• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Sebuah entitas bisnis tidak terkecuali koperasi jasa keuangan syariah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Sebuah entitas bisnis tidak terkecuali koperasi jasa keuangan syariah"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Sebuah entitas bisnis tidak terkecuali koperasi jasa keuangan syariah (BMT) yang tidak mampu mengidentifikasi bagaimana respon, persepsi dan preferensi publik terhadap lembaganya, maka lembaga tersebut akan menemui kesulitan untuk menyususn pola manajerial yang mapan untuk keberlangsungan organisasi lembaga. Oleh karena itu, riset pemasaran

menjadi sangat penting dalam mengembangkan sebuah perusahaan.1

Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh pengusaha dalam usahanya untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, berkembang dan mendapatkan laba. Sebuah perusahaan dikatakan berhasil menjalankan fungsinya apabila mampu menjual produknya pada konsumen dan memperoleh profit semaksimal mungkin. Konsumen sebagai salah satu elemen, memegang peranan penting dimana dari waktu ke waktu mereka semakin kritis dalam menyikapi suatu produk. Suatu perubahan paradigma pemasaran lebih banyak didorong oleh perubahan situasi dan kondisi masyarakat secara global. Perubahan tersebut meliputi pangsa pasar yang kian terpilih, loyalitas pelanggan, saluran distribusi, cara baru dalam berbelanja dan membayar, perubahan pola konsumsi keluarga menyebabkan konsumen

1 Hafidz,dkk. Pengaruh reference group dan marketing mix terhadap minat menggunakan produk KJKS/BMT di kota pekalongan,Vol.10 , No. 2, November.

(2)

memiliki kebutuhan yang kian meningkat seiring dengan

perkembangan jaman2.

Dalam pemasaran, sebenarnya terdapat juga penyesuaian dan koordinasi antara produk,harga,saluran distribusi, dan promosi untuk menciptakan hubungan pertukaran yang kuat dengan langganan. Jadi harga harus sesuai dengan kualitas produk, saluran distribusi harus sesuai dengan harga dan kualitas produk, dan promosi harus sesuai dengan saluran harga dan kualitas produk. Usaha-usaha tersebut perlu juga di koordinasi dengan waktu dan tempat.

Untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya koperasi jasa keuangan syariah harus sangat baik secara kualitas, untuk meningkatkan kualitas salah satunya adalah melalui pemasaran. Tujuan dari pemasaran tersebut adalah untuk mengenalkan produk dan mengenalkan BMT tersebut, sehingga dengan sistem pemasaran yang baik maka tentunya para masyarakat akan berminat dan memutuskan untuk menjadi anggota pada Koperasi jasa keuangan syariah (BMT) tersebut dengan berbagai alasannya.

Berbagai macam strategi pemasaran dilakukan BMT untuk menarik anggota, masyarakat untuk menjadi anggota itulah yang menjadi titik acuan utama mengapa dilakukan pemasaran. Agar BMT dapat melakukan kinerja secara konsisten dan terus-menerus maka diperlukan elemen-elemen pemasaran untuk menghadapi tantangan. Seperti pada umumnya

2 Afzalurrahman, Doktrin Ekonomi Islam jilid IV (Yogyakarta: Dana Bhakti Wakaf, 2003), hlm. 337.

(3)

melalui marketing mix yang lebih dikenal dengan istilah bauran pemasaran

atau 4p yaitu product, price, promotion, place. Akan tetapi dalam produk

jasa juga diperlukan tambahan 3p yaitu people, physical evidence,

process.3

Selain dengan bauran pemasaran, biasanya reference group atau kelompok acuan juga bisa menarik minat calon anggota sebuah BMT, kelompok acuan juga mempengaruhi perilaku seseorang dalam pembeliannya, dan sering dijadikan pedoman oleh konsumen dalam

bertingkah laku karena mereka dianggap memiliki info yang lebih.4

Tokoh agama juga termasuk dalam reference group, karena mereka dianggap memiliki info yang lebih dibandingkan dengan masyarakat awam. Orang orang seperti ini bukan sebagai pemimpin formal yang dilantik dan ada masa jabatannya. Melainkan pemimpin sebagai penjaga sekaligus pemeliharaan iman para jamaahnya. Penokohan itu adalah sebuah predikat atau gelar dari masyarakat sekitar yang didasari dedikasi yang luar biasa menyumbangkan pikiran dan pengabdiannya untuk urusan dakwah agama tanpa ada imbalan dan pamrih apapun karena di indonesia terutama di pekalongan yang merupakan kota santri dan tingkat religius yang tinggi maka penduduk lebih patuh terhadap omongan tokoh agama dari pada pejabat birokrasi. Itulah kelebihan tokoh agama yang dikagumi, anjuran pasti mengandung dakwah dan dinggap penting bagi pengikutnya.

