!"# $ "$%"# &'&$(# ) "( * + $ &,&$"- . / % "$%"# &$0 )
&' / /! $ &$+ + # $
'&-1
2,2/ 2#2# 3 45 6 6
/2(/ , %"+ &$+ + # $ %&, % #
1
!"# $ "$%"# &'&$(# ) "( * + $ &,&$"- . / % "$%"# &$0 )
&' / /! $ &$+ + # $
'&-1
2,2/ 2#2# 3 45 6 6
/2(/ , %"+ &$+ + # $ %&, % #
"'.2$27 8 7 8 "' 9 $ 1 /+ "*7 8 +7 8
1
Nama : LENY FARIDA YANTI
NPM : 7105050202
Program Studi : Pendidikan Matematika
Dosen Pembimbing I : Mulyono, S.Si, M.Si
Dosen Pembimbing II : Muliawan Firdaus, S.Pd, M.Si
Tgl. Penunjukkan Pembimbing : 24 November 2008
Tgl. Persetujuan Judul : 14 November 2008
Judul Skripsi :
8
/ $ &' #* $ $ &,: ,: $(
Pembimbing I Pembimbing II
No Materi Bimbingan
Tanggal Paraf Tanggal Paraf
1. Pengajuan Judul 1401102008 1401102008
2. ACC Judul 1401102008 1401102008
3. Pengajuan Proposal 3100102009 3100102009
4. ACC Proposal 1800202009 1800202009
5. Pengajuan Skripsi 3000502009 3000502009
6. Perbaikan I 0200602009 0200602009
7. Perbaikan II 0300602009 0300602009
8. Perbaikan III 0800602009 0800602009
9. ACC Skripsi 0900602009 1800602009
Medan, Juni 2009
Ketua Program Studi Pendidikan Matematika
1
, 3 &$. 1 / + $%
2,2/ 2#2# 3 45 6 6
/2(/ , %"+ 3 &$+ + # $ , %&, % # &$! $( /2(/ , 3 %/ % %" 5
"+"' *#/ )* 3
&+ $7 $ % ! $
&%" &#/&% / *
;;;;;;;;;;;;;; ;;;;;;;;;;;;;;;
&,: ,: $( &,: ,: $(
&$. 1 / + $% 45 6 6
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui keefektifan penerapan PS3 dengan menggunakan metode ekspositori, (2) mengetahui tingkat kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal dengan PS3 dan (3) mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan penerapan PS3 menggunakan metode ekspositori.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitis. Subjek dalam penelitian
ini adalah siswa kelas SMP0RAKYAT Pancur Batu sebanyak 36 orang. Objek
dalam penelitian ini adalah penerapan PS3 pada pembelajaran matematika dengan menggunakan metode ekspositori pada pokok bahasan Lingkaran.
Indikator keefektifan penerapan PS3 dengan menggunakan metode ekspositori pada penelitian ini adalah (1) tingkat penguasaan siswa minimal sedang terpenuhi, (2) ketuntasan belajar secara klasikal terpenuhi, (3) ketuntasan pencapaian TPK terpenuhi, (4) kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran terpenuhi.
Berdasarkan hasil analisa data diperoleh bahwa dari 36 siswa terdapat 30 siswa (83,3%) yang memperoleh nilai lebih besar atau sama dengan 65% (tuntas belajar) dan 6 siswa (16,7%) tidak tuntas belajar. Ketercapaian TPK sebanyak 5 (67,44%) dari 6 TPK telah tuntas. Dari hasil observasi (3,11) disimpulkan bahwa kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran termasuk dalam kategori baik.
Berdasarkan indikator keefektifan pada penelitian ini, disimpulkan bahwa penerapan PS3 dengan menggunakan metode ekspositori efektif diterapkan pada pokok bahasan Lingkaran di kelas VIII SMP0RAKYAT Pancur Batu T.A 2008/2009.
Puji dan syukur penulis ucapkan kepada ALLAH SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia0Nya kepada penulis hingga penelitian dapat diselesaikan dengan baik sesuai dngan waktu yang direncanakan.
Skripsi dengan judul “Penerapan Penyelesaian Soal Secara Sistematis (PS3) Dengan Menggunakan Metode kspositori Pada Pokok Bahasan Lingkaran Di Kelas VIII SMP0RAKYAT Pancur Batu Tahun Ajaran 2008/2009” disusun untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sumatera Utara.
Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada : Bapak Mulyono,M.Si dan Bapak Muliawan Firdaus,M.Si sebagai dosen pembimbing skripsi,Kepada Ibu Suryati Tanjung yang telah memberikan bimbingan, saran, kritikan serta masukkan kepada penulis sejak awal sampai selesainya penulisan skripsi ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Ibu Sri Faizah Lisnasari (PD I), Bapak Nulus Sembiring (PD II), Bapak Rusdi Nasution (PD III). Ucapan terima kasih
disampaikan kepada ibu Drs.Derlina Nasution M.Si selaku dosen Pembimbing
Akademik dan kepada Bapak Drs.Syahwin,M.Si selaku ketua Program Studi
pendidikan Matematika UISU serta kepada Bapak dan Ibu Dosen beserta staf
Pegawai jurusan matematika FKIP UISU. Ucapan terima kasih juga kepada Bapak Pinter Sinulingga selaku Kepala sekolah SMP0RAKYAT Pancur Batu yang telah memberikan izin kepada penulis untuk melaksanakan penelitian dan Ibu Umi Kalsum selaku guru matematika di kelas penulis mangadakan penelitian.
Teristimewa penulis sampaikan terima kasih banyak kepada Ayahanda Dan Ibunda tercinta : Legiman / Rita.S yang telah memberikan bantuan doa, moral dan materil,
tercinta atas semua doa dan bantuan moral selama ini. Kepada Kakakku : Risca Andriani,S.ST dan Abangku Serda Kiswanto, Kakakku Dhesy Itaman,A.Md Adikku Rina Andriana yang selalu memberikan dukungan dan bantuan moral, materil, mencukupkan dana dari awal kuliah sampai selesai kuliah di UISU, dan tak lupa untuk keponakanku yang lucu dan imut : Dimas Akmal Prathama Nugraha dan Kamila Dwi Athifah yang selalu memberikan semangat baru bagi penulis, kepada seluruh keluarga besar penulis ucapkan terima kasih banyak. Ucapan terima kasih juga disampaikan untuk sahabat0sahabatku : Rina, Uma, Neni, Anita, Evi, Walida, Ryan,
Candra, Agustia, Dian, Kobes Team, temen 0temen seperjuangan di kampus
khususnya Mat’05. Terima kasih juga buat sobatku Irma dan Winda serta temen0 temen PPL0T MMA0UISU yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Penulis tidak dapat membalas budi baik dari semuanya. Allah yang kiranya membalas kepada Bapak, Ibu, dan Saudara/i sekalian.
Penulis telah berupaya dengan semaksimal ungkin dalam penyelesaian skripsi ini, namun penulis menyadari masih banyak kelemahan baik dari segi isi maupun tata bahasa. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca demi sempurnanya skripsi ini. Kiranya isi skripsi ini dapat bermanfaat dalam memperkaya khasanah ilmu pendidikan.
Medan, Juni 2009
Penulis,
1
Halaman
LEMBAR PENGESAHAN ………. i
ABSTRAK ……….. ii
KATA PENGANTAR ………. iii
DAFTAR ISI ……… v
DAFTAR TABEL ……… ix
DAFTAR LAMPIRAN ……… x
BAB I PENDAHULUAN 1 1.1. Latar Belakang ………. 1
1.2. Identifikasi Masalah ………. 3
1.3. Pembatasan Masalah ………. 4
1.4. Rumusan Masalah ………. 4
1.5. Tujuan Penelitian ………. 5
1.6. Manfaat Penelitian ………. 5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 6 2.1. Kerangka Teoritis ………. 6
2.1.1. Pengertian Belajar ………. 6
2.1.2. Pengertian Mengajar ………. 7
2.1.3. Kesulitan Belajar ……… 8
2.1.4. Pengertian Hasil Belajar dan Faktor yang Mempengaruhi ……….. 9
2.1.5. Kemampuan Memecahkan Masalah………... 11
2.1.7. Penyelesaian soal secara Sistematis………… 14
2.1.8. Kelebihan dan Kelemahan PS3……… 16
2.1.9. Metode Ekspositori………. 17
2.1.10.Kelebihan dan Kelemahan Metode Ekspositori 20 2.1.11.Tinjauan Tentang Lingkaran………. 21
2.2. Kerangka Konseptual ………..………. 25
2.3. Hipotesis………... 26
BAB III METODE PENELITIAN 27 3.1. Lokasi Penelitian ……… 27
3.2. Subjek dan Objek Penelitian ……….. 27
3.3. Jenis Penelitian ………. 27
3.4. Prosedur Penelitian ……….. 27
3.5. Alat Pengumpul Data ……….. 28
3.5.1. Validitas Tes……….. 29
3.5.2. Reliabilitas Tes……… 29
3.5.3. Daya Pembeda Soal……… 30
3.5.4. Tingkat Kesukaran Soal………. 31
3.6. Teknik Analisa Data ……... ……….. 31
3.6.1. Menghitung Tingkat Penguasaan Siswa…………. 31
3.6.2. Menghitung Ketuntasan Belajar Siswa………. 32
3.6.3. Mencari Tingkat Ketercapaian TPK ……….. 33
3.6.4. Menganalisa Hasil Observasi ……… 33
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN……….. 35
4.1. Hasil Penelitian……….. 35
4.1.1. Deskripsi Tingkat Penguasaan siswa………. 35
4.1.2. Deskripsi Ketuntasan Siswa………. 36
4.1.3. Deskripsi Ketuntasan Ketercapaian Tujuan Pembelajaran khusus atau Indikator………. 36
4.1.4. Hasil Observasi……….. 37
4.1.5. Deskripsi Kemampuan PS3……… 41
4.2. Pembahasan……….. 44
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN………... 46
5.1. Kesimpulan……….. 46
5.2. Saran………. 46
1
' , $
Tabel 4.1 Tingkat Penguasaan Siswa Pada Tes Akhir 35
Tabel 4.2 Data Ketuntasan Belajar Siswa 36
Tabel 4.3 Data hasil Observasi 37
Tabel 4.4 Pencapaian Efektifitas Penerapan PS3 menggunakan 41
metode ekspositori
Tabel 4.5 Kemampuan Menganalisa Soal 41
Tabel 4.6 Kemampuan Merencanakan Penyelesaian Soal 42
Tabel 4.7 Kemampuan Menyelesaikan Soal 43
Tabel 4.8 Kemampuan mengevaluasi Kembali Hasil
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran 1 Skenario Pembelajaran – 1 dan Lembar Obsrvasi 01 48
Lampiran 2 Skenario Pembelajaran – 2 dan Lembar Obsevasi 02 55
Lampiran 3 Skenario Pembelajaran 03 dan Lembar Observasi 03 63
Lampiran 4 Instrument Soal 71
Lampiran 5 Instrument jawaban 74
Lampiran 6 Tabel Penentuan Validitas Soal 83
Lampiran 7 Perhitungan Validitas Soal 85
Lampiran 8 Perhitungan Reliabilias Soal 87
Lampiran 9 Perhitungan Daya pembeda Soal 90
Lampiran 10 PerhitunganTingkat Kesukaran Tiap Butir Soal 91
Lampiran 11 Perhitungan Tingkat Persentase Penguasaan Siswa 92
Lampiran 12 PerhitunganTingkat Persentase Ketuntasan Belajar Siswa 94
Lampiran 13 Perhitungan Tingkat Ketercapaian TPK / Indikator 96
Lampiran 14 Sebaran Skor Kemampuan PS3 99
585 % / &' # $( * '
-Pendidikan dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan serta mengembangkan potensi yang dimiliki anak didik sebagaimana yang diungkapkan oleh A.B Hasibuan (1994 : 1) bahwa “Pendidikan sebagai upaya atau kegiatan yang meningkatkan kemampuan seseorang dalam segala bidang meliputi pengetahuan, keterampilan , dan sikap”. Dengan demikian pendidikan merupakan salah satu aspek kehidupan yang sangat penting peranannya dalam upaya membina dan membentuk manusia berkualitas tinggi.
