1. PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang Masalah
Semakin berkembang dan banyaknya pilihan media komunikasi yang ada sekarang ini menuntut semua khalayak untuk mengambil keputusan dalam memilih media yang tepat dan berguna dalam menjawab beberapa kebutuhan. Dalam hal
tersebut dikenal dengan kajian teori Uses and Gratifications. Salah satu macam
riset Uses and Gratifications yang saat ini berkembang adalah yang dibuat oleh
Philip Palmgreen dari Kentucky University yang menyatakan bahwa inti dari teori
ini terdapat konsep utama yakni Gratification Sought dalam mengetahui
motif-motif apa saja dicari seseorang dalam mengkonsumsi media dan Gratification
Obtained yang digunakan untuk mengukur kepuasan atau motif yang didapat. Jika rata-rata skor GS lebih besar dari rata-rata skor GO, maka tingkat kepuasan rendah, dan media dianggap tidak memuaskan khalayaknya. Jika rata-rata skor GS lebih kecil dari rata-rata skor GO, berarti tingkat kepuasan tinggi dan media tersebut dikatakan dapat memuaskan khalayaknya (Kriyantono, 2008, p.210). Dari hasil analisis yang keluar maka dari itu diperlukannya evaluasi program oleh pengelolah jika pemenuhan kebutuhan yang diharapkan tidak sesuai bahkan berlawanan dengan kepuasan yang didapatkan. “Model ini merupakan pergeseran fokus dari tujuan komunikator ke tujuan komunikan. Model ini menentukan fungsi komunikasi massa dalam melayani khalayak” (Effendy, 2003, p.289).
Pada awal sejarah penelitian komunikasi, dengan pendekatan Uses and
Gratifications ini dikembangkan untuk mempelajari gratifikasi yang menarik khalayak dalam jenis media massa (media konvensional) dan jenis konten yang memenuhi kebutuhan sosial dan psikologis mereka (Cantril, 1942). Berdasarkan
jurnal Uses and Gratifications theory in the 21st Century pada tahun 2000 yang
ditulis oleh Thomas E. Ruggiero menyatakan bahwa pembelajaran Uses and
Gratifications dalam komunikasi massa saat ini secara umum dikenal sebagai
saat ini dan banyaknya pilihan media yang ada, motif dan kepuasan menjadi sebuah elemen yang krusial, sehingga tidak mengagetkan jika saat ini banyak peneliti
mencoba menerapkan Uses and Gratifications pada teknologi baru yang populer.
Kenaikan jumlah peneliti dalam meneliti media online mungkin merupakan salah
satu daya tarik dari media baru: interaktif media semakin mengaburkan batas antara pengirim dan penerima dari pesan tersebut menurut Singer (dalam Ruggiero, 2000, p.15).
Dalam perkembangan komunikasi massa yang sudah sangat dewasa ini, ada satu perkembangan tentang media massa, yakni adanya media baru. Ciri utama dari media baru adalah kesalingterhubungan aksesnya terhadap khalayak individu sebagai penerima maupun pengirim pesan, adanya interaktivitas, kegunaannya yang beragam sebagai karakter yang terbuka, dan sifatnya yang ada ‘di mana-mana’atau lebih luas jangkauaannya. Dalam hal ini media baru terkait dengan
internet dan teknologi mobile (McQuail, 2011,p. 42-43). Jika ditinjau dari ciri,
fungsi, dan elemenya, internet jelas masuk dalam bentuk komunikasi massa (Nurudin, 2007,p. 5).
Dalam jurnal tulisan Thomas E. Ruggiero, komunikasi di internet bergerak pada kecepatan yang tidak tertandingi oleh media lama. Internet menawarkan
kepada audience peluang komunikasi yang besar, baik dari pengambilan informasi
dan pertukaran antara individu dan kelompok menurut Kiesler (dalam Ruggiero, 2000, p.28). Tentunya banyak perkembangan dalam dunia internet, Thurlow menyimpulkan bahwa variasi di internet, baik dalam hal teknologi yang berbeda, pengguna yang berbeda, dan cara yang berbeda untuk berkomunikasi melalui internet, hal-hal tersebutlah yang menyebabkan internet menjadi sebuah hal yang kompleks untuk area pembelajaran, namun sangat menarik untuk diteliti (Thurlow, 2004, p.28).
