Wisma SLB Pembina
Wisma SLB Pembina
Lebak Bulus, Jakarta Selatan
27‐28 November 2010
01 Sekolah Ramah Anak (SERA)
Fasilitator: Agus Hartono dan Alam Pamungkas (YPHA)
(
)
02 Kekerasan dan Diskriminasi di Sekolah
03 Media Kampanye SERA
04 Pengantar Komik
LANDASAN
BERPIKIR
Pendidikan adalah pondasi dasar dari hak asasi anak dan manusia. Oleh
sebab itu, maka harus didorong terwujudnya pendidikan yang berbasis
BERPIKIR
g j y p y ghak anak demi kepentingan dan keberlanjutan generasi masa depan.
SEKOLAH RAMAH ANAK bertujuan untuk mewujudkan lingkungan belajar
yang mendorong anak untuk bertumbuh kembang dengan aman, layak
dan menyenangkan untuk mendapatkan hak atas pendidikan dan lingkungan yang baik.
Undang‐Undang Dasar 1945
Amandemen IV Pasal 31 Ayat (1) Undang‐Undang Nomor 23 Tahun 2003 tentangP li d A k P l 2
LANDASAN HUKUM
Amandemen IV Pasal 31 Ayat (1)
Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.
Perlindungan Anak Pasal 2
Penyelenggaraan perlindungan anak berasaskan Pancasila dan berlandaskan Undang‐Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta
i i i i d K i H k H k A k
prinsip‐prinsip dasar Konvensi Hak‐Hak Anak meliputi:
a. non diskriminasi;
b. kepentingan yang terbaik bagi anak;
h k t k hid k l hid d
Undang‐Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
c. hak untuk hidup, kelangsungan hidup, dan perkembangan; dan
d. penghargaan terhadap pendapat anak.
SEKOLAH
gNasional Pasal 4 Ayat (1)
Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan
RAMAH ANAK
g menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa.
“SEKOLAH RAMAH ANAK”
AKSES TERBUKA BAGI ANAK
Semua anak bisa mengakses sekolah
BERPUSAT PADA KEPENTINGAN ANAK
Semua kegiatan di sekolah dirancang untuk tanpa ada pembedaan latar belakang
anak, orang tua atau pun komunitas.
mewujudkan lingkungan belajar yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi anak.
KARAKTERISTIK
“Sekolah Ramah Anak”
Menghormati perbedaan dankeberagamanMenjamin proses belajar dan mengajar yang baik
M j i ti i i k
Menjamin partisipasi anak, orang tua dan komunitas Menjamin kesetaraan
gender Menjamin lingkungan sekolah
“Sekolah Ramah Anak”
… mo pilih yang mana??
Anak mempunyai kemampuan dan diberikan kesempatan nt k diberikan kesempatan untuk mengemukakan pandangan secara bebas, dan berperan serta di dalam mengambil keputusan sesuai dengan
kapasitas anak.
Diperlukan pilihan media yang Diperlukan pilihan media yang mudah dan ramah untuk digunakan oleh anak dalam berpartisipasi dalam
Setiap anak berhak untuk menyatakan dan didengar pendapatnya, menerima dan mencari, dan memberikan informasi sesuai dengan tingkat kecerdasan dan usianya demi pengembangan dirinya sesuai
dengan nilai‐nilai kesusilaan dan kepatutan.
UNDANG‐UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK ‐ PASAL 10
Kekerasan di sekolah menduduki peringkat kedua tertinggi setelah
kekerasan dalam rumah tangga.
[Hironimus, 2006]Sekolah merupakan salah satu tempat kekerasan yang dialami
LATAR
BELAKANG
Sekolah merupakan salah satu tempat kekerasan yang dialami
anak dengan pelaku adalah orang‐orang yang dekat dengan anak‐
anak di sekolah.
