• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDAHULUAN Penatalaksanaan Infra Red Dan Chest Physiotherapy Pada Bronchitis Acute Di RS. PKU Muhammadiyah Yogyakarta.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENDAHULUAN Penatalaksanaan Infra Red Dan Chest Physiotherapy Pada Bronchitis Acute Di RS. PKU Muhammadiyah Yogyakarta."

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

 

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah.

Penyakit dan gangguan saluran napas masih merupakan masalah terbesar

di Indonesia pada saat ini. Angka kesakitan dan kematian saluran napas dan paru

seperti infeksi saluran napas akut, tuberculosis asma dan bronchitis masih

menduduki peringkat tertinggi. Infeksi merupakan penyebab tersering (Badan

Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 1986).

Bronchitis merupakan salah satu dari lima penyebab untuk kunjungan anak ke

dokter. Bronchitis acute paling banyak terjadi pada anak kurang dari 2 tahun,

dengan puncak lain terlihat pada kelompok anak usia 9 – 15 tahun. Kemudian

bronchitis cronik dapat mengenai orang dengan semua umur namun lebih banyak

pada orang diatas 45 tahun (Toni, 2010).

Faktor etiologi utama adalah merokok dan polusi udara yang biasa

terdapat pada daerah industri. Polusi udara yang terus menerus juga merupakan

presdiposisi infeksi rekuren karena polusi memperlambat aktifitas silia dan

fogositosis, sehingga timbunan mucus meningkat sedangkan mekanisme

pertahanannya sendiri melemah (Price, 1995).

Batuk dan pilek merupakan tanda dan gejala dimulainya bronchitis. Pada

awalnya hidung mengeluarkan lendir yang tidak dapat dihentikan, batuk tidak

(2)

2   

 

atau kuning, semakin banyak dan bertambah, warna berubah menjadi kuning atau

hijau. Pada usia 0 – 1 tahun akan menimbulkan masalah dalam mengeluarkan

dahak tersebut, selain itu juga saluran napas menjadi terganggu maka bayi

menjadi rewel dan sulit untuk minum susu, akhirnya dapat menurunkan berat

badan dan mengganggu tumbuh kembangnya.

Upaya dalam menanggulangi gejala-gejala tersebut di samping obat yang

digunakan untuk mencegah dan mengobati dalam dosis yang berbeda, kerja sama

antara dokter, perawat, petugas rontgen, laboratorium dan fisioterapi sangat

berpengaruh dan berguna untuk menangani pasien dengan diagnosis bronchitis

(Qarah, 2007).

Pengertian dari fisioterapi adalah suatu bentuk pelayanan kesehatan

kepada individu dan atau kelompok agar mereka dapat mengembangkan,

memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi sepanjang daur kehidupan dengan

menggunakan secara menual peningkatan gerak, peralatan (fisik, elektro

terapeutik dan mekanis) pelatihan fungsi, komunikasi (Kepmenkes No

1363/Menkes/SK XII/2001).

Dari data dan keterangan diatas, bronchitis merupakan masalah dunia serta

peran dari fisioterapis sangatlah berdaya dan tepat guna untuk menangani kasus

tersebut, maka penulis tertarik untuk mengetahui lebih lanjut mengenai manfaat

pemberian infra red dan chest fisioterapi pada kasus tersebut sehingga penulis

mengambil judul Penatalaksanaan Infra Red dan Chest Therapy pada kasus

(3)

3   

 

B. Rumusan Masalah

Permasalahan yang muncul pada penderita Bronchitis acute diperoleh

beberapa rumusan masalah :

1. Apakah pemberian infra red dan chest physioterapy pada kasus bronchitis

acute dapat mengurangi/menghilangkan sputum pada anak?

2. Apakah pemberian infra red dan chest physioterapy pada kasus bronchitis

acute dapat mengurangi/menghilangkan sesak nafas pada anak?

3. Apakah pemberian infra red dan chest physisoterapy pada kasus bronchitis

acute dapat mengurangi spasme pada otot pernafasan pada anak?

4. Apakah pemberian infra red dan chest physioterapy pada kasus bronchitis

acute dapat meningkatkan ekspansi thorak pada anak?

C. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan menyusun karya ilmiah ini adalah :

1.Tujuan Umum

a. Untuk memenuhi tugas penyusunan Karya Tulis Ilmiah pada akhir program D3

Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta

b. Untuk mendapatkan gambaran manfaat infra merah dan chest terapi dalam

pengeluaran dahak/spuntum, mengurangi sesak nafas, mengurangi spasme otot

(4)

4   

 

2. Tujuan Khusus

Adapun tujuan khusus fisioterapi dalam kondisi bronkitis akut pada anak adalah:

a. Untuk mengetahui manfaat chest therapy dan infra red pada penderita penyakit

bronchitis acute pada anak dan bagaimana tanda dan gejala serta faktor-faktor

penyebabnya

b. Untuk mengetahui penatalaksanaan chest therapy dan infra red pada penderita

penyakit bronchitis acute pada anak

c. Untuk mengetahui pengaruh chest therapy dan infra red pada penderita

penyakit bronchitis acute pada anak

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mengentahui manfaat Infra red (IR), Trancutaneus electrical nerve stimulation (TENS) dalam mengurangi nyeri tekan dan nyeri gerak pada kasus osteoatritis

Dari data dan keterangan diatas, bronchitis acute merupakan masalah dunia serta peran dari fisioterapis sangatlah berdaya dan tepat guna untuk menangani kasus tersebut, maka

Apakah pemberian nebulizer, infra red, dan chest therapy pada penderita. pneumonia dapat mengurangi/ menghilangkan

Conclusion: Management chest physiotherapy with thoracic expantion exercise in the case of acute bronchitis founding result be present decrease the level of crowded

modalitas fisioterapi berupa infra red , stimulasi elektris dengan faradic dan terapi latihan dengan mirror exercise serta edukasi dapat membantu proses

Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk mengetahui manfaat Infra merah dan Chest physiotherapy dalam mengurangi spasme,mengurangi sputum meningkatkan mobilisasi sangkar thorak

Untuk mendapatkan gambaran manfaat infra red dan chest therapy dalam pengeluaran dahak/ sputum, mengurangi sesak nafas, pada penderita bronkitis akut... Tujuan Khusus.. 1) Untuk

Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk mengetahui manfaat Infra merah dan Chest physiotherapy dalam mengurangi spasme,mengurangi sputum meningkatkan mobilisasi sangkar thorak