• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PRAKTIKUM LARUTAN “Kenaikan Titik Didih ”

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "LAPORAN PRAKTIKUM LARUTAN “Kenaikan Titik Didih ”"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

I. Pendahuluan

Pendahuluan menjelaskan tentang pentingnya titik didih dalam larutan dan bagaimana titik didih dipengaruhi oleh jenis zat terlarut, konsentrasi larutan, serta sifat elektrolit dan non elektrolit dari zat terlarut. Penjelasan ini memberikan konteks untuk percobaan yang dilakukan, yang bertujuan untuk membuktikan pengaruh ketiga faktor tersebut terhadap kenaikan titik didih larutan. Dengan memahami latar belakang ini, pembaca dapat lebih menghargai tujuan dan hasil dari percobaan yang dilakukan.

1.1. Latar Belakang

Latar belakang menjelaskan bahwa titik didih adalah suhu di mana tekanan uap cairan sama dengan tekanan atmosfer. Penjelasan ini mencakup bagaimana zat terlarut dapat mempengaruhi titik didih, baik yang bersifat volatile maupun non volatile. Kenaikan titik didih larutan dipengaruhi oleh jenis zat terlarut dan konsentrasi larutan, yang menjadi fokus utama percobaan ini.

1.2. Rumusan Masalah

Rumusan masalah mengidentifikasi tiga pertanyaan utama yang akan dijawab melalui percobaan ini. Pertanyaan tersebut mencakup pengaruh jenis zat terlarut terhadap kenaikan titik didih, hubungan antara konsentrasi larutan dan kenaikan titik didih, serta perbandingan antara larutan elektrolit dan non elektrolit dalam konteks kenaikan titik didih.

1.3. Tujuan Percobaan

Tujuan percobaan ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh jenis zat terlarut, konsentrasi larutan, dan sifat elektrolit/non elektrolit terhadap kenaikan titik didih. Dengan tujuan ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi titik didih larutan.

1.4. Hipotesis

Hipotesis yang diajukan mencakup prediksi bahwa zat terlarut non volatile akan menyebabkan kenaikan titik didih, sedangkan zat terlarut volatile tidak akan. Selain itu, hipotesis juga menyatakan bahwa semakin tinggi konsentrasi zat terlarut, semakin besar kenaikan titik didih, dan larutan elektrolit akan memiliki kenaikan titik didih yang lebih besar dibandingkan larutan non elektrolit.

1.5. Manfaat

Manfaat dari percobaan ini adalah untuk memberikan bukti empiris mengenai pengaruh jenis zat terlarut dan konsentrasi larutan terhadap kenaikan titik didih. Hasil percobaan ini diharapkan dapat menambah pemahaman tentang sifat koligatif larutan dan aplikasinya dalam bidang kimia.

II. Kajian Teori

Kajian teori membahas konsep dasar mengenai kenaikan titik didih dan hukum Raoult. Penjelasan ini penting untuk memberikan landasan ilmiah bagi percobaan yang dilakukan. Dengan memahami teori di balik fenomena yang diamati, pembaca dapat lebih memahami hasil yang diperoleh dan relevansinya dalam konteks kimia.

2.1. Kenaikan Titik Didih

Kenaikan titik didih adalah fenomena di mana titik didih larutan lebih tinggi dibandingkan dengan pelarut murni. Hal ini disebabkan oleh adanya zat terlarut yang mengurangi tekanan uap pelarut, sehingga diperlukan suhu yang lebih tinggi untuk mencapai titik didih. Penjelasan ini mencakup sifat koligatif larutan yang bergantung pada jumlah partikel zat terlarut.

2.2. Hukum Raoult

Hukum Raoult menyatakan bahwa kenaikan titik didih larutan berbanding lurus dengan konsentrasi zat terlarut. Persamaan yang dihasilkan dari hukum ini menunjukkan bahwa kenaikan titik didih dapat dihitung berdasarkan konsentrasi molal zat terlarut dan tetapan kenaikan titik didih pelarut. Penjelasan ini memberikan dasar untuk analisis data percobaan.

III. Metode Percobaan

Metode percobaan menjelaskan langkah-langkah yang diambil untuk menguji hipotesis yang diajukan. Penjelasan ini mencakup alat dan bahan yang digunakan, variabel yang diukur, serta prosedur yang diikuti. Dengan memahami metode ini, pembaca dapat menilai validitas dan reliabilitas hasil percobaan.

3.1. Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini mencakup gelas kimia, termometer, pembakar spiritus, dan zat terlarut seperti NaCl dan gula pasir. Daftar ini penting untuk memastikan bahwa percobaan dapat dilakukan dengan tepat dan hasil yang diperoleh dapat diulang oleh peneliti lain.

3.2. Variabel yang Digunakan

Variabel yang digunakan dalam percobaan ini dibagi menjadi variabel kontrol, manipulasi, dan respon. Variabel kontrol adalah jenis pelarut yang digunakan, sedangkan variabel manipulasi mencakup jenis dan konsentrasi zat terlarut. Variabel respon adalah suhu dan waktu yang diukur selama percobaan.

3.3. Alur Percobaan

Alur percobaan menjelaskan langkah-langkah yang diambil untuk menguji pengaruh jenis zat terlarut dan konsentrasi larutan terhadap kenaikan titik didih. Prosedur ini mencakup pemanasan larutan dan pengukuran suhu pada interval waktu tertentu untuk mendapatkan data yang diperlukan.

3.4. Langkah Percobaan

Langkah percobaan merinci prosedur spesifik yang diikuti, termasuk persiapan alat dan bahan, pemanasan larutan, dan pencatatan hasil. Detail ini penting untuk memastikan bahwa percobaan dilakukan dengan konsisten dan hasil yang diperoleh dapat diandalkan.

IV. Data dan Analisis

Bagian ini menyajikan data yang diperoleh dari percobaan serta analisis terhadap data tersebut. Penyajian data dalam bentuk tabel memudahkan pembaca untuk memahami hasil yang diperoleh dan membandingkannya dengan teori yang ada. Analisis ini juga mencakup diskusi mengenai ketidaksesuaian antara hasil percobaan dan teori.

4.1. Data

Data yang diperoleh dari percobaan disajikan dalam tabel yang menunjukkan suhu pada berbagai kondisi larutan. Tabel ini mencakup hasil pengukuran suhu untuk larutan dengan berbagai jenis dan konsentrasi zat terlarut, memberikan gambaran yang jelas tentang pengaruh masing-masing faktor terhadap kenaikan titik didih.

4.2. Analisis

Analisis data menunjukkan bahwa kenaikan titik didih larutan bervariasi tergantung pada jenis dan konsentrasi zat terlarut. Hasil percobaan menunjukkan bahwa larutan elektrolit memiliki titik didih yang lebih tinggi dibandingkan larutan non elektrolit, meskipun terdapat beberapa ketidaksesuaian dengan teori yang ada.

4.3. Pembahasan

Pembahasan mengaitkan hasil percobaan dengan teori yang ada, menjelaskan perbedaan antara hasil percobaan dan perhitungan teoritis. Diskusi ini mencakup faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil, seperti kesalahan pengukuran dan kondisi lingkungan selama percobaan.

V. Penutup

Bagian penutup menyimpulkan temuan dari percobaan dan memberikan saran untuk penelitian selanjutnya. Kesimpulan ini penting untuk merangkum hasil yang diperoleh dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan di masa mendatang.

5.1. Kesimpulan

Kesimpulan dari percobaan ini menegaskan bahwa kenaikan titik didih dipengaruhi oleh jenis zat terlarut, konsentrasi larutan, dan sifat elektrolit/non elektrolit. Hasil percobaan menunjukkan bahwa larutan elektrolit memiliki kenaikan titik didih yang lebih besar dibandingkan larutan non elektrolit.

5.2. Saran

Saran untuk percobaan ini mencakup pentingnya ketelitian dalam pengukuran dan pengendalian kondisi percobaan. Disarankan agar praktikan lebih memperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil, seperti kestabilan suhu dan konsentrasi zat terlarut yang digunakan.

Referensi Dokumen

  • Kenaikan Titik Didih ( Anonim )
  • Kenaikan Titik Didih ( Anonim )
  • Kimia 3: Untuk SMA/M Kelas XII ( Harnanto, Ari, Ruminten )

Gambar

Gambar diagram tekanan suhu untuk titik didih dan titik beku dari pelarut dan
Tabel 2. Hasil perhitungan kenaikan titik didih.
Tabel 3. Perbandingan hasil percobaan dan perhitungan
Gambar 1.Gambar 2.
+3

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini yang berjudul “ Implementasi Strategi Pembelajaran Intertekstual pada Submateri Pokok Kenaikan Titik Didih Larutan SMA Kelas XII” bertujuan untuk

Menurut hokum Roult, besarnya penurunan tekanan uap larutan, kenaikan titik didih, dan penurunan titik bekularutan yang mengandung zat terlarut tidak mudah menguap dan tidak

Dengan mengeplotkan antara titik didih dari larutan pada y-axis dan titik didih dari pelarut pada x-axis pada tekanan yang sama, dan mencari titik didih tersebut pada tekanan

Instrumen ini digunakan pada tahap uji coba lapangan untuk menguji apakah konstruksi instrumen asesmen kinerja peserta didik pada praktikum kenaikan titik didih dan penurunan titik

Menurut pendidik kimia di SMAN 1 Sumberejo terhadap aspek konstruksi yaitu produk instrumen asesmen kinerja praktikum kenaikan titik didih dan penurunan titik beku

Jika ke dalam suatu pelarut dilarutkan suatu zat terlarut, titik didih larutan yang terbentuk akan lebih tinggi daripada titik didih pelarut murni. Untuk zat terlarut elektrolit

Pada setiap suhu, suatu larutan memiliki tekanan uap yang lebih rendah daripada pelarut murninya, akibatnya suatu larutan akan memiliki titik didih yang lebih tinggi dari

Dalam percobaan ini hasil yang didapatkan tidak sesuai dengan teori yang ada, hal ini disebabkan pengaruh tekanan terhadap titik didih ( tekanan yang