PotensidanPeluangInvestasiDaerah PotentialandLocalInvestmentOpportunities Tahun/Year2015

54 

Teks penuh

(1)

BADAN KOORDINASI

PENANAMAN MODAL ICOORDINDONESINATIA INVESTMENT NG BOARD

Invest in

remarkable

Direktorat Pengembangan Potensi Daerah

Directorate Of Regional Potential Development

Potensi dan Peluang Investasi Daerah

Tahun/Year 2015

Potential and Local Investment Opportunities

(2)

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

1

RINGKASAN EKSEKUTIF PELUANG INVESTASI DI KABUPATEN INDRAMAYU: INDUSTRI PENGOLAHAN

PAKAN TERNAK DAN IKAN

EXECUTIVE SUMMARY

INVESTMENT OPPORTUNITIES IN INDRAMAYU: ANIMAL AND FISH FEED

INDUSTRY

Kabupaten Indramayu merupakan salah satu wilayah di Jawa Barat, yang secara astronomi terletak pada 107° 52’ - 108° 36’ Bujur Timur dan 6°15’ - 6°40’ Lintang Selatan. Kabupaten Indramayu sebagian besar permukaan tanahnya berupa dataran dengan kemiringan antara 0% - 2% seluas 201.285 ha (96,03%) dari total wilayah. Keadaan ini terpengaruh terhadap drainase, bila curah hujan tinggi maka daerah-daerah tertentu akan terjadi genangan air dan bila musim kemarau akan mengakibatkan kekeringan. Letak Kabupaten Indramayu yang membentang sepanjang posisi pantai utara pulau jawa membuat suhu udara di Kabupaten Indramayu cukup tinggi berkisar antara 22,9o – 30,0o C. Tipe

iklim di Indramayu termasuk iklim tropis, kelembaban udara berkisar antara 70-80%, Untuk tahun 2013, rata-rata curah hujan sepanjang Tahun 2013 adalah sebesar 1.521 mm dengan jumlah hari hujan 110 hari. Angin barat dan angin timur tertiup secara bergantian setiap 5-6 bulan sekali.

Indramayu is one of the region in West Java, which is located astronomically in 107°52 '- 108°36' East Longitude and 6°15 '- 6°40' South Latitude. Most of the surface land in Indramayu is terrain with a slope between 0% - 2% covering an area of 201,285 Ha (96.03%) of the total area. This situation is susceptible to drainage when rainfall is high then certain areas will occur puddles and when the dry season would result in drought. Location of Indramayu that stretches along the north coast of Java island making the air temperature in Indramayu quite high ranging between 22.9°-30.0°C. Climate type in Indramayu including tropical climate, humidity ranged between 70-80%. The average rainfall in 2013 amounted to 1.521 mm with the number of rainy days 110 days. Wind west and east blowing alternately every 5-6 months.

Luas wilayah Kabupaten Indramayu adalah 209.942 ha dengan ketinggian wilayah pada umumnya berkisar antara 0 - 18 m diatas permukaan laut dan wilayah dataran rendahnya berkisar antara 0 – 6 m di atas permukaan laut berupa rawa, tambak, sawah, dan pekarangan. Pola penggunaan lahan menurut data GIS (Geographic Information System), Kabupaten Indramayu terdiri dari Tanah Sawah Irigasi 116.675 ha (54,35%) dan tanah kering 87.336 ha (45,65%).

The total area of Indramayu is 209.942 hectares with an altitude generally range between 0-18 meters above sea level and the terrain area ranges between 0-6 meters above sea level in the form of swamps, ponds, rice fields, and yards. Land use patterns according to data from the GIS (Geographic Information System) Indramayu is consisting of Rice Irrigation Land 116.675 ha (54.35%) and Dry land 87.336 ha (45.65%).

Peluang Investasi di Kabupaten Indramayu yaitu Industri Pengolahan Pakan Ternak dan Ikan yang sangat besar untuk dikembangkan. Permintaan pakan ternak dan ikan dari tahun ke tahun terus meningkat, seiring dengan peningkatan populasi dan produksi ternak nasional dan didukung dengan ketersediaan bahan baku yang melimpah. Industri ini sangat berpeluang untuk dikembangkan secara modern. Target pemasaran industri pengolahan pakan ternak dan ikan adalah untuk mencukupi kebutuhan pakan ternak dan ikan, baik di dalam atau pun di luar negeri.

Investment Opportunities in Indramayu is Animal and Fish Feed Processing Industry which is very large to be developed. Demand for animal and fish feed from year to year continues to increase, in line with the increase of the national population and livestock production and is supported by the availability of abundant raw materials. The industry is very likely to be developed in a modern way. Targeted marketing of animal and fish feed processing industry is to provide for animal and fish feed either inside or outside the country.

(3)

2015

Ringkasan Eksekutif / Executive Summary

2

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

Oleh karena itu, peluang investasi yang ditawarkan di Kabupaten Indramayu adalah Industri Pengolahan Pakan Ternak dan Ikan dengan pembukaan pabrik pengolahan pakan ternak dan ikan secara inovatif dan modern. Hal ini sejalan dengan laju pertumbuhan ekonomi dimana sektor industri pengolahan memiliki rata-rata kontribusi sebesar 37,64% terhadap pembentukan PDRB Kabupaten Indramayu. Hal ini menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan di Kabupaten Indramayu layak untuk dikembangkan. Disisi lain, sektor industri pengolahan dinilai menjadi salah satu tumpuan terciptanya lapangan pekerjaan. Pengembangan industri pengolahan pakan ternak dan ikan ini diharapkan akan mengisi kebutuhan pasar di Kabupaten Indramayu sendiri dan juga permintaan pasar baik di dalam dan luar negeri. Dengan berkembangnya industri pengolahan pakan ternak dan ikan diharapkan mampu mendorong penyerapan tenaga kerja dan berkembangnya industri-industri yang terkait baik secara langsung dan tidak langsung.

Therefore, investment opportunities are offered in Indramayu is Animal and Fish Feed Processing Industry with the developing of the animal and fish feed processing factory in an innovative and modern way. This is in line with the rate of economic growth in which the processing industry sector with average contribution of 37.64% to the GDRP formation of Indramayu. This indicates that the processing sector in Indramayu feasible to develop. On the other hand, this sector is judged to be one of the foundation job creations. The development of animal and fish feed processing industry is expected to fill the needs of the market in Indramayu itself and also the market demand both at national and international. With the development of the animal and fish feed processing industry is expected to encourage employment and the development of related industries both directly and indirectly.

Kebutuhan dana investasi untuk mengembangkan industri pengolahan pakan ternak dan ikan diperkirakan lebih dari Rp. 20 Milyar, dengan nilai Internal Rate of Return (IRR) sekitar 26% yang lebih besar dari suku bunga 18% per-tahun, dan Payback Period selama sekitar 5 tahun (5,6 tahun)

The needs of investment fund for developing of the animal and fish feed processing industry estimated at more than Rp. 20 Billion, with an Internal Rate of Return (IRR) approximately at 26% greater than the interest rate of 18% per year, and the Payback Period for about 5 years (5.6 years).

(4)

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

3

1. GAMBARAN WILAYAH 1. DESCRIPTION AREA

1.1. Aspek Geografi Dan Administrasi 1.1. The Aspect Of Geographic And Administrative

Kabupaten Indramayu merupakan salah satu wilayah di Jawa Barat, yang secara astronomi terletak pada 107° 52’ - 108° 36’ Bujur Timur dan 6° 15’ - 6° 40’ Lintang Selatan.

Indramayu is one of the area in West Java, which is located astronomically in 107° 52'-108° 36' East Longitude and 6° 15 '- 6 °40' South Latitude.