Universitas Muhammadiyah Surakarta Angkatan 2013” , media sosial sekarang ini bukanlah suatu hal yang asing, bahkan hampir semua orang sekarang dapat menggunakannya. Media sosial tentunya memiliki karakter yang tidak jauh berbeda, meskipun tidak jauh berbeda namun media sosial mempunyai karakteristik khusus yang tidak dimiliki oleh media siber lainnya, Karakteristik khusus yang dimiliki media sosial salah satunya media sosial beranjak dari pemahaman bagaimana media tersebut digunakan sebagai sarana di dunia virtual (Nasrullah, 2015,p. 15). Dengan demikian peneliti menyimpulkan media sosial
merupakan media online yang terkoneksi dengan internet yang mempublikasikan
konten, seperti profil, data, dan aktifitas-aktifitas pengguna serta sebagai media berkomunikasi dan berinteraksi tanpa batas geografis ruang dan waktu. Mempermudah manusia dalam mendapatkan informasi dari belahan dunia dengan cepat dan memiliki manfaat diantaranya untuk media informasi dan komunikasi, tidak hanya itu internet juga bermanfaat dalam bidang bisnis, ekonomi, organisasi, pendidikan dan lain-lain.
Penggunaan internet dan media sosial khususnya di Indonesia menjadi pilihan yang sangat berkembang di Indonesia, berdasarkan dari Laporan We Are Social tentang Global Digital Report 2018, terjadi beberapa peningkatan pengguna digital di Indonesia. Dari Total Populasi 265 Milyar penduduk Indonesia, setengah nya atau 50% sebesar 132,7 Milyar penduduknya sudah menggunakan internet dalam aktivitas keseharian mereka. Saat ini dengan pertumbuhan yang signifikan dari pengguna smartphone di Indonesia, menjadikan media sosial berpengaruh cukup
besar terhadap bisnis, khususnya bisnis online. Seperti Facebook, Instagram,
WhatsApp, dll saat ini menjadi sarana promosi yang diminati oleh pebisnis. Sementara hampir setengahnya adalah penggila media sosial, atau berkisar di angka 49% yaitu sejumlah 130 juta orang. Firdausnetpreneur juga mengungkap bahwa tercatat ada lebih dari 265 juta orang Indonesia menggunakan media sosial setiap bulannya. Di mana 45% di antaranya mengakses media sosial melalui
Pengguna internet di Indonesia didominasi oleh generasi millennial dan generasi Z; generasi yang lahir di era digital (18-35 tahun), ujar Gabrielle Angriani, Communications Manager Tetra Pak Indonesia (Yudhianto, 2017,para. 1-5).
Gambar 1.1 Indonesia Snapshot Of The Country Digital Statictical Indicators
Sumber : www.firdausnetpreneur.com
Data lain yang diungkap oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dalam hasil surveinya adalah tiga jenis media sosial yang paling banyak dikunjungi. Menurut survei tersebut, Facebook berada di posisi pertama sebagai media sosial yang paling banyak menyedot pengguna internet Indonesia, dengan 71,6 juta pengguna (54%). Kemudian di tempat kedua, media sosial untuk berbagi foto dan video pendek Instagram berhasil merebut hati para pengguna internet Indonesia dengan jumlah pengguna mencapai 19,9 juta (15%). Media sosial berikutnya yang paling banyak dikunjungi pengguna internet Indonesia adalah YouTube. Layanan berbagi video tersebut mengantongi 14,5 juta (11%) (Hidayat, 2016,para. 1-5).
