• Tidak ada hasil yang ditemukan

NONDESTRUCTIVE TESTING. Pengujian Tanpa Merusak

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "NONDESTRUCTIVE TESTING. Pengujian Tanpa Merusak"

Copied!
57
0
0

Teks penuh

(1)

NONDESTRUCTIVE

TESTING

NONDESTRUCTIVE

NONDESTRUCTIVE

TESTING

TESTING

Pengujian Tanpa Merusak

Pengujian Tanpa Merusak

(2)

DEFINISI NDT

DEFINISI NDT

DEFINISI NDT

ƒ

ƒ NDT atau Non Destructive NDT atau Non Destructive Testing (Uji Tak Rusak)

Testing (Uji Tak Rusak)

adalah salah satu metode

adalah salah satu metode

pengujian yang dapat

pengujian yang dapat

dilakukan pada suatu

dilakukan pada suatu

material, komponen,

material, komponen,

struktur, atau mengukur

struktur, atau mengukur

beberapa karakteristik

beberapa karakteristik

tanpa harus merusak

tanpa harus merusak

material atau komponen

material atau komponen

yang di uji tersebut

yang di uji tersebut

ƒ

ƒ Memeriksa atau mengukur tanpa Memeriksa atau mengukur tanpa membahayakan/merusak material uji

(3)

Keuntungan NDT Methods

Keuntungan NDT Methods

Keuntungan NDT Methods

„

„

Tidak

Tidak

Mengganggu

Mengganggu

Proses

Proses

Produksi

Produksi

.

.

„

„

Waktu

Waktu

Pelaksaan

Pelaksaan

Yang

Yang

Cepat

Cepat

.

.

„

„

Dapat

Dapat

Mencegah

Mencegah

Kegagalan

Kegagalan

Suatu

Suatu

Produksi

Produksi

.

.

„

(4)

Methode of NDT

Methode of NDT

Methode of NDT

Visual Visual Visual Liquid P enetrant Liquid P enetrant Liquid P enetrant Magnetic P article Magnetic P article Magnetic P article Eddy Current Eddy Current Eddy Current Ultrason ic Ultra sonic Ultrason ic X-ray X X-ray -ray Microwave Microwave Acoustic Emission Acoustic Emission Therm ography Therm ography Laser In terferometry Laser In terferometry Replication

Flux Leakage

Flux Leakage

Acoustic Microscopy Acoustic Microscopy Magne tic Mea surem ents Magne tic Mea surem ents Tap Test ing Tap Test ing

(5)

Penggunaan NDT

Penggunaan NDT

„

Flaw Detection and Evaluation

„

Leak Detection

„

Location Determination

„

Dimensional Measurements

„

Structure and Microstructure Characterization

„

Estimation of Mechanical and Physical Properties

„

Stress (Strain) and Dynamic Response Measurements

„

Material Sorting and Chemical Composition Determination

„

„

Flaw Detection and Evaluation

Flaw Detection and Evaluation

„

„

Leak Detection

Leak Detection

„

„

Location Determination

Location Determination

„

„

Dimensional Measurements

Dimensional Measurements

„

„

Structure and Microstructure Characterization

Structure and Microstructure Characterization

„

„

Estimation of Mechanical and Physical Properties

Estimation of Mechanical and Physical Properties

„

„

Stress (Strain) and Dynamic Response Measurements

Stress (Strain) and Dynamic Response Measurements

„

(6)

NDT dapat digunakan

NDT dapat digunakan

NDT dapat digunakan

„ Membantu dalam pengembangan suatu produk „ Untuk memilih/mensortir material

„ Untuk memonitor, mengimprove/meningkatkan atau

mengendalikan proses pembuatan suatu material/komponen.

„ Untuk memverifikasi proses yang sesuai telah dilakukan dengan

baik seperti perlakuan panas.

„ Untuk memverifikasi perakitan yang sesuai telah dilakukan „ Untuk memeriksa kerusakan pada saat service/penggunaan

„

„ Membantu dalam pengembangan suatu produkMembantu dalam pengembangan suatu produk

„

„ Untuk memilih/mensortir materialUntuk memilih/mensortir material

„

„ Untuk memonitor, mengimprove/meningkatkan atau Untuk memonitor, mengimprove/meningkatkan atau

mengendalikan proses pembuatan suatu material/komponen.

mengendalikan proses pembuatan suatu material/komponen.