Secara Administratif kabupaten ini berbatasan dengan:

 Sebelah utara berbatasan dengan Laut Jawa  Sebelah timur berbatasan dengan Laut Jawa

dan Kabupaten Cirebon

 Sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Majalengka, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Cirebon

 Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Subang

Administratively the regency is bordered by:

The Java Sea In North

The Java Sea and Cirebon Regency in East

Majalengka, Sumedang, and Cirebon Regency in South

Subang Regency in West

Luas wilayah Kabupaten Indramayu sebesar 209.942 Ha dengan ketinggian wilayah pada umumnya berkisar antara 0 - 18 meter di atas permukaan laut dan wilayah dataran rendahnya berkisar antara 0 – 6 meter di atas permukaan laut berupa rawa, tambak, sawah, dan pekarangan. Kabupaten Indramayu terdiri dari 31 (tiga puluh satu) Kecamatan, 309 (tiga ratus sembilan) Desa, dan 8 (delapan) Kelurahan. Adapun dari 31 kecamatan tersebut yaitu Haurgeulis, Gantar, Kroya, Gabuswetan, Cikedung, Terisi, Lelea, Bangodua, Tukdana, Widasari, Kertasemaya, Sukagumiwang, Krangkeng, Karangampel, Kedokanbunder, Juntinyuat, Suyeg, Jatibarang, Balongan, Indramayu, Sindang, Cantigi, Pasekan, Lohbener, Arahan, Losarang, Kandanghaur, Bongas, Anjatan, Sukra, dan Kecamatan Patrol. Dari 31 kecamatan tersebut Kecamatan Gantar memiliki wilayah yang terluas yaitu 21.144 ha dan untuk kecamatan dengan luas wilayah terkecil yaitu Kecamatan Karangampel dengan luas wilayah 2.950 ha. Kabupaten Indramayu berbatasan langsung dengan Laut jawa dan memiliki garis pantai sepanjang 147 km. Kabupaten ini mempuyai kontur daerah dataran atau landai dengan kemiringan tanah rata-rata 0 sampai 2%.

The total area of Indramayu is 209.942 hectares with altitude region generally ranges between 0-18 meters above sea level and the terrain areas ranges between 0-6 meters above sea level in the form of swamps, ponds, rice fields, and yards. Indramayu consists of 31 (thirty-one) sub-districts, 309 (three hundred and nine) Villages, and 8 (eight) Urban Villages. As of 31 sub-districts are Haurgeulis, Gantar, Tract, Gabuswetan, Cikedung, Filled, Lelea, Bangodua, Tukdana, Widasari, Kertasemaya, Sukagumiwang, Krangkeng, Karangampel, Kedokanbunder, Juntinyuat, Suyeg, Jatibarang, Balongan, Indramayu, Sindang, Cantigi, Pasekan, Lohbener, Referral, Losarang, Kandanghaur, Bongas, Anjatan, Shukra, and Patrol. Of the 31 Sub-districts, Gantar has the widest area is 21,144 hectares and the smallest area is Karangampel with an area of 2,950 hectares. Indramayu directly adjacent to the Java Sea and has a coastline of 147 Km. This regency has contour terrain or sloping with an average slope of 0 to 2%.

(5)

2015

Ringkasan Eksekutif / Executive Summary

4

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

Tabel 1.1 Luas Wilayah dan Jumlah Desa/Kelurahan Per Kecamatan Kabupaten Indramayu

Table 1.1 Total Area and Number of Villages / Urban Villages Per-Sub-district in Indramayu

Kecamatan/ Sub-District Jumlah Kelurahan/Desa/ Total of Urban Villages

Luas Wilayah/Total Area

(ha) Persentase /Percentage (%)

Haurgeulis 10 6083 2.9 Gantar 6 20331 9.68 Kroya 9 9774,90 4.66 Gabus Wetan 10 7176,60 3.42 Cikedung 7 9062,40 4.32 Terisi 9 17422 8.3 Lelea 11 5385,05 2.57 Bangodua 8 4422,68 2.11 Tukdana 13 4726 2.25 Widasari 10 36064 17.18 Kertasemaya 13 4239 2.02 Sukagumiwang 7 3584 1.71 Krangkeng 11 6549,10 3.12 Karangampel 11 2838 1.35 Kedokanbunder 7 2823 1.34 Juntinyuat 12 5003,8 2.38 Sliyeg 14 5336 2.54 Jatibarang 15 4295 2.05 Balongan 10 3380,6 1.61 Indramayu 18 4820,6 2.3 Sindang 10 3247 1.55 Cantigi 6 2453,7 1.17 Pasekan 6 1498 0.71 Lohbener 12 3162.8 1.51 Arahan 8 3263,30 1.55 Losarang 12 11747 5.6 Kandanghaur 13 7659 3.65 Bongas 8 4429,10 2.11 Anjatan 13 7676 3.66 Sukra 8 4316 2.06 Patrol 8 4438,10 2.11

(6)

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

5

Gambar 1.1 Peta Administrasi Kabupaten Indramayu

(7)

2015

Ringkasan Eksekutif / Executive Summary

6

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

1.2. Topografi 1.2. Topography

Kabupaten Indramayu sebagian besar merupakan dataran atau daerah landai dengan kemiringan tanah rata-rata 0–2%, keadaan ini berpengaruh terhadap drainase, bila curah hujan cukup tinggi, maka di daerah-daerah tertentu akan terjadi genangan air. Berdasarkan topografinya kisaran ketinggian wilayah Kabupaten Indramayu berada pada ketinggian 0-100 meter di atas permukaan air laut. Bagian utara memiliki dataran rendah dan semakin tinggi ke arah selatan. Secara garis besar topografi Kabupaten Indramayu dapat dibagi atas 3 (tiga) kelompok, yaitu:

1) Ketinggian antara 0-7 meter di atas permukaan laut (dpl), meliputi: wilayah Kecamatan Anjatan, Sukra, Patrol, Kandanghaur, Losarang, Sindang, Lohbener, Arahan, Cantigi, Pasekan, Indramayu, Balongan, Sliyeg, Juntinyuat, Karangampel, Kedokanbunder dan wilayah Kecamatan Krangkeng.

2) Ketinggian antara 7-25 meter di atas permukaan laut, meliputi: wilayah Kecamatan Bongas, Kroya, Gabuswetan, sebagian wilayah Kecamatan Anjatan, Lelea, Terisi, Widasari, Jatibarang, Kertasmaya, Cikedung, Sukgumiwang, Tukdana dan Bangodua. 3) Ketinggian antara 25-100 meter di atas

permukaan laut, meliputi: sebagian wilayah Kecamatan Cikedung, Terisi, Kroya, Haurgeulis dan keseluruhan wilayah Kecamatan Gantar.

Indramayu mostly has sloping or terrain areas with an average slope of 0-2%, this situation affect the drainage when rainfall is high enough, then in certain areas there will be a puddle. Based on the topographic, Indramayu is located at an altitude of 0-100 meters above sea level. The northern part has the terrain and the higher to the south. In outline, the topography of Indramayu can be divided into three (3) groups:

1) The height between 0-7 meters above sea level (asl), include: the area sub-district of Anjatan, Shukra, Patrol, Kandanghaur, Losarang, Sindang, Lohbener, Referral, Cantigi, Pasekan, Indramayu, Balongan, Sliyeg, Juntinyuat, Karangampel, Kedokanbunder and Krangkeng.

2) The height between 7-25 meters above sea level, include: Bongas, Kroya, Gabuswetan, most of the Sub-district of Anjatan, Lelea, Filled, Widasari, Jatibarang, Kertasmaya, Cikedung, Sukgumiwang, Tukdana and Bangodua.

3) The height of between 25-100 meters above sea level, covering: parts of Cikedung, Terisi, Kroya, Haurgeulis and all of Gantar.