Gambar 1.2 Most Active Social Media Platforms 2018
Sumber : www.tekno.kompas.com
Sedangkan di tahun 2018 menurut penelitian yang dilakukan We Are Social, perusahaan media asal Inggris yang bekerja sama dengan Hootsuite, rata-rata orang Indonesia menghabiskan tiga jam 23 menit sehari untuk mengakses media sosial. Total pengguna aktif Instagram bulanan di Indonesia mencapai 38% dan termasuk ke dalam tiga besar media sosial paling diminati dan banyak digunakan(Pertiwi, 2018, 1&10). Kemudian Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah pengguna Instagram terbanyak dengan jumlah 89% Instagrammers berusia 18-34 tahun. Rata-rata anak muda, terdidik, dan mapan. 18-24 tahun 59%, 25-34 tahun 30%, dan 34-44 tahun 11 persen. Perempuan 63% dan laki-laki 37%. (Brand Development Lead Instagram APAC Paul Webster) (Mailanto,2016,para. 5-7). Rata-rata generasi millennials dan Gen-Z mengakses internet 3-5 jam dalam sehari,
90% media sosial diakses lewat smartphone. Alasan memilih media sosial karena
fashion, kuliner yang instan dan cepat saji, hiburan dan liburan. Ditambah lagi kebutuhan akan informasi pada media sosial sekarang ini sudah menjadi kebutuhan primer, banyak khalayak usia millennials dan Gen-Z yang senang dalam mendapatkan informasi sekaligus hiburan secara efisen dan efektif (Adam, 2017,para. 16).
Berdasarkan jurnal beliefs about the use of instagram: an exploratory study, sosial media memainkan peranan yang penting dalam individu maupun organisasi
dalam level modern society. Dengan pertumbuhan teknologi komunikasi yang
pesat, hal ini telah menjadi alat utama dalam gaya hidup pribadi dan kegiatan
organisasi menurut Berstrom dan Backman. Instagram adalah aplikasi
mobile-based yang memungkinkan pengguna untuk mengambil foto atau gambar,
menambahkan beberapa efek warna pada gambar, dan berbagi saat itu juga dengan teman-teman atau situs sosial media yang lain menurut Hochman dan Schwartz.
Instagram memperoleh perhatian generasi muda dibandingkan dengan social
networking yang lainnya menurut Hochman dan Schwartz, hal itu telah membuktikan bahwa anak muda sekarang menghabiskan lebih banyak waktu untuk Instagram daripada Facebook (Hiram, 2015, p.16-18).
Aplikasi mobile adalah sebuah aplikasi berbasis mobile yang memungkinkan
pengguna untuk dapat melakukan mobilitas dengan menggunakan telepon dengan kemampuan internet. Dengan menggunakan aplikasi mobile, dapat dengan mudah melakukan berbagai macam aktifitas mulai dari hiburan, berjualan, belajar,
mengerjakan pekerjaan kantor, browsing (Lukito, 2011,p. 4-5).Salah satunya
adalah Instagram.
Instagram merupakan aplikasi mobile yaitu sosial media photo and video
sharing yang dibuat oleh Kevin Systorm dan Mike Krieger pada Oktober 2010. Instagram berhasil mendapatkan 1 juta pengguna hanya dalam kurun waktu 2 bulan setelah peluncurannya dan terus berkembang sampai saat ini. Instagram mengetahui bagaimana harus selalu meningkatkan dirinya dengan menambahkan fitur baru dan efek foto baru. Sehingga pada tahun 2013 Instagram mengalami perkembangan dengan memperkenalkan Instagram video, fitur tambahan dalam aplikasi mobile tersebut (The Complete History of Instagram,2014,para. 1).
