DEWAN PENGURUS PUSAT
PERHIMPUNAN ANAK TRANSMIGRAN REPUBLIK INDONESIA
DPP PATRI
RAPAT KERJA NASIONAL TAHUN 2010
S U R A T K E P U T U S A N Nomor: 04 /RAKERNAS/II/2010
TENTANG:
REKOMENDASI EKSTERNAL RAKERNAS PATRI TAHUN 2010
Dengan Rahmat dan Karunia Allah, Tuhan Yang Maha Esa
Menimbang : Bahwa berdasarkan hasil Musyawarah Nasional (MUNAS) II PATRI
Tahun 2009 telah ditetapkan Rekomendasi Hasil Sidang Pleno yang harus dijabarkan dalam Program Kerja melalui Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) sebagai pedoman pelaksanaan kerja bagi Dewan Pengurus Pusat dan Dewan Pengurus Daerah PATRI diseluruh Indonesia
Bahwa untuk mendorong percepatan pelaksanaan Program strategis organisasi yang telah ditetapkan dalam Garis Besar Program Organisasi PATRI Tahun 2010 - 2015, diperlukan adanya Naskah Rekomendasi kepada pemangku kepentingan dan pihak terkait.
Mengingat : (1) Anggaran Dasar (AD) PATRI, Bab VIII Pasal 11 dan 12.
(2) Anggaran Rumah Tangga (ART), Bab III Pasal 11 ayat 1, 2, dan 3. (3) Hasil Rekomendasi Musyawarah Nasional (MUNAS) II Tahun
2009.
Memperhatikan : Arahan dan Pembekalan yang disampaikan oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada Rakernas PATRI tanggal 28 Februari 2010 Pokok pikiran yang disampaikan para Narasumber dalam Seminar
dan Pembekalan kepada peserta RAKERNAS tanggal 27-28 Februari 2010.
MEMUTUSKAN
Menetapkan :
1) Menerima dan mengesahkan naskah Rekomendasi yang disampaikan oleh Komisi Rekomendasi menjadi keputusan Sidang Pleno Rapat Kerja Nasional Perhimpunan Anak Transmigran Republik Indonesia (RAKERNAS PATRI) Tahun 2010, sebagai dokumen resmi organisasi.
2) Sistematika Rekomendasi ini disusun sebagai berikut: a. Halaman Judul
b. Latar Belakang c. Permasalahan Khusus d. Rekomendasi Eksternal e. Penutup.
3) Surat Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan, dan akan diadakan peninjauan kembali jika terdapat kekurangan dalam penetapannya.
Ditetapkan di : Jakarta
Pada tanggal : 28 Februari 2010
PIMPINAN SIDANG PLENO
RAPAT KERJA NASIONAL PATRI TAHUN 2010
Ketua
Ir. Hasprabu, MM
Sekretaris
Drs. H. Achmad Sobari Fadil, M.Si Anggota
Lampiran: SK RAKERNAS
Nomor : 03 /RAKERNAS/II/2010 Tanggal : 28 Februari 2010
Tentang : Rekomendasi RAKERNAS PATRI Tahun 2010
REKOMENDASI EKSTERNAL RAKERNAS PATRI TAHUN 2010
Mengacu dan berdasarkan kepada: 1. Visi, Misi, dan Tujuan Organisasi
2. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
3. Rekomendasi dan ketetapan Hasil Musyawarah Nasional (MUNAS) II PATRI Tahun 2009 di Jakarta
4. Kesepakatan Sidang Komisi Garis Besar Program Organisasi dalam Rakernas PATRI Tahun 2010
5. Kesepakatan Sidang Komisi Rekomendasi dalam Rapat Kerja Nasional yang mengambil Tema: Peran PATRI Dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Perdesaan
6. Arahan dan Pembekalan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi selaku Dewan Pembina dalam Rapat Kerja Nasional Tahun 2010
7. Pokok pikiran dari para Narasumber, antara lain: Menteri Negara Lingkungan Hidup, Direktur Jenderal P2MKT, Ketua Umum DPP PATRI, Universitas Lambung Mangkurat, Ketua Koperasi Pundi Masyarakat, Pengusaha, dan para peserta Rapat Kerja Nasional PATRI yang telah diselenggarakan pada tanggal 27 – 28 Februari 2010; bertempat di Hotel Grand Mentari, Banjarmasin – Kalimantan Selatan;
Maka disusunlah Rekomendasi Rapat Kerja Nasional PATRI Tahun 2010, dengan sistematika dan substansi sebagai berikut:
LATAR BELAKANG
