• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDI PENGARUH UKURAN BATU KORIL (SILICONE CARBIDE) TERHADAP KEAUSAN BATU GERINDA PADA INDUSTRI TAHU.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "STUDI PENGARUH UKURAN BATU KORIL (SILICONE CARBIDE) TERHADAP KEAUSAN BATU GERINDA PADA INDUSTRI TAHU."

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

i

TUGAS AKHIR

STUDI PENGARUH UKURAN BATU KORIL

(SILICONE CARBIDE)

TERHADAP KEAUSAN

BATU GERINDA PADA INDUSTRI TAHU

Disusun :

Anung Joko Susanto

NIM : D 200 040 031

JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

(2)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Perkembangan teknologi belakangan ini berkembang begitu pesat,

termasuk dalam produksi pembuatan tahu yang berbahan dasar kedelai.

Mulanya tahu dibuat secara sederhana, namun seiring berkembangnya

teknologi pembuatan tahu berbahan dasar kedelai maka digunakan

alat-alat seperti burr mill, dan gerinda untuk memproduksi, dengan tujuan

untuk meningkatkan produksi dan efisiensi pembuatan tahu berbahan

dasar kedelai ini. Didalam penelitian ini menggunakan gerinda untuk

memproduksi tahu hasil rancangan sendiri yang bertujuan untuk

mengetahui seberapa besar pengaruh ukuran mesh terhadap keausan

gerinda serta terhadap kecepatan produksi (Daryanto, 2006).

Saat ini banyak pengembangan alat pembuat tahu dengan

menggunakan mesin. Kapasitas produksi dengan menggunakan mesin

tersebut meningkat drastis, hingga mencapai 10 kali lipat, serta dapat

menghasilkan kualitas produk yang bagus. Akan tetapi perkembangan

mesin tersebut juga diiringi dengan naiknya bahan-bahan yang

menunjang proses produksi, seperti bahan baku dan

komponen-komponen dari mesin pembuat tahu itu sendiri. Salah satu kendala yang

sering dihadapi adalah batu gerinda yang ada pada saat ini sangat cepat

aus, karena keausan gerinda tidak dapat diperhitungkan dari standar tabel

maupun grafik, sehingga banyak pengusaha yang mengganti batu gerinda

(3)

2

standar pabrik dengan batu gerinda buatan mereka sendiri dengan

menggunakan bahan batu pasir dan semen, dampakanya mengakibatkan

menurunya kualitas dari tahu. Oleh karena harga dari batu gerinda yang

ada dipasaran cukup mahal, mengakibatkan para produsen tahu tidak

lagi memperhitungkan kualitas produksi tahunya, karena biaya yang di

keluarkan untuk produksi sangat besar (Hitchiner, 2005).

Oleh karena itu, perlu dikembangkan batu gerinda yang tahan lama

serta tidak mengurangi performa kerjanya dan juga tidak mengabaikan

kualitas hasil produksi dan kecepatan laju produksi.pada penelitian ini

dicoba menggunakan perbedaan ukuran batu koril antara mesh 10,12,14

dicampur dengan mesh 40 sedang yang ada dipasaran saat ini

menggunakan mesh 40

1.2. Perumusan Masalah

1. Bagaimana pengaruh ukuran mesh Batu Koril terhadap keausan batu

gerinda?

2. Bagaimana pengaruh ukuran mesh terhadap kecepatan kerja?

1.3. Batasan Masalah

Aplikasi dari Gerinda dan sangat komplek sekali sehingga pada

penelitian ini hanya dibatasi pada gerinda tahu. Adapun yang akan

(4)

3

1. Jenis batu asahan yang diuji adalah Silicon carbide dengan mesh

10,12,14 dicampur dengan daur ulang gerinda bekas mesh 40,

sebagai pengisinya.

2. Zat pengikat jenis Silicate.

3. Besarnya penekanan 1000 kN.

4. Temperatur sintering awal 70 0C selama 3 jam dilanjutkan pada, 250

0C selama 24 jam.

1.4. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah :

1. Mengetahui pengaruh ukuran mesh batu koril terhadap keausan batu

gerinda.

2. Mengetahui kecepatan kerja batu gerinda yang telah direkayasa

dengan batu gerinda yang ada dipasaran.

1.5. Manfaat Penelitian

1. Secara akademis penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi

atau pembanding untuk penelitian selanjutnya agar diperoleh hasil

gerinda yang lebih baik.

2. Secara industri hasil penelitian ini diharapkan sebagai alternatif bagi

industri pembuatan tahu untuk dapat meningkatkan efisiensi produksi

yang mudah dan murah, pengrajin tahu diharapkan dapat menghemat

waktu penggantian batu gerinda sehingga umur pakai dan waktu

(5)

4

diharapkan lebih mudah sehingga para pengrajin tahu dapat membuat

batu gerinda sendiri dengan baik.

1.6. Sistematika Penulisan

Sistematika laporan Tugas Akhir ini memuat tentang isi bab-bab

yang dapat diuraikan sebagai berikut:

BAB I. PENDAHULUAN.

Pada bab ini berisi tentang latar belakang, tujuan penelitian,

perumusan masalah,batasan masalah, manfaat penelitian,

sistematika penulisan.

BAB II. LANDASAN TEORI.

Pada bab ini berisi tentang teori-teori yang diambil dari

buku-buku yang dipakai untuk pedoman dan kelancaran

penelitian ini.

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN

Pada bab ini berisi tentang diagram alur penelitian, proses

pencetakan batu gerinda dengan perbedaan mesh batu

koril (Silicone carbide) dengan menggunakan mesh

10,12,14 dicampur dengan mesh 40 dan di ikat dengan

water glass kemudian di kompaksi serta di sintering

BAB IV. DATA HASIL PENELITIAN DAN PENGOLAHAN DATA

Pada bab ini berisi tentang data hasil penelitian, analisa,

(6)

5 BAB V. PENUTUP

Pada bab ini penulis menyimpulkan hasil penelitian ini dan

saran yang mungkin bisa berguna bagi pembaca.

DAFTAR PUSTAKA

Referensi

Dokumen terkait

Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah adakah pengaruh biaya produksi, dan biaya pemasaran terhadap pendapatan para pengrajin tahu tempe anggota Primkopti Semarang

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan aktivitas produksi serta mengetahui risiko keshatan dan keselamatan kerja pada setiap tahapan pembuatan tahu di

SUMBER INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis dengan judul “Strategi Peluang Penerapan Produksi Bersih di Industri Tahu (Studi Kasus pada

dilakukan dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh substitusi limbah cair industri tahu pada media tanam terhadap pertumbuhan dan produksi jamur tiram putih (Pleurotus

Dalam penelitian ini pembuatan batu gerinda dengan variasi perekat jenis resin epoxy dan resin phenolic dibandingkan dengan batu gerinda yang telah ada dipasaran merk

Target dari pengabdian ini adalah pelaku usaha industri rumahan tahu, Luaran pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan pelaku industri tahu agar dapat meningkatkan

itu pemilik industri tahu harus memberikan kualitas layanan, kualitas produk dan harga yang tepat agar dapat bersaing dengan pabrik tahu lainnya, karena dalam

Dalam proses pengolahannya, para pengrajin tahu mengakui bahwa pada umumnya mereka belum memperhatikan prinsip-prinsip cara produksi makanan yang baik (CPMB) termasuk