• Tidak ada hasil yang ditemukan

COVER LEMBAR PERSEMBAHAN RINGKASAN LEMBA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "COVER LEMBAR PERSEMBAHAN RINGKASAN LEMBA"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

COVER

LEMBAR PERSEMBAHAN RINGKASAN

LEMBAR PENGESAHAN LEMBAR PERNYATAAN RIWAYAT HIDUP

(2)

DAFTAR ISI

`

DAFTAR TABEL...2

DAFTAR GAMBAR...2

DAFTAR LAMPIRAN...2

1 PENDAHULUAN...2

1.1 Latar Belakang...2

1.2 Tujuan...2

2 METODE KAJIAN...2

2.1 Ruang Lingkup...2

2.2 Lokasi dan Waktu...2

2.3 Data dan Sumber Data...2

2.4 Pengumpulan Data...2

2.5 Metode Analisis...2

2.5.1 Aspek Pasar dan Pemasaran...2

2.5.2 Aspek Teknis dan Teknologi...2

2.5.3 Aspek Organisasi dan Manajemen...2

2.5.4 Aspek Financial...2

3 KERAGAAN PERUSAHAAN...2

3.1 Sejarah dan Perkembangan Perusahaan...2

3.2 Aspek Organisasi dan Manajemen Perusahaan...2

3.3 Aspek Sumber Daya Perusahaan...2

3.3.1 Karyawan...2

3.3.2 Pemilik Peralatan...2

3.3.3 Aspek Permodalan...2

3.4 Unit Bisnis...2

3.4.1 Pengadaan Input dan Peralatan...2

3.4.2 Teknis dan Teknologi Produksi...2

3.4.3 Pemasaran (4P)...2

4 KAJIAN PENGEMBANGAN BISNIS...2

4.1 Rumusan Ide Pengembangan Bisnis...2

4.2 Deskripsi Unit Bisnis...2

4.2.1 Deskripsi Produk...2

4.2.2 Deskripsi Proses Produksi...2

4.2.3 Deskripsi Pelanggan...2

4.2.4 Deskripsi Pemasaran...2

4.3 Rencana Pengembangan Bisnis...2

4.3.1 Perencanaan Pasar dan Pemasaran...2

4.3.2 Perencanaan Teknis dan Teknologi...2

4.3.3 Perencanaan Organisasi dan Manajemen...2

4.3.4 Perencanaan Aspek Sosial...2

4.3.5 Perencanaan Penanganan Limbah...2

4.3.6 Perencanaan Finansial...2

4.4 Tahapan Pengembangan Bisnis...2

5 KESIMPULAN DAN SARAN...2

(3)

5.2 Saran...2 DAFTAR PUSTAKA...3 LAMPIRAN...3

DAFTAR TABEL

DAFTAR GAMBAR

DAFTAR LAMPIRAN

1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Indonesia memiliki keanekaragaman sumber daya alam hayati yang sangat berlimpah dan beragam. Manusia pada dasarnya sangat bergantung pada hasil hutan dan segala hasil pertanian untuk kelangsungan hidup. Salah satu subsektor pertanian yang dapat memenuhi kebutuhan pangan Indonesia yaitu berasal dari hortikultura. Komoditas hortikultura yang terdiri dari tanaman buah-buahan, sayuran, tanaman hias dan tanaman obat telah lama dikenal dan dibudidayakan oleh petani bersamaan dengan pengembangan tanaman pangan lainnya.

Salah satu komoditas buah yang dikenal dan dibudidayakan oleh petani Indonesia yaitu stroberi. Tanaman stroberi sangat tergantung dengan cuaca, oleh karena itu tanaman stroberi tidak dapat dibudidayakan di sembarang tempat. Buah stroberi masuk ke Indonesia pada tahun 1990-an yaitu pada daerah Rancabali Bandung yang semakin berkembang pada seluruh kota di indonesia seperti Cianjur, Garut, Batu, dll.

(4)

mencapai 96%, kandungan zat gizi setiap 100 gram buah yang dikonsumsi dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1 Kandungan zat gizi yang terdapat dalam buah stroberi menurut zat gizi setiap 100 gr buah yang dikonsumsi

No Kandungan stroberi setiap 100 gram Nilai zat gizi

1 Air 92 gr

2 Energi 30 kkal

3 Protein 0,6 gr

4 Karbohidrat 7 gr

5 Serat 0,5 gr

6 Abu 0,4 gr

7 Kalsium 14 mg

8 Besi 0,4 mg

9 Magnesium 10 mg

10 Fosfor 19 mg

11 Kalium 166 mg

12 Natrium 1 mg

13 Zn, Cu, dan Mn < 0,5 mg

14 Vitamin C 56,7 mg

15 Lemak jenuh 0,02 mg

16 Lemak tidak jenuh monolipid 0,052 mg

17 Lemak tidak jenuh polilipid 0,186 mg

18 Kolesterol 0

19 Lipid (total) 0,4 gr

20 Fitosterol 12 mg

21 Asam amino 522 mg

Sumber : Balitjestro, Litbang Deptan.