„

„ Untuk memverifikasi proses yang sesuai telah dilakukan dengan Untuk memverifikasi proses yang sesuai telah dilakukan dengan

baik seperti perlakuan panas.

baik seperti perlakuan panas.

„

„ Untuk memverifikasi perakitan yang sesuai telah dilakukanUntuk memverifikasi perakitan yang sesuai telah dilakukan

„

„ Untuk memeriksa kerusakan pada saat service/penggunaanUntuk memeriksa kerusakan pada saat service/penggunaan

NDT dapat diaplikasikan pada setiap langkah produksi atau juga pada saat penggunaan dari suatu komponen

NDT dapat diaplikasikan pada setiap langkah produksi atau juga p

NDT dapat diaplikasikan pada setiap langkah produksi atau juga pada saat ada saat penggunaan dari suatu komponen

(7)

VISUAL INSPECTION

LIQUID PENETRANT TESTING

MAGNETIC PARTICLE TESTING

ULTRASONIC TESTING

RADIOGRAPHIC TESTING

EDDY CURRENT TESTING

VISUAL INSPECTIONVISUAL INSPECTION

LIQUIDLIQUID PENETRANT PENETRANT TESTINGTESTING

MAGNETIC PARTICLE MAGNETIC PARTICLE TESTINGTESTING

ULTRASONIC ULTRASONIC TESTINGTESTING

RADIOGRAPHIC RADIOGRAPHIC TESTINGTESTING

EDDY CURRENT TESTINGEDDY CURRENT TESTING

6

(8)

Visual Inspection

Visual Inspection

Metode pemeriksaan dasar dan umum

dilakukan.

Alat yang digunakan : fiberscopes,

borescopes, magnifying glasses and mirrors.

Metode pemeriksaan dasar dan umum

dilakukan.

Alat yang digunakan : fiberscopes,

borescopes, magnifying glasses and mirrors.

Robotic crawlers permit

observation in hazardous or tight areas, such as air

ducts, reactors, pipelines.

Robotic crawlers permit

observation in hazardous or tight areas, such as air

ducts, reactors, pipelines.

Portable video inspection unit with zoom allows inspection of large tanks and vessels, railroad tank cars, sewer lines.

Portable video inspection unit with zoom allows inspection of large tanks and vessels, railroad tank cars, sewer lines.

(9)
(10)
(11)

Liquid Penetrant Test

Liquid

Liquid

Penetrant

Penetrant

Test

Test

Liquid

Liquid

Penetrant

Penetrant

Testing

Testing

adalah

adalah

salah

salah

satu

satu

metode

metode

pemeriksaan

pemeriksaan

dengan

dengan

menggunakan

menggunakan

Chemical

Chemical

Penetrant.

Penetrant.

Dan

Dan

digunakan

digunakan

untuk

untuk

pemeriksaan

pemeriksaan

cacat

cacat

(discontinuity) yang

(discontinuity) yang

terbuka

terbuka

ke

ke

permukaan

permukaan

(open surface)

(open surface)

dan

dan

pada

pada

material yang

material yang

tidak

tidak

berpori

berpori

(non

(non

porous).

(12)

INTRODUCTION

INTRODUCTION

Penetrant Testing, or PT, is a nondestructive

Penetrant Testing, or PT, is a nondestructive

testing method that builds on the principle

testing method that builds on the principle

of Visual Inspection.

of Visual Inspection.

PT increases the

PT increases the

seeability

seeability

of small

of small

discontinuities that

discontinuities that

the human eye might

the human eye might

not be able to detect

not be able to detect

alone.

(13)

Keuntungan

Keuntungan

Methode

Methode

Dye

Dye

Penetrant

Penetrant

Test.

Test.

Dapat diaplikasikan pada semua material non

porous dan yang tidak menyerap.

Proses sederhana dan tidak diperlukan

latihan yang intensif.

Aplikasi yang terlokalisir.

Mudah untuk dibawa.

Dibandingkan dengan metode NDT lain, lebih

ekonomis

Dapat diaplikasikan pada semua material non

porous dan yang tidak menyerap.

Proses sederhana dan tidak diperlukan

latihan yang intensif.

Aplikasi yang terlokalisir.

Mudah untuk dibawa.

Dibandingkan dengan metode NDT lain, lebih

ekonomis

(14)

Keterbatasan/kekurangan metode

Keterbatasan/kekurangan metode

Dye Penetrant Testing

Dye Penetrant Testing

1.

