Proposal Penelitian Agraria
Mata Kuliah Kajian Agraria (KPM 321)
DAMPAK PEMBANGUNAN JALAN TOL KANCI-PEJAGAN
TERHADAP TINGKAT KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA PETANI
Oleh: Wulandari I34100070
Dosen Praktikum: Heru Purwandari, SP, Msi
Asisten Praktikum : Rizka Amalia, S.kpm
DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA
1 PENDAHULUAN
Latarbelakang
Indonesia sebagai negara kepulauan, memiliki luasan wilayah baik daratan maupun lautan mencapai 1.910.931 KM2 dengan jumlah pulau mencapai sekitar 17.508 buah. Wilayah Indonesia yang terhitung sangat luas ini berbanding lurus dengan jumlah penduduk Indonesia yang padat. Tercatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Nasional bahwa penduduk Indonesia hingga tahun 2012 diperkirakan mencapai 257.516.167 jiwa. Besarnya jumlah penduduk Indonesia serta tingginya tingkat pertambahan penduduk Indonesia mendorong adanya upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat Indonesia baik kebutuhan primer, sekunder maupun tersier. Guna memenuhi kebutuhan masyarakatnya, Pemerintah gencar melakukan pembangunan nasional untuk menciptakan masyarakat yang adil dan makmur merata baik kebutuhan materi maupun spiritual berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Pembangunan adalah suatu upaya perubahan yang berlandaskan pada suatu pilihan pandangan tertentu yang tidak bebas dari pengalaman (sejarah), realitas keadaan yang sedang dihadapi, serta kepentingan pihak-pihak yang membuat keputusan pembangunan. Pembangunan memiliki makna yang ganda. Yang pertama adalah pembangunan yang lebih berorientasi pada pertumbuhan ekonomi yang difokuskan pada masalah kuantitatif dari produksi dan penggunaan sumber daya. Yang kedua adalah pembangunan yang lebih berorientasi pada perubahan dan pendistribusian barang – barang dan peningkatan hubungan sosial. Makna yang kedua lebih berorientasi pada pembangunan sosial yang terfokus pada pendistribusian perubahan dalam struktur dari masyarakat yang diukur dari berkurangnya diskriminasi dan eksploitasi serta meningkatnya kesempatan yang sama dan distribusi yang seimbang dari keuntungan pembangunan pada keseluruhan komponen masyarakat (Hadi 2000). Saat ini Pemerintah gencar melaksanakan kebijakan pembangunan disegala bidang secara menyeluruh, termasuk didalamnya pembangunan dalam bidang infrastruktur prasarana transportasi.
Transportasi merupakan hal yang sangat penting dalam kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi suatu wilayah. Seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk yang semakin padat dan perkembangan masyarakat yang semakin maju, maka pergerakan barang dan jasa juga akan meningkat yang kemudian harus diimbangi dengan peningkatan sarana dan prasarana transportasi, diantaranya penambahan jaringan jalan dan pengaturan lalu lintas (Anonim 2010). Penambahan jaringan jalan dan pengaturan lalu lintas ini sangat diperlukan terutama disepanjang jalur Pantura yang merupakan jalur lalu lintas yang sangat penting di Pulau Jawa. Penambahan jaringan jalan tersebut sangat perlu dilaksanakan mengingat volume lalu lintas yang melewati jalur Pantura semakin hari semakin padat apalagi pada saat memasuki hari libur panjang seperti momen lebaran, natal dan tahun baru, sementara kapasitas dan kemampuan jalan untuk melayani lalu lintas kendaraan yang melewati ruas jalan tersebut tidak bertambah. Pembangunan jalan tol menjadi salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah guna mengatasi masalah ini.
2 2008 dan berakhir pada Juli 2009. Jalan tol ruas Kanci-Pejagan ini menghubungkan antara Kabupaten Cirebon, Propinsi Jawa Barat, sampai Brebes, Jawa Tengah. Titik awal jalan tol ruas Kanci-Pejagan dimulai dari ujung jalan tol ruas Palimanan-Kanci di Kabupaten Cirebon. Dengan adanya pembangunan jalan tol ruas Kanci-Pejagan yang dilaksanakan oleh investor PT. Bakrie Toll Road ini diharapkan dapat mengantisipasi dan mengurai kemacetan di jalur Pantura yang kondisi jalannya sudah sangat padat serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi industri masyarakat Jawa agar dapat mampu bersaing dalam hal kemampuan distribusi.
