Nadhira (1230213)
Persamaan Gender dalam Psikologi
1. Definisi dan pengertian tentang gender ?
- Menurut para ahli :
· Perbedaan budaya dan sosial dibangun antara laki-laki dan perempuan
(seperti yang ditunjukkan oleh istilah-istilah seperti 'gender urusan' dan 'politik gender') yang bervariasi dari satu tempat ke tempat dan waktu ke waktu.
· Gender adalah proses konstruksi dengan kategori sosial tertentu.
· "Jender ditentukan secara sosial, melainkan arti sosial ditugaskan
untuk pria dan wanita. [Hesse-Biber, S. dan Carger, GL, 2000]
· "Gender digunakan untuk menjelaskan karakteristik perempuan dan
laki-laki, yang secara sosial dibangun. Orang dilahirkan perempuan atau laki, tetapi belajar menjadi anak perempuan dan anak laki-laki yang tumbuh menjadi perempuan dan laki-laki-laki-laki. Ini perilaku yang dipelajari membentuk identitas gender dan menentukan peran gender " [World Health Organization, 2002]
· "Gender adalah pembagian orang ke dalam dua kategori," pria "dan"
perempuan. "Melalui interaksi dengan pengasuh, sosialisasi di masa kanak-kanak, tekanan sebaya pada masa remaja, dan bekerja gender dan peran keluarga perempuan dan laki-laki secara sosial dibangun untuk berbeda dalam perilaku , sikap, dan emosi. Tatanan sosial berdasarkan gender dan mempertahankan perbedaan-perbedaan "(Borgatta, EF dan Montgomery, RJV, 2000, hal 1057).
· Sebagai 'hubungan antara pria dan wanita, baik persepsi dan
material, dan tidak ditentukan secara biologis, sebagai akibat dari karakteristik seksual baik perempuan atau laki-laki, tetapi dibangun secara sosial. Ini adalah prinsip yang mengatur pusat masyarakat, dan sering mengatur proses produksi dan reproduksi, konsumsi dan distribusi '(FAO, 1997).
Nadhira (1230213) meningkatkan mutu pendidikan dalam kompenen yang lebih khusus seperti sekolah, tenaga pengajar yang kompeten sangat dibutuhkan, tapi selain kompeten, pengajar juga harus memiliki pemahaman akan anak-anak [hubungan kedekatan] sehingga dapat membantu setiap anak untuk lebih bereksplorasi karena merasa diperhatikan, dalam hal ini Perempuan memiliki peranan tersebut.
Perempuan yang berprofesi sebagai guru, memiliki pemahaman dan kedekatan yang lebih intens dengan anak-anak karena memiliki naluri keibuan.
Disinilah letak wawasan Gender dimunculkan, dimana perempuan dan laki-laki memiliki kesetaran dan mampu menempati peran-perannya dalam pembangunan.
Guru merupakan profesi yang layak bagi perempuan, tapi juga layak bagi laki-laki, kedua-duanya memiliki kesetaraan, namun ada yang dipandang lebih baik dan tidak.
Laki-laki juga akan dipandang lebih baik pada sector pembangunan lainnya dibanding perempuan, tetapi keduanya sama-sama memiliki hak yang sama dalam berpartisipasi pada bidang tersebut
Wawasan gender sangat diperlukan dalam pembangunan, untuk teknik analisis gender, yaitu merupakan sarana untuk mengidentifikasi potensi dan kebutuhan pria dan wanita,
Kenapa? Karena saat potensi pria dan wanita telah diidentifikasi, maka dalam proses pembangunan akan terjadi ketepatan dalam penempatan peran gender itu sendiri, seperti pada contoh diatas, bahwa penempatan wanita dalam profesi guru merupakan suatu penentuan pada potensi yang dimiliki oleh wanita dalam mengajar dan kedekatannya dengan anak-anak yang bersifat alamiah sehingga pembanguanan dapat berjalan optimal.
3. Uraikan pandangan berbagai aliran tentang teori psikologi wanita :
Nadhira (1230213)
- pandangan Sigmund Freud tentang perempuan memicu kontroversi selama
masa sendiri dan terus menimbulkan perdebatan hari ini. Menurut Freud "Perempuan menentang perubahan, menerima pasif, dan menambahkan marah pada ibunya, dan lebih berotientasi pada ayahnya]
Pandangan ini sangat ditentang oleh berbagai tokoh wanita yang merasa direndahkan.
Selain penis envy, Freud juga menerapkan konsep Oedipus complex.
Freud juga menunjukan konsepnya tentang hysteria.
sendiri, melalui kutipan dalam bukunya “kau tak lahir sebagai wanita, tetapi dibuat sebagai wanita”
Bukunya yang berjudul The Second Sex, merupakan kontribusi besar dalam filsafat, the second sex mengungkapkan tentang bagaimana perempuan
Teorinya menjadi kurang akurat dan mengabaikan pembawaan wanita dalam berkeluarga dan tugas kehidupan.
- Sedangkan menurut Mead, pribadi wanita terbentuk dari hasil budaya.