Komposisi jenis tanahnya terdiri dari tanah alluvial hidromorf, asosiasi podsolik, dan hidromor kelabu, regosol kelabu, asosiasi latosol coklat dan regosol kelabu, grumosol kelabu, alluvial kelabu tua, asosiasi gleihumus rendah dan alluvial kelabu, asosiasi latosol merah dan latosol coklat kemerahan, komplek grumosol dan mediteran serta asosiasi alluvial kelabu dan coklat. Tingkat keasaman tanah bervariasi dari mulai asam, netral, sampai basa. Kabupaten Indramayu memiliki luas 209.942 ha. terdiri atas 116.805 ha (55,64%), tanah sawah dan 93.137 ha (44,36%) tanah kering, seperti diuraikan pada tabel 1.2:

The soil composition type consists of alluvial soil hidromorf, podsolic associations, and gray hidromor, gray regosol, brown latosol association and gray regosol, gray grumosol, taupe alluvial, gleihumus low association and gray alluvial, red latosol association and reddish brown latosols, grumosol complex and mediterranean, as well as gray and brown alluvial associations. Soil acidity levels range from acidic, neutral to alkaline. Indramayu has an area of 209,942 hectares consisting of 116,805 hectares (55.64%) paddy land and 93,137 hectares (44.36%) of dry land, as outlined in the table 1.2:

(8)

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

7

Tabel 1.2 Luas Wilayah Menurut Jenisnya di Kabupaten Indramayu

Table 1.2 Total Area based on the type in Indramayu

Kecamatan/

Sub-District

Luas/ Total Area Tanah Sawah/ Paddy Land (ha) Tanah Kering/ Dry Land (ha) Jumlah/

Total Persentase/ Percentage

(ha) (%) Haurgeulis 3.978 2.183 6.161 3% Gantar 5.796 15.348 21.144 10% Kroya 6.916 4.613 11.529 5% Gabuswetan 5.95 3.698 9.648 5% Cikedung 5.671 8.986 14.657 7% Terisi 4.199 7.443 11.642 6% Lelea 5 619 5.619 3% Bangodua 3.219 854 4.073 2% Tukdana 3.731 938 4.669 2% Widasari 2.772 1.145 3.917 2% Kertasemaya 2.915 1.598 4.513 2% Sukagumiwang 2.57 1.142 3.712 2% Krangkeng 5.476 638 6.114 3% Karangampel 2.28 670 2.95 1% Kedokanbunder 2.112 1.097 3.209 2% Juntinyuat 4.016 1.071 5.087 2% Suyeg 4.304 1.231 5.535 3% Jatibarang 2.999 1.38 4.379 2% Balongan 1.987 1.856 3.843 2% Indramayu 1.737 5.341 7.078 3% Sindang 1.981 1.294 3.275 2% Cantigi 1.281 10.403 11.684 6% Pasekan 799 7.636 8.435 4% Lohbener 2.554 941 3.495 2% Arahan 2.418 1.179 3.597 2% Losarang 7.244 2.099 9.343 4% Kandanghaur 6.25 1.434 7.684 4% Bongas 3.93 628 4.558 2% Anjatan 6.1 2.05 8.15 4% Sukra 3.445 2.878 6.323 3% Patrol 3.175 744 3.919 2% Jumlah 116.805 93.137 209.942 100%

Sumber: Kabupaten Indramayu dalam Angka 2014

(9)

2015

Ringkasan Eksekutif / Executive Summary

8

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

1.3. Kondisi Klimatologi 1.3. Climatological Condition

Letak Kabupaten Indramayu yang membentang sepanjang posisi pantai utara Pulau Jawa membuat suhu udara di Kabupaten Indramayu cukup tinggi berkisar antara 22.9o C – 30o C. Tipe

iklim di Indramayu termasuk iklim tropis, kelembaban udara berkisar antara 70-80%, Untuk tahun 2013, rata-rata curah hujan sepanjang tahun 2013 adalah sebesar 1.521 mm dengan jumlah hari hujan 110 hari. Angin barat dan angin timur tertiup secara bergantian setiap 5-6 bulan sekali. Adapun curah hujan tertinggi terjadi di Kecamatan Gantar kurang lebih sebesar 2.250 mm dengan jumlah hari hujan tercatat 128 hari, sedang curah hujan terendah terjadi di kecamatan Terisi kurang lebih sebesar 807 mm dengan jumlah hari hujan tercatat 95 hari.

Location of Indramayu that stretches along the north coast of Java Island making the air temperature quite high ranged between 22.9oC–

30oC. Climate type in Indramayu including tropical climate, humidity ranged between 70-80%, the average rainfall in 2013 amounted to 1,521 mm with the number of rainy days 110 days. Wind west and the east wind blowing alternately every 5-6 months. The highest rainfall occurs in Gantar approximately at 2,250 mm with the number of rainy days 128 days, while the lowest rainfall occurs in Terisi approximately 807 mm with the number of rainy days of 95 days.

Gambar 1.2 Rata-rata Curah Hujan per-Kecamatan Di Kabupaten Indramayu Tahun 2013

Figure 1.2 Rainfalls Average Per-Sub-District in Indramayu, 2013

(10)

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

9

1.4. Kependudukan 1.4. Population

Jumlah Penduduk di Kabupaten Indramayu tahun 2013 yaitu 1.690.977 jiwa dimana 820.312 jiwa perempuan dan 870.665 jiwa laki-laki. Dari hasil data jumlah penduduk dari keseluruhan kecamatan di Kabupaten Indramayu, penduduk terbesar berada pada Kecamatan Indramayu dimana sebanyak 108.132 jiwa, dan untuk jumlah penduduk terkecil terdapat pada Kecamatan Pasekan sebanyak 23.745 jiwa, seperti pada tabel 1.3 dibawah ini.

Population in Indramayu in 2013 was 1,690,977 inhabitants where 820,312 male and 870,665 female. From the results of data from the total population of Indramayu, the largest population is located in the Indramayu Sub-district with 108,132 inhabitants, and the smallest population is Pasekan with 23,745 inhabitants, as in the table 1.3.

Tabel 1.3 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin Kabupaten Indramayu 2013

Table 1.3 Numbers of Populations Based On Gender in Indramayu in 2013

No Kecamatan / Sub-district Laki-Laki / Male Perempuan / Female Jumlah / Total

1 Haurgeulis 45.669 43.600 89.269 2 Gantar 31.145 30.418 61.563 3 Kroya 31.551 29.877 61.428 4 Gabuswetan 27.816 26.928 54.744 5 Cikedung 19.747 19.465 39.212 6 Terisi 27.564 25.812 53.376 7 Lelea 23.978 23.641 47.619 8 Bangodua 13.992 13.399 27.391 9 Tukdana 26.135 24.598 50.733 10 Widasari 17.725 16.312 34.037 11 Kertasemaya 30.972 29.705 60.677 12 Sukagumiwang 18.766 18.641 37.407 13 Krangkeng 32.785 30.591 63.376 14 Karangampel 32.215 29.804 62.019 15 Kedokanbunder 22.856 21.232 44.088 16 Juntinyuat 40.873 36.576 77.449 17 Suyeg 30.596 28.023 58.619 18 Jatibarang 36.001 33.696 69.697 19 Balongan 20.013 18.526 38.539 20 Indramayu 55.607 52.525 108.132 21 Sindang 25.607 24.383 49.990 22 Cantigi 14.030 12.815 26.845 23 Pasekan 12.397 11.348 23.745 24 Lohbener 28.098 26.499 54.597 25 Arahan 16.386 15.432 31.818 26 Losarang 26.615 25.142 51.757 27 Kandanghaur 44.169 41.647 85.816 28 Bongas 23.852 22.883 46.735 29 Anjatan 42.149 39.796 81.945 30 Sukra 22.979 20.699 43.678 31 Patrol 28.377 26.299 54.676 Jumlah 870.665 820.312 1.690.977

Sumber: BPS, Kabupaten Indramayu dalam Angka 2014

(11)

2015

Ringkasan Eksekutif / Executive Summary

10

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

Sedangkan, menurut kelompok umur di Kabupaten Indramayu sebagian besar termasuk dalam usia produktif (15-64 tahun) sebanyak 1.136.273 jiwa dan selebihnya 466.061 jiwa berusia dibawah 15 tahun dan 88.643 jiwa berusia 65 tahun keatas.

