BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
4.1.1 Deskripsi Daerah Penelitian
Penelitian ini dilakukan di SD YPK Betlehem Distrik Batanta Selatan Kabupaten Raja Ampat yang terletak di Kampung Amdui. Letaknya sangat strategis karena SD YPK Betlehem Amdui ini berdekatan dengan pemukiman penduduk yang mayoritas adalah peserta didik serta akses menuju ke sekolah sangat mudah karena bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda.
SD YPK Betlehem Amdui sberdiri pada tahun 1954 dan dibangun tahun 1962.Bangunan sekolah ini terbuat dari tembok batu yang dibangun permanen, pemisah antara kelas yang satu dengan yang lainnya adalah dinding, sehingga proses pembelajaran tidak terganggu oleh aktivitas pembelajaran di kelas lainnya. SD YPK Betlehem, memiliki 7 ruangan yang terdiri dari 6 ruang kelas, 1 ruang kepala sekolah dan guru, serta 1 WC guru dan 1 WC peserta didik.
Keadaan lingkungan fisik sekolah ini sudah cukup baik, karena dapat dilihat dari halaman sekolah yang cukup luas dengan ditanami pepohonan sehingga membuat suasana menjadi nyaman, selain itu keadaan kelasnya pun juga cukup baik, hal ini dapat dilihat dari penerangan lampu yang baik, cahaya matahari dan ventilasi udara yang cukup baik karena di bagian ventilasi udara tidak ada pajangan atau benda-benda yang dapat menghalangi kelancaran masuknya udara ke dalam ruangan atau kelas. Sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran di dalam kelas cukup memadai dengan adanya white boarddan black board bergaris yang digunakan untuk bahasa Indonesia sebagai latihan menulis huruf sambung serta black board yang diberi garis kotak-kotak yang digunakan untuk matematika. Selain tersedianya white board dan black board, di dalam kelas juga terdapat bangku serta meja peserta didik yang kondisi fisiknya cukup baik dan tersusun dengan rapi. Selain bangku dan meja peserta didik, bangku dan meja guru memiliki kondisi fisik yang cukup baik dan di diletakkan di tempat yang strategis sehingga guru dapat memantau peserta didik di dalam kelas. Pada dinding kelas juga dilengkapi dengan berbagai macam pajangan dinding seperti foto presiden dan wakilnya,
burung garuda, gambar-gambar pahlawan nasional serta jam dinding. Untuk denah sekolah dapat dirincikan sebagai berikut :
1. Luas Tanah : 54 x72 2. Luas Bangunan : 180 3. Luas ukuran kelas : 7 m x 8 m = 56 4. Batas-batas yang membatasi sekolah :
Utara : dibatasi olehgunung
Timur : dibatasi oleh laut
Selatan : dibatasi oleh laut
Barat : dibatasi oleh gunung 5. SDN menghadap Selatan.
4.2 Hasil Belajar Prasiklus
Tabel ketuntasan hasil belajar IPA pada siklusI
KKM = 60 Frekuensi Presentase
Tidak tuntas ≤60 5 33%
Tuntas ≥60 14 67%
Jumlah 19 100%
Pra siklus
1. Siklus I
a. Tahap Perencanaan (Plenning)
Berdasarkan hasil temuan awal penelitian di atas, penulis merancang rencana tindakan. Adapun langkah-langkah yang dikembangkan dalam tahap ini adalah sebagai berikut: 1. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan materi gayadengan indikator yaitu: Memahami gaya dapat mengubah gerak dan/atau bentuk suatu benda. 2. Mempersiapkan proses kelengkapan belajar baik materi maupun peralatan belajar.
67% 0% 0% 40% 60% 40% = tuntas 60% = tidak tuntas KKM = 60 Frekuensi Presentase Tidak tuntas ≤60 10 60% Tuntas ≥60 9 40% Jumlah 19 10%
3. Menyusun intrumen penelitian berupa lembar observasi. b. Pelaksanaan Tindakan (Acting)
Tindakan pertama ini dilakukan pada hari Selasa tanggal 06 Januari2015, dengan alokasi waktu 2 x 35 menit (dua jam pelajaran). Guru mempersiapkan perangkat pembelajaran yang akan digunakan dalam proses pembelajaran, setelah sebelumnya berdoa bersama di pimpin oleh ketua kelas.
