PEWARNAAN GRAM LAPORAN UTAMA
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan Praktikum Mikrobiologi Pangan Jurusan Teknologi Pangan
Oleh :
Nama : Nugraha Susanto
NRP : 113020068
Meja : 5 (Lima)
Kelompok : D
Asisten : Astrie Wijayanthi
LABORATORIUM MIKROBIOLOGI PANGAN JURUSAN TEKNOLOGI PANGAN
LEMBAR PENGESAHAN PEWARNAAN GRAM
Laporan ini telah diperiksa dan disetujui untuk memenuhi Persyaratan Kelulusan Praktikum Mikrobiologi Pangan,
Jurusan Teknologi Pangan, Fakultas Teknik, Universitas Pasundan, Bandung 2012
Menyetujui,
Astry Wijayanti Koordinator Laboratorium
Sekaligus Asisten Pembimbing
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur hanyalah bagi Allah SWT, Dzat Yang Maha Kuasa, dan Maha Mengetahui yang selalu memberikan karunia dan rahmat-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan utama praktikum mikrobiologi pangan ini.
Laporan utama ini disusun untuk memenuhi salah satu persyaratan kelulusan praktikum mikrobiologi pangan di Laboratorium Mikrobiologi Pangan, Jurusan Teknologi Pangan, Fakultas Teknik, Universitas Pasundan Bandung. Laporan utama ini disusun berdasarkan percobaan yang telah penulis laksanakan selama ini di Laboratorium Mikrobiologi Pangan.
Dalam penyusunan laporan utama ini, penulis banyak sekali motivasi dari berbagai pihak dalam menyelesaikan laporan ini. Oleh karena itu pada kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Kedua orang tua yang tidak henti-hentinya mendoakan dan memberikan semangat kepada penulis dalam menjalani perkuliahan dan praktikum ini.
3. Dr. H. Dede Zaenal Arief, Ir, M.Sc. selaku koordinator Laboratorium Mikrobiologi Pangan sekalius dosen mata kuliah mikrobiologi pangan.
4.Astrie Wijayanthie, selaku koordinator asisten Laboratorium Mikrobiologi Pangan dan asisten penulis.
6. Seluruh Asisten Laboratorium Mikrobiologi Pangan, yaitu Teh Farrah, Teh Seli, Teh Vega, dan Teh Natasya, Teh Rosi, dan Kang Firman serta Teh Rianti sekaligus asisten laporan penulis, terima kasih atas bimbingannya selama praktikum. 6. Teman-teman dekat saya Aditya Bayu Devangga, Nazir Siddiq dan Egi Priadi Dwitama dan Yunus Septiawan. 7. Teman-teman angkatan 2011 “Chocolatech’11” yang telah bersama-sama melalui masa pahit dan manis dan juga memberikan dukungan kepada penulis dalam menyusun laporan utama ini.
9. Teman-teman sekelompok Bayu, Mutiani dan Nafisah yang selalu kompak dalam praktikum.
10. Semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu, yang telah membantu penulis selama prkatikum, dan juga pada saat menyusun laporan utama ini.
membangun sangat penulis harapkan untuk koreksi bagi penyusunan laporan sehingga ada peningkatan untuk selanjutnya.
Akhir kata semoga laporan utama ini bisa bermanfaat bagi semua pihak teman-teman Jurusan Teknologi Pangan pada umumnya dan penulis khususnya. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk dan perlindungan pada kita semua.
Bandung, Desember 2012
DAFTAR ISI
II BAHAN, ALAT, DAN METODE PERCOBAAN...3
3.1. Bahan yang Digunakan...3
3.2. Alat yang Digunakan...3
3.3. Metode Percobaan...3
III HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN...6
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Metode Pewarnaan Gram………...5
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Hasil Pengamatan Pewarnaan Gram………6
Tabel 2. Sifat Bakteri Berdasarkan Gramnya………...11
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Pemakaian Mikroskop...21
Lampiran 2. Pemakaian Mikroskop...22
Lampiran 3. Pewarnaan Gram...24
Lampiran 4. Pewarnaan Negatif...25
Lampiran 5. Penetapan Jumlah Sel Hidup dan Sel Mati...26
Lampiran 6. Penetapan Jumlah Sel Total...27
Lampiran 7. Pembentukan Spora...28
Lampiran 8. Tetesan Bergantung...30
Lampiran 9. Biakan Lapuk...31
Lampiran 10. Peragian Gula...33
Lampiran 11. Isolasi Cawan Tuang dan Cawan Gores...34
Lampiran 12. Sterilisasi Alat dan Bahan...37
Lampiran 13. Pemeriksaan Air...39
Lampiran 14. Pembiakan Serratia marcescens...44
Lampiran 15. Pembentukan AMK...46
Lampiran 16. Pembentukkan Indol dari Pepton...47
Lampiran 17. Zat Anti Mikroba...48
Lampiran 18. Uji Mutu Makan (UMM)...50
Lampiran 19. Pembentukkan H2S...56
Lampiran 20. Perubahan Air Susu...57
Lampiran 21. Pembentukkan Gas...59
INTISARI
Pewarnaan Gram adalah pewarnaan yang didasarkan pada tebal atau tipisnya lapisan peptidoglikan pada dinding sel dan banyak sedikitnya lapisan lemak pada membran sel bakteri. Pewarnaan ini berguna untuk membedakan spesies bakteri menjadi dua kelompok besar, yakni bakteri gram positif dan gram negatif.
Tujuan percobaan pewarnaan gram untuk menegtahui atau memperjelas bentuk-bentuk sel bakteri yang kebanyakan bersifat transfaran sehingga dapat dilihat dengan jelas dan untuk membedakan morfologi dan struktur atau bagian-bagian sel bakteri gram positif dan gram negatif. Prinsip percobaan pewarnaan gram berdasarkan pewarnan langsung sehingga sel bakteri terwarnai dan terlihat jelas dan berdasarkan pewarnaan diferensial yaitu pewarnaan yang mengacu pada sifat permeabelitas dinding sel masing-masing bakteri terhadap molekul-molekul zat warna.
ABSTRACT
Gram staining is based on thick or thin layer of peptidoglycan in the cell wall and the extent of the layer of fat on the bacterial cell membrane. Staining is useful to differentiate bacterial species into two large groups, the gram-positive and gram-negative.
Gram staining experiments aim to clarify know or bacterial cells forms the largely transfaran can be seen clearly and to distinguish the morphology and structure of cells or parts of gram-positive and gram-negative. The principle of gram staining experiments by collorer directly so that bacteria cells stained and visible and based on the differential staining refers to staining permeabelitas properties of each cell wall of bacteria to the dye molecules.
I PENDAHULUAN
Bab ini menguraikan mengenai : (1) Latar Belakang Percobaan, (2) Tujuan Percobaan, dan (3) Prinsip Percobaan.
1.1. Latar Belakang Percobaan secara keseluruhan maupun komponen bahan pangan secara sendiri-sendiri. Oleh karena itu pada hakikatnya ilmu ini mempelajari masalah ekologi mikroba sebagai satu sistem, dimana komponen – komponen bahan pangan dan sel-sel mikroba sebagai sub-sistemnya yang berintraksi secara kompleks (Ali, 2012).
mengerjakan fungsi sesuai dengan jaringan dimana sel tersebut berada (Ali, 2011).
Pewarnaan gram merupakan pewarnaan yang didasarkan pada tebal atau tipisnya lapisan peptidoglikan pada dinding sel dan banyak sedikitnya lapisan lemak pada membran sel bakteri. Pewarnaan ini berguna untuk membedakan spesies bakteri menjadi dua kelompok besar, bakteri gram positif dan gram negatif (Wikipedia, 2010).
1.2. Tujuan Percobaan
Tujuan percobaan pewarnaan gram untuk menegtahui atau memperjelas bentuk-bentuk sel bakteri yang kebanyakan bersifat transfaran dapat dilihat dengan jelas dan untuk membedakan morfologi dan struktur atau bagian-bagian sel bakteri gram positif dan gram negatif.
1.3. Prinsip Percobaan
II BAHAN, ALAT, DAN METODE PERCOBAAN
Bab ini menguraikan mengenai: (1) Bahan yang Digunakan, (2) Alat yang Digunakan, dan (3) Metode Percobaan.
3.1. Bahan yang Digunakan
Bahan–bahan yang digunakan dalam percobaan pewarnaan gram adalah suspensi Staphylococcus aureus suspensi Escherichia coli, alkohol 70% dan alkohol 96% sedangkan sebagai bahan pewarnanya adalah KKV (Kristal Karbon Violet) , lugol dan fuchin basa.
3.2. Alat yang Digunakan
Alat-alat yang digunakan dalam percobaan pewarnaan gram adalah mikroskop, cover glass, tabung reaksi, pipet tetes, jarum oase dan pembakar spirtus.
3.3. Metode Percobaan
4
kemudian beri satu tetes lugol dan diamkan selama 45 detik, setelah 45 detik bilas dengan alcohol 96% serta keringkan dengan mengggunakan kertas saring, selanjutnya beri 1 – 2 tetes fucshin basa diamkan tiga menit lalu keringkan dengan kertas saring, amati dengan menggunakan mikroskop dengan pembesaran 100x dan 400x.
Bersihkan kaca objek dengan alkohol 70 % dan Fiksasi.
Pijarkan jarum oase
Ambil suspensi
5
Amati dengan pembesaran 100x dan 400x Fiksasi
Beri 1-2 tetes KKV diamkan 3 menit kemudian beri 1 tetes lugol diamkan 45 detik.
Bilas dengan alkohol 96% diamkan 1 menit keringkan dengan kertas saring.
6
III HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
Bab ini menguraikan mengenai : (1) Hasil Pengamatan, dan (2) Pembahasan.
3.1 Hasil Pengamatan
Tabel 1. Hasil Pengamatan Pewarnaan Gram
Gambar Keterangan
Nama Bakteri : Staphylococcus aureus
7
3.2 Pembahasan
Berdasarkan hasil pengamatan, pada percobaan pewarnaan gram terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan bakteri Escherichia coli didapatkan bahwa bakteri Staphylococcus aureus termasuk bakteri gram positif
1. Pewarnaan Diferensial (Gram)
8
(counterstain) ditambahkan setelah metil ungu, yang membuat semua bakteri gram negatif menjadi berwarna merah atau merah muda. Pengujian ini berguna untuk mengklasifikasikan kedua tipe bakteri ini berdasarkan perbedaan struktur dinding sel mereka (Fitria, 2009).
a. Bakteri Gram Negatif
Bakteri gram negatif adalah bakteri yang tidak mempertahankan zat warna metil ungu pada metode pewarnaan gram. Bakteri gram positif akan mempertahankan warna ungu gelap setelah dicuci dengan alkohol, sementara bakteri gram negative tidak (Aditya, 2010).
b. Bakteri Gram Positif
Bakteri gram positif adalah bakteri yang mempertahankan zat warna metil ungu sewaktu proses pewarnaan gram. Bakteri jenis ini akan berwarna biru atau ungu di bawah mikroskop, sedangkan bakteri gram negatif akan berwarna merah muda. Perbedaan klasifikasi antara kedua jenis bakteri ini terutama didasarkan pada perbedaan struktur dinding sel bakteri (Aditya, 2010)
2. Pewarnaan sederhana
9
warna yang digunakan untuk pewarnaan sederhana umumnya bersifat alkolin. Dengan pewarnaan sederhana dapat mengetahui bentuk dan rangkaian sel-sel bakteri. Pewarna basa yang biasa digunakan untuk pewarnaan sederhana ialah metilen biru, kristal violet, dan karbol fuchsin yang mana pewarnaan sederhana ini dibagi lagi menjadi dua jenis pewarnaan (Fitria, 2009).
a. Pewarnaan Asam, pewarnaan asam merupakan pewarnaan yang menggunakan satu macam zat warna dengan tujuan hanya untuk melihat bentuk sel. Adapun zat warna yang dipakai dalam pewarnaan positif adalah metilen biru dan air furksin (Aditya, 2010).
b. Pewarnaan Basa, pewarnaan basa atau negatif merupakan metode pewarnaan untuk mewarnai bakteri tetapi mewarnai latar belakangnya menjadi hitam gelap. Pada pewarnaan ini mikroorganisme kelihatan transparan (tembus pandang). Teknik ini berguna untuk menentukan morfologi dan ukuran sel. Metode ini menggunakan cat nigrosin atau tinta cina (Aditya, 2010).
3. Pewarnaan Khusus
10
merupakan bentuk dorman dari sel vegetatif, sehingga metabolismenya bersifat inaktif dan mampu bertahan dalam tekanan fisik dan kimia seperti panas, kering, dingin, radiasi, dan bahan kimia. Tujuan dari pewarnaan ini adalah untuk membedakan endospora dengan sel vegetatif, sehingga pembedaannya tampak jelas. Endospora dapat dilihat di bawah mikroskop meskipun tanpa pewarnaan dan tampak sebagai bulatan transparan dan sangat refraktil. Namun jika dengan pewarnaan sederhana, endospora sulit dibedakan dengan badan inklusi (Aditya, 2010).
Pewarnaan gram merupakan pewarnaan yang digunakan untuk mengelompokan bakteri gram positif dan gram negatif. Bakteri gram positif akan mempertahankan zat warna crystal violet dan akan tampak berwarna ungu tua di bawah mikroskop. Adapun bakteri gram negatif akan kehilangan zat warna crystal violet setelah dicuci dengan alkohol, dan sewaktu diberi zat pewarna air fucshin atau safranin akan tampak berwarna merah. Perbedaan zat warna ini disebabkan oleh perbedaan dalam struktur kimiawi dinding selnya (Lay, 1994).
11
menyempit akibat dekolorisasi oleh alkohol sehingga dinding sel tetap menahan warna biru (Fitria, 2009).
Sel bakteri gram positif mungkin akan tampak merah jika waktu dekolorisasi terlalu lama. Sedangkan bakteri gram negatif akan tampak ungu bila waktu dekolorisasi terlalu pendek (Fitria, 2009).
Sifat Bakteri garam
positif
12
Gambar 2. Dinding Sel Bakteri Tabel 3 . Struktur Bakteri
N
O Struktur Fungsi Komposisi
1 Capsul Pelindung, perekat
antar sel, cadangan karbohidrat
13
3 Pilli Transfer material gen Protein
4 Cell wall
6 Ribosom Tempat polipeptidasi protein
RNA, Protein
7 Nukleus Lokasi gen Posforprotein
dan lipoprotein
8 Volutin Cadangan posfat DNA
(Ali, 2011 ).
14
gram klasifikasi bakteri. Crystal violet memiliki sifat sifat anti bakteri, jamur dan obat cacing, dan sebelumnya penting sebagai antiseptik topikal (Sutedjo,1991).
2. Lugol
Lugol’s yodium, juga dikenal sebagai solusi lugol, merupakan solusi dari iodium dan iodida dalam air. Larutan yodium lugol digunakan sebagai antiseptik dan desinfektan, dan untuk desinfikasi darurat air minum, dan sebagai reagen untuk deteksi sedangkan di dalam laboratorium digunakan sebagai pewarnaan biasanya digunakan dalam pewarnaan gram sebagai pengintensifan warna bakteri baik gram positif maupun gram negatif (Dwidjoseputro,1998).
3. Safranin
15
4. Fucshin Basa
Fucshin basa merupakan campuaran fuchsin fenol dan dasar yang digunakan dalam prosedur pewarnaan bakteri. Hal ini umumnya digunakan dalam pewarnaan mikrobakteria karena memiliki ketertarikan untuk asam mycolic yang ditemukan di dinding sel mikroba, fuchsin basa juga digunakan sebagai antiseptik tropikal (Lay,1994).
Pewarnaan gram pada praktikum ini dilakukan dalam
c. Pencucian (dekolarisasi) dengan larutan alkohol 96%. d. Pemberian cat lawan yaitu cat warna fucshin basa
16
respon terhadap mekanisme pewarnaan gram pada bakteri adalah didasarkan pada struktur dan komposisi dinding sel bakteri. Bakteri gram positif mengandung protein dan gram negatif mengandung lemak dalam persentasi lebih tinggi dan dinding selnya tipis. Kristal violet yang diteteskan didiamkan selama tiga menit bertujuan agar cat atau pewarna ini dapat melekat sempurna pada dinding sel bakteri (Fitria, 2009).
Pewarna lugol yang berfungsi memfiksasi pewarna primer yang diserap mikroorganisme target atau mengintensifkan warna utama. Pemberian lugol pada pewarnaan gram dimaksudkan untuk memperkuat pengikatan warna oleh bakteri. Kompleks zat lugol terperangkap antara dinding sel dan membran sitoplasma organisme gram positif, sedangkan penyingkiran zat lipida dari dinding sel organisme gram negatif dengan pencucian alkohol memungkinkan hilang dari sel. Lugol yang diteteskan didiamkan selama 1 menit bertujuan agar pengikatan warna oleh bakteri menjadi semakin lebih kuat (Fitria, 2009).
17
mengikat warna, maka warna tidak akan tercuci sedangkan bila komponen dinding sel tidak kuat menelan warna dasar, maka warna akan tercuci. Pemberian alkohol pada pewarnaan gram ini dapat mengakibatkan terjadinya dua kemungkinan yaitu mikroorganisme (bakteri) akan tetap berwarna ungu atau bakteri menjadi tidak berwarna. Pemberian alkohol 96% juga menyebabkan terekstraksi lipid sehingga memperbesar permeabilitas dinding sel (Fitria, 2009).
Pada pembasuhan menggunakan alcohol 96% terjadi reaksi, reaksi yang terjadi ketika penambahan alkohol 96%.
Gram Positif : lipid << + alkohol 96% pori dinding sel
yang terbentuk kecil, protein dinding sel terdehidrasi, pori tertutup(kompleks kristal violet-lugol tidak tercuci).
Gram Negatif : lipid >> + alkohol 96% pori dinding
sel yang terbentuk besar, protein dinding sel terdehidrasi, pori tidak tertutup (kompleks kristal violet-lugol tercuci).
18
perlakuan alkohol, pori – pori mengkerut, daya rembes dinding sel dan membran menurun sehingga pewarna fucshin basa tidak dapat masuk sehingga sel berwarna ungu (Fitria, 2009).
IV KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini menguraikan mengenai: (1) Kesimpukan dan (2) Saran.
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan, pada percobaan pewarnaan gram terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan bakteri Escherichia coli didapatkan bahwa bakteri Staphylococcus aureus termasuk bakteri gram positif sedangkan bakteri Escherichia coli termasuk bakteri gram negatif.
5.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2010. Pewarnaan Gram. Http://www.wikipedia.com, Akses 1/12/12.
Anonim. 2010. Bakteri Tahan Asam
.
http://my.opera.com/chanlightz/blog. Akses 1/12/12.
Fardiaz, S. 1992. Mikrobiologi Pangan 1. Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Krueger, RG , N.W. Gillham, dan J.H. Coggin JR. 1973. Introduction To Microboilogy. Penerbit : The Macmillan Compony. New York.
Muhamad, Ali. 2011 . Mikrobiologi Dasar. Penerbit : Universitas Pasundan, Bandung.
Muhamad, Ali. 2012 . Mikrobiologi Pangan. Penerbit : Universitas Pasundan, Bandung.
Pelczar, M. J. 2005. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Penerbit : Universitas Indonesia, Jakarta.