Perkembangan fitur yang dimiliki Instagram tidak berhenti sampai disitu saja,
Instagram meluncurkan Instagram Stories dan Live Streaming untuk mendorong
pengguna agar membuat dan membagikan content lebih banyak lagi pada platform.
melakukan Bigo Live, baik followers atau orang asing pun bisa menikmati konten
live streaming yang sudah dihasilkan. (Zakaria,2017,para. 7)
Gambar 1.3 Gambar Proses Pembuatan dan Posting Video di Instagram Sumber: www.marcinrusinowski.com
Di era new media ini, banyak sekali bentuk-bentuk media baru yang lahir
karena adanya konvergensi dari dua atau lebih media-media pendahulunya. Begitu juga dengan adanya perkembangan digitalisasi, internet dan munculnya berbagai macam media sosial salah satunya adalah Instagram yang semakin meningkatkan kegunaan dari konvergensi media. Konvergensi media dalam jurnal Konvergensi Media “Satu Gadget Untuk Banyak Media” oleh Yehuda Albert (Albert, 2015) adalah fenomena bergabungnya berbagai media yang sebelumnya dianggap berbeda dan terpisah yang meliputi media cetak maupun media elektronik (misalnya televisi, radio, surat kabar, dan komputer) menjadi satu ke dalam sebuah
media tunggal. Dengan adanya konvergensi teknologi, satu gadget mampu
melakukan banyak hal seperti bertelepon, mengirim email, menonton video, membaca buku dan lainnya. Misalnya suatu tayangan komedi di televisi karena
adanya konvergensi media, beberapa industri melihat peluang membuat konten komedi tersebut melalui internet di berbagai media sosial baik dalam bentuk konten
video, audio visual dan artikel. Banyak contoh media yang melakukan konvergensi
seperti Liputan 6, Kompas, Media Indonesia dan masih banyak lagi. Pelaku pasar akan memandang konvergensi media sebagai peluang untuk mengembangkan produk mereka. Perusahaan di bidang hiburan sebagai contoh akan mencoba mengintegrasikan berbagai macam konten dalam produk maupun jasanya. Integrasi ini memiliki kemampuan penyampaian konten yang lebih cepat, fleksibel, beragam dan dinamis.
Melihat adanya perkembangan konvergensi media pada media digital salah satunya menggunakan fungsi dari berbagai media sosial, adanya suatu peluang
dilihat oleh salah satu perusahaan startup yaitu IDN MEDIA dengan membuat
program multi-platform. Salah satu konten video reguler yang dibuat oleh IDN
MEDIA adalah Yummy.idn, pada 25 Agustus 2016, merupakan konten video cara
memasak yang mudah hanya dengan 5 step/langkah dalam durasi waktu 1 menit
(#MASAKITUGAMPANG) menggunakan bahan dan alat-alat yang mudah ditujukan untuk anak kos yang cenderung lebih gampang ditemukan dengan harga
terjangkau yang di posting pada media sosial Instagram dan Facebook. Berdasarkan
data dari hasil wawancara dengan produser IDN Times Video yang dilakukan oleh
peneliti, semua pembuatan konten video reguler yang di posting dibuat secara
langsung dan original di dapur Yummy IDN MEDIA oleh Creative Chef Gilang
Ramadhano pernah meraih penghargaan menjadi 10 besar di Master Chef
Gambar 1.4 Screenshot Tampilan Chef Gilang
di Instagram Stories Yummy
Sumber : Dokumentasi Peneliti (2018)
Pada saat itu IDN MEDIA melihat adanya ketertarikan kaum millennials dan Gen-Z dalam jumlah besar terhadap konten video cara memasak pada media sosial.