1. Tidak dapat memeriksa material berporiTidak dapat memeriksa material berpori 2.

2. Permukaan harus bersih dan bebas dari cat, coating, Permukaan harus bersih dan bebas dari cat, coating, minyak dan kontaminasi yang dapat menutupi

minyak dan kontaminasi yang dapat menutupi

celah/cacat atau cacat harus terbuka ke permukaan;

celah/cacat atau cacat harus terbuka ke permukaan;

3.

3. Permukaan yang kasar menyebabkan kesulitan saat Permukaan yang kasar menyebabkan kesulitan saat pembersihan sisa penetrant;

pembersihan sisa penetrant;

4.

4. Beberapa material (plastik dan karet) mungkin dapat Beberapa material (plastik dan karet) mungkin dapat dapat terpengaruh oleh penetran yang berbahan

dapat terpengaruh oleh penetran yang berbahan

dasar minyak;

dasar minyak;

5.

5. Sangat tergantung pada keahlian operator; danSangat tergantung pada keahlian operator; dan 6.

6. Beberapa produk penetrant dapat menyebabkan Beberapa produk penetrant dapat menyebabkan

iritasi terhadap kulit jika digunakan terus menerus jika

iritasi terhadap kulit jika digunakan terus menerus jika

tidak mengunakan alat proteksi yang sesuai.

(15)

Type Liquid Penetrant Test.

Type Liquid

Type Liquid

Penetrant

Penetrant

Test.

Test.

ƒ Type I : Flurescent Dye Penetrant Test.

ƒ Type II : Visible Dye Penetrant Test.

ƒ Type III : Dual Dye Penetrant Test.

ƒ

ƒ

Type I :

Type I :

Flurescent

Flurescent

Dye

Dye

Penetrant

Penetrant

Test.

Test.

ƒ

ƒ

Type II : Visible Dye

Type II : Visible Dye

Penetrant

Penetrant

Test.

Test.

ƒ

(16)

Methode Dye Penetrant Test

Methode

Methode

Dye

Dye

Penetrant

Penetrant

Test

Test

„

„

Water Washable Dye

Water Washable Dye

Penetrant

Penetrant

Test.

Test.

„

„

Post Emulsified (Lipophilic).

Post Emulsified (Lipophilic).

„

„

Solvent Removable.

Solvent Removable.

„

(17)

Prosedur

Prosedur

Dye

Dye

Penetrant

Penetrant

Test

Test

Pre Cleaning

Penggunaan Liquid Penetrant Test.

Dwell Time.

Pembersihan Liquid Penetrant Test

pada permukaan benda uji.

Penggunaan Developer

(18)

APLIKASI PENETRANT

APLIKASI PENETRANT

1) Clean & Dry Component

1) Clean & Dry Component 4) Apply Developer4) Apply Developer 2) Apply Penetrant 2) Apply Penetrant 3) Remove Excess 3) Remove Excess 5) Visual Inspection 5) Visual Inspection

6) Post Clean Component

(19)

Cleaning Penetrant Application

Excess Removal Developer Application Inspection At

Visible Light

Wet Visible Penetrant Application

Wet Visible Penetrant Application

(20)

Fluorescent Penetrant Application

Fluorescent Penetrant Application

(21)

Contoh hasil pengerjaan DPT

Contoh hasil pengerjaan DPT

(22)

MAGNETIC PARTICLE

TESTING

MAGNETIC PARTICLE

MAGNETIC PARTICLE

TESTING

TESTING

Magnetic Particle Testing

Magnetic Particle Testing

adalah

adalah

digunakan

digunakan

untuk

untuk

mengetes

mengetes

material

material

yang

yang

mudah

mudah

di

di

magnet (ferromagnetic)

magnet (ferromagnetic)

dan

dan

mampu

mampu

untuk

untuk

mendeteksi

mendeteksi

cacat

cacat

yang

yang

terbuka

terbuka

ke

ke

permukaan

permukaan

dan

dan

subsurface (

(23)

Methode

Magnetic Particle Test.

Methode

Methode

Magnetic Particle Test.

Magnetic Particle Test.

