KOMPUTER JARINGAN SMK NEGERI 1 KLATEN."

Copied!
201
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Puji Lestari
  • Pengajar:
    • Dr. Drs. Eko Marpanaji, M.T.
    • Handaru Jati, Ph.D.
  • Sekolah: Universitas Negeri Yogyakarta
  • Mata Pelajaran: Pendidikan Teknik Informatika
  • Topik: Media Pembelajaran Modul Multimedia Interaktif Pengalamatan IP Dan Subnet Mask Berbasis Adobe Flash CS6 Untuk Siswa Kelas XI Teknik Komputer Dan Jaringan SMK Negeri 1 Klaten
  • Tipe: tugas akhir skripsi
  • Tahun: 2017
  • Kota: Yogyakarta

I. PENDAHULUAN

Bab ini memberikan latar belakang pentingnya pengembangan media pembelajaran modul multimedia interaktif untuk pengalamatan IP dan subnet mask. Proses pembelajaran yang efektif dan efisien sangat dipengaruhi oleh pemilihan media yang tepat. Penggunaan media pembelajaran yang inovatif, seperti modul multimedia interaktif, dapat membantu siswa memahami konsep yang kompleks dan meningkatkan minat belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul yang sesuai dengan kurikulum dan kebutuhan siswa di SMK Negeri 1 Klaten.

1.1. Latar Belakang Masalah

Latar belakang masalah menjelaskan tantangan yang dihadapi siswa dalam memahami materi pengalamatan IP dan subnet mask. Siswa sering kesulitan dengan materi ini karena kurangnya media pembelajaran yang interaktif. Selain itu, proses pembelajaran yang masih menggunakan metode konvensional membuat siswa merasa bosan dan kurang tertarik. Oleh karena itu, pengembangan modul multimedia interaktif diharapkan dapat mengatasi masalah ini dan meningkatkan pemahaman siswa.

1.2. Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah mencakup beberapa poin penting, seperti kurangnya variasi media pembelajaran yang digunakan, keterbatasan pemahaman siswa terhadap materi, dan kebutuhan akan media yang lebih interaktif. Penelitian ini berfokus pada pengembangan modul multimedia interaktif yang dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran pengalamatan IP dan subnet mask.

1.3. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan modul multimedia interaktif yang efektif dan layak digunakan dalam proses pembelajaran. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan modul tersebut berdasarkan masukan dari ahli materi, ahli media, dan responden siswa.

II. KAJIAN PUSTAKA

Kajian pustaka ini membahas teori-teori yang relevan dengan pengembangan media pembelajaran, termasuk definisi dan klasifikasi media pembelajaran, serta manfaat dan fungsi media dalam proses belajar. Modul sebagai media pembelajaran juga dijelaskan secara rinci, termasuk karakteristik dan komponen penting yang harus ada dalam modul. Hal ini memberikan dasar teoritis yang kuat untuk pengembangan modul multimedia interaktif.

2.1. Media Pembelajaran

Media pembelajaran didefinisikan sebagai alat dan bahan yang digunakan untuk menyampaikan pesan pendidikan. Media ini berfungsi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran. Berbagai jenis media, seperti media cetak dan multimedia, memiliki peran penting dalam proses belajar mengajar. Penggunaan media yang tepat dapat membangkitkan minat dan motivasi siswa dalam belajar.

2.2. Modul

Modul adalah bahan ajar yang dirancang untuk memungkinkan siswa belajar secara mandiri. Modul harus disusun secara sistematis dan menarik agar siswa dapat memahami materi dengan baik. Karakteristik modul yang efektif termasuk kemampuan untuk mendukung pembelajaran mandiri dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Modul yang baik harus mencakup semua komponen penting untuk mendukung proses belajar.

III. METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan dalam pengembangan modul ini adalah model Research and Development (R&D) dengan pendekatan ADDIE. Proses ini meliputi analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui angket yang melibatkan siswa sebagai responden untuk mendapatkan umpan balik mengenai modul yang dikembangkan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif.

3.1. Model Pengembangan

Model ADDIE digunakan sebagai kerangka kerja dalam pengembangan modul multimedia interaktif. Setiap tahap dalam model ini memiliki peran penting dalam memastikan bahwa modul yang dikembangkan memenuhi kebutuhan siswa dan tujuan pembelajaran. Proses ini dimulai dengan analisis kebutuhan siswa, diikuti dengan desain dan pengembangan konten modul yang sesuai.

