• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proposal Pkl Nurdiani Afrilia_j3e112086

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Proposal Pkl Nurdiani Afrilia_j3e112086"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

PROPOSAL

PENGAJUAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN

FAKTOR KRITIS PADA PROSES ASEPTIS SUSU UHT

(ULTRA HIGH TEMPERATURE) DI PT ULTRAJAYA MILK INDUSTRY, PADALARANG

NURDIANI AFRILIA J3E112086

PROGRAM KEAHLIAN SUPERVISOR JAMINAN MUTU PANGAN DIREKTORAT PROGRAM DIPLOMA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2014

(2)

LEMBAR PENGESAHAN

Judul : Faktor Kritis pada Proses Aseptis Susu UHT (Ultra High Temperature) di PT Ultrajaya Milk Industry, Padalarang Nama : Nurdiani Afrilia

NIM : J3E112086

Program Keahlian : Supervisor Jaminan Mutu Pangan

Disetujui oleh

Eddy Fadillah Safardan, S.TP, M.M Dosen Pembimbing

Diketahui oleh

Ir. C.C Nurwitri, DAA Koordinator Program Keahlian

(3)

USULAN KEGIATAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN

I. JUDUL

FAKTOR KRITIS PADA PROSES ASEPTIS SUSU UHT (ULTRA HIGH TEMPERATURE) DI PT ULTRAJAYA MILK INDUSTRY, PADALARANG

II. PENDAHULUAN

2.1. Latar Belakang

Susu merupakan bahan makanan yang memiliki nilai gizi yang tinggi, karena mengandung unsur kimia yang dibutuhkan oleh tubuh seperti Calsium, Phospor, Vitamin A, Vitamin B, dan Riboflavin yang tinggi. Susu memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, komposisi susu terdiri dari air (87,1%), laktosa (5,0%), lemak (3,9%), protein (3,3%) dan mineral (0,7%).

Susu yang rentan akan kontaminasi bakteri memerlukan pengolahan agar tidak mudah rusak. Salah satu metode pengolahan susu yaitu proses pengolahan susu menggunakan metode Ultra High Temperature (UHT). Susu UHT adalah susu yang dibuat menggunakan proses pemanasan yang melebihi proses pasteurisasi, umumnya mengacu pada kombinasi waktu dan suhu tertentu dalam rangka memperoleh produk komersil yang steril. Pemilihan kombinasi antara waktu dan suhu yang tepat disebut juga teknik sterilisasi UHT. (Eniza, 2004).

Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM-RI), susu UHT didefinsikan sebagai susu segar atau susu rekonstitusi atau susu rekombinasi yang disterilkan pada suhu tidak kurang dari 1350C selama 2 detik dan dikemas segera dalam kemasan yang steril dan secara aseptis. Produk susu UHT bisa disebut sebagai steril (atau tepatnya steril komersial); sehingga produk susu tersbeut menjadi bebas dari mikroba patogen, pembentuk racun, dan spora tahan panas lainnya; sehingga susu bisa awet disimpan pada kondisi normal tanpa pendinginan.

(4)

Oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika, US-FDA; dinyatakan bahwa faktor-faktor kritis pada proses panas adalah “setiap sifat, karakteristik, kondisi, aspek, variasi atau prosedur atau parameter lain yang mungkin mempengaruhi kecukupan panas yang diberikan oleh proses standar dan karenanya bisa mempengaruhi capaian tingkat sterilisasi komersial yang telah ditetapkan” (“any property, characteristic, condition, aspect, variation or procedure or other parameter, of which affects the adequacy of the scheduled process and the attainment commercial sterility”; FDA (21CFR 113.3(f) and USDA FSIS 9 CFR

318.303 and 381.303).

Dalam hal susu UHT; konsep utamanya adalah pada proses aseptis; faktor kritis yang bisa mempangaruhi tercapainya tingkat sterilitas dan keamanan produk susu UHT; adalah (a) kualitas susu mentah dan proses sterilisasinya; (b) kualitas bahan pengemas dan proses sterilisasinya, serta (c) kebersihan peralatan di zona aseptis dan proses sterilisasi; serta (d) kondisi sanitasi seluruh peralatan yang kontak dengan susu selama pengolahan. (Food Review)

2.2.Tujuan

Tujuan pelaksanaan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini adalah mempelajari faktor kritis pada proses aseptis di PT Ultrajaya Milk Industry, Padalarang. Pelaksanaannya dapat dilakukan dengan berperan aktif didalam proses produksi. Selain itu dilakukan juga observasi lapang serta identifikasi masalah yang terdapat di lapangan.

III. PERSONALIA

a. Pelaksana : Nurdiani Afrilia

Tingkat dua Program Keahlian

Supervisor Jaminan Mutu Pangan, Program Diploma Institut Pertanian Bogor.

