• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH TAHUN 2015 KATA PENGANTAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH TAHUN 2015 KATA PENGANTAR"

Copied!
267
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur patut dipanjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa,

karena hanya oleh berkat, tuntunan dan penyertaanNya Pemerintah Kota

Manado dapat menyusun dokumen perencanaan daerah yaitu Rencana

Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Manado Tahun 2015.

RKPD Kota Manado Tahun 2015 merupakan penjabaran dari Rencana

Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Manado Tahun

2010-2015 dengan memperhatikan Rencana Kerja Pemerintah Daerah

Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2015 dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP)

Tahun 2015 serta hasil penyelenggaraan Musyawarah Perencanaan

Pembangunan (musrenbang) Kecamatan, Kota, Provinsi dan Musrenbang

Nasional sebagai forum untuk melakukan sinergi program dan kegiatan

pemerintah dan pemerintah daerah. RKPD Kota Manado Tahun 2015 juga

memuat rancangan kerangka ekonomi daerah, program prioritas

pembangunan daerah dan rencana kerja, pendanaan dan prakiraan maju

yang mempertimbangkan kerangka pendanaan dan pagu indikatif yang

bersumber dari APBD maupun sumber-sumber lain yang ditempuh dengan

mendorong partisipasi masyarakat.

Kepada semua pihak yang terlibat dalam penyusunan dokumen RKPD

Kota Manado Tahun 2015 diucapkan terima kasih. Kiranya Tuhan Yang

Maha Kuasa senantiasa menuntun dan memberkati segala karya,

perjuangan dan pengabdian kita dalam membangun Kota Manado tercinta.

WALIKOTA MANADO,

(3)

PEMERINTAH KOTA MANADO | BAPPEDA KOTA MANADO

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR... i

DAFTAR ISI ... ii

DAFTAR TABEL ... iv

DAFTAR GAMBAR ... v

BAB 1 ... 1

1.1

LATAR BELAKANG ... 1

1.2

LANDASAN HUKUM ... 4

1.3

HUBUNGAN ANTAR DOKUMEN ... 5

1.4

SISTIMATIKA PENYUSUNAN ... 7

1.5

MAKSUD DAN TUJUAN PENYUSUNAN RKPD ... 7

1.5.1

Maksud ... 7

1.5.2

Tujuan ... 8

BAB 2 ... 9

2.1

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH ... 9

2.1.1

ASPEK GEOGRAFI & DEMOGRAFI ... 9

2.1.2

ASPEK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT ... 15

2.1.3

ASPEK PELAYANAN UMUM ... 24

2.1.4

ASPEK DAYA SAING DAERAH ... 29

2.2

EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM & KEGIATAN RKPD SAMPAI TAHUN BERJALAN DAN

REALISASI RPJMD ... 34

2.3

PERMASALAHAN PEMBANGUNAN DAERAH ... 102

2.3.1

Permasalahan daerah yang berhubungan dengan prioritas dan sasaran pembangunan

... 107

2.3.2

Identifikasi permasalahan penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah ... 107

BAB 3 ... 121

3.1

ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH ... 121

3.1.1

KONDISI EKONOMI DAERAH TAHUN 2011 & PROYEKSI TAHUN 2015 ... 121

3.1.2

TANTANGAN & PROYEKSI PEREKONOMIAN DAERAH... 128

3.2

ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH ... 128

3.2.1

PROYEKSI KEUANGAN DAERAH & KERANGKA PENDANAAN ... 131

(4)

PEMERINTAH KOTA MANADO | BAPPEDA KOTA MANADO

BAB 4 ... 141

4.1

TUJUAN DAN SASARAN PEMBANGUNAN ... 141

4.2

PRIORITAS & PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH KOTA MANADO TAHUN 2015 ... 143

BAB 5 ... 149

(5)

PEMERINTAH KOTA MANADO | BAPPEDA KOTA MANADO

DAFTAR TABEL

TABEL 1-1. Sistematika Penyusunan RKPD ... 7

TABEL 2-1. Wilayah Kecamatan di Kota Manado ... 10

TABEL 2-2. Topografi Kota Manado ... 11

TABEL 2-3. Ketinggian Dataran Topografi Kota Manado ... 11

TABEL 2-4. Pulau-Pulau dalam wilayah administratif Kota Manado ... 12

TABEL 2-5. Sungai di Kota Manado ... 13

TABEL 2-6. Peruntukan Lahan di Kota Manado ... 14

TABEL 2-7. Jumlah Penduduk Kota Manado berdasarkan Kecamatan ... 14

TABEL 2-8. Penduduk Kota Manado berdasarkan umur dan jenis kelamin ... 15

TABEL 2-9. Nilai dan Kontribusi Sektor dalam PDRB Tahun 2008-2012 ADHK ... 17

TABEL 2-10. Nilai dan Kontribusi Sektor dalam PDRB Tahun 2008-2012 ADHB ... 18

TABEL 2-11. Perkembangan Kontribusi Sektor dalam PDRB Tahun 2008-2012 ADHK dan ADHB ... 18

TABEL 2-12. Pertumbuhan Kontribusi Sektor dan PDRB ADHB & ADHK Tahun 2008-2012 ... 19

TABEL 2-13. Jumlah Penduduk Buta Aksara di Kota Manado Tahun 2012 ... 22

TABEL 2-14. Angka Rata-Rata Lama Sekolah di Kota Manado ... 23

TABEL 2-15. Perkembangan Seni, Budaya dan Olahraga Tahun 2009-2013 ... 23

TABEL 2-16. Fasilitas Olahraga di Kota Manado ... 24

TABEL 2-17. APS per Kecamatan ... 25

TABEL 2-18. Jumlah Gedung Sekolah per Jumlah Penduduk Usia Sekolah ... 26

TABEL 2-19. Fasilitas Sekolah per Penduduk Usia Sekolah Berdasarkan Kecamatan Kota Manado .... 26

TABEL 2-20. Rasio Jumlah Sekolah per Jumlah Penduduk Usia Sekolah Tahun 2008-2012 ... 27

TABEL 2-21. Jumlah Guru PNS dan Murid Jenjang Pendidikan Dasar di Kota Manado ... 27

TABEL 2-22. Rasio Guru dan Murid Per Kecamatan... 28

TABEL 2-23. Jumlah Investasi PMDN/PMA di Kota Manado ... 29

TABEL 2-24. Perkembangan Pengeluaran Perkapita 2010-2013 ... 29

TABEL 2-25. Perkembangan Konsumsi Makanan dan Non Makanan perkapita Kota Manado Tahun

2010-2013 ... 30

TABEL 2-26. Kawasan Budidaya dan Peruntukan Lahan Kota Manado ... 30

TABEL 2-27. Kawasan Lindung & Peruntukannya di Kota Manado ... 31

TABEL 2-28. Angka Kriminalitas di Kota Manado Tahun 2011-2013 ... 32

TABEL 2-29. Rasio Kelulusan S1 dan S2 di Kota Manado Tahun 2010-2012 ... 33

TABEL 2-30. Rasio Ketergantungan di Kota Manado ... 33

TABEL 3-1. Realisasi Indikator Ekonomi Tahun 2011-2013 dan Proyeksi Tahun 2015 ... 126

TABEL 3-2. Proyeksi Keuangan Daerah Tahun 2015 ... 130

TABEL 3-3. Rata-Rata Pertumbuhan Realisasi Pendapatan Daerah ... 132

TABEL 3-4. Rata-Rata Belanja Tidak Langsung Kota Manado Tahun 2009-2013 ... 134

TABEL 3-5. Rata-Rata Pertumbuhan Neraca Daerah ... 135

TABEL 3-6. Realisasi Pendapatan Daerah Kota Manado Tahun 2011-2012 ... 137

TABEL 3-7. Analisis Kinerja Pendapatan Daerah Kota Manado Tahun 2011-2014 dan Proyeksi Tahun

2015 ... 138

TABEL 3-8. Proyeksi Pendapatan Daerah Kota Manado Tahun 2015 ... 139

TABEL 4-1. Tujuan & Sasaran Pembangunan Kota Manado Tahun 2015 ... 142

TABEL 4-2. Prioritas Pembangunan, Sasaran dan Fokus Prioritas Kota Manado Tahun 2015 ... 145

(6)

PEMERINTAH KOTA MANADO | BAPPEDA KOTA MANADO

DAFTAR GAMBAR

GAMBAR 1.1. Hubungan Antar Dokumen ... 6

GAMBAR 2.1 Wilayah Administrasi Kota Manado ... 9

GAMBAR 2.2. Perkembangan PDRB Perkapita Kota Manado Tahun 2000-2012 ... 17

GAMBAR 2.3. Laju Inflasi Kota Manado Tahun 1979-2013 ... 19

GAMBAR 2.4. Rata-Rata Pertumbuhan Inflasi Kota Manado Tahun 2009-2013 ... 21

GAMBAR 2.5. Angka Melek Huruf di Kota Manado ... 22

GAMBAR 2.6. Trend Peningkatan APS Kota Manado Tahun 2007-2012 ... 25

(7)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan

Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang

Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang

Nomor 12 Tahun 2008, mengamanatkan bahwa dalam rangka penyelenggaraan

pemerintahan, Pemerintah Daerah berkewajiban menyusun perencanaan pembangunan

daerah sebagai satu kesatuan sistem perencanaan pembangunan nasional. Perencanaan

pembangunan daerah tersebut meliputi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah

(RPJPD) untuk jangka waktu 20 tahun, Rencana Pembangunan Jangka Menengah

Daerah (RPJMD) untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan Rencana Kerja Pembangunan

Daerah (RKPD) untuk jangka waktu 1 (satu) tahun. Dalam penyusunan perencanaan

pembangunan daerah dilakukan Pemerintah Daerah bersama para pemangku

kepentingan berdasarkan peran dan kewenangan masing–masing. Perencanaan

pembangunan daerah mengintegrasikan kondisi dan potensi yang dimiliki oleh daerah,

sesuai dinamika perkembangan daerah dan nasional.

Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) merupakan dokumen

perencanaan pemerintah untuk periode satu tahun, yang disusun untuk menjamin

keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan

pengawasan. RKPD mempunyai kedudukan yang strategis dalam penyelenggaraan

pemerintahan daerah, mengingat RKPD merupakan dokumen yang secara substansial

adalah penerjemahan dan penjabaran dari visi, misi dan program kepala daerah yang

ditetapkan dalam RPJMD kedalam program dan kegiatan pembangunan tahunan

daerah. RKPD memuat Rancangan kerangka ekonomi daerah, Program prioritas

pembangunan daerah, Rencana kerja yg terukur, pendanaan dan prakiraan maju. Selain

itu RKPD berisi pula rencana pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan tahunan

bagi seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) sebagaimana tertuang dalam

Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja-SKPD). RKPD juga merupakan

dokumen acuan Kepala Daerah dan DPRD dalam menentukan Kebijakan umum APBD

(8)

PEMERINTAH KOTA MANADO | BAPPEDA KOTA MANADO

dan penentuan prioritas serta pagu anggaran sementara yang selanjutnya digunakan

sebagai acuan dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Mengingat posisi strategis dokumen RKPD dalam penyelenggaraan

pemerintahan sebagaimana telah dikemukakan diatas, maka perhatian yang besar

pantas diberikan sejak awal tahapan penyusunan hingga penetapan dokumen RKPD

sehingga dapat dihasilkan dokumen RKPD yang berkualitas yang tersusun sistematis,

terarah, terpadu, menyeluruh dan dapat dilaksanakan secara efisien dan efektif.

Sesuai amanat Undang-Undang tentang Sistem Perencanaan Pembangunan

Nasional, dimulai dari Pasal 20 dan seterusnya antara lain menyatakan bahwa Kepala

Bappeda menyiapkan rancangan awal RKPD sebagai penjabaran dari RPJMD. Sejalan

dengan ketentuan tersebut, sebagai petunjuk operasionalnya diterbitkan Peraturan

Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 tahun

2010 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan

Rencana Pembangunan Daerah. Untuk

proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah

Daerah (RKPD) dilakukan secara terkoordinasi mulai dari Musrenbang Kelurahan,

dibawa dalam Forum Musrenbang Kecamatan, selanjutnya dikoordinasikan dengan

seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam Forum Pra Musrenbang untuk

disinergikan dengan Rencana Kerja (Renja) SKPD yang dihasilkan dalam Musrenbang

Kecamatan. Hasil dari Forum SKPD dibawa ke dalam Musyawarah Perencanaan

Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD kota) dalam

rangka mendapatkan masukan untuk penyempurnaan Rancangan awal RKPD

dengan

melibatkan seluruh pemangku kepentingan pembangunan yang memenuhi tiga prinsip

yakni partisipatif, kesinambungan dan keseluruhan.

Sesuai Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2011 tentang tentang Rencana

Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Manado Tahun 2010–2015,

pada tahun ke-5 atau tahun terakhir pelaksanaan RPJMD, program prioritas yang akan

tertuang dalam RKPD Kota Manado Tahun 2015 berorientasi pada pemenuhan hak–

hak dasar masyarakat dan pencapaian keadilan yang berkesinambungan dan

berkelanjutan sesuai dengan urusan pemerintah yang menjadi kewenangan daerah, serta

mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Penyusunan dokumen RKPD Kota

Manado Tahun 2015 juga harus diintegrasikan dan disinkronisasikan dengan prioritas

pembangunan pemerintah provinsi Sulawesi Utara maupun pemerintah Pusat.

(9)

PEMERINTAH KOTA MANADO | BAPPEDA KOTA MANADO

Sehubungan dengan aspek orientasi pemenuhan hak-hak dasar masyarakat dan

pencapaian keadilan yang berkesinambungan sebagai bagian program prioritas untuk

tahun anggaran 2015 sebagaimana tersebut diatas, lebih diarahkan kepada pemenuhan

kebutuhan program dan kegiatan terkait Penangananan Bencana terutama program dan

kegiatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor

yang terjadi pada tanggal 15 Januari 2014, yang telah memberi dampak kerusakan dan

kerugian sangat besar bagi kota dan masyarakat Manado. Selain itu, untuk meletakkan

dasar pembangunan secara berkesinambungan dan berbasis pengurangan bencana ke

depannya, maka diperlukan semangat dan itikad bersama seluruh komponen

masyarakat bersama pemerintah untuk mewujudkannya melalui pelaksanaan berbagai

program dan kegiatan yang berbasis partisipasi masyarakat secara berkelanjutan, yang

bertujuan menciptakan lingkungan kota yang benar-benar berwawasan lingkungan dan

terhindar dari resiko kerusakan besar akibat bencana alam khususnya banjir, tanah

longsor maupun gelombang pasang.

Untuk maksud tersebut, maka tema penyusunan RKPD Kota Manado Tahun

2015 yang diangkat adalah: “Melanjutkan Pembangunan Infrastruktur dan Ekonomi

Kota yang Lebih Berkeadilan dan Berwawasan Lingkungan”, yang mengandung arti

bahwa pembangunan yang akan dilakukan diarahkan pada terpelihara dan terjaganya

lingkungan serta kearifan lokal yang ada dengan tujuan meminimalisasi dampak

kerusakan lingkungan yang dapat memicu terjadinya bencana.

Khusus dalam perumusan kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2015

sebagian besar diarahkan untuk tujuan rekonstruksi dan rehabilitasi Kota Manado

sebagaimana diuraikan diatas. Data menunjukkan bahwa peristiwa bencana banjir dan

tanah longsor tanggal 15 Januari 2014 yang lalu menimpa 9 dari 11 kecamatan di Kota

Manado dan menyebabkan 73.930 jiwa atau hampir 1/6 penduduk Manado terdampak

langsung dari peristiwa tersebut. Seiring terjadinya banjir, bencana tanah longsorpun

terjadi di 3 kecamatan yang mengakibatkan terdampaknya 121 jiwa. Dari kedua

bencana alam tersebut, tercatat 5.184 rumah rusak ringan, 2.728 rumah rusak sedang,

3.696 rumah rusak berat dan 810 rumah hanyut dibawah banjir, serta mengakibatkan

juga kerusakan terhadap 92 tempat ibadah dan 98 sekolah. Kejadian banjir bandang itu

meninggalkan pula kerusakan infrastruktur seperti jalan dan jembatan serta fasilitas

umum lainnya. Total kerugian materi akibat bencana alam yang terjadi di Kota Manado

(10)

PEMERINTAH KOTA MANADO | BAPPEDA KOTA MANADO

diperkirakan sebesar 1,7 triliyun rupiah. Sebuah angka kerugian yang sangat besar bagi

masyarakat.

Dengan adanya bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi tersebut

kehidupan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat mengalami goncangan. Oleh karena

itu pasca peristiwa tersebut pemerintah, swasta dan masyarakat Kota Manado berusaha

memulihkan wilayah terdampak, dimana pada tahun 2014 telah diupayakan tindakan

tanggap darurat bencana, namun upaya tersebut belumlah cukup sehingga pada tahun

2015 perlu direncanakan kembali kegiatan-kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi.

Kegiatan-kegiatan rehabilitasi lebih diarahkan untuk perbaikan dan pemulihan semua

aspek pelayanan publik sampai pada tingkat yang memadai dengan sasaran utama untuk

menormalisir atau berjalannya secara wajar semua aspek pemerintahan dan kehidupan

masyarakat pada wilayah pasca bencana. Sedangkan rekonstruksi diarahkan pada

pembangunan kembali semua prasarana dan sarana, kelembagaan pada wilayah pasca

bencana, baik pada tingkat pemerintahan maupun masyarakat dengan sasaran utama

tumbuh dan berkembangnya kegiatan perekonomian, sosial dan budaya, tegaknya

hukum dan ketertiban, dan bangkitnya peranserta masyarakat dalam segala aspek pada

wilayah pasca bencana.

