PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN
PROFESI GURU
Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
No.16/2009
tentang
Latar Belakang Terbitnya
Permenegpan dan RB
No.16/2009
1. Guru merupakan subsistem penting yang memiliki
peran strategis dalam meningkatkan proses
pembelajaran dan mutu peserta didik.
2. Reformasi pendidikan yang ditandai dengan
terbitnya berbagai undang-undang dan peraturan
terkait dengan peningkatan mutu pendidikan antara
lain:
•
Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional;
•
Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang
Guru dan Dosen,
•
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005
tentang Standar Nasional Pendidikan;
•
Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2008
Latar Belakang Terbitnya
Permenegpan dan RB
No.16/2009
3. Menurut data NUPTK November 2010 terdapat
2.791.204 guru orang guru yang perlu ditingkatkan
kompetensi dan profesionalitasnya
4. Perlu dilakukan berbagai penyesuaian dalam
mereformasi guru, dan salah satunya adalah dengan
diterbitkannya Permennegpan dan RB Nomor 16
tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan
Angka Kreditnya
Permenegpan dan RB
No.16/2009
Peraturan baru ini, terdiri dari 13 Bab
dan 47 pasal, secara keseluruhan
peraturan ini mengandung semangat
yang bertujuan untuk
meningkatkan
kompetensi dan profesionalisme
guru
sebagai tenaga profesional yang
mempunyai fungsi untuk meningkatkan
mutu
pendidikan
nasional
sebagaimana
diamanatkan
dalam
Permenegpan dan RB
No.16/2009 (2)
Peraturan ini terbit dalam rangka
memberi
ruang
dan
mendukung
pelaksanaan tugas dan peran guru agar
menjadi guru yang professional.
Perubahan peraturan ini diharapkan
berimplikasi
terhadap
peningkatan
Permenegpan dan RB
No.16/2009 (3)
Salah satu perubahan mendasar dalam
peraturan ini adalah adanya
Penilaian
Kinerja Guru
yang sebelumnya lebih
bersifat administratif menjadi lebih
berorientasi praktis, kuantitatif, dan
kualitatif, sehingga diharapkan para guru
akan lebih bersemangat untuk
Dev School Curriculum &
Syllabus
Lesson Plans
Classroom Action Research Test analysis
& test bank
Sub. mat. & Critical Review**
Teacher Quality Monitoring
Teacher Performance
Evaluation Portfolio & ICT for learning
DASAR HUKUM KEGIATAN MEKANISME MEKANISME Sanksi
du
PP 16 Tahun 2007 Standard Kualifikasi
Akademi dan Kompetensi Guru
PP 74 Tahun 2008 tentang Guru
PENILAIAN KINERJA
GURU
SERTIFIKASI
Undang-Undang Guru dan Dosen No
14 tahun 1995
TUNJANGAN PROFESI
Permenegpan dan RB Nomor 16tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya
Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara
Permendiknas No, 35 tahun 2010 tentang Juknis Pelaksanaan Jafung Guru dan Angka Kreditnya
PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN
Formatif: Perencanaan Kegiatan PKB
Sumatif: Penentuan Angka Kredit
Penilai: Kepala Sekolah,Guru Senior, Pengawas
Instrumen: Pedagogik, Profesional, Sosial,
Kepribadian
Perencanaan Dibuat Berdasarkan Hasil
PK Guru
Perencanaan Dibuat Berdasarkan Hasil
PK Guru
Jenis PKB:
- PKB untuk Guru yang sudh
Memenuhi Standar
- PKB untuk Guru yang belum
Memenuhi Standar (Underperformnce Teachers
Jenis PKB:
- PKB untuk Guru yang sudh
Memenuhi Standar
- PKB untuk Guru yang belum
Memenuhi Standar (Underperformnce Teachers
UNDERPERFORMANCE
• Informal:
• Dilakukan Analisis hasil PK,
Menentukan Perencanaan PKB diberi waktu 4-6 minggu utk peningkatan • Formal: Tidak ada
peningkatan dilakukan dengan pengawas guru pendamping dilakukan 4- 6 minggu • Informal:
• Dilakukan Analisis hasil PK,
Menentukan Perencanaan PKB diberi waktu 4-6 minggu utk peningkatan • Formal: Tidak ada
peningkatan dilakukan dengan pengawas guru pendamping dilakukan 4- 6 minggu
Setelah dilaksanakan intervensi tidak ada peningkatan sanksi yang diberikan: Pengurangan Beban Mengajar
Setelah dilaksanakan intervensi tidak ada peningkatan sanksi yang diberikan: Pengurangan Beban Mengajar
Tindak Lanjut Pengembangan
* Sistem Pengendalian
* Panduan/SOP Pelaksanaan Sanksi
ALUR PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU
1. Pengembangan Diri: Diklat fungsional dan Kegiatan Kelompok Guru 2. Publikasi Ilmiah
dan/atau Karya Inovatif
1. Pengembangan Diri: Diklat fungsional dan Kegiatan Kelompok Guru 2. Publikasi Ilmiah
PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN
PROFESI GURU
GURU PROFESIONAL
1. Kesra 2. Harlindung 3. Tunjangan Profesi
GURU PROFESIONAL
1. Kesra 2. Harlindung 3. Tunjangan Profesi
PENGEMBANGAN KARIER
PENGEMBANGAN KARIER
GURU PERTAMA (IIIA)
GURU PNS (100 %)
GURU PERTAMA (IIIA)
PK Guru = Penilaian Kinerja Guru
PKB = Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
S1/DIV
KEPENDIDIKAN / NON
KEPENDIDIKAN S1/DIV
KEPENDIDIKAN / NON
KEPENDIDIKAN
PENDIDIKAN PROFESI
GURU (PPG)
PENDIDIKAN PROFESI
GURU
KECUKUPAN ANGKA KREDIT
PERBEDAAN UTAMA
KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI ANTARA
PERATURAN LAMA DENGAN YANG BARU
Peraturan lama Peraturan baru
1 Dasar Hukum Kepmenpan nomor : 84/1993 tanggal 24
Desember 1993 tentang: Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya
Kepmenegpan dan
Reformasi Birokrasi Nomor 16 tahun 2009 tertanggal 10 Nopember 2009, tentang
Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.