1) Kegiatan Awal
a) Guru masuk ke kelas bersama rekan sejawat sebagai observer. b) Siswa memberikan salam, berdoa yang dipimpin oleh ketua kelas.
c) Guru mengabsen siswa serta menanyakan keadaan siswa dan memberikan motivasi belajar kepada siswa.
d) Guru memberitahukan kepada siswa tujuan pembelajaran materi pada pertemuan kali ini. e) Guru bertanya tentang pelajaran pada pertemuan sebelumnya dan dikaitkan dengan
materi yang akan di pelajari.
f) Untuk mengetahui pengetahuan siswa tentang gaya pada benda. 2) Kegiatan Inti
Kegiatan inti dilakukan selama 50 menit.
a) Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang gaya dapat mengubah gerak dan/atau bentuk suatu benda.
b) Guru memberikan latihan soal kepada siswa.
c) Satu persatu siswa maju ke depan dan mengerjakan hasil jawaban dari pertanyaan di papan tulis, siswa yang lain mencocokannya.
d) Guru menguras kembali dengan jawaban yang tepat.
e) Siswa mengerjakan soal contoh sehari-hari yang berhubungan dengan gaya yang mempengaruhi betuk benda
3) Kegiatan Akhir
a) Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya mengenai materi yang sudah dibahas dan yang belum di pahami.
b) Guru memberitahukan kepada siswa tentang materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikut.
Berikut ini adalah hasil dari penilaian pada Siklus I.
Tabel 4.2.
Data Hasil Tes Individu Siklus I
NO Nama peserta
Didik Nilai Keterangan
1 Aprilia S. 80 Tuntas
2 Benyamin K. 70 Tuntas
3 Efraim D. 75 Tuntas
4 Esau M. 55 Belum Tuntas
5 Efram S. 50 Belum Tuntas
6 Erdina W. 60 Tuntas
7 Frantince A. 55 Belum Tuntas
8 Gresia K. 70 Tuntas
9 Ketrina K. 65 Tuntas
10 Kalarce D. 55 Belum Tuntas
11 Luis B. 70 Tuntas
12 Lince P. 75 Tuntas
13 Marselo M. 70 Tuntas
14 Pilep B. 60 Belum Tuntas
15 Rito S. 75 Tuntas
16 Risyard M 65 Tuntas
17 Romelius D. 55 Belum Tuntas
18 Sisilia M. 80 Tuntas
19 Korneles K. 65 Tuntas
Jumlah 1250
Rata – rata 65,78
Table ketuntasan hasil belajar siklus I
Tidak tuntas <65 7 36,8 %
Tuntas ≥65 12 63,1%
Jumlah 19 100%
Diagram ketuntasan hasil belajar siklus I
c. Pengamatan (Observing)
Pada kegiatan ini rekan sejawa selaku observer melakukan pengamatan terhadap aktivitas pembelajaran, baik proses mengajar oleh guru maupun proses belajar oleh siswa selama pembelajaran matematika berlangsung, dimana ditemukan hasil sebagai berikut: 1. Kinerja guru selama siklus I berlangsung, guru, menerangkan dan menjelaskan serta
arahan yang diperlukan ketika mengerjakan soal tentang gaya yang mempengaruhi betuk bendayang dihasilkan keterlaksanaannya masih sedikit sekali yang dilakukan. Penyajian materi dan menginformasikan pokok bahasan yang akan diberikan, menjelaskan materi dengan materi gaya dengan memberikan contoh, memberikan waktu kepada siswa untuk menyelesaikan latihan soal, memotivasi siwa dalam menyelesaikan soal latihan.