Didukung dengan trend kuliner pada saat itu terhadap makanan yang easy in
practical, makanan yang mudah dimasak juga tentu disenangi karena dapat
membuat sendiri, misalnya hidangan yang healty choice mulai digemari banyak
orang yang sadar hidup sehat atau untuk diet. Selain itu makanan-makanan yang Instagramable atau penampilannya menarik dan kemasannya bagus tentu digandrungi banyak orang. Terlebih generasi milennial yang menjadikan makanan
sebagai gaya hidup(Rezkisari, 2017, para. 3-4), melihat hal tersebut IDN MEDIA
mulai membuat konten video cara memasak yang di posting secara regular di
media sosial. Konten video Yummy.idn terinspirasi dari video Tasty Buzzfeed milik USA yang sudah mendunia, karena Tasty Buzzfeed merupakan pelopor atau yang pertama kali mencetuskan video cara memasak dengan konsep dan teknik
diambil dari atas. IDN MEDIA melihat peluang yang masih besar terhadap hal tersebut karena di Asia Tenggara khususnya Indonesia masih belum ada konten video seperti itu, akirnya munculah Yummy.idn. Para pengelola Yummy.idn tidak meniru konten video milik Tasty Buzzfeed 100%, tetapi tim Yummy berusaha lebih berinovatif dalam mengemas program tersebut dan hasilnya dapat menjawab kebutuhan khalayak sesuai dengan visi-misi IDN MEDIA, yaitu dapat mencerdaskan anak bangsa Indonesia melalui konten video yang dibagikan (wawancara dengan Head Of Creative Produser, David Theo Khosakoy, 19 Januari 2018).
Berdasarkan data olahan Crowdtangle terbaru bulan Februari 2018 yang didapat peneliti dari hasil wawancara dengan Head Of Creative Produser IDN Times Video pada 3 Maret 2018, Yummy.idn berada di tingkat pertama sebagai
akun cara memasak di Indonesia dengan jumlah followers atau memiliki pengikut
akun Instagram terbanyak, yaitu 1.144.687, dengan jumlah total video views 5.990.
Dibandingkan dengan jumlah followers akun cara memasak lainnya yang ada di
peringkat kedua yaitu Tastemade Indonesia berjumlah 507.000, dengan jumlah
total video views 5.130. Di peringkat ketiga yaitu Masak TV berjumlah 182.000
followers, dengan jumlah total video views 1.520. Kemudian terakhir di peringkat
keempat yaitu Kokiku TV berjumlah 152.000 followers, dengan jumlah total video
views 218.
Peneliti juga lebih terfokus ke konten video yang di posting secara reguler atau
setiap harinya pada jam-jam terntentu oleh Yummy di Instagram, karena dari hasil wawancara dengan produser IDN Times Video yaitu Theo Kosakoy, berdasarkan
presentase data dari viewers dan followers Yummy yang ada di Instagram memang
paling banyak interaksinya dengan followers, sekaligus viewers dan ratingnya
Gambar 1.5 Screenshot Tampilan Instagram Yummy.idn Sumber : Dokumentasi Peneliti (2018)
Peneliti melihat bahwa Yummy.idn merupakan karya original anak bangsa
Indonesia khususnya oleh media startup, jika dibandingkan dengan Tastemade
Indonesia bukanlah cooking channel original milik anak bangsa Indonesia
melainkan membawa nama Tastemade. Original disini bukan dari segi konten dan teknik video yang pertama kali mencetuskan video cara memasak, melainkan original dalam membuat isi konten videonya. Misalnya original dari segi menu masakan Yummy yang beragam di setiap harinya, mengikuti makanan yang sedang trend saat ini, misalnya bagaimana cara memasak ayam geprek yang dibuat semudah mungkin langkahnya. Kemudian Yummy memiliki ciri khas yang berbeda dengan memberikan menu khusus anak kos yaitu masakan dengan
menggunakan ricecooker.
Adanya segala macam bentuk perkembangan baik mengenai internet, media sosial dan segala macam bentuk konten yang diberikan tersebut membuat penonton atau khalayak semakin membutuhkan informasi dan hiburan yang lebih beragam melalui berbagai macam bentuk media. Sedangkan bagi para pencipta program-program dituntut untuk menjawab tuntutan masyarakat dengan bekal konsep dan gagasan yang mengembangkan daya kritis dan kreatif dalam menghadapi tantangan tersebut (Wibowo, 2007, p.20). Maka dari itu di era globalisasi sekarang ini
pemilihan media menjadi lebih banyak dan kompleks karena bertambahnya media baru yang semakin berkembang, jika dulu hanya tersedia pilihan koran, televisi dan radio, sekarang pilihan semakin bertambah misalnya saja seperti situs internet, media sosial Facebook, Instagram , YouTube dan lain-lain.
