• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Latar Belakang - Perbandingan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa yang Pernah dengan yang Tidak Pernah Mengikuti Pendidikan Anak Usia Dini Di Kelas I Semester Ganjil Di Sekolah Dasar Muhammadiyah 3 Pontianak Tahun Pelajaran 2011/2012

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "A. Latar Belakang - Perbandingan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa yang Pernah dengan yang Tidak Pernah Mengikuti Pendidikan Anak Usia Dini Di Kelas I Semester Ganjil Di Sekolah Dasar Muhammadiyah 3 Pontianak Tahun Pelajaran 2011/2012"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Perbandingan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa yang Pernah dengan yang Tidak Pernah Mengikuti Pendidikan Anak Usia Dini Di Kelas I Semester

Ganjil Di Sekolah Dasar Muhammadiyah 3 Pontianak Tahun Pelajaran 2011/2012

Mahasiswa Nelis Prihatin

Pembimbing I Eli

Pembimbing II M.Alias

ABSTRAK

Hasil belajar Pendidikan Agama Islam siswa yang pernah mengikuti PAUD di Kelas I semester ganjil di Sekolah Dasar Muhammadiyah 3 Pontianak tahun pelajaran 2011/2012 tergolong baik. Hasil belajar Pendidikan Agama Islam siswa yang tidak mengikuti PAUD di Kelas I semester ganjil di Sekolah Dasar Muhammadiyah 3 Pontianak tahun pelajaran 2011/2012 tergolong cukup.

Terdapat perbedaan hasil belajar Pendidikan Agama Islam siswa yang signifikan antara siswa yang pernah mengikuti PAUD dengan yang tidak mengikuti PAUD di Kelas I semester ganjil di Sekolah Dasar Muhammadiyah 3 Pontianak tahun pelajaran 2011/2012.

A.Latar Belakang

1. Banyaknya masyarakat yang mengatakan bahwa“ Anak yang melalui PAUD lebih pintar dibanding dengan anak yang tidak melalui PAUD. 2. Alasan peneliti memilih SD Muhammadiyah 3 Pontianak karena sekolah

ini merupakan salah satu SD yang siswanya sebagian dari PAUD dan sebagian tidak.

3. Siswa yang dari PAUD banyak yang bosan dan jemu dengan pelajaran yang diberikan guru, karena mereka menganggap pelajaran tersebut telah dipelajari sebelumnya.

B.Rumusan Masalah

Melihat permasalahan di atas masih bersifat umum, maka perlu dijabarkan lagi dalam sub-sub masalah yaitu:

1. Bagaimana hasil belajar Pendidikan Agama Islam siswa yang pernah mengikuti PAUD di Kelas I semester ganjil Di Sekolah Dasar Muhammadiyah 3 Pontianak.

2. Bagaimana hasil belajar Pendidikan Agama Islam siswa yang tidak mengikuti PAUD di Sekolah Dasar di kelas I semester ganjil Di Sekolah Dasar Muhammadiyah 3 Pontianak.

3. Apakah terdapat perbedaan hasil belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Yang Pernah Mengikuti PAUD Dengan Yang tidak Mengikuti PAUD Di Kelas I semester ganjil Di Sekolah Dasar Muhammadiyah 3 Pontianak Tahun Pelajaran 2011/2012.

(2)

Berdasarkan masalah penelitian di atas maka dapat dirumuskan tujuan penelitian ini adalah:

a. Tujuan Umum

Untuk mengetahui Perbandingan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Yang Pernah Mengikuti PAUD Dengan Yang tidak Mengikuti PAUD Di Kelas I semester ganjil Di Sekolah Dasar Muhammadiyah 3 Pontianak Tahun Pelajaran 2011/2012.

b. Tujuan Khusus

1) Untuk mengetahui hasil belajar Pendidikan Agama Islam siswa yang pernah mengikuti PAUD di kelas I semester ganjil di Sekolah Dasar Muhammadiyah 3 Pontianak tahun pelajaran 2011/2012. 2) Untuk mengetahui hasil belajar Pendidikan Agama Islam siswa yang

tidak mengikuti PAUD di kelas I semester ganjil di Sekolah Dasar Muhammadiyah 3 Pontianak tahun pelajaran 2011/2012.

3) Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Pendidikan Agama Islam antara siswa yang pernah mengikuti PAUD dengan yang tidak mengikuti PAUD di kelas I semester ganjil di Sekolah Dasar Muhammadiyah 3 Pontianak tahun pelajaran 2011/2012.

D.Landasan Teori 1. Deskripsi Data

a. Pengertian Belajar dan Hasil Belajar.