2. Aktivitas/kinerja siswa dalam proses pembelajaran IPA berdasarkan observer yang tampak yaitu: mendengarkan dan menyimak serta memperhatikan penjelasan dari guru,
1 2
mencatat hal-hal penting seperti macam-macam gaya pada benda, serta yeng mengemukakan pendapat atau yang menjawab pertanyaan masih sedikit. Sedangkan dalam mengerjakan latihan soal dilakukan siswa dengan cukup baik.
d. Reflesing (reflecting)
Setelah selesai melaksanakan pembelajaran, guru merefleksi kegiatan atau tindakan yang akan dilakukan setelah menelaah temuan-temuan pada siklus I, yakni: 1) Aktivitas siswa dalam proses pembelajaran selama siklus I masih belum menunjukan
hasil yang diharapkan. Masih banyak siswa yang belum berani untuk mengemukakan pendapat ataupun bertanya tentang materi yang diajarkan, sehingga harus terapkan metode pembelajaran yang lebih mengarahkan siswa untuk mandiri agar siswa dapat mengerti dan memahi materi yang diajarkan.
2) Guru juga dituntut untuk melakukan penguatan terhadap penguasaan materi dan penggolahan kelas dalam proses pembelajaran pada materi tersebut, kurangnya media seperti buku paket membuat guru harus kreatif dalam memberikan penjelasan tentang gaya yang mempengaruhi betuk benda, serta hasil skor tes siswa belum mencapai indokator keberhasilan yang diharapkan.
Berdasarkan hasil observasi dan refleksi beberapa kekurangan yang ada maka guru melakukan tindakan pada siklus II guna memperbaiki kualitas pembelajaran.
Analisa Hasil Observasi kinerja guru dan siswa berdasarkan lembar Observasi adalah sebagai berikut:
1. Indeks Keterlaksanaan Siklus I
a. Lembar Observasi Kegiatan Guru Siklus I Tabel 4.2
Observasi Kegiatan Guru Siklus I
No Aktivitas Guru Nilai Keterangan
0 1 2 3 4
1. Melakukan apresiasi 0 = Jika poin dalam uraian sama sekali tidak 2. Menjelaskan dan
menerangkan
tentang gaya dapat mengubah gerak suatu benda
dilaksanakan
1 = jika poin dalam uraian hanya sedikit sekali dilaksanakan
2 = jika poin dalam uraian sebagian kecil saja dilaksanakan
3 = jika poin dalam uraian sebagian
besar dilaksanakan
4 = jika poin dalam uraian dilaksanakan secara utuh. 3. Menjelaskan dengan mengunakan Alat Peraga 4. Memberikan penjelasan tentang gaya dapat mengubah gerak dan/atau bentuk suatu benda 5. Menampilkan metode Kooperatif tipe jigsaw 6. Memberikan waktu kepada siswa untuk bertanya dan memnemukakan pendapat 7. Memberikan cukup waktu kepada siswa untuk menyelesaikan latihan soal 8. Berkeliling untuk memberikan arahan yang perlu
dalam mengerjakan soal
9. Memberikan perhatin kepada siswa yang kurang tepat
dalam mengerjakan soal 10. Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan Catatan Observer:
Kemampuan membuka pelajaran cukup baik, penggunakaan metode pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw hanya sedikit.Teknik penguasaan kelas dan menutup pembelajaran cukup baik, perlu di pertahankan dan ditingkatkan lagi.
b. Lembar Observasi Kegiatan Siswa
Tabel 4.3
Observasi Kegiatan Siswa Siklus I
No Aktivitas Siswa Kriteria Keterangan 1 2 3
1. Antusias dalam belajar 1 = Kurang Aktif
2 = Cukup Aktif 2. Memperhatikan dan
mendengarkan penjelasan Guru
2. Keaktifan siswa dalam menjawab dan mengerjakan soal
dalam satu kelompok
3. Keberanian siswa dalam mengerjakan soal
dalam satu
kelompok 3 = Aktif Sekali 4. Kemampuan menjawab
pertanyaan dari guru
5. Rasa keingintahuan siswa terhadap materi
pembelajaran
6. Mengerjakan soal
Catatan Observer:
Dalam proses pembelajaran siswa masih pasif. Kurangnya sumber dan pengetahuan siswa tentang jenis pekerjaan dan penggunaan uang dengan kontekstual masih kurang.
