• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISA KOORDINASI SINYAL ANTAR SIMPANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "ANALISA KOORDINASI SINYAL ANTAR SIMPANG"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISA KOORDINASI SINYAL ANTAR SIMPANG

(Studi kasus : Jl. Jamin Ginting – Jl. Pattimura – Jl. Mongonsidi)

Tugas Akhir

Diajukan untuk melengkapi syarat penyelesaian

pendidikan sarjana teknik sipil

Disusun oleh:

M E I M A N Z E G A

06 0404 039

BIDANG STUDI TRANSPORTASI DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL

FAKULTAS TEKNIK

(2)

ABSTRAK

Banyaknya persimpangan di kota besar seperti Medan ternyata menimbulkan permasalahan tersendiri, terlebih pada jarak antar simpang yang pendek seperti pada ruas Jalan Jamin Ginting – Jalan Pattimura – Jalan Mongonsidi.

Permasalahan yang terjadi adalah kendaraan terkadang harus selalu berhenti pada tiap simpang karena selalu mendapat sinyal merah. Tentu saja hal ini menimbulkan ketidaknyamanan pengendara.

Data yang diperoleh digunakan untuk mendapatkan kondisi eksisting terjenuh yang akan menjadi acuan dalam merencanakan waktu siklus baru dengan memperhatikan teori koordinasi simpang. Kinerja terbaik pada setiap simpang kemudian dikoordinasikan menggunakan waktu offset antar simpang. Dari hasil analisa, diketahui bahwa kedua simpang belum terkoordinasi. Dari beberapa perencanaan waktu siklus, didapatkan waktu siklus baru sebesar 112 detik. Waktu siklus kedua simpang disamakan untuk mempermudah koordinasi sinyal dan sebagai syarat koordinasi. Dari kecepatan eksisting sebesar 32 km/jam, didapatkan waktu offset sebesar 16 detik untuk kedua arah. Sedangkan yang dihasilkan dari diagram koordinasi, didapat bandwidth sebesar 25 detik untuk arah Utara - Selatan dan 40 detik untuk arah Selatan - Utara.

Untuk kondisi eksisting pada saat peak hour, kinerja simpang rata-rata pada

arus utama yang dikoordinasikan berupa Derajat Kejenuhan (DS), Panjang Antrian(QL), dan Tundaan (Delay) adalah 0,645 untuk DS, 177,143 meter untuk QL, dan Delay sebesar 31,811 detik. Sedangkan setelah dilakukan perencanaan waktu siklus baru berdasarkan pada teori koordinasi simpang, didapat DS sebesar 0,718, QL sebesar 137,143 meter, dan Delay sebesar 27,313 detik.

(3)

DAFTAR ISI

Abstrak ……….. i

Kata pengantar ……….. ii

Daftar Isi ………... iv

Daftar Notasi ... vii

Daftar Tabel ... ix

Daftar Gambar ... x

BAB I Pendahuluan ………. 1

1.1 LatarBelakang ...………. 1

1.2 Perumusanmasalah ………. 2

1.3 TujuanPenelitian ………. 2

1.4 BatasanMasalah ………. 2

1.5 ManfaatPenelitian ……….. 3

1.6 Sistematika Penulisan ... 4

BAB II StudiPustaka ……… 6

2.1 Persimpangan ……….. 6

2.2 LampuLalu-lintas ……… 7

2.3 Area Traffic Control System (ATCS) ... 9

2.4 KoordinasiSinyalBersimpang ………. 10

2.4.1 SyaratKoordinasiSinyal ………. 14

2.4.2 Koordinasi Simpang pada Jalan Satu Arah ……….. 16

(4)