Tujuan dari pembangunan jalan tol sendiri berdasarkan Peraturan Pemerintah No.15 Tahun Bab II tentang penyelenggaran jalan tol disebutkan bahwa Penyelenggaraan jalan tol dimaksudkan untuk mewujudkan pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya serta keseimbangan dalam pengembangan wilayah dengan memperhatikan keadilan, yang dapat dicapai dengan membina jaringan jalan yang dananya berasal dari pengguna jalan, Penyelenggaraan jalan tol bertujuan meningkatkan efisiensi pelayanan jasa distribusi guna menunjang peningkatan pertumbuhan ekonomi terutama di wilayah yang sudah tinggi tingkat perkembangannya. Kementrian Pekerjaan Umum Republik Indonesia melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menambahkan tujuan dari pengadaan jalan tol adalah untuk memperlancar lalu lintas di daerah yang telah berkembang, meningkatkan pelayanan distribusi barang dan jasa guna menunjang pertumbuhan ekonomi, meningkatkan pemerataan hasil pembangunan dan keadilan, meringankan beban dana Pemerintah melalui partisipasi pengguna jalan.
Pembangunan dalam bidang infrastruktur prasarana transportasi, seperti pembangunan jalan tol memberikan konsekuensi lain pada peningkatan kebutuhan akan lahan. Tak jarang pembangunan jalan tol menggunakan lahan-lahan produktif, termasuk pada pembangunan jalan tol Kanci-Pejagan. Konversi lahan pertanian yang dilakukan untuk proyek pembangunan ini seluas 279,63 Ha yang didapatkan dari 195, 63 Ha di kabupaten Cirebon dan 84 Ha di Kabupaten Brebes. Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Propinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah, serta RTRW Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Brebes, pembangunan jalan tol ruas Kanci-Pejagan sebagian besar melewati daerah budidaya berupa kawasan pertanian lahan basah beririgasi dan sebagian kecil melewati kawasan pertanian lahan kering, dan kawasan permukiman perdesaan. Hal ini menunjukan bahwa pembangunan jalan tol Kanci-Pejagan memberikan konsekuensi lain selain mendorong pertumbuhan ekonomi, yakni dampak pada kehidupan masyarakat petani yang menyadurkan hidup pada keberadaan tanah pada khususnya tingkat kesejahteraan akibat konversi lahan.
3 Rumusan masalah
Lahan atau tanah merupakan wadah faktor produksi yang strategis bagi kegiatan pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia. Perubahan pola penggunaan lahan pada dasarnya bersifat dinamis mengikuti perkembangan penduduk dan pola pembangunan wilayah. Akan tetapi perubahan pola penggunaan lahan yang tidak terkendali dan tidak terencana dapat berpengaruh buruk terhadap pembangunan itu sendiri. Pembangunan semacam ini tidak akan berkelanjutan. Namun, mendesaknya kebutuhan akan lahan sebagai akibat bertambahnya penduduk yang semakin padat ini mendorong konversi lahan pertanian menjadi lahan non pertanian semakin meluas. Banyak petani yang rela menjual tanahnya kepada pemerintah atau swasta untuk dilakukan konversi lahan. Hal ini mempengaruhi kehidupan para petani yang notabene menyadur hidup dari keberadaan tanah. Oleh karena itu, perlu diteliti faktor-faktor apa
saja yang dominan mempengaruhi para petani menjual tanah-tanah pertanian yang kemudian dijadikan lahan non pertanian?
Pembangunan nasional merupakan usaha-usaha untuk meningkatkan taraf hidup suatu bangsa yang sering sekali diukur dengan tinggi rendahnya pendapatan riel perkapita. Adapun tujuan pembangunan adalah disamping untuk menaikkan pendapatan nasional riel juga untuk meningkatkan produktifitas. Pembangunan Jalan tol Kanci-Pejagan yang diinisiasi oleh pemerintah Indonesia guna memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia akan kemudahan dan kecepatan lintas wilayah serta guna meningkatkan pertumbuhan perekonomian nasional tidak sesuai dengan tujuan dari pembangunan semestinya. Hal ini dapat terlihat dari adanya penurunan tingkat kesejahteraan rumah tangga petani di Desa Darmawangi sebagai salah satu bagian dari masyarakat petani terdekat dari lokasi pembangunan jalan tol Kanci-Pejagan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui Bagaimana dampak ditimbulkan dari Pembangunan jalan tol Kanci-Pejagan terhadap penurunan tingkat kesejahteraan rumah tangga petani?
Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konversi lahan pertanian terhadap tingkat kesejahteraan petani di sekitar pembangunan jalan tol ruas Kanci-Pejagan. Tujuan utama ini akan dijawab melalui tujuan khusus dari penelitian, sebagai berikut:
1. Mengidentifikasi Faktor-faktor yang mempengaruhi petani melakukan konversi lahan 2. Menganalisis dampak yang ditimbulkan dari pembangunan jalan tol Kanci-Pejagan
terhadap penurunan tingkat kesejahteraan masyarakat Kanci kulon.
4 TINJAUAN PUSTAKA
Konsep dan Definisi Lahan
Tanah atau lahan merupakan salah satu sumber daya yang penting dalam kehidupan manusia karena setiap aktivitas manusia selalu terkait dengan tanah. Tanah merupakan tanah (sekumpulan tubuh alamiah, mempunyai kedalaman lebar yang ciri-cirinya mungkin secara langsung berkaitan dengan vegetasi dan pertanian sekarang) ditambah ciri-ciri fisik lain seperti penyediaan air dan tumbuhan penutup yang dijumpai (Soepardi, 1983 dalam Akbar, 2008). Sihaloho (2004) membedakan penggunaan tanah ke dalam tiga kategori, yaitu:
1.Masyarakat yang memiliki tanah luas dan menggarapkan tanahnya kepada orang lain; pemilik tanah menerapkan sistem sewa atau bagi hasil.
2.Pemilik tanah sempit yang melakukan pekerjaan usaha tani dengan tenaga kerja keluarga, sehingga tidak memanfaatkan tenaga kerja buruh tani.
3.Pemilik tanah yang melakukan usaha tani sendiri tetapi banyak memanfaatkan tenaga kerja buruh tani, baik petani bertanah sempit maupun bertanah luas.
Konversi Lahan
Menurut Utomo dkk (1992) mendefinisikan alih fungsi lahan atau lazimnya disebut sebagai konversi lahan adalah perubahan fungsi sebagian atau seluruh kawasan lahan dari fungsinya semula (seperti yang direncanakan) menjadi fungsi lain yang menjadi dampak negatif (masalah) terhadap lingkungan dan potensi lahan itu sendiri. Alih fungsi lahan dalam artian perubahan/penyesuaian peruntukan penggunaan, disebabkan oleh faktor-faktor yang secara garis besar meliputi keperluan untuk memenuhi kebutuhan penduduk yang makin bertambah jumlahnya dan meningkatnya tuntutan akan mutu kehidupan yang lebih baik.
Sumaryanto (1994) dalam Furi (2007) memaparkan bahwa jika suatu lokasi terjadi konversi lahan pertanian, segera lahan-lahan di sekitarnya akan terkonversi dan sifatnya cenderung progresif.Konversi lahan biasanya terkait dengan proses perkembangan wilayah, bahkan dapat dikatakan bahwa konversi lahan merupakan konsekuensi dari perkembangan wilayah. Sebagian besar konversi lahan yang terjadi, menunjukkan adanya ketimpangan dalam penguasaan lahan yang lebih didominasi oleh pihak kapitalis dengan mengantongi izin mendirikan bangunan yang dikeluarkan oleh pemerintah
Faktor Penyebab konversi lahan
Proses terjadinya alih fungsi lahan pertanian ke penggunaan non pertanian disebabkan oleh beberapa faktor. Kustiwan (1997) dalam Supriyadi (2004) menyatakan bahwa setidaknya ada tiga faktor penting yang menyebabkan terjadinya alih fungsi lahan sawah yaitu:
1. Faktor Eksternal. Merupakan faktor yang disebabkan oleh adanya dinamika pertumbuhan perkotaan (fisik maupun spasial), demografi maupun ekonomi.
5 3. Faktor Kebijakan. Yaitu aspek regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat
maupun daerah yang berkaitan dengan perubahan fungsi lahan pertanian.