1.2 LANDASAN HUKUM

Penyusunan RKPD tahun 2015 ini didasarkan pada peraturan

perundang-undangan sebagai berikut :

1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan

Berita Negara Republik Indonesia Nomor 4287);

2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan

Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004

Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

4421);

3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah

(11)

PEMERINTAH KOTA MANADO | BAPPEDA KOTA MANADO

beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun

2008;

4. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan

antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara

Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara

Republik Indonesia Nomor 4438);

5. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan

Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005

Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

4578);

6. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman

Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah beberapa kali diubah

terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011;

7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang

Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun

2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi

Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2014 Tentang Pedoman

Penyusunan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Tahun Anggaran

2015;

9. Peraturan Daerah Kota Manado Nomor 10 Tahun 2006 tentang

Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Manado;

10. Peraturan Daerah Kota Manado Nomor 8 Tahun 2011 tentang Rencana

Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Manado Tahun 2005–

2025.

11. Peraturan Daerah Kota Manado Nomor 9 Tahun 2011 tentang Rencana

Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Manado Tahun

2010–2015

1.3 HUBUNGAN ANTAR DOKUMEN

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistim

Perencanaan Pembangunan Nasional, penyusunan Rencana Kerja Pembangunan

(12)

PEMERINTAH KOTA MANADO | BAPPEDA KOTA MANADO

Daerah Kota Manado 2015 terintegrasi dan merupakan satu kesatuan dengan dokumen

perencanaan lainnya baik di tingkat nasional maupun daerah, terutama dengan

dokumen perencanaan dan penganggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah.

Adapun dokumen perencanaan dan penganggaran tersebut meliputi RPJP Nasional,

RPJM Nasional, RKP, RPJP Provinsi Sulawesi Utara, RPJM Provinsi Sulawesi Utara

dan RKPD Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2015 dan dokumen perencanaan penting

lainnya yang dapat menjadi rujukan perumusan program dan kegiatan. Secara spesifik

penyusunan RKPD Kota Manado Tahun 2015 berpedoman pada RPJMD tahun 2010–

2015 dengan memperhatikan program prioritas pembangunan yang direncanakan pada

tahun ke-5 (kelima) atau terakhir dalam RPJMD tahun 2010–2015.

Kemudian disinkronkan dengan Renja SKPD yang merupakan penjabaran dari

Renstra SKPD, selanjutnya secara vertikal memperhatikan Rencana Kerja Pemerintah

(RKP) serta RKPD Provinsi Sulawesi Utara untuk menjaga keterkaitan dan

kesinambungan pembangunan pusat dan daerah. Dokumen RKPD 2015 juga

memperhatikan rancangan RTRW Kota Manado agar tidak bertentangan dengan pola

ruang dan struktur ruang kota.

GAMBAR 1.1. Hubungan Antar Dokumen

Selanjutnya dilaksanakan Musrenbang Kota dengan melibatkan pemangku

kepentingan (stakeholders) untuk menghasilkan kesepakatan program dan kegiatan

yang mendesak untuk dilaksanakan. Hubungan antar dokumen dalam penyusunan

RKPD 2015 dapat digambarkan dalam Gambar 1.1.

(13)

PEMERINTAH KOTA MANADO | BAPPEDA KOTA MANADO

1.4 SISTIMATIKA PENYUSUNAN

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang teknis

pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara

Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah

menjabarkan sistematika penulisan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dengan

susunan sebagai berikut:

TABEL 1-1. Sistematika Penyusunan RKPD

BAB 1.

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

1.2. Dasar Hukum Penyusunan

1.3. Hubungan Antar Dokumen

1.4. Sistematika Dokumen RKPD

1.5. Maksud dan Tujuan

BAB 2.

LANDASAN HUKUM

2.1. Gambaran Umum Kondisi Daerah

2.2. Evaluasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan RKPD Sampai

Tahun Berjalan dan Realisasi RPJMD

2.3. Permasalahan Pembangunan

BAB 3.

RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN

KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH

3.1. Arah Kebijakan Ekonomi Daerah

3.2. Arah Kebijakan Keuangan Daerah

BAB 4.

PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH

4.1 Tujuan dan Sasaran Pembangunan

4.2 Prioritas Pembangunan

BAB 5.

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS

DAERAH

BAB 6.

PENUTUP

1.5 MAKSUD DAN TUJUAN PENYUSUNAN RKPD

1.5.1 Maksud

RKPD Kota Manado Tahun 2015 disusun dengan maksud agar tersedianya

dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun yang merupakan dasar

dalam penyusunan KUA-PPAS yang pada akhirnya terbentuk dokumen APBD untuk

tahun anggaran selanjutnya. Substansi dari RKPD Tahun 2015 adalah penjabaran

arahan umum RPJMD Kota Manado Tahun 2010-2015 khususnya pada periode Tahun

(14)

PEMERINTAH KOTA MANADO | BAPPEDA KOTA MANADO

kelima; Mengidentifikasi kebutuhan masyarakat dan merumuskannya menjadi prioritas

pembangunan; Mengidentifikasi perkiraan ketersediaan sumberdaya dan dana

pembangunan.

1.5.2 Tujuan

Tujuan penyusunan RKPD Kota Manado Tahun 2015 adalah;

1. Mengintegrasikan dan mensinkronkan rencana kerja berupa program dan kegiatan

yang merupakan hasil kesepakatan antarpelaku pembangunan guna pencapaian

tujuan pembangunan daerah, baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah

maupun melalui partisipasi masyarakat.

2. Sinergitas perencanaan program kegiatan pembangunan antar wilayah, antar sektor

pembangunan dan antar tingkat Pemerintah

3. Menyediakan dokumen yang menjadi acuan bagi seluruh SKPD Kota Manado

dalam penyusunan Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja–SKPD);

4. Menjadi pedoman dalam penyusunan KUA, PPAS dan APBD Tahun Anggaran

(15)

PEMERINTAH KOTA MANADO | BAPPEDA KOTA MANADO

BAB 2

EVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN 2013 DAN

CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN

2.1 GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

2.1.1 ASPEK GEOGRAFI & DEMOGRAFI

A. LETAK LUAS & BATAS WILAYAH

Kota Manado terletak di ujung utara pulau Sulawesi dan merupakan kota

terbesar di Sulawesi Utara sekaligus sebagai ibukota Provinsi Sulawesi Utara.Secara

geografis terletak di antara 1

0

30' - 1

0

40'Lintang Utara (LU) dan 124

0

40' 00" - 126

0

50'

Bujur Timur (BT).Secara administratif, batas-batas wilayahnya sebagai berikut:

 Sebelah Utara dengan Kecamatan Wori (Kabupaten Minahasa Utara) dan Teluk

Manado.

 Sebelah Timur dengan Kecamatan Dimembe (Kabupaten Minahasa Utara) dan

Kecamatan Tombulu (Kabupaten Minahasa).

 Sebelah Selatan dengan Kecamatan Pineleng (Kabupaten Minahasa).

 Sebelah Barat dengan Teluk Manado (Laut Sulawesi).

Wilayah Kota Manado terdiri dari wilayah daratan dan wilayah kepulauan

dengan luas keseluruhan 157,26 Km

2

. Wilayah kepulauan meliputi Pulau Bunaken

(16)

PEMERINTAH KOTA MANADO | BAPPEDA KOTA MANADO

seluas 811,21 Ha, Pulau Manado Tua seluas 1.056,02 Ha, dan Pulau Siladen seluas

27,95 Ha. Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Manado Nomor 2 Tahun 2012 tentang

Perubahan Peraturan Daerah Kota Manado Nomor 5 Tahun 2000 tentang Pemekaran

Kelurahan dan Kecamatan, wilayah administrasi Kota Manado telah dimekarkan dari 9

kecamatan menjadi 11 kecamatan dengan 87 kelurahan. Dua kecamatan hasil

pemekaran adalah Kecamatan Bunaken Kepulauan dan Kecamatan Paal Dua.

TABEL 2-1. Wilayah Kecamatan di Kota Manado

KECAMATAN

LUAS ( Km

2

)

%

JUMLAH

KELURAHAN

Malalayang

Sario

Wanea

Wenang

Tikala

Mapanget

Singkil

Tuminting

Bunaken

Bunaken Kepulauan

Paal Dua

17,12

1,75

7,85

3,64

7,10

49,75

4,68

4,31

36,19

16,85

8,02

10,9

1,1

5,0

2,3

4,5

31,6

3,0

2,7

23,0

10,7

5,1

9

7

9

12

5

10

9

10

5

4

7

JUMLAH

157,26

100

87

Sumber: Manado Dalam Angka, 2013

Kecamatan Mapanget memiliki wilayah paling luas yaitu 49,75 Km

2

,

sedangkan wilayah kecamatan yang luasnya paling kecil adalah Kecamatan Sario yaitu

1,75 Km

2

. Dengan adanya pemekaran wilayah kecamatan, maka luas wilayah serta

jumlah kelurahan pada masing-masing wilayah kecamatan mengalami perubahan

sebagaimana pada tabel diatas.