1. Penyelenggaraan program transmigrasi sejak dirintis tahun 1905 (Kolonisasi di Lampung) dan tahun 1950, telah memberikan kontribusi dalam pembangunan daerah di seluruh Indonesia
2. Program transmigrasi secara khusus turut berperan serta dalam mendukung ketahanan pangan, kesempatan kerja, pembangunan daerah terpencil, dan memperkukuh negara kesatuan Republik Indonesia
3. Akan tetapi setelah era reformasi dan otonomi daerah bergulir sejak tahun 1999, penyelenggaraan dan citra transmigrasi terus mengalami kemunduran. 4. Walaupun program transmigrasi tealah berhasil dalam memacu pembangunan
wilayah, namun kenyataannya setelah lebih dari satu abad, program ini secara jujur masih belum mampu menjawab tujuan awalnya: mengurangi ketimpangan antar wilayah terutama ketimpangan demografis antara pulau Jawa versus luar pulau Jawa
5. Data terakhir menunjukkan bahwa, memang persentase penduduk pulau Jawa sekarang diperkirakan sudah menurun dari sekitar 75% pada tahun 1905 menjadi 58% pada tahun 2005, tetapi angka obsolut penduduknya justru meningkat dari 30 juta pada tahun 1905, tahun 2005 menjadi sekitar 140 juta, atau meningkat hampir lima kali lipat
6. Permasalahan ini pada dasarnya karena program transmigrasi telah kehilangan rohnya, penyelanggaraan program transmigrasi dilakukan tanpa inovsi (business as usual), dan kekeliruan kebijakan pembangunan nasional yang justru memacu ketimpangan wilayah dan arus balik (brain drain) ke pulau Jawa
PERMASALAHAN KHUSUS
1. Setelah era reformasi, kelembagaan penyelenggara program transmigrasi belum fokus, terlalu birokratis dan belum efisien, lamban dalam mengantisipasi isu-isu nasional dan global, belum mempunyai sumberdaya manusia (SDM) yang visioner dan berdedikasi tinggi, serta belum mempunyai nurani keberpihakan kepada persoalan kaum marginal.
2. Hingga dewasa ini masih ditemukan lokasi transmigrasi dan masyarakat warganya yang kondisinya terisolir dan aksesibilitasnya rendah, sehingga warga/transmigran mengalami hambatan dalam memasarkan hasil panen, melanjutkan pendidikan, dan kegiatan sosial ekonomi lainnya.
3. Lahan usaha warga transmigran yang belum tersedia, atau belum mempunyai sertifikat bukti kepemilikan lahan secara legal, dan atau menempati lahan-lahan yang potensial menjadi sengketa gugatan masyarakat adat setempat.
4. Di beberapa daerah tujuan transmigrasi yang selama ini mendapatkan manfaat dari adanya program transmigrasi masih dijumpai para pejabat/pimpinan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi di tingkat Provinsi, belum memberikan perhatian serta dukungan optimal terhadap keberadaan dan pelaksanaan program kerja DPD PATRI.
REKOMENDASI EKSTERNAL
1. Agar penyelenggaraan program transmigrasi kedepan dapat menjawab permasalahan kemiskinan, kerawanan pangan dan energi, ketimpangan wilayah dan ancaman disitegrasi bangsa, perlu dilakukan revitalisasi kelem-bagaan, antara lain dengan:
a. Memisahkan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi menjadi Kementrian Tenaga Kerja dan Kementrian Transmigrasi
b. Atau menggabungkan Kementerian Transmigrasi dengan Kementerian Pemberdayaan Daerah Tertinggal
c. Menempatkan pejabat dan pimpinan departemen berdasarkan rekam jejak prestasi sesuai dengan kopetensinya
d. Mencari alternatif bentuk kelembagaan penyelenggara program transmigrasi yang tidak harus berupa kementerian teknis, tetapi dapat berupa Badan Otonom atau lembaga pemerintah non kementerian.