3. Siklus II
a. Rancangan Siklus II
Tahapan perencanaan ini didasarkan pada hasil obsevasi yang langsung terhadap pelaksanaan belajar mengajar dikelas IV SD YPK Betlehem Amdui, menyangkut materi tentang gaya yang dihasilkan benda pada siklus I dengan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang terjadi pada siklus sebelumnya serta mengidentifikasi masalah yang terjadi selama berlangsungnya kegiatan pembelajaran pada siklus I. guru merancang persiapan mengajar sesuai dengan kurikulum dengan menggunakan alat peraga. Disamping itu pula guru membuat rencana pembelajaran (RPP) sebagai acuan dalam mengajar. Guru menyiapkan alat peraga yang telah dirancang seperti gambar jenis-jenis gaya serta gerak.
Pada siklus kedua ini lebih di terapkan metode kooperatif tipeJigsaw siklus yang pertama perbedaannya hanya pada soal latihan dan evaluasi yang diberikan, alokasi waktu pembelajaran siklus II ini hanya 2 jam pelajaran serta pada siklus yang kedua ini memperbaiki kesalahan-kesalahan yang dilakukan pada siklus sebelumnya.
Pelaksanaan tindakan Siklus II ini merupakan hasil refleksi pada tindakan Siklus I yang telah dilakukan sebelumnya antara guru dengan rekan sejawatnya sebagai observer.Dalam pelaksanaannya, tindakan Siklus II tidak jauh berbeda dengan tindakan
pada siklus I, yakni di mulai dari tahap perencanaan (Planning), pelaksanaan tindakan (acting), pengamatan (Observing), dan refleksi (reflecting).
b. Tahap Perencanaan (Planing)
Perencanaan pada tindakan siklus II ini dibuat setelah melaksanakan refleksi pada Siklus I sebagai landasan dasar untuk melakukan tindakan lanjutan pada Siklus II.Perencanaan yang disusun dalam Siklus II ini meliputi.
1. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan topikGaya dengan indikator: 1) Memahami gaya dapat mengubah gerak dan/atau bentuk suatu benda, 2) Memberikan beberapa contoh gaya yang mempengaruhi betuk benda.
2. Menyusun Lembar Kerja Siswa (LKS)
3. Menyiapkan fotocopyan materi dari buku paket. 4. Menpersiapkan Gambar jenis – jenis gaya serta gerak.
5. Menyusun instrument penelitian berupa lembar observasi dan angket.
c. Tahap Pelaksanaan Tindakan (acting)
Tahap pelaksanaan tindakan Siklus II ini dilaksanakan pada hari Selasa13 Januari 2015, pukul 07.30-08.40 WIB dengan alokasi waktu 2 x 35 menit (2 jam pelajaran). Guru mempersiapkan semua perangkat pembelajaran dilaksanakan setelah para siswa berdoa bersama yang dipimpin oleh ketua kelas.
Rancangan strategi proses pembelajaran pada tahap ini tidak jauh berbeda dengan Siklus I, dimana proses pembelajaran berlangsung dalam tiga tahap kegiatan yakni: kegiatan awal, kegiatan inti, dam kegiatan akhir.
1) Kegiatan Awal
Dalam kegiatan awal ini guru bersama siswa berdoa bersama.Kemudian guru melakukan Tanya jawab dengan siswa tentang pelajaran yang di dapatkan pada pertemuan sebelumnya. Sehingga terlihat ada sedikit dinamisasi dalam proses pembelajar
di kelas. Guru membagi siswa menjadi 4 kelompok, 1 kelompok yang terdiri dari 5 orang siswa secara heterogen.