2 Kegiatan yang dinilai A. Unsur dan Sub Unsur Kegiatan
1.Pendidikan dan Pelatihan
2. Proses Belajar Mengajar
3. Pengembangan Profesi 4. Penunjang
A. Unsur dan Sub Unsur Kegiatan
1. Pendidikan dan Pelatihan pendidikan formal dan fungsional
2. Proses Belajar Mengajar 3. Pengembangan
Keprofesian
Berkelanjutan (PKB) 4. Penunjang (10%) 3 Macam
Pengembangan Profesi Guru
1. Karya Tulis Ilmiah 2. Teknologi Tepatguna 3. Alat Peraga
4. Karya Seni
5. Pengembangan Kurikulum
1. Pengembangan Diri 2. Publikasi Ilmiah
LANJUTAN…
4 Jenis
Pengembanga n Diri
(Tidak ada pada
peraturan lama) 1. diklat fungsional2. kegiatan kolektif guru
5 Macam Publikasi Ilmiah
1. KTI hasil penelitian 2. Tinjaun Ilmiah
3. Tulisan Ilmiah Popoler
4. Prasaran Ilmiah 5. Buku/Modul
6. Diktat
7. Karya Terjemahan
1. presentasi di forum ilmiah 2. hasil penelitian
3. tinjauan ilmiah
4. tulisan ilmiah populer 5. artikel ilmiah
6. buku pelajaran 7. modul/diktat
8. buku dalam bidang pendidikan 9. karya terjemahan
10.Buku pedoman guru 6 Macam Karya
Inovatif 1. Teknologi Tepatguna 2. Alat Peraga 3. Karya Seni
4. Pengembangan Kurikulum
1. menemukan teknologi tepat guna
2. menemukan/menciptakan karya seni
3. membuat/memodifikasi alat pelajaran
4. mengikuti pengembangan
penyusunan standar, pedoman, soal dan sejenisnya
7 Prasayarat dalam
kenaikan golongan
Wajib sebagai syarat kenaikan
pangkat/golongan IVa ke atas dengan
minimal jumlah angka kredit 12.
JENJANG JABATAN DAN PANGKAT GURU
12
Permen Menpan 84/1993
• Jabatan dan Pangkat melekat • Jabatan dan Pangkat ada 13, terdiri dari:
1. Guru Pratama, gol. II/a
2. Guru Pratama Tingkat I, gol. II/b 3. Guru Muda, gol. II/c
4. Guru Muda Tk I, gol. II/d 5. Guru Madya, gol. III/a
6. Guru Madya Tk I, gol. III/b 7. Guru Dewasa, gol. III/c
8. Guru Dewasa Tk I, gol. III/d 9. Guru Pembina, gol. IV/a
10.Guru Pembina Tk I, gol. IV/b 11.Guru Utama Muda, gol. IV/c 12.Guru Utama Madya, gol IV/d 13.Guru Utama, gol IV/e
Pernyempurnaan
• Jabatan dan Pangkat terpisah • Jabatan ada 4 jenjang dimulai dari:
• Pertama gol III/a dan III/b • Muda. gol III/c dan III/d
KEWAJIBAN MELAKSANAKAN
PENGEMBANGAN KEPROFESIAN
BERKELANJUTAN (PKB)
13
PERMEN MENPAN 84/93 PENYEMPURNAAN
• gol II/a s.d. IV/a
Diklat
KBM
Penunjang
Pengembangan Profesi
(PP) tidak wajib
• Pengembangan Profesi wajib bagi:
gol IV/a – b =
pengembangan profesi 12 dari wajib
gol IV/b – c = idem
gol IV/c – d = idem
gol IV/d – e = idem
Selain KBM, guru wajib mengikuti
kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan yang terdiri dari
pengembangan diri (PD) dan Publikasi Ilmiah dan/atau Karya Inovatif (PI
dan/atau KI), dimulai dari:
Penilaian Pembelajaran
Pembimbingan
14
Permen Menpan 84/93 Penyempurnaan
Penilaian PBM didasarkan pada aspek kuantitas dengan “surat pernyataan” kepala sekolah telah melakukan PBM
Ijasah paling rendah SPG /D-II
Pangkat paling rendah II/a
(Pengatur Muda)
Penilaian pembelajaran didasarkan pada aspek kualitas, kuantitas,
waktu dan biaya:
• Kriteria amat baik, mendapat
angka kredit 125% dari angka kredit yang harus dicapai dalam kegiatan pembelajaran.
