• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDAHULUAN Analisis Pragmatik Pada Sumber Bahan Ajar Bahasa Indonesia Jenjang Sma Kelas X Dalam Teks Anekdot Di Kurikulum 2013.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENDAHULUAN Analisis Pragmatik Pada Sumber Bahan Ajar Bahasa Indonesia Jenjang Sma Kelas X Dalam Teks Anekdot Di Kurikulum 2013."

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, menuntut

terciptanya Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu bersaing secara global.

Terciptanya insan individu yang mampu menghadapi persaingan secara global

selaras dengan penjabaran dari kurikulum. Kurikulum dikatakan sebagai

manifestasi yang bersifat dokumen tertulis dalam serangkaian aktivitas proses

pembelajaran.

Kurikulum sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam bidang

pendidikan. Kurikulum pada hakikatnya bersifat dinamis, artinya senantiasa

mengalami perubahan dan perkembangan disesuaikan dengan kebutuhan peserta

didik. Suatu kurikulum diharapkan mampu memberikan landasan dan menjadi

pedoman bagi pengembangan kemampuan peserta didik secara optimal sesuai

dengan tuntutan dan kebutuhan peserta didik, orang tua, dan masyarakat.

Salah satu jenis kurikulum yang diterapkan dalam dunia pendidikan di

Indonesia adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006.

Implementasi dari KTSP nantinya bermuara pada pelaksanaan pembelajaran,

yakni isi kurikulum berupa Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar

(KD) yang dapat dicerna oleh peserta didik secara tepat dan menyeluruh.

Implementasi KTSP memerlukan adanya partisipasi masyarakat. Peran

masyarakat dapat menjadi mitra sekolah dalam membentuk kompetensi dan

pribadi peserta didik. Selain itu, KTSP juga memberikan otonomi kepada sekolah

dan satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan potensi,

tuntutan, dan kebutuhan masing-masing. Mengingat kurikulum bersifat dinamis

inilah, salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas bidang

pendidikan adalah penyempurnaan kurikulum beserta perangkat pendukungnya.

Hal ini dibuktikan dengan adanya kurikulum baru, yaitu kurikulum 2013.

Kurikulum 2013 merupakan langkah lanjutan pengembangan Kurikulum

Berbasis Kompetensi (KBK) yang telah dirintis pada tahun 2004 dan Kurikulum

(2)

2

Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dirintis tahun 2006. Pengembangan

Kurikulum 2013, menuntut perubahan paradigma dalam pembelajaran. Paradigma

Kurikulum 2013 telah mencanangkan pembelajaran bahasa berbasis teks.

Cakupan kurikulum 2013 memuat adanya sumber bahan ajar yang berisikan

berbagai teks, termasuk teks anekdot.

Teks anekdot ialah sebuah cerita singkat yang mengandung unsur

kelucuan dari para tokoh di dalamnya. Munculnya teks anekdot sebagai salah satu

teks yang diajarkan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia disampaikan secara

tersurat dalam Kurikulum 2013.

Bahan ajar Bahasa Indonesia jenjang SMA kelas X yakni teks anekdot

memuat dialog yang di dalamnya mengandung percakapan antara dua orang atau

lebih guna bertukar informasi. Pada saat proses berkomunikasi terjadi peristiwa

tutur atau tindak tutur. Peristiwa tutur atau tindak tutur tersebut dapat

mengimplikasikan proposisi yang bukan merupakan bagian dari tuturan yang

bersangkutan. Proposisi yang diimplikasikan tersebut dinamakan implikatur.

Dengan kata lain, implikatur adalah maksud dari sebuah tuturan tetapi dalam

pengungkapannya tidak disampaikan secara langsung.

Sebuah teks anekdot tercipta dari unsur kelucuan yang timbulkan oleh

tuturan para tokoh di dalamnya. Sehubungan dengan penciptaan unsur kelucuan

itulah seringkali menyimpang dari aturan-aturan berkomunikasi yang telah

digariskan oleh prinsip-prinsip pragmatik. Dengan demikian, dapat diasumsikan

bahwa di dalam teks anekdot ditemukan penyimpangan khususnya berkenaan

prinsip sopan santun.