2. Dengan adanya perubahan paradigma dalam Program Transmigrasi di bawah Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi akhir-akhir ini, perlu dipikirkan dan dikembangkan:
a. Mengevaluasi secara menyeluruh kebijakan dan implementasi program transmigrasi yang sudah dilaksanakan sejak 1905, sehingga mampu memotret keberhasilan, kegagalan, permasalahan, tantangan dan strategi program transmigrasi 25 tahun kedepan.
b. Menjadikan program transmigrasi sebagai ujung tombak dalam membagun kawasan luar Jawa sebagai pusat-pusat keunggulan baru sesuai dengan potensi dan karakteristiknya masing-masing
c. Menjadikan kawasan transmigrasi/perdesaan sebagai pusat keunggulan berbasis kekuatan lokal, seperti (1) pusat keunggulan pangan berbasis beras, jagung, umbi-umbian, sagu dan sumber pangan lokal lainnya; dan (2) pusat keunggulan biomassa berbasis kelapa sawit, karet, tebu dan sumber biomassalokal lainnya
d. Memberikan insentif, fasilitas infra struktur dan kemudahan perizinan kepada para investor agar berperan serta dalam membangun kawasan luar Jawa khususnya di daerah transmigrasi sesuai dengan prinsip pelayanan publik yang prima
e. Untuk mendukung paradigma baru Program Transmigrasi, menyarankan agar BAPPENAS perlu mengkaji ulang kebijakan pembangunan nasionalnya agar lebih berkeadilan dan berkelanjutan
kawasan-kawasan strategis nusantara seperti daerah terpencil, wilayah perbatasan antar negara, dan pulau garis depan yang berbatasan dengan negara tetangga
g. Dalam penyelenggaraan Program Transmigrasi kedepan agar lebih cermat dan selektif dalam merekrut calon warga transmigran yang akan dipindahkan ke daerah lain
h. Melaksanakan auditing yang memenuhi syarat akuntabilitas publik terhadap penggunaan Anggaran Transmigrasi yang berasal dari APBN/APBD sebagai bentuk pertanggung-jawaban kepada publik
3. Pemerintah melalui Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI agar dapat melibatkan PATRI sebagai salah satu stakeholders dan pelaku sejarah ketransmigrasian untuk ikut serta dalam mengevaluasi program transmigrasi dan penyusunan Naskah Akademik Program Transmigrasi Nasional dengan paradigma baru untuk pembangunan nasional yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan
4. Dalam upaya penguatan organisasi PATRI diperlukan dukungan dan perhatian Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI melalui Dirjen Tenaga Kerja dan Dirjen Transmigrasi
5. Mendesak Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI agar menginstruk-sikan Dinas/Instansi terkait di tingkat provinsi/kabupaten/kota yang menangani program transmigrasi agar melibatkan dalam program pendampingan, dan mengalokasikan dana operasional (subsidi) bagi pembinaan anak/pemuda transmigran
6. Dalam rangka pengembangan usaha para warga transmigran di UPT-UPT diperlukan bantuan modal usaha yang memadai dan produktif (tidak hanya sebatas bantuan JADUP /jaminan Hidup), sekaligus memberi bantuan pelatihan kewirausahaan dan kelembagaannya.
7. Agar Kementerian Nakertrans RI lebih memfungsikan dan menggiatkan peran BALITFO (Badan Penelitian, Pengembangan dan Informasi) dalam kegiaan ketransmigrasian dan memanfaatkan hasil-hasil kajiannya untuk mendukung
D. PENUTUP
Demikianlah Naskah Rekomendasi Eksternal Rapat Kerja Nasional PATRI Tahun 2010 ini disusun berdasarkan komitmen PATRI dalam membangun bangsa bermartabat. Secara khusus Naskah Rekomendasi ini disampaikan kepada Menakertrans RI sebagai wakil Pemerintah, serta pihak-pihak terkait lainnya yang mempunyai kepedulian terhadap penyelenggaraan transmigrasi di Indonesia.
Tantangan Bangsa Indonesia kedepan semakin kompleks. Hal tersebut membutuhkan pensikapan secara komprehensif, cerdas, profesional, dan konsistensi dalam mendapatkan dukungan secara kuat dari seluruh elemen anak bangsa. Transmigrasi disadari dan diyakini akan menjadi bagian penting untuk membangun Indonesia kedepan, karena secara teknis transmigrasi meruapakan program yang berfungsi mensinergikan dan mengintegrasikan seluruh potensi Bangsa, melalui pendekatan pembangunan berkalanjutan berwawasan perdesaan. Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa diharapkan secara konsisten mendukung kebangkitan Indonesia yang lebih melalui optimalisasi pememerataan pembangunan daerah bersama transmigrasi.
Semoga Rekomendasi ini dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi Pimpinan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta pihak terkait untuk menetapkan kebijakan strategis dalam membangkitkan kembali penyelenggaraan transmigrasi dimasa-masa mendatang.