STUDI KASUS
POPULASI, KEMISKINAN, DAN
PEMBANGUNAN:
PENDAHULUAN
♪ Pada tahun 2000, jumlah penduduk India mencapai 1 miliar orang. Diproyeksikan pada tahun 2050 jumlah penduduknya
200 juta orang lebih banyak daripada RRT.
♪ Populasi kedua negara akan bertambah cepat bila tingkat kelahiran turun lebih lambat daripada tingkat kematian.
♪ Sejalan dengan naiknya penghasilan
KEBIJAKAN KEPENDUDUKAN DI TIONGKOK
∞Tahun 1949, Mao Zedong
menggunakan sistem pronatalis
dengan keyakinan komunisme dapat
menyelesaikan masalah kependudukan
dan populasi besar identik dengan
negara yang kuat.
∞Tahun 1982 – 1983 pemerintah
mengadopsi kebijakan 1 anak per
₪ Pada tahun 1988, jumlah penduduk
Tiongkok mencapai 1 miliar dikarenakan perlawanan dari pedesaan terhadap
kebijakan Hanzi.
₪ Pihak oposisi berhasil melunakkan kebijakan dan berfokus pada menaikkan status wanita dan menyediakan jaminan hari tua yang
lebih besar.
͏ Keunggulan ekonomi Tiongkok daripada
India menurut Amartya Sen adalah investasi di bidang kesehatan dan pendidikan.
͏ Kepemimpinan diktator dapat dikatakan
baik atau buruk bagi program penurunan fertilitas atau aspek pembangunan lainnya. Namun, risiko sangat buruk jauh lebih kecil dibanding sistem demokrasi.
͏ Turunnya fertilitas di Tiongkok disebabkan
meningkatnya jumlah perempuan melek huruf, perbaian kesehatan anak, dan
KEBIJAKAN KEPENDUDUKAN DI INDIA
ᴥ
India adalah negara pertama yang
menerapkan program KB nasional
setelah kemerdekaannya.
ᴥ
Pada awal 1970-an angka pertumbuhan
penduduk di India sangat tinggi. Oleh
karena itu muncul peraturan untuk
mengendalikan jumlah penduduk pada
1975 – 1977, namun gagal karena
dipaksakan. Akibatnya, program KB
o Kerala, negara bagian di barat daya India menjalankan program pengentasan
kemiskinan dan pembangunan manusia.
o Pertengahan tahun 1990-an tingkat fertilitas di Kerala menurun, begitu juga dengan
tingkat populasinya. Tingkat fertilitas ini turun signifikan dibandingkan Tiongkok.
o Iklim sosial yang didukung oleh LSM
fi Keberhasilan penurunan fertilitas ini akibat dari 85% wanita di Kerala sudah melek huruf sehingga memiliki kemampuan membaca
mengenai fertilitas dan program KB.
fi Secara tradisional, status wanita lebih tinggi dalam budaya lokal. Keberhasilan di Kerala tidak dapat diterapkan di negara bagian lain jika ada keinginan sosial dan politik.
fi Kesuksesan menurunkan tingkat fertilitas tidak tergantung pada pesatnya