(5)

Diploma, Institut Pertanian Bogor. c. Pembimbing Lapang : Ditentukan kemudian oleh pihak

PT Ultrajaya Milk Industry.

IV. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA

LAPANGAN

Praktik Kerja Lapangan (PKL) dilaksanakan di PT Ultrajaya Milk Industry, yang berlokasi di Jalan Cimareme 131, Padalarang, Bandung. Kegiatan ini berlangsung selama 3 bulan mulai 15 Februari 2015 sampai dengan 15 Mei 2015. Uraian kegiatan PKL tersebut terlampir pada lampiran 3.

V. METODE KERJA

Dalam melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL) digunakan berbagai metode, yaitu:

a. Pengamatan langsung di lapangan (inspeksi langsung) tentang proses aseptis.

b. Berpartisipasi aktif dalam memberikan masukan atau membantu dalam pemecahan masalah serta ikut bekerja secara aktif dalam kegiatan pengawasan faktor kritis proses aseptis.

c. Wawancara dan diskusi dengan karyawan ataupun orang yang berwenang di bagian faktor kritis proses aseptis.

d. Studi pustaka dan diskusi dengan narasumber berkaitan dengan masalah pengawasan proses aseptis.

VI. ASPEK YANG DIPELAJARI a. Aspek Umum

Aspek-aspek yang dikaji secara umum mencakup keadaan umum seperti visi dan misi PT Ultrajaya Milk Industry (PUMI), sejarah dan perkembangan, serta struktur organisasi.

b. Aspek Khusus

aspek-aspek yang dikaji secara khusus mencakup faktor kritis pada proses aseptis produk susu UHT di PUMI. Dalam pelaksanaannya, faktor-faktor ini dapat diubah atau ditambah sesuai dengan kegiatan selama Praktik Kerja Lapangan (PKL).

(6)

VII. HASIL YANG DIHARAPKAN

Mahasiswa mampu memahami tentang faktor kritis pada proses aseptis susu UHT mulai dari bahan baku dan bahan penunjang, proses produksi, sampai produk akhir. Mahasiswa diharapkan dapat memberikan masukan yang bermanfaat bagi perusahaan. Laporan kegiatan PKL akan ditulis sesuai format yang ditentukan oleh Program Diploma IPB (Lampiran 4), dengan data-data yang diiizinkan oleh pembimbing lapang dan manajemen perusahaan.

VIII. PENUTUP

Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan ini dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar apabila ada kerjasama yang baik, serta saling mendukung antara Perguruan Tinggi (Program Diploma IPB) dengan Pihak Industri terkait. Pengajuan judul proposal ini tidak mengikat dan dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan serta seizin perusahaan. Pelaksanaan PKL ini diharapkan dapat menghasilkan masukan-masukan positif baik bagi pihak Perguruan Tinggi maupun pihak industri terkait ( PT Ultrajaya Milk Industry, Padalarang )

(7)

DAFTAR PUSTAKA

Badan Standarisasi Nasional-BSN. SNI 01-3950-1998 - Susu UHT (Ultra High Temperature), Jakarta.

Hariyadi , Purwiyatno. 2011. Faktor Kritis Susu UHT (Ultra High Temperature). Foodreview Indonesia.

Soekarto, S. T. 1990. Dasar-dasar Pengawasan dan Standarisasi Mutu Pangan dan Gizi, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

(8)
(9)

Lampiran 1. Sejarah Perusahaan PT Ultrajaya Milk Industry

Dimulai dari pabrik susu rumahan pada tahun 1958 di Bandung - Jawa Barat PT Ultrajaya berkembang, hingga selanjutnya di tahun 1971 PT Ultrajaya melebarkan sayap bisnisnya menjadi PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company. Tak hanya sebagai pelopor, PT Ultrajaya pun masih unggul diantara produsen susu segar alami dan minuman ringan untuk seluruh konsumen Indonesia dengan beberapa varian brandnya, seperti UltraMilk untuk produk susu segarnya, Teh Kotak untuk minuman teh segarnya, dan Sari Kacang Ijo, Sari Asem Asli untuk produk minuman sehatnya. Tak ketinggalan beberapa produk minuman ringannya yang diproduksi khusus untuk pasar eksport.

Hingga kini, brand unggulan PT Ultra Jaya Milk Industry, UltraMilk, masih tetap unggul di antara segmen susu cair, seperti halnya juga Teh Kotak unggul di varian minuman siap saji dalam kemasan karton. Segmen susu UHT yang diproduksi adalah anak-anak ; Ultra mimi, remaja ; susu Low fat Hi cal, dan kemasan keluarga 1 liter dengan varian rasa coklat, plain, madu, stroberi, dan masih banyak lagi.