Mead menemukan pola yang berbeda dari perilaku laki-laki dan perempuan di masing-masing kebudayaan yang ia pelajari,
Nadhira (1230213)
c. Humanistik [B. Fredan] terutama tentang :
- The second stage
Mempertanyakan: mampukah perempuan memenuhi 2 standar kesempurnaan:
Satu standar yg ditentukan di tempat kerja oleh laki2 tradisional yg mempunyai istri yg memenuhi segala kebutuhannya di luar tempat kerja, dan
The Second Stage mendorong –baik laik2 maupun perempuan- utk bekerja sama menuju masa depan yg ANDROGINI, yaitu mengombinasikan sifat sebagai ibu rumah tangga, yang memiliki aktifitas yang terbatas hanya pada mengurus suami dan anak-anak, mereka merasa dirinya harus puas dengan keadaan namun kenyataannya keadaan itu tidak memuaskan bagi mereaka.
aktifitas yang monoton membuat para ibu rumah tangga merasa tidak melakukan sesuatu yang mereka inginkan, dengan kemampuan yang mereka miliki.
Banyak wanita yang memendam mimpinya, dan akhirnya hanya menjadi ibu rumah tangga, sangat diharapkan, seorang wanita selain menjadi istri dan ibu bagi anak-anaknya juga dapat memainkan peran sosialnya, dan menjadi dirinya sendri sehingga tidak muncul frustasi yang dipendam.
- Aktualisasi-diri wanita
Nadhira (1230213) Pengaktualisian diri pada wanita, sekaligus akan membantu wanita untuk lebih menata kehidupannya dan tidak membatasi wanita untuk memiliki impian, dan harapan yang besar, menjadi diri sendiri dan memulai sesuatu yang dapat bermanfaat bagi dirinya maupun budaya serta pembangunan yang ada.
Sehingga bukan hanya menguntungkan pribadi wanita itu saja melainkan membantu
perkembangan banyak aspek lainnya.
Aktualisasi diri pada wanita juga bertujuan untuk membangkitkan dan menampilakan potensi yang ada dalam diri seorang wanita.
- Sharing & Shared Parenting
Shared Parenting, ditujukan agar dalam sebuah kelurga diharapakan dapat saling berbagi, baik itu antara ayah, ibu dan anak-anaknya.
Hal ini bukan hanya, menitik beratkan peran ibu [wanita] dalam keluarga seolah-olah semua urusan rumah tangga merupakan tanggung jawab wanita dalam hal ini ibu.
Diharapkan tanggung jawab dalam keluarga dapat diseimbangkan atara ayah dan ibu, ibu [wanita] diberi kesempatan untuk mengaktualisaikan potensi yang ada, kemitra sejajaran, dan tidak adanya ketergantungan anak pada ibunya [pola asuh], ayah [pria] juga diharapkan mampu mengasuh dan terlibat dalam aktifitas anak, agar terbentuklah keseimbangan dan juga terbentuk komunikasi yang efektif dalam keluarga.
4. Teori Androgini
a. Siapakah pencetusnya
Nadhira (1230213) Androgini berasal dari dua kata Yunani, namun kata ini muncul pertama kali sebagai sebuah kata majemuk dalam Yudaisme Rabinik. kemungkinan sekali sebagai alternatif untuk penggunaan istilah hermafrodit yang berkaitan dengan budaya kafir-Yunani. Namun data lain yang saya temukan dalam Online Etymology Dictionary , menyebutkan bahwa kata ini pertama kali muncul dalam bahasa Inggris pada 1552. Kemudian pada pemakainnya, kata ini terkadang sering disinonimkan dengan
transeksual.Dicetuskan oleh : June Singer, Heilburn, Ccolegrave, Bern.
b. Mengapa orang androgynous lebig sehat mentalnya ?
Karena orang androgynous, ingin melawan kecenderungan tradisional masyarakat yang hierakis dan bipolar dalam memandang dan menilai sifat maskulin dan feminin, yang bias gender itu.
Mereka dikatan lebih sehat mentalnya karena tidak menempatkan diri pada konsep bahwa wanita memiliki posisi lebih rendah dari pria, melainkan menyodongkan dirinya pada persamaan gender, bahwa setiap orang memiliki sifat maskulin dan feminine itu.sehingga tidak ada bias tersendiri pada salah satunya dan membuat pemikiran mereka jauh lebih relefan dan maju, tidak terkut terhadap kritik, dan tidak frustasi yang akhirnya memberikan bias pada pertumbuhan mental mereka.
c. Sumbangan pandangan tersebut bagi kesetaraan gender.
Seperti yang telah dikatakan, bahwa androgini adalah peran dan posisi yang sama antara feminine dan maskulin, sehingga pandangan ini sangat berpengaruh bagi kesetaraan gender, karena androgini tidak memandang secara tradiisional sifat feminine dan maskulin mereupakan sesuatu yang berbeda.
Dalam aritian kedua-duanya memiliki posisi yang sama [kesetaraan] dan dimiliki oleh setiap orang.
5. Apa pengaruh paternalistic pada kesetaraan gender ?
Pengaruh dari paternalistic sangat besar bagi kesetaraan gender, karena menempatkan wanita pada posisi bawahan, dan pria lebih dominan, hal ini jika disalah artikan atau mengalami kekeliruan persepsi dapat mengakibatkan penindasan bagi kaum perempuan, karena perempuan berada pada posisi bawahan, sehingga harus selalu patuh pada laki-laki.
Nadhira (1230213) Paternalistic menjadi hal yang diwajarkan jika berada pada budaya tertentu pula, dan akan berjalan selaras jika disertai dengan persepsi yang positif, tentang posisi yang dimaksudkan, bahwa perempuan dan laki-laki memiliki peran yang berbeda dan sewajarnya sehingga tidak terjadi hal yang semena-mena.
6. Bagaimana usaha keseimbangan budaya yang terjadi dalam keluarga, daerah kehidupan masing-masing ?