Otherwise, based on the age, most population is in the productive age (15-64 years) with the total of 1,136,273 inhabitants and the rest is 466,061 on the age under 15 years, and 88,643 inhabitants of the age 65 years above.

Tabel 1.4 Penduduk Menurut Kelompok Umur Dirinci per Jenis Kelamin di Kabupaten Indramayu 2013

Table 1.4 Populations Based On Age Group of Gender in Indramayu in 2013

Kelompok Umur / Age Group Laki-Laki / Male Perempuan / Female Jumlah / Total

0 – 4 74.067 70.784 144.851 5 – 9 79.783 74.822 154.605 10 – 14 85.578 81.027 166.605 15 – 19 81.658 68.186 149.844 20 – 24 68.986 55.093 124.079 25 – 29 75.565 67.493 143.058 30 – 34 71.260 68.078 139.338 35 – 39 71.695 65.501 137.196 40 – 44 60.922 59.235 120.157 45 – 49 53.076 52.878 105.954 50 – 54 46.657 46.069 92.726 55 – 59 36.423 33.190 69.613 60 – 64 26.015 28.293 54.308 65 – 69 17.373 20.079 37.452 70 – 74 11.520 14.934 26.454 75 + 10.087 14.650 24.737 Jumlah / Total 870.665 820.312 1.690.977

Sumber: BPS, Kabupaten Indramayu dalam Angka 2014

Source: BPS, Indramayu In Figures 2014

Gambar 1.3 Piramida Penduduk Kabupaten Indramayu, 2013

Figure 1.3 Population Pyramid in Indramayu, 2013

Sumber: Kabupaten Indramayu dalam Angka 2014

(12)

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

11

1.5. Ketenagakerjaan 1.5. Employment

Hasil survey Badan Pusat Statistik (Statistical

Center Unit) Kabupaten Indramayu, jumlah

angkatan kerja penduduk usia 15 tahun ke atas di Kabupaten Indramayu tahun 2013 yaitu sebanyak 794.197 orang dengan rincian untuk yang bekerja sebanyak 717.696 orang dan untuk pengangguran terbuka sebanyak 76.501 orang. Jumlah bukan angkatan kerja tahun 2013 sebanyak 444.560 orang, dengan rincian masih sekolah sebanyak 98.336 orang, mengurus rumah tangga sebanyak 277.074 orang, dan lainnya sebanyak 69.150 orang.

The survey results of Indramayu’s Statistical Center Unit, the labor force population aged 15 years and above in Indramayu in 2013 as many as 794,197 people, with details of the work as much as 717,696 unemployed and the open unemployedas many as 76,501 people. The number of the not labor force in 2013 as many as 444,560 people, with details of as many as 98.336 still in school, taking care of the household as much as 277,074 and others as many as 69,150.

Tabel 1.5 Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas Menurut Jenis Kegiatan Utama Kabupaten Indramayu

2012-2013

Table 1.5 The Population Aged15 years above Based on Primary Activity in Indramayu 2012-2013

Uraian/ Explaination 2012 2013

Jumlah Angkatan Kerja/ Number of Labor Force 793.828 794.197 - Bekerja/ Employed 732.279 717.696 - Pengangguran Terbuka/ Open Unemployed 61.549 76.501 Jumlah Bukan Angkatan Keja/ Numbers of Not Labor Force 461.316 444.560

- Sekolah/ School 98.965 98.336

- Mengurus Rumah Tangga/ Household 280.870 277.074

- Lainnya/ Others 81.481 69.150

Jumlah Penduduk Usia Kerja/ Numbers of the Working Age Recidents 1.255.144 1.238.757 % Bekerja terhadap Angkatan Kerja/ Percentage of Employed To Labor Force 92,25 90,37 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)/ Level of Open Unemployed 7,75 9,63 % Angkatan Kerja Terhadap Penduduk Usia Kerja/

Percentage of Labor Force to Working Age Recidents 63,25 64,11

Sumber: BPS, Kabupaten Indramayu dalam Angka 2014

(13)

2015

Ringkasan Eksekutif / Executive Summary

12

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

1.6. Pendidikan 1.6. Education

Salah satu faktor utama keberhasilan pembangunan suatu daerah adalah tersedianya cukup Sumber Daya Manusia (SDM). Sarana dan prasarana pendidikan seperti sekolah dan tenaga pendidikan (guru) yang memadai menjadi penunjang keberhasilan pendidikan. Dalam tabel 1.6 memuat data tentang jumlah sekolah, jumlah murid, dan jumlah guru dari Taman Kanak Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Lanjutan Pertama (SLTP), Sekolah Lanjutan Tingkat Atas Negeri (SLTA) dan Sekolah menengah Kejuruan (SMK) baik Negeri Maupun Swasta.

One of the key success factors of development in a region is the availability of sufficient human resources (HR). Educational facilities such as schools and adequate education personnel (teachers) supporting educational success. In Table 1.6 contains data on the number of schools, student, and teacher from Kindergarten, Elementary School, junior high school, Senior High School, and Vocational School both public and private..

Gambar 1.4 Salah Satu Fasilitas Pendidikan di Kabupaten Indramayu

Figure 1.4 One of Education Facility in Indramayu

Tabel 1.6 Jumlah Sekolah, murid dan guru di Kabupaten Indramayu Tahun 2013

Table 1.6 Numbers of School, Student and Teacher in Indramayu in 2013

Sekolah/School Jumlah/ Total Murid / Student Teacher Guru /

Taman Kanak - Kanak (TK)/ Kindergarden 292 - - Sekolah Dasar (SD)/ Elementary School 886 173.038 6.862 Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP)/ Junior High School 176 63.930 2.232 Sekolah Lanjutan Tingkat Atas Negeri (SLTA)/ Senior High School 48 15.897 - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/ Vocational School 104 40.325 -

(14)

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

13

1.7. Kondisi Sarana Dan Prasaranana 1.7. The Condition Of Facilities And Infrastructure

1.7.1. Transportasi 1.7.1. Transportation

Dalam pengembangan suatu wilayah, baik itu desa, kota/kabupaten kebutuhan akan adanya perencanaan pembangunan infrastruktur sangat mempengaruhi berkembangnya suatu wilayah. Hal ini dikarenakan dengan adanya kebutuhan infrastruktur yang semakin baik, maka akan semakin baik pula kinerja pemerintahan dan perekonomian suatu wilayah. Transportasi sebagaimana salah satu dari kebutuhan infrastuktur untuk kelancaran aktivitas masyarakat. Dalam hal ini sarana transportasi berupa transportasi darat, transportasi udara, dan transportasi laut. Panjang jalan di Kabupaten Indramayu tahun 2013 sebesar 812,20 km. Kondisi jalan di Kabupaten Indramayu tahun 2013, dimana 571,18 km kondisi jalan dalam keadaan baik, 119,75 km dalam keadaan sedang, 102,82 km dalam keadaan rusak, dan 18,45 km dalam keadaan rusak berat. Adapun untuk konstruksi jalan di Kabupaten Indramayu, seperti dirinci pada tabel berikut:

In the development of an area, whether it a village, town/regency, plan need for infrastructure development is affecting the development of a region. This is due to the need for better infrastructure, the better performance of the government and the economy of a region. As one of basic need to support society activity, transportation that consist of land, air and water, has an important role. The length of roads in Indramayu in 2013 amounted to 812.20 km. Condition of roads in Indramayu in 2013, of which 571.18 km roads in good condition, 119.75 km in moderate condition, 102.82 km in damaged, and 18.45 km in highly damaged. The detailed of road construction in Indramayu can be seen in the following table:

Gambar 1.5 Kondisi Jalan di Kabupaten Indramayu

Figure 1.5 Road Condition in Indramayu

Tabel 1.7 Panjang dan Persentase Jalan di Kabupaten Indramayu

Table 1.7 Length and Percentage of Road in Indramayu

No Keadaan/Condition

Panjang / Length

(km) Persentase / Percentage (%)

2012 2013 2012 2013

I Kondisi Jalan/ Road Condition

a. Baik/ Good 476,36 571,18 58,82 70,33 b. Sedang/ Moderate 158,48 119,75 19,57 14,74 c. Rusak/ Damaged 148,27 102,82 18,31 12,66 d. Rusak Berat/ Highly Damaged 26,76 18,45 3,30 2,27

Jumlah I/Total I 809,87 812,20 100,00 100,00

II Konstruksi Jalan/ Road Construction

a. Jalan Kerikil/ Gravel Road 23,89 22,96 2,95 2,83 b. Jalan Lapen/ Burtu 290,54 233,73 35,87 28,78 c. Jalan Hotmix (HRS) 415,38 422,78 51,29 52,05

(15)

2015

Ringkasan Eksekutif / Executive Summary

14

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

No Keadaan/Condition

Panjang / Length

(km) Persentase / Percentage (%)

2012 2013 2012 2013

d. Jalan Beton/ Concrete Road 80,06 132,73 9,89 16,34

Jumlah II/ Total II 809,87 812,20 100,00 100,00

Sumber: Dinas Bina Marga Kab. Indramayu 2014/ Source: Highways Service in Indramayu 2014

Dalam hal jembatan di Kabupaten Indramayu pada tahun 2013, jumlah jembatan sebanyak 332 unit dengan kondisi baik sebanyak 287 unit, kondisi sedang sebanyak 34 unit, kondisi rusak sebanyak 10 unit, dan kondisi rusak berat sebanyak 1 unit. Adapun untuk konstruksi jembatan di Kabupaten Indramayu bisa dilihat pada tabel dibawah ini:

In the case of the bridge in Indramayu in 2013, the number of bridges as many as 332 units with a total of 287 units is in a good condition, 34 units in the moderate conditions, 10 units in damaged condition, and 1 unit in the condition of highly damaged. The bridge construction in Indramayu can be seen in the table below.

Tabel 1.8 Kondisi Jembatan Berdasarkan Jumlah Dan Prosentase di Kabupaten Indramayu

Table 1.8 The Bridge Condition Based on the Number and Percentage in Indramayu

No Keadaan/Condition Jumlah / Total (Unit) Prosentase/Percentage (%)

2012 2013 2012 2013

I Kondisi Jembatan/ Bridge Condition

a. Baik/ Good 288,00 287,00 87,01 86,45 b. Sedang/Moderate 32,00 34,00 9,67 10,24 c. Rusak/ Damaged 9,00 10,00 2,72 3,01 d. Rusak Berat/Highly Damaged 2,00 1,00 0,60 0,30

Jumlah I/ Total I 331,00 332,00 100,00 100,00

II Konstruksi Jembatan/ Bridge Construction

a. Jalan Kerikil/ Gravel Road 7,00 7,00 2,11 2,11 b. Jalan Lapen/Burtu 257,00 232,00 77,64 69,88 c. Jalan Hotmix (HRS) 63,00 91,00 19,03 27,41 d. Jalan Beton/Concrete Road 4,00 2,00 1,21 0,60

Jumlah II/ Total II 331,00 332,00 100,00 100,00

(16)

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

15

Hingga sekarang keberadaan transportasi laut di Kabupaten Indramayu masih terbatas pada model angkutan niaga dan perikanan. Pada tahun 2013 terdapat sejumlah 3.378 unit kapal yang beroperasi atau berlabuh di Kabupaten Indramayu, terdiri dari 2.180 unit kapal nelayan dan 1.198 unit kapal niaga. Untuk kapal yang keluar/masuk berdasarkan tujuannya terdapat 2.180 unit kapal nelayan untuk dalam negeri, kapal niaga yang tujuan luar negeri sebanyak 52 kapal dan untuk dalam negeri sebanyak 1.204 kapal niaga.

The presence of water transportation in Indramayu was limited to commercial transport and fisheries. In 2013, there were 3.378 ships operating or anchored in Indramayu. This comprises 2,180 units of fishing ships and 1,198 units of commercial ships. And for the in/out ship by destination, there were 2,180 units for domestic fishing ships, 52 units of overseas commercial ships and 1,204 units of domestic commercial ships.

Gambar 1.6 Salah Satu Transpotasi Laut di Kabupaten Indramayu

Figure 1.6 One of Water Transpotation in Indramayu

Tabel 1.9 Banyaknya Kapal yang Beroperasi Berdasar Jenis Kapal di Kabupaten Indramayu 2011-2013

Table 1.9 Numbers of ShipBased on Type in Indramayu 2011-2013

Tahun/Year Jenis Kapal/Type of Ship Jumlah/Total

Nelayan/Fishery Niaga/Commercial

2011 2.893 1.238 4.131

2012 2.919 1.143 4.062

2013 2.180 1.198 3.378

Sumber: Unit Penyelenggara Pelabuhan Indramayu / Source: Organizer Unit Harbor in Indramayu

Tabel 1.10 Jumlah Kapal yang Keluar/Masuk Berdasar Tujuan dan Jenis Kapal di Kabupaten Indramayu

Table 1.10 Numbers of in-and-out Ship Based on Destination and Type in Indramayu

Jenis Kapal/ Type of Ship 2011 2012 2013

Nelayan/ Fishery

- Dalam Negeri/ Local 2.893 2.919 2.180 - Luar Negeri/Overseas - - - Niaga/Commercial

- Dalam Negeri/Local 1.176 1.138 1.204 - Luar Negeri/ Overseas 98 73 52

(17)

2015

Ringkasan Eksekutif / Executive Summary

16

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

1.7.2. Sumber Energi Listrik 1.7.2. Electricity Source

Kebutuhan listrik di Kabupaten Indramayu sebagian besar dipenuhi oleh PT. Perusahaan Listrik Negara (PT. PLN). Sementara sebagian lagi masih disuplai oleh perusahaan non PLN. Jumlah pelanggan listrik PLN tahun 2013 sebanyak 1.381.967 pelanggan, meningkat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu 1.375.776 pelanggan. Sementara output dari subsektor listrik di tahun 2013 sebesar Rp. 127 Miliyar.

The demand for electricity in Indramayu mostly supplied by the State Electricity Company (PT. PLN) and the rest are still supplied by a non PLN. The number of the electricity customers in 2013 amounted to 1,381,967 customers that increased than the previous year, which were 1,375,776 customers. While the output of the electricity sub-sector in 2013 amounted to Rp. 127 Billion.

Gambar 1.7 Salah Satu Pembangkit Listrik di Kabupaten Indramayu

Figure 1.7 One of the Electic Generator in Indramayu

Gambar 1.8 Jumlah Pelanggan PLN Menurut Jenis di Kabupaten Indramayu 2012-2013

(18)

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

17

2. KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH 2. THE REGIONAL DEVELOPMENT POLICY

2.1. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)

2.1. The Medium – Term Regional Development Plan

Berdasarkan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Kabupaten Indramayu dijelaskan bahwa visi :

“Mewujudkan Masyarakat Religius, Maju,

Mandiri, dan Sejahtera” (Indramayu Remaja)

Dengan pengertian sebagai berikut :

 Religius bermakna mampu menerapkan ajaran agama

 Maju bermakna mampu menerapkan ilmu pengetahuan

 Mandiri bermakna mampu menerapkan prinsip kemandirian

 Sejahtera bermakna mampu memenuhi segenap kebutuhan hidup secara layak mencakup aspek sosial-budaya, ekonomi dan fisik.