Berdasarkan janis serbuk yang digunakan

Berdasarkan waktu penaburan serbuk

Berdasarkan induksi medan magnetisasi

Berdasarkan

Berdasarkan

janis

janis

serbuk

serbuk

yang

yang

digunakan

digunakan

Berdasarkan

Berdasarkan

waktu

waktu

penaburan serbuk

penaburan serbuk

Berdasarkan

(24)

Berdasarkan Jenis Serbuk

Digunakan

Berdasarkan

Berdasarkan

Jenis

Jenis

Serbuk

Serbuk

Digunakan

Digunakan

ƒ

ƒ

Teknik

Teknik

serbuk

serbuk

kering

kering

(fluorescent/visible)

(fluorescent/visible)

ƒ

ƒ

Serbuk

Serbuk

kering

kering

lebih

lebih

sensitif

sensitif

untuk

untuk

permukaan

permukaan

horisontal

horisontal

dan

dan

tidak

tidak

ada

ada

angin

angin

kencang

kencang

.

.

ƒ

ƒ

Teknik

Teknik

serbuk

serbuk

basah

basah

(fluorescent/visible)

(fluorescent/visible)

Meskipun

Meskipun

kurang

kurang

sensitif

sensitif

dibandingkan

dibandingkan

serbuk

serbuk

kering

kering

,

,

serbuk

serbuk

basah

basah

lebih

lebih

menguntungkan

menguntungkan

pada

pada

pemakaian

pemakaian

dilapangan

dilapangan

terbuka

terbuka

,

,

posisi

posisi

benda

benda

uji

uji

tegak

tegak

maupun

maupun

horisontal

horisontal

serta

serta

pemakaian

(25)

Berdasarkan Waktu Penaburan

Serbuk.

Berdasarkan

Berdasarkan

Waktu

Waktu

Penaburan

Penaburan

Serbuk

Serbuk

.

.

Teknik kontinyu

Serbuk ditaburkan pada saat medan

induksi sedang diberikan pada benda uji.

Teknik Residual

Serbuk

diberikan

pada

saat

medan

magnetisasi dimatikan.

(26)

Berdasarkan Induksi Medan

Magnetisasi.

Berdasarkan

Berdasarkan

Induksi

Induksi

Medan

Medan

Magnetisasi

Magnetisasi

.

.

Circular

(27)

Longitudinal Magnetisasi

Longitudinal

Longitudinal

Magnetisasi

Magnetisasi

YOKE

YOKE

(28)

MAGNETIC PARTICLE

TESTING EQUIPMENT

MAGNETIC PARTICLE

MAGNETIC PARTICLE

TESTING EQUIPMENT

TESTING EQUIPMENT

(29)

Demagnetisasi

Demagnetisasi

Demagnetisasi

Demagnetisasi adalah penghilangan

sisa medan magnet (residual

magnetism) setelah pengerjaan

magnetisasi. Demagnetisasi bisa

dilakukan dengan arus searah dan arus

bolak-balik.

Demagnetisasi

Demagnetisasi

adalah

adalah

penghilangan

penghilangan

sisa

sisa

medan

medan

magnet (residual

magnet (residual

magnetism)

magnetism)

setelah

setelah

pengerjaan

pengerjaan

magnetisasi

magnetisasi

.

.

Demagnetisasi

Demagnetisasi

bisa

bisa

dilakukan

dilakukan

dengan

dengan

arus

arus

searah

searah

dan

dan

arus

arus

bolak

(30)
(31)

Keuntungan Method Magnetic

Particle Test.

Keuntungan Method Magnetic

Keuntungan Method Magnetic

Particle Test.

Particle Test.

• Relatif cepat dan murah.

• Dapat Mendeteksi cacat permukaan dan

sub permukaan

• Portable dan dapat disesuaikan untuk

benda uji yang kecil maupun yang besar.

• Indikasi yang dihasilkan langsung pada

permukaan benda uji.

Relatif cepat dan murah.

Dapat Mendeteksi cacat permukaan dan

sub permukaan

Portable dan dapat disesuaikan untuk

benda uji yang kecil maupun yang besar.

Indikasi yang dihasilkan langsung pada

permukaan benda uji.

(32)

Keterbatasan Method Magnetic

Particle Test.

Keterbatasan

Keterbatasan

Method Magnetic

Method Magnetic

Particle Test.

Particle Test.

Hanya dapat mendeteksi cacat pada metarial

ferromagnetic.

Sensitivitas menurun karena adanya cat/coating

pada permukaan benda uji.

