• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Puskesmas Oebobo Kupang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Puskesmas Oebobo Kupang"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Demografi responden         Variabel   Mean   Min   max

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan : Hasil penelitian menunjukkan berat badan lahir, status gizi, status imunisasi, dan keberadaan perokok merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada

Hasil : Pada penelitian ini terdapat 34,45 % balita stunting dimana 64,5% berjenis kelamin perempuan. Sedangkan berat badan lahir, riwayat penyakit kehamilan,

Tidak ada hubungan yang bermakna antara status penyakit infeksi dengan kejadian stunting pada balita di sekitar wilayah kerja Puskesmas Bontomatene Kabupaten

square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat asupan energi, riwayat durasi penyakit infeksi, berat badan lahir, tingkat pendidikan ibu dan tingkat

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara riwayat kesehatan dalam kehamilan dengan kejadian bayi berat badan lahir rendah di UPT Puskesmas

Ada hubungan antara berat badan lahir dengan kejadian stunted pada balita usia 12-24 bulan (p<0,05), balita yang memiliki riwayat berat badan pendek saat lahir memiliki

Pekerjaan ibu, pendapatan keluarga, jumlah anggota keluarga, dan jumlah balita yang diasuh berhubungan dengan kejadian Stunting pada balita usia 12-59 bulan di Puskesmas Bandarharjo

Kejadian Stunting Stunting Kondisi perawakan Kondisi perawakan pendek pada balita pendek pada balita 2459 bulan 2459 bulan berdasarkan hasil berdasarkan hasil pengukuran tinggi