Based on the Medium-Term Regional Development Plan of Indramayu, the vision is:

“Realizing the Religious Society, Forward, Independent and Prosperous”

(Indramayu Remaja)

With the following definitions:

 Religious is able to apply the theory of religion  Forward is able to apply science

 Independent is able to apply the principle of

independence

 Prosperous is able to meet all the needs of

decent living includes aspects of socio-cultural, economic and physical.

Guna pencapaian visi yang telah ditetapkan, maka Pemerintah Kabupaten Indramayu merumuskan misi pembangunan sebagai upaya mengemban pencapaian visi pembangunan selama lima tahun kedepan, dimana terangkum dalam “SAPTA KARYA MULIH HARJA” adalah sebagai berikut:

In order to achieve the vision that has been set, the Government of Indramayu formulated a development mission as an attempt to achieve the vision of development for five years into the future, which is summarized in "SAPTA KARYA MULIH HARJA" as follows:

1. Mengembangkan SDM bermutu berbasis ajaran Agama, Ilmu Pengetahuan dan Budaya Lokal.

 Tujuan: Meningkatkan mutu sumber daya manusia

 Sasaran: Taraf pendidikan, derajat kesehatan, aksebilitas informasi, apresiasi budaya lokal, prestasi olahraga, intensitas wisata/rekreasi, laju pertumbuhan penduduk serta penyandang masalah kesejahteraan Sosial.

1. Developing human resources (HR) based on quality of religious theory, Science and Local Culture.

 Purpose: Improving the quality of human

resources

 Target: The level of education, Health

Status, accessibility of information, cultural Local appreciation, sports performance, tourism/recreation intensity, population growth, and social welfare issues.

2. Mengelola wilayah secara Selaras, Lestari dan Optimal.

 Tujuan: Menyelaraskan tata ruang, keamanan dan kelestarian lingkungan serta meningkatkan kelayakan pemukiman dan keprasaranaan.

 Sasaran: Tata ruang, lingkungan hidup, bencana alam dan pemukiman dan prasarana wilayah.

2. Managing the region as a conformable, Sustainable and Optimal.

 Purpose: Aligning spatial, security and

environmental sustainability, and increase the feasibility of residential and infrastructure

 Target: spatial, environment, natural

disasters and settlement and regional infrastructure.

(19)

2015

Ringkasan Eksekutif / Executive Summary

18

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

3. Meningkatkan Peran Perempuan dalam Pembangunan Daerah Berbasis Kesetaraan Gender.

 Tujuan: Meningkatkan kualitas hidup, perlindungan dan partisipasi perempuan  Sasaran: Kualitas hidup perempuan,

perlindungan perempuan serta partisipasi perempuan.

3. Increasing the Role of Women in Regional Development Based on Gender Equality.

 Objective: To improve the quality of life,

protection and participation of women

 Target: The quality of life of women, the

protection and participation of women.

4. Menguatkan Struktur Perekonomian Masyarakat.

 Tujuan: Meningkatkan kemakmuran masyarakat

 Sasaran: Pelaku wirausaha, serapan tenaga kerja, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), ketahanan pangan serta neraca perdagangan daerah.

4. Strengthening the community economic structure.

 Objective: To improve the prosperity of

society

 Target: entrepreneurs, labor absorption,

Gross Domestic Regional Product (GDRP), food security and trade balance Regions.

5. Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.  Tujuan : Meningkatkan sumber dan nilai

pendapatan asli daerah

 Sasaran: Nilai Pendapatan Asli Daerah dan sumber pendapatan asli daerah.

5. Improving Local Revenue.

 Objective: Increase the source and value

of local revenues

 Target: The value of regional revenue and

sources of revenue.

6. Menegakkan Keamanan dan Ketertiban Umum  Tujuan: Mewujudkan suasana aman dan

tertib

 Sasaran: Keamanan dan Ketertiban Umum

6. Enforcing Security and Public Order

 Objective: To create a safe and orderly

atmosphere

 Target: Security and Public Order 7. Memantapkan Pemerintahan yang Baik.

 Tujuan: Meningkatkan pelayanan umum serta kepartisipatifan pembangunan  Sasaran: Pelayanan umum prima,

kepartisipatifan pembangunan dan inovasi manajemen pembangunan.

7. Strengthening Good Governance.

 Objective: Improve public services and

participation development

 Target: The public service excellence,

participation development and management innovation development.

2.2. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)

2.2. The Spatial Plans Area

Penataan ruang di wilayah daerah bertujuan mewujudkan pemerataan pembangunan terintegrasi di seluruh wilayah daerah berbasis pertanian, perikanan, kehutanan, serta industri. Kebijakan penataan ruang wilayah daerah dan stratetegi yang akan dilaksanakan dalam pengembangan wilayah sesuai dengan tujuan penataan ruang wilayah antara lain adalah:

Spatial planning in the region aimed tocreate an integrated equitable development throughout the region-based agriculture, fishery, forestry, and industry. Regional spatial planning policies and stratetegies which will be implemented in accordance with the regional development spatial planning objectives include:

(20)

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

19

1) Strategi untuk pengendalian dan pengembangan pemanfaatan lahan pertanian, meliputi:

a. Mengendalikan alih fungsi lahan pertanian; b. Mengembangkan produktivitas pertanian; c. Meningkatkan sarana dan prasarana

pendukung kegiatan pertanian; d. Mengembangkan irigasi pertanian;

e. Mengoptimalkan kawasan pertanian lahan basah;

f. Mengoptimalkan kawasan pertanian lahan kering;

g. Menetapkan kawasan lahan pertanian pangan berkelanjutan; dan

h. Mengembangkan kawasan pusat pengembangan agropolitan.

1) Strategy for the control and development of

agricultural land use, includes:

a. Controlling the conversion of agricultural land;

b. Developing agricultural productivity;

c. Improving infrastructure to support agricultural activities;

d. Developing agricultural irrigation; e. Optimizing agricultural wetland areas; f. Optimizing agricultural dryland areas; g. Establishing the agricultural land area of

sustainable food; and

h. Developing agropolitan center area.

2) Strategi untuk pengoptimalan produktivitas

kawasan peruntukan perikanan, meliputi: a. Mengembangkan perikanan tangkap dan

budidaya;

b. Mengoptimalkan produktivitas kawasan peruntukan perikanan;

c. Mengembangkan minapolitan; dan

d. Mengembangkan industri pengolahan hasil perikanan.

2) Optimizing strategies for the productivity of

fishery areas, includes:

a. Developing fishery and aquaculture; b. Optimizing productivity fishery area; c. Developing minapolitan; and

d. Developing fishery product processing industry.

3) Strategi untuk pengelolaan dan pemanfaatan

potensi hutan, meliputi:

a. Mengelola potensi sumber daya hutan; b. Meningkatkan produksi mutu dan tanaman

perkebunan; dan

c. Memanfaatkan potensi tanah terlantar dan lahan kritis.

3) Managing and utilizationing strategy of

forest potential, includes: a. Managing forest resources;

b. Improving the quality of production and crops plant; and

c. Exploiting the potential of wastelands and degraded lands.

4) Strategi untuk pengembangan kawasan

industri, meliputi:

a. Mengembangkan kawasan peruntukan industri dan menarik investasi;

b. Mengembangkan industri kecil dan menengah; dan

c. Mengembangkan pusat promosi dan pemasaran hasil industri kecil dan menengah.

4) Developing strategy of industrial zones,

includes:

a. Developing a designated industrial area and attract investment;

b. Developing small and medium industries; and

c. Developing a promotion and marketing center of small and medium industries.