Menurut Syah (2004: 68), belajar adalah “Tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif. Menurut Soedijarto (1989: 45), menyatakan bahwa “Hasil belajar adalah tingkat penguasaan yang diperoleh siswa dalam mengikuti program kegiatan belajar mengajar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan”.

b. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Menurut Anwar dan Ahmad (2009: 2), mengatakan bahwa “Pendidikan Anak Usia Dini adalah pendidikan yang berfungsi untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani, serta perkembangan kejiwaan peserta didik yang dilakukan di luar maupun di dalam lingkungan keluarga.

c. Pendidikan Agama Islam (PAI)

Menurut Shaleh (2005:37), Pendidikan agama Islam adalah “upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal,memahami, menghayati hingga mengimani, bertakwa, dan berakhlak mulia dalam mengamalkan ajaran agama Islam dari sumber utamanya: Kitab suci Al-Qur’an dan Hadist, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan serta penggunaan pengalaman”.

2. Kerangka Berpikir

(3)

Artinya siswa yang pernah mengikuti PAUD pada variabel X akan memiliki perbedaan hasil belajar Pendidikan Agama Islam dengan yang tidak mengikuti PAUD.Untuk lebih jelasnya, perbandingan antara kedua variabel tersebut, akan peneliti gambarkan sebagai berikut:

Keterangan:

X1 = Siswa yang pernah mengikuti PAUD

X2 = Siswa yang tidak mengikuti PAUD

Berdasarkan gambar di atas, tampak jelas bahwa apabila siswa yang pernah mengikuti PAUD dengan yang tidak mengikuti PAUD akan berbeda hasil belajarnya dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.

3. Hipotesis

Menurut Suryabrata (2006: 21), hipotesis adalah “jawaban sementara terhadap masalah penelitian, yang kebenarannya masih harus diuji secara empiris”. Dalam penelitian ini penulis menggunakan hipotesis Nol (Ho) dan hipotesis Alternatif (Ha), diantaranya:

1. Hipotesis Nol (Ho).

Tidak terdapat perbedaan hasil belajar Pendidikan Agama Islam antara Siswa yang Pernah Mengikuti PAUD dengan yang tidak Mengikuti PAUD di Kelas I semester ganjil di Sekolah Dasar Muhammadiyah 3 Pontianak Tahun Pelajaran 2011/2012.

2. Hipotesis Alternatif (Ha).

Terdapat perbedaan hasil belajar Pendidikan Agama Islam antara Siswa yang Pernah Mengikuti PAUD dengan yang tidak Mengikuti PAUD di Kelas I semester ganjil di Sekolah Dasar Muhammadiyah 3 Pontianak Tahun Pelajaran 2011/2012.

E.Metodelogi Penelitian

1. Metode, Bentuk dan Pendekatan

Menurut Nasir (1988:63), metode deskriptif adalah “prosedur masalah yang diselidiki dengan menggambarkan, atau melukiskan keadaan objek peneliti (seseorang, lembaga, masyarakat dan lain-lain) pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau apa adanya”. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif.

Berdasarkan penelitian di atas, maka bentuk penelitian yang digunakan adalah bentuk atau jenis penelitian studi perbandingan (causal comparatif).

2. Ruang Lingkup Penelitian a. Variabel

(4)

Menurut Notoatmodjo (2005:200), variabel adalah “suatu yang digunakan sebagai ciri, sifat atau ukuran yang dimiliki atau didapatkan oleh satuan penelitian tentang suatu konsep pengertian tertentu”. Agar tidak terjadi penyimpangan dalam penelitian ini, maka variabel dalam penelitian ini menggunakan variabel tunggal. Variabel tunggal dalam penelitian ini adalah hasil bel;ajar Pendidikan Agama Islam siswa yang pernah mengikuti PAUD dan hasil belajar Pendidikan Agama Islam siswa yang tidak mengikuti PAUD di Kelas I semester ganjil di Sekolah Dasar Muhammadiyah 3 Pontianak Tahun Pelajaran 2011/2012. Hasil belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah nilai Postest siswa. b. Definisi Operasional

1) Hasil Belajar

Hasil belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah nilai postes PAI siswa yang mengikuti PAUD dan yang tidak mengikuti PAUD di kelas I di semester ganjil tahun ajaran 2011/2012.

2) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Pendidikan Anak Usia Dini adalah pendidikan yang diberikan kepada anak baru lahir sampai umur enam tahun dengan tujuan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan anak yang dilakukan melalui ransangan agar lebih siap dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

3) Pendidikan Agama Islam

Pendidikan agama Islam adalah usaha sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal,memahami, menghayati hingga mengimani, bertakwa, dan berakhlak mulia berdasakan hukum-hukum Islam yang sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadist.

c. Populasi

Menurut Notoatmodjo (2005:79), populasi adalah “keseluruhan objek penelitian atau objek yang diteliti”. Menurut Arikunto (1996: 107), yaitu “Jika populasinya kurang dari 100 sebaiknya diambil semua, dan jika lebih dari 100 maka bisa diambil sampel antara 10-15 % atau 20-25 %”. Sejalan dengan pendapat di atas, jika jumlah populasi baik siswa yang mengikuti PAUD maupun siswa yang tidak mengikuti PAUD kurang dari 100 orang siswa, maka penelitian ini sebaiknya diambil semua, sehingga penelitian ini merupakan penelitian populasi. Jumlah siswa yang mengikuti PAUD sebanyak 18 orang siswa sedangkan yang tidak mengikuti PAUD sebanyak 19 orang siswa, dengan demikian populasi yang ada adalah sebanyak 37 orang siswa. d. Teknik Alat Pengunpul Data

1) Teknik Komunikasi langsung.