[UNICEF, 2005]S ti k b h k t k d t hid t b h b k b d b ti i i
Setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan
dari kekerasan dan diskriminasi
UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2002 UNDANG‐UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2002
LINGKUP TINDAKAN DISKRIMINASI Tindakan membedakan Tindakan mengecualikan Ti d k b i Tindakan membatasi Tindakan memilih OBYEK TINDAKAN DISKRIMINASI
Orang dari/kelompok dari suku bangsa tertentu Orang/kelompok dengan warna kulit tertentu Orang/kelompok yang berasal dari keturunan
tertentu
DISKRIMINASI
tertentu
Orang/kelompok dengan perbedaan gender dan
kemampuan
Orang dari/atau kelompok dengan strata sosial
tertentu tertentu
TUJUAN TINDAKAN DISKRIMINASI
Menghilangkan atau merusak pengakuan
Menghilangkan atau merusak pengakuan,
kesenangan atau pelaksanaan pada dasar persamaan, hak‐hak asasi manusia dan kebebasan yang hakiki dalam sesuatu bidang kehidupan masyarakat.
Kekerasan merupakan salah satu bentuk kontes kekuasaan
orang dewasa terhadap anak yang dimaksudkan agar anak
merasa takut dan tunduk pada kemauan atau aturan yang
dibuat oleh orang dewasa.
Kekerasan juga sering digunakan sebagai alat disiplin dan
penghukuman di banyak institusi termasuk institusi
penghukuman di banyak institusi termasuk institusi
keluarga dan sekolah.
[Antarini Arna, 2005]KEKERASAN TERHADAP ANAK
KEKERASAN TERHADAP ANAK
Diskriminasi, eksploitasi baik fisik maupun seksual,
penelantaran, kekejaman, kekerasan, dan penganiayaan,
ketidakadilan, dan perlakuan salah lainnya.
[Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan [Undang‐Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak ‐ Pasal 13]
KEKERASAN DI SEKOLAH
CORPORAL PUNISHMENT
Hukuman yang paling banyak dilakukan
oleh guru di sekolah terhadap siswa dengan menggunakan kekerasan
SCHOOL BULLYING
Segala bentuk perilaku agresif yang dilakukan berulang‐ulang oleh seorang atau sekelompok orang yang ada di sekolah yang memiliki
g gg
dengan alasan karena “hendak mendisiplinkan siswa”
orang yang ada di sekolah yang memiliki kekuasaan terhadap murid yang lebih lemah
dengan tujuan menyakitinya.
BENTUK KEKERASAN
KEKERASAN EMOSIONAL KEKERASAN VERBAL KEKERASAN FISIK KEKERASAN SEKSUALSegala bentuk kekerasan dapat dilakukan
SECARA LANGSUNG atau pun TIDAK LANGSUNG
CONTOH
KEKERASAN
KEKERASAN
DI SEKOLAH
DAMPAK KEKERASAN #1: Trauma Psikologis
Anak yang mendapat kekerasan akan muncul perasaan malu,
menyalahkan diri sendiri, cemas, depresi, kehilangan minat untuk
y
,
,
p
,
g
bersekolah, stres pasca‐trauma dan dapat pula tumbuh sebagai
anak yang mengisolasi diri sendiri dari lingkungan di sekitarnya
DAMPAK KEKERASAN #2: Luka, Cacat dan Kematian
Anak yang mengalami kekerasan secara fisik akan berdampak
Anak yang mengalami kekerasan secara fisik akan berdampak
langsung mengakibatkan kematian, patah tulang, luka‐luka, dan
pertumbuhan fisiknya pun berbeda dengan teman sebayanya.
DAMPAK KEKERASAN #3: Keinginan dan Tindakan Bunuh Diri
Anak yang mengalami
gangguan psikologis yang
tidak terselesaikan akan
memunculkan motivasi
dan tindakan bunuh diri.
DAMPAK KEKERASAN #4: Keinginan dan Tindakan Membalas
Anak yang mengalami gangguan psikologis yang tak
terselesaikan akan memunculkan motivasi dan
tindakan untuk membalas dendam dan mendorong
terjadinya rantai kekerasan di masa mendatang.