Pendidikan matematika merupakan bagian dari pendidikan. Jadi pendidikan matematika merupakan salah satu aspek kehidupan yang sangat penting peranannya dalam upaya membina dan membentuk manusia berkualitas tinggi. Sebagaimana yang diungkapkan Hudojo (1988 : 20) bahwa “ Dalam perkembangan modern, matematika memegang peranan penting karena dengan bantuan matematika semua ilmu pengetahuan sempurna”.
Pembelajaran matematika di sekolah merupakan sarana berpikir yang jelas, kritis, kreatif, sistematis, dan logis. Arena untuk memecahkan masalah kehidupan sehari0hari, mengenal pola0pola hubungan dan generalisasi pengalaman dan pengembangan kreatifitas. Hal ini menyebabkan matematika dipelajari disekolah oleh semua siswa dari SD hingga SMS/SMK/STM dan bahkan juga di perguruan Tinggi.
Achievement (IEA) (WWW.depdiknas.go.id.2006) yang menunjukkan bahwa : Studi kemampuan siswa SMP di Indonesia hanya berada pada urutan ke 0 39 dari 42 negara peserta.
Saat ini keadaan yang terjadi di sekolah SMP RAKYAT Pancur Batu adalah siswa kurang menguasai perhitungan dan penalaran matematis. Karena siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal yang ditandai dengan banyaknya kesalahan – kesalahan yang dilakukan siswa dalam menjawab atau mengerjakan soal – soal. Di sekolah guru tidak melibatkan siswa secara aktif untuk menemukan sendiri konsep dan prinsip – prinsip dalam menyelesaikan soal secara sistematis. Dominasi guru terhadap siswa, membuat siswa tidak terlatih memecahkan soal secara sistematis (PS3).
Dengan demikian sasaran pembelajaran tidak tercapai dan hal inilah yang menyebabkan hasil ujian kurang memuaskan. Hal ini diakibatkan oleh beberapa hal (Tjipto Utomo dan Kees Ruijhter , 1994:86) yaitu :
1. Siswa kurang menganalisa soal yang dihadapinya * Mereka tidak mengetahui apa yang diketahui * Mereka tidak membaca soal secara seksama * Mereka terlalu cepat memulai perhitungan
* Mereka tidak mengetahui apa sebenarnya yang terjadi 2. Siswa tiak merencanakan jalan penyelesaian
* Mereka tidak mulai dengan yang ditanyakan
* Mereka tidak mengetahui persamaan0persamaan yang terpenting * Mereka tidak menghubungkan teori umum dengan soal yang
khusus yang dihadapinya
3. Siswa tidak menyelesaikan soal – soal secara terperinci * Mereka mengabaikan satuan – satuan yang dihadapinya * Perhitungan mereka dimulai terlalu dini
4. Siswa tidak menilai lagi kebenaran perhitungannya
* Mereka tidak memeriksa lagi apakah jawaban yang diperoleh itu betul, realistis sesuai dengan yang ditanya
penggeneralisasian, komunikasi matematika dan lain0lain, dapat dikembangkan secara lebih baik disekolah. Metode ekspositori sendiri juga membantu guru dan siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar. Karena metode ini merupakan metode dengan penyampaian materi pembelajaran secara terstruktur dengan harapan materi yang disampaikan itu dapat dikuasai siswa dengan baik dan siswa dapat mengungkapkan kembali materi yang telah diuraikan oleh guru.
Dalam hal ini untuk memecahkan masalah yang dihadapi siswa SMP RAKYAT Pancur Batu adalah peranan Penyelesaian Soal Secara Sistematis. Dengan PS3, siswa disekolah SMP RAKYAT Pancur Batu diharapkan mampu dan terampil dalam penyelesaian soal dengan cepat dan tepat. Dalam hal ini siswa terpancing berpikir, menganalisa, bertanya dan mengevaluasinya kembali, sehingga dengan demikian siswa tersebut aktif berpartisipasi di dalam pembelajaran.
Lingkaran merupakan salah satu pokok bahasan matematika yang diprlajari siswa dikelas VIII SMP RAKYAT Pancur Batu. Menurut keterangan guru disekolah tersebut hasil belajar siswa pada penyelesaian soal secara sistematis sangat rendah. Hal ini disebabkan karena siswa tidak mengikuti langkah – langkah yang berurutan dan sesuai.
Dari uraian di atas timbul ketertarikan untuk melakukan penelitian tentang : “ penerapan penyelesaian soal secara sistematis (PS3) dengan menggunakan metode ekspositori pada pokok bahasan lingkaran di kelas VIII SMP RAKYAT Pancur Batu Tahun Ajaran 2008/2009”.
58 8 +&$% < # * * '
-Dalam uraian pada latar belakang, masalah dapat diidentifikasikan sebagai berikut:
2. Siswa melakukan kesalahan0kesalahan dalam menyelesaikan soal.
3. Kurangnya keterampilan siswa dalam menyelesaikan soal secara sistematis. 4. Kemampuan siswa dalam pemecahan masalah masih rendah, karena dominasi
guru terhadap siswa. 58 8 &,: % * $ * '
-Melihat luasnya ruang lingkup masalah yang teridentifikasi di bandingkan waktu dan kemampuan peneliti , maka masalah yang akan dikaji dalam penelitian itu
terbatas pada penentuan tingkat hasil belajar dan kemampuan siswa dalam
menyelesaikan soal secara sistematis . Tingkat hasil belajar siswa yaitu seberapa besar persentase secara klasikal penguasaan siswa terhadap materi ditinjau dari hasil belajar dengan menggunakan metode Ekspositori dan ketercapaian tujuan pembelajaran. Sedangkan kemampuan siswa dalam PS3 ditinjau dari 4 kemampuan, yaitu:
1. Kemampuan siswa memahami masalah.
2. Kemampuan siswa merencanakan pemecahan masalah.
3. Kemampuan siswa menyelesaikan/melaksanakan pemecahan masalah. 4. Kemampuan siswa mengevaluasi kembali hasil pemecahan masalah Materi yang diajarkan terbatas pada pokok bahasan Luas dan Keliling Lingkaran. 58=8 ","* $ * '
-Berdasarkan masalah diatas , maka yang menjadi pokok permasalahan penelitian ini adalah :
1). Apakah pembelajaran dengan metode ekspositori efektif diterapkan dalam pembelajaran matematika pada pokok bahasan Lingkaran di
2). Bagaimana kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal dengan menerap kan PS3 pada pokok bahasan Lingkaran di kelas VIII SMP – RAKYAT Pancur Batu Tahun Ajaran 2008/2009?
586 "!" $ &$&' % $
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab permasalahan pokok di atas yaitu :
1). Untuk mengetahui keefektifan pembelajaran matematika dengan metode
Ekspositori pada pokok bahasan Lingkaran di kelas VIII
SMP RAKYAT Pancur Batu TA.2008/2009.
2). Untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal dengan PS3 pada pokok bahasan Lingkaran di kelas VIII SMP0RAKYAT Pancur Batu Tahun Ajaran 2008/2009.
58> $< % &$&' % $
1). Sebagai bahan sumbangan pemikiran dalam rangka memperbaiki proses Pembelajaran matematika di SMP, khususnya mengenai penyelesaian soal Pada pokok bahasan Lingkaran.
2). Sebagai bahan perbandingan bagi guru/calon guru untuk meninjau Kemampuan siswa SMP dalam memecahkan masalah dengan penerapan Metode PS3.
3). Sebagai pertimbangan bagi guru untuk menerapkan metode PS3 pada pokok bahasan yang lain.
4). Sebagai bahan perbandingan bagi peneliti lain yang ingin meneliti penelitian sejenis
85 &/ $(# &2/ % * 85858 &$(&/% $ &' ! /
Banyak pendapat ahli psikologi yang memberi berbagai defenisi tentang belajar diantaranya Herman Hudojo (1998:1) menyatakan bahwa: “Belajar adalah usaha seseorang dalam memperoleh pengalaman/pengetahuan baru sehingga menyebabkan terjadinya perubahan tingkah laku”.