Definisi Pembangunan
Pembangunan pada dasarnya merupakan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seutuhnya, dengan Pancasila sebagai dasar, tujuan, dan pedoman pembangunan nasional. Pembangunan nasional dilaksanakan merata di seluruh tanah air dan tidak hanya untuk suatu golongan atau sebagian dari masyarakat tetapi untuk seluruh masyarakat, serta harus benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh rakyat sebagai perbaikan tingkat hidup yang berkeadilan sosial yang menjadi tujuan dan cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia. Pembangunan nasional dilaksanakan secara berencana, menyeluruh, terpadu, terarah, bertahap dan berkelanjutan untuk memacu peningkatan kemampuan nasional dalam rangka mewujudkan kehidupan yang sejajar dan sederajat dengan bangsa lain yang telah maju (UPI, tanpa tahun).
Definisi umum Jalan Tol
Jalan tol adalah jalan umum yang merupakan bagian sistem jaringan jalan dan sebagai jalan nasional yang penggunanya diwajibkan membayar tol (Pasal 1 UU No. 15 Tahun 2005). Penyelenggaraan jalan tol sendiri dimaksudkan untuk mewujudkan pemerataan pembangunan dan hasilnya serta keseimbangan dalam pengembangan wilayah dengan memperhatikan keadilan, yang dapat dicapai dengan membina jaringan jalan yang dananya berasal dari pengguna jalan. Sedangkan tujuan dari jalan tol yakni untuk meningkatkan efisiensi pelayanan jasa distribusi guna menunjang peningkatan pertumbuhan ekonomi terutama di wilayah yang sudah tinggi tingkat perkembangannya (Pasal 2 UU No. 15 Tahun 2005 ).
Tingkat Kesejahteraan
Biro Pusat Statistik Indonesia (2000) menerangkan bahwa guna melihat tingkat kesejahteraan rumah tangga suatu wilayah ada beberapa indikator yang dapat dijadikan ukuruan, antara lain adalah :
1) Tingkat pendapatan keluarga;
2) Komposisi pengeluaran rumah tangga dengan membandingkan pengeluaran untuk pangan dengan non-pangan;
3) Tingkat pendidikan keluarga; 4) Tingkat kesehatan keluarga, dan;
5) Kondisi perumahan serta fasilitas yang dimiliki dalam rumah tangga.
Hasil penelitian sebelumnya
Beberapa studi terdahulu terkait dengan penelitian ini akan memberikan pertimbangan dalam penelitian ini., diantaranya adalah penelitian yang dilakukan oleh Ruswandi dkk (2007) terkait Dampak Konversi Lahan Pertanian TerhadapKesejahteraan Petani dan Perkembangan Wilayah (Studi kasus didaerah Bandung utara).
6 penjualan tersebut dibelanjakan untuk aset nonproduktif seperti membuat/rehabilitasi rumah dan pembelian kendaraan, maka lahan pertanian sebagai sumber mata pencaharian utama akan semakin sempit yang dalam jangka panjang akan semakin menurunkan skala usahanya. Berdasarkan data hasil analisis dapat disarikan bahwa konversi lahan pertanian diiringi oleh penurunan luas lahan milik dan luas lahan garapan, yang secara keseluruhan bermuara kepada penurunan pendapatan.
Perubahan penggunaan lahan akan mengarah kepada land rent yang lebih tinggi, sehingga secara ekonomi demand lahan akan dideterminasi oleh surplusnya. Ketika suatu lahan berubah funngsi, maka seharusnya secara agregat output wilayahpun meningkat pula akibat peningkatan produktifitas lahan. Di lokasi penelitian banyaknya lahan guntal dengan motivasi spekulasi lahan, yang banyak dibiarkan berupa lahan kosong (lahan tidur) dan tidak dapat diakses oleh petani, sehingga menjadi tidak produktif padahal awalnya berupa lahan produktif. Dengan demikian, pemilikan lahan atas dasae spekulasi harga tersebut telah menciptakan distorsi terhadap demand lahan yang sebenarnya. Sehingga, perubahan penggunaan lahan yang terjadi mungkin tidak akan meningkatkan surplus lahan yang sebenarnya harus terjadi. Meningkatnya surat keterangan miskin yang dikeluarkan desa di wilayah penelitian, yaitu dari 90 buah pada tahun 1992 menjadi 1179 buah pada tahun 2002, merupakan gambaran bahwa kalaupun terjadi peningkatan output wilayah, tidak terdistribusi dengan baik.