Melihat hal tersebut dalam melakukan penelitian ini, peneliti ingin melakukan
implementasi dari beberapa jurnal yang menggunakan metode Uses and
Gratifications pada new media, salah satunya adalah jurnal milik Anita Whiting
dan David William yang berjudul “Why People Use Social Media : A Uses and
Gratifications Approach” pada tahun 2013, membahas dan mencari tahu mengenai apa saja motif dalam penggunaan media sosial secara keseluruhan, dan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukannya, diperoleh kesimpulan bahwa motif pengguna media sosial yang paling banyak dipilih adalah Interaksi sosial yaitu sebanyak 88%. Melihat hal tersebut peneliti ingin mengembangkannya dengan meneliti lebih spesifik lagi ke konten di salah satu media sosial yaitu Instagram.
Kemudian jurnal milik Eunji Lee,Jung-Ah Lee, Jang Ho Moon dan Yongjun
Sung yang berjudul “Pictures Speak Louder than Words: Motivations for Using
Instagram” pada tahun 2015. Penelitian tersebut membahas mengenai motif penggunaan Instagram secara keseluruhan dan hanya meneliti sebatas motif,
ditambah dengan fokusnya ke fungsi Instagram sebagai media Photo Sharing
(konten dalam bentuk foto), dan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukannya, diperoleh kesimpulan bahwa kepuasan motif pengguna Instagram yang paling banyak dipilih adalah interaksi sosial, kemudian yang tertinggi kedua adalah untuk mengekpresikan diri. Maka dari itu peneliti ingin mengimplementasi dengan meneliti motif dan kepuasan bukan dari penggunaan Instagram secara keseluruhan melainkan ke salah satu konten yang ada pada Instagram terutama penyampaian konten dalam bentuk video.
penelitian terdahulu yaitu skripsi milik Eldoron Sahadhuta tahun 2015 perihal
“Kepuasan followers dalam menonton video pada akun indovidgram di Instagram”.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukannya, diperoleh kesimpulan bahwa
kepuasan followers indovidgram paling tinggi adalah pass time, atau menghabiskan
waktu. Dan dinyatakan ada kepuasan yang didapat dari followers Indovidgram
dalam menonton video pada akun Indovidgram di Instagram. Beberapa Indikator yang peneliti pakai sesuai dengan yang peneliti terdahulu gunakan dengan alasan sama-sama meneliti konten video yang ada pada Instagram. Jika dalam penelitian terdahulu milik Eldoron Sahadhuta membahas mengenai video pada akun indovigram yang memiliki berbagai macam topik misalnya seperti pendidikan, hiburan, dan informasi, maka perbedaannya dalam penelitian ini terletak pada videonya yaitu berfokus pada video cara memasak.
Hal-hal yang telah dijabarkan di atas membuat peneliti tertarik untuk
melakukan penelitian terhadap motif dan kepuasan Followers akun Yummy.idn
sebagai responden dalam menonton video Yummy.idn dengan menggunakan “uses
and gratification theory”. Tidak berhenti hanya meneliti motif tetapi juga tingkat
kepuasannya dengan menggunakan metode internet survey.
