• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peta Kendali (Control Chart)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Peta Kendali (Control Chart)"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

Peta Kendali (Control Chart)

Pengendalian Kualitas Statistika

Ayundyah Kesumawati

Prodi Statistika FMIPA-UII

October 29, 2015

(2)

Control Chart

Metode Statistik untuk menggambarkan adanya variasi atau penyimpangan dari mutu (kualitas) hasil produksi yang diinginkan. Dengan Peta kendali :

Dapat dibuat batas-batas dimana hasil produksi menyimpang dari ketentuan.

Dapat diawasi dengan mudah apakah proses dalam kondisi stabil atau tidak.

Bila terjadi banyak variasi atau penyimpangan suatu produk dapat segera menentukan keputusan apa yang harus diambil

Peta pengendalian adalah metode statistik yang membedakan adanya variasi atau penyimpangan karena sebab umum dan karena sebab khusus.

Penyimpangan yang disebabkan oleh sebab khusus biasanya berada di luar batas pengendalian, sedang yang disebabkan oleh sebab umum biasanya berada dalam bata pengendalian.

(3)

Pengendalian kualitas statistik secara garis besar digolongkan menjadi dua, yaitu

1 pengendalian proses staistik atau yang disebut sebagai bagan kontrol,

dan

2 rencana penerimaan sampel produk atau yang sering disebut dengan

acceptance sampling.

Hal ini dapat digambarkan seperti gambar di bawah ini

Figure: Pengendalian Kualitas Statistik

(4)

Macam-macam Variasi

Variasi dalam obyek

Mis : kehalusan dari salah satu sisi daru suatu produk tidak sama dengan sisi yang lain, lebar bagian atas suatu produk tidak sama dengan lebar bagian bawah, dll.

Variasi antar objek

Mis : sautu produk yang diproduksi pada saat yang hampir sama mempunyai kualitas yang berbeda/ bervariasi.

Variasi yg ditimbulkan oleh perbedaan waktu produksi Mis : produksi pagi hari berbeda hasil produksi siang hari.

(5)

Penyebab timbulnya Variasi

Penyebab Khusus (Special Causes of Variation)

Man, tool, mat, ling, metode, dll.(berada di luar batas kendali) Penyebab Umum (Common Causes of Variation)

Melekat pada sistem.(berada di dalam batas kendali)

(6)

Model-Model Control Chart

Model-model tersebut antara lain:

1. Model Umum

Model umum merupakan satu rencana yang tidak teridentifikasi. Tidak ada titik-titikyang jatuh di luar batas pengendali, mayoritas titik berada pada garis pusat, dan beberapa titik dekat dengan batas-batas pengendali.

(7)

2. Model yang berubah Secara Mendadak

Model ini terjadi karena ada perubahan dalam suhu udara, tekanan udara, dan sebagainya.Selain itu, dapat juga terjadi karena operator baru, alat baru, atau instrumen pengukuran baru.

(8)

3. Model Perubahan Bertahap

(9)

4. Model trend

(10)

5. Model Siklus

(11)

6. Model Tidak Beraturan

(12)

7. Model Campuran

(13)

8. Model Campuran

(14)

Jenis Peta Kendali

1 Peta Kendali Variabel (Shewart)

Peta kendali untuk data variabel : Peta X dan R, Peta X dan S, dll.

2 Peta Kendali Attribut

Peta kendali untuk data atribut : Peta-P, Peta-C dan peta-U, dll.

(15)

Peta Kendali X dan R

Peta Kendali X

Memantau perubahan suatu sebaran atau distribusi suatu variabel asal dalam hal lokasinya (pemusatannya).

Apakah proses masih berada dalam batas-batas pengendalian atau tidak.

Apakah rata-rata produk yang dihasilkan sesuai dengan standar yang telah ditentukan

Peta Kendali R:

Memantau perubahan dalam hal spread-nya (penyebarannya). Memantau tingkat keakurasian/ketepatan proses yang diukur dengan mencari range dari sampel yang diambil

(16)

Langkah-langkah dalam pembuatan Peta X dan R

1 Tentukan ukuran subgrup (n = 3, 4, 5, )

2 Tentukan banyaknya subgrup (k) sedikitnya 20 subgrup.

3 Hitung nilai rata-rata dari setiap subgrup, yaitu X.

4 Hitung nilai rata-rata seluruh X, yaitu X, yang merupakan center line

dari peta kendali X.

5 Hitung nilai selisih data terbesar dengan data terkecil dari setiap

subgrup, yaitu Range ( R ).

6 Hitung nilai rata-rata dari seluruh R, yaitu R yang merupakan center

line dari peta kendali R.

7 Hitung batas kendali dari peta kendali X :

UCL = X + (A2 . R) LCL = X (A2 . R)

dengan A2 = d3

2√n

(17)

1 Hitung batas kendali untuk peta kendali R

UCL = D4 . R LCL = D3 . R

2 Plot data X dan R pada peta kendali X dan R serta amati apakah

data tersebut berada dalam pengendalian atau tidak.

3 Hitung Indeks Kapabilitas Proses (Cp) Cp = USL−LSL

6S

4 Kriteria penilaian :

Jika Cp>1,33 , maka kapabilitas proses sangat baik

Jika 1,00≤Cp≤1,33, maka kapabilitas proses baik

Jika Cp<1,00, maka kapabilitas proses rendah

(18)

Hitung Indeks Cpk

Hitung Indeks Cpk :

Cpk = Minimum CPU ; CPL , Dimana :

Jika Cpk = Cp, maka proses terjadi ditengah

Jika Cpk = 1, maka proses menghasilan produk yang sesuai dengan spesifikasi

Jika Cpk ¡ 1, maka proses menghasilkan produk yang tidak sesuai dengan spesifikasi

Kondisi Ideal : Cp ¿ 1,33 dan Cp = Cpk

(19)

Contoh Kasus

PT XYZ adalah suatu perusahaan pembuatan suatu produk industri. Ditetapkan spesifikasi adalah : 2.40 0,05 mm. Untuk mengetahui

kemampuan proses dan mengendalikan proses itu bagian pengendalian PT XYZ telah melakukan pengukuran terhadap 20 sampel. Masing-masing berukuran 5 unit (n=5)

(20)

Pembahasan

Pada peta X ada data yang out of control, maka data pada sampel tersebut dibuang dan dihitung ulang untuk peta kendali revisi.

(21)

Peta Kendali Revisi

setelah observasi ke 15 dibuang maka didapatkan: ¯¯

Karena sudah tidak ada data yang out of control, maka langkah selanjutnya adalah menghitung kapabilitas proses

(22)

Peta Kendali Rata - Ratay dan Standar Deviasi (X dan S)

Peta kendali standar deviasi digunakan untuk mengukur tingkat keakurasian suatu proses

Langkah - langkah pembuatan peta kendali X dan S adalah sebagai Berikut:

1. Tentukan ukuran sampel/subgrup (n ¿10)

2. Kumpulkan banyaknya subgrup (k) sedikitnya 20 - 25 subgrup

3. Hitung nilai rata-rata dari setiap subgrup yaitu x

4. Hitung nilai rata-rata dari seluruh x, yaitu x yang merupakan garis tengah (center line) dari peta kendali x

5. Hitung simpangan baku dari setiap subgrup yaitu S,

S=

s P

(Xi−X¯)2

n−1

6. Hitung nilai rata-rata dari seluruh s, yaitu S yang merupakan garis tengah dari peta kendali S

(23)

7. Hitung batas kendali dari peta kendali X

sehingga dapat ditulis sebagai : UCL = X + (A3*S)

LCL = X - (A3*S).

8. Hitunglah batas kendali untuk peta kendali S:

UCL = S + 3∗S

Referensi

Dokumen terkait

Dalam beberapa penerapan Pengendalian Proses Statistika, perlu dirancang suatu peta kendali untuk perubahan kecil dalam rata-rata proses yang tidak terdeteksi, tetapi

Dalam hal menganalisis data, digunakan peta kendali p (peta kendali proporsi kerusakan) sebagai alat untuk pengendalian proses secara statistik. Penggunaan peta kendali p

Iglas (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dalam bidang pembuatan botol gelas yang dalam pengendalian kualitasnya menggunakan peta kendali Shewhart

Desain simbol garis pada peta skematik Trans Jogja ini menggunakan variabel visual berupa warna karena lebih mudah untuk digunakan dalam membedakan jalur yang satu dengan

Hasil tersebut akan memberikan informasi tentang pengendalian kualitas hasil proses produksi botol dengan metode yang sesuai, yaitu dengan peta kendali Kernel, dan

Karena data diatas dalam bentuk variabel maka digunakan peta kendali rata-rata dan peta kendali range untuk mengendalikan hasil produksi diatas dan untuk

Adapun tahapan alat bantu statistik tersebut adalah diawali dengan mengumpulkan data (check sheet) kerusakan produk, kemudian melakukan perhitungan peta kendali p dan

Karena data diatas dalam bentuk variabel maka digunakan peta kendali rata-rata dan peta kendali range untuk mengendalikan hasil produksi diatas dan untuk