2.5.2 Metode Minimasi Perbedaan offset ... 21

2.5.3 Diagram Waktu Jarak ... 25

2.6 Keuntungan dan Efek Negatif Sistem Koordinasi ... 25

2.7 Teori MKJI ……… 26

2.7.1 KarakteristikSinyalLampuLalu-lintas ……… 26

2.7.2 ArusLalu-lintas ……… 28

2.7.3 KapasitasSimpang ……… 30

2.7.4 DerajatKejenuhan ……… 33

2.7.5 PanjangAntrian ……… 33

2.7.6 Tundaan ……… 35

2.8 Penelitian Sejenis ... 36

BAB III Metodologi ………. 40

3.1 Metode Pengerjaan ………. 40

3.2 MetodePemilihan Waktu Siklus Baru ...……… 41

3.3 Jenis Data ……… 41

3.7 GeometrikSimpang ………. 46

BAB IV Pengumpulan Data ……… 48

4.1 Data Primer ……….. 48

(5)

4.1.2 WaktuSinyaldanFasePergerakan ………. 49

4.2 KapasitasSimpang ……….. 51

4.3 Kecepatan Rata-rata ………. 55

BAB V Analisa Data danPerencanaan ……….. 58

5.1 AnalisaKoordinasiSimpangEksisting ……… 58

5.2 AnalisKondisiEksisting ………. 59

5.3 Analisa Data ………. 61

5.4 WaktuSiklus Optimum ...………... 67

5.5 Penentuan Waktu Siklus Terbaik ... 70

5.6 KoordinasiSinyalAntarSimpang ……….. 72

BAB VI Kesimpulandan Saran ……….. 76

6.1 Kesimpulan ……… 76

6.2 Saran ……….. 77

DaftarPustaka ……… 79

(6)

DAFTAR NOTASI

emp = Faktor dari berbagai tipe kendaraan sehubungan dengan keperluan waktu

hijau untuk keluar dari antrian apabila dibandingkan dengan sebuah

kendaraan ringan (untuk mobil penumpang dan kendaraan ringan lainnya,

emp=1,0).

smp = Satuan arus lalu-lintas dari berbagai tipe kendaraan yang diubah menjadi

kendaraan ringan (termasuk mobil penumpang) dengan menggunakan

faktor emp.

LTOR = Indeks untuk lalu-lintas belok kiri yang diijinkan lewat pada saat sinyal merah.

LT = Indeks untuk lalu-lintas yang belok kiri.

ST = Indeks untuk lalu-lintas yang lurus.

RT = Indeks untuk lalu-lintas yang belok kekanan.

Q = Jumlah unsur lalu-lintas yang melalui titik tak terganggu di hulu, pendekat

per satuan waktu (sbg. contoh: kebutuhan lalu-lintas kend./jam; smp/jam).

S = Besarnya keberangkatan antrian didalam suatu pendekat selama kondisi

yang ditentukan (smp/jam hijau).

So = Besarnya keberangkatan antrian di dalam pendekat selama kondisi ideal

(smp/jam hijau).

DS = Rasio dari arus lalu-lintas terhadap kapasitas untuk suatu pendekat

(Q×c/S×g).

FR = Rasio arus terhadap arus jenuh (Q/S) dari suatu pendekat.

IFR = Jumlah dari rasio arus kritis (= tertinggi) untuk semua fase sinyal yang

(7)

bagian pendekat j: Cj = Sj×gj//c; kend./jam, smp/jam).

D = Waktu tempuh tambahan yang diperlukan untuk melalui simpang apabila

dibandingkan lintasan tanpa melalui suatu simpang.

QL = Panjang antrian kendaraan dalam suatu pendekat (m).

NQ = Jumlah kendaraan yang antri dalam suatu pendekat (kend; smp).

CT = Waktu untuk urutan lengkap dari indikasi sinyal (sbg. contoh, diantara dua

saat permulaan hijau yang berurutan di dalam pendekat yang sama; det.).

GT = Fuse untuk kendali lalu-lintas aktuasi kendaraan (det.).

IG = Periode kuning + merah semua antara dua fase sinyal yang berurutan (det.).

LTI = Jumlah semua periode antar hijau dalam siklus yang lengkap (det). Waktu

hilang dapat juga diperoleh dari beda antara waktu siklus dengan jumlah

waktu hijau dalam semua fase yang berurutan.