(5)

2) Teknik studi dokumenter.

Menurut Nawawi (2007: 141) teknik/studi dokumenter adalah cara mengumpulkan data melalui peninggalan tertulis, terutama berupa arsip-arsip dan termasuk juga buku-buku tentang pendapat, teori/hukum-hukum dan lain-lain yang berhubungan dengan masalah penyelidikan.

e. Teknik Analisa Data

1. Untuk mengetahui nilai rata-rata siswa setelah pemberian materi siswa yang melalui PAUD dan yang tidak melalui PAUD dengan menggunakan rumus.

Menurut Hadi (2004), rumusnya adalah:

a. Mencari nilai rata-rata siswa setelah pemberian materi siswa yang melalui PAUD formal adalah sebagai berikut:

M =

b. Mencari nilai rata-rata siswa setelah pemberian materi siswa yang tidak mengikuti PAUD adalah sebagai berikut:

M =

2. Untuk mencari standar deviasi yang dikuadratkan (S1)2 dan (S2)2 dilakukan dengan rumus sebagai berikut:

Untuk membandingkan kelompok Siswa Yang Pernah Mengikuti PAUD Dengan Yang tidak Mengikuti PAUD Di Kelas I semester ganjil Di Sekolah Dasar Swasta Muhammadiyah 3 Pontianak Tahun Pelajaran 2011-2012, digunakan rumus sebagai berikut:

Menurut Ali (1999:92), rumusnya adalah:

(6)

Keterangan:

= Skor rata-rata (mean) dari kelompok A

= Skor rata-rata (mean) dari kelompok B

= Standar deviasi yang dikuadratkan dari kelompok A (varience)

= Standar deviasi yang dikuadratkan dari kelompok B (varience)

= Jumlah subjek dari kelompok A

= Jumlah subjek dari kelompok B

F. Kesimpulan

1. Hasil belajar Pendidikan Agama Islam siswa yang pernah mengikuti PAUD di Kelas I semester ganjil di Sekolah Dasar Muhammadiyah 3 Pontianak tahun pelajaran 2011/2012 tergolong baik.

2. Hasil belajar Pendidikan Agama Islam siswa yang tidak mengikuti PAUD di Kelas I semester ganjil di Sekolah Dasar Muhammadiyah 3 Pontianak tahun pelajaran 2011/2012 tergolong cukup.

3. Terdapat perbedaan hasil belajar Pendidikan Agama Islam siswa yang signifikan antara siswa yang pernah mengikuti PAUD dengan yang tidak mengikuti PAUD di Kelas I semester ganjil di Sekolah Dasar Muhammadiyah 3 Pontianak tahun pelajaran 2011/2012.

Daftar Pustaka

Ali, Muhammad. 1994. Prosedur Penelitian Kependidikan. Bandung: Angkasa.

Anwar dan Arsyad Ahmad. 2009. Pendidikan Anak Usia Dini. Bandung: Alfabeta.

Hadari Nawawi. 2007. Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: Gajah Mada University Press

Nasir, Mohammad. 1988. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Notoatmodjo, Soekidjo. 2005. Metodelogi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Shaleh, Abdul Rachman. 2005. Pendidikan Agama & Pembangunan Watak Bangsa. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perkembangan motorik halus anak prasekolah antara yang mengikuti PAUD dan tidak mengikuti PAUD di Desa Kalikotes Kecamatan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan perkembangan motorik, sosial dan bahasa anak toddler antara yang mengikuti PAUD dan tidak mengikuti PAUD di Kelurahan

Variabel kontrol yaitu tentang hasil belajar Pendidikan Agama Islam, pada SD Negeri 01 Tuban Gondangrejo Karanganyar tahun pelajaran 2014/2015, dengan indikator: nilai

Skripsi dengan judul ‘’Penerapan Pendidikan Agama Islam Pada Anak Usia Dini di PAUD Az-Zahra Desa Semarum Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek‘’ yang di tulis

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak yang mengikuti pendidikan di PAUD sebagian besar perkembangan personal sosialnya tidak memerlukan rujukan sebanyak

Bagaimana Implementasi dari intergrasi kurikulum gontor, persis, muhammadiyah dan diknas pada pelajaran pendidikan agama islam di smp1. 9

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perkembangan motorik halus anak prasekolah antara yang mengikuti PAUD dan tidak mengikuti PAUD di Desa Kalikotes Kecamatan

Program guru BK dalam bimbingan belajar Al Islam Kemuhammadiyahan Pada Siswa Kelas X IPS Di SMA Muhammadiyah 2 Pontianak yaitu dengan mengarahkan siswa untuk mengetahui cara belajar