• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBERDAYAAN KARANG TARUNA MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH BULU AYAM UNTUK PEMBUATAN PAKAN BEBEK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PEMBERDAYAAN KARANG TARUNA MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH BULU AYAM UNTUK PEMBUATAN PAKAN BEBEK"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

Jurnal Pengabdian Masyarakat Kewirausahaan Indonesia, November 2016, Vol. 2, No. 1 1

PEMBERDAYAAN KARANG TARUNA MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH BULU AYAM UNTUK PEMBUATAN PAKAN BEBEK

Triyanto

STIE Atma Bhakti Surakarta E-mail: [email protected]

Edi Cahyono

STIE Atma Bhakti Surakarta E-mail: [email protected]

ABSTRAKSI

Kegiatan yang dilakukan dalam Program IbM ini terkait dengan masalah pencemaran lingkungan, penanganan limbah bulu ayam, dan pengangguran di Desa Jati, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo. Tujuan pertama kegiatan IbM ini adalah untuk mengurangi pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh limbah bulu ayam. Tujuan kedua kegiatan ini adalah untuk mengolah dan memanfaatkan limbah bulu ayam menjadi pakan ternak bebek. Selanjutnya, tujuan yang ketiga adalah membuka lapangan usaha berupa budidaya ternak bebek bagi anggota Karang Taruna RT 01 dan RT 03 Desa Jati yang belum produktif. Target khusus yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah pemberdayaan anggota karang taruna dan termanfaatkannya limbah bulu ayam yang selama ini tidak dimanfaatkan dan hanya dibuang di sungai atau dibakar. Metode yang dipakai guna mencapai tujuan yang dimaksud adalah evaluasi penanganan limbah bulu ayam, pelatihan dan penyuluhan, monitoring dan pendampingan. Hasil yang diperoleh dari program pengabdian masyarakat ini adalah terlaksananya pengolahan limbah bulu ayam dengan baik dan dapat dimanfaatkan untuk campuran pakan bebek. Limbah bulu ayam yang telah diolah menjadi pakan bebek, selanjutnya dimanfaatkan untuk budidaya bebek. Pemberdayaan karang taruna melalui program tersebut berjalan dengan baik sesuai yang diharapkan.

(2)

Jurnal Pengabdian Masyarakat Kewirausahaan Indonesia, November 2016, Vol. 2, No. 1 1

warga yang mengelola usaha pemotongan

ayam harco (petelur) dan broiler

(pedaging), sedangkan ada sebagian

penduduk yang berusia produktif belum

memiliki mata pencaharian.

Jumlah usaha pemotongan ayam

yang ada di seluruh wilayah Desa Jati

adalah sekitar 5 buah pemotongan ayam.

Berdasarkan pengamatan yang telah

dilakukan, usaha pemotongan ayam

mendatangkan limbah yang berupa bulu

ayam potong. Jumlah rata-rata bulu ayam

yang dihasilkan adalah sekitar 2-3

kwintal/hari. Jadi, total limbah bulu ayam

yang dihasilkan dari 5 usaha pemotongan

ayam adalah sekitar 10-15 kwintal/hari.

Dari hasil wawancara dengan beberapa

pengusaha pemotongan ayam diketahui

bahwa selama ini limbah tersebut tidak

dimanfaatkan sama sekali.

Para pengusaha pemotongan ayam

di desa ini menangani limbah bulu ayam

hanya dengan membuang ke sungai serta

terkadang memusnahkan dengan cara

dibakar. Para pengusaha kadang-kadang

enggan atau lalai untuk menangani

limbah ini, sehingga limbah bulu ayam

hanya diletakkan di sekitar rumah

pemotongan ayam, yang pada akhirnya

dapat menimbulkan bau yang tidak sedap

dan mendatangkan lalat. Mereka biasanya

setiap 3 hari sekali membuang ke sungai

atau membakar limbah bulu ayam

tersebut. Hal tersebut bisa mengakibatkan

pencemaran lingkungan seperti

pencemaran air sungai dan polusi udara

yang disebabkan oleh pembakaran bulu

ayam tersebut. Kebiasaan para peternak

dan warga tersebut dikarenakan mereka

belum mengetahui cara memanfaatkan

limbah bulu ayam secara tepat.

Limbah bulu ayam yang selama

ini merupakan beban bagi para pengusaha

pemotongan ayam dan juga telah

menimbulkan pencemaran lingkungan ini

sebenarnya sangat potensial untuk

dimanfaatkan dan memiliki nilai tambah.

Oleh karena itu, melalui Program IbM ini

maka akan diadakan sosialisasi

(3)

masyarakat khususnya pengusaha

pemotongan ayam dan angkatan kerja

yang belum produktif yang tergabung

dalam Karang Taruna RT 03 dan RT 01

Desa Jati. Hal ini dilakukan untuk

mendorong masyarakat peka terhadap

limbah di lingkungan dan sekaligus

mengolah limbah tersebut menjadi

sesuatu yang bermanfaat, sehingga

penyalahgunaan bulu ayam juga tidak

akan ada lagi.

Limbah bulu ayam melalui

teknologi yang sederhana dan mudah

untuk diaplikasikan dan tentu saja tepat

akan diolah menjadi pakan ternak. Bulu

ayam mempunyai kandungan nutrisi yang

lengkap untuk diolah menjadi makanan

ternak, adapun jumlah nutrisi tertinggi

yang terkandung pada bulu ayam adalah

Protein Kasar yang tinggi sehingga baik

digunakan sebagai makanan ternak bebek.

Selanjutnya, selain karang taruna

dilatih untuk mengolah limbah bulu ayam

menjadi pakan ternak, karang taruna

secara terpadu dapat membudidayakan

ternak bebek dengan menggunakan hasil

olahan pakan tersebut. Pemilihan kegiatan

usaha pemeliharaan bebek ini adalah

berdasarkan makin tingginya permintaan

pasar terhadap telur bebek. Telur bebek

yang dihasilkan dalam kegiatan

pemeliharaan bebek ini diharapkan

memberikan pemasukan penghasilan bagi

anggota karang taruna yang

mengelolanya. Keberlanjutan usaha

pemeliharaan bebek akan terjamin karena

potensi ketersediaan pakan dari limbah

bulu ayam cukup besar dan hal tersebut

juga sangat menguntungkan karena

limbah bulu ayam dapat diperoleh secara

cuma-cuma. Jadi, integrasi antara

pengolahan limbah bulu ayam dan

pemeliharaan bebek ini sangatlah

menguntungkan, karena dapat

mengurangi biaya usaha pemeliharaan

bebek, mengingat pakan dapat menyerap

50%-60% dari biaya usaha. Sistem

terintegrasi ini akan menjadi lapangan

usaha bagi anggota karang taruna yang

belum produktif, yang berarti akan

mengurangi masalah sosial berupa

pengurangan pengangguran.

Permasalahan

Berdasarkan analisis situasi diatas,

maka permasalahan yang dihadapi oleh

warga Jati adalah sebagai berikut:

1. Kurangnya pengetahuan para

pengusaha pemotongan ayam dan

(4)

limbah bulu ayam. Selama ini upaya

yang dilakukan oleh para pengusaha

dalam penanganan terhadap limbah

bulu ayam adalah dengan cara

membuang ke sungai atau dibakar.

2. Limbah bulu ayam mengganggu

masyarakat sekitar.

3. Limbah bulu ayam menyebabkan

masalah kesehatan lingkungan, karena

menimbulkan pencemaran terhadap

air, tanah, maupun udara.

METODE

Tempat Pelaksanaan

Tempat pelaksanaan kegiatan IbM

ini di desa Jati RT 03/RW 03, Kecamatan

Gatak, Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan

IbM terkait dengan pengolahan limbah

bulu ayam maupun budidaya ternak

bebek dilaksanakan di tempat anggota

karang taruna desa Jati RT 03/RW 03.

Metode Pelaksanaan

Program IbM ini merupakan

program yang bersifat aktual dalam

rangka peningkatan pengetahuan dan

wawasan anggota Karang Taruna RT 01

dan 03 RW 3, Jati, Gatak, Sukoharjo,

dengan cara pengolahan limbah bulu

ayam menjadi pakan ternak bebek melalui

langkah sosialisasi, pelatihan dan

penyuluhan, monitoring serta

pendampingan. Dalam pelaksanaan

kegiatan ini tim IbM bersinergi dengan

pemerintah desa, para tokoh masyarakat,

pengusaha pemotongan ayam, dan

anggota Karang Taruna RT 01 dan 03

RW 03 Desa Jati, Gatak, Sukoharjo.

Prosedur Kerja

Kegiatan IbM ini dirancang untuk

mengatasi masalah limbah bulu ayam dan

selanjutnya dikembangkan sebagai

lapangan pekerjaan baru bagi warga Desa

Jati, khususnya bagi anggota karang

taruna RT 01 dan 03 RW 03. Dalam

pelaksanaan program yang sifatnya

rintisan atau baru ini, dirancang sebuah

kegiatan pelatihan bagi anggota karang

taruna dengan materi pelatihan antara

lain: pengolahan bulu ayam menjadi

pakan ternak bebek, dan budidaya bebek.

Model pelaksanaan kegiatan ini dilakukan

secara langsung atau tatap muka antara

tim pelaksana IbM dengan peserta

kegiatan yaitu anggota karang taruna.

Kegiatan IbM ini dilakukan

melalui beberapa tahapan yang digunakan

(5)

pemecahan masalah yang telah ditetapkan

di atas, tahapan kegiatan dan langkah

solusi kegiatan IbM ini meliputi:

Tahap I: Survey awal

Kegiatan awal dalam tahapan ini

adalah tahap penentuan lokasi kegiatan

pengabdian. Selanjutnya dilakukan

pengamatan terhadap penanganan limbah

bulu ayam di wilayah desa Jati dan

pemilihan kelompok karang taruna yang

akan dijadikan mitra program IbM.

Tahap II: Persiapan Pelaksanaan Kegiatan yang dilaksanakan pada

tahap ini adalah pengurusan perijinan ke

pemerintah setempat dan persiapan

hal-hal lain yang dibutuhkan dalam

pelaksanaan program IbM.

Tahap III: Evaluasi Penanganan Limbah Bulu Ayam dan Sosialisasi Program IbM

Kegiatan tahap ini untuk

mengevaluasi penanganan limbah bulu

ayam yang telah dilakukan selama ini dan

melakukan sosialisasi tentang

penyelesaian pemasalahan yang dijadikan

prioritas. Dalam Penanganan terhadap

limbah bulu ayam yang dilakukan oleh

para peternak selama ini mengganggu

kesehatan lingkungan maupun

masyarakat sekitar. Hal ini disebabkan

limbah bulu ayam dibuang ke sungai

ataupun dimusnahkan dengan cara

dibakar.

Pada tahapan ini tim IbM juga

mengundang para pengusaha pemotongan

ayam. Dalam kesempatan ini, para

pengusaha pemotongan ayam disarankan

dan diharapkan untuk dapat bekerjasama

dengan karang taruna setempat untuk

melakukan program penanganan limbah

bulu ayam secara optimal.

Tahap IV: Pelatihan dan Penyuluhan Kegiatan tahap ini bertujuan untuk

meningkatkan wawasan dan kemampuan

usaha anggota karang taruna. Kegiatan

diawali dengan pemaparan materi tentang

manfaat limbah bulu ayam dan cara

pengolahan limbah tersebut. Anggota

karang taruna dilatih untuk menangani

pengolahan limbah bulu ayam dan

memproduksi limbah tersebut menjadi

pakan ternak. Selain itu, dilakukan juga

pelatihan dan penyuluhan usaha budidaya

bebek.

Tahap V: Monitoring

Tujuan kegiatan pada tahap ini

adalah untuk memonitor pengolahan

limbah bulu ayam setelah adanya mesin

pengolah limbah. Selain itu juga guna

(6)

limbah bulu ayam tersebut untuk

memelihara ternak bebek. Dalam tahap

ini juga akan diidentifikasi

hambatan-hambatan yang ada selama proses

pengolahan bulu ayam menjadi pakan

ternak dan proses pemeliharaan ternak

bebek yang diberi pakan hasil olahan

tersebut. Proses tersebut meliputi

pengumpulan limbah bulu ayam dari para

pengusaha pemotongan ayam,

pembersihan, perebusan, pengeringan,

dan penggilingan, serta proses

pemeliharaan ternak bebek. Sebagai

indikator dalam tahap ini adalah: 1).

Tingkat keluhan para pengusaha

pemotongan ayam teratasi, 2). Tingkat

pencemaran lingkungan dan keluhan

masyarakat berkurang, 3). Keberhasilan

mengolah dan memanfaatkan limbah bulu

ayam menjadi pakan ternak bebek, 4).

Mengurangi jumlah pengangguran.

Rancangan Evaluasi

Untuk mengukur tingkat

keberhasilan kegiatan yang telah

dilakukan, maka dilakukan evaluasi

terhadap kegiatan yang telah dilakukan.

Kriteria dan indikator pencapaian tujuan

dan tolak ukur yang digunakan sebagai

justifikasi tingkat keberhasilan kegiatan

dapat diuraikan dalam tabel 1 (Lihat

Lampiran 6)

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pelaksanaan Kegiatan

Sesuai dengan permasalahan yang

dihadapi oleh warga masyarakat desa Jati

kecamatan Gatak kabupaten Sukoharjo

dalam kaitannya dengan upaya

pemanfaatan limbah bulu ayam, maka

program ini dilakukan dalam bentuk

transfer iptek yang dilakukan berupa

sosialisasi, pelatihan, dan penyuluhan,

serta monitoring dan pendampingan

kepada karang taruna Rt 01 maupun Rt 03

desa Jati yang mengolah bulu ayam

mejadi pakan ternak bebek, untuk

selanjutnya dikembangkan budidaya

ternak bebek.

Adapun alur pelaksanaan program

IbM ini, pertama adalah tahap persiapan,

yang terdiri dari beberapa tahap: 1.

Penyiapan bahan administrasi sesuai

dengan kebutuhan pelaksanaan

sosialisasi; 2. Melakukan koordinasi

dengan ketua Rt 01 dan Rt 03; 3.

Melakukan koordinasi dengan ketua

karang taruna Rt 01 dan Rt 03 desa Jati;

(7)

pengusaha pemotongan ayam di desa Jati;

5. Melakukan koordinasi dengan Ketua

STIE Atma Bhakti Surakarta; 6.

Menyiapkan materi sosialisasi dan

pelatihan; 7. Menyiapkan jadwal

sosialisasi yang disesuaikan dengan

perencanaan kegiatan yang telah

terprogram.

Tahap kedua adalah tahap

pelaksanaan, yang terdiri dari: 1.

Melakukan sosialisasi penanganan limbah

bulu ayam kepada pengusaha

pemotongan ayam dan anggota karang

taruna; 2. Melakukan penyuluhan dan

diskusi mengenai pengolahan limbah bulu

ayam menjadi pakan ternak bebek; 3.

Melakukan penyuluhan dan diskusi

mengenai budidaya ternak bebek.

Tahap ketiga adalah tahap

pembelian peralatan dan uji coba mesin

yang akan digunakan untuk mengolah

limbah bulu ayam menjadi pakan ternak

pembelian bahan pembuatan kandang

bebek beserta kelangkapannya. Setelah

pembelian semua bahan, langkah

selanjutnya adalah membuat kandang

bebek. Pembuatan kandang bebek

dilakukan secara bergotong-royong oleh

anggota karang taruna. Berikut foto-foto

proses pembuatan kandang bebek (Lihat

lampiran 2).

Tahap kelima adalah pembelian

bebek beserta kelengkapannya. Sebelum

bebek dimasukkan ke kandang, semua

bebek diberikan vaksin supaya terhindar

dari berbagai macam penyakit unggas.

Berikut adalah foto-foto kandang bebek

yang sudah jadi beserta bebek yang siap

dibudidayakan (Lihat lampiran 3)

Tahap keenam adalah

pendampingan dan praktek pengolahan

limbah bulu ayam menjadi pakan ternak

bebek. Dalam kegiatan ini tim pelaksana

IbM beserta mitra, khususnya anggota

karang taruna melaksanakan pengolahan

bulu ayam menjadi pakan bebek dengan

menggunakan metode dan alat yang

sudah disiapkan oleh tim pelaksana IbM.

Berikut adalah foto-foto kegiatan

pengolahan bulu ayam menjadi pakan

bebek (Lihat lampiran 4).

Tahap ke tujuh adalah

pendampingan dan praktek budidaya

ternak bebek. Dalam kegiatan ini tim

(8)

anggota karang taruna melaksanakan

budidaya ternak bebek. Berikut adalah

foto-foto kegiatan budidaya bebek, mulai

dari pencampuran dan pemberian pakan

bebek sampai tahap pengambilan telur

hasil budidaya bebek (Lihat lampiran 5).

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Simpulan yang diperoleh dari

pelaksanaan program IbM pada karang

taruna Rt 01 dan Rt 03 desa Jati adalah

sebagai berikut:

1. Tingkat partisipasi yang tinggi dari

mitra program pengabdian kepada

masyarakat memberikan dampak

positif bagi pelaksanaan program,

yaitu rencana program IbM dapat

berjalan dengan lancar dan sesuai

dengan yang diharapkan.

2. Solusi masalah yang ditawarkan oleh

tim IbM dirasa sangat berguna bagi

mitra IbM.

Saran

Saran yang dapat diberikan adalah

bahwa kegiatan IbM lanjutan masih perlu

untuk dilakukan pada karang taruna Rt 01

dan Rt 03 desa Jati kecamatan Gatak

kabupaten Sukoharjo. Hal ini dikarenakan

masih perlunya upaya penuntasan

pengolahan terhadap limbah bulu ayam

dan upaya pemberdayaan pada karang

taruna. Selain itu, saran yang dapat

diberikan adalah program ini dapat

melibatkan anggota karang taruna di

seluruh kecamatan Gatak kabupaten

Sukoharjo.

DAFTAR PUSTAKA

(9)

Lampiran 1. Foto peralatan dan mesin yang akan digunakan untuk mengolah limbah bulu ayam

Panci Presto Kompor beserta kelengkapannya

(10)
(11)

Lampiran 3. Foto kandang bebek yang sudah jadi beserta bebek yang siap dibudidayakan

(12)

Lampiran 4. Foto kegiatan pengolahan bulu ayam menjadi pakan bebek

1. Pencucian bulu ayam

(13)

3. Penjemuran bulu ayam

4. Pengovenan bulu ayam

(14)

(15)

Lampiran 5. kegiatan budidaya bebek, mulai dari pencampuran dan pemberian pakan bebek sampai tahap pengambilan telur hasil budidaya bebek

Pencampuran pakan bebek

(16)

Pemberian pakan ke ternak bebek

(17)

Pengambilan telur bebek

(18)

Lampiran 6. Tabel 1. Kriteria Tingkat Keberhasilan Program IbM

Indikator Kriteria keberhasilan

1 Pengetahuan

masyarakat tentang dampak pencemaran terhadap lingkungan masih kurang

Terjadi perubahan yang positif terhadap pengetahuan

penanganan limbah bulu ayam

2 Pengusaha

pemotongan ayam terbebani dalam penanganan terhadap bulu ayam

Penanganan diserahkan kepada kelompok karang taruna

Peralatan dan

Tingkat keluhan pengusaha

pemotongan ayam berkurang

3 Pencemaran

lingkungan (air, tanah, dan udara)

Tingkat keluhan masyarakat sekitar berkurang

4 Pemanfaatan limbah bulu ayam

Limbah bulu ayam dikelola oleh karang taruna untuk diolah menjadi pakan ternak

Kemampuan anggota karang taruna dalam membuat pakan ternak bebek dari limbah bulu ayam

5 Wawasan dan

kemampuan usaha karang taruna yang analisa usaha budidaya bebek

Pengetahuan anggota karang taruna

Terjadinya perubahan yang positif terhadap pengetahuan mengenai manajemen usaha budidaya ternak bebek 6 Masalah pengangguran Melakukan

budidaya

Berkurangnya tingkat pengangguran atau tambahan

Referensi

Dokumen terkait

Sehingga dapat disimpulkan bahwa yogurt memiliki sifat antimikrobial terhadap Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi, tetapi yogurt tidak memiliki sifat antimikrobial

Algoritma Min-mAx merupakan algoritma yang digunakan untuk menemukan langkah terbaik dalam permainan catur, sedangkan Algoritma Alpha Beta Pruning adalah algoritma

The two phenolic OH groups form bifurcated hydrogen bonds with intramolecular branches to adjacent methoxy O atoms and intermolecular branches to either a neighbouring molecule or

Menimbang : bahwa dalam rangka upaya peningkatan kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil untuk dapat memiliki rumah dengan memanfaatkan fasilitas bantuan dari dana

RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN SATUAN (RKAS) PAUD TAHUN ANGGARAN …….. Nama

Proses Machining merupakan suatu proses pengerjaan dalam menyelesaikan suatu benda kerja standar atau masih dalam keadaan kasar menjadi benda yang sesuai dengan bentuk yang

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini ialah un- tuk mengetahui perbedaan hasil belajar menggambar busana antara siswa yang di- ajar menggunakan media gambar dengan

Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak daging buah kurma ajwa berpengaruh secara signifikan terhadap hitung limfosit dan basofil tetapi tidak terdapat pengaruh