Sering terjadi salah interpretasi karena adanya

indikasi non relevant. Misalnya : Permukaan

yang kasar, perbedaan seksi, desain lasan,

perbedaan permeabilitas, magnetic writing.

(33)

Ultrasonic Test

Ultrasonic Test

Ultrasonic Test

Ultrasonic adalah suatu teknik inspeksi

yang serba guna. Digunakan untuk

pengujian produk metal dan non metal

seperti : lasan, forging, casting, pelat,

tubing .plastik dan keramik. Ultrasonic

mempunyai kelebihan dalam

pendeteksian diskontinuity sub

permukaan.

Ultrasonic

Ultrasonic

adalah

adalah

suatu

suatu

teknik

teknik

inspeksi

inspeksi

yang

yang

serba

serba

guna

guna

.

.

Digunakan

Digunakan

untuk

untuk

pengujian

pengujian

produk

produk

metal

metal

dan

dan

non metal

non metal

seperti

seperti

:

:

lasan

lasan

, forging, casting,

, forging, casting,

pelat

pelat

,

,

tubing .

tubing .

plastik

plastik

dan

dan

keramik

keramik

. Ultrasonic

. Ultrasonic

mempunyai

mempunyai

kelebihan

kelebihan

dalam

dalam

pendeteksian

pendeteksian

diskontinuity

diskontinuity

sub

sub

permukaan

(34)

Prinsip Kerja UT

Prinsip

Prinsip

Kerja

Kerja

UT

UT

• Ultrasonic adalah proses pengaplikasian suara ultrasonik terhadap benda uji dan menentukan kemulusan , ketebalan atau sifat-sifat fisik.Suara adalah fibrasi dan memiliki suatu rentangan frekfensi. Manusia hanya dapat mendengar vibrasi ( suara ) sampai dengan 20.000 Hz.

• Cara kerja Ultrasonic Test adalah Energi listrik menyebabkan kristal tranduser berekspansi dan mengkerut membentuk / menghasilkan vibrasi mekanis dan dapat mengkonversikan energi mekanis menjadi energi listrik. Makanya transducer dapat mengirim dan menerima energi. Energi diteruskan oleh transducer dapat berupa pulsa listrik dan dikuatkan dan ditampilkan pada CRT sebagai pulsa vertical.

• Ultrasonic adalah proses pengaplikasian suara ultrasonik terhadap benda uji dan menentukan kemulusan , ketebalan atau sifat-sifat fisik.Suara adalah fibrasi dan memiliki suatu rentangan frekfensi. Manusia hanya dapat mendengar vibrasi ( suara ) sampai dengan 20.000 Hz.

• Cara kerja Ultrasonic Test adalah Energi listrik menyebabkan kristal tranduser berekspansi dan mengkerut membentuk / menghasilkan vibrasi mekanis dan dapat mengkonversikan energi mekanis menjadi energi listrik. Makanya transducer dapat mengirim dan menerima energi. Energi diteruskan oleh transducer dapat berupa pulsa listrik dan dikuatkan dan ditampilkan pada CRT sebagai pulsa vertical.

(35)

System UT

System UT

System UT

• Pulse Echo

(36)

Method UT

Method UT

Method UT

• Contact

(37)

Ultrasonic Vibration

(Gelombang Ultrasonic)

Ultrasonic Vibration

Ultrasonic Vibration

(

(

Gelombang

Gelombang

Ultrasonic)

Ultrasonic)

• Longitudinal wave

• Shear Wave

• Surface wave

• Plate wave

Longitudinal wave

Shear Wave

Surface wave

Plate wave

(38)

Blok Referensi Standard

Blok

(39)

Tampilan Indikasi UT

Tampilan

Tampilan

Indikasi

Indikasi

UT

UT

• A-Scan

(40)

Kelebihan Methode UT

Kelebihan

Kelebihan

Methode

Methode

UT

UT

• Kemampuan penetrasi yang dalam, sehingga

dapat mendeteksi cacat yang sangat kecil.

• Keakuratan lebih tinggi dibandingkan dengan

methode NDT lainnya dalam menentukan

orientasi dan posisi cacat yang didalam.

– Pemeriksaan dapat dilakukan dari satu sisi.

– Tidak berbahaya terhadap personil dan lingkungan.

Kemampuan penetrasi yang dalam, sehingga

dapat mendeteksi cacat yang sangat kecil.

Keakuratan lebih tinggi dibandingkan dengan

methode NDT lainnya dalam menentukan

orientasi dan posisi cacat yang didalam.