3.2. Prosedur Pengembangan

Prosedur pengembangan modul melibatkan beberapa langkah, mulai dari perencanaan konten, pembuatan desain visual, hingga pengujian modul. Setiap langkah dilakukan secara sistematis untuk memastikan bahwa modul yang dihasilkan berkualitas tinggi dan sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Uji coba modul dilakukan di kelas untuk mendapatkan umpan balik dari siswa.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul multimedia interaktif yang dikembangkan layak digunakan sebagai media pembelajaran. Penilaian dari ahli materi dan ahli media menunjukkan kriteria yang sangat baik, dan respon siswa juga menunjukkan tingkat penerimaan yang positif. Pembahasan hasil penelitian membahas bagaimana modul ini dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pengalamatan IP dan subnet mask.

4.1. Hasil Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul multimedia interaktif yang dikembangkan mendapatkan penilaian yang sangat baik dari ahli materi dan media. Skor rata-rata dari penilaian menunjukkan bahwa modul ini memenuhi standar kualitas yang diharapkan. Siswa juga memberikan umpan balik positif mengenai penggunaan modul dalam pembelajaran.

4.2. Pembahasan Hasil Penelitian

Pembahasan hasil penelitian menyoroti pentingnya penggunaan media pembelajaran yang interaktif dalam meningkatkan pemahaman siswa. Modul multimedia interaktif ini tidak hanya membantu siswa memahami teori, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan teknologi dalam pendidikan dapat memberikan dampak positif terhadap hasil belajar siswa.

V. PENUTUP

Bab penutup memberikan kesimpulan dari penelitian ini serta saran untuk pengembangan lebih lanjut. Modul multimedia interaktif yang dikembangkan terbukti efektif dalam mendukung pembelajaran pengalamatan IP dan subnet mask. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan media pembelajaran lainnya di masa depan.

5.1. Kesimpulan

Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa modul multimedia interaktif yang dikembangkan dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang efektif dan layak. Modul ini mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pengalamatan IP dan subnet mask, serta memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik.

5.2. Saran

Saran untuk pengembangan lebih lanjut mencakup perlunya penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi penggunaan media pembelajaran interaktif dalam konteks yang berbeda. Selain itu, pengembangan modul serupa untuk materi lain juga disarankan agar lebih banyak siswa dapat merasakan manfaat dari teknologi dalam pembelajaran.

Gambar

Tabel 1. Tinjauan Silabus Mata Pelajaran Rancang Bangun Jaringan untuk 2
Tabel 4. Karakteristik IP Address Kelas A
Gambar 16. Tampilan Panel Properties Adobe Flash Pro CS6
Gambar 19. Tampilan Motion Presets Adobe Flash Pro CS6
+7

Referensi

Dokumen terkait

Peneliti membatasi masalah bagaimana pengembangan media pembelajaran multimedia interaktif berbasis Adobe Flash CS 6 terhadap hasil belajar siswa SMK Harapan Bangsa

1) Media pendidikan identik artinya dengan pengertian keperagaan yang berasal dari k ata “raga”, artinya suatu benda yang dapat diraba, dilihat, diddengar dan yang

Secara keseluruhan menurut para ahli materi menunjukkan bahwa media ini masuk dalam kategori Baik dengan rerata 4,17 dan presentase kualitas media 81,51% sehingga

Media video adalah segala sesuatu yang menyangkut bahan ( software) dan perangkat keras/alat ( hardware) , yaitu sesuatu benda yang dapat dilihat, didengar, atau

produk yang sudah dirancang menggunakan software Adobe Flash Pro CS6. Tahap ini dilakukan pengumpulan bahan ajar yang akan disajikan, gambar, animasi, audio, animasi,

Setelah layout desain pembelajaran selesai di tentukan selanjutnya adalah meembuat software media pembelajan jaringan komputer berdasarkan data yang didapat

Ashar Arsyad (2002) menggariskan ciri-ciri media pendidikan sebagai berikut: media pedidikan memiliki pengertian fisik yang dewasa ini dikenal dengan perangkat keras