• Kriteria baik, 100%
• Kriteria cukup, 75%
• Kriteria sedang, 50%
• Kriteria kurang, 25%
Ijasah paling rendah Sarjana
(S-1)/ Diploma (D-IV)
Pangkat paling rendah III/a
PERMENNEGPAN & RB No. 16/2009
Guru harus berlatar belakang pendidikan
S1/D4
dan mempunyai
Sertifikat Pendidik
Guru mempunyai
empat jabatan fungsional
(Guru Pertama, Guru Muda, Guru Madya, Guru
Utama)
Beban mengajar guru adalah
24 jam – 40 jam
PERMENNEGPAN & RB No. 16/2009
Guru
dinilai kinerjanya secara teratur
(setiap
tahun) melalui Penilaian Kinerja Guru (
PK Guru
)
Guru wajib mengikuti Pengembangan
Keprofesian Berkelanjutan (
PKB
) setiap tahun
PKB harus dilaksanakan sejak III/a, dan sejak III/b
guru wajib melakukan
publikasi ilmiah
dan/atau
karya inovatif
Untuk naik dari IV/c ke IV/d guru wajib
Peningkatan karir guru ditentukan oleh
perolehan angka kredit
Perlu
konversi
hasil PKG dan PKB ke angka
kredit
•
Perolehan angka kredit dari PKG dan PKB
merupakan
satu paket
•
Perolehan angka kredit setiap tahun
ditetapkan oleh Tim Penilai
Penghargaan angka kredit adalah 125% (
amat
baik
), 100% (
baik
), 75% (
cukup
), 50% (
sedang
),
dan 25%(
kurang
)
•
Jumlah angka kredit diperoleh dari:
•
Unsur utama
(Pendidikan,
PK Guru, PKB
)
≥
90%
•
Unsur penunjang
≤10%
JENJANG JABATAN FUNGSIONAL GURU
(Permennegpan dan RB No.16/2009 pasal 12)
Guru
Penata Muda, IIIa
Penata Muda Tingkat I, IIIb
Penata, IIIc
Penata Tingkat I, IIId
Pembina, IVa
Pembina Tingkat I, IVb
Pembina Utama Muda, IVc
Pembina Utama Madya, IVd
Pembina Utama, IVe
50
Kebutuhan angka kredit untuk
GURU PERTAMA (III/a, III/b)
GURU PERTAMA (III/a, III/b)
GURU MUDA (III/c, III/d)
GURU MUDA (III/c, III/d)
GURU MADYA (IV/a, IV/b, IV/c)
GURU MADYA (IV/a, IV/b, IV/c)
GURU UTAMA (IV/d, IV/e)
GURU UTAMA (IV/d, IV/e)
PROGRAM INDUKSI
PROGRAM INDUKSI
GURU S1/D-IV BERSERTIFIKAT
GURU S1/D-IV BERSERTIFIKAT
PKB fokus pada peningkatan kompetensi guru
PKB fokus pada peningkatan kompetensi guru
PKB fokus pada peningkatan prestasi
peserta didik dan pengelolaan sekolah
PKB fokus pada peningkatan prestasi
peserta didik dan pengelolaan sekolah
PKB fokus pada pengembangan
sekolah PKB fokus pada pengembangan
sekolah
PKB fokus pada pengembangan
profesi
PKB fokus pada pengembangan
profesi
Tahap Pengembangan
Karir Guru
Tahap Pengembangan
Karir Guru
JENJANG JABATAN FUNGSIONAL GURU
(Permennegpan & RB No.16/2009 pasal 12)
Guru
Penata Muda, IIIa
Penata Muda Tingkat I, IIIb
Penata, IIIc
Penata Tingkat I, IIId
Pembina, IVa
Pembina Tingkat I, IVb
Pembina Utama Muda, IVc
Pembina Utama Madya, IVd
Pembina Utama, IVe
50
angka kredit
CONTOH KEBUTUHAN ANGKA KREDIT
(Guru Pertama III/a ke III/b)
50
Penilaian
Kinerja
Compulsory
Pendidikan
Kegiatan Pembelajaran
dan Tugas Tambahan
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Unsur
utama
≥
90%
45
Unsur penunjang
≤
10%
5
42
3
JENJANG JABATAN FUNGSIONAL GURU
(Permenegpan No.16/2009 pasal 12)
Guru
Penata Muda, III/a
Penata Muda Tingkat I, III/b
Penata, III/c
Penata Tingkat I, III/d
Pembina, IV/a
Pembina Tingkat I, IV/b
Pembina Utama Muda, IV/c
Pembina Utama Madya, IV/d
Pembina Utama, IV/e
50
Kebutuhan angka kredit untuk
50
Unsur
utama
≥
90%
45
Pendidikan
38
Penilaian
kinerja
Kegiatan Pembelajaran dan Tugas Tambahan
PKB
Publikasi/
karya inovatif
4
Wajib
Pengembangan
diri
3
Unsur penunjang
≤
10%
5
KEBUTUHAN ANGKA KREDIT
(Guru Pertama III/b ke Guru Muda III/c)
JENJANG JABATAN FUNGSIONAL GURU
(Permenneg PAN & RB No.16/2009, pasal 17)
Guru
Penata Muda, IIIa
Penata Muda Tingkat I, IIIb
Penata, IIIc
Penata Tingkat I, IIId
Pembina, IVa
Pembina Tingkat I, IVb
Pembina Utama Muda, IVc
Pembina Utama Madya, IVd
Pembina Utama, IVe
100
Kebutuhan Angka Kredit Komulatif (AKK) , PKB (AKPKB), dan Unsur Penunjang (AKP) untuk kenaikan pangkat dan jabatan