– Pemeriksaan dapat dilakukan dari satu sisi.

(41)

Keterbatasan UT

Keterbatasan

Keterbatasan

UT

UT

• Pengoperasian secara manual mensyaratkan perhatian secara penuh dan dioperasikan oleh tehnisi yang

berpengalaman.

• Diperlukan pengetahuan teknis yang intensif.

• Benda yang bentuknya tidak beraturan, permukaan yang kasar sangat sulit dilakukan uji ultrasonic test.

• Cacat yang dekat ke permukaan kemungkinan tidak terdeteksi.

• Couplant diperlukan untuk mentansformasikan suara ke dalam benda uji.

• Standard referensi diperlukan untuk standarisasi dan untuk perbandingan cacat.

• Pengoperasian secara manual mensyaratkan perhatian secara penuh dan dioperasikan oleh tehnisi yang

berpengalaman.

• Diperlukan pengetahuan teknis yang intensif.

• Benda yang bentuknya tidak beraturan, permukaan yang kasar sangat sulit dilakukan uji ultrasonic test.

• Cacat yang dekat ke permukaan kemungkinan tidak terdeteksi.

• Couplant diperlukan untuk mentansformasikan suara ke dalam benda uji.

• Standard referensi diperlukan untuk standarisasi dan untuk perbandingan cacat.

(42)

Radiographic Test

Radiographic Test

Radiographic Test

Methode pengujian radiografi adalah suatu

metode berdasarkan pengamatan

perbedaan tingkat penyerapan dari suatu

penyinaran radiasi pada suatu bahan/objek,

atau dengan kata lain bayangan fotografik

dihasilkan oleh lewatnya sinar gamma atau

sinar x melalui benda uji ke film. Perubahan

yang dihasilkan pada emulsi film dicuci untuk

menghasilkan radiographic transparency

(radiograph).

Methode

Methode

pengujian

pengujian

radiografi

radiografi

adalah

adalah

suatu

suatu

metode

metode

berdasarkan

berdasarkan

pengamatan

pengamatan

perbedaan

perbedaan

tingkat

tingkat

penyerapan

penyerapan

dari

dari

suatu

suatu

penyinaran

penyinaran

radiasi

radiasi

pada

pada

suatu

suatu

bahan/objek

bahan/objek

,

,

atau

atau

dengan

dengan

kata

kata

lain

lain

bayangan

bayangan

fotografik

fotografik

dihasilkan

dihasilkan

oleh

oleh

lewatnya

lewatnya

sinar

sinar

gamma

gamma

atau

atau

sinar

sinar

x

x

melalui

melalui

benda

benda

uji

uji

ke

ke

film.

film.

Perubahan

Perubahan

yang

yang

dihasilkan

dihasilkan

pada

pada

emulsi

emulsi

film

film

dicuci

dicuci

untuk

untuk

menghasilkan

menghasilkan

radiographic transparency

radiographic transparency

(radiograph).

(43)

Sketch RT

Sketch RT

Sketch RT

(44)

Macam – macam sumber RT.

Macam

Macam

macam

macam

sumber

sumber

RT.

RT.

• Sinar X

• Sinar Gamma : Ir-192, Co-60,Se-75

Sinar X

(45)

Gambar Kamera Gamma

Gambar

Gambar

Kamera

Kamera

Gamma

Gamma

• Ir – 192

(46)

Gambar Pesawat Sinar x

Gambar

(47)
(48)

Faktor-faktor yg dipakai dalam

Tehnik RT

Faktor

Faktor

-

-

faktor

faktor

yg

yg

dipakai

dipakai

dalam

dalam

Tehnik

Tehnik

RT

RT

1. Sumber radiasi X-Ray

Sumber radiasi sinar x biasanya digunakan untuk bahanmetal paduan ringan dan bahan yang mempunyai kerapatan jenis yang rendah.

Pemilihan KV dan exposure time biasanya dilihat dari manual book dari pada pesewat sinar x itu sendiri.

2. Sumber radiasi Gamma-Ray

Untuk pemilihan sumber sinar gamma didasarkan pada ketebalan

material yang akan diperiksa. Dibawah ini table pemilihan sumber sinar gamma berdasarkan ketebalan material yang akan diperiksa :

Material Bahan/Tebal

Ir – 192 CO – 60 Baja Karbon 0.75 1.5

Nikel / Cooper 0.65 1.3 Aluminium 2.5

1. Sumber radiasi X-Ray

Sumber radiasi sinar x biasanya digunakan untuk bahanmetal paduan ringan dan bahan yang mempunyai kerapatan jenis yang rendah.

