Contoh Surat Kuasa :
Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : Raf
Pekerjaan : Pegawai
Alamat : Jl. Maju Terus No. 100
Melalui surat ini telah memberi kuasa kepada : Nama : Olga
Pekerjaan : Tukang cukur
Alamat : Jl. Maju Mundur No. 99
Untuk mewakili atau bertindak untuk dan atas nama pemberi kuasa sebagai …. (jabatan / kekuasaan pemberi kuasa, sebutkan pula dasar kekuatan dari pemberi kuasa, misalnya adanya SK).
Untuk itu penerima kuasa dikuasakan untuk… (tujuan pemberian kuasa).
Kekuasaan ini diberikan dengan hak untuk melimpahkan (tujuan pemberian kuasa) baik sebagian atau seluruhnya yang di kuasakan ini kepada orang lain.
Demikian surat kuasa ini dibuat untuk digunakan sebagaimana mestinya. Februari,___2014 Penerima kuasa Pemberi Kuasa Materai ( Olga ) ( Raf )
Unsur-unsur yang perlu ada dalam surat gugatan
September 24, 2008 — bukukuini
Persyaratan yang harus dipenuhi dalam membuat surat gugatan adalah: Syarat formal
Tempat dan tanggal pembuatan surat gugatan Meterai
1.Identitas para pihak, yang memuat informasi:
Nama lengkap
Umur/tempat dan tanggal lahir Pekerjaan
Alamat atau domisil
Dalam hal badan hukum, harus disebutkan nama badan hukumnya, dan nama orang yang berwenang mewakili badan hukum tersebut menurut anggaran dasar atau peraturan yang berlaku. Jika merupakan cabang dari badan hukum. Maka tetap harus disebutkan identitas badan hukum tersebut.
Jika gugatan diajukan kepada beberapa orang/badan hukum, maka harus dikualifkasikan sebagai TergugatI, Tergugat II dst. Jikagugatan diajukan oleh
beberapa orang, maka harus dikualifkasikan sebagai Penggugat I, Penggugat II dst. Penggugat harus benar-benar pihak yang berhak untuk mengajukan gugatan
tersebut. Jika diajukan oleh orang yang tidak berhak, maka gugatan tidak dapat diterima.
Penggugat harus benar-benar lengkap (semua sudah termasuk). Jika gugatan tidak lengkap para pihaknya, maka gugatan akan dinyatakan tidak dapat diterima (niet onvankelijke verklaard).
2. Posita (fundamentum petendi) : Dalil-dalil konkret tentang adanya hubungan hukum yang merupakan dasar atau alasan dari tuntutan.
Komposisi:
1. Obyek perkara: Uraian mengenai untuk hal apa gugatan itu diajukan. Misalnya sengketa mengenai kepemilikan tanah, sengketa mengenai perjanjian jual beli atau sengketa mengenai merk dagang.
2. Fakta-fakta hukum: Uraian mengenai hal-hal yang menyebabkan
timbulnya sengketa misalnya apakah ada perjanjian antara penggugat dan tergugat.
4. Uraian kerugian: Perincian kerugian yang diderita oleh penggugat sebagai akibat perbuatan tergugat. Perincian kerugian materill didukung dengan bukti-bukti tertulis. Kerugian moril hanya berdasarkan taksiran.
5. Hubungan posita dengan petitum: Posita merupakan dasar dari petitum, oleh karena itu hal-hal yang tidak dikemukakan dalam posita tidak dapat dimohonkan dalam petitum. Hal-hal yang tidak dimintakan dalam petitum dapat dikabulkan asalkan hal itu telah dikemukakan dalam posita.
3. Petitum. Dalam praktek tuntutan atau petitum terdiri dari dua bagian yaitu tuntutan primer dan tuntutan subsider.