Perubahan tingkah laku yang dimaksud adalah perubahan kemampuan siswa dari tidak tahu menjadi tahu dan dari yang tidak dapat memecahkan masalah menjadi dapat memecahkan masalah. Dalam perubahan tingkah laku tersebut terjadilah suatu proses. Jadi belajar itu harus melalui proses, sehingga siswa bukan hanya sekedar menerima konsep dan prinsip0prinsip. Oemar Hamalik (2001:36) menyatakan bahwa: “Belajar adalah suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan, jadi belajar adalah proses aktif mengenai informasi dan kemudian disusun dan dibentuk dengan cara yang unik oleh setiap individu”.
Senada dengan hal itu, Gagne (dalam Ratna Willis Dahar) menyatakan bahwa : “Belajar adalah suatu proses dimana suatu organisma berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman”.
menyangkut pengetahuan , kemampuan maupun sikap, bahkan meliputi segenap aspek organisme atau pribadi.
Berdasarkan kutipan di atas dapat dikatakan belajar merupakan aktivitas seseorang untuk mengumpulkan sejumlah pengetahuan melalui latihan yang teratur dan tekun sehingga menghasilkan perubahan0perubahan pengetahuan dan perilaku pada diri seseorang melalui materi yang dipelajari.
858 8 &$(&/% $ &$( ! /
Mengajar pada prinsipnya adalah membimbing siswa dalam kegiatan mengajar yang mengandung pengertian bahwa mengajar merupakan usaha mengorganisasikan lingkungan dalam hubungannya dengan anak didik dan bahan pengajaran, sehingga terjadi proses belajar mengajar. Menurut Sardiman (2003:45):
Mengajar diartikan sebagai suatu aktivitas mengorganisasi atau mengatur lingkungan sebaik0baiknya da menghubungkan dengan anak, sehingga terjadi proses belajar. Atau dikatakan , mengajar sebagai upaya menciptakan kondisi yang kondusif untuk berlangsungnya kegiatan belajar bagi para siswa.
Mengajar adalah segala upaya yang disengaja dalam rangka memberi kemungkinan bagi siswa untuk terjadinya proses belajar sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan. Karenanya belajar merupakan suatu proses yang kompleks. Tidak hanya sekedar menyampaikan informasi dari guru kepada siswa. Banyak kegiatan maupun tindakan yang harus dilakukan, terutama bila diinginkan hasil belajar lebih baik pada seluruh peserta didiknya.
Ilmu pengetahuan yang diajarkan bersumber dari buku0buku sehingga pelajaran bersifat intelektualistis tanpa dihubungkan dengan kehidupan sehari0hari. Menurut Raka Joni (dalam Sardiman , 2003:54) :
Dalam proses pengajaran ada 4 hal yang harus dijadikan muatan aktifis sekaligus , dimana pengajar harus mempunyai peran sebagai berikut :
1. sebagai fasilisator , ialah menyediakan situasi kondisi yang dibutuhkan oleh individu yang lain.
2. Sebagai pembimbing , ialah memberikan bimbingan kepada siswa dalam interaksi edukatif , agar siswa mampu belajar dengan lancar dan berhasil secara efektif dan efisien.
3. Sebagai motivator, ialah memberi dorongan semangat agar siswa mau dan giat belajar.
4. Sebagai Organisator
Tujuan mengajar adalah agar pengetahuan yang disampaikan itu dapat dipahami peserta didik. Guru yang berhasil mengajar di suatu sekolah belum tentu berhasil di sekolah lain. Itulah sebabnya ada pendapat bahwa mengajar itu adalah suatu “seni” tersendiri.
858 8 &*"' % $ &' ! /
Kegiatan belajar tidak terlepas dari berbagai kesulitan yakni suatu keadaan yang terdapat dalam proses belajar mengajar yang ditandai dengan hambatan0 hambatan untuk mencapai hasil belajar. Siswa yang mengalami kesulitan belajar akan mengalami hambatan belajar dalam proses mencapai hasil belajar. Sehingga cenderung menunjukkan prestasi hasil belajar yang rendah. Untuk itulah perlu dilakukan suatu cara yang dapat menolong siswa untuk mencapai hasil belajar yang baik.
yang dihadapi oleh siswanya, misalnya memperoleh nilai matematika yang rendah. Seperti dikemukakan H.K.Partowisastro dan Hadisuparto (1986:46) bahwa :”Suatu masalah dalam belajar itu jika seorang siswa tidak memenuhi harapan0harapan yang diisyaratkan kepadanya oleh sekolah seperti yang tercantum pada tujuan dari kurikulum dan kurikuler”.
Namun harapan0harapan ini tidak dapat tercapai bila siswa mengalami kesulitan belajar seperti yang diutarakan H.K.Partowisastro dan Hadisuparto (1986:47) bahwa : ”Suatu masalah timbul, kalau seorang siswa itu berada di bawah taraf perilaku dari sebagian besar teman sekelasnya pada mata pelajaran maupun perilaku sosial yang dianggap penting oleh guru”.
Hal ini menuntut supaya guru mengetahui faktor0faktor yang mempengaruhi belajar siswa. Menurut Ngalim Purwanto (1990:19) ada dua faktor yang mempengaruhi belajar siswa yaitu:
1. Faktor Internal, berupa faktor belajar yang bersumber dari dalam diri siswa tersebut di antaranya kematangan, kecerdasan, latihan dan motivasi.
2. Faktor Eksternal, berupa faktor belajar yang bersumber dari luar diri siswa di antaranya lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Untuk itulah, guru harus lebih jeli mengenali situasi dan kondisi siswa sesuai dengan faktor internal dan eksternal seperti yang dikemukakan diatas, sehingga guru dapat melakukan pendekatan yang efektif dalam mengatasi kesulitan0kesulitan belajar siswa.
858=8 &$(&/% $ * ' &' ! / + $ 1 #%2/ . $( &,)&$(
pengajaran adalah deskripsi tentang penampilan perilaku murid0murid yang kita harapkan setelah mereka mempelajari bahan pelajaran yang kita ajarkan”.
Tercapai atau tidaknya tujuan belajar tersebut dapat dilihat dari hasil belajar yang diperoleh siswa. Hudojo (1990) menyatakan bahwa : “Hasil belajar adalah penguasaan hubungan yang telah diperoleh sehingga orang itu dapat menampilkan pengalaman dan penguasaan bahan pelajaran yang telah dipelajari”.
Penguasan hubungan yang telah diperoleh ini mencakup ruang lingkup yang luas sehingga Gagne (dalam Djiwandono, 2002:217) mengelompokkan hasil belajar dalam lima kategori, yaitu :
1. Informasi Verbal
Informasi Verbal adalah tingkat pengetahuan yang dimiliki seseorang yang dapat diungkapkan melalaui bahasa lisan maupun tertulis kepada orang lain. Siswa harus mempelajari berbagai bidang ilmu pengetahuan, baik yang bersifat praktis maupun teoritis.
2. Kemahiran Intelektual
Kemahiran Intelektual (Intellectual Skill) menununjuk pada”Knowing How”, yaitu bagaimana kemampuan seseorang berhubungan dengan lingkungan hidup dan dirinya sendiri.
Kemahiran intelektual dibagi menjadi empat kategori, yaitu :
• Diskriminasi jamak (Multiple Discrimination), yaitu kemampuan seseorang dalam membedakan antara objek yang satu dengan objek yang lain. Dalam pemersepsi ,seseorang akan menanggapi suatu benda ciri0ciri yang khas , misalnya warna, bentuk, panjang0 lebar, kasar0halus, bau dan sebagainya. Berdasarkan persepsi itu seseorang dapat membedakan objek yang satu dengan yang lain. • Konsep (consept),yaitu arti yang mewakili sejumlah objek yang
mempunyai ciri0ciri yang sama. Konsep dapat dilambangkan dalam bentuk kata yang mewakili konsep itu.Konsep dibedakan atas konsep konkret dan konsep yang harus didefinisikan.konsep konkret adalah suatu pengertian yang menunjuk pada objek0objek dalam lingkungan. Konsep yang didefinisikan, yaitu konsep yang mewakili realitas hidup tetapi bukan lingkungan hidup fisik, misalnya lingkaran adalah yang garis yang berbentuk bundar yang mempunyai jari0jari sama panjang.
• Kaidah (Rule), yaitu dua konsep atau lebih yang jika dihubungkan satu sama lain, maka terbentuk suatu ketentuan yang mewakili suatu keteraturan, misalnya besi jika dipanaskan akan memuai. • Prinsip (Higher0Order rule) yaitu kombinasi dari beberapa kaidah,
Kaidah tersebut disebut “prinsip”. Berdasarkan prinsip, orang mampu menyelesaikan soal.
3. Pengaturan Kegiatan Kognitif
Pengaturan kegiatan kognitif (Cognitive Strategy), yaitu kemampuan yang dapat menyalurkan dan mengarahkan aktivitas kognitifnya sendiri. Khususnya bila sedang belajar dan berpikir. Orang yang mampu mengatur dan mengarahkan aktifitas mentalnya sendiri dalam bidang kognitif akan dapat menggunakan semua konsep dan kaidah yang pernah dipelajari jauh lebih efisien dan efektif, daripada orang yang tidak berkemampuan demikian.
4. Sikap
Sikap yaitu sikap tertentu seseorang terhadap suatu objek . Misalnya, siswa bersikap positif terhadap sekolah, karena sekolah berguna baginya. Sebaliknya dia bersikap negatif terhadap pesta0pesta karena merasa tidak ada gunanya, hanya membuang waktu dan uang saja.
5. Keteampilan Motorik
Keterampilan motorik yaitu seseorang yang mampu melakukan suatu rangkaian gerak0gerik jasmani dalam uraian tertentu dengan mengadakan koordinasi antara gerak –gerik berbagai anggota badan secara terpadu. Misalnya, Supir mobil dengan terampil mengendarai kendaraannya, sehingga konsentrasinya tidak hanya pada kendaraannya, tetapa juga pada arus lalu lintas di jalan.