B. TOPOGRAFI

Secara morfologis, Kota Manado memiliki karakteristik alam yang unik dan

berbeda dari kebanyakan kota di Indonesia. Kota Manado memiliki bentang alam

dengan unsur trimatra yaitu pantai, daratan dan perbukitan, yang terbentang dengan

jarak yang relatif kecil (< 1 km) diantara ketiga matra tersebut.

Kondisi topografi dan geomorfologinya merupakan bagian dari gugusan

pegunungan, perbukitan, lembah dan sungai yang berada di daratan Minahasa. Bagian

Utara morfologi berbukit sampai bergunung dengan puncak tertinggi Gunung Tumpa

(17)

PEMERINTAH KOTA MANADO | BAPPEDA KOTA MANADO

yaitu 610 m. Di bagian Timur umumnya bergelombang dengan morfologi landai

sampai curam. Mendekati bagian tengah kota, morfologi semakin landai dan rata. Pada

bagian Selatan, punggung-punggung bukit semakin melebar dan menjalar lebih

panjang. Topografi Kota Manado dapat dilihat pada Tabel 2-2 berikut ini.

TABEL 2-2. Topografi Kota Manado

S

Topografi Kota Manado bervariasi antara 0 % hingga lebih dari 40 % dimana

untuk dataran yang landai dengan kemiringan 0-8 % dan 0-240 m dpl adalah area yang

paling luas dibandingkan dengan keadaan tanah yang lain, sebagaimana Tabel di bawah

ini.

TABEL 2-3. Ketinggian Dataran Topografi Kota Manado

Ketinggian (meter)

Luas (Ha)

%

0 – 240

14.491,50

92,15

240 – 560

1.158,50

7,37

560 – 1000

76,00

0,48

> 1000

-

-

Jumlah

15.726,00

100

Sumber: BPS Kota Manado 2013

Kondisi topografi dan morfologi seperti ini menyebabkan pertumbuhan dan

perkembangan kota memanjang mulai dari kawasan pesisir pantai utara sampai pesisir

pantai selatan yang kemudian membentuk pola pertumbuhan kota seperti daun pepaya.

Permukiman tumbuh tidak merata pada seluruh bagian kota, tapi mengelompok secara

Keadaan Tanah

Kemiringan

Luas

Ha

%

1. Dataran Landai

0-8 %

6.315,31

40,16

2. Berombak

8-15 %

5.967,69

37,95

3. Berbukit

15-40 %

1.554

9,88

4. Bergunung

> 40 %

1.889

12,01

Jumlah

15.726,00

100

(18)

PEMERINTAH KOTA MANADO | BAPPEDA KOTA MANADO

memanjang pada kawasan yang memiliki topografi datar yang menyusup diantara

kawasan perbukitan berlereng cukup tinggi. Limitasi fisik ini menyebabkan Pemerintah

Kota Manado menempuh kebijakan pengembangan kota dengan cara reklamasi pantai

untuk mendukung perkembangan kota. Reklamasi pantai dimulai tahun 1995 yang

menjadikan wilayah daratan bertambah kurang lebih 67 Ha dari luas yang ada yaitu

15.726 Ha.

C. KLIMATOLOGI

Sebagai daerah yang terletak digaris khatulistiwa, maka Kota Manado

mengenal dua musim yaitu musim hujan dan kemarau. Curah hujan di suatu tempat

antara

lain

ditentukan

oleh

keadaan

iklim,

keadaan

torographi

dan

perputaran/pertemuan arus udara. Oleh karena itu jumlah curah hujan bervariasi

menurut bulan. Berdasarkan pengamatan di Stasiun Meteorologi Manado, rata-rata

curah hujan selama tahun 2012 berkisar antara 77 mm (bulan September) sampai 641

mm (bulan Maret).

Suhu udara di suatu tempat antara lain ditentukan oleh tinggi rendahnya tempat

tersebut terhadap permukaan laut dan jaraknya dari pantai. Pada tahun 2012, suhu

udara rata-rata pada siang hari berkisar antara 30,2

0

C sampai 32,7

0

C, sedangkan suhu

udara pada malam hari berkisar antara 22,3

0

C sampai 23,2

0

C. Suhu udara maksimum

terdapat pada bulan Juni (32,7

0

C), sedangkan suhu udara minimum terdapat pada bulan

September (22,3

0

C). Kota Manado mempunyai kelembaban udara relatif tinggi dengan

rata-rata berkisar antara 73 – 87% (BPS Kota Manado, 2013).

D. GEOLOGI

Kota Manado mempunyai 3 wilayah pulau yang berpenghuni, yaitu Pulau

Manado Tua, Pulau Bunaken dan Pulau Siladen. Garis pantai Kota Manado sepanjang

57,09 km. Terdiri dari garis pantai di wilayah daratan 25 km dan garis pantai di wilayah

kepulauan yaitu Pulau Bunaken, Manado Tua, dan Siladen sepanjang 32,09 km. Luas

dan panjang garis pantai dari masing-masing pulau dapat dilihat pada Tabel berikut ini.

TABEL 2-4. Pulau-Pulau dalam wilayah administratif Kota Manado

(19)

PEMERINTAH KOTA MANADO | BAPPEDA KOTA MANADO

Manado Tua

1.056,02

12.280

Manado Tua Satu dan Manado Tua Dua

Kec. Bunaken Kepulauan

Bunaken

811,21

17.570

Bunaken dan Alung Banua Kec.

Bunaken Kepulauan

Siladen

27,95

2.240

Bunaken Kec. Bunaken Kepulauan

Sumber: BPS Kota Manado, 2013

Pulau Manado Tua memiliki luas wilayah terbesar yaitu 1.056,02 ha dengan

panjang garis pantai 12,280 km. Pulau Bunaken memiliki luas 811,21 ha dengan garis

pantai terpanjang yaitu 17,570 km. Pulau Siladen dengan luas wilayah terkecil 27,95

ha memiliki garis pantai 2,240 km.

Wilayah Perairan Teluk Manado memiliki bathimetri yang bervariasi dari landai sampai

drop-off, dengan kedalaman 2-5 meter di pesisir pantai sampai 1.000 m pada garis batas pertemuan

pesisir dasar lereng benua. Di Kawasan Taman Nasional Laut Bunaken, drop-off ini mencapai

ratusan meter dan merupakan komunitas terumbu karang dengan ekosistem underwater yang

spesial dan eksotis.

E. HIDROLOGI

Kota Manado dilintasi oleh 5 (lima) sungai besar yaitu: sungai Tondano, sungai

Tikala, sungai Bailang, sungai Sario, sungai Malalayang, sebagaimana Tabel berikut

ini.

TABEL 2-5. Sungai di Kota Manado

Sungai

Luas (Km)

Sungai Tondano

Sungai Tikala

Sungai Bailang

Sungai Sario

Sungai Malalayang

11

7,56

17,9

6,72

4,80

Jumlah

47,98

Sumber: BPS Kota Manado, 2013

Sungai Tondano berhulu di Danau Tondano (wilayah Kabupaten Minahasa) dan

bergabung dengan sungai Tikala (bagian tengah Kota Manado) sebelum bermuara di

Teluk Manado. Keberadaan Sungai Tondano dimanfaatkan dan dikelola oleh PT.

Air Manado sebagai salah satu sumber air bersih masyarakat Kota Manado.

F. PENGGUNAAN LAHAN

Secara umum pemanfaatan lahan di wilayah Kota Manado terdiri atas kawasan

budidaya dan kawasan lindung, sebagaimana tersaji pada Tabel berikut

(20)

PEMERINTAH KOTA MANADO | BAPPEDA KOTA MANADO

TABEL 2-6. Peruntukan Lahan di Kota Manado

Kota

Manado

adalah

daerah

urban

terbesar di

Kawasan

Timur

Indonesia

belahan

Utara.

Hasil

Sensus Penduduk tahun 2000, penduduk Kota Manado berjumlah 372.887 jiwa dan

terus meningkat mencapai 439.660 jiwa pada tahun 2009. Menurut hasil sensus

penduduk tahun 2010, penduduk Kota Manado berjumlah 410.481 jiwa, tahun 2011

berjumlah 415.115 jiwa dan pada tahun 2012 tercatat sebanyak 417.483 jiwa.

Penyebaran jumlah penduduk pada 11 (sebelas) wilayah kecamatan yang ada di Kota

Manado, dapat dilihat pada Tabel berikut ini.