Lahan peternakan PT Ultra Jaya Milk Industry berlokasi di tengan lahan perkebunan di dataran tinggi Bandung, dimana tersedia sumber daya alam alami berkualitas baik, sebagai bahan baku produk kami. Kesegaran bahan baku serta semua nutrisi yang terkandung di dalamnya kemudian kami proses dengan teknologi Ultra High Temperature ( UHT ) digabungan dengan teknologi pengemasan aseptik.

Kini, hampir 90% total produksi, PT Ultra Jaya Milk Industry distribusikan ke seluruh konsumen di seluruh pelosok Indonesia, sementara kurang lebih 10% produksi, PT Ultra Jaya Milk Industry ekspor ke beberapa negara di Benua Asia, Eropa, Timur Tengah, Australia, dan Amerika.

(10)

Lampiran 2. Biodata Diri Mahasiswa

Nama Lengkap : Nurdiani Afrilia Tempat dan Tanggal Lahir : Cirebon, 1 April 1994 Jenis Kelamin/Status : Perempuan/Belum Menikah

Agama : Islam

Alamat Orang Tua : Jalan Sunan Gunung Jati No. 18 RT/RW 02/05, Desa Grogol, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon 45151, Jawa Barat.

Alamat di Bogor : Jalan Malabar Ujung No. 55 RT/RW 03/02, Kelurahan Tegal leg, Kecamatan Bogor Tengah 16127, Bogor, Jawa Barat.

Pendidikan : Supervisor Jaminan Mutu Pangan Program Diploma Institut Pertanian Bogor.

No. HP : 085711979524

Email : [email protected]

Latar Belakang Pendidikan:

1. Program Keahlian Supervisor Jaminan Mutu Pangan, Program Diploma IPB (in progress)

2. SMA Negeri 4 Cirebon (2009 - 2012) 3. SMP Negeri 2 Gunung Jati (2006 - 2009) 4. SD Negeri 1 Grogol (2000 - 2006) 5. TK Babussalam (1999 – 2000)

Pengalaman Seminar dan Pelatihan :

1. Seminar Pangan dan Gizi tentang Flavor for Health and Wellness Product (2013)

2. Seminar dan Pelatihan HACCP dan SJH (2013)

3. Seminar Lingkungan tentang Ecogreen Lifestyle (2013)

4. Seminar Lingkungan tentang Penanganan Gigitan Ular (SIOUX) (2012) 5. Pelatihan TCI ( Tree Climbing Indonesia) (2012-sekarang)

(11)

Pengalaman Organisasi

1. KPL ANGSANA DIPLOMA IPB, sebagai Humas (2012-2013)

2. KPL ANGSANA DIPLOMA IPB, sebagai ketua koordinator Hubungan Sosial (2013-2014)

3. Ekstrakurikuler Paskibra SMA Negeri 4 Cirebon, sebagai Anggota (2009-2010)

4. Ekstrakurikuler Pencak Silat Merpati Putih SMA Negeri 4 Cirebon, sebagai Bendahara (2009 – 2012)

5. Ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) (2006-2008) Lampiran 3. Matriks dan Rencana Kegiatan

Tabel 1. Matriks dan Rencana Kegiatan PKL di PT Ultrajaya Milk Industry periode Februari – Mei 2015

No Rencana Kerja Februari Maret April Mei

3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3

1. Penyelesaian

administrasi, perkenalan staf dan lingkungan. 2. Mengikuti kegiatan

proses produksi. 3. Mengikuti kegiatan

pengawasan mutu susu UHT.

4. Pengamatan terhadap aspek-aspek kritis dalam proses aseptis

5. Konsultasi dengan pembimbing lapang. 6. Konsultasi dengan dosen

pembimbing. 7. Pengolahan data. 8. Studi pustaka dan

penyusunan draft laporan. 9. Presentasi di industri

tentang hasil PKL.

10. Penyelesaian administrasi dan penyerahan draft laporan.

(12)

Lampiran 4. Format Laporan KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Tujuan

C. Waktu dan Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan D. Metode Ppraktik Kerja Lapangan

BAB II. TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN A. Sejarah Perusahaan

B.Visi dan Misi Perusahaan

C.Lokasi dan Tata Letak Perusahaan D.Struktur Organisasi dan Ketenagakerjaan E. Produk - produk PUMI

BAB III. KEGIATAN PRODUKSI SUSU UHT A. Bahan Baku

B. Proses Pengolahan C. Proses Aseptis

D. Proses Penggudangan dan distribusi D. Penanganan Limbah

BAB IV. KESIMPULAN A. Kesimpulan

B. Saran

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

(13)

