• Tidak ada hasil yang ditemukan

BENTUK BENTUK KEBIJAKAN FISKAL pptx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "BENTUK BENTUK KEBIJAKAN FISKAL pptx"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Nama Kelompok:

• Kevin Yuli Ardiansyah (150231100048)

• Sirri Hidayati Widyasmara (150231100060) • Kiki Andriyani (150231100065)

• Lailatul Farohah (150231100073) • Winda Rahayu Puteri (150231100075) • Ervan Hermawan (150231100093) • Cholil Abdullah (150231100094) • Yuni Sulistia (150231100096)

• Yuli Arma Andika (150231100104) • Nurul Halim (150231100108)

(3)

Kebijakan Penstabil otomatik (Automatic Stabilizers Policy)

Kebijakan Penstabil otomatik (Automatic Stabilizers Policy)

bentuk-bentuk sistem fiskal yang sedang berlaku yang secara

otomatik cenderung untuk menimbulkan kestabilan dalam

kegiatan ekonomi

Kebijakan Fiskal Diskresioner (Discresionary Fiscal Policy)

Kebijakan Fiskal Diskresioner (Discresionary Fiscal Policy)

langkah-langkah dalam bidang pengeluaran pemerintah dan perpajakan yang secara khusus

membuat perubahan ke atas sistem yang ada, yang bertujuan

untuk mengatasi masalah-masalah ekonomi yang dihadapi

(4)

Contoh kebijakan penstabil otomatik adalah sistem

perpajakan yang progresif dan proporsional,

kebijakan harga minimum, dan sistem asuransi

pengangguran.

Contoh

kebijakan penstabil otomatik

adalah sistem

perpajakan yang progresif dan proporsional,

kebijakan harga minimum, dan sistem asuransi

pengangguran.

Pajak progresif dan pajak proporsional, pajak ini biasanya digunakan dalam

memungut pajak pendapatan individu dan praktekkan hampir disemua negara.

Pada pendapatan yang sangat rendah pendapatan seseorang tidak perlu

membayar pajak. Akan tetapi semakin tinggi pendapatan, semakin besar pajak

dikenakan ke atas tambahan pendapatan yang diperoleh. Dibeberapa negara sistem pajak proporsional biasanya digunakan untuk memungut pajak ke atas

keuntungan perusahaan-perusahaan korporat, yaitu pajak yang harus dibayar

(5)

Kebijakan diskresioner dapat di bedakan ke dalam 3

bentuk dan alat untuk menjalankan kebijakan

tersebut,yaitu:

membuat perubahan - perubahan ke atas

pengeluarannya

membuat perubahan - perubahan ke atas pajak yang

dipungutnya

secara serentak membuat perubahan dalam

pengeluaran pemerintah dan sistem pemungutan pajak.

Contoh Kebijakan Diskresioner adalah pemotongan pajak dan peningkatan belanja untuk mengatasi penurunan

ekonomi (resesi).

Contoh Kebijakan Diskresioner adalah pemotongan pajak dan peningkatan belanja untuk mengatasi penurunan

(6)

Kebijakan Anggaran

Ditinjau dari segi teori, dapat dibagi menjadi 3, yaitu

:

yaitu kebijakan yang mengatur pengeluaran pemerintah dengan melihat berbagai akibat tidak langsung terhadap pendapatan nasional dan bertujuan untuk meningkatkan kesempatan kerja

Kebijakan Anggaran Pembiayaan

Fungsional

yaitu kebijakan untuk mengatur pengeluaran pemerintah,

perpajakan, dan pinjaman untuk mencapai ekonomi yang mantap.

(7)

Lanjutan

yaitu kebijakan yang mengatur pengeluaran

pemerintah dengan melihat besarnya biaya dan manfaat dari berbagai program.

Kebijakan Stabilisasi

Anggaran Otomatis (the stabilizing budget)

(8)

Dilihat dari perbandingan jumlah penerimaan dengan jumlah

pengeluaran, yaitu:

Kebijakan Anggaran Seimbang

Kebijakan anggaran seimbang, adalah kebijakan anggaran yang menyusun pengeluaran sama besar dengan penerimaan.

Kebijakan Anggaran Defisit

Kebijakan anggaran defisit yaitu kebijakan anggaran dengan cara menyusun pengeluaran lebih besar  daripada penerimaan.

Kebijakan Anggaran Surplus

Kebijakan anggaran surplus, yaitu kebijakan anggaran dengan cara menyusun pengeluaran lebih kecil dari penerimaan.

Kebijakan Anggaran Dinamis

(9)

Kebijakan Anggaran Berimbang

Keadaan berimbang berarti besarnya penerimaan (A+B) tetap diusahakan sama

dengan pengeluaran (C+D). Jika terjadi perubahan pada salah satu dari empat komponen APBN, komponen lainnya harus ikut disesuaikan agar (A+B) selalu sama dengan (C+D). Lihat struktur dasar APBN.