TABEL 2-7. Jumlah Penduduk Kota Manado berdasarkan Kecamatan

Kecamatan

Jumlah Penduduk

Laki-laki

Perempuan

Malalayang

28.407

28.176

Sario

11.680

11.603

Wanea

28.698

28.518

Wenang

16.434

16.329

Tikala

14.480

14.359

Paal Dua

21.165

21.031

Mapanget

25.280

25.073

Singkil

23.675

23.525

Tuminting

26.156

25.991

Bunaken

10.623

10.554

Bunaken Kepulauan

2.876

2.850

Manado

209.474

208.009

Sumber: BPS Kota Manado, 2013

Jenis Penggunaan Luas (Ha) Jenis Penggunaan Luas (Ha)

Permukiman 2.236,35 Hutan JenisBakau 114,00

Perkuburan 54,50 Hutan 234,00

Lapangan Olah-raga 97,85 Jalan 312,35

Jasa 391,05 Sungai 90,70

Usaha 219,10 Alang-alang 84,05

Industri 4,35 Kolam ikan 36,25

TKP 20,00 Sawah/Tambak 23,60

PKB 9.531,77 Lain-lain 1.765,83

KTL 510,25 Jumlah : 15.726,00

(21)

PEMERINTAH KOTA MANADO | BAPPEDA KOTA MANADO

Jumlah penduduk Kota Manado tahun 2012, berdasarkan data BPS berjumlah

417.483 jiwa. Jumlah penduduk yang paling banyak ada di Kecamatan Wanea dan

jumlah penduduk yang paling sedikit ada di Kecamatan Bunaken Kepulauan. Besarnya

jumlah penduduk di Kota Manado menyebabkan kepadatan penduduk menjadi cukup

tinggi. Dengan luas wilayah 157,26 Km2, kepadatan penduduknya mencapai 2.655

jiwa/Km2.

TABEL 2-8. Penduduk Kota Manado berdasarkan umur dan jenis kelamin

Kelompok

Umur

(Tahun)

Penduduk

Laki-laki

Perempuan

Laki-laki +

Perempuan

N

%

N

%

N

%

0 – 4

18.023

8,60

18.965

9,12

36.988

8,86

5 – 9

20.576

9,82

19.900

9,57

40.476

9,70

10 – 14

17.874

8,53

16.482

7,92

34.356

8,23

15 – 19

18.201

8,69

16.694

8,03

34.895

8,36

20 – 24

21.534

10,28

18.714

9,00

40.248

9,64

25 – 29

15.436

7,37

17.748

8,53

33.184

7,95

30 – 34

17.055

8,14

17.106

8,22

34.161

8,18

35 – 39

19.850

9,48

17.924

8,62

37.774

9,05

40 – 44

13.200

6,30

13.048

6,27

26.248

6,29

45 – 49

13.508

6,45

13.580

6,53

27.088

6,49

50 – 54

12.791

6,11

12.462

5,99

25.253

6,05

55 – 59

8.892

4,24

9.368

4,50

18.260

4,37

60 – 64

7.020

3,35

7.863

3,78

14.883

3,56

65 – 69

3.205

1,53

2.854

1,37

6.059

1,45

70 – 74

1.228

0,59

1.406

0,68

2.634

0,63

75+

1.081

0,52

3.895

1,87

4.976

1,19

Jumlah

209.474

100

208.009

100

417.483

100

Sumber: BPS Kota Manado, 2013

Rasio jenis kelamin penduduk Kota Manado tahun 2012 berada diatas angka

100 yaitu sebesar 101 %. Hal ini menggambarkan bahwa jumlah penduduk laki-laki

lebih banyak daripada jumlah penduduk perempuan seperti yang terlihat pada Tabel

2.8. Keadaan ini berbanding terbalik dengan kondisi tahun sebelumnya dimana jumlah

penduduk laki-laki lebih sedikit dari jumlah penduduk perempuan.

2.1.2 ASPEK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

2.1.2.1 FOKUS KESEJAHTERAAN DAN PEMERATAAN EKONOMI

A. PDRB HARGA KONSTAN

(22)

PEMERINTAH KOTA MANADO | BAPPEDA KOTA MANADO

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Produk Domestik Regional Bruto

Kota Manado tahun 2012 mengalami peningkatan, ditunjukkan dari nilai nominal

PDRB atas dasar harga berlaku sebesar 15,621 triliun rupiah, dibandingkan tahun 2011

sebesar 13,399 triliun rupiah. Begitu pula dengan PDRB atas dasar harga konstan pada

tahun 2012 sebesar 6,791 triliun rupiah, meningkat dibandingkan tahun 2011 yang

sebesar 6,247 triliun rupiah.

Struktur Perekonomian Kota Manado tahun 2012 masih didominasi oleh empat

sektor. Kontribusi terbesar dalam pembentukan PDRB disumbangkan oleh sektor

Perdagangan, Restoran dan Hotel yaitu sebesar 28,01 persen dari total PDRB Kota

Manado. Besarnya kontribusi sektor ini menguatkan tipikal Kota Manado sebagai kota

perdagangan diperkuat dengan pusat pemerintahan dan jasa sehingga aktivitas ekonomi

lebih dominan pada sektor tersier. Sektor kedua terbesar ialah Sektor Jasa - jasa yang

menyumbang sebesar 23,13 persen dari total PDRB Kota Manado. Sektor berikutnya

ialah Sektor angkutan dan Komunikasi sebesar 16,15 persen dan Sektor Bangunan

sebesar 15,95 persen. Sektor yang mempunyai kontribusi paling kecil terhadap

perekonomian Kota Manado ialah Sektor Pertambangan dan Penggalian yang hanya

menyumbang 0,06 persen dari total PDRB Kota Manado. PDRB Kota Manado Menurut

Lapangan Usaha Tahun 2010-2012

Jika dilihat dari tahun ke tahun pertumbuhan ekonomi terus mengalami

kenaikan hingga mencapai puncaknya pada tahun 2009 sebesar 9,77 persen.

Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh meningkatnya intensitas perekonomian di Kota

Manado sejak era reformasi pemerintah dan otonomi daerah terjadi. Pertumbuhan

ekonomi Kota Manado pada tahun 2012 sebesar 8,71 persen atau lebih tinggi

dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Dilihat secara sektoral, sektor yang paling tinggi pertumbuhannya pada tahun

2012 ialah sektor Keuangan, Persewaan Bangunan dan Jasa Perusahaan yakni 12,10

persen, kemudian diikuti oleh sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran sebesar 10,53

persen. Sektor yang mengalami kontraksi ialah sektor Pertambangan dan Penggalian

yaitu sebesar -0,19 persen.

B. PDRB PER KAPITA

Pertumbuhan ekonomi suatu daerah belum tentu menunjukan meningkatnya

kemakmuran masyarakat. Indikator kesejahteraan masyarakat juga ditentukan oleh

(23)

PEMERINTAH KOTA MANADO | BAPPEDA KOTA MANADO

pemerataan akan hasil pembangunan. Apabila dilihat dari ukuran pemerataan orang per

orang (nilai rata-rata), maka PDRB per kapita yang disebut sebagai ukuran

produktivitas tersebut sebenarnya menggambarkan tingkat kemampuan potensial setiap

individu di wilayahnya untuk menghasilkan produk atau menciptakan nilai tambah.

Produktivitas ini digambarkan melalui PDRB per kapita tahun 2012 sebesar Rp.

37.420.000. Angka ini merupakan angka atas dasar harga berlaku. Artinya masih

mempertimbangkan perubahan harga. Jika perubahan harga turut diperhatikan, ada satu

hal yang menggembirakan mengenai perkembangan produktivitas Kota Manado

ditunjukkan dengan PDRB per kapita atas harga konstan, tahun 2000 sebesar Rp.

8.210.000, mengalami kenaikan sampai tahun 2012 sebesar Rp. 16.270.000.

GAMBAR 2.2. Perkembangan PDRB Perkapita Kota Manado Tahun 2000-2012

Tenaga kerja di Manado terus meningkatkan produktivitasnya dalam bekerja.

Kemajuan komputerisasi di setiap lini produksi semakin mempermudah pekerjaan.

Teknologi produksi yang semakin canggih dan bersifat produksi masal juga turut

meningkatkan produktivitas tenaga kerja di sektor industri. Bahkan di jaman sekarang

tidak lagi mengherankan jika seseorang bisa melakukan pekerjaannya dari rumah

Bukan harus pergi ke kantor berkat kecanggihan internet. Kemajuan teknologi dalam

mendukung kegiatan ekonomi diperkirakan masih akan terus mempengaruhi

peningkatan PDRB per kapita di tahun-tahun mendatang.