2) Kegiatan Inti
a. Guru memberikan kesempatan kepada masing-masing kelompok untuk memilih nama kelompok yang telah disiapkan guru
b. Guru memberikan suatu kasus dengan gambar tentanggayadapat mengubah gerak dan/atau bentuk suatu benda yang ada di lingkungan siswa untuk dipecahkan bersama dalam suatu diskusi kelompok.
c. Siswa memecahkan masalah yang diberikan oleh guru yang berkaitan dengan gayadapat mengubah gerak dan/atau bentuk suatu benda.
d. Guru mencatat pendapat semua siswa tentang bagaimana gayadapat mengubah gerak dan/atau bentuk suatu benda.
e. Siswa menyimpulkan jawaban yang disampaikan oleh teman-temannya yang dianggap bisa menyelesaikan masalah.
f. Guru membimbing kelompok belajar yang terbentuk agar bekerja bersama dalam menyelesaikan tugas yang diberikan.
g. Guru membagikan LKS dan menjelaskan cara penyelesaiannya h. Memberikan penguat pada siswa tentang materi yang telah disajikan. i. Melaksanakan penilaian post test.
j. Refleksi (misalnya: anak-anak apa kesan kalian setelah mengikuti kegiatan ini?).
Beberapa saat kemudian, setelah siswa selesai mengerjakan LKS selanjutnya secara bergiliran siswa yang mewakili kelompok maju kedepan untuk mengerjakan hasil kerja kelompok mereka masing-masing.
3) Kegiatan Akhir
Dalam kegiatan akhir ini, setelah guru bersama dengan seluruh siswa yang terbagi dalam 4 kelompok menyimpulkan materi bahasan, siswa di persilahkan untuk kembali ke tempat duduk masing-masing.Untuk motivasi dan dinamisasi pemahaman mereka maka guru memberikan tugas individu.Berikut ini adalah hasil dari penilaian Siklus II.
Data Hasil Tes Kelompok Siklus II
Kelompok Ke Nama Siswa Skor Tes Rata-Rata Keterangan
I Aprilia S. 80 Indokator keberh asilan berdas arkan KKM yaitu 65. Luis B. Efraim D. Pilep B. Efram S. II Erdina W. 75 Frantince A. Gresia K. Korneles K. Kalarce D. III Benyamin K. 75 Ketrina K. Marselo M. Esau M. Rito S. IV Risyard M 80 Romelius D. Lince P. Sisilia M. Jumlah 315 RATA-RATA 78,75
Berdasarkan tabel 4.2.menunjukan peningkatan hasil tes siswa, hasil tes tersebut juga terlihat peningkatan berdasarkan tabel berikut ini:
Tabel 4.5.
Data Hasil Tes Individu Siklus II
NO Nama peserta
Didik Nilai Keterangan
1 Aprilia S. 90 Tuntas 2 Benyamin K. 70 Tuntas 3 Efraim D. 75 Tuntas 4 Esau M. 75 Tuntas 5 Efram S. 70 Tuntas 6 Erdina W. 75 Tuntas 7 Frantince A. 65 Tuntas 8 Gresia K. 85 Tuntas 9 Ketrina K. 65 Tuntas 10 Kalarce D. 70 Tuntas 11 Luis B. 80 Tuntas 12 Lince P. 75 Tuntas 13 Marselo M. 70 Tuntas 14 Pilep B. 75 Tuntas 15 Rito S. 85 Tuntas 16 Risyard M 75 Tuntas 17 Romelius D. 70 Tuntas 18 Sisilia M. 90 Tuntas 19 Korneles K. 65 Tuntas Jumlah 1425 Rata – rata 75
KKM 65 Frekuensi Presentase
Tidak tuntas <65 0 0%
Tuntas ≥65 19 100%
Jumlah 19 100%
Diagram lingkaran ketuntasan hasil belajar siklus II
a. Tahap Pengamatan (Observing)
Sebagaimana yang terjadi pada tindakan Siklus I, berdasarkan pengamatan observasi terhadap proses pembelajaran yang terdapat dalam tindakan Siklus II telah terjadi perbaikan dalam langkah-langkah pembelajaran dan metode yang digunakan, dimana siswa diajak terlibat aktif dalam pembelajan dengan menggunakan metode
kooperatif Tipe Jigsaw kepada siswa. Hasil yang diperoleh menunjukan kenaikan dengan hasil pada tindakan Siklus I.