Kebutuhan Angka Kredit Komulatif (AKK) , PKB (AKPKB),
dan Unsur Penunjang (AKP) untuk kenaikan pangkat dan jabatan
AKK
AKPKB
AKP
PENILAIAN KINERJA GURU
Kinerja Guru
Secara umum ukuran kinerja dapat dilihat dari
lima hal, yaitu:
•
Quality of work
- kualitas hasil kerja
•
Promptness
- ketepatan waktu menyelesaikan pekerjaan
•
Initiative
– prakarsa dalam menyelesaikan pekerjaan
•
Capability
– kemampuan menyelesaikan pekerjaan
•
Communication
– kemampuan membina kerjasama
dengan pihak lain
T.R.Mitchell (2008)
UUGD No. 14/2005 Pasal 1
Kinerja guru dibingkai dalam lingkup beban tugas
dan tanggungjawabnya, yaitu:
•
merencanakan pembelajaran,
•
melaksanakan pembelajaran
•
menilai hasil pembelajaran
•
membimbing dan melatih peserta didik, dan
•
melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada
kegiatan pokok sesuai dengan beban kerja Guru
PENILAIAN KINERJA GURU
(PKG)
PKG menjamin bahwa guru melaksanakan
pekerjaannya secara
profesional
PKG menjamin bahwa
layanan pendidikan
yang
diberikan oleh guru adalah
berkualitas
HASIL PK Guru
Merupakan
bahan evaluasi diri bagi guru
untuk
mengembangkan potensi dan karirnya
Sebagai
acuan bagi sekolah
untuk merencanakan
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)
Merupakan dasar untuk
memberikan nilai prestasi
PENILAIAN KINERJA GURU
•
Penilaian kinerja guru
adalah penilaian dari tiap
butir kegiatan tugas utama guru dalam rangka
pembinaan karier kepangkatan dan jabatannya
•
Penilaian kinerja guru dilakukan
setiap tahun
–
14 (empat belas) kompetensi guru pembelajaran
–
17 (tujuh belas) kompetensi guru BK/konselor
–
pelaksanaan tugas tambahan lain yang relevan
DOMAIN KOMPETENSI GURU dalam PK
Guru
Pedagogi
7 kompetensi
Kepribadian
3 kompetensi
Sosial
2 kompetensi
Profesional
2 kompetensi
14 kompetensi
Guru Pembelajaran
Pedagogi
3 kompetensi
Kepribadian
4 kompetensi
Sosial
3 kompetensi
Profesional
7 kompetensi
KOMPETENSI PEDAGOGI
(Pembelajaran)
1. Mengenal karakteristik anak didik
2. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip
pembelajaran yang mendidik
3. Pengembangan kurikulum
4. Kegiatan pembelajaran yang mendidik
5. Memahami dan mengembangkan potensi
6. Komunikasi dengan peserta didik
KOMPETENSI KEPRIBADIAN
(Pembelajaran)
8. Bertindak sesuai dengan norma agama,
hukum, sosial, dan kebudayaan nasional
Indonesia
9. Menunjukkan pribadi yang dewasa dan
teladan
KOMPETENSI SOSIAL
(Pembelajaran)
11. Bersikap inklusif, bertindak obyektif, serta
tidak diskriminatif
KOMPETENSI PROFESIONAL
(Pembelajaran)
13. Penguasaan materi struktur konsep dan
pola pikir keilmuan yang mendukung mata
pelajaran yang diampu
14. Mengembangkan keprofesian melalui
KOMPETENSI PEDAGOGI
(Pembimbingan)
1. Menguasai teori dan praksis pendidikan
2. Mengaplikasikan perkembangan fisiologis
dan psikologis serta perilaku konseli
KOMPETENSI KEPRIBADIAN
(Pembimbingan)
4. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME
5. Menghargai dan menjunjung tinggi nilai-nilai
kemanusian, individualitas dan kebebasan
memilih
6. Menunjukkan integritas dan stabilitas
kepribadian yang kuat
KOMPETENSI SOSIAL
(Pembimbingan)
8. Mengimplimentasikan kolaborasi internal di
tempat bekerja
9. Berperan dalam organisasi dan kegiatan
profesi BK
10. Mengimplimentasi kolaborasi antar
KOMPETENSI PROFESIONAL
(Pembimbingan)
11. Menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami
kondisi, kebutuhan dan masalah konseli
12. Menguasai kerangka teoritik dan praksis BK
13. Merancang program BK
14. Mengimplementasikan program BK yang komprehensif
15. Menilai proses dan hasil kegiatan bimbingan dan konseling
16. Memiliki kesadaran dan komitmen terhadap etika
profesional
•
Kepala
Sekolah
Kepala
Sekolah
Kepala
Sekolah
Wakil
Kepala
Sekolah
Kepala
laboratori-um/Bengkel
Kepala
laboratori-um/Bengkel
KOMPONEN PK GURU TUGAS TAMBAHAN
• & lit
era & lit
era
Kepala
Perpustakan
Kepala
Perpustakan
Kepala
Program
Keahlian
Kepala
Program
Keahlian
KOMPONEN PK GURU TUGAS TAMBAHAN
PELAKSANAAN PENILAIAN KINERJA GURU
•
Dilakukan
setiap tahun
oleh
kepala sekolah
atau
pengawas
atau guru senior yang ditunjuk oleh
kepala sekolah (yang telah memahami penilaian)
•
Penilaian terhadap
kompetensi guru
dilakukan
dengan
instrumen tertentu
(Pembelajaran,
Refleksi dan penilaia
n diri Refleksi
dan penilaia
n diri
Penilaian Formatif
Awal Tahun
Penilaian Formatif
Awal Tahun
Profil Kinerja – 14
Kompe-tensi
Profil Kinerja – 14
Kompe-tensi
Rencana PKB
per-tahun
Rencana PKB
per-tahun
Penilaian Sumatif
Akhir Tahun
Penilaian Sumatif
Akhir Tahun
Nilai Kinerja & Angka
Kredit
Nilai Kinerja & Angka
Kredit
KERANGKA PENILAIAN DAN
PENGEMBANGAN KINERJA GURU
Peningkatan kinerja Tahap
Informal dan Tahap Formal
(kebutuhan guru)
Peningkatan kinerja Tahap
Informal dan Tahap Formal
(kebutuhan guru)
Pengembangan Kinerja (Kebutuhan
sekolah) Pengembangan
Kinerja (Kebutuhan
sekolah)
Berhak untuk promosi
Berhak untuk promosi
Berhak untuk
naik pangkat
1
Mekanisme Penilaian
Konversi nilai PKG ke skala nilai menurut Permennegpan & RB No.16/2009 Konversi prosentase skor ke nilai 1, 2, 3, 4 per kompetensi
0%<X≤25% = 1; 25%<X≤50% = 2; 50%<X≤75% = 3; 75%<X≤100% = 4 Menghitung perolehan total skor per kompetensi dan prosentasenya
(total perolehan skor/skor maksimum) x 100 %
Berdasarkan hasil pengamatan dan/atau pemantuan memberikan skor 0, 1, 2 untuk setiap indikator pada kompetensi tertentu
Nilai PK Guru
(14
sub-kompetensi)
Pedoman PK GuruInstrumen PK Guru Indikator kompetensi Daftar pertanyaan Pedoman PK Guru Instrumen PK Guru Indikator kompetensi Daftar pertanyaan
Penilai
di atau luar kelas
pertemuan Setelah
pengamatan Catatan hasil Pengamatan
dan/atau/ monitoring
pemberian nilai 1,2,3, 4 per sub-kompetensi melalui
konversi skor 0, 1, 2 Monitoring
(studi dokumen, wawancara kolega,
Siswa, orang tua
Pemberian Skor 0, 1, 2
indikator kinerja
guru dan penilai setuju
Laporan/-usulan
Pusat Pengembangan Profesi Pendidik
SISTEM PELAPORAN
SISTEM PELAPORAN
Online
(webBase)
Online
(webBase)
Offline
(Stand alone)
Offline
(Stand alone)
• Hasil evaluasi diri berupa
skor kompetensi dan sub kompetensi , dan saran rencanan pengembangan diri guru.
• hasil pengamatan asesor
berupa skor kompetensi dan perencanaan peningkatan
• Pelaporan
• hasil pengamatan kualitatif
Kompetensi 4
: Kegiatan Pembelajaran yang Mendidik
Pernyataan kompetensi
:
Guru menyusun dan melaksanakan rancangan pembelajaran yang mendidik secara lengkap. Guru melaksanakan kegiatan
pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Guru menyusun dan menggunakan berbagai mata pembelajaran dan sumber belajar sesuai dengan karakteristik peserta didik. Jika
relevan, guru memanfaatkan teknologi informasi komunikasi (TIK) untuk kepentingan pembelajaran.
INDIKATOR
1. Guru melaksanakan aktivitas pembelajaran sesuai dengan
rancangan yang telah disusun secara lengkap dan pelaksanaan aktivitas tersebut mengindikasikan bahwa guru mengerti
tentang tujuannya.
2. Guru melaksanakan aktivitas pembelajaran yang bertujuan untuk membantu proses belajar peserta didik, bukan untuk menguji sehingga membuat peserta didik merasa tertekan. 3. Guru mengkomunikasikan informasi baru (misalnya materi
tambahan) sesuai dengan usia dan tingkat kemampuan belajar peserta didik.
Proses Penilaian
Sebelum Pengamatan:
Mintalah RPP pada guru dan periksalah RPP tersebut.
1. Tanyakan tentang topik dan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan. Tanyakan apakah kemungkinan akan ada kesulitan dalam membahas topik tersebut untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
2. dsb.
Selama Pengamatan:
1. Amati apakah guru menyesuaikan kemampuan peserta untuk berkonsentrasi dalam menerima pelajaran sesuai dengan tingkat perkembangannya
2. Amati apakah semua kegiatan yang dilaksanakan dalam pembelajaran dapat membantu peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran
3. dsb.
Setelah pengamatan:
Mintalah guru untuk menjelaskan seberapa jauh tingkat keberhasilan dalam pembelajaran yang dilaksanakan, dan mengidentifikasikan bagian apa yang perlu diperbaiki.
-Laporan dan Evaluasi untuk
Kompetensi : ... (Jika ada, lampirkan dokumen/bukti tambahan sebagai pendukung)
Nama Guru
: ... ...
Nama Penilai
: ... ...
Sebelum Pengamatan
Tanggal
Dokumen/Bahan yang diperiksa
Catatan tanggapan penilai terhadap dokumen/bahan yang diperiksa dan tanggapan/jawaban guru terhadap pertanyaan penilai
Selama Pengamatan
Tanggal
Dokumen/Bahan yang diperiksa
Catatan penilai terhadap aktivitas/kegiatan guru
Tindak lanjut yang diperlukan
Setelah Pengamatan
Tanggal
Dokumen/Bahan yang diperiksa
Catatan penilai terhadap dokumen/bahan yang diperiksa dan tanggapan/jawaban guru terhadap pertanyaan yang diajukan oleh penilai
Pemantauan
Tanggal
Dokumen/Bahan yang diperiksa
Catatan penilai terhadap aktivitas/kegiatan guru selama pemantauan
LEMBAR OBSERVAS
I
(diskripsi) LEMBAR OBSERVAS
INDIKATOR KOMPETEN
Penilaian
Kompetensi ; ... ...
Indikator terpenuhTidak
i
1. Guru melaksanakan aktivitas pembelajaran sesuai dengan
rancangan yang telah disusun secara lengkap dan pelaksanaan aktivitas tersebut mengindikasikan bahwa guru mengerti tentang tujuannya. 2. Guru melaksanakan aktivitas
pembelajaran yang bertujuan untuk membantu proses belajar peserta didik, bukan untuk menguji sehingga membuat peserta didik merasa
tertekan. 3. dsb.
Total skor
Skor Maksimum (banyaknya indikator x 2)
Persentase (total skor/skor maksimum x 100%)
Nilai (0 % < X ≤ 25 % = 1; 25 % <X ≤ 50 % = 2;
Penilaian Komptensi : Mengenal karakteristik peserta didik (Kompetensi 1)
Indikator Skor
1. Guru dapat mengidentifikasi karakteristik
belajar setiap peserta didik di kelasnya. 0 1 2 2. Guru memastikan bahwa semua peserta didik
mendapatkan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan
pembelajaran.
0 1 2
3. Guru dapat mengatur kelas untuk memberikan kesempatan belajar yang sama pada semua
peserta didik dengan kelainan fisik dan kemampuan belajar yang berbeda.
0 1 2
4. Guru mencoba mengetahui penyebab
penyimpangan perilaku peserta didik untuk mencegah agar perilaku tersebut tidak
merugikan peserta didik lainnya.
0 1 2
5. Guru membantu mengembangkan potensi dan
mengatasi kekurangan peserta didik. 0 1 2 6. Guru memperhatikan peserta didik dengan
kelemahan fisik tertentu agar dapat mengikuti aktivitas pembelajaran, sehingga peserta didik tersebut tidak termarginalkan (tersisihkan,
diolok-olok, minder, dsb.).
0 1 2
Total skor yang diperoleh 1 + 2 + 2 + 0 + 0 + 2 = 7
Skor Maksimum Kompetensi =banyaknya indikator
dikalikan dengan skor tertinggi 6 x 2 = 12 Prosentase skor kompetensi = total skor yang
diperoleh dibagi dengan Skor Maksimum Kompetensi dikalikan dengan 100%
7/12 x 100% = nilainya 3
Nilai per kompetensi
Nilai per kompetensi
Nilai total yang diperoleh untuk kompetensi tersebut
Nilai tertinggi untuk kompetensi tersebut
X
100%
0% < X ≤ 25% = 1 25%
<X ≤ 50% = 2
NO K O M P E T E N S I NILAI *)
A. Pedagogik
1. Menguasai karakteristik peserta didik 3
2. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik 2
3. Pengembangan kurikulum 2
4. Kegiatan pembelajaran yang mendidik 4
5. Pengembangan potensi peserta didik 3
6. Komunikasi dengan peserta didik 2
7. Penilaian dan evaluasi 3
B. Kepribadian
8. Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial dan kebudayaan nasional 3
9. Menunjukkan pribadi yang dewasa dan teladan 2
10. Etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru 1 C. Sosial
11. Bersikap inklusif, bertindak obyektif, serta tidak diskriminatif 4
12. Komunikasi dengan sesama guru, tenaga kependidikan, orang tua, peserta didik, dan masyarakat
3
D. Profesional
13.
Penguasaan materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang
diampu 4
14. Mengembangkan keprofesionalan melalui tindakan yang reflektif 2
Jumlah (Hasil penilaian kinerja guru) 38
Kriteria Nilai
Kompetensi 1 1
Kompetensi 2 2
Kompetensi 3 3
Kompetensi 4 3
Kompetensi 5 4
Kompetensi 6 2
Kompetensi 7 2
Kompetensi 8 3
Kompetensi 9 4
Kompetensi 10 4
Kompetensi 11 1
Kompetensi 12 3
Kompetensi 13 2
Kompetensi 14 4
Nilai PKG Min 14 – Max 56
Kriteria Nilai
Kompetensi 1 3
Kompetensi 2 1
Kompetensi 3 2
Kompetensi 4 4
Kompetensi 5 3
Kompetensi 6 3
Kompetensi 7 1
Kompetensi 8 2
Kompetensi 9 4
Kompetensi 10 3 Kompetensi 11 2 Kompetensi 12 1
………. 3
Kompetensi 17 2
Nilai PKG Min 17 – Max 68
91
100
Amat
baik
76
90
Baik
61
75
Cukup
51
60
Sedang
≤50
Kurang
Permennegpan & RB No.16/2009
Nilai PKG Pembelajar
an
KONVERSI NILAI KINERJA
Nilai PKG BK/Konselor
125%
100%
75%
50%
25%
dari jumlah angka kredit yang dibutuhkan per tahun
Untuk nilai PK =38,
maka
Nilai PK (skala 100)
= 38/56 x 100 = 68
91
100
Amat
baik
76
90
Baik
61
75
Cukup
51
60
Sedang
≤50
Kurang
51
56
42
50
34
41
28
33
≤27
62
68
52
61
41
51
34
40
≤33
Permennegpan & RB No.16/2009
Nilai PKG Pembelajar
an
KONVERSI NILAI KINERJA
Nilai PKG BK/Konselor
125%
100%
75%
50%
25%
50
Unsur
utama
≥
90%
45
Pendidikan
38
Penilaian
kinerja
Kegiatan Pembelajaran dan Tugas Tambahan
PKB
Publikasi/
karya inovatif
4
Wajib
Pengembangan
diri
3
Unsur penunjang
≤
10%
5
KEBUTUHAN ANGKA KREDIT
(Guru Pertama III/b ke Guru Muda III/c)
Optional
ANGKA KREDIT AKHIR TAHUN
dari
Penilaian Kinerja
Amat baik
{38×(24/24)×125%}/4
11,675
Baik
{38×(24/24)×100%}/4
9,50
Cukup
{38×(24/24)×75%}/4
7,125
Sedang
{38×(24/24)×50%}/4
4,75
Kurang
{38×(24/24)×25%}/4
2,375
38
Bagi Guru Pertama
Gol III/b
dengan predikat:
……….., ………..
Guru yang dinilai
Penilai
Kepala Sekolah
(………) (………) (………)
FORMAT PENGHITUNGAN ANGKA KREDIT PK GURU
Konversi nilai PK GURU (Pembelajaran) ke dalam skala 0 – 100 sesuai Permenneg PAN & RM No. 16 Tahun 2009 dengan menggunakan rumus;
68
Berdasarkan hasil konversi ke dalam skala nilai sesuai dengan peraturan
tersebut, selanjutnya ditetapkan sebutan dan prosentase angka kreditnya Cukup Perolehan angka kredit (pembelajaran) yang dihitung berdasarkan rumus
Angka Kredit per tahun = (AKK – AKPKB – AKP) x (JM/JWM) x NPK 4
50 – (3+4) – 5 x 24/24 x 75%/ 4
{38×(24/24)×75%}/4
7,125 100
tertinggi GURU
PK Nilai
GURU PK
Nilai (100)
GURU PK
Nilai
JENJANG JABATAN FUNGSIONAL GURU
(Permenneg PAN & RB No.16/2009, pasal 17)
Guru
Penata Muda, IIIa
Penata Muda Tingkat I, IIIb
Penata, IIIc
Penata Tingkat I, IIId
Pembina, IVa
Pembina Tingkat I, IVb
Pembina Utama Muda, IVc
Pembina Utama Madya, IVd
Pembina Utama, IVe
100
Kebutuhan Angka Kredit Kumulatif (AKK) , PKB (AKPKB), dan Unsur Penunjang (AKP) untuk kenaikan pangkat dan jabatan
Kebutuhan Angka Kredit Kumulatif (AKK) , PKB (AKPKB),
dan Unsur Penunjang (AKP) untuk kenaikan pangkat dan jabatan
AKK
AKPKB
AKP
Simulasi
(
untuk kenaikan pangkat Guru Muda dari III/b ke III/c)
Bila guru berkinerja
“
cukup
”
a. Angka kredit pembelajaran dalam 4 tahun = 4 x 7,125 = 28.5
b. Angka kredit dari publikasi/karya inovatif dalam 4 tahun = 4
c. Angka kredit pengembangan diri dalam 4 tahun = 3
d. Angka kredit dari unsur penunjang = 5
Total angka kredit 4 tahun
Simulasi
(
untuk kenaikan pangkat Guru Muda dari III/b ke III/c)
Bila guru berkinerja
“
cukup
”
Dapat naik pangkat dalam 5 tahun?
a. Angka kredit pembelajaran dalam 5 tahun = 5 x 7,125 = 35,615
b. Angka kredit dari publikasi/karya inovatif dalam 5 tahun = 4
c. Angka kredit pengembangan diri dalam 5 tahun = 3
d. Angka kredit dari unsur penunjang dalam 5 tahun = 5
Total angka kredit 5 tahun
Contoh:
Budiman, S.Pd. adalah guru Bahasa Indonesia dengan jabatan Guru
Pertama pangkat dan golongan ruang Penata Muda III/a TMT 1 April 2012. Budiman, S.Pd. yang mengajar 24 jam tatap muka dan telah mengikuti PK GURU pada Desember 2012 mendapat nilai 50. Maka untuk menghitung angka kredit yang diperoleh oleh Budiman, S.Pd. dalam tahun tersebut digunakan langkah-langkah perhitungan sebagai berikut.
1) Konversi hasil PK GURU ke skala nilai 0 – 100 sesuai Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 dengan menggunakan formula matematika berikut:
Keterangan:
• Nilai PKG skala 100 adalah nilai PK Guru Kelas/Mata Pelajaran atau Bimbingan dan Konseling/Konselor dalam skala 0 - 100 menurut Peraturan Menteri Negara
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009. • Nilai PKG adalah nilai PK GURU Kelas/Mata Pelajaran atau Bimbingan dan
Konseling/Konselor yang diperoleh dalam proses PK GURU sebelum diubah ke dalam skala 0 – 100 menurut Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009.
• Nilai PKG Tertinggi adalah nilai tertinggi PK GURU yang dapat dicapai, yaitu
56 (=14 x 4) bagi PK GURU Kelas/Mata Pelajaran (14 kompetensi), dan 68 (=17 x 4) bagi PK Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor (17 kompetensi).
2) Berdasarkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 16 Tahun 2009,
nilai 89 berada dalam rentang 76 – 90, sehingga Budiman,
S.Pd. memperoleh nilai “Baik” (100%).
3) Bila Budiman, S.Pd. mengajar 24 jam per minggu maka
berdasarkan rumus tersebut angka kredit yang diperoleh
Budiman, S.Pd. untuk subunsur pembelajaran pada tahun
2012 (dalam periode 1 tahun) adalah:
Angka Kredit satu tahun = (AKK – AKPKB – AKP) x (JM/JWM) x NPK
4
4) Angka kredit yang diperoleh Budiman, S.Pd. selama tahun 2012 adalah 10.5 per tahun. Apabila Budiman, S.Pd. memperoleh nilai kinerja tetap “Baik”, selama 4 tahun, maka angka kredit untuk unsur pembelajaran yang dikumpulkan adalah 10.5 x 4 = 42.
5) Apabila Budiman, S.Pd. melaksanakan kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dan memperoleh 3 angka kredit dari
GURU DENGAN TUGAS TAMBAHAN
•
Angka kredit
kinerja pembelajaran
Hasil konversi kinerja pembelajaran ke angka kredit menurut skala Permenegpan & RB 16/2009
=
X
•
Angka kredit kinerja tugas tambahan
=
Y
•
Kepala bengkel = 50%
X
+ 50%
Y
•
Kepala perpustakaan = 50%
X
+ 50%
Y
•
Kepala laboratorium = 50%
X
+ 50%
Y
•
Wakil kepala sekolah = 50%
X
+ 50%
Y
ANGKA KREDIT
(guru dengan tugas tambahan)
S A N K S I
(pelanggaran terhadap Permenneg PAN 7 RB No.16/2009
1. Guru yang tidak dapat memenuhi kewajibannya tugas utama,
beban mengajar (24 – 40 jam tatap muka atau membimbing
150 – 250 konseli), dan tidak mendapat pengecualian dari
Menteri Pendidikan Nasional dihilangkan haknya untuk
mendapat tunjangan profesi, tunjangan fungsional, dan
maslahat tambahan.
2. Guru yang terbukti memperoleh penetapan angka kredit
(PAK) dengan cara melawan hukum diberhentikan sebagai
Guru dan wajib mengembalikan seluruh tunjangan profesi,
tunjangan fungsional, dan penghargaan sebagai Guru yang
pernah diterima setelah yang bersangkutan memperoleh dan
mempergunakan penetapan angka kredit (PAK) tersebut.
Catatan tentang:
PERMENDIKNASNOMOR 35 TAHUN 2010 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL GURU DAN ANGKA KREDITNYA
Pasal 2
(1) Guru yang tidak dapat memenuhi kinerja yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat dan jabatan, padahal yang bersangkutan telah diikutsertakan dalam
pembinaan pengembangan keprofesian, beban kerjanya dikurangi sehingga kurang dari 24 (dua puluh empat) jam tatap muka atau dianggap melaksanakan beban kerja kurang dari 24 (dua puluh empat) jam tatap muka.
(2) Guru yang mempunyai kinerja rendah wajib mengikuti pembinaan pengembangan keprofesian berkelanjutan.
(3) Guru sebagaimana dimaksud pada ayat (2), apabila telah dapat menunjukkan kinerja baik, diberi beban kerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Pasal 3
Perangkat pelaksanaan jabatan fungsional guru dan angka kreditnya diselesaikan paling lambat tanggal 31 Desember 2012.
Pasal 4