TABEL 2-9. Nilai dan Kontribusi Sektor dalam PDRB Tahun 2008-2012 ADHK

No. Sektor 2008 2009 2010 2011 2012

Rp. % Rp. % Rp. % Rp. % Rp. %

(24)

PEMERINTAH KOTA MANADO | BAPPEDA KOTA MANADO

2 Pertambangan dan Penggalian 5,296.53 0.11 5,337.71 0.10 5,483.50 0.10 5,675.23 0.09 5,664.58 0.08 3 Industri Pengolahan 343,749.02 7.02 364,689.47 6.79 384,912.93 6.68 409,621.64 6.44 425,164.57 6.26 4

Listrik, Gas & Air

bersih 34,264.03 0.70 35,259.24 0.66 36,612.10 0.64 39,483.12 0.62 43,299.67 0.64 5 Konstruksi 793,089.65 26.83 836,853.81 15.58 888,631.34 15.42 950,350.78 14.94 1,039,987.72 15.31 6 Perdagangan, Hotel & Restoran 1,312,846.65 26.83 1,468,964.06 27.35 1,578,446.80 27.39 1,770,833.58 27.83 1,957,318.27 28.82 7 Pengangkutan & Komunikasi 819,159.69 16.74 981,335.63 18.27 1,079,882.64 18.74 1,277,695.02 20.08 1,277,695.02 18.81 8

Keuangan, Sewa, &

Js. Perusahaan 514,479.39 10.51 561,907.93 10.46 608,196.81 10.55 663,118.54 10.42 743,334.14 10.95 9 Jasa-jasa 978,693.17 20.00 1,024,202.24 19.07 1,086,301.76 18.85 1,148,936.41 18.06 1,195,354.38 17.60 PDRB 4,893,355.49 5,371,420.93 5,763,351.02 6,362,355.13 6,791,480.93

TABEL 2-10. Nilai dan Kontribusi Sektor dalam PDRB Tahun 2008-2012 ADHB

TABEL 2-11. Perkembangan Kontribusi Sektor dalam PDRB Tahun 2008-2012 ADHK dan ADHB

No.

Sektor

2008

2009

2010

2011

2012

Hb

Hk

Hb

Hk

Hb

Hk

Hb

Hk

Hb

Hk

%

%

%

%

%

%

%

%

%

%

1 Pertanian 2.17 1.88 1.94 1.73 1.78 1.65 1.66 1.52 1.61 1.53 No. Sektor 2008 2009 2010 2011 2012 Rp. % Rp. % Rp. % Rp. % Rp. % 1 Pertanian 188,440.91 2.17 203,238.65 1.945 211,138.94 1.777 222,060.89 1.66 251,745.66 1.611 2 Pertambangan dan Penggalian 8,025.42 0.09 8,352.63 0.08 8,575.68 0.072 8,965.12 0.07 8,715.21 0.056 3 Industri Pengolahan 525,519.71 6.04 598,748.92 5.729 664,500.48 5.593 733,576.30 5.47 804,495.35 5.15 4

Listrik, Gas & Air

bersih 55,742.00 0.64 63,244.74 0.605 71,504.60 0.602 79,635.22 0.59 94,547.01 0.605 5 Konstruksi 1,192,598.86 13.70 1,576,435.52 15.08 1,851,375.18 15.58 2,077,144.28 15.5 2,491,595.31 15.95 6 Perdagangan, Hotel & Restoran 2,529,914.39 29.07 2,909,902.73 27.84 3,234,955.97 27.23 3,742,768.97 27.9 4,375,528.65 28.01 7 Pengangkutan & Komunikasi 1,489,690.72 17.12 1,759,633.78 16.84 1,998,071.24 16.82 2,224,585.63 16.6 2,523,523.32 16.15 8

Keuangan, Sewa, &

Js. Perusahaan 676,974.66 7.78 869,466.22 8.32 1,071,764.52 9.022 1,213,186.63 9.05 1,458,905.89 9.339 9 Jasa-jasa 2,036,214.96 23.40 2,461,712.75 23.56 2,767,996.94 23.3 3,097,243.38 23.1 3,612,823.59 23.13 8,703,121.62 10,450,735.94 11,879,883.54 13,399,166.42 15,621,879.98

(25)

PEMERINTAH KOTA MANADO | BAPPEDA KOTA MANADO

2 Pertambangan dan Penggalian 0.09 0.11 0.08 0.10 0.07 0.10 0.07 0.09 0.06 0.08 3 Industri Pengolahan 6.04 7.02 5.73 6.79 5.59 6.68 5.47 6.44 5.15 6.26 4 Listrik, Gas & Air bersih 0.64 0.70 0.61 0.66 0.60 0.64 0.59 0.62 0.61 0.64 5 Konstruksi 13.70 26.83 15.08 15.58 15.58 15.42 15.50 14.94 15.95 15.31 6 Perdagangan, Hotel & Restoran 29.07 26.83 27.84 27.35 27.23 27.39 27.93 27.83 28.01 28.82 7 Pengangkutan & Komunikasi 17.12 16.74 16.84 18.27 16.82 18.74 16.60 20.08 16.15 18.81 8 Keuangan, Sewa, & Js. Perusahaan 7.78 10.51 8.32 10.46 9.02 10.55 9.05 10.42 9.34 10.95 9 Jasa-jasa 23.40 20.00 23.56 19.07 23.30 18.85 23.12 18.06 23.13 17.60

TABEL 2-12. Pertumbuhan Kontribusi Sektor dan PDRB ADHB & ADHK Tahun 2008-2012

No.

Sektor

Pertumbuhan

Hb

Hk

%

%

1

Pertanian

1.83

1.66

2

Pertambangan dan Penggalian

0.07

0.10

3

Industri Pengolahan

5.60

6.64

4

Listrik, Gas & Air bersih

0.61

0.65

5

Konstruksi

15.16

17.62

6

Perdagangan, Hotel & Restoran

28.02

27.64

7

Pengangkutan & Komunikasi

16.71

18.53

8

Keuangan, Sewa, & Js. Perusahaan

8.70

10.58

9

Jasa-jasa

23.30

18.72

PDRB

100.00

102.12

C. LAJU INFLASI

Untuk perkembangan laju inflasi Kota Manado sejak tahun 2007 sampai dengan

tahun 2013 berfluktuasi menurut jenis kelompoknya. Pada tahun 2008, laju inflasi

tercatat sebesar 9,71 %. Angka ini lebih rendah apabila dibandingkan dengan tahun

(26)

PEMERINTAH KOTA MANADO | BAPPEDA KOTA MANADO

2007 sebesar 10,13 %. Pada tahun 2011, laju inflasi melambat yaitu sebesar 0,67 % dan

meningkat pada tahun 2013 yaitu sebesar 8,12 %.

Sumber: BPS Kota Manado, 2014

Pada Desember 2013 kota Manado mengalami inflasi sebesar 2,69 persen.

Perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan Desember 2013 secara umum

menunjukkan adanya kenaikan. Kota Manado mengalami inflasi sebesar 2,69 persen

atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 140,80 di bulan November

2013 menjadi 144,59 di bulan Desember 2013. Inflasi tahun kalender Desember 2013

sebesar 8,12 persen, sedangkan inflasi “year on year” (Desember 2013 terhadap

Desember 2012) sebesar 8,12 persen.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan indeks pada semua kelompok

pengeluaran. Kelompok bahan makanan naik sebesar 7,97 persen; kelompok makanan

jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,79 persen; kelompok perumahan, air,

listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,16 persen; kelompok sandang sebesar 0,90

persen; kelompok kesehatan sebesar 0,19 persen. kelompok pendidikan, rekreasi dan

olah raga sebesar 0,16 persen; kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan

sebesar 0,32 persen. Komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain cabe rawit,

tomat sayur, bawang merah, lemon cina, kangkung, daun bawang, air kemasan,

angkutan udara, mie kering instant dan nasi Sedangkan komoditas yang mengalami

penurunan harga antara lain tude, daging ayam ras, wortel, anggur, buncis, pepaya,

ketimun, kol putih/kubis, laptop/ notebook dan kunyit.

24.06

74.24

8.12

0

10

20

30

40

50

60

70

80

1 97 9 1 98 0 1 98 1 1 98 2 1 98 3 1 98 4 1 98 5 1 98 6 1 98 7 1 98 8 1 98 9 1 99 0 1 99 1 1 99 2 1 99 3 1 99 4 1 99 5 1 99 6 1 99 7 1 99 8 1 99 9 2 00 0 2 00 1 2 00 2 2 00 3 2 00 4 2 00 5 2 00 6 2 00 7 2 00 8 2 00 9 2 01 0 2 01 1 2 01 2 2 01 3

(27)

PEMERINTAH KOTA MANADO | BAPPEDA KOTA MANADO

Pada bulan Desember 2013, andil/sumbangan inflasi setiap kelompok sebagai

berikut: kelompok bahan makanan sebesar 2,4026 persen; kelompok makanan jadi,

minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,1315 persen; kelompok perumahan, air,

listrik, gas & bahan bakar sebesar 0,0405 persen; kelompok sandang sebesar 0,0528

persen; kelompok kesehatan sebesar 0,0067 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan

olahraga 0,0078 persen serta kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan sebesar

0,0462 persen. Hasil analisis nilai inflasi rata-rata dapat dilihat pada gambar 2-4 berikut

ini

GAMBAR 2.4. Rata-Rata Pertumbuhan Inflasi Kota Manado Tahun 2009-2013

Dari gambar diatas terlihat bahwa inflasi rata-rata 5 tahun terakhir sebesar

5,88%. Terendah terjadi pada tahun 2009 yakni sebesar 2,31 % dan yang tertinggi

terjadi pada tahun 2013 yakni sebesar 8,12%.