Pada observasi memberikan beberapa catatan tentang peningkatan skor dalam format pengamatannya sebagai berikut:
1) Dalam tahap kegiatan awal menurut Observer guru telah melakukan apresiasi dengan baik dan secara utuh dilakukan, menginformasikan pokok bahasan yang akan diberikan sudah sebagian besar dilaksanakan dengan baik.
2) Sementara pada tahap kegiatan inti observer menilai bahwa penyajian guru saat menerangkan dan memberikan penjelasan tentang penyederhanaan pecahan dengan metode contextual teaching and learning, mengarahkan siswa LKS (Lembar Kerja Siswa), membimbing siswa dalam berdiskusi, memeberikan pemahaman dengan
1 2
memberikan contoh yang nyata. Berkeliling memberikan arahan yang diperlukan dalam mengerjakan soal.
3) Dan pada tahap akhir kegiatan, observer menilai bahwa guru dalam memberikan penilaian terhadap hasil diskusi siswa dan mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dan mencabarkan hasil diskusi dilakukan guru dengan cukup baik.
b. Tahap Refleksi (reflecting)
Berdasarkan temuan di lapangan yang berkaitan dengan penyederhanaan pecahan, maka dalam rangka meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran guru harus mampu menerapkan metode kontekstual yang sesuai dengan materi.
Dengan melakukan penelitian tindakan kelas yang dilakukan sebanyak dua kali siklus terbukti dapat memberikan jawaban atas apa yang terjadi selama ini dalam proses pembelajaran, dimana siswa sulit memahami materi matematika yang di berikan guru karena guru belum menggunakan metode Contextual Teaching and Learning (CTL).
Sebagaimana hasil yang ditunjukan dari skor siswa semakin meningkat, maka penelitian tindakan kelas yang dilakukan pada Siklus II ini adalah yang terakhir.
2. Indeks Keterlaksanaan Siklus II
a. Lembar Observasi Kegiatan Guru Siklus II Tabel 4.6.
Observasi Kegiatan Guru Siklus II
No Aktivitas Guru Nilai Keterangan
0 1 2 3 4
1. Melakukan apresiasi 0 = Jika poin
dalam uraian sama sekali tidak 2. Menjelaskan dan menerangkan tentang gaya dapat mengubah gerak dan/atau bentuk
suatu benda dilaksanak an 1 = jika poin dalam uraian hanya sedikit sekali dilaksanak an 2 = jika poin dalam uraian sebagian kecil saja dilaksanak an 3 = jika poin dalam uraian sebagian besar dilaksanak an 4 = jika poin 3. Menjelaskan dengan mengunakan Alat Peraga 4. Memberikan penjelasan tentang gaya dapat
mengubah gerak dan/atau bentuk suatu benda 5. Menampilkan metode kooperatif tipe jigsaw
6. Memberikan waktu kepada siswa untuk bertanya dan memnemukakan
pendapat
7. Memberikan cukup waktu kepada siswa untuk
menyelesaikan latihan soal
8. Berkeliling untuk memberikan arahan yang perlu dalam mengerjakan
soal
9. Memberikan perhatin kepada siswa yang kurang tepat dalam mengerjakan soal
10. Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dalam uraian dilaksanak an secara utuh. Catatan Observer:
Secara Keseluruhan sudah cukup baik, perlu di tingkatkan dan dipertahankan.
b. Lembar Observasi Kegiatan Siswa
Tabel 4.7.