7
Berdasarkan kerangka berfikir di atas,maka hipotesis penelitian sebagai berikut :
1. Diduga guna mendorong peningkatan perekonomian bangsa maka pemerintah membangun jalan Tol Kanci-Pejagan yang mendorong perluasan konversi lahan pertanian menjadi jalan tol.
2. Diduga konversi lahan pertanian menjadi jalan tol terjadi akibat dipengaruhi oleh faktor eksternal dan faktor internal.
3. Diduga konversi lahan pertanian menjadi jalan tol mengakibat penurunan tingkat kesejahteraan rumah tangga petani.
b. Luas lahan yang dimiliki c. Tingkat ketergantungan pada
tanah
d. Tingkat pendidikan Peningkatan perekonomian
8
METODOLOGI PENELITIAN
Metode Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode penelitian pengamatan (observasi), studi literatur, wawancara terstruktur, dan wawancara mendalam. Observasi akan dilakukan secara langsung oleh peneliti. Observasi dilakukan dengan mengamati kondisi fisik dan infrastruktur yang ada di lokasi penelitian serta mengamati kegiatan sehari-hari sasaran penelitian, terutama aktivitas yang terkait dengan pertanian.
Pengamatan ini dilakukan dengan menggunakan beberapa alat bantu, seperti perekam suara dan kamera digital. Studi literatur dilakukan untuk mendapatkan data sekunder yang diperlukan untuk memperkuat temuan-temuan di lapangan pada saat penelitian. Data temuan di lapangan juga akan diuji keterkaitannya dengan teori-teori terkait konflik agraria. Wawancara terstruktur dan wawancara mendalam dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan panduan pertanyaan yang sudah disiapkan.
Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Desa Darmawangi, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Pemilihan lokasi tersebut dilakukan secara sengaja (purposive) dengan beberapa alasan :
a. Desa Darmawangi merupakan wilayah terdekat dari lokasi pembangunan Jalan tol Kanci-Pejagan sehingga dapat mempermudah dalam pencariaan data mengenai dampak pembangunan Jalan tol yang diterima oleh masyarakat Desa Darmawangi. b. Sebagian besar penduduk Desa Kanci kulon bermatapencaharian sebagai petani yang menggantungkan hidupnya dari hasil pertanian yang lahan nya kini dikonversi menjadi jalan tol.
Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2014. Selama pengambilan data berlangsung, peneliti tinggal bersama objek penelitian di lapangan. Hal ini dilakukan agar peneliti dapat mengetahui lokasi penelitian dengan baik dan juga terciptanya hubungan sosial yang dekat antara peneliti dengan objek penelitian.
Sumber data penelitian
9 Lampiran I. Kuesioner
MASYARAKAT PETANI YANG MENJUAL LAHANNYA
Bagian I
Pernyataan pada bagian I merupakan pernyataan yang berhubungan dengan identitas responden.
a. Jumlah Anggota Rumah Tangga/Keluarga : ...(orang) b. Jumlah Tanggungan : ...(orang)
Bagian II (Sebelum pembangunan jalan tol) 2 Berapa Pendapatan bapak/ibu dalam 1 bulan? 3. Anda memiliki pekerjaan tambahan di bidang lain?
a. Ya (skor 2), Pekerjaan tambahan apa? b. Tidak (skor 1)
4. Berapa Pendapatan bapak/ibu dari pekerjaan tambahan tersebut? a. < Rp. 500.000 (skor 1)
b. Rp. 500.000 – Rp. 1000.000 (skor 2) c. > Rp. 1000.000 (skor 3)
5. Adakah anggota rumah tangga/keluarga yang sudah memiliki penghasilan dan membantu bapak/ibu dalam masalah keuangan rumah tangga/keluarga?
a. Tidak ada (skor 1)
b. Ada (skor 2), Berapa orang? Bekerja di sektor apa?
6. Berapa total pendapatan anggota rumah tangga/keluarga yang membantu keuangan bapak/ibu tersebut?
7. Fasilitas rumah tangga apa yang dimiliki ?
8. Berapa jumlah pengeluaran rumah tangga per hari? 9. Jika saudara sakit, apa yang anda lakukan?
a. membeli obat diwarung / pergi ke dukun (Skor 1) b. pergi ke puskesmas (skor 2)
c. pergi kerumah sakit/dokter spesialis (skor 3)
Bagian III (Sesudah pembangunan jalan tol) 1. Berapa Pendapatan bapak/ibu dalam 1 bulan?