2.1.2.2 FOKUS KESEJAHTERAAN SOSIAL

A. ANGKA MELEK HURUF

Angka Melek Huruf Kota Manado pada tahun 2013 sebesar 99,97 % mengalami

peningkatan 0,02 % dibandingkan dengan tahun 2012 yang hanya sebesar 99,95 %.

Pencapaian ini menunjukkan bahwa jumlah penduduk yang mampu baca dan tulis

semakin meningkat. Hasil analisis angka melek huruf, dapat dilihat pada tabel berikut

ini :

2.31

6.28

6.67

6.04

8.12

5.88

5.88

5.88

5.88

5.88

2009

2010

2011

2012

2013

Inflasi

rata-rata pertumbuhan

(28)

PEMERINTAH KOTA MANADO | BAPPEDA KOTA MANADO

GAMBAR 2.5. Angka Melek Huruf di Kota Manado

Pada Tabel 2.13, terlihat bahwa sampai pada tahun 2012, Kecamatan yang

tertinggi buta aksara adalah Kecamatan Bunaken sebesar 0,27 %. Kondisi ini

disebabkan Kecamatan Bunaken termasuk daerah pinggiran dan terdiri dari beberapa

kepulauan.

TABEL 2-13. Jumlah Penduduk Buta Aksara di Kota Manado Tahun 2012

B. ANGKA RATA-RATA LAMA SEKOLAH

Angka rata-rata lama sekolah adalah rata-rata jumlah tahun yang dihabiskan

oleh penduduk usia 15 tahun keatas untuk menempuh semua jenis pendidikan formal

99.8 99.85 99.9 99.95 100 (N-5) (N-4) (N-3) (N-2) (N-1)

Angka melek huruf

No Kecamatan Jumlah

Penduduk

Usia Buta Aksara

Jumlah % 15-24 24-44 1. Malalayang 56.051 11 40 51 0,09 2. Sario 23.224 9 12 21 0,09 3. Wanea 57.080 17 31 48 0,08 4. Wenang 32.796 11 16 27 0,08 5. Tikala 69.734 22 40 62 0,08 6. Paal Dua 42.179 NA NA - - 7. Singkil 47.069 17 30 47 0,09 8. Tuminting 52.667 9 22 31 0,05 9. Mapanget 52.719 18 35 53 0,10 10. Bunaken 16.477 16 30 46 0,27 11. Bunaken Kep 6.228 NA NA - - Jumlah : 415.115 130 256 386 0,09

(29)

PEMERINTAH KOTA MANADO | BAPPEDA KOTA MANADO

yang pernah dijalani. Pada Tabel 2-14, terlihat bahwa, rata-rata lama sekolah Kota

Manado dari tahun 2007 sebesar 10,5 tahun kemudian meningkat pada tahun 2011

menjadi 10,88 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa penduduk Kota Manado rata-rata

bersekolah sampai setingkat SMA.

TABEL 2-14. Angka Rata-Rata Lama Sekolah di Kota Manado

Tahun

Rata-Rata Lama Sekolah (tahun)

2007

10,5

2008

10,58

2009

10,59

2010

10,60

2011

10,88

Sumber: Badan Pusat Statistik Kota Manado, 2012

Peningkatan capaian Angka Melek Huruf (AMH) dan indeks pendidikan

rata-rata lama sekolah ini menunjukkan bahwa semakin meningkatnya kesadaran

masyarakat akan pentingnya pendidikan serta semakin meningkatnya akses dan mutu

layanan pendidikan yang disediakan oleh Pemerintah Kota Manado.

2.1.2.3 FOKUS SENI BUDAYA & OLAHRAGA

A. PERKEMBANGAN SENI BUDAYA & OLAHRAGA

Perkembangan kesenian di Kota Manado saat ini semakin berkembang karena

ditopang oleh pemerintah, swasta dan masyarakat. Dilihat dari perkembangan grup

kesenian dari tahun 2009 sampai dengan 2013 semakin meningkat dimana pada tahun

2009 hanya 14 grup, 2010 naik menjadi 16 grup dan pada tahun 2013 melonjak menjadi

36 grup, dibandingkan dengan perkembangan pembangunan gedung kesenian terlihat

tidak ada penambahan gedung.

Capaian pembangunan gedung olah raga terlihat ada perkembangan begitu juga

dengan perkembangan klub olahraga dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2013 terjadi

perkembangan yang berarti.

TABEL 2-15. Perkembangan Seni, Budaya dan Olahraga Tahun 2009-2013

No.

Capaian Pembangunan

2009

2010

2011

2012

2013

1

Jumlah grup kesenian per 10.000

penduduk

14

16

18

25

36

2

Jumlah gedung kesenian per 10.000

penduduk

2

2

2

2

2

3

Jumlah klub olahraga per 10.000

penduduk

2.8

2.8

3

3.3

3.5

4

Jumlah gedung olahraga per 10.000

(30)

PEMERINTAH KOTA MANADO | BAPPEDA KOTA MANADO

TABEL 2-16. Fasilitas Olahraga di Kota Manado

Tahun 2013 yang menjadi target

kinerja jumlah Klub olahraga sebanyak

136 klub dengan prediksi jumlah

penduduk kota Manado pada tahun

2013 sejumlah 418.443, maka dengan

ratio 10.000 penduduk maka target

kinerja pada tahun 2013 setiap 10.000

penduduk terdapat 3,3 klub olahraga.

Dari hasil Pemantauan klub olahraga di

kota manado berjumlah 129 klub atau

pencapaiannya sebesar 99.39% yang terdiri dari beberapa jenis olahraga yaitu;

Sepakbola (41 Klub), Silat (18 Klub), Bulu Tangkis (22 Klub), Bola Volly (8 Klub),

Basketball (8 Klub), Senam (32 Klub).

2.1.3 ASPEK PELAYANAN UMUM

2.1.3.1 FOKUS LAYANAN URUSAN WAJIB

A. PERKEMBANGAN ANGKA PARTISIPASI SEKOLAH

Bila dilihat dari usia sekolah per jenjang pendidikan, perkembangan Angka

Partisipasi Sekolah (APS) Kota Manado pada tahun 2008-2009 terjadi penurunan

secara

drastis

dibanding

tahun

2007

karena

penduduk

yang

tinggal

sementara/pengungsi di Kota Manado kembali ke daerah asal juga adanya kebijakan

dari Pemerintah Kota Manado untuk menertibkan penduduk yang tidak memiliki

identitas seperti KTP dan KK. Namun pada tahun 2010 sampai 2012 kembali

mengalami peningkatan yang signifikan.

Dilihat dari jumlah usia murid per jenjang pendidikan dibanding jumlah

penduduk usia sekolah per jenjang pendidikan dapat dikatakan bahwa APS di Kota

Manado meningkat disemua jenjang pendidikan yang disebabkan oleh semakin

rendahnya jumlah penduduk usia sekolah disetiap jenjang pendidikan.

Jenis Pemerintah Swasta

Stadion 1 - Lintasan Lari/Atletik 2 - Lapangan Sepak Bola 6 5 Gedung Olahraga 3 1 Kolam Renang 1 11 Lapangan Golf - 2

Lapangan Bola Volly 13 10

Lapangan Bola Basket 5 6 Lapangan Bulutangkis 11 5 Lapangan Tenis 5 3 Lapangan Tembak 1 -

(31)

PEMERINTAH KOTA MANADO | BAPPEDA KOTA MANADO

GAMBAR 2.6. Trend Peningkatan APS Kota Manado Tahun 2007-2012

APS di Kota Manado tahun 2012 untuk SD dari 11 (sebelas) kecamatan dilihat

dari rasio jumlah murid usia sekolah dengan jumlah penduduk usia sekolah, terdapat 4

(empat) kecamatan yaitu kecamatan Wenang, Bunaken, dan Tuminting yang jumlah

murid usia sekolah lebih besar dari jumlah penduduk usia sekolah. Ini berarti bahwa

terdapat murid usia sekolah SD yang mengulang atau bisa saja ada yang berdomisili di

luar wilayah kecamatan tersebut.