Puncak Berry Farm merupakan perusahaan yang bergerak dalam usaha budidaya dan agrowisata buah stroberi. Usaha budidaya yang dijalankan oleh Puncak Berry Farm yaitu budidaya stroberi dan sayuran. Usaha yang diutamakan ataupun diprioritaskan adalah budidaya stroberi, yang kebanyakan dijual untuk memenuhi pelanggan wisatawan. Namun Puncak Berry Farm juga memiliki pelanggan seperti supermarket, minimarket, dan sebagainya. Puncak Berry Farm memasarkan produk ke supermarket ataupun minimarket sesuai dengan standar yang diminta oleh pasar. Pada Puncak Berry farm terdapat beberapa grade atau pembagian standar buah stroberi yaitu diantaranya stoberi grade A, B, C dan D (Deka). Grade A merupakan buah stroberi yang memiliki kualitas terbaik sedangkan grade D ataupun biasa disebutb Deka merupakan buah stroberi dengan keadaan 80% baik.

(5)

olahan yang menggunakan bahan baku utama stroberi seperti, dodol, selai, permen, manisan, sambal stroberi, kerupuk stroberi maupun olahan dalam bentuk perasa. Kerupuk merupakan salah satu olahan yang paling banyak dikembangakan pada industri kecil menengah, karena banyakanya masyarakat yang gemar mengkonsumsi kerupuk sebagai camilan ataupun sebagainya. Kerupuk merupakan camilan kering yang berasa gurih berbahan dasar tepung tapioka. Kebanyakan kerupuk berbahan dasar ikan ataupun udang, dengan seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi terdapat modifikasi inovatif terhadap kerupuk agar lebih menarik. Salah satu modifikasi inovatif yaitu dengan menggunakan bahan baku utama stroberi dalam pengolahan kerupuk. Produk kerupuk stroberi ini akan diberi nama kerupuk Pink agar menarik perhatian masyarakat untuk mencobanya. Kerupuk pink ini merupakan inovasi dari pengolahan stroberi yang tidak dimanfaatkan menjadi bentuk kerupuk yang dapat menjadi peluang usaha yang menguntungkan bagi perusahaan. Selain itu banyak riset yang menunjukkan bahwa buah stroberi sangat bermanfaat bagi kesehatan, oleh karena itu perusahaan Puncak Berry Farm perlu mendirikan unit usaha pengolahan kerupuk stroberi.

1.2 Tujuan

Tujuan penulisan Kajian Pengembangan bisnis ini adalah :

1. Merumuskan ide pengembangan bisnis pengolahan kerupuk stroberi 2. Mengkaji kelayakan Pengembangan unit bisnis berdasarkan Aspek

Finansial dan Aspek non Finansial

1.2.1 Merumuskan Ide Pengembangan Bisnis

Pada laporan ini akan dipaparkan asal mula ide pengembangan bisnis muncul, yaitu dimulai dengan menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal yang dimiliki oleh perusahaan serta melihat permasalahan yang ada di lapangan hingga munculnya ide pengembangan bisnis produk kerupuk stroberi melalui pemanfaatan buah afkir pada Puncak Berry Farm.

1.2.2 Mengkaji Kelayakan Pengembangan Unit Bisnis

Mengkaji kelayakan pengembangan unit bisnis yang diusulkan dari hasil perumusan ide pengembangan bisnis yaitu kajian pengembangan pengolahan stroberi menjadi kerupuk stroberi pada Perusahaan Puncak Berry Farm.

2 METODE KAJIAN 2.1 Ruang Lingkup

Kajian pengembangan bisnis ini menganalisis tentang pengolahan kerupuk stroberi dengan menggunakan buah stroberi afkir. Ruang lingkup pembahasan muali dari perumusan ide sampai pengujian kelayakan pengembangan bisnis yang akan dianlisis. Unit bisnis yang akan dilakukan dalam rencana kajian pengembangan bisnis ini meliputi deskripsi produk, deskripsi proses produksi, deskripsi pelanggan, dan deskripsi pemasaran.

(6)

atau tidak layak, yang meliputi analisis kelayakan finansial dan analisis kelayakan non finansial. Analisis kelayakan non finansial terdiri dari perencanaan pasar dan pemasaran, perencanaan teknis dan teknologi, perencanaan organisasi dan manajemen, dan perencanaan aspek sosial. Sedangkan analisis kelayakan non finansial adalah perhitungan kelayakan menggunakan analisis laporan laba rugi, analisis cash flow, dan analisis switching value.

2.2 Lokasi dan Waktu

Lokasi untuk pemerolehan data dalam menyusun Kajian Lingkungan Bisnis ini adalah pada perusahaan Puncak Berry Farm yang terletak di Jalan Mariwati, Cipanas-Puncak, Cianjur, Jawa Barat. Praktek kerja lapangan dilakukan dari tanggal 18 Februari sampai 14 Mei 2014.

2.3 Data dan Sumber Data

Data yang diperoleh dalam penulisan Kajian Lingkungan Bisnis ini menggunakan jenis data sekunder dan data primer. Data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung (asli) atau pertama yang diperoleh melalui praktek kerja lapang dengan mengamati kegiatan produksi dan pemasaran, mewawancarai pemilik perusahaan, kepala bagain setiap bidang, karyawan, pembeli, dan pemasok. Sedangkan data sekunder merupakan data yang sudah tersedia sehingga dapat diperoleh dengan lebih mudah dan cepat. Data sekunder diperoleh melalui searching di internet, perpustakaan, perusahaan-perusahaan, Biro Pusat Statistik, dan kantor-kantor pemerintah.