Kategori hasil belajar siswa tersebut terkhusus pada pengerjaan soal dapat dilihat pada kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal dengan PS3. Karena siswa dituntut dapat menganalisa, berpikir logis, menggunakan prinsip0prinsip dalam menyelesaikan soal bahkan mengevaluasi kembali hasil soal yang telah dikerjakan.
85868 &, ,)" $ &,&0 -# $ * '
Kemampuan merupakan kesanggupan dalam melakukan suatu aktivitas.Kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi tergantung pada diri siswa itu sendiri. Ini disebabkan karena kemampuan dari tiap siswa berbeda.Sehingga “Kemampuan adalah daya untuk melakukan tindakan sebagai tindakan sebagai hasil dari pembawaan dalam latihan”.
Jadi yang dimaksud dengan kemampuan dalam menyelesaikan soal secara sistematis adalah daya siswa dalam mengerjakan soal dengan menerapkan langkah0 langkah dalam PS3.
858>8 &&<&#% < $ ' , &,:&' ! / $
Suatu pembelajaran dikatakan efektif apabila pembelajaran tersebut dapat mencapai tujuan yang ditetapkan. Seperti yang diungkapkan Usman (dalam Suryosubroto 1997 : 9) bahwa : “Proses belajar mengajar yang efektif adalah suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu”.
Menurut Simanjuntak (dalam Suryosubroto 1997:9) menyatakan bahwa keefektifan pendidikan ditinjau dari dua segi yaitu :
1. Mengajar guru, yang menyangkut sejauh mana kegiatan belajar
mengajar yang diajarkan terlaksana.
2. Belajar siswa, yang menyangkut sejauh mana tujuan pelajaran yang diinginkan tercapai melalui kegiatan belajar mengajar.
Menurut tim Pembina mata kuliah didaktik (dalam Suryosubroto 1997 : 10) mengemukakan bahwa :
Untuk mengetahui efektifitas mengajar adalah dengan memberikan tes dan hasil tersebut dapat dipakai untuk mengevaluasi berbagai aspek proses pengajaran. Hasil tes mengungkapkan kelemahan belajar siswa dan kelemahan mengajar secara keseluruhan.
Dari hasil tes yang diberikan kita dapat mebgetahui apakah siswa telah menguasai materi pelajaran atau belum.Jika siswa telah menguasai materi tersebut, maka siswa dikatakan telah tuntas dalam belajar. Suryosubroto (1997 :77) mengemukakan tentang ketuntasan belajar siswa secara individual dan klasikal yaitu :
1. Seorang siswa dikatakan telah tuntas belajar jika siswa tersebut telah mencapai skor minimal 65% dari total skor atau nilai 65.
2. Suatu kelas dikatakan telah tuntas belajar jika dalam kelas tersebut telah terdapat minimal 65% dari jumlah seluruh siswa yang telah mencapai daya serap lebih besar atau sama dengan 65%.
Selain melihat ketuntasan belajar secara individual dan klasikal, yang dapat dilihat lagi dari hasil tes yang diperoleh adalah pencapaian tujuan pembelajaran khusus (TPK).
Keefektifan pembelajaran juga tampak dari kondisi kelas selama proses belajar mengajar. Apabila proses belajar telah mengajar berlangsung dengan baik maka pembelajaran dapat dikatakan efektif. Menurut Roestiyah (dalam Suryosubroto 1997 :14) menyatakan agar dapat mengajar secara efektif maka guru harus memenuhi syarat0syarat sebagai berikut :
a. Mengaktifkan siswa dalam proses belajar mengajar
b. Menggunakan waktu yang tersedia untuk KBM secara efektif c. Memberi motivasi belajar siswa
Berdasarkan pendapat0pendapat di atas, yang menjadi indicator keefektifan pembelajaran dalam penelitian ini didasarkan kepada :
1. Ketuntasan belajar siswa baik secara individual maupun klasikal 2. Ketuntasan pencapaian tujuan pembelajaran khusus (TPK) 3. Pembelajaran yang dilaksanakan berjalan dengan baik
Jika ketiga aspek ini telah dipenuhi, maka pembelajaran tersebut dikatakan efektif. 85848 &$.&'&* $ 2 ' &0 / *%&, % *
Sesuai dengan teori Galperin (Utomo Tjipto dan Kees Ruijhter, 1985 : 88) yang mengemukakan tiga unsur yang merupakan dasar terpenting dalam kegiatan pembelajaran yaitu :
1. Orientasi
Memberikan dasar orientasi yang lengkap yang mencakup isi maupun metode yang dipakai.
2. Latihan
Melatih keaktifan secara bertahap langkah demi langkah dengan empat parameter proses belajar yaitu :
• ( Konkret 0Verbal – Mental ) • Kelengkapan ( Lengkap – Singkat ) • Penguasan ( Kurang – Baik ) • Sifat Persoalan ( Khas – Umum )
Dengan mempelajari parameter0parameter secara terperinci apabila belum diperoleh pemecahan dengan baik maka siswa dapat kembali lagi ke tingkat yang lebih rendah sehingga memungkinkan untuk dapat menyelesaikan dengan baik.
3. Umpan Balik
Melakukan suatu diagnosa tentang hasil dari proses belajar mengajar yaitu dengan PS3.
Di dalam penyelesaian soal matematika, PS3 menerapkan 4 langkah yaitu : analisis, perencanaan, penyelesaian, dan penilaian kembali (Utomo dan Kees Ruijhter, 1985: 90). Keempat tahapan di atas dapat dijelaskan sebagai berikut :
A. Analisa Soal
Tujuan : untuk memperoleh suatu gambaran lengkap dari apa yang diketahui dan dari apa yang ditanyakan. Dengan demikian seorang siswa terhindar dari memecahkan suatu soal sebelum ia mengerti betul apa yang ditanyakan.
Cara analisa itu terdiri dari :
A.1. Soal yang diberikan itu dibaca dengan seksama, kalau perlu digaris bawahi apa yang diketahui.
A.2. Yang diketahui itu diyulis dan disusun dalam suatu skema.Biasanya apa yang diketahui dalam istilah dan tanda yang sesuai misalnya satuan, dsb.
A.3. Yang ditanyakan ditulis secara lengkap. A.4. Jawaban diperkirakan
B. Rencana
Tujuan : mengubah soal yang diberikan menjadi soal baku, artinya soal yang menyelesaikannya secara prinsip telah diketahui.
Tahap ini dibagi dalam 3 bagian yaitu :
B.1. Menentukan apakah soal tersebut merupakan soal baku
B.2. Seleksi hubungan yang relevan, persamaan, rumus, diagram, dsb. B.3. Mengerjakan hubungan itu berdasarkan yang ditanyakan
C. Penyelesaian
Tujuan : mengerjakan penyelesaian menurut rencana pemecahan , yang terbagi atas bagian :
C.1. Pengerjaan dan hasil dituliskan dengan jelas
C.2. Perhitungan baru dilakukan pada akhir. Penyelesaian dibiarkan dalam bentuk rumus dan baru pada tahap akhir diisi dan dihitung.
D. Penilaian
Tujuan : memeriksa apakah soal yang diberikan telah dipecahkan dengan baik dan tuntas. Dengan memeriksa kembali soal dan menelaah jalan yang dikerjakan, dapat ditemukan kesalahan0kesalahan yang mungkin telah dibuat dan dengan demikian dapat diperbaiki.
Tahap ini dapat dibagi dalam 4 bagian yaitu :
D.1. Nilai hasil dengan membandingkannya dengan hasil kasar yang diperkirakan pada tahap analisa
D.2. Jawaban yang diperoleh itu diperiksa apakah sesuai dengan apa yang ditanyakan
D.3. Semua tahap diperiksa apakah masing0masing telah selesai
D.4. Jalan penyelesaian itu diperiksa apakah dapat dipakai untuk soal0soal lain.
siswa. Dalam pembelajaran ada 2 hal usaha yang menimbulkan aktifitas siswa dalam berpikir dan mampu berbuat. Dalam hal ini siswa dihadapkan dengan situasi yang mengandung masalah. Kemudian mengupayakan pemecahan dan mengatasi permasalahan. PS3 merupakan cara mengatasi permasalahan dengan keteraturan dan dilatih mengevaluasi kembali hasil yang didapat.
858 8 &'&: - $ + $ &'&, - $ 8 &'&: - $
PS3 menurut Galperin mempunyai perbedaan dengan teori lain yaitu :
1. Teori ini baik memperhatikan proses belajar maupun dalam memberikan pengaruh kepada pengajar, sedangkan teori lain biasanya diarahkankepada hasil belajar saja.
2. Teori ini berlaku untuk pencapaian kemampuan pada tingkat yang tinggi. 3. Memiliki tiga dasar terpenting yaitu orientasi, latihan, dan umpan balik.
4. Kegiatan belajar mengajar melalui PS3 dapat membiasakan siswa menghadapi masalah dalam matematika secara terampil
5. Metode ini merangsang siswa berpikir secara kreatif dan menyeluruh. :8 &'&, - $
1. Menentukan masalah yang tingkat kesulitannya sesuai dengan tes pengetahuan dan pengalaman belajar yang telah dimiliki siswa sangat memerlukan kemampuan dan keterampilan.
2. Memerlukan waktu yang banyak untuk pengerjaannya.
858 8 &%2+& #*)2* %2/
Metode ini adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi pelajaran secara optimal. Roy Killen (dalam Wina Sanjaya) menamakan metode ekspositori dengan istilah strategi pembelajaran
langsung ( ). Karena dalam hal ini siswa tidak dituntut untuk
menemukan materi itu. Materi pelajaran seakan0akan sudah jadi. Oleh karena metode ekspositori lebih menekankan kepada proses bertutur, maka sering juga dinamakan
istilah metode “ ”.