TABEL 2-17. APS per Kecamatan

Untuk tingkat SMP kecamatan Wenang, Wanea, Bunaken dan Paal Dua, rasio

jumlah murid usia sekolah lebih besar dari jumlah penduduk usia sekolah. Hal ini

disebabkan di kecamatan tersebut terdapat sekolah-sekolah unggulan /favorit, sehingga

2007

2008

2009

2010

2011

2012

APS SD/MI

763

471

471

1051

1136

996.92

APS SMP/MTs

581

544

544

894

1016

1042.08

APS SMA/SMK/MA

485

650

673

803

809

1029.24

0

200

400

600

800

1000

1200

Kecamatan SD/MI SMP/MTs Jlh murid usia 7-12th Jlh penduduk usia 7-12th APS Jlh murid usia 13-15th Jlh penduduk usia 13-15 th APS Malalayang 5.002 6.140 814.66 2.700 2.917 925.61 Sario 2.082 2.540 819.69 708 1.207 586.58 Wenang 8.288 3.610 2295,84 4.660 1.715 2717.20 Mapanget 4.700 5.773 814.13 1.945 2.746 708.30 Bunaken 1.999 1.800 1110.56 1.245 856 1454.44 Bunaken Kepulauan 623 678 918.88 272 321 847.35 Wanea 5.002 6.252 800.06 3.986 2.971 1341.64 Tikala 3.092 3.114 992.94 1.023 1.479 691.68 Paal Dua 3.946 4.618 854.48 2.526 2.196 1150.27 Tuminting 6.280 5.768 1088.77 2.595 2.741 946.73 Singkil 4.293 5.154 832.95 849 2,451 346.39 Jumlah : 45.307 45.447 996.92 22.509 21.600 1042.08

(32)

PEMERINTAH KOTA MANADO | BAPPEDA KOTA MANADO

banyak murid yang berdomisili di luar kecamatan lebih memilih sekolah di wilayah

kecamatan tersebut.

B. RASIO KETERSEDIAAN SEKOLAH/PENDUDUK USIA SEKOLAH

Dalam menunjang peningkatan pendidikan untuk penduduk usia sekolah mulai

dari pendidikan dasar, menengah pertama dan menengah atas diperlukan sarana dan

prasarana yang memadai, agar proeses belajar mengajar dapat terlaksana dengan baik.

Ketersediaan fasilitas pendidikan yang meliputi jumlah gedung sekolah, jumlah

penduduk usia sekolah di semua tingkatan dapat dilihat pada Tabel 2-18.

TABEL 2-18. Jumlah Gedung Sekolah per Jumlah Penduduk Usia Sekolah

Kecamatan SMA / SMK

Jmlh gedung

sekolah Jmlh penduduk usia 16-18 th Rasio

Malalayang

6

3.108

1 : 19

Sario

7

1.287

1 : 54

Wenang

14

1.826

1 : 76

Mapanget

6

2.924

1 : 20

Bunaken

5

911

1 : 55

Bunaken Kepulauan

1

344

1 : 29

Wanea

11

3.164

1 : 34

Tikala

9

1.577

1 : 57

Paal Dua

7

2.342

1 : 30

Tuminting

7

2.922

1 : 24

Singkil

4

2,611

1 ; 15

JUMLAH :

77

23.016

1 : 33

Sumber : Dinas Pendidikan Kota Manado Tahun 2013

Pemerintah Kota Manado dalam menunjang peningkatan pendidikan untuk

penduduk usia sekolah disetiap kecamatan diperlukan sarana dan prasarana yang

memadai, agar proses belajar mengajar dapat terlaksana dengan baik. Ketersediaan

fasilitas pendidikan yang meliputi jumlah gedung sekolah, jumlah penduduk usia

sekolah per kecamatan disemua tingkatan disajikan pada Tabel 2-19 dan Tabel 2-20.

TABEL 2-19. Fasilitas Sekolah per Penduduk Usia Sekolah Berdasarkan Kecamatan Kota Manado

Kecamatan SD/MI SMP/MTs Jmlh gedung sekolah Jmlh penduduk usia 7-12 th Rasio gedung Jmlh sekolah Jmlh penduduk usia 13-15 th Rasio Malalayang 26 6.140 1 : 42 10 2.917 1 : 34 Sario 15 2.540 1 : 59 7 1.207 1 : 58 Wenang 43 3.610 1 : 119 16 1.715 1 : 93 Mapanget 25 5.773 1 : 43 10 2.746 1 : 36 Bunaken 13 1.800 1 : 72 3 856 1 : 35 Bunaken kepulauan 8 678 1 : 118 2 321 1 : 62 Wanea 40 6.252 1 : 64 14 2.971 1 : 47 Tikala 18 3.114 1 : 58 5 1.479 1 : 34

(33)

PEMERINTAH KOTA MANADO | BAPPEDA KOTA MANADO

Paal Dua 27 4.618 1 : 58 12 2.196 1 : 54

Tuminting 33 5.768 1 : 57 8 2.714 1 : 29

Singkil 22 5.154 1 : 42 5 2.451 1 : 20

JUMLAH : 270 45.447 1 : 59 92 21.600 1 : 42

Sumber : Dinas Pendidikan Kota Manado Tahun 2013

TABEL 2-20. Rasio Jumlah Sekolah per Jumlah Penduduk Usia Sekolah Tahun 2008-2012

C. RASIO GURU & MURID

Selama 7 tahun terakhir jumlah guru PNS SD/MI berkurang dari 2.068 tahun

2006 menjadi 2.036 tahun 2010 dan tahun 2012 berkurang menjadi 1.757. Hal tersebut

berbanding terbalik dengan jumlah murid SD/MI yang terus bertambah dimana tahun

2006 siswa berjumlah 47.461 orang, pada tahun 2006 bertambah menjadi 49.590 orang

pada tahun 2011 dan tahun 2012 bertambah menjadi 50.876 orang. Dengan adanya

situasi seperti ini maka rasio guru murid dari 1:23 pada tahun 2006 masih sama 1:23 di

tahun 2010 yang menunjukkan relatif cukup memadai atau sesuai standar nasional.

Tetapi rasio guru murid ini meningkat di tahun 2012 menjadi 1:29, diakibatkan banyak

guru PNS yang memasuki masa pensiun dan tidak dibarengi dengan pengangkatan guru

PNS baru.

TABEL 2-21. Jumlah Guru PNS dan Murid Jenjang Pendidikan Dasar di Kota Manado

No Jenjang Pendidikan 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 1 SD/MI 1.1. Jumlah Guru PNS 2.068 2.020 1.946 1.927 2.036 2.491 1.757 1.2. JumlahMurid 47.461 47.976 49.669 42.215 48.157 49.590 50.876 1.3. Rasio 1 : 23 1 : 24 1 : 25 1 : 22 1 : 23 1 : 20 1 : 29 2 SMP/MTs 2.1. Jumlah Guru PNS 1.158 1.131 .090 .079 1.230 1.525 1.525 No Jenjang Pendidikan 2008 2009 2010 2011 2012 1. SD/MI

1.1 Jumlah gedung sekolah 261 141 264 261 270

1.2 Jumlah penduduk usia 7-12 thn 42.215 42.215 42.215 42.504 45.447

1.3 Rasio 1 : 61 1 : 33 1 : 62 1 : 61 1 : 59

2 SMP/MTs

2.1 Jumlah gedung sekolah 1 : 85 1 : 96 1 : 85 1 : 88 1 : 92 2.2 Jumlah penduduk usia 13-15 thn 21.978 21.978 21.978 21.151 21.600

2.3 Rasio 1 : 38 1 : 43 1 : 38 1 : 42 1 : 42

3 SMA/SMK/MA

3.1 Jumlah gedung sekolah 77 77 73 71 77

3.2 Jumlah penduduk usia 16-18 thn 14.808 15.497 15.497 24.564 23.016

3.3 Rasio 1 : 52 1 : 49 1 : 47 1 : 29 1 : 33

Gambar

GAMBAR 1.1. Hubungan Antar Dokumen
TABEL 1-1. Sistematika Penyusunan RKPD
GAMBAR 2.1 Wilayah Administrasi Kota Manado
TABEL 2-7. Jumlah Penduduk Kota Manado berdasarkan Kecamatan
+7

Referensi

Dokumen terkait

Manusia sebagai makhluk bio-psiko-sosial-spriritual memiliki banyak kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, bahkan dari kebutuhan yang paling dasar seperti

[r]

Yang bertanda tangan di bawah ini saya&#34; Shohib Abror, menyatakan bahwa sleripsi dengan judul: Audit Pemerintah dan Pengendalian Korupsi: Bukti dari Data Panel Provinsi

RAHMAT HIDAYAT Institut Pertanian Bogor PTUPT 1.. RIMBAWAN Institut Pertanian Bogor

Pejabat Pengadaan pada Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Musi Banyuasin Tahun Anggaran 2014, telah melaksanakan Proses Evaluasi Kualifikasi

[r]

Balai Penelitian Tanaman Sayuran Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.. Botani Bawang Merah Teknologi Produksi

Layanan terpadu satu pintu yang selanjutnya disingkat LTSP adalah pelayanan penempatan Calon Tenaga Kerja Indonesia atau Tenaga Kerja Indonesia, yang dilakukan secara