2.4 Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan melalui Praktik Kerja Lapangan pada perusahaan Puncak Berry Farm selama 3 bulan. Data yang dikumpulkan yaitu berupa data sekunder dan data primer yaitu aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan tekologi, aspek lingkungan, aspek manajemen, aspek sosial dan aspek finansial. Pengumpulan data-data tersebut dilakukan untuk menganalisis kelayakan rencana bisnis layak atau tidak layak bisnis tersebut untuk dijalankan atau dikembangkan oleh perusahaan.

2.5 Metode Analisis

(7)

2.5.1 Aspek Pasar dan Pemasaran

Aspek pasar merupakan perkiraan dan peramalan dari pasar potensial. Dalam melakukan kegiatan pemasaran dibutuhkan strategi pemasaran yang terencana untuk memasuki pasar yang telah ada maupun yang baru. Sistem pemasaran yang digunakan mencakup bauran pemasaran yaitu sekumpulan alat pemasaran yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan pemasarannya dalam pasar sasaran (Kotler,2005). Bauran pemasaran tersebut meliputi produk (product), harga (price), tempat (place), dan promosi (promotion). Strategi yang digunakan dalam aspek pemasaran adalah segmentasi pasar (segmentation), target pasar (targetting), dan penempatan produk (positionning).

2.5.2 Aspek Teknis dan Teknologi

Aspek teknis dan teknologi perlu diperhatikan bagi perusahaan agar dapat mengetahui apakah penggunaan input produksi, proses produksi, lokasi proyek, serta penggunaan teknologinya telah layak diterapkan di perusahaan, sehingga menghasilkan produk yang berkualitas. Selain itu, hal yang perlu diperhatikan untuk mencapai keuntungan yang optimal adalah batasan permintaan, jumlah adn kemampuan pengelola proses produksi, serta kemungkinan adanya perubahan teknologi. Diharapkan perusahaan dapat mengelola sumberdaya secara efisien dengan teknologi yang tepat.

2.5.3 Aspek Organisasi dan Manajemen

Manajemen merupakan hal yang penting dalam menjalankan atau mengembangkan suatu usaha. Sebuah manajemen yang baik akan sangat berpengaruh terhadap jalannya usaha ataupun keberhasilan terhadap usaha tersebut. Aspek organisasi dan manajemen harus diperhatikan dengan baikkarena berfungsi untuk mengetahui siapa yang akan melaksanakan kegiatan tersebut sesuai dengan tugas dan wewenangnya masing-masing agar kegiatan dapat berjalan dengan sebagaimana mestinya demi tercapainya tujuan perusahaan. Dalam perencanaan bisnis, aspek ini berperan secara terus-menerus bagi kelangsungan usaha dan memiliki peran penting dalam mengkoordinasikan suatu usaha guna mendapatkan manfaat sebesar-besarnya bagi suatu individu atau perusahaan. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan pada aspek ini yaitu memperhatikan bentuk organisasi yang dipilih, struktur organisasi, deskripsi masing-masing jabatan, jumlah tenaga kerja, serta anggota-anggota direksi dan tenaga ahli.

2.5.4 Aspek Financial

Aspek finansial atau keuangan digunakan untuk menyusun perkiraan dana yang dibutuhkan ataupun untuk menentukan kelayakan suatu usaha untuk dijalankan atau dikembangkan. Analisis yang dapat digunakan untuk mengkaji besarnya kemampuan kegiatan bisnis untuk memberikan keuntungan adalah :

1. Analisis laporan Laba Rugi

(8)

Rita, Dkk. 2010). Laporan laba rugi merupakan ringkasan dari empat jenis kegiatan dalam suatu bisnis yaitu :

a. Pendapatan dari penjualan produk barang atau jasa

Keterangan :

TR = Penerimaan Total (Total Revenue) (Rp) Py = Harga Output (Rp)

y = Output (Unit)

b. Beban produksi untuk mendapatkan barang atau jasa yang akan dijual

c. Beban yang timbul dalam memasarkan dan mendistribusikan produk atau jasa pada konsumen, serta yang berkaitan dengan beban administratif dan operasional.

d. Beban keuangan dalam menjalankan bisnis seperti beban bunga bank dan penyusutan investasi.