Sisi Penerimaan

Sisi Pengeluaran

A. Penerimaan dalam negeri

C. Pengeluaran rutin

B. Penerimaan pembangunan

D. Pengeluaran pembangunan

(10)

Kelebihan dan Kelemahan

Kebijakan Anggaran Berimbang

1. Keuangan selalu stabil dalam

penilaian statistik

2. Selalu mengalami

kecukupan dalam setiap periode

1. Keuangan selalu stabil dalam

penilaian statistik

2. Selalu mengalami

kecukupan dalam setiap periode

KELEBIHAN

KELEBIHAN

1)

Anggaran yang selalu stagnan

2)  

Sulit berkembang

1) Anggaran yang selalu stagnan

(11)

Kebijakan Anggaran Defisit

Kebijakan Anggaran Defisit dapat dilakukan dengan peningkatan pengeluaran yaitu pembelian pemerintah atas barang dan jasa.

Peningkatan pembelian atau belanja pemerintah nantinya berdampak

terhadap peningkatan pendapatan nasional. Contohnya pemerintah

mengadakan proyek membangun jalan raya. dalam proyek ini pemerintah

membutuhkan buruh dan pekerja lain untuk menyelesaikannya, dengan

(12)

Kelebihan dan Kelemahan

Kebijakan Anggaran Defisit

1. Mendukung ekspansi fiskal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi ditengah situasi perekonomian

global yang tengah dalam proses pemulihan.

2. Menjaga kesinambungan fiskal

3. Mendorong pertumbuhan ekonomi karena

melakukan efisiensi jenis belanja tertentu untuk mengurangi tekanan fiskal.

1. Pengangguran

besar-besaran

2. Lapangan kerja sulit

didapatkan

KELEMAHAN

KELEMAHAN

KELEBIHAN

(13)

Kebijakan Anggaran Surplus

Politik anggaran surplus lebih baik dilaksanakan ketika perekonomian

pada kondisi ekspansi yang mulai memanas (overheating) untuk

menurunkan tekanan permintaan. Cara kerja anggaran surplus adalah

kebalikan dari anggaran defisit, uang yang didapat pemerintah dari

pendapatan pajak lebih banyak dari yang dibelanjakan, pemerintah

memenfaatkan selisihnya untuk melunasi beberapa hutang

pemerintah yang masih ada. Surplus anggaran akan menaikkan dana

pinjaman, mengurangi suku bunga dan meningkatkan investasi.

(14)

Kelebihan dan Kelemahan

Kebijakan Anggaran Surplus

Pengangguran

berkurang

Lapangan kerja

terpenuhi

Kehidupan makmur

Adanya kesenjangan

sosial jika tidak merata

Menjajah Negara lain

yang mengalami masalah keuangan

(15)

Kebijakan Anggaran Dinamis

Dinamis berarti bahwa dalam penerimaan lebih rendah dari

yang direncanakan semula, pemerintah akan

menyesuaikan pengeluaran agar tetap terjaga

keseimbangannya. Demikian pula dalam hal penerimaan

negara melebihi dari yang direncanakan, masih

memungkinkan dibentuknya cadangan yang akan

(16)

Semoga Bermanfaat… 

Referensi

Dokumen terkait

6.1.9 Tidak ada hubungan yang bermakna antara dukungan petugas kesehatan dalam pemanfaatan jamban yang sehat melalui program CLTS di Kenagarian Kurnia Selatan Kecamatan Sungai

(FISIP

8 MIRA KRISNAWATI IAIN SULTAN THAHA SAIFUDIN JAMBI Jambi. 9 HARIS MUBARAK IAIN SULTAN THAHA SAIFUDIN

Negara secara tertulis kepada Kepala BATAN atau pejabat yang ditunjuk melalui Kepala Unit Kerja sebagaimana tersebut dalam Lampiran I huruf A, merupakan bagian yang tak terpisahkan

Dilakukan penyaringan ( filtrat) dimana hasil saringan dicuci dengan metanol dingin dengan tujuan untuk mencegah proses pembentukan atau reaksi yang terjadi, karena jika dicuci

 Penyata Razak 1956 dan Penyata Rahman Talib 1960 – matlamat utama menyatukan kanak-kanak daripada berbilang etnik di bawah satu sistem pendidikan kebangsaan dengan

Carev-Maruna (1987) membagi menjadi enam tahap dalam pengembangan perangkat ajar yaitu : analisis, perencanaan, desain, menulis program, mencoba dan merevisi program. Saat

Hal ini dikarenakan bahwa pada proses Med-Arb, arbitrase hanya dapat dilakukan apabila para pihak yang bersengketa itu setuju untuk melanjutkannya kepada proses arbitrase,