Lampiran 5. Mata Kuliah Program Keahlian Supervisor Jaminan Mutu Pangan Tabel 2. Mata Kuliah Semester 1

No Mata kuliah SKS 1 Bahasa Indonesia 3(2-1) 2 Bahasa Inggris 3(1-2) 3 Biologi 3(1-2) 4 Fisika 3(2-1) 5 Aplikasi Komputer 3(1-2)

6 Pengantar Teknologi Pangan 2(2-0)

7 Pengantar Ilmu Gizi 3(1-2)

8 Kimia dasar 3(1-2)

Jumlah 23(11-12)

Tabel 3. Mata Kuliah Semester 2

No Mata kuliah SKS

1 Pengantar Agroindustri 2(2-0) 2 Keselamatan dan Kesehatan Kerja 2(1-1) 3 Analisis Organoleptik 3(1-2)

4 Mikrobiologi Pangan 3(1-2)

5 Mutu Pangan 3(1-2)

6 Kimia Pangan 3(2-1)

7 Pengemasan Pangan 3(1-2)

8 Pengenalan Proses dan Peralatan Industri Pangan 3(1-2)

Jumlah 22(10-12)

Tabel 4. Mata Kuliah Semester 3

No Mata kuliah SKS

1 Pendidikan Agama 2(2-0)

2 Kewirausahaan 3(1-2)

3 Analisis Mutu Mikrobiologi Pangan 2(0-2) 4 Penyusunan Kelayakan Industri Pangan 2(0-2)

5 Sanitasi dan Higiene 3(1-2)

6 Teknologi Pengolahan Pangan Nabati 4(2-2) 7 Analisis Mutu Kimiawi Pangan 4(2-2)

(14)

Tabel 5. Mata Kuliah Semester 4

No Mata kuliah SKS

1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 3(2-1) 2 Metode Inspeksi Pangan 2(1-1) 3 Teknologi Suplementasi dan Fortifikasi 2(0-2)

4 Metode Pelaporan 2(0-2)

5 Teknologi Fermentasi 3(1-2)

6 Manajemen Laboratorium Mutu Pangan 3(1-2) 7 Teknologi Pengolahan Pangan Hewani 4(1-3)

Jumlah 19(6-13)

Tabel 6. Mata Kuliah Semester 5

No Mata kuliah SKS

1 Aplikasi HACCP dan Keamanan Pangan 3(1-2) 2 Pengelolaan Data Mutu Pangan 3(1-2) 3 Pemasaran dan Riset Pasar 3(1-2) 4 Perencanaan Produksi Industri Pangan 3(1-2) 5 Penanganan Limbah Industri Pangan 3(1-2) 6 Pengembangan dan Pemasaran Produk Baru 4(1-3)

Jumlah 19(6-13)

Tabel 7. Mata Kuliah Semester 6

No Mata kuliah SKS

1 Seminar 1(0-1)

2 Tugas Akhir 7(0-7)

Jumlah 8(0-8)

Gambar

Tabel 1. Matriks dan Rencana Kegiatan PKL di PT Ultrajaya Milk Industry  periode Februari – Mei 2015
Tabel 3. Mata Kuliah Semester 2
Tabel 5. Mata Kuliah Semester 4

Referensi

Dokumen terkait

Kebijakan manajemen dalam bidang keselamatan dan kesehatan kerja khususnya di bidang keilmuan higiene perusahaan yang didalamnya termasuk Risk Management yaitu kebijakan

Ion logam pada fiksator diduga mempengaruhi arah warna antosianin, ion logam pada tawas (Al 3+ ), tunjung (fe 3+ ) dan kapur tohor (Ca 2+ ) dapat meningkatkan nilai B

Besarnya ketidakpuasan tersebut diakibatkan oleh individu terutama remaja perempuan yang kelebihan berat badan sering mengalami pengalaman interaksi psikososial yang negatif dengan

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas model pembelajaran matematika melalui pembelajaran berbasis metakognitif. Penilaian efektivitas model ini

Bandung yang menjadi wilayah kajian dalam skripsi ini merupakan bagian dari wilayah priangan sehingga dalam disertasi itu penulis mendapatkan informasi mengenai

(1) LADD adalah Lembaga Non Struktural yang membantu Pemerintah Daerah terhadap berbagai kegiatan yang berkailan dengan masalah doping di dalam olahraga di

Google pun tak kalah produktif dari beberapa perusahaan di atas, Produk yang satu ini menjadi primadona baru dalam dunia Arsitektur di dunia, karena kemudahan penggunaan dan

Peubah ini pada analisis model optimasi dan manajemen risiko yang mengguna- kan AHP (Analisi Hirarki Proses) merupakan peubah yang diprioritaskan sehingga memperbai-