Diisi oleh peneliti
No Responden :
2. Anda memiliki pekerjaan tambahan di bidang lain? a. Ya (skor 2), Pekerjaan tambahan apa?
b. Tidak (skor 1)
4. Berapa Pendapatan bapak/ibu dari pekerjaan tambahan tersebut? a. < Rp. 500.000 (skor 1)
b. Rp. 500.000 – Rp. 1000.000 (skor 2) c. > Rp. 1000.000 (skor 3)
5. Adakah anggota rumah tangga/keluarga yang sudah memiliki penghasilan dan membantu bapak/ibu dalam masalah keuangan rumah tangga/keluarga?
a. Tidak ada (skor 1)
b. Ada (skor 2), Berapa orang? Bekerja di sektor apa?
6. Berapa total pendapatan anggota rumah tangga/keluarga yang membantu keuangan bapak/ibu tersebut?
7. Fasilitas rumah tangga apa yang dimiliki ?
8. Berapa jumlah pengeluaran rumah tangga per hari? 9. Jika saudara sakit, apa yang anda lakukan?
a. membeli obat diwarung / pergi ke dukun (Skor 1) b. pergi ke puskesmas (skor 2)
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. [tanpa tahun]. Beberapa konsep kesejahteraan. [Internet]. [diunduh pada tanggal 1
juni 2013]. Dapat diunduh dari :
http://perencanaankota.blogspot.com/2012/01/beberapa-konsep-tentang-kesejahteraan.html
BPJT. 2008. Tujuan dan manfaat penyelenggaraan jalan tol. [Internet]. [diunduh pada tanggal
1 juni 2013]. Dapat diunduh dari
http://www.bpjt.net/main.php?stateid=jartol&parentid=4&pageid=8&strlang=id
BPJT. 2005. Peraturan pemerintah no.15 tahun 2005. [dokumen]. [internet]. [diunduh pada tanggal 1 juni 2013]. Format/ukuran : PDF/151 KB. Dapat diunduh dari : http://www.bpjt.net/pp/ppem15-05.pdf
Furi, D.R. 2007. Implikasi Konversi Lahan Terhadap Aksebilitas Lahan dan Kesejahteraan Masyarakat Desa. [Skripsi]. Fakultas Pertanian. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Joanna AD. 2011. Dampak pembangunan Jalan tol ruas Kanji-Pejagan. [internet]. [diunduh pada tanggal 1 juni 2013]. Dapat diunduh dari : http://amandadj.blogspot.com/2011/12/analisis-retribusi-jalan-tol-lintas.html
Kementrian Pekerjaan Umum. 2011. Penyiapan Instrumen Penghitungan Tingkat Perubahan Kesejahteraan Masyarakat Akibat Pembangunan Bendungan, Jalan Tol, Dan Rumah Susun. [Internet]. [diunduh pada tanggal 1 juni 2013]. Dapat diunduh dari http://sosekling.pu.go.id/attachments/article/295/Penyiapan%20Instrumen%20Penghitu ngan%20Tingkat%20Perubahan%20Kesejahteraan%20Masyarakat%20Akibat%20Pem bangunan%20Bendungan,%20Jalan%20Tol,%20Dan%20Rumah%20Susun.pdf
Licoln, Denzion. 2000. Metode penelitian kualitatif. [slide kuliah]. [Mata kulaih Kajian agraria]. Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat. Fakutas Ekologi Manusia. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Munir M. 2008. Pengaruh Konversi Lahan Pertanian Terhadap Tingkat Kesejahteraan Rumahtangga Petani. [Skripsi].Fakultas Pertanian. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Ruswandi A, dkk. 2007. Dampak Konversi Lahan Pertanian Terhadap Kesejahteraan Petani dan Perkembangan Wilayah: Studi Kasus di Daerah Bandung Utara. Jurnal Agro Ekonomi. Vol 25. No. 2. [Dokumen]. [internet]. [Diunduh pada tanggal 1 juni 2013]. Bogor[ID]. Format/ukuran : PDF/65 KB. Dapat diunduh dari : http://pse.litbang.deptan.go.id/ind/pdffiles/JAE%2025-2e.pdf