5) Strategi untuk pengembangan kawasan

pariwisata terpadu berbasis potensi alam, meliputi:

5) Developing strategy of tourism area based

(21)

2015

Ringkasan Eksekutif / Executive Summary

20

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

a. Mengembangkan kawasan obyek wisata unggulan

b. Mengembangkan zona wisata terpadu di bagian utara wilayah daerah; dan

c. Mengembangkan sarana dan prasarana penunjang kepariwisataan.

a. Developing the leading tourist attraction b. Developing integrated tourism zone in the

northern part of the territory of the region; and

c. Developing tourism facilities and infrastructure.

6) Strategi untuk pengembangan usaha pertambangan mineral, minyak dan gas bumi, meliputi:

a. Mengoptimalkan usaha pertambangan mineral, minyak dan gas bumi; dan

b. Menata dan mengendalikan usaha pertambangan mineral, minyak dan gas bumi.

6) Developing strategy of mining of minerals, oil

and natural gas , includes:

a. Optimizing the mining of minerals, oil and natural gas; and

b. Organizing and controlling the mining of minerals, oil and natural gas.

7) Strategi untuk pengembangan kawasan

permukiman, meliputi:

a. Menjamin ketersediaan sarana dan prasarana permukiman;

b. Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana permukiman;

c. Menata kawasan permukiman; dan

d. Mengendalikan pertumbuhan permukiman.

7) Developing strategy of the settlement area,

includes:

a. Ensuring the availability of facilities and infrastructure of settlements;

b. Improving the quality of facilities and infrastructure of settlements;

c. Reforming the settlement area; and d. Controlling the growth of settlements. 8) Strategi untuk pengembangan pusat-pusat

pelayanan, meliputi:

a. Membentuk pusat kegiatan yang terintegrasi dan berhirarki; dan

b. Meningkatkan interaksi antara pusat kegiatan perdesaan dan perkotaan secara sinergis.

8) Developing strategy of service centers,

includes:

a. Forming an integrated and hierarchical activity centers; and

b. Increasing the synergistic interaction between rural and urban centers.

9) Strategi untuk pengembangan sistem

jaringan prasarana wilayah, meliputi: a. Mengembangkan prioritas jaringan sarana

dan prasarana wilayah dalam mendukung kegiatan pertanian, perikanan, kehutanan dan industri;

b. Mengembangkan dan memantapkan jaringan jalan dalam mendukung sistem perkotaan, mendorong pertumbuhan dan pemerataan wilayah;

c. Mengembangkan infrastruktur pendukung pertumbuhan wilayah;

d. Mengoptimalkan dan mengembangkan jaringan kereta api;

e. Meningkatkan jangkauan pelayanan dan mutu sistem jaringan telekomunikasi;

9) Developing strategy of regional

infrastructure network system, includes: a. Developing a priority infrastructure network

in the region to support agriculture, fishery, forestry and industry

b. Developing and strengthening the road network in support of urban systems, encourage growth and equitable distribution of the region;

c. Developing the supporting infrastructure for the growth of the region;

d. Optimizing and developing the rail network; e. Improving service coverage and quality of

(22)

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

21

f. Meningkatkan sistim dan optimalisasi sistem jaringan sumber daya air;

g. Mengembangkan pelayanan prasarana energi;

h. Mengembangkan prasarana pengelolaan lingkungan; dan

i. Menetapkan jalur evakuasi kawasan rawan bencana.

f. Improving and optimizationingnetwork systems of water resources;

g. Developing energy infrastructure services; h. Developing environmental management

infrastructure; and

i. Assigningan evacuation route disaster-prone area.

10) Strategi untuk pengendalian dan pelestarian

kawasan lindung, meliputi: a. Memulihkan fungsi lindung;

b. Mencegah perkembangan kegiatan budidaya di kawasan lindung;

c. Meningkatkan kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan swasta dalam pengelolaan kawasan; dan

d. Menghindari kawasan yang rawan bencana sebagai kawasan terbangun.

10) Developing strategy of conservation and

control of protected areas, includes: a. Restoring protected areas function;

b. Preventing the development of aquaculture activities in protected areas;

c. Increasing cooperation between

governments, civil society and private sector in the management of the area; and

d. Avoiding disaster-prone areas as the awakenedarea.

11) Strategi untuk pengembangan kawasan

strategis sesuai kepentingan fungsi daya dukung lingkungan, meliputi:

a. Meningkatkan kegiatan yang mendorong pengembalian fungsi lindung;

b. Menjaga kawasan lindung dari kegiatan budidaya;

c. Mempertahankan luasan kawasan lindung; d. Meningkatkan keanekaragaman hayati

kawasan lindung; dan

e. Mengembangkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) perkotaan.

11) Developing strategy of strategic areas in the

corresponding function carrying capacity of the environment, includes:

a. Increasing activities that encourage the restore of the protected function;

b. Keeping the protected area from cultivation activity;

c. Maintaining the total of protected areas; d. Increasing the biodiversity of protected

areas; and

e. Developing a city’s green open space.

12) Strategi untuk pengembangan kawasan

strategis sesuai kepentingan pertumbuhan ekonomi, meliputi:

a. Mengembangkan kegiatan ekonomi skala besar;

b. Menyediakan prasarana dan sarana penunjang kegiatan ekonomi;

c. Menetapkan hierarki simpul-simpul pertumbuhan ekonomi wilayah;

d. Mengembangkan kerjasama dalam penyediaan tanah; dan

e. Memanfaatkan potensi tanah terlantar dan lahan kritis.

12) Developing strategy of economic growth area,

includes:

a. Developing large scale economic activities; b. Providing infrastructure and facilitiesto

support economic activity;

c. Establishing a nodes hierarchy of regional growth;

d. Developing cooperation in the provision of land; and

e. Exploiting the potential of wastelands and degraded lands.

(23)

2015

Ringkasan Eksekutif / Executive Summary

22

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

3. PROFIL PEREKONOMIAN WILAYAH 3. PROFILE OF ECONOMIC REGION

3.1. Struktur Perekonomian 3.1. Economic Structure

Setiap sektor dalam menghasilkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mempunyai kontribusi yang dapat menggambarkan peran sektor tersebut dalam kegiatan ekonomi suatu wilayah. Jika membandingkan kontribusi setiap sektor terhadap PDRB Kabupaten Indramayu selama 5 tahun terakhir (2009-2013) terlihat jelas bahwa sektor industri pengolahan memiliki nilai kontribusi yang cukup besar hingga rata-ratanya mencapai 37,64% terhadap perekonomian Kabupaten Indramayu.

Every sector in generating Gross Domestic Regional Product (GDRP) has a contribution that can describe the role of the sector in the economic activity of the region. Comparing the contribution of each sector to GDRP Indramayu during the last 5 years (2009-2013) it is clear that the processing industry sector has a substantial contribution with the average of 37.64% of the economy of Indramayu.