Keterangan :

TC = Total Biaya atau Total Cost (Rp)

TVC = Total Biaya Variabel atau Total Variable Cost (Rp) TFC = Total Biaya Tetap atau Total Fixed Cost (Rp)

Laba atau rugu dapat diperoleh dari selisih antara Total penerimaan dengan Total Biaya. Laba rugi dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

2. Cash Flow

Aliran penerimaan dan pengeluaran dikenal dengan istilah aliran kas (cash flow), yaitu aktivitas keuangan yang mempengaruhi posisi atau kondisi kas pada suatu periode tertentu. Cash flow disusun untuk menunjukkan perubahan kas selama satu periode tertentu serta memberikan alasan mengenai perubahan kas tersebut dengan menunjukkan dari mana sumber-sumber kas dan penggunaan-penggunaannya. Cash flow merupakan arus manfaat bersih sebagai hasil pengurangan arus biaya terhadap arus manfaat. Cash flow terdiri dari beberapa unsur yaitu inflow (arus penerimaan), outflow (arus pengeluaran), net benefit (manfaat bersih) dan manfaat bersih tambahan bila diperlukan (Nurmalina dkk, 2009). Indikator untuk mengukur kelayakan investasi juga diperlukan dalam pengembangan bisnis. Beberapa indikator tersebut adalah :

TR = Py . y

TC = TVC + TFC

(9)

a. Net Present Value (NPV)

Net present value atau nilai kini manfaat bersih adalah selisih antara total present value manfaat dengan total present value biaya selama umur bisnis.

Keterangan :

Bt = Manfaat pada tahun t Ct = Biaya pada tahun t t = Tahun kegiatan bisnis i = Tingkat suku bunga (%) n = Umur bisnis (tahun)

Suatu bisnis dinyatakan layak jika NPV lebih besar dari 0 (NPV>0) yang artinya bisnis menguntungkan atau memberikan manfaat. Dengan demikian jika suatu bisnis mempunyai NPV lebih kecil dari 0 (NPV<0) maka bisnis tersebut tidak layak untuk dijalankan (Nurmalina dkk, 2009).

b. Gross Benefit Cost Ratio

Gross B/C Ratio merupakan kriteria yang menggambarkan pengaruh dari adanya tambahan biaya terhadap tambahan manfaat yang diterima. Secara sistematis Gross B/C ratio dapat dirumuskan sebagai berikut :

Keterangan :

Bt = Manfaat pada tahun t Ct = Biaya pada tahun t t = Tahun ketiga bisnis i = Tingkat suku bunga (%) n = Umur bisnis (tahun)

Kriteria ini memberi pedoman bahwa bisnis layak untuk untuk dijalankan apabila Gross B/C ratio lebih besar dari 1. Bisnis tidak layak untuk dijalankan apabila lebih kecil dari 1 (Nurmalina, dkk, 2009).

c. Net Benefit Cost Ratio

Net Benefit Cost Ratio adalah rasio antara manfaat bersih yang bernilai positif dengan manfaat bersih yang bernilai negatif. Secara sistematis Net B/C Ratio dapat dirumuskan sebagai berikut :

NPV=

t=1

n

BtCt (1+i)t

Gross B/C=

t=1

n

Bt

(1+i)t

t=1

n

Ct

(10)

( Bt – Ct ) > 0

... ( Bt – Ct ) < 0

Keterangan :

Bt = Manfaat pada tahun t Ct = Biaya pada tahun t t = Tahun kegiatan bisnis i = Tingkat suku bunga (%) n = Umur bisnis (tahun)

Suatu bisnis atau kegiatan investasi dapat dikatakan layak bila Net B/ C lebih dari 1. Dikatakan tidak layak bila Net B/C lebih kecil dari 1 (Nurmalina, dkk, 2009).

d. International Rate of Return (IRR)

Kelayakan bisnis ang dinilai ndari seberapa besar pengembalian bisnis terhadap investasi yang ditanamkan. IRR adalah tingkat discount rate (DR) yang menghasilkan NPV sama dengan 0.

Keterangan :

i1 = Discount Rate yang menghasilkan NPV positif

i2 = Discount Rate yang menghasilkan NPV negatif NPV1 = NPV positif

NPV2 = NPV negatif

Besaran yang dihasilkan dari perhitungan ini adalah dalam satuan persentase (%). Sebuah bisnis dikatakan layak apabila IRR nya lebih besar dari Discount Rate (Nurmalina, dkk, 2009).

e. Payback Period (PP)

Metoda ini mencoba mengukur seberapa cepat investasi bisa kembali. Bisnis yang payback period-nya singkat atau cepat pengembaliannya termasuk kemungkinan besar akan dipilih (Nurmalina, dkk, 2009).

NPV=

t=1

n

BtCt (1+i)t

t=1

n

BtCt (1+i)t

IRR=i1+NPVNPV1

1−NPV2×(i2i1)

(11)

Keterangan :

I = Besaran biaya invesatasi yang diperlukan

Ab = Manfaat Bersih yang dapat diperoleh pada setiap tahunnya

3 KERAGAAN PERUSAHAAN

3.1 Sejarah dan Perkembangan Perusahaan

Puncak Berry Farm adalah usaha yang menghasilkan strawberry dan beberapa sayuran segar. Usaha ini memberikan kesempatan pada beberapa konsumen yang ingin memetik strawberry dan sayuran secara langsung di kebun, sehingga dikenal sebagai tempat wisata yang menjadi pilihan wisatawan baik wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Wisatawan asing yang berkunjung mayoritas berasal dari Arab. Para wisatawan mengenal tempat ini dengan nama SweetBerry Agrowisata. Usaha ini didirikan pada tahun 2007 oleh kelompok tani yang beranggotakan 5 orang yaitu Pak Heru, Pak Budiyanto, Pak Sugeng, Pak H. Erwin dan Pak Engkang. Ide bisnis ini berawal dari keinginan Pak Heru dan Pak Budiyanto untuk memiliki kebun strawberry sendiri, namun mereka memiliki kendala pada modal. Sehingga untuk mewujudkan keinginan tersebut mereka mencari investor untuk membantu permodalan pendirian perkebunan. Investor tersebut yaitu Pak Sugeng dan Pak Engkang, dan didirikanlah perkebunan stroberi seluas 1 ha. Enam bulan kemudian usaha ini menambah lahan seluas 1 ha yang terletak disebelah lahan sebelumnya dengan modal yang dibiayai oleh Pak Haji Erwin. Sehingga Puncak Berry Farm memiliki lahan seluas 2 ha. Namun pada Juli 2012 dilakukan penutupan lahan seluas 1 ha karena produktivitas stroberi yang buruk di lahan tersebut. Pada tahun 2013 perusahaan kembali membuka lahan baru di Puncak Resort karena melihat adanya peluang besar untuk agrowisata dan juga untuk membantu memenuhi kebutuhan stroberi di perusahaan.

Pemilihan stroberi sebagai komoditas yang diusahakan berdasarkan pada pengalaman Pak Heru yang pernah bekerja di perkebunan stroberi milik Mitra Berry Mandiri selama 16 tahun. Pak Heru juga dibantu oleh Pak Heri yang dulunya bekerja bersama di Mitra Berry mandiri. Usaha stroberi juga dipilih karena harganya yang relatif stabil dipasaran, dan besarnya daya tarik konsumen terhadap buah sroberi. Oleh karena itu perusahaan juga berbisnis dibidang agrowisata, pemetikan stroberi dengan paket-paket yang telah ditentukan perusahaan.

(12)

3.2 Aspek Organisasi dan Manajemen Perusahaan

Struktur organisasi di Puncak Berry Farm merupakan struktur organisasi fungsional karena penyusunan struktur organisasinya berdasarkan pada macam-macam fungsi yang harus dilaksanakan. Pembagian kerja didasarkan spesifikasi masing-masing karyawan, sehingga setiap karyawan memiliki tugas dan kewajiban yang jelas. Berikut ini merupakan struktur organisasi pada Puncak Berry Farm :

Gambar 1 Struktur Organisasi Puncak Berry Farm

Struktur organisasi diatas menjelaskan bahwa pemilik perusahaan dibantu oleh kepala bagian pemasaran dan kepala bagian produksi dalam menjalankan usahanya. Masing-masing kepala bagian membawahi dan mangatur beberapa karyawan sesuai dengan bagiannya. Untuk bagian produksi terdiri dari tiga bagian yaitu bagian budidaya, bagian pengemasan dan pengolahan, serta bagian agrowisata.

1. Pemilik Perusahaan

Pemilik Puncak Berry Farm adalah kelompok tani yang beranggotakan lima orang, yaitu Pak Heru, Pak Budiman, Pak Sugeng, Pak Haji Erwin, dan Pak Engkan. Pak Heru, Pak Budi, dan Pak Sugeng juga berpartisipasi secara langsung mengurus perkebunan stroberi. Pak Budi dan Pak Sugeng mengatur bagian pemasaran, sedangkan Pak Heru fokus mengatur bagian produksi. Pemilik perusahaan bertugas mengatur, mengawasi, dan mengambil keputusan terkait dengan kegiatan didalam perusahaan.

2. Kepala Bagian Pemasaran

Kepala bagian pemasaran bertugas untuk mangatur dan mengawasi kegiatan pemasaran seperti kegiatan promosi dan distribsi produk. Kepala Bagian Pemasaran juga bertanggung jawab terhadap pelanggan dan perluasan pasar.

2.1 Bagian Pemasaran

Pemilik

KepalaBagian Administrasi Kepala Bagian

Pemasaran

Bagian Pemasaran

Kepala Bagian Produksi

Bagian Produksi

Bagian

Budidaya AgrowisataBagian

(13)

Bagian pemasaran bertanggung jawab dalam kegiatan promosi usaha dalam rangka mencari pelanggan. Promosi dapat dilakukan secara langsung ataupun melalui media internet seperti website. Selain melakukan kegiatn promosi, bagian pemasaran juga bertanggung jawab dalam mengnatarkan produk stroberi sampai ketangan konsumen dalam keadaan baik.

3. Kepala Bagian Produksi

Tugas dan tanggung jawab kepala bagian produksi adalah mengatur dan mengawasi kegiatan produksi yang dilakukan tenaga kerja, mengatur persediaan stroberi dan sayuran, dan memastikan kondisi stroberi dan sayuran baik atau sesuai dengan keinginan konsumen.

3.1 Bagian Produksi

Kegiatan pada bagian produksi dibagi menjadi 3 bagian dan masing maisng bagian diawasi oleh seorang mandor yang bertugas mengkoordinir kegiatan produksi, mencatat kehadiran tenaga kerja, menghitung hari kerja, dan mencatat daftar belanja untuk diserahkan kepada bagian administrasi produksi.

3.1.1 Bagian Budidaya

Bagian budidaya bertanggung jawab terhadap lahan stroberi dan sayuran. Setiap teaga kerja bertanggung jawab terhadap lahannya masin-masing. Kegiatan yang dilakukan anatara lain pengabilan buah busuk atau deka, pengambilan daun tua, pemupukan, penyemprotan, penyiraman, dan penanggulangan hama.

3.1.2 Bagain Pengemasan dan Pengolahan

Kegiatan yang dilakakuan antara lain : membagi dan mengemas stroberi berdasarkan gradenya masing-masing, mengolah stroberi menjadi produk olahan seperti dodol stroberi, selai stroberi, sambal stroberi dan jus stroberi. Selain produk olahan dari stroberi, terdapat juga olahan dari ubi berupa keripik ubi dan ubi panggang. Kegiatan lain yang dilakukan adalah mengemas produk dan pemberian label pada kemasan produk.

3.1.3 Bagian Wisata

Bagian wisata bertanggung jawab dalam melayani konsumen yang berkunjung untuk memetik stroberi dan sayuran, serta memandu kegiatan wisata.

4. Bagian Administrasi

Bagian administrasi bertugas mengatur kegiatan administrasi dalam pemasaran, seperti mencatat seluruh transaksi harian dan membuat laporan keuangan, bertanggung jawab juga untuk melakukan kegiatan pencatatan seluruh kegiatan administrasi pada bagian produksi seperti, pencatatan transaksi harian, biaya harian yang dikeluarkan untuk produksi.

3.3 Aspek Sumber Daya Perusahaan 3.3.1 Karyawan

(14)

dalam beberapa jabatan diantaranya : 4 orang yang bekerja dibagian pemasaran, 22 orang di lahan, 5 orang dibagian pengemasan, dan 2 orang dibagian keuangan.

Pada Puncak Berry Farm jam kerja yang ditetapkan yaitu satu hari kerja dengan jam kerja 7,5 jam dari pukul 07.00-15.30 WIB dari hari senin-sabtu pada bagian produksi, untuk bagian pemasaran dan packaging telah ditetapkan libur bergilir oleh perusahaan. Pada perusahaan Puncak Berry Farm 1 minggu kerja terdiri dari 6 hari kerja, untuk jam istirahat yaitu 1 jam dari pukul 11.30-12.30 WIB. Dalam perusahaan ini juga terdapat jam kerja lembur jika perusahaan membutuhkan mereka pada saat memiliki permintaan yang tinggi dari pelanggan.

Sistem gaji yang diterapkan oleh Puncak Berry Farm yaitu setiap minggu berdasarkan dengan jam kerja per hari yang dilakukan oleh setiap tenaga kerja Puncak Berry farm, penggajian dilakukan di akhir minggu yaitu setiap hari Sabtu. Terdapat perbedaan penggajian antara tenaga kerja wanita dan pria yaitu, pria Rp 27.000/hari dan wanita Rp 18.000/hari yang dalam satu hari penghitungan kerja yaitu 7,5jam, apabila tenaga kerja hanya bekerja setengah hari maka ia mendapatkan upah setengah dari upah atau sesuai dengan lamanya ia bekerja.

Tenaga kerja yang direkrut oleh Puncak Berry Farm hanya berdasarkan ketrampilan yang dimiliki yang dibutuhkan oleh Puncak Berry Farm. jenjang pendidikan tidak menjadi masalah bagi perusahaan Puncak Berry Farm, tenaga kerja yang terdapat dalam Puncak Berry Farm merupakan tenaga kerja yang memiliki pengalaman dan ahli mengenai budidaya stroberi.

3.3.2 Pemilik Peralatan

(15)

Tabel 1 Sumber Daya Fisik Perusahaan

No Peralatan

1 Lahan Pertanian 1. Gudang 2. Saung

3. Tempat istirahat pekerja 2 Alat dan Fasilitas

1. Mushola 2. Toilet

3. Kursi panjang dan bale 4. Caping

5. Keranjang petik stroberi 6. Tempat sampah

7. Alat kebersihan 8. Sound system 9. Pengeras suara 10. Komputer dan laptop 11. Printer

12. Faximile

3 Mesin dan Peralatan Pertanian 1. Mesin diesel

2. Pompa air 3. Pipa aliran air 4. Selang penyiraman 5. Drum

6. Ember 7. Cangkul

8. Keranjang angkut 9. Kerajang panen 10. Tray

4 Alat dan Mesin Penunjang Produksi 1. Freezer

2. Timbangan 3. Blender 4. Dispenser 5. Kompor

6. Scrapping machine 7. Oven

8. Sodet dan penggorengan 9. Tabung gas

10.Teko Sumber : Puncak Berry Farm

3.3.3 Aspek Permodalan

(16)

digunakan untuk investasi memulai usaha, sekarang biaya modal digunakan perusahaan untuk reinvestasi serta biaya operasional perusahaan. Pengelolaan keungan perusahaan ditangani oleh seorang pemilik yang diberi tanggung jawab oleh seluruh pemilik yaitu Pak Budi. Permodalan yang dimiliki berupa lahan seluas 1 hektar, bangunan dan gedung di dalam lahan, serta peralatan maupun kendaraan yang digunakan untuk keberlangsungan usaha.

3.4 Unit Bisnis 3.4.1 Pengadaan Input dan Peralatan

Pengadaan input dan perlalatan dilakukan secara intensif sesuai dengan kebutuhan. Kebutuhan input bagi Puncak Berry Farm diantaranya berupa benih sayuran, bibit stroberi, pupuk, dan obat-obatan. Benih sayuran diperoleh dari toko pertanian di Pasar Cipanas. Sedangkan untuk bibit stroberi diperoleh dari daerah Bandung, namun akhir-akhir ini Puncak Berry Farm mampu memproduksi bibit sendiri. Bibit yang dihasilkan merupakan bibit sulur yang diproduksi di lahan. Pupuk kandang yang digunakan untuk sayuran dan stroberi diperoleh dari daerah Cipanas. Pupuk kandang dibeli dari Pak Asep Saeful Alam yang memiliki peternakan. Sedangkan untuk pupuk kimia dan obat-obatan diperoleh dari toko saprotan di Pasar Cipanas.

3.4.2 Teknis dan Teknologi Produksi

Bisnis utama yang dilakukan oleh Punncak Berry Farm atau Sweetberry Agrowisata diantaranya adalah wisata petik buah stroberi, sedangkan bisnis lainnya yang dilakukan oleh Puncak Berry Farm diantaranya adalah budidaya tanaman stroberi dan sayuran, supplier buah stroberi, serta pengolahan stroberi menjadi dodol, es krim dan selai stroberi. Kegiatan bisnis yang dilakukan perusahaan diantaranya budidaya tanaman stoberi dan sayuran, penyortiran buah stroberi, pengepakan , pemberian label, penyimpanan buah stoberi, pengolahan buah stroberi, wisata pertik buah stroberi. Berikut merupakan kegitan bisnis Puncak Berry Farm atau Sweetberry Agrowisata.

1. Budidaya Tanaman Stroberi

(17)

Gambar 2 Proses Produksi Stroberi Puncak Berry Farm

2. Agrowisata Petik Stroberi

Kegiatan bisnis utama Puncak Berry Farm atau Sweetberry Agrowisata yaitu wisata petik stroberi. Wisatawan yang datang dapat memetik stroberi dan sayuran sendiri sesuai dengan keinginan wisatawan. Harga tiket masuk Sweetberry Agrowisata dibagi dua yaitu untuk wisatawan lokal harga tiket masuk Rp 7.000/orang sedangkan wisatawan asing Rp 10.000/orang dan per orang akan mendapatkan satu cup jus stroberi dari setiap pembelian tiket. Harga buah stroberi yang dipetik sendiri juga dibagi dua yaitu untuk wisatawan lokal sebesar Rp 60.000/kg dan wisatawan asing sebesar Rp 70.000/kg.

3. Pengolahan Stroberi

Selain menjual buah stroberi segar, Puncak Berry Farm juga menjual produk olahan berbahan dasar stroberi. Produk olahan tersebut diantaranya jus stroberi, dodol, ice cream, selai dan bola-bola salju. Selain itu Puncak Berry Farm mengambil produk olahan dari perusahaan sejenis yaitu selai dan sirup. Kebanyakan pembeli produk olahan ini

Penyulaman

Penyianagan atau prunning Pemangkasan

Penyiraman

Pendewasaan Tanaman Pemberian Pestisida Pemupukan

Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengolahan Lahan (penggemburan tanah)

Pengisian Media Tanam dan Pemupukan Tanah

Perawatan Tanaman Penanaman Bibit

Pengapuran

(18)

adalah para wisatawan baik asing maupun domestik yang datang untuk berwisata memetik stroberi di Puncak Berry Farm. Olahan stroberi yang diproduksi sendiri berbahan dasar stroberi deka yang dihasilkan dilahan. 4. Budidaya Sayuran

Dengan adanya permintaan ataupun saran dari beberaa wisatawan untuk menyediakan sayuran pada Puncak berry Farm, oleh karena itu perusahaan memanfaatkan lahan yang terdapat pada perusahaan. Sayuran yang dibudidayakan diantaranya adalah daun bawang, brokoli, pakcoi, tomat, cabe, terong, kembang kol, sawi, selada dan kangkung. Budidaya sayuran dilakukan dengan melakukan penyemaian, pengolahan lahan, pengisian media tanah ke dalam polybag, pemupukan tanah, pengapuran, penanaman, perawatan, pengendalian hama dan penyakit, panen dan pasca panen.

5. Supplier

Kegiatan bisnis supplier di Puncak Berry Farm adalah dengan mengirim stroberi segar ke toko-toko buah, rumah makan, serta sepermarket yang ada di Cianjur, Cipanas, dan Jabodetabek. Karena Puncak Berry Farm juga mempunyai unit bisnis agrowisata, maka stroberi yang dihasilkan dilahan 90% habis untuk kegiatan agrowisata. Sehingga perusahaan tidak mampu memenuhi permintaan stroberi dipasar, padahal permintaan semakin meningkat. Oleh karena itu, untuk memenuhi permintaan dari luar, perusahaan bekerjasama dengan pemasok dalam memenuhi kebutuhan stroberi. Selain stroberi, Puncak Berry Farm juga bertindak sebagai supplier produk lain seperti ubi cilembu, ubi jepang, ubi ungu, jagung manis kulit, jagung manis kupas, dan jagung manis pipil.

Stroberi segar dari pemasok ataupun dari lahan sendiri kemudian disortir dan di grading menurut gradenya masing-masing. Setelah itu dilakukan pengepakan dan pemberian label. Label untuk masing-masing grade juga berbeda-beda. Stroberi dari Puncak Berry Farm dibagi menjadi 4 grade yaitu grade A, B, C, dan D (Deka). Pemasok buah stroberi Puncak Berry Farm berasal dari Garut dan Bandung. Puncak Berry Farm sangat memperhatikan kualitas input yang didatangkan dari pemasok. Pemilik usaha juga terjun langsung untuk memeriksa kualitas buah stroberi.

3.4.3 Pemasaran (4P)

4 KAJIAN PENGEMBANGAN BISNIS 4.1 Rumusan Ide Pengembangan Bisnis

4.2 Deskripsi Unit Bisnis

(19)

ini meliputi deskripsi produk, deskripsi proses produksi, deskripsi pelanggan, dan deskripsi pemasaran.

4.2.1 Deskripsi Produk

Produk dalam pengertian luas dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang ditawarkan, dimiliki, dipergunakan atau dikonsumsi sehingga dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan termasuk didalamnya adalah fisik, jasa, orang, tempat, organisasi serta gagasan (Kotler, Hendra Teguh, 1997). Produk berupa barang dapat dibedakan ataupun menurut macamnya, misalnya dapat dibedakan menjadi barang konsumsi, yaitu barang yang dibeli untk diolah kembali ataupn dapat langsng dikonsumsi.

Jenis produk yang akan dihasilkan oleh Puncak Berry Farm adalah kerupuk stoberi. Kerupuk stroberi merupakan jenis makanan kering atau dapat juga disebut sebagai camilan, yang dalam pembuatannya menggunakan tepung kanji, yang dicampur dengan stroberi yang telah dihancurkan/diblender terlebih dahulu yang ditambah dengan sedikit garam dan bawang putih, tanpa menggunakan bahan pengawet ataupun bahan kimia yang berbahaya. Setelah adonan tercampur hasilnya yaitu adonan padat berbentuk lonjong memanjang berwarna merah yang dapat disebut dodolan yang setelah itu dilakukan penjemuran di bawah sinar matahari.

---Pada kemasan produk olahan kerupuk stroberi terdapat merk “Sweet Berry” yang

4.2.2 Deskripsi Proses Produksi 4.2.3 Deskripsi Pelanggan 4.2.4 Deskripsi Pemasaran 4.3 Rencana Pengembangan Bisnis

4.3.1 Perencanaan Pasar dan Pemasaran 4.3.2 Perencanaan Teknis dan Teknologi 4.3.3 Perencanaan Organisasi dan Manajemen 4.3.4 Perencanaan Aspek Sosial

4.3.5 Perencanaan Penanganan Limbah 4.3.6 Perencanaan Finansial

4.4 Tahapan Pengembangan Bisnis

5 KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan 5.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA

Gambar

Tabel 1 Kandungan zat gizi yang terdapat dalam buah stroberimenurut zat gizi setiap 100 gr buah yang dikonsumsi
Gambar 1 Struktur Organisasi Puncak Berry Farm
Tabel 1 Sumber Daya Fisik Perusahaan
Gambar 2 Proses Produksi Stroberi Puncak Berry Farm

Referensi

Dokumen terkait

Untuk dapat melaksanakan suatu proyek sesuai dengan waktu yang ditentukan, maka kontraktor perlu meningkatkan produktivitas suatu pekerjaan salah satunya pekerjaan dinding

Dimensi perkembangan manusia itu untuk menjalani hidup yang panjang dan sehat, diukur dengan harapan hidup saat lahir; untuk mendapatkan pengetahuan, diukur dengan rata-rata

Meskipun kurang tidur, banyak pasien dengan insomnia tidak mengeluh mengantuk di siang hari. Namun, mereka mengeluhkan rasa lelah dan letih, dengan konsentrasi

Dari hasil pengolahan data menunjukkan bahwa F hitung variabel independen (kewenangan formal, kewenangan informal, sistem akuntansi keuangan dan perilaku manajer)

Diharapkan dengan adanya peran dari orang tua dan guru bimbingan dan konseling, siswa pada usia remaja terutama pada siswa SMP tidak melakukan penyimpangan

Dana tahapan per masa masuk sekolah yang diberikan perusahaan pada peserta asuransi sistem syariah merupakan persentase dari jumlah premi yang dibayar oleh peserta,

Dalam penelitian ini telah dirancang clan dibuat suatu alat pemantau kontaminasi radioaktif, menggunakan detektor nuklir GM, tegangan tinggi, rangkaian pengkondisi sinyal

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 77 Tahun 2011 Tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara sebagaimana diubah dengan Nomor PM 92 Tahun 2011 menetapkan