Pemilihan KV dan exposure time biasanya dilihat dari manual book dari pada pesewat sinar x itu sendiri.

2. Sumber radiasi Gamma-Ray

Untuk pemilihan sumber sinar gamma didasarkan pada ketebalan

material yang akan diperiksa. Dibawah ini table pemilihan sumber sinar gamma berdasarkan ketebalan material yang akan diperiksa :

Material Bahan/Tebal

Ir – 192 CO – 60 Baja Karbon 0.75 1.5

Nikel / Cooper 0.65 1.3 Aluminium 2.5

(49)

Penetrameter

Penetrameter

Penetrameter

► Penetrameter adalah suatu alat yang digunakan untuk

mengukur sensitifitas radiografi. Penentuan pemilihan penetrameter berdasarkan standard yang diacu.

Pemasangan penetrameter pada material uji biasanya ada 2 macam yaitu :

► 2.2 Source side

► Untuk lasan , penetrameter ditempatkan pada lasan posisi

didekat sumber.

► 2.2 Film side

► Untuk lasan, penetrameter ditempatkan pada posisi

didekat film.

► PenetrameterPenetrameter adalahadalah suatusuatu alatalat yang yang digunakandigunakan untukuntuk mengukur

mengukur sensitifitassensitifitas radiografiradiografi. . PenentuanPenentuan pemilihanpemilihan penetrameter

penetrameter berdasarkanberdasarkan standard yang standard yang diacudiacu. . Pemasangan

Pemasangan penetrameterpenetrameter padapada material material ujiuji biasanyabiasanya adaada 2

2 macammacam yaituyaitu :: ►

► 2.22.2 Source side Source side ►

► UntukUntuk lasanlasan , , penetrameterpenetrameter ditempatkanditempatkan padapada lasanlasan posisiposisi didekat

didekat sumbersumber.. ►

► 2.22.2 Film sideFilm side ►

► UntukUntuk lasanlasan, , penetrameterpenetrameter ditempatkanditempatkan padapada posisiposisi didekat

(50)

Faktor Geometri

Faktor Geometri

• Faktor geometri adalah factor yang penting untuk menentukan ketidaktajaman gambar ( unsharpness geometri ) yang dikenal dengan istilah Ug. Adapun factor-faktor yang mempengaruhi Ug adalah :

- Dimensi sumber radiasi. - Tebal benda uji

- Jarak film ke sumber.

Tabel penentuan Ug :

Tebal Benda Uji (inch) Faktor Ketidak Tajaman/Ug (Inch)

• 2 0.020

• 2 – 3 0.030

• 3 – 4 0.040

• Diatas 4 0.070

• Faktor geometri adalah factor yang penting untuk menentukan ketidaktajaman gambar ( unsharpness geometri ) yang dikenal dengan istilah Ug. Adapun factor-faktor yang mempengaruhi Ug adalah :

- Dimensi sumber radiasi. - Tebal benda uji

- Jarak film ke sumber.

Tabel penentuan Ug :

Tebal Benda Uji (inch) Faktor Ketidak Tajaman/Ug (Inch)

• 2 0.020

• 2 – 3 0.030

• 3 – 4 0.040

(51)

Film RT

Film RT

Film RT

Film adalah butiran-butiran silver bromide

pada kedua sisi emulsi. Ukuran butiran

film menentukan kecepatan film waktu

penyinaran. Makin besar butiran makin

cepat film dan waktu penyinaran lebih

pendek. Untuk pemakaian material uji

tebal digunakan film lebih cepat

Film

Film

adalah

adalah

butiran

butiran

-

-

butiran

butiran

silver bromide

silver bromide

pada

pada

kedua

kedua

sisi

sisi

emulsi

emulsi

.

.

Ukuran

Ukuran

butiran

butiran

film

film

menentukan

menentukan

kecepatan

kecepatan

film

film

waktu

waktu

penyinaran

penyinaran

.

.

Makin

Makin

besar

besar

butiran

butiran

makin

makin

cepat

cepat

film

film

dan

dan

waktu

waktu

penyinaran

penyinaran

lebih

lebih

pendek

pendek

.

.