Observasi Kegiatan Siswa Siklus II
No Aktivitas Siswa Kriteria Keterangan 1 2 3
1. Antusias dalam belajar 1 = Kurang Aktif
2 = Cukup Aktif 3 = Aktif Sekali 2. Memperhatikan dan mendengarkan penjelasan Guru
2. Keaktifan siswa dalam menjawab dan mengerjakan soal
dalam satu kelompok
3. Keberanian siswa dalam mengerjakan soal dalam satu kelompok 4. Kemampuan menjawab pertanyaan dari guru
5. Rasa keingintahuan siswa terhadap materi pembelajaran 6. Mengerjakan soal Catatan Observer:
Dalam proses pembelajaran siswa cukup baik. Peningkatan yang signifikan terjadi pada siklus II yang membuat antusias dan semangat belajar meningkat, disarankan agar dapat dipertahan oleh guru dan siswa.
4.3 Pembahasan
Hasil penelitian ini diperoleh dari sebelum tindakan, siklus I dan Siklus II.Hasil penelitian ini berupa hasil catatan non test yang berupa pengamatan atau observasi, catatan lapangan dan hasil penilaian berupa pre test serta post test yang diadakan pada setiap siklus.
1. Pembahasan Hasil Penelitian Siklus I
Dari insrtumen penelitian awal dalam bentuk panduan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti pada observasi awal dalam pembelajaran IPA yang dilakukan oleh guru kelas tanpa menggunakan metode kooperatif tipe jigsaw terlebih dahulu telah ditemukan hasilnya yang kurang memuaskan.
Setelah peserta didik kelas IV SD YPK Betlehem Amdui mengikuti pembelajaran IPA dengan pokok gayatanpa menggunakan metode pembelajaran Jigsaw, diperoleh hasil dengan rincian sebagai berikut :
a. Tahap Perancanaan
Menurut observer Guru menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang telah disesuaikan dengan KTSP, belum sepenuhnya menggunakan metode tipe Jigsaw.
b. Tahap pelaksanaan ( action )
Dari hasil penelitian pada siklus I ini dapat disimpulkan bahwa belum terjadi peningkatan kemampuan hasil belajar pada pembelajaran IPA belum menggunakan metode kooperatif tipe jigsawsecara maksimal di kelas IVSD YPK Betlehem Amdui. Hasil tersebut ditunjukan pada tabel 4.1.dengan nilai rata-rata68,75.
c. Tahap Observasi dan Monitoring
Pada tahap observasi dan monitoring yang telah dilakukan oleh observer diperoleh hasil belum maksimal.
Berdasarkan lembar observasi yang telah diisi oleh observer untuk aktivitas guru, menunjukkan guru dalam proses pembelajaran IPAbelum melaksanakannya dengan baik, hal ini terlihat dari format pengamatan pada tabel 4.2.
Hasil pengamatan peserta didik dalam proses pembelajaran IPA yang dilakukan oleh observer, menunjukkan peserta didik belum tertarik dalam proses pembelajaran IPA, hal ini dapat dilihat dari antusias serta keatifan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran, walaupun masih ada beberapa siswa yang masih malu dalam melakukan perintah ataupun bertanya, hal ini dapat dilihat dari tabel 4.3.
d. Tahap Refleksi
Berdasarkan perolehan nilai tes siklus I berupa, masih terdapat 6 siswa atau 31,57 % yang belum mencapai KKM, sedangkan siswa yang dinyatakan tuntas memiliki persentase 63,15 % siswa. Atas dasar tersebut maka harus diadakan siklus II karena masih ada siswa yang belum mencapai KKM yaitu 60.
Berdasarkan lembar observasi untuk guru yang diamatai oleh observer secara umum peneliti yang bertindak sebagai guru sudah melaksanakan proses pembelajaran dengan baik dan sudah sesuai dengan langkah-langkah di dalam RPP. Namun masih ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki yaitu pengelolahan waktu, dalam kegiatan inti pembagian waktu yang sudah ditentukan dalam RPP adalah 70 menit namun hal ini tidak sesuai pada saat tindakan kegiatan inti memakan waktu 80 menit. Selain pengelolaan waktu yang harus diperbaiki guru terkadang dalam mengajukan pertanyaan masih kurang jelas, sehingga ada beberapa siswa ketika diberikan pertanyaan belum bisa menjawab. Berdasarkan masalah – masalah tersebut maka harus diperbaiki melalui tindakan pada siklus II.
2. Pembahasan Hasil Penelitian Siklus II
Hasil yang diperoleh dari siklus II ini adalah sebagai berikut :
Menurut observer Guru menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang telah disesuaikan dengan KTSP, sudah sepenuhnya menggunakan metode tipe Jigsaw.
4.3 Tahap pelaksanaan ( action )
Dari hasil penelitian pada siklus II ini dapat disimpulkan bahwa sudah ada peningkatan kemampuan hasil belajar pada pembelajaran IPA dengan menggunakan metode
kooperatif tipe jigsaw di kelas IVSD YPK Betlehem Amdui. Hasil tersebut ditunjukan pada tabel 4.4.dengan nilai rata-rata 78,75 kelompok dan nilai rata-rata individu adalah 75.Dapat dilihat pada tabel 4.5.
4.4 Tahap Observasi dan Monitoring
Pada tahap observasi dan monitoring yang telah dilakukan oleh observer diperoleh hasil sudah lebih baik.
Berdasarkan lembar observasi yang telah diisi oleh observer untuk aktivitas guru, menunjukkan guru dalam proses pembelajaran IPAsudahsepenuhnya menggunakan metode kooperatif tipe jigsaw, hal ini terlihat dari format pengamatan pada tabel 4.5. Hasil pengamatan peserta didik dalam proses pembelajaran IPA yang dilakukan oleh observer, menunjukkan peserta didik sudah mulai tertarik dengan proses pembelajaran IPA, hal ini dapat dilihat dari antusias serta keatifan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran, walaupun masih ada beberapa siswa yang masih malu dalam melakukan perintah ataupun bertanya, hal ini dapat dilihat dari tabel 4.6.
4.5 Tahap Refleksi
Berdasarkan perolehan nilai tes siklus II berupa, sudah lebih baikyang menunjukan hasilnilai rata-rata 75 dengan nilai tertinggi 90 dan terendah 65.Seluruh siswa telah mencapai KKM sebanyak 19 orang, walaupun masih ada nilai standar yaitu 60.Atas dasar tersebut maka tidak perlu lagi melakukan tindakan lanjutan karena sudah terbukti bahwa dengan menggunakan metode belajar kooperatif tipe jigsaw dapat peningkatan hasil belajar siswa.
Berdasarkan lembar observasi untuk guru yang diamatai oleh observer secara umum peneliti yang bertindak sebagai guru sudah melaksanakan proses pembelajaran dengan baik dan sudah sesuai dengan langkah-langkah di dalam RPP. Dan sudah banyak perbaikan dari siklus I yaitu beberapa aspek yang sudah diperbaiki misalnya pengelolahan waktu, dalam kegiatan inti pembagian waktu yang sudah ditentukan dalam
RPP adalah 90 menit dan sesuai pada saat tindakan kegiatan inti memakan waktu 80 menit. Selain pengelolaan waktu yang sudah diperbaiki, guru sudahmeruba cara dan pola pertanyaan yang di ajukan kepada siswa sudah semakin jelas, sehingga siswa mudah menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru. Berdasarkan hasil tersebut maka tindakan pada siklus II sudah bisa dikatakan lebih baik serta ada hasilnya dan tak pelu lagi melakukan tindakan lanjutan. Hal ini dapat kita lihat peningkatan hasil belajar dari tabel di bawah ini :
Perolehan Nilai Rata-rata
Pre Test, Siklus 1, Siklus 2
keterangan : Awal = 60
Siklus I = 68,75 Siklus II = 75
Berdasarkan hasil tes siswa dalam proses pembelajaran IPA dengan menggunakan metode
kooperatif tipe jigsaw, terdapat peningkatan dari siklus I ke siklus II yang terjadi yaitu sebesar 6,25%. 60 68.75 75 0 10 20 30 40 50 60 70 80
AWAL SIKLUS I SIKLUS II