3 Much IrfanAminudin, “Pengaruh Marketing Mix dan Triangle Marketing terhadap Keputusan Menjadi Nasabah Simpanan di Bank Muamalat IndonesiaCcabang Pembantu Tulungagung, skripsi.IAIN Tulungagung2015.

4 Basu Swastha dan Irawan, Menejemen Pemasaran Modern, (Yogyakarta: Liberty, 2008), hlm.108

(4)

BMT NUSA KARTIKA Wiradesa merupakan unit koperasi serba usaha dari koperasi Nusa Kartika yang dikelola oleh anak muda NU wiradesa yang anggotanya berasal dari badan otonom NU antara lain PAC IPNU dan PAC IPPNU beserta alumni IPNU IPPNU yang peduli terhadap perekonomian NU di wilayah Wiradesa khususnya.

Simpanan nuansa atau nusa kartika arisan sejahtera merupakan salah satu produk yang ada di BMT Nusa Kartika, produk yang diperuntukkan bagi anggota atau calon anggota yang penyetorannya satu bulan sekali dan penarikannya hanya dapat diambil pada waktu yang telah ditentukan pihak BMT. Produk simpanan ini menggunakan akad wadi’ah yad dhammanah dimana pihak pengelola (BMT) boleh memanfaatkan dana tersebut sesuai syariah. Produk simpanan ini menggunakan sistem arisan sebesar Rp. 100.000/bulan yang pembukaanya sebulan sekali pada hari jumat minggu kedua setiap bulannya selama 30 bulan atau 2,5 tahun. Setaip pembukaan awal dan akhir arisan yaitu bulan pertama dan bulan ke-30 akan ada doorprize besar yang diundi, seperti TV LED, mesin cuci, kipas angin, Magic com, Handphone dan sepeda motor pada bulan ke-30. Seperti arisan pada umumnya, model pembukaan arisan nuansa ini dengan pengocokan nama. Setiap pembukaan arisan, peserta nuansa ini akan mendapat 3 peluang pemenang dimana peluang pertama nama mereka keluar mendapat uang arisan bulan saat diundi, kedua mereka juga berpeluang mendapat hadiah tambahan yang di sediakan pihak BMT dan ketiga mereka mendapat hadiah Cuma-Cuma bagi peserta yang ikut dalam

(5)

pembukaan dan pengocokan nama berdasarkan absen kehadiran yang ada. Jika pembukaan sudah ada pada bulan ke-30 dan nama peserta juga belum keluar selama pembukaan maka uang mereka akan kembali dengan utuh tanpa bonus sebesar Rp. 3.000.000. Arisan nuansa di BMT Nusa Kartika ini sudah berjalan ketiga kalinya, nuansa 1 dimulai tahun 2013 dengan jumlah peserta 502 orang dan berakhir pada bulan juli tahun 2015 dimana sepeda motor Revo menjadi hadiah utama saat penutupan arisan bulan ke-30. Nuansa 2 dimulai bulan januari tahun 2015 dengan jumlah peserta 530 orang dan akan berakhir pada bulan juni tahun 2017. Dan nuansa 3 ini dimulai bulan oktober tahun 2015dengan jumlah peserta 530 orang dan

akan berakhir pada bulan maret tahun 2018.5

Upaya pemasaran telah dilakukan oleh pihak BMT untuk mengenalkan produk nuansa tersebut, melalui brosur maupun iklan di media social (facebook dan twitter). Tidak cukup itu, para reference group dimana dalam hal ini adalah tokoh agama juga ikut mengenalkan dan mengajak masyarakat agar membeli produk nuansa. Saat pengajian rutin banom NU seperti Fatayat, Anshor maupun IPNU IPPNU misalnya, mereka mengenalkan dan mengajak jamaah agar membeli produk nuansa tersebut.

Berdasarkan uraian dari latar belakang diatas peneliti tertarik untuk

mengadakan penelitian lebih lanjut mengenai masalah reference group

dan marketing mix yang ada di BMT Nusa KartikaWiradesa dengan

5Dewi Sumiasih, Marketing BMT Nusa Kartika Wiradesa kab. Pekalongan, Wawancara Pribadi,Pekalongan 15 Maret 2016.

(6)

judul“ Pengaruh Reference Group dan Marketing Mix terhadap Minat Menggunakan Produk Arisan Nuansa3 di BMT Nusa Kartika Wiradesa kab. Pekalongan”.

