BAB I BAB I
PENDAHULUAN PENDAHULUAN
1.1
1.1 Latar BelakangLatar Belakang
Anemia adalah suatu keadaan penurunan jumlah sel darah merah Anemia adalah suatu keadaan penurunan jumlah sel darah merah (hematokrit)
(hematokrit) atau kadar hemoatau kadar hemoglobin (protein globin (protein pengkangkut pengkangkut oksigen) di doksigen) di dalam selalam sel darah merah di bawah nilai normal sehingga menyebabkan penurunan kapasitas darah merah di bawah nilai normal sehingga menyebabkan penurunan kapasitas sel darah merah untuk mengangkut oksigen. Anemia defisiensi besi adalah
sel darah merah untuk mengangkut oksigen. Anemia defisiensi besi adalah anemiaanemia yang timbul akibat kosongnya cadangan besi tubuh (
yang timbul akibat kosongnya cadangan besi tubuh ( depleted iron storedepleted iron store) sehingga) sehingga