Untuk

Untuk

pemakaian

pemakaian

material

material

uji

uji

tebal

(52)

Teknik Penyinaran

Teknik

Teknik

Penyinaran

Penyinaran

1. SWSI

1. SWSI

1. SWSI

(53)

Teknik Penyinaran RT

Teknik

Teknik

Penyinaran

Penyinaran

RT

RT

2. DWDI

2. DWDI

(54)

Pemrosesan Film

Pemrosesan

Pemrosesan

Film

Film

• Developing

• Pembilasan

• Fixing

• Pembilasan

• Pengeringan

Developing

Pembilasan

Fixing

Pembilasan

Pengeringan

(55)

Evaluasi dan Interpretasi

Film RT

Evaluasi

Evaluasi

dan

dan

Interpretasi

Interpretasi

Film RT

Film RT

¾ Interpretasi Film Radiogafi adalah menyangkut analisa bayangan/gambar yang terjadi pada film yang mengikuti pattern transmisi dari test speciment. Bayangan atau gambar yang terjadi, dievaluasi dalam bentuk internal atau esxternal discontinuity yang menggambarkan dan memberikan informasi mengenai :

1. Radiografi test parameter

2. Membantu dalam menilai apakah teknik yang dilakukan benar dan kemudian ditentukan apakah film radiografi tersebut kualitasnya dapat diterima.

3. Discontinuity pada material.

¾ Interpretasi Film Radiogafi adalah menyangkut analisa

bayangan/gambar yang terjadi pada film yang mengikuti pattern transmisi dari test speciment. Bayangan atau gambar yang terjadi, dievaluasi dalam bentuk internal atau

esxternal discontinuity yang menggambarkan dan

memberikan informasi mengenai :

1. Radiografi test parameter

2. Membantu dalam menilai apakah teknik yang dilakukan benar

dan kemudian ditentukan apakah film radiografi tersebut kualitasnya dapat diterima.

(56)

Keselamatan

Keselamatan

pada

pada

RT

RT

Keselamatan pada radiografi di Indonesia

dilakukan dan diawasi oleh BAPETEN,

dan pada area kerja biasanya

keselamatan dilakukan oleh PPR (Petugas

Proteksi Radiasi) yang ditunjuk dan telah

diuji oleh BAPETEN.

(57)

TERIMA - KASIH

TERIMA

TERIMA

-

-

KASIH

KASIH

„

„ BilamaBilama adaada

pertanyaan

pertanyaan yang yang lebihlebih detail

detail mengenaimengenai NDT NDT SILAHKAN HUBUNGI :

SILAHKAN HUBUNGI :

„

Gambar

Gambar Kamera GammaGambar
Gambar Pesawat Sinar xGambar
Tabel penentuan Ug :

Referensi

Dokumen terkait

The reduction of cinnamaldoxime to amine compound was conducted with dissolving metal reaction using a catalyst system of Al(Hg)/CH 3 COOH.. Aluminum foil was activated by

Turangga Institute sebagai lembaga yang berfokus pada prestasi dan kwalitas pendidikan di Indonesia termotivasi untuk dapat memfasilitasi siswa- siswi terbaik negeri ini untuk

Di Asrama keseharian kehidupan dari Dewinus sangat baik, dari pendidikan rohani yang di tanamkan para pengasuh ke setiap anak yang tinggal di asrama, Dewinus juga

2) Penelitian ini akan ditekankan pada struktur teks kidung Rahayu; klasifikasi dan deskripsi kidung Rahayu; konsep hidup rahayu yang tercermin dari kidung

2011 Pameran Perdana Angkatan 2011 “Berdhasi”, Gallery FSMR Yogyakarta, Indonesia Pameran Sewon Terbuka “Back To Home”, Fakultas Seni Media Rekam, Bantul, Indonesia.

Untuk mengetahui kekuatan dan cacat yang terjadi pada sambungan logam hasil pengelasan dapat dilakukan dengan pengujian merusak dan pengujian tidak

Fiqah adalah suatu yang berbentuk Ijtihad (fatwa) imam-imam yang berbentuk Ijtihad (fatwa) imam-imam berdasarkan apa yang mereka fahami menerusi dalil-dalil dari al- berdasarkan

Timbangan ini dipasang pada bagian luar pabrik Casting (Penuangan) yang digunakan untuk menimbang MTC (Metal Transportation Car), yang digunakan untuk membawa ladle yang