B. Rumusan Masalah

Atas dasar latar belakang masalah di atas maka penelitian dengan judul “Pengaruh reference group dan marketing mix terhadap minat menggunakan produk arisan nuansa 3 di Bmt Nusa Kartika Wiradesa dengan rumusan masalah sebagai berikut :

1. Apakah reference group berpengaruh terhadap minat menggunakan

produk arisan nuansa 3?

2. Apakah marketing mix berpengaruh terhadap minat menggunakan

produk arisan nuansa 3?

3. Apakah reference group dan marketing mix secara simultan

berpengaruh terhadap minat menggunakan produk arisan nuansa 3. C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan pada permasalahan yang diuraikan diatas, maka tujuan penelitian yang akan dirumuskan sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui ada atau tidak pengaruh reference group terhadap

minat menggunakan produk arisan nuansa 3 di Bmt Nusa Kartika Wiradesa.

2. Untuk mengetahui ada atau tidak pengaruh marketing mix terhadap

minat menggunakan produk arisan nuansa 3 di Bmt Nusa Kartika Wiradesa.

(7)

3. Untuk mengetahui ada atau tidak pengaruh reference group dan marketing mix secara simultan terhadap minat menggunakan produk arisan nuansa 3 di Bmt Nusa Kartika Wiradesa.

D. Kegunaan Penelitian

Dalam penelitian ini, hasil yang akan dicapai diharapkan membawa manfaat yang banyak, antara lain sebagai berikut :

1. Kegunaan Teoritis

Secara teoritis hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan dan dijadikan acuan secara teoritis serta menambah khasanah terutama di bidang lembaga keuangan syariah.

2. Kegunaan Praktis

Pada penelitian in diharapkan dapat digunakan dan dimanfaatkan bagi penulis dan para pihak-pihak lain yag berkepentinga, yaitu bagi:

a. Bagi Penulis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat tambahan pengetahuan tentang bagaimana sebuah organisasi menyusun sebuah strategi untuk mencapai tujuan dari pada organisasi tersebut.

b. Pihak BMT

Penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam mengambil kebijakan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan anggota. Disamping itu juga untuk mengevaluasi berhasil tidaknya

(8)

strategi yang diterapkan oleh pihak BMT dalam upaya meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

c. Bagi Anggota BMT

Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan para anggota bagaimana sebenarnya kualitas dari bank yang mereka jadikan tempat penyimpanan dan peminjaman uang.

d. Bagi Peneliti Selanjutnya

Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi atau pikiran yang dijadikan dasar pijakan penelitian sejenis.

E. Sistematika Penelitian

Dalam sistematika penulisan, peneliti membaginya menjadi lima pokok bahasan, yaitu:

BAB I : PENDAHULUAN

Bab ini berisi tentang Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Kegunaan Penelitian,dan Sistematika Penulisan.

BAB II : KERANGKA TEORI

Bab ini berisi tentang Landasan Teori, Tinjauan Pustaka, Kerangka Berpikir, dan Hipotesis

BAB III : METODE PENELITIAN

Bab ini berisi tentang Pendekatan Penelitian, Setting Penelitian, Variabel Penelitian, Teknik Pengambilan

(9)

Sampel, Teknik Pengumpulan Data Penelitian, dan Teknik Analisis Data.

BAB IV : ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

Bab ini berisi tentang Deskripsi Data, Analisis Data, dan Pembahasan.

BAB V : PENUTUP

Bab ini merupakan bab terakhir yang berisi kesimpulan dari hasil penelitian dan saran.

Referensi

Dokumen terkait

Iktiyanto (2010) menyatakan bahwa Nitrogen merupakan unsur yang paling dominan diantara unsur yang diperlukan oleh tanaman tebu karena berfungsi untuk

Retribusi Daerah yang selanjutnya disebut retribusi adalah pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian ijin yang khusus disediakan dan atau diberikan

Interpretasi jenjang skor lama tinggal dalam penelitian ini didasarkan dari lama rencana kebijakan program pembangunan di Indonesia (umumnya 5 tahun) dan menurut Bakri (1992)

1) Hasil penelitian yang berjudul “Pola Pendidikan Karakter di SMP IT PAPB Pedurungan Semarang” ini dapat dijadikan sebagai bahan referensi yang positif bagi mahasiswa

Peraturan Daerah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 8 Tahun 1985 Tentang Perusahaan Daerah Taru Martani Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, yang disahkan dengan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah ada hubungan antara ketidakpuasan akan bentuk tubuh dengan locus of control pada remaja wanita di

Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik untuk meneliti lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan dengan judul: "Analisis

Serapan ini tidak muncul pada sampel S.0 dan S.1, sehingga dapat dipastikan serapan ini merupakan serapan dari rantai alkil pada senyawa HDTMS yang bereaksi dnegan