Tabel 3.1 PDRB atas Harga Berlaku Kabupaten Indramayu 2009-2013 (Jutaan)

Table 3.1 GDRP at Current Price of Indramayu 2009-2013 (Million)

No Lapangan Usaha / Industrial Origin

(Sektor / Sector) 2009 2010 2011 2012 2013

1 Pertanian / Agriculture 6,167,106.24 6,467,474.15 7,428,583.50 8,037,651.23 9,111,055.01 2 Pertambangan dan Penggalian /

Mining and Quarrying 9,279,824.95 9,360,825.12 10,287,809.73 13,326,069.35 13,984,002.24

3 Industri Pengolahan /

Processing Industry 15,499,050.12 18,852,962.60 22,978,181.83 22,392,778.78 23,906,916.52

4 Listrik, Gas & Air Bersih /

Electricity, Gas, Water Supply 114,514.63 125,766.07 138,541.41 148,466.69 174,525.45

5 Kontruksi / Construction 398,415.62 448,084.09 588,623.48 842,926.48 967,345.73

6 Perdagangan, Hotel & Restoran

/ Trade, Hotel, Restaurant 5,852,415.59 6,881,574.66 7,841,501.83 9,034,882.92 10,387,527.82 7

Transportasi & Komunikasi /

Transportation & Communication

1,462,514.82 1,578,058.69 1,735,979.78 1,925,749.72 2,384,067.10

8

Keuangan, Persewaan & Jasa Perusahaan / Financial,

Tenancy & Business Service

439,855.04 472,731.58 520,645.39 576,208.27 681,316.76

9 Jasa – jasa / Service 1,311,917.17 1,407,212.47 1,524,884.46 1,699,926.77 1,919,488.67

JUMLAH / TOTAL 40,525,614.18 45,594,689.43 53,044,751.41 57,984,660.21 63,516,245.30

Sumber: Kabupaten Indramayu dalam Angka 2014

Source: Indramayu In Figures 2014

Tabel 3.2 Rata-rata Kontribusi dan Pertumbuhan Sektoral Kabupaten Indramayu (2009-2013)

Table 3.2 Average of Contribution and Growth Sector in Indramayu (2009-2013)

No Lapangan Usaha / Industrial Origin (Sektor / Sector)

Kabupaten Indramayu Rata-Rata Kontribusi Sektoral / Average Contributions Sector (2009-2013) Rata-Rata Pertumbuhan Sektoral / Average Growth Sector (2009-2013) 1 Pertanian / Agriculture 14.34% 10.32%

2 Pertambangan dan Penggalian / Mining and Quarrying 22.02% 11.31%

3 Industri Pengolahan / Processing Industry 37.64% 11.93%

(24)

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

23

No Lapangan Usaha / Industrial Origin (Sektor / Sector)

Kabupaten Indramayu Rata-Rata Kontribusi Sektoral / Average Contributions Sector (2009-2013) Rata-Rata Pertumbuhan Sektoral / Average Growth Sector (2009-2013) 5 Kontruksi / Construction 1.52% 25.45%

6 Perdagangan, Hotel & Restoran /

Trade, Hotel, Restaurant 16.35% 15.43%

7 Transportasi & Komunikasi /

Transportation & Communication 3.75% 13.16%

8 Keuangan, Persewaan & Jasa Perusahaan /

Financial, Tenancy & Business Service 1.07% 11.63%

9 Jasa – jasa / Service 3.02% 10.01%

Sumber: Kabupaten Indramayu dalam Angka 2014 / Source: Indramayu Regency In Figures 2014

Rata-rata laju pertumbuhan pada sektor industri pengolahan di Kabupaten Indramayu dalam lima tahun terakhir sebesar 11,93%. Sedangkan rata-rata pertumbuhan tertinggi terdapat pada sektor kontruksi yaitu sebesar 25,45%, namun kontribusi dari sektor tersebut hanya sebesar 1,52%.

The average growthrate in the processing industry sector in Indramayu in the last 5 (five) years amounted to 11.93%. Meanwhile the highest average growth rate is in the construction sector amounted to25.45%, but the contribution of it only 1.52%.

Laju pertumbuhan ekonomi dengan sektor migas di Kabupaten Indramayu pada tahun 2013 adalah sekitar 3,33% dan pertumbuhan ekonomi tanpa sektor migas adalah sebesar 6,67%. Pada tahun 2013 terdapat 4 (empat) sektor/kegiatan ekonomi utama di Kabupaten Indramayu yaitu: 1. Industri pengolahan, sebesar Rp. 23.906,92

Miliar (37%);

2. Pertambangan dan penggalian, sebesar Rp. 13.984,00 Miliar (22%);

3. Perdagangan, Hotel dan Restoran, sebesar Rp. 10.387,53 Miliar (16%);

4. Pertanian, sebesar Rp. 9.111,06 Miliar (14%).

Kontribusi sektor industri pengolahan relatif dominan atau lebih besar terhadap total nilai keseluruhan PDRB Kabupaten Indramayu, jika dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya, yang dapat dilihat pada tabel dan gambar berikut:

Economic growth in oil and gas sector in Indramayu in 2013 was 3.33% and economic growth with non-oil and gas amounted to 6.67%. In 2013 there were 4 (four) sectors / major economic activities in Indramayu, which are:

1. Processing Industry, of which Rp. 23,906.92 billion (37%);

2. Mining and Quarrying, of which Rp. 13,984.00 billion (22%);

3. Trade, Hotel and Restaurant, of which Rp. 10,387.53 billion (16%);

4. Agriculture, of which Rp. 9,111.06 billion (14%).

The Processing Industry sector dominates the total value GDRP of Indramayu compared with the other sectors, which can be seen in the table and figure below:

Tabel 3.3 Kegiatan Ekonomi Kabupaten Indramayu (dalam milyar) 2013

Table 3.3 Economic Activity in Indramayu (Billion) 2013

No Lapangan Usaha (sektor)/ Industrial Origin (Sector) 2013

1 Pertanian / Agriculture 9.111,06

2 Pertambangan dan Penggalian / Mining and Quarrying 13.984,00 3 Industri Pengolahan / Processing Industry 23.906,92

(25)

2015

Ringkasan Eksekutif / Executive Summary

24

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

No Lapangan Usaha (sektor)/ Industrial Origin (Sector) 2013

4 Listrik, Gas & Air Bersih / Electricity, Gas, Water Supply 174,53

5 Kontruksi / Construction 967,35

6 Perdagangan, Hotel & Restoran / Trade, Hotel, Restaurant 10.387,53 7 Transportasi & Komunikasi / Transportation & Communication 2.384,07 8 Keuangan, Persewaan & Jasa Perusahaan / Financial, Tenancy & Business Service 681,32

9 Jasa – jasa / Service 1.919,49

Jumlah/ Total 63.516,25

Sumber: Kabupaten Indramayu dalam Angka 2014 / Source: Indramayu Regency In Figures 2014

Gambar 3.1 Struktur Perekonomian di Kabupaten Indramayu 2013

Figure 3.1 The Economic Structure of Indramayu 2013

Hasil perhitungan PDRB dapat menjelaskan besarnya peran masing-masing sektor ekonomi di Kabupaten Indramayu. Terlihat nilai PDRB Atas dasar harga berlaku menurut lapangan usaha memperlihatkan bahwa sektor industri pengolahan yang menghasilkan nilai PDRB terbesar yaitu Rp. 23.906,92 Milyar dari nilai PDRB pada tahun 2013.

GDRP calculation results can explain the magnitude of the role of each economic sector in Indramayu. The values of GDRP at current prices according to industrial origin showed that the processing industry sector which generates the biggest contribution is Rp. 23,906.92 billion from the value of GDRP in 2013.

Penjelasan lebih rinci tentang struktur ekonomi Kabupaten Indramayu dapat dilihat dari nilai PDRB Kabupaten Indramayu atas dasar harga berlaku berikut :

Detailed explanation of economic structure in Indramayu can be seen from the GDRP of Indramayu at current prices in the following: a. Sektor Primer

Sektor primer terdiri dari sektor pertanian serta, sektor pertambangan dan penggalian, mempunyai peranan yang penting dalam perkembangan perekonomian Kabupaten Indramayu. Kontribusi sektor primer pada PDRB selama lima tahun terakhir sebesar 36,36%. Sektor primer didominasi oleh sektor pertambangan dan penggalian yang memberikan andil sebesar 22,02% dari total PDRB Kabupaten Indramayu tahun 2013.

a. Primary sector

The primary sector consists of the agricultural sector which is the mining and quarrying sector, has an important role in the economic development of Indramayu. Contribution of the primary sector in GDRP over the last 5 (five) years amounted to 36.36%. The primary sector is dominated by the mining and quarrying sectors which were responsible for 22.02% of total GDRP Indramayu in 2013.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :