• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkembangan Interior Tradisional Bali

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Perkembangan Interior Tradisional Bali"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

ARSITEKTUR TRADISIONAL

BALI

Oleh : Eka Kurniawan A.P, ST Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Arsitektur Tradisional

• Merupakan perwujudan ruang untuk menampung aktivitas kehidupan manusia dengan pengulangan bentuk dari generasi ke generasi berikutnya.

• Proses penurunan tradisi dan perwujudan ruang tersebut hanya sedikit sekali mengalami perubahan, yang dilatar belakangi oleh norma-norma agama dan dilandasi adat setempat

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Dasar Konsep Ruang

• Keseimbangan kosmologis (Tri Hita Karana) • Hirarki tata nilai (Tri Angga)

• Orientasi kosmologis (Sanga Mandala) • Konsep ruang terbuka (Natah)

• Proporsi dan skala

• Kronologis dan prosesi pembangunan • Kejujuran struktur (clarity of structure) • Kejujuran pemakaian material (truth of

material)

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Pola Tata Ruang Tradisional

• Pola tata ruang Bali dilandasi oleh falsafahTri Hita Karana.

• Konsep itu merupakan implikasi agama Hindu dengan kehidupan masyarakat.

• Agama Hindu mengajarkan keselarsan antara

bhuana agung(makro kosmos) denganbhuana alit(mikro kosmos), atau manusia

mengharmoniskan diri dengan lingkungan. • Keseimbangan diatur melalui unsur2 Panca

Mahabhuta: apah, teja, bayu, akhasa dan pertiwi (cairan, sinar, angin, udara, zat padat)

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

• Manusia (bhuana alit) sebagai isi dari alam semesta (bhuana agung), senantiasa dalam keadaan harmonis dan selaras sepertimanik

(bayi) dalamcucupu(rahim ibu).

• Rahim sebagai tempat hidup dan berkembang bagi janin, demikian dengan alam semesta sebagai tempat hidup manusia.

• Konsep ini dikenal dengan istilahmanikmanikring ring

cucupu

cucupu..

• Dengan demikian tiap lingkungan buatan harus memenuhi konsep tri hita karana.

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Tri Hita Karana

Tri = tiga

Hita = kemakmuran, baik, gembira • Karana = sebab, sumber

Tri hita karana

tiga unsur penyebab kebahagiaan dan kesejahteraan.

(2)

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

3 unsur dalam kehidupan manusia yang seimbang sebagai refleksitri hita karana, meliputi :

Atma

(roh/jiwa)

Prana / khaya

(tenaga)

Angga

(jasad/ fisik)

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

• Seperti keseimbangan dalam diri manusia, dalam pemukiman tradisional Bali konsep keseimbangan Tri Hita Karana

diterjemahkan sbb :

– Atma : parhyangan

– Prana : pawongan

– Angga : palemahan

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Parhyangan

• Sebagai perwujudan unsur Atma / jiwa.

• Merupakan hal-hal yang mengatur hubungan yang berkaitan dengan Ketuhanan dan dilandasi oleh kepercayaan dan agama Hindu dalam memuja Hyang Widhi, sebagai pencipta semesta semesta dan sebagai asal dan tujuan manusia.

• Dalam permukiman, jiwa / parhyangan adalah pura desa.

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Pawongan

• Sebagai perwujudan unsur prana / tenaga. • Merupakan hal-hal yang

mengatur hubungan manusia dengan manusia dalam kehidupan

bermasyarakat sehingga terjadi kebaikan dan kerukunan.

• Dalam permukiman, prana/pawongan adalah warga desa.

Palemahan

• Sebagai perwujudan unsur angga / jasad. • Merupakan wilayah

teritori dimana manusia hidup dengan

lingkungannya. • Dalam permukiman,

jasad / palemahan adalah wilayah desa.

Tri Angga

dan

Tri Loka

• Tri Angga, merupakan susunan jasad/

angga yang memberikan konsep ruang yang mengatur keseimbangan manusia dengan alam.

• Tri angga menekankan tiga unsur fisik, yaitu :

Utama angga(kepala) –Madya angga(badan) –Nista angga(kaki)

(3)

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Tri Loka

• Merupakan konsepTri Anggadalam bhuana agung.

Tri Lokasering disebutTri MandalaSwah Loka (sorga)

Bhuah Loka (angkasa)

Bhur Loka (bumi)

• Konsep tata nilai secara vertikal, maka nilai Utama berada pada posisi teratas, nilai Madya pada posisi tengah, dan nilai Nista pada posisi terbawah.

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Bhuana Agung

Bhuana Alit

Kaki Nista angga Alam bawah (bhur loka),

Nista Mandala

Badan Madya angga Alam tengah (bhuah

loka), Madya Madala

Kepala Utama angga Alam atas (swah loka),

Utama Mandala

Tri Angga Tri Loka – Tri Mandala

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Tri Angga dalam Susunan Kosmos

Masa lalu

atita

Masa kini

nagat

Masa depan

watamana Kolom & dinding Atap

Bangunan

Setra Permukiman Kahyangan Tiga

Perumahan

Laut Dataran

Gunung Wilayah

Bhur Loka Bhuah Loka

Swah Loka Semesta

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Penduduk

• Kebudayaan Bali awal merupakan kebudayaan sederhana dari benda alam sekitar. Penduduk Bali awal disebut pendudukBali Mula.

• Kemudian masuk imigran dari India, disebutBali Agayang mengembangkan susunan harmonis untuk menjaga keseimbangan manusia dan lingkungan.

• Pada masa Bali Aga terdapat arsitek terkenal (Undagi)bernamaKebo Iwa, yang

memperkenalkan konsep Bale Agung, sungai sebagai potensi dan asap sebagai sandi perang.

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Penduduk

• Pada abad 14, Bali dikuasai Majapahit dan masuklah orang Majapahit ke Bali yang disebut

Bali Arya.

• Pada masa ini dikenal Undagi besar yakni

Dahyang NirarthaatauPedanda Sakti Wawurauh, yang mengenalkan konsep

Padmasana.

• Arsitektur dikembangkan undagi sebagai arsitektur tradisional dengan tidak menokohkan seseorang.

• Orang Bali Mula dan Bali Aga tinggal di pegunungan. Sedangkan Bali Arya tinggal di kota kerajaan.

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Penduduk

• Struktur sosial penduduk mengelompokkan masyarakat dalam 4 kasta : Brahmana, Ksatriya, Weisya dan Sudra.

• Catur warna fungsi sosial di Bali :Brahmana, fungsi sosial rohaniawan; Ksatriya, fungsi sosial pemerintahan; Weisya, fungsi sosial

perekonomian; Sudra, fungsi sosial pelayan dan tenaga.

• Pada masa kini, kasta sudah tidak relevan lagi di Bali.

(4)

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Penduduk

• Masyarakat Bali mengakui perbedaan, yang terjadi karena faktordesa(tempat), kala(waktu) danpatra(keadaan)

• Selain perbedaan, ada pula nilai toleransi / persamaan yang berdasar konseptat twam asi, yang menyatakan bahwa orang lain adalah sama dengan dirinya. • Sikap toleransi diperkuat dengan

konsepTri Kaya Parisadhayaitu berpikir, berkata dan bertindak yang baik dan benar.

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Undagi

Undagiadalah sebutan bagi arsitek tradisional Bali.

• Seorang undagi tidak hanya membekali dirinya dengan ilmu rancang bangun, namun juga harus mempelajari serta memahami seni, budaya, adat dan agama.

• Hal tersebut wajib dikuasai oleh seorang undagi agar dalam proses perancangan dan penciptaan karya bangunan selaras dan sejalan dengan konsepTri Hita Karana.

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

• Dalam karya arsitektur, persiapan, proses konstruksi dan mantra-mantra dengan menyebut

namaBhagawan Wisma KramasebagaiDewa

Undagi.

• Dalam perkembangan selanjutnya setelah Bali dikuasai kolonial Belanda, arsitektur tradisional menerima pengaruh asing yang disesuaikan dengan arsitektur tradisional. Contoh : tercipta ragam hias baru seperti patra Cina, patra Olanda, patra Mesir, dsb.

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Kepercayaan

• Agama dan ilmu pengetahuan merupakan sistem yang harmonis.

• Sistem religi berpedoman padapancapancasradasrada

sebagai pokok kepercayaan danpancapancayadnyayadnya

sebagai pokok upacara. • Panca Srada:

Brahma (percaya Hyang Widhi) –Atman (percaya roh kehidupan) –Samsara (percaya kelahiran kembali) –Karmaphala (percaya hukum sebab akibat) –Moksha (percaya kehidupan abadi di nirwana)

Orientasi

• Selain memberikan nilai secara vertikal, Tri Angga juga memiliki nilaiHulu-Teben. • KonsepHulu-Tebenmempunyai beberapa

orientasi :

– Orientasi dengan konsep sumbu ritual, Kangin-Kauh

– Orientasi dengan konsep sumbu bumi, Kaja-Kelod

– Orientasi dengan Konsep Akasa Pertiwi, atas bawah

• Orientasi Sumbu Ritual, Kangin-Kauh

– Kangin (matahari terbit)-luan, utama – Kauh (matahari tenggelam)-teben, nista

• Orientasi Sumbu Bumi, Kaja-Kelod

– Kaja (arah gunung)-luan, utama – Kelod (arah laut)-teben, nista

• Orientasi Akasa Pertiwi

– Alam atas – Akasa – Alam bawah – Pertiwi

(5)

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Orientasi

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Sanga Mandala / Nawa Sanga

• Lahir dari sembilan manisfestasi Hyang Widhi, yaitu Dewata Nawa Sangayang menyebar di delapan arah mata angin dan satu di tengah sebagai penjaga

keseimbangan semesta.

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Sanga Mandala / Nawa Sanga

• Nawa Sanga adalah konsep 9 mata angin yang menjadi pedoman bagi kehidupan keseharian masyarakat Bali.

• Nawa Sanga merupakan gabungan konsep sumbu bumi arah utara-selatan (Kaja-Kelod) dan konsep sumbu ritual timur– barat (Kangin-Kauh)

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Sanga Mandala / Nawa Sanga

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Sanga Mandala / Nawa Sanga

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Bangunan Rumah Tinggal

• Ditinjau dari nama, rumah tempat tinggal sesuai dengan tingkat kasta yang menempatinya. • Pola ruang hampir sama, hanya fungsi yang

berbeda.

Geriasebagai tempat tinggal kasta Brahmana. • Purisebagai tempat tinggal kasta Ksatriya yang

memegang pemerintahan.

Jerosebagai tempat tinggal kasta Ksatriya yang tidak memegang pemerintahan langsung. • Umahsebagai tempat tinggal kasta Weisya dan

kasta Sudra.

(6)

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Geria

• Merupakan rumah tempat tinggal untuk kasta Brahmana.

• Sesuai dengan peran Brahmana selaku pengemban bidang spiritual, maka geria berfungsi sebagai aktivitas ritual.

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Puri

• Merupakan rumah tempat tinggal untuk kasta Ksatriya yang memegang pemerintahan.

• Umumnya menempati bagian kaja angin di sudut perempatan di pusat desa.

• Sesuai dengan peran Brahmana selaku pelaksana pemerintahan, maka puri berfungsi sebagai pusat pemerintahan.

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Jero

• Merupakan rumah tempat tinggal untuk kasta Ksatriya yang tidak memegang pemerintahan secara langsung. • Fungsi dan pola hampir sama dengan

puri, hanya lebih sederhana.

Umah

• Merupakan rumah tempat tinggal untuk kasta Weisya maupun Sudra.

• Merupakan jenis rumah yang paling banyak ditemui.

(7)

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Kubu / Pakubon

• Merupakan rumah tempat tinggal di luar pemukiman yang bersifat sementara. • Terletak di ladang, perkebunan. • Pola ruang sama dengan umah.

• Berfungsi yang sementara, dihuni selama musim tanam sampai panen.

• Arsitektur dan konstruksi sangat sederhana. Tiang dari cabang pohon yang ditancapkan, lantai dari urugan tanah, dinding dari anyaman bambu atau daun kelapa.

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Tipe Bangunan

• Tipe bangunan tradisional Bali disesuaikan dengan tingkat golongan utama, madia dan sederhana.

• Tipe terkecil untuk bangunan perumahan adalah sakepat (bangunan bertiang empat).

• Tipe selanjutnya bertiang enam, delapan, sembilan dan bertiang dua belas.

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Bangunan Sakepat

• Merupakan bangunan

sederhana, dengan luas sekitar 3 m x 2,5 m.

• Bertiang empat dengan denah segi empat.

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Bangunan Sakenem

• Merupakan bangunan golongan sederhana maupun madia. • Bentuk sakenem segi

empat, dengan panjang sekitar tiga kali lebar.

• Konstruksi bangunan terdiri dari enam tiang berjajar tiga tiga pada sisi panjang.

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Bangunan Sakutus

• Merupakan bangunan golongan madia. • Bentuk sakutus segi

empat panjang • Konstruksi bangunan

terdiri dari delapan tiang berjajar empat empat pada sisi panjang.

• Fungsi untuk tempat tidur/ bale meten.

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Bangunan Tiang Sanga

• Merupakan bangunan golongan utama. • Bentuk tiang sanga

(8)

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Bangunan Sakarolas

• Merupakan bangunan golongan utama. • Konstruksi bangunan

terdiri dari 12 tiang. • Fungsi bangunan

sakarolas untuk sumanggen atau kegiatan adat dan serbaguna.

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Kori / Angkul angkul

• Kori, merupakan pintu masuk pekarangan dengan atap. • Dibeberapa tempat

disebut bintang aring atau angkul-angkul.

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Penyengkar

• Merupakan batas pekarangan pada keempat sisi.

• Bisa berupa pagar hidup atau tembok.

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Susunan Ruang menurut Fungsi

Bale Paon/ perapen, tempat memasak/ dapur. • Jineng/lumbung, tempat menyimpan padi. • Bale Dauh, tempat segala aktivitas. Melayani

berbagai kebutuhan dan berkumpul. • Bale Dangin, tempat upacara perayaan

kelahiran dan kematian.

Bale Meten, sebagai tempat tidur. • Sanggah, untuk pemujaan. Didalamnya

terdapat padmasana.

(9)

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Bale Dangin

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Jineng

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Padm

ā

sana

Padmāsanaadalah sebuah tempat untuk bersembahyang dan menaruh sajian bagi umat Hindu Bali.

• Terdiri dari dua kata yaitu :

padmaartinya bunga teratai dan

asanaartinya sikap duduk. • Padmāsanajuga merupakan

sebuah posisi duduk dalam yoga.

• Bunga teratai dipilih sebagai simbol untuk

menggambarkan kesucian dan keagungan Hyang Widhi.

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Ragam Hias

• Arsitektur tradisional Bali merupakan perwujudan keindahan manusia dan alamnya, yang kemudian terwujud dalam bentuk2 bangunan dengan ragam hiasnya.

• Benda-benda alam yang diterjemahkan ke dalam bentuk-bentuk ragam hias,

tumbuhan, binatang dan kepercayaan.

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Panca Mahabhuta

• Dalam pengertian tradisional Bali, bumi terbentuk dalam lima unsur :

Apah (air, zat cair) –Teja (sinar) –Bhayu (angin) –Akhasa (udara)

Pertiwi (tanah bebatuan, zat padat)

• Unsur2 tersebut melatar belakangi perwujudan bentuk2 hiasan.

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

A. FLORA

• Bentuknya mendekati keadaan sebenarnya ditampilkan sebagai latar belakang hiasan bidang dalam bentuk pahatan maupun relief.

• Berbagai macam flora ditampilkan sebagai hiasan simbolis atau bentuk pendekatan. • Ragam hias flora dinamakan sesuai jenis

(10)

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

1. Keketusan

• Merupakan motif tumbuhan yang dibuat dengan lengkungan-lengkungan serta bunga-bunga besar dan daun-daun yang lebar

• Biasanya ditempatkan pada bidang-bidang yang luas.

• Keketusan ini ada bermacam-macam seperti keketusan wangsa, keketusan bunga tuwung, keketusan bun-bun dan lain-lain.

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Keketusan Wangga

• Melukiskan bunga-bunga besar yang mekar atau kucup dengan daun melengkung lebar. • Terdapat batang besulur

di sela bawah bunga dan daun.

• Umumnya diletakkan pada bidang luas dengan cat perada emas.

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

2. Kekarangan

• Suatu pahatan dengan motif suatu karangan/ rancangan yang berusaha menyerupai bentuk-bentuk flora. • Hiasan ini biasanya dipahatkan pada

sudut sebelah atas, disebut karang simbar, dan ditempatkan pada sendi tiang tugek disebut karang suring.

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Karang Simbar

• Suatu hiasan rancangan yang mendekati atau serupa dengan tumbuhan simbar menjangan.

Karang Bunga

• Suatu hiasan benrbentuk bunga dengan hiasan kelopak dan seberkas daun • Biasa digunakan untuk

hiasan sudut atau penojolan bidang-bidang.

3. Pepatran

• Pepatran adalah ukiran / relief

• Mewujudkan gubangan keindahan dalam suatu pola / patra.

• Ragam hias patra merupakan bentuk pola berulang .

(11)

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Patra Sari

• Menyerupai flora dari jenis berbatang jalar melingkar berulang dengan sari bunga sebagai tanda. • Patra sari dapat digunakan

pada bidang lebar maupun sempit.

• Tidak dapat divariasi karena lingkar batang jalar, daun sari kelopak dan daun bunga.

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

• Menyerupai flora dari jenis berbatang jalar. • Dipola berulang antara daun dan bunga di

rangkai batang jalar.

Patra Pidpid

• Melukiskan flora dari jenis daun bertulang tengah dengan bentuk daun simetris.

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Patra Punggel

• Menyerupai flora dengan lengkung daun muda pohon paku.

• Merupakan patra yang paling sering digunakan.

• Dapat juga divariasi sebagai hiasan lidah naga, ekor singa dan hiasan pelengkap.

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Patra Samblung

• Menyerupai flora jalar dengan daun lebar dengan ujung melengkung.

Patra Pae

• Merupakan bentuk tumbuhan sejenis kapu kapu yang dipola berulang & memanjang.

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Patra Ganggong

• Menyerupai flora ganggang air yang dipola berulang dan berderet memanjang.

Patra Batun Timun

• Bentuk dasar biji mentimun yang dipola diagonal berulang, dan sela-selanya dihias bentuk patra mas-masan setengah bidang.

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Patra Sulur

(12)

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Patra Mas Masan

Patra Tali Ilut

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Patra Mote Motean

Patra Api Apian

Patra Kakul Kakulan

Patra Olanda

Patra Cina

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Patra Mesir

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

B. FAUNA

• Merupakan ragam hias dengan pendekatan bentuk ekspresionis. • Hiasan fauna pada penempatannya

disertai hiasan flora.

• Bentuk fauna yang digunakan biasanya kera, garuda, naga, singa, kuda, sapi. • Beberapa fauna dengan corak magic dilengkapi huruf huruf simbol mantra.

1. Kekarangan

• Penampilan ekspresionis, meninggalkan bentuk sebenarnya sebagai wujud ekspresi desainer.

• Karena proses turun temurun, perwujudan ekspresionis menjadi kesepakatan. • Kekarangan mengambil bentuk binatang

gajah atau asti, burung dan binatang khayal primitif lain.

Karang Boma

• Berbentuk kepala raksasa yang dilukiskan dari leher ke atas lengkap dengan hiasan dan mahkota.

• Karang Boma dihiasi patra bun-bunan atau patra punggel.

• Diletakkan sebagai hiasan di atas lubang pintu Kori Agung.

(13)

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Karang Boma

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Karang Boma

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Karang Sae

• Berbentuk kepala kelelawar raksasa. • Bertanduk dan memiliki gigi runcing. • Karang sae umumnya dilengkapi dengan

tangan seperti karang boma.

• Dilengkapi hiasan floral patra punggel dan patra bun-bunan.

• Letak diatas pintu kori atau pintu rumah tinggal.

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Karang Sae

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Karang Asti /Karang Gajah

• Berbentuk kepala gajah.

• Berbelalai dan memiliki taring gading serta bermata bulat..

• Dilengkapi hiasan floral patra punggel. • Letak di bebaturan

bagian bawah.

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Karang

(14)

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Karang Goak

• Berbentuk kepala burung dengan paruh. • Bertaring dan memiliki

gigi runcing.

• Karang goakmemiliki sayap.

• Dilengkapi hiasan floral patra punggel.

• Letak di bagian atas. Desain Interior - Akademi Teknik

PIKA

Karang Tapel

• Serupa dengan Karang Boma • Bentuk lebih kecil

dan hanya

memiliki bibir atas. • Ada beberapa

karang tapel yang memiliki lidah terjulur.

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

2. Pepatran

• Merupakan ukiran relief pada bidang-bidang datar.

• Dihiasi pula dengan patra flora. • Patra dasar fauna antara lain : Patra

Penyu/kura2, Patra Naga, Patra Garuda, Patra Singa, Patra Kera.

• Makna simbolis: Naga simbol stabilitas gerak dinamika kehidupan, garuda simbol kesetiaan keyakinan, singa simbol kekuasaan.

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

Patra Penyu

Patra Naga

(15)

Desain Interior - Akademi Teknik PIKA

TUGAS

Buat ornamen ragam hias Bali. Ragam hias berupa patra memanjang dan patra pada bidang lebar. Ukuran patra

memanjang : 3 x 10 cm Ukuran patra bidang lebar : 10 x 10 cm

Referensi

Dokumen terkait

Rumah tinggal tradisional Muna adalah merupakan wujud budaya yang berkaitan dengan hasil karya salah satu etnis dari tiga etnis besar yang ada di Sulawesi Tenggara

Rumah merupakan kebutuhan primer bagi setiap individu, adanya ketersediaan rumah menjadikannya memiliki fungsi utama sebagai tempat tinggal. Mengingat peranananya yang

Pengaruh akulturasi Arsitektur Kolonial dan Jawa pada pola permukiman dan hunian rumah tinggal merupakan lokalitas budaya arsitektur yang menjadi kearifan lokal

terhadap lingkungan atau pelemahan yang mana manusia sebagai penghuni rumah sebagai tempat tinggal akan selalu menciptakan suasana yang harmonis

Mandailing adalah salah satu suku batak di Sumatera Utara yang tergolong kuat memegang adat istisadat budaya Mandailing yang terdapat pada bagian-bagian rumah tempat

Secara umum, arsitektur tradisional Jawa mempunyai tipologi atau bentuk keseluruhan rumah tempat tinggal yang dapat dilihat dalam denah berupa bujur sangkar atau persegi

Mandailing adalah salah satu suku batak di Sumatera Utara yang tergolong kuat memegang adat istisadat budaya Mandailing yang terdapat pada bagian-bagian rumah tempat

Rumah adat batak toba berdasarkan fungsinya dapat dibedakan ke dalam rumah yang digunakan untuk tempat tinggal keluarga disebut ruma dan rumah yang digunakan sebagai tempat penyimpanan