TAPI GIMANA KITA TAHU APA
YANG KAMU ALAMI?
GIMANA KITA TAHU APA
YANG KAMU INGINKAN?
OGAH
SEKOLAH !!
GIMANAAA DONG???
Kalo gak sekolah
Anak bisa
SEKOLAH !!
Kalo gak sekolah… Anak bisa
tidak
mendapatkan
haknya
atas pendidikan. Waah, masa
depan jadi suram, euy…
Sekolah menjadi tidak
menyenangkan, tidak
aman, menakutkan dan
bahkan mengerikan.
PERLU MEDIA
+
=
PERLU MEDIA YANG TEPAT UNTUK MENYAMPAIKAN PENDAPAT IDE…mo nulis apa, ya?
…maksud tulisan ini
apaan, sih?
PENDAPAT, IDE DAN/ATAU GAGASAN
Kata MEDIA berasal dari: 1) bahasa latin Medius atau medium yang
secara harfiyah berarti “tengah”, perantara atau pengantar; bahasa
Arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim
kepada penerima pesan.
kepada penerima pesan.
Media kemudian didefinisikan sebaga alat penyalur informasi atau
EFISIENSI PENYEBARAN INFORMASI
FUNGSI
INFORMASI MENDIDIK, MENGARAHKANFUNGSI
MEDIA
MENGARAHKAN, PERSUASI MENGHIBUR DAN MENGHIBUR DAN MENYENANGKAN KONTROL DAN PERUBAHAN SOSIALTARGET TERUBAHAN TIDAK AKAN TERJADI TANPA MEDIA DAN PESAN YANG JELAS
MEDIA PESAN
ENCODING
PESAN YANG JELAS
ENCODING DECODING
TARGET PERUBAHAN
KOMUNIKATOR – Siapa saja?
Anak sebagai perorangan atau
KOMUNIKATE – Siapa saja?
Institusi sekolah
O t d / t k it kelompok
Anak/kelompok mewakili kelas
atau sekolah
Anak/kelompok yang menjadi
korban atau yang terpinggirkan
Orang tua dan/atau komunitas Pemerintah atau kelompok
masyarakat sipil
Anak/kelompok yang menjadi
korban atau yang terpinggirkan
pelaku
Anak/kelompok yang bisa mendorong perubahan positif MEDIA – Apa saja?
Media tulis, grafis,
cetak
Media audio visual Media gerak, musik
dan teater
Media situs web
Kronologis: urutan waktu atau
kejadian
Sebab – akibat masalah ‐ solusi
PESAN – Bagaimana?
Media situs web
dan multi media
Sebab – akibat, masalah ‐ solusi Berbasis perlindungan hak anak
TARGET PERUBAHAN – Apa saja?
Perubahan atau perbaikan kebijakan dan peraturan pro hak anak Perubahan atau perbaikan perilaku dan budaya pro hak anak Perubahan atau perbaikan lingkungan dan fisik pro hak anak
MEDIA
AFEKTIF MOTORIK KOGNITIF PUISI MUSIK GRAFIS
….menyatakan dan didengar pendapatnya menerima & mencari
…..sesuai dengan tingkat kecerdasan dan usianya demi pengembangan
RAMAH ANAK
BATITA BALITA REMAJA TEATER KOMIK AUVI
pendapatnya, menerima & mencari, dan memberikan informasi …
dan usianya demi pengembangan dirinya…
MENYAMPAIKAN PESAN
BERBASIS PERLINDUNGAN & HAK ANAK
PROBLEMS
SOLUTIONS
“HAPPY ENDING”
BAGIAN 1: Permasalahan Terjadi
Siapa Tokoh‐tokohnya? Pelaku? Korban?
Tindakan Apa Yang Terjadi? Akibatnya
Apa?
Setiap hari aku dilecehkan dan bahkan mendapat kekerasan dengan alasan untuk
Apa?