1.2Rumusan Masalah
Dari uraian permasalahan di atas, permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah:
“Apa Motif dan Kepuasan Followers dalam MenontonVideo “Yummy.idn by
IDN MEDIA” di Instagram ?” 1.3Tujuan Masalah
Penelitian ini untuk menjawab rumusan masalah yang bertujuan untuk
mengetahui Motif dan Kepuasan Followers dalam Menonton Video “Yummy.idn
1.4Manfaat Penelitian Manfaat Praktis
1. Sebagai masukan dan pertimbangan bagi IDN MEDIA untuk lebih
memahami apa saja motivasi dan kepuasan khalayak dalam menonton konten video Yummy.idn, sehingga dapat melakukan evaluasi terhadap acaranya dan dapat memenuhi kebutuhan khalayak yang menontonnya sehingga konten video tersebut dapat menjadi tayangan yang paling disenangi dan menjawab kebutuhan khalayak.
Manfaat Akademis
1. Penelitian ini untuk mengetahui penerapan pendekatan uses and
gratification, di mana dalam penelitian ini peneliti berusaha untuk mengidentifikasi motif dan kepuasan yang menjadi pendorong khalayak untuk menonton suatu tayangan video di internet dalam hal ini Instagram.
2. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada
pemahaman teori ilmu komunikasi khususnya uses and
gratifications theory dalam hubungannya dengan konsumsi media
sebagai sumber informasi dan kepuasan khalayak. Hal ini juga akan
mendukung kajian new media, internet, dan media sosial.
1.5Batasan Masalah
Agar mempermudah dan memperlancar penelitian yang dilakukan oleh peneliti maka peneliti memberikan batasan masalah yaitu:
1. Subjek penelitian dilakukan pada populasi seluruh jumlah Followers akun
Yummy.idn yang aktif di Instagram pada bulan Maret 2018. Kemudian pengambilan sampelnya disaring sesuai dengan usia syarat responden yang
2. Objek penelitian ini adalah motif yang mendorong Followers dalam
menonton video Yummy.idn sekaligus mengetahui tingkat kepuasan Followers
dalam menonton video Yummy.idn di media sosial Instagram.
3. Penelitian dilakukan pada new media internet, khususnya akun Yummy.idn
di Instagram.
4. Syarat Responden :
a) Responden mem-Follow akun Instagram Yummy.idn pada
bulan Maret 2018 sebanyak 1.144.687 followers.
b) Responden minimal menonton postingan video reguler lebih
dari satu kali Yummy.idn.
c) Responden usia yang dijadikan sampel adalah 18-35 tahun dari
populasi seluruh followers akun Yummy.idn.
5. Pertanyaan dalam kuesioner merupakan generalisasi dari konten video Yummy.idn yang setiap harinya memiliki topik masakan yang berbeda. Maka dari itu pertanyaan pada kuesioner lebih berkaitan dengan konsep video secara keseluruhan. Baik dari segi menu masakan, langkah-langkah memasak, penyajian dan lain-lain.
6. Peneliti hanya meneliti motif dan kepuasan followers Yummy ketika
menonton konten video cara memasak yang diposting secara reguler pada
jam-jam tertentu oleh Yummy.idn di akun Instagramnya. 1.6 Sistematika Penulisan
Sistematika penelitian laporan skripsi ini adalah sebagai berikut : BAB I : PENDAHULUAN
Bab ini berisi uraian mengenai latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, batasan masalah dan sistematika penelitian.
BAB II : LANDASAN TEORI
Bab ini berisi uraian mengenai landasan teori, nisbah antar konsep, hipotesis penelitian dan kerangka pemikiran dalam melakukan penelitian.
BAB III : METODE PENELITIAN
Bab ini berisi definisi konseptual, definisi operasional, sumber data, metode yang digunakan, dan bagaimana teknik menganalisa data yang diperoleh nantinya
BAB IV : ANALISIS DATA
Bab ini berisi gambaran umum subjek penelitian, analisis data dari hasil pengolahan kuisioner, meliputi analisis profil responden, analisis nilai mean motif dan kepuasan responden, analisis pengujian validitas dan reliabilitas, uji korelasi dan uji T.
BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN
Dalam Bab ini dijelaskan mengenai kesimpulan dari penelitian dan saran praktis dan akademis.