Terdapat beberapa karakteristik metode ekspositori . Pertama dilakukan dengan cara penyampaian materi pelajaran secara verbal. Kedua7 biasanya materi pelajaran yang disampaikan adalah materi pelajaran yang sudah jadi, seperti data atau fakta, konsep0konsep tertentu. Ketiga, tujuan utama pembelajaran adalah penguasaan materi pelajaran itu sendiri. Artinya setelah proses pembelajaran berakhir siswa diharapkan dapat memahaminya dengan benar dengan cara dapat mengungkapkan kembali materi yang telah diuraikan.
Wina Sanjaya (2008:179) menyatakan bahwa: “Metode ekspositori merupakan bentuk dari pendekatan pembelajaran yang berorientasi kepada guru (teacher centered approach)”. Dikatakan demikian, sebab guru memegang peran yang sangat dominan. Melalui metode ini guru menyampaikan materi pembelajaran secara terstruktur dengan harapan materi pelajaran yang disampaikan itu dapat dikuasai siswa dengan baik. Fokus utama metode ini adalah kemampuan akademik siswa (
Menurut Wina Sanjaya (2008:181) dalam penggunaan metode ekspositori terdapat prinsip0prinsip pembelajaran yang harus diperhatikan oleh setiap guru antara lain :
a. Berorientasi pada Tujuan
Walaupun penyampaian materi pelajaran merupakan ciri utama dalam metode ini, namun tidak berarti proses penyampaian materi tanpa tujuan pembelajaran, justru tujuan itulah yang harus menjadi pertimbangan utama dalam penggunaan metode ini.
b. Prinsip Komunikasi
Proses pembelajaran dapat dikatakan sebagai proses komunikasi, yang menunjuk pada proses penyampaian pesan dari seseorang (sumber pesan) kepada seseorang atau sekelompok orang (penerima pesan). Pesan yang ingin disampaikan dalam hal ini adalah materi pelajaran yang telah diorganisir dan disusun dengan tujuan tertentu yang ingin dicapai. Dalam proses komunikasi guru berfungsi sebagai sumber pesan dan siswa berfungsi sebagai penerima pesan.
c. Prinsip Kesiapan
Dalam teori belajar koneksionisme, “kesiapan” merupakan salah satu hubelajar.Inti dari hukum ini adalah guru harus terlebih dahulu memosisikan siswa dalam keadaan siap baik secara fisik maupun psikis untuk menerima pelajaran. Jangan memulai pelajaran, manakala siswa belum siap untuk menerimanya.
d. Prinsip Berkelanjutan
Proses pembelajaran ekspositori harus dapat mendorong siswa untuk mau mempelajari materi pelajaran lebih lanjut. Pembelajaran bukan hanya berlangsung pada saat itu, akan tetapi juga untuk waktu selanjutnya.
Pada Pelaksanaannya metode ekspositori memiliki prosedur0prosedur pelaksanaan, secara garis besar digambarkan oleh Wina Sanjaya (2008) sebagai berikut :
58 &/* ) $ /&) / % 2$
Tahap persiapan berkaitan dengan mempersiapkan siswa untuk menerima pelajaran. Dalam metode ekspositori, keberhasilan pelaksanaan pembelajaran sangat bergantung pada langkah persiapan. Tujuan yang ingin dicapai dalam melakukan persiapan yaitu :
• Menciptakan suasana dan iklim pembelajaran yang terbuka.
8 &$. ! $ /&*&$% % 2$
Tahap penyajian adalah langkah penyampaian materi pelajaran sesuai dengan persiapan yang telah dilakukan.Hal yang harus diperhatikan oleh guru adalah bagaimana materi pelajaran dapat dengan mudah ditangkap dan dipahami oleh siswa. Oleh sebab itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan langkah ini diantaranya : Penggunaan bahasa, intonasi suara, Menjaga kontak mata dengan siswa, serta menggunakan kemampuan guru untuk menjaga agar suasana kelas tetap hidup dan menyenangkan.
8 2/&' * 2//&' % 2$
Tahap korelasi adalah langkah yang dilakukan untuk memberikan makna terhadap materi pelajaran, baik makna untuk memperbaiki struktur pengetahuan yang telah dimiliki siswa maupun makna untuk meningkatkan kualitas kemampuan berpikir dan kemampuan motorik siswa.
=8 &$. ,)"'# $ &$&/ ' ? % 2$
68 &$( )' # * # $ )' 0 % 2$
Tahap aplikasi adalah langkah unjuk kemampuan siswa setelah mereka menyimak penjelasan guru. Langkah ini merupakan langkah yang sangat penting dalam proses pembelajaran ekspositori. Sebab melalui langkah ini guru akan dapat mengumpulkan informasi tentang penguasaan dan pemahaman siswa terhadap materi yang telah diajarkan. Teknik yang biasa dilakukan pada langkah ini diantaranya, dengan membuat tugas yang relevan, serta dengan memberikan tes materi yang telah diajarkan untuk dikerjakan oleh siswa.
8585 8 &'&: - $ + $ &'&, - $ &%2+& #*)2* %2/ 8 &'&: - $ &%2+& *)2* %2/
18 Dengan metode ekspositori guru dapat mengontrol urutan dan keluasan
pembelajaran, dengan demikian ia dapat mengetahui sejauh mana siswa menguasai bahan pelajaran yang disampaikan.
2. Metode pembelajaran ekspositori dianggap sangat efektif apabila materi pelajaran yang harus dikuasai siswa cukup luas, sementara itu waktu yang dimiliki untuk belajar terbatas.
3. Melalui Strategi pembelajaran ekspositori selain siswa dapat mendengar melalui penuturan tentang suatu materi pelajaran, juga sekaligus siswa bisa melihat atau mengobservasi (melalui pelaksanaan Demonstrasi).
4. Metode Pembelajaran ini bisa digunakan untuk jumlah siswa dan ukuran kelas yang besar.
:8 &'&, - $ &%2+& #*)2* %2/
2. Metode ini tidak mungkin dapat melayani perbedaan setiap individu baik perbedaan kemampuan, pengetahuan, minat, dan bakat, serta perbedaan gaya belajar siswa.
3. Metode ini sulit mengembangkan kemampuan siswa dalam hal kemampuan sosialisasi, hubungan interpersonal, serta kemampuan berpikir kritis.
4. Keberhasilan metode pembelajaran ekspositori sangat tergantung kepada apa yang dimiliki guru, seperti persiapan, pengetahuan, rasa percaya diri, senmangat, antusiasme, motivasi, dan kemampuan mengelola kelas. Tanpa itu sudah dipastikan pembelajaran tidak mungkin berhasil.
5. Pengetahuan yang dimiliki siswa akan terbatas pada apa yang diberikan guru.mengingat gaya komunikasi metode pembelajaran ini lebih banyak terjadi
satu arah ( ). Sehingga kesempatan untuk mengontrol
pemahaman siswa akan terbatas pula. 858558 $! " $ &$% $( $(# / $
58 &$(&/% $ $(# / $ + $ $*"/@ $*"/$.
Syamsul Junaidi dkk (2006:166) mengatakan bahwa : “ $(# / $ adalah
tempat kedudukan titik0titik yang berjarak sama terhadap suatu titik tertentu pada bidang datar. Titik tertentu itu disebut)"* % ' $(# / $dan jaraknya disebut! / @! / ' $(# / $A.
Unsur0unsur lingkaran antara lain : jari0jari, busur, tali busur, apothema, diameter, tembereng, dan juring.
O = Pusat lingkaran
d = AB = Diameter lingkaran r = AO = OB = jari0jari lingkaran BG = Busur lingkaran
PQ = Tali busur PQ OD = Apotema
Daerah EFH = Tembereng, Daerah OBG = Juring B
• Pusat lingkaran adalah suatu titik yang berjarak sama dari setiap titik0titik pada lingkaran
• Diameter adalah ruas garis yang menghubungkan dua titik yang berbeda pada lingkaran dan melalui pusat lingkaran.
• Jari0jari lingkaran adalah panjang ruas garis dan pusat lingkaran ke busur lingkaran.
• Tali busur adalah ruas garis yang menghubungkan dua titik pada lingkaran yang melalui titik pusat lingkaran.
• Tembereng adalah daerah lingkaran yang dibatasi oleh sebuah tali busur dan busur pada tali busur tersebut.
• Juring atau Sektor adalah daerah lingkaran yang dibatasi oleh dua jari0jari dan sebuah busur.
• Apotema adalah ruas garis yang ditarik dari pusat lingkaran dan tegak lurus tali busur.
8 &' ' $( + $ " * $(# / $ 858 &' ' $( $(# / $
Perbandingan keliling dengan diameter = π atau π = . Jadi, untuk diameter d
atau jari0jari r.
Keliling Lingkaran = π x diameter = π x d
Karena d = 2 x r, dapat pula ditulis
8 8 " * $(# / $
Mencari luas lingkaran dilakukan dengan langkah0langkah sebagai berikut : 1. Membuat lingkaran yang panjang jari0jari 10 cm.
2. Membagi lingkaran menjadi dua bagian yang sama degan cara membuat diameter dan membuat warna yang berbeda.
3. Membagi lingkaran menjadi juring0juring dengan besar sudut pusat masing0 masing 30°.
4. Membagi salah satu juring menjadi dua bagian yang sama.
5. Menggunting lingkaran tersebut sesuai dengan juring0juring yang terjadi
6. Meletakkan potongan0potongan dari juring0juring tersebut secara
berdampingan.
7.
Jika juring0juring lingkarannya memiliki sudut pusat semakin kecil misal 15°,10°,15° dan seterusnya, maka bangun yang terjadi sangat mendekati bentuk persegi panjang dengan panjang = kali panjang lingkaran dan lebar jari0jari
lingkaran. Sehingga,
Luas Lingkaran = Luas persegi panjang yang terjadi = Panjang x Lebar
r = d, maka L = π r² jika dinyatakan dalam d maka rumus lingkaran adalah
L = π ( d)², sebab r = d
= πd²
8 8 ":"$( $ *"+"% )"* %7 ) $! $( :"*"/7 '" * !"/ $(8 B
A Titik O disebut lingkaran
OA = OB disebut jari0jari lingkaran
Jadi sudut pusat adalah sudut yang dibentuk oleh dua jari0jari lingkaran sudut pusat, busur dan juring mempunyai hubungan perbandingan senilai
= =
Berarti :
Panjang Busur AB = Keliling Lingkaran
= 2. π. r
Luas Juring AOB = Luas Lingkaran
= π.r²
8=8 "+"% "* % + $ "+"% &' ' $(
C
DAOC disebut sudut pusat O
O
A B
P
R C
Karena titik sudutnya merupakantitik pusat lingkaran. Sudut ABC disebut sudut keliling karena titik sudutnya terletak pada keliling lingkaran.
Besar sudut pusat sebuah lingkaran adalah dua kali sudut kelilingnya. Jika kedua sudut tersebut menghadap busur yang sama berarti :
< AOC = 2 x <ABC
Setiap sudut keliling yang menghadap busur setengah lingkaran atau menghadap diameter lingkaran adalah sudut siku0siku, berarti :
< ABC = 90
8 8 &/ $(# 2$*&)%" '
Dalam proses belajar mengajar siswa tidak hanya sebagai pendengar dan penerima pengetahuan saja dari guru, dan guru juga tidak hanya menyampaikan pengetahuan yang dimilikinya kepada siswa, namun guru harus mampu mempengaruhi siswa untuk berpikir dan mampu menerapkan ilmu matematika yang dipelajari untuk menyelesaikan soal secara sistematis.
Dengan menggunakan metode PS3 siswa diharapkan akan lebih mengenal dan paham tentang konsep0konsep dan prinsip0prinsip matematika yang diajarkan guru. Hal yang lebih nyata lagi dari metode PS3 adalah dimampukan dan terampil dalam menyelesaikan soal secara sistematis dan tepat. Dalam hal ini siswa terpancing berpikir, menganalisa, bertanya, dan mengevaluasinya kembali, sehingga dengan demikian siswa tersebut aktif berpartisipasi di dalam belajar.
A
B
Pada metode ini guru berperan sebagai pemberi masalah dan memikirkan masalah yang sesuai dengan jangkauan pemikiran, jangan sampai masalah yang diberikan terlalu sulit atau terlalu rendah tetapi tetap memenuhi syarat0syarat suatu masalah. Di samping itu harus mampu membangkitkan kemauan siswa menyelesaikan soal yang diberikan, sehingga memberi sejumlah dorongan dan bantuan , pada saat sistem akan memerlukan konsep0konsep dan prinsip0prinsip matematika yang telah dimiliki siswa sebelumnya. Di samping guru menguraikan cara0cara khusus penyelesaian soal secara sistematis dengan langkah0langkah yang sistematis.
Dengan memperhatikan kelebihan dan kekurangan PS3 maka diharapkan keefektifan pembelajaran akan tercapai yaitu dengan tercapainya ketuntasan belajar siswa, tercapainya tujuan pembelajaran, dan tercapainya tingkat kemampuan siswa dalam PS3, minimal mencapai peringkat yang sedang.
8 8 )2%&* *
Hipotesis dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
858 2# * &$&' % $
Dalam penelitian ini yang menjadi lokasi penelitian adalah SMP0 RAKYAT Pancur Batu Medan. Menurut Kepala Sekolah tersebut tidak pernah dilakukan penelitian disekolah tersebut yang sejenis dengan penelitian ini.
8 8 ":!&# + $ :!&# &$&' % $
Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Rakyat Pancur Batu Medan T.A 2008/2009 yang diambil satu kelas yaitu kelas VIII03 sebanyak 36 orang. Dan objek penelitian ini adalah penerapan penyelesaian soal secara sistematis pada pokok bahasan lingkaran tahun ajaran 2008/2009.
8 8 &$ * &$&' % $
Jenis Penelitian ini adalah deskriptif analitis dengan pendekatan tes0tes soal yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode ekspositori pada penerapan PS3 pada pokok bahasan Lingkaran.
8=8 /2*&+"/ &$&' % $
Prosedur penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut :
1. Persiapan peneliti mencakup penyusunan skenario pembelajaran, menyusun kisi0kisi tes, menyusun tes, memvalidasi tes, penyusunan lembar observasi. 2. Memberikan pretes untuk mengetahui kemampuan awal siswa.
4. Memberikan tes setelah materi berakhir (post tes).
5. Memeriksa dan menilai hasil tes siswa di luar jam pelajaran 6. Melakukan analisis data dari hasil post tes siswa
7. Menulis kegiatan
868 ' % &$(",)"' $ %
Alat pengumpul data pada penelitian ini adalah tes dan non tes (observasi). 1. Tes
Tes yang diberikan disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Pretes yang diberikan bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum diterapkan metode ekspositori. Postes yang diberikan bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah diterapkan metode ekspositori. Postes yang diberikan berbentuk uraian dengan jumlah 10 butir soal dari materi Lingkaran. Tes yang diberikan berbentuk essay yang berjumlah 10 soal dengan tehnik penskoran sebagai berikut :
1. Setiap butir soal, skor minimal 0, skor maksimal 10. 2. Langkah 1 : Analisis jika Benar bernilai 2
Langkah 2 : Perencanaan jika Benar bernilai 3 Langkah 3 : Penyelesaian jika Benar bernilai 4 Langkah 4 : Penilaian jika Benar bernilai 1
86858 ' + % * &*
Untuk menghitung validitas tes digunakan rumus product moment angka kasar yang dikutip dari Suharsimi Arikunto (2008 : 72) yaitu :
Dimana : = Koefisisen korelasi antara variabel x dan variabel y, dua variabel yang dikorelasikan
= Skor butir = Skor tabel
= Banyaknya siswa
Untuk menafsir harga validitas item, maka harga tersebut harus dikonsultasikan dengan harga kritik r pada product moment dengan = 0,05. Tes
dikatakan valid jika > .
Adapun kriteria validitas adalah sebagai berikut :
0 55% Validitas sangat rendah
55% 65% Validitas rendah
65% 75% Validitas Sedang
75% 85% Validitas tinggi
85% 100% Validitas sangat tinggi
868 8 &' : ' % * &*
Dimana : = reliabilitas yang dicari n = banyaknya butir soal
= jumlah varians skor tiap0tiap tes = varians total
Untuk menafsirkan keberartian harga reliabilitas tes maka harga tersebut
dikonsultasikan ke tabel kritik product moment dengan kriteria > untuk
taraf signifikan = 0,05 maka tes tersebut dikatakan reliable.
Adapun Kriteria reliabilitas suatu tes adalah sebagai berikut : Bahan kuliah perencanaan pembelajaran (2008 :40):
0 55% Reliabilitas sangat rendah
55% 65% Reliabilitas rendah
65% 75% Reliabilitas sedang
75% 85% Reliabilitas tinggi
85% 100% Reliabilitas sangat tinggi
868 8 . &,:&+ 2 '
Untuk menghitung daya pembeda soal digunakan rumus :
D =
Dengan klasifikasi daya pembeda soal sebagai berikut :
0,0 P 0,2 adalah jelek
0,2 P 0,4 adalah cukup
868= $(# % &*"# / $ 2 '
Untuk mengetahui tingkat kesukaran setiap nomor soal digunakan rumus :
TK =
Dimana : TK = Tingkat Kesukaran
Mean = rata0rata skor suat soal =
, dengan
=
jumlah skorsiswa pada soal tertentu dan n= jumlah peserta tes
Dengan klasifikasi indeks kesukaran :
0,0 P 0,2 adalah jelek
0,2 P 0,4 adalah cukup
0,4 < P 0,7 adalah baik 0,7 P 1,0 adalah sangat baik
Tes yang baik adalah apabila suatu item hendaknya tidak terlalu sukar dan tidak terlalu mudah.
2. Non Tes (Observasi)
Observasi dimaksudkan untuk mengamati aktifitas siswa dan guru selama Pembelajaran.
8>8 &#$ # $ ' * * %
Untuk melihat efektifitas pembelajaran yang sudah berlangsung, maka dilakukan analisis data dari hasil post tes dengan melakukan langkah0langkah sebagai berikut:
8>858 &$(- %"$( $(# % &$(" * $ * *9
PPS = x 100%
Dengan Kriteria :
0 55% Penguasaan sangat rendah
55% 65% Penguasaan rendah
65% 75% Penguasaan sedang
75% 85% Penguasaan tinggi
85% 100% Penguasaan sangat tinggi
8>8 8 &$(- %"$( &%"$% * $ &' ! / *9
Berdasarkan kriteria ketuntasan belajar, terdapat kriteria ketuntasan belajar perorangan dan klasikal, yaitu :
a. Seorang siswa dikatakan telah tuntas belajar, jika siswa telah mencapai skor 65% ketuntasan itu dihitung dengan menggunakan rumus :
Dimana : DS = Daya Serap Dengan kriteria :
0% ≤ ≤ 65% : Siswa belum tuntas belajar
65%< ≤ 100% : Siswa telah tuntas belajar
Secara individual siswa dikatakan telah tuntas belajar apabila ≥ 65% b. Suatu kelas dikatakan telah tuntas belajar jika di kelas tersebut terdapat
85% yang telah mencapai daya serap ≥ 65% , ketuntasan tersebut dihitung dengan rumus;
= Jumlah siswa yang telah tuntas belajar = Jumlah siswa seluruhnya
8>8 8 &$0 / $(# % &%&/0 ) $
Dalam pedoman peneliti kurikulum 1975 (dalam Suryosubroto 1997 : 117) menetapkan bila hasil yang dicapai oleh siswa dalam tes adalah 65% dari TPK atau lebih siswa dipandang telah menguasai bahan pelajaran yang bersangkutan dan siap mengikuti program selanjutnya. Ketuntasan TPK dilakukan dengan menghitung pencapaian butir soal yang dirumuskan sebagai berikut:
Dimana = pencapaian butir soal
Dengan kriteria :
0% ≤ ≤ 65% : TPK belum tuntas
65% < ≤ 100% : TPK telah tuntas
Untuk menghitung ketuntasan TPK secara klasikal digunaan rumus sebagai berikut :
Apabola 65% atau lebih dari seluruh TPK yang ditetapkan tercapai, maka ketuntasan TPK telah tercapai.
8>8=8 &$( $ ' * * * ' :*&/C *
Dari hasil observasi, dilakukan penganalisisan dengan menggunakan rumus :
Selanjutnya dicari rata0rata hasil pengamatan dengan rumus:
=
Dimana = rata0rata hasil pengamatan n = banyak pertemuan
Dengan kriteria : 0,0 ≤ ≤ 1,5 : Hasil observasi adalah “kurang” 1,5 < ≤ 2,5 : Hasil observasi adalah “sedang”
2,5 < ≤ 3,5 : Hasil observasi adalah “baik”
3,5 ≤ 4,0 : Hasil observasi adalah “amat baik”
Pembelajaran dikatakan efektif jika dari hasil pengamatan pembelajaran masuk dalam kategori baik atau amat baik.
8>868 &$( $ ' * * &, ,)" $ *9 &*"
Untuk menentukan tingkat kemampuan PS3 dilakukan berdasarkan kriteria berikut:
0 % :Tingkat kemampuan “sangat rendah”
55% : Tingkat kemampuan “rendah”
65% < : Tingkat kemampuan “sedang”
75% < 85% : Tingkat kemampuan “tinggi”
=858
=85858 &*#/ )* % $(# % )&$(" * $ * *9
Setelah Penyelesaian Soal Secara Sistematis (PS3) diterapkan dengan menggunakan metode ekspositori seperti yang telah tergambar pada rencana pelaksanaan pembelajaran (lampiran 103). Selanjutnya diadakan tes yang bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa pada pokok bahasan lingkaran. Berdasarkan nilai tes hasil belajar siswa yang disajikan pada lampiran 11, diperoleh data tingkat penguasaan siswa sebagai berikut :
:&' =858 $(# % &$(" * $ *9 + &* #- / 2 &/*&$% *&
&$(" * $
$(# % &$(" * $ $. # *9 &/*&$% *& ",' - *9
1 0% 55% S. Rendah 5 Orang 13,9%
2 55% 65% Rendah 1 Orang 2,8%
3 65% 75% Sedang 20 Orang 55,%
4 75% 85% Tinggi 9 Orang 25%
5 85% 100% S. Tinggi 1 Orang 2,8%
JUMLAH 36 Orang 100%
=858 8 &*#/ )* &%"$% * $ &' ! / *9
Berdasarkan nilai tes hasil belajar siswa dengan menerapkan PS3 pada pokok bahasan Lingkaran dengan menggunakan metode ekspositori diperoleh data sebagai berikut :
:&' =8 8 % &%"$% * $ &' ! / *9
2 &/*&$% *& &%"$% * $ $(# % &%"$% * $ $. # *9 E !",' - *9
1 D65% Tidak Tuntas 6 Orang 16,7%
2 65% Tuntas 30 Orang 83,3%
JUMLAH 36 Orang 100%
Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 13. Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa persentase siswa yang tuntas belajar lebih besar daripada persentase siswa yang tidak tuntas belajar. Karena 83,3% siswa sudah tuntas secara individual maka berdasarkan kriteria ketuntasan klasikal dapat disimpulkan bahwa penerapan PS3 dengan menggunakan metode ekspositori pada pokok bahasan Lingkaran memenuhi kriteria ketuntasan belajar secara klasikal.
=858 8 &*#/ )* &%"$% * $ &%&/0 ) $ "!" $ &,:&' ! / $ -"*"* % " $+ # %2/
Adapun tujuan pembelajaran khusus atau indikator dalam penelitian ini adalah: 1. Menyebutkan unsur – unsur lingkaran dan bagian – bagian lingkaran :
Pusat lingkaran, jari0jari, diameter, busur, talibusur, juring, dan tembereng. 2. Menemuan nilai Phi.
3. Menentukan rumus keliling dan luas lingkaran. 4. Menghitung keliling dan luas lingkaran.
Deskripsi pencapaian TPK dapat disajikan pada tabel berikut dengan data selengkapnya lampiran 14.
Banyak TPK yang yang tuntas = 7 TPK Persentase TPK yang tuntas = 67,44%
Berdasarkan data pada lampiran 14 dapat dilihat bahwa TPK yang tercapai ada 5 dari 6 yang ada atau 67,44% tuntas. Berdsarkan kriteria ketuntasan pencapaian TPK maka ketuntasan pencapaian TPK pada pokok bahasan lingkaran sudah tercapai. =858=8 * ' :*&/C *
Dari lembar observasi maka data – data hasil observasi dilihat pada tabel berikut : pelajaran dengan rapi d an sistematik
jelas
2. Melibatkan siswa secara
aktif dalam kegiatan
pembelajaran
3. Memberi kesempatan
kepada siswa untuk
menyelesaikan soal
dengan PS3 ke papan tulis
pertanyaan siswa 3 3 3 3 Baik 2. Bertanya kepada guru
3. Mendengarkan dan
1. Topik yang disampaikan sesuai dengan metode
2. Memuji siswa yang berprestasi
3. Memotivasi siswa untuk lebih giat belajar
1. Merangkum isi pelajaran 2. Pemberian PR
Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa rata0rata penilaian setiap indikator yang diamati dalam mengelola pembelajaran dari tiga kali pertemuan berada pada nilai 2,7 – 3,5. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan penyelesaian secara sistematis dengan menggunakan metode ekspositori pada pokok bahasan lingkaran pada penelitian berlangsung dengan baik.
Jadi dengan demikian, efektifitas pembelajaran matematika dengan menggunakan metode ekspositori pada penerapan PS3 yang ditentukan berdasarkan tingkat penguasaan siswa, ketuntasan belajar klasikal, ketuntasan pencapaian TPK dan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dapat dilihat dari tabel berikut ini :
:&' =8=8 &$0 ) $ <&#% < % * &$&/ ) $ &$(("$ # $ &%2+& #*)2* %2/
NO Kriteria Keterangan Kesimpulan
1. Tingkat penguasaan Siswa Tuntas
2. Ketuntasan Belajar Klasikal Tuntas <&#% <
3. Ketercapaian TPK Tuntas
=85868 &*#/ )* &, ,)" $
8 &, ,)" $ &$( $ ' * &, - , 2 ' $(#
-Berdasarkan perhitungan tingkat kemampuan menganalisa soal oleh siswa pada lampiran 15 terdapat 1 orang dari 36 siswa atau 2,8% yang memperoleh tingkat kemampuan yang sangat tinggi, 8 orang dari 36 siswa atau 22,2% yang memperoleh kemampuan yang tinggi, sebanyak 20 orang dari 36 siswa atau 55,5% yang memperoleh kemampuan yang sedang, 1 orang dari 36 siswa atau 2,8% memiliki tingkat kemampuan yang rendah, 6 orang dari 36 siswa atau 16,7% memiliki tingkat kemampuan yang sangat rendah. Secara klasikal diperoleh rata0rata dari kemampuan siswa menganalisa soal adalah 13,78 dengan persentase pencapaian 68,5%. Berarti secara klasikal tingkat kemampuan siswa dalam menganalisa soal adalah sedang. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut ini :
:&' =868 &, ,)" $ &$( $ ' * 2 '
65% 75% Sedang 20 orang 55,5% atau
75% 85% Tinggi 8 orang 22,2% 68,5%
85% 100% S. Tinggi 1 orang 2,8%
Jumlah 36 orang 100%
:8 &, ,)" $ &/&$0 $ # $ &$.&'&* $ 2 ' $(#
yang memperoleh kemampuan yang tinggi, sebanyak 7 orang dari 36 siswa atau 19,4% yang memperoleh kemampuan yang sedang, 10 orang dari 36 siswa atau 28,8%% memiliki tingkat kemampuan yang rendah, 11 orang dari 36 siswa atau 30,5% memiliki tingkat kemampuan yang sangat rendah. Secara klasikal diperoleh rata0rata dari kemampuan siswa menganalisa soal adalah 19,56 dengan persentase pencapaian 62,5%. Berarti secara klasikal tingkat kemampuan siswa dalam merencanakan penyelesaian soal adalah sedang. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut ini :
65% 75% Sedang 7 orang 55,5% Atau
75% 85% Tinggi 5 orang 22,2% 62,5%
85% 100% S. Tinggi 3 orang 2,8%
08 &, ,)" $ &$.&'&* $ 2 ' $(#
-Berdasarkan perhitungan tingkat kemampuan penyelasaian soal oleh siswa pada lampiran 17 terdapat 4 orang dari 36 siswa atau 11,1% yang memperoleh
kemampuan yang tinggi, sebanyak 18 orang dari 36 siswa atau 50% yang memperoleh kemampuan yang sedang, 14 orang dari 36 siswa atau 38,9% memiliki tingkat
klasikal tingkat kemampuan siswa dalam melaksanakan penyelesaian soal adalah sedang. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut ini :
:&' =848 &, ,)" $ &$.&'&* $ 2 ' Persentase
penguasaan KemampuanTingkat BanyakSiswa Jumlah SiswaPersentase KemampuanRata0rata
0% 55% S. Rendah 0 0
55% 65% Rendah 14 orang 38,9 % 26,56
65% 75% Sedang 18 orang 50% Atau
75% 85% Tinggi 4 orang 22,2% 66,4%
85% 100% S. Tinggi 0 0
Jumlah 36 orang 100%
+8 &, ,)" $ &$(&C '" * &,: ' * ' &$.&'&* $ 2 ' $(#
:&' =8 8 &, ,)" $ ,&,&/ #* #&,: ' - * ' )&$.&'&* $ 2 ' Persentase
penguasaan KemampuanTingkat BanyakSiswa Jumlah SiswaPersentase KemampuanRata0rata
0% 55% S. Rendah 7 orang 19,5%
55% 65% Rendah 8 orang 22,2 % 6,61
65% 75% Sedang 12 orang 33,3% Atau
75% 85% Tinggi 8 orang 22,2% 66,1%
85% 100% S. Tinggi 1 orang 2,8%
Jumlah 36 orang 100%
=8 8 &,: - * $
Dari hasil penelitian diperoleh bahwa tingkat penguasaan siswa pada pokok bahasan Lingkaran minimal dalam kategori sedang telah tercapai yaitu dari 36 siswa, 30 siswa telah memiliki tingkat penguasaan 65%. Ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah tercapai yaitu sebesar 83,3% atau sebanyak 30 siswa dari 36 siswa yang telah mencapai skor 65%. Ketuntas TPK atau indicator telah tercapai yaitu dari 10 TPK yang ada terdapat 7 TPK yang tercapai atau sebesar 67,44%. Hasil observasi dengan rata0rata nilai sebesar 3,11 menunjukkan bahwa pelaksanaan penelitian penerapan penyelesaian soal secara sistematis (PS3) dengan menggunakan metode ekspositori berlangsung denngan baik.
Sehingga efektifitas pembelajaran diperoleh karena penerapan PS3 sesuai dengan metode ekspositori yang digunakan.
Kemampuan siswa dalam menggunakan langkah0langkah PS3 dengan kategori minimal sedang terpenuhi, yaitu : Kemampuan menganalisa soal sebesar 68,5%, Kemampuan membuat rencana penyelesaian soal sebesar 65,2%, Kemampuan menyelesaikan soal sebesar 66,4%, dan kemampuan mengevaluasi (memeriksa) kembali sebesar 66,1%.
Dari keempat kemampuan siswa menggunakan langkah0langkah PS3, kemampuan merencanakan penyelesaian soal (langkah II) lebih rendah dari kemampuan lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan penyelesaian soal secara sistematis denga menggunakan metode ekspositori pada pokok bahasan lingkaran meningkatkan hasil belajar siswa khususnya di SMP0 Rakyat Pancur Batu sesuai dengan hipotesis yang diperkirakan.
6858 &* ,)"' $
Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan pada bab IV maka dapat disimpulkan :
1. Penerapan Penyelesaian Soal Secara Sistematis (PS3) dengan menggunakan metode ekspositori pada pokok bahasan Lingkaran di kelas VIII SMP0 Rakyat Pancur Batu T.A. 2008/2009 efektif.
2. Kemampuan siswa dalam menggunakan langkah0langkah Penyelesaian Soal Secara Sistematis (PS3) dengan kategori minimal sedang terpenuhi, yaitu :
Kemampuan menganlisa soal sebesar 68,5%, kemampuan merencanakan penyelesaian soal sebesar 65,2%, kemampuan penyelesaian soal sebesar 66,4%, dan kemampuan mengevaluasi kembali hasil penyelesaian soal sebesar 66,1%. 3. Penerapan Penyelesaian Soal Secara Sistematis dengan menggunakan metode
ekspositori dapat meningkatkan hasil belajar siswa. 68 8 / $
Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian ada beberapa saran untuk memperbaiki kualitas hasil belajar siswa antara lain :
1. Dalam menerjakan materi LIngkaran guru atau calon guru dapat
mempertimbangkan penggunaan PS3 juga untuk pokok bahasan lainnya.
2. Mengelola waktu dengan lebih efisien dalam menerapkan PS3 di dalam pengerjaan soal dalam pembelajaran matematika.
1
Arikunto, S. 2008. ! "Jakarta : Bumi Aksara.
Cholik, A.M. Sugijono . 2004. ! # ! $ " Jakarta :
Erlangga.
Dahar, W.R. 1989.% % & "Jakarta : Erlangga.
Departemen Pendidikan Nasional Indonesia . 2006. '
,(http://www.depdiknas.go.id).
jamarah,B.S. 2002. ' & ! ' & "Jakarta : Rineka Cipta.
Djiwandono, S.E. 2004. ' Jakarta : Grasindo.
Hamalik, Oemar. 2001. & ! ' & "Jakarta : Bumi Aksara.
Hasibuan, A.B. 1994.% ( "Jakarta : P3G.
Hudojo .H. 1998. ! ' & & ! "Jakarta : Depdikbud.
Junaidi, S , Dkk. 2006. ! # ! $ " Surabaya : Glora
Aksara Pratama.
Mantra,Ida,Bagous.2004. ) * ! "
Jogjakarta: Pustaka Pelajar.
Partowisastro,H. Hadisuparto. 1986. + & .
Bandung : Rineka Cipta.
Popham,W.J. 1992.% ! ' & "Jakarta :Rineka Cipta.
Purwanto, N. 1990. ' "Bandung : Rosdakarya.
Sanjaya, W. 2008. ' + & " "Bandung : Kencana Prenada Media Group.
Sardiman. 2003. ! & ! ' & " Jakarta : Raja
Grafindo Persada.
Subagyo,Joko,p. 2004.! . Jakarta : Rineka Cipta
Sudjana. 2005. ! " Bandung : Tarsito.
Sumarna. 2005. , - + ( . % " Bandung :
Suryosubroto, B. 2002. & ! ' & " Jakarta : Rineka Cipta.
Utomo, T.Ruijhter,K. 1994. ' ' + ' "
,) / $ 5
Nama Sekolah : SMP RAKYAT PANCUR BATU
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : VIII³ / Genap
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit
Pertemuan ke : I ( Pertama )
8 % $+ / #2,)&%&$*
GEOMETRI DAN PENGUKURAN
4. Menentukan unsur, bagian lingkaran serta ukurannya
8 2,)&%&$* * /
4.1. Menentukan unsur dan bagian – bagian lingkaran
8 $+ # %2/
4.1.1. Mendefinisikan / menjelasakan pengertian lingkaran
4.1.2. Menyebutkan unsur – unsur lingkaran : Pusat lingkaran, jari – jari, diameter, busur, tali busur, juring, dan tembereng.
8 "!" $ &,:&' ! / $ *9 + ) % 3
• Menjelaskan pengertian lingkaran
• Menyebutkan unsur – unsur dan bagian0bagian lingkaran : pusat lingkaran, jari – jari, diameter, busur, tali busur, juring, dan tembereng
• Dapat menyelesaikan soal yang berkaitan dengan lingkaran
8 %&/ 2#2#: Lingkaran
18 &%2+& &,:&' ! / $
Metode Ekspositori dan penyelesaian soal secara sistematis ( PS3 )
8 &( % $ &,:&' ! / $
&( % $ ("/" &( % $ *9 F #%" Kegiatan awal :
• Mengucapkan salam
pembuka
• Mengabsensi siswa dan
memberikan motivasi
• Membalas salam guru
• Menjawab guru 166 daribuku yang akan dipelajari
• Menjelaskan pengertian
lingkaran, unsur – unsur
lingkaran serta
menentukan unsur dan bagian lingkaran
• Memberikan contoh soal
dan menyelesaikannya
dengan Penyelesaian soal secara sistematis
Contoh soal :
• Membuka halaman buku
yang akan dipelajari
• Siswa mendengarkan
penjelasan materi oleh
guru
• Memperhatikan cara guru
menyelesaikan soal secara sistematis
1). Perhatikan gambar ada pada gambar ! Penyelesaian dengan PS3 :
A. Analisa
Dik : Sebuah gambar lingkaran.
Dit : Sebutkan semua unsur – unsur yang ada pada gambar tersebut? B. Rencana
Menganalisa gambar untuk untuk menentukan unsur – unsur lingkaran tersebut.
C. Penyelesaian
a). jari – jari lingkaran adalah : garis AO, BO, CO, DO, dan EO b). Diameter lingkaran : Garis AE
c). Tali busur lingkaran : Garis CE
d). Tembereng lingkaran : Daerah arsir CE
e). Busur lingkaran : GarisAB, BD, DE, EC, dan CA.
f). Juring / sector
lingkaran : Daerah COA, AOB, BOD, dan DOE. D. Penilaian
• Memberikan tugas rumah
kepada siswa
• Menginformasikan materi
yang akan di pelajari selanjutnya
• Menutup pelajaran dengan salam
• Mendengarkan rangkuman
guru
• Mencatat tugas rumah
yang di berikan oleh guru
• Mendengarkan informasi
materi yang akan di
pelajari selanjutnya
• Membalas salam guru
10 Menit
8 ' % / $ + $ ",:&/ &,:&' ! / $
1. Alat dan sarana : alat tulis, papan tulis, penghapus, jangka, busur, penggaris.
2. Sumber : Buku paket siswa dan Buku modul lingkaran.
8 &$ ' $ 3 1). Penilaian proses dari hasil perkembangan, pemahaman siswa. 2). Penilaian Afektif / Sikap / Non0 Instrksional
LEMBAR OBSERVASI
Satuan Pendidikan : SMP Rakyat Pancur Batu
Mata Pelajaran : Matematika
Pokok Bahasan : Lingkaran
Kelas : VIII
Waktu : 2 x 40 menit
Pertemuan Ke : 1 (pertama)
Petunjuk : Berikanlah tanda ( √) pada 1, 2, 3 dan 4 menurut hasil pendapat dan Pengamatan anda
1 = kurang , 2 = Sedang , 3 = Baik , 4 = Amat Baik
No 1 2 3 4
&,:"# &' ! / $
1. Menarik Perhatian Siswa √
2. Menjelaskan Tujuan Pembelajaran √
3. Memberikan Motivasi √
&$(&'2' F #%" + $ *%/ %&(
1. Mempersiapkan materi pelajaran √
dengan rapi dan sistematik
2. Menggunakan waktu pembelajaran √
secara efektif dan efisien
3. Melaksanakan kegiatan pembelajaran √
dalam urutan dan arah yang jelas. &$(( ' ## $ #&%&/' : % $ * *9 + ' , )/2*&* )&,:&' ! / $
1. Memotivasi seluruh siswa untuk ber0 √
partisipasi dalam memecahkan masa lah dengan PS3
2. Melibatkan siswa secara aktif dalam √
kegiatan pembelajaran
3. Memberi kesempatan kepada siswa √
untuk menyelesaikan soal dengan PS3 ke papan tulis
4. Memberi kesempatankepada siswa √
untuk mengungkapkan pendapatnya D &/#2,"$ # * &$( $ *9
1. Pengungkapan pertanyaan dengan √
jelas dan singkat
2. Pemberianwaktu berpikir √
3. Merespon jawaban siswa √
4. Memotivasi siswa untuk bertanya √