Kapan dan Di Mana Tindakan Dilakukan?
BAGIAN 2: Dampak
Jika masalah tidak diselesaikan
maka
pendisiplinan…
Jika masalah tidak diselesaikan, maka
dampak apa yang akan diterima anak di
masa mendatang?
…aku kehilangan hak untuk bebas dari kekerasan
BAGIAN 1: Analisa Hak Anak
Hak Anak Apa yang Tidak Dipenuhi?
Kewajiban Negara Apa yang Tidak Dipenuhi?
BAGIAN 2: Penyelesaiannya
Tindakan Apa Yang Harus Dilakukan agar Hak
Anak Terpenuhi?
…seharusnya ada aturan bahwa guru tidak boleh
Anak Terpenuhi?
Tindakan Apa Yang Harus Dilakukan Agar
Kewajiban Negara Terpenuhi?
guru tidak boleh melakukan
hukuman
Gambaran Sekolah Tanpa Kekerasan
dan Diskriminasi
(Negasi Gambaran Permasalahan) Gambaran
Anak
Tanpa
Dampak
Gambaran
Anak
Tanpa
Dampak
Kekerasan dan Diskriminasi
(Negasi dari Gambaran Dampak)Jika ada aturan yang
melindungi hak anak, maka…
X
..tidak ada lagi rasa takut, dan sekolah pun menjadi menyenangkan.
Modalnya cuman kertas dan spidol.. …bisa juga santai dan lucu Bisa dibuat dan
dibaca oleh siapa pun… Bisa dilakukan di mana pun… Isinya bisa serius…
Kenapa
KOMIK?
Kejadian berurutanbisa digambarkan.. didokumentasikan…mudah untuk
…mudah untuk digandakan dan
disebarluaskan
Definisi Komik adalah
“gambar dan tulisan
ASPEK‐ASPEK
DALAM KOMIK
GAMBAR TULISAN
dalam suatu bingkai yang terangkai
berturutan menjadi sebuah cerita yang
DALAM KOMIK
y g
mempunyai pesan ataupun makna bagi si pembacanya.” SEQUENTIAL atau BERTURUTAN BERTURUTAN CERITA yang mempunyai PESAN atau MAKNA
…tetapi, GAMBAR gue
jelek banget. Aku gak
bisa GAMBAR seperti
SKETSA‐IKONIKbisa GAMBAR seperti
seniman kelas kakap…
Gambar cukup berupa coretan‐coretansederhana. Yang penting, orang tahu maksudnya….ILUSTRASI‐KARTUN
Setelah itu, sketsa‐ikonik diperbaiki oleh juru gambar menjadi gambar kartun yang mirip wujud dengan sesungguhnya
Contoh komik dengan
Contoh komik dengan
gambar ikonik adalah…
Contoh
komik
dengan ilustrasi‐
kartun adalah…
LANGKAH‐LANGKAH
MEMBUAT KOMIK SEDERHANA
ASPEK IMAJINASI PADA GAMBAR: Riang Gembira P Ul T h Pesta Ulang Tahun Hidangan Makanan Musik
Lagu Trumpet Trumpet
Terkadang, kita sudah bikin komik…
…tetapi tetap saja perubahan saja perubahan tidak terjadi.
karena hanya dibaca oleh
t k j
Seharusnya, komik ini dib k l h d i teman sekampung aja… dibaca anak seluruh dunia Kalau bisa mempengaruhi
lebih banyak pihak….
…maka perubahan akan terjadi lebih cepat dan lebih baik
PESAN
PRINSIP
PENGEMBANGAN
PESANPENGEMBANGAN
MEDIA
MEDIA MEDIA MEDIA
KOMUNIKATOR TARGET PERUBAHAN KOMUNIKATE
MEDIA KAWASAN Setiap media mempunyai jangkauan pengaruh yang berbeda‐beda… MEDIA KOTA yang berbeda beda… NASIONAL MEDIA MEDIA DUNIA