Berdasarkan paparan di atas, peneliti merasa tertarik untuk mengangkat

penelitian mengenai teks anekdot. Peneliti memilih fokus penelitian pada

implikatur dan penyimpangan prinsip sopan santun menggunakan tinjauan

pragmatik. Tuturan yang diungkapkan para tokoh dalam teks anekdot dapat

dijadikan sebagai sarana belajar peserta didik. Hal ini mengingat topik yang

dibicarakan dapat dijumpai dalam lingkungan sekitar. Oleh karena itu, tuturan

yang dikemukakan tokoh dalam teks anekdot menjadi hal yang menarik untuk

(3)

3

dihasilkan dari penyimpangan prinsip sopan santun. Selain itu, tuturan tokoh

dalam teks anekdot juga dapat dikaji makna tersirat atau implikatur. Alasan lain,

teks anekdot merupakan sumber bahan ajar yang terbilang baru. Teks anekdot

baru disajikan dan menjadi bagian sumber bahan ajar bagi peserta didik

menyongsong kurikulum 2013. Penelitian ini diharapkan dapat membantu

pembaca dalam memahami implikatur dan penyimpangan prinsip sopan santun

yang diterapkan melalui teks anekdot.

B.Rumusan Masalah

Agar penelitian ini menjadi lebih terarah, maka diperlukan adanya

rumusan masalah. Adapun rumusan masalah yang dikaji dalam penelitian ini

sebagai berikut:

1. Bagaimana implikatur yang terdapat dalam tuturan tokoh teks anekdot sebagai

sumber bahan ajar Bahasa Indonesia jenjang SMA kelas X di kurikulum 2013?

2. Bagaimana penyimpangan prinsip sopan santun yang terdapat dalam tuturan

tokoh teks anekdot sebagai sumber bahan ajar Bahasa Indonesia jenjang SMA

kelas X di kurikulum 2013?

C.Tujuan Penelitian

Agar penelitian ini tidak menyimpang dari bahasan utamanya, maka

dirumuskan tujuan penelitian sebagai berikut:

1. Mendeskripsikan implikatur yang terdapat dalam tuturan tokoh teks anekdot

sebagai sumber bahan ajar Bahasa Indonesia jenjang SMA kelas X di

kurikulum 2013.

2. Mendeskripsikan penyimpangan prinsip sopan santun yang terdapat dalam

tuturan tokoh teks anekdot sebagai sumber bahan ajar Bahasa Indonesia

(4)

4

D.Manfaat Penelitian

Penelitian ini dapat memberikan manfaat baik secara teoretis maupun

praktis.

1. Manfaat Teoretis

Memberikan acuan dan wawasan kepada pembaca berkaitan implikatur

dan prinsip sopan santun dalam teks anekdot sebagai sumber bahan ajar Bahasa

Indonesia jenjang SMA kelas X di kurikulum 2013.

2. Manfaat Praktis

Hasil dari penelitian ini sebagai sumbangan informasi dalam dunia

pendidikan, berupa:

a. Masukan positif dalam peningkatan kualitas pembuatan sumber bahan ajar

bagi peserta didik.

b. Dapat digunakan sebagai sarana mempelajari implikatur dan prinsip sopan

santun pada sumber bahan ajar yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.

c. Bahan diskusi untuk penambah wawasan dalam menyongsong kurikulum

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan, analisis kesalahan dalam bidang kalimat pada teks dalam buku paket Bahasa Indonesia kelas X SMA Kurikulum 2013 sejumlah 48 data, yaitu dari segi

TEKS ANEKDOT BERBASIS KEARIFAN LOKAL SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR SMA KELAS X ” ini berikut seluruh isinya adalah benar-benar karya saya sendiri. Saya tidak

Dari hasil validasi dosen ahli, guru pengajar bahasa Indonesia dan siswa kelas X SMA modul teks anekdot berbasis kearifan lokal ini sangat layak digunakan sebagai

Hal ini tentu ada korelasinya dengan eksistensi bahan ajar berbasis teks anekdot sebagai media pembelajaran dalam pembelajaran bahasa Indonesia karena bahan ajar

Indonesia Fakultas Bahasa dan Sains Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Darsono, M.Si dan Dr. Sueb Hadi Saputro, M.Pd. Pengembangan bahan ajar teks anekdot dilakukan berdasarkan

Berdasarkan hasil kajian dapat disimpulkan bahwa buku teks pelajaran Bahasa Indonesia SMA kelas X telah memenuhi standar isi, bahasa, dan keterbacaan menurut kurikulum 2013 dan

Teks anekdot yang disajikan dalam buku Bahasa Indonesia kelas X SMA/MA kurikulum 2013 yang ditulis oleh Kemendikbud belum memenuhi empat kalimat meliputi: 1 kalimat yang menyatakan

Modul ajar untuk mata pelajaran bahasa Indonesia kelas 10 semester ganjil mengenai teks