(8)

DAFTAR TABEL

Tabel.4.6 : Kecepatan Rata-rata Total Kendaraan ... 56

Tabel.5.1 : Hasil Perhitungan Arus Lalu-lintas dan Arus Jenuh ... 62

Tabel.5.2 : Hasil Perhitungan Rasio Arus Jenuh ... 63

Tabel.5.3 : Hasil Perhitungan Kapasitas dan Derajat Kejenuhan ... 64

Tabel.5.4 : Hasil Perhitungan NQmax ... 66

Tabel.5.5 : Perhitungan Waktu Siklus ... 67

Tabel.5.6 : Perhitungan Kinerja Simpang ... 70

Table.5.7 : Data Waktu Hijau Simpang II sebelum Koordinasi ... .. 72

Tabel.5.8 : Hasil Perubahan Waktu Hijau Simpang II ... 73

(9)
(10)

DAFTAR GAMBAR

Gambar.1.1 : Peta Lokasi ... 4

... Gambar.2.1 : Prinsip Koordinasi Sinyal dan Green Wave ... 13

Gambar.2.2 : Prinsip Koordinasi Sinyal Pada Jalan Satu Arah ... 17

Gambar.2.3 : Koordinasi Sinyal Lampu Lalu-lintas pada Jalan Dua Arah dengan Jarak Persimpangan Seragam ... 18

Gambar.2.4 : Koordinasi Sinyal Lampu Lalu-lintas pada Jalan Dua Arah dengan Jarak Persimpangan tidak Seragam ... 18

Gambar.2.5 : Bandwidth pada Diagram Time-Space ... 20

Gambar.2.6 : Waktu Offset untuk Satu Siklus ... 22

Gambar.2.7 : Waktu Offset untuk Dua Siklus ... 22

Gambar.2.8 : Offset dan Bandwitdh dalam Diagram Koordinasi ... 24

Gambar.2.9 : Arus Jenuh ... 30

Gambar.3.1 : Alur Metode Pengerjaan Penelitian ... 47

Gambar.4.1a : Diagam Fase Pergerakan Simpang I ... 51

Gambar.4.1b : Diagam Fase Pergerakan Simpang II ... 51

Gambar.4.2 : Denah Lokasi Eksisting ... 57

Gambar.5.1 : Diagram Time Travel Simpang Eksisting ... 60

Gambar.5.2 : Diagram Peluang untuk Pembebanan POL ... 65

Referensi

Dokumen terkait

Analisis kinerja dan perilaku manajemen simpang bersinyal Kondisi eksisting dengan pelebaran dan penambahan waktu siklus

Dengan hasil kondisi eksisting tersebut terdapat 2 alternatif perbaikan yang digunakan dalam penelitian yaitu alternatif 1 - perancangan ulang waktu siklus dengan hasil

Survei yang dilakukan adalah survey kondisi lingkungan, geometri jalan, volume kendaraan yang melewati simpang, waktu sinyal tiap simpang dan waktu tempuh antar

Untuk mendapatkan cycle time baru, akan dilakukan perencanaan waktu hijau pada masing-masing simpang di Jalan Jendral Sudirman dengan tahapan; (1) Menganalisis kondisi

Cara yang dapat digunakan adalah dengan mengatur pergerakan yang terjadi pada persimpangan dengan menggunakan lalu lintas (Simpang Bersinyal). Meski demikian,

Dari hasil perhitungan dapat dibuktikan bahwa waktu siklus dalam kondisi eksisting simpang Mitra Batik mempunyai kinerja yang tidak baik. Kinerja tersebut dapat

Dari hasil perhitungan dapat dibuktikan bahwa waktu siklus dalam kondisi eksisting simpang Mitra Batik mempunyai kinerja yang tidak baik. Kinerja tersebut dapat

fleksibel, waktu siklus pada setiap persimpangan adalah tetap tetapi indikasi hijau digantikan agar cocok dengan kecepatan jalan yang dipilih dan merupakan suatu