• Tidak ada hasil yang ditemukan

this PDF file Penentuan waktu perendaman sel (fase mitosis) akar bawang merah (Allium ascalonicum L.) menggunakan safranin untuk mendukung praktikum biologi | Abdullah | Journal of BioLeuser 1 SM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "this PDF file Penentuan waktu perendaman sel (fase mitosis) akar bawang merah (Allium ascalonicum L.) menggunakan safranin untuk mendukung praktikum biologi | Abdullah | Journal of BioLeuser 1 SM"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Hasil pengamatan rata-rata jumlah selyang sedang mengalami mitosis denganperlakuan lama waktu perendamansafranin selama 15, 30, 45 dan 60 menit.
Tabel 2. Rata-rata jumlah sel tiap fase selamapembelahan mitosisNo.Fase MitosisRata-rata

Referensi

Dokumen terkait

Variabel pengamatan meliputi berat umbi sebelum dan sesudah perendaman, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, diameter umbi, berat segar umbi, berat kering

Berdasarkan hasil pengamatan dan sidik ragam diketahui bahwa lama perendaman air kelapa berpengaruh nyata pada parameter panjang tanaman pada umur 2, 3, 4, 6, dan 7 MST, bobot

jumlah sel bakteri endofit, yaitu nilai akumulasi amonium akan meningkat seiring dengan pertumbuhan sel bakteri sampai fase perbanyakan, kemudian nilai

Penelitian berguna untuk mendapatkan konsentrasi dan lama perendaman yang sesuai untuk pertumbuhan dan produksi bawang merah dan melengkapi data penyusunan skripsi sebagai salah

Berdasarkan data pengamatan jumlah siung per sampel diketahui bahwa hasil sidik ragam pada pemberian konsentrasi air kelapa, lama perendaman umbi serta interaksi

Untuk mengetahui hasil penelitian perbedaan fase mitosis tiga spesies (Genus Allium) berdasarkan waktu pembelahan sel yang diimplementasikan sebagai bahan ajar biologi

Hasil analisis varian pada perlakuan perendaman benih bawang merah dalam beberapa lama waktu perendaman (D) air kelapa didapatkan bahwa bobot umbi per tanaman

jumlah sel bakteri endofit, yaitu nilai akumulasi amonium akan meningkat seiring dengan pertumbuhan sel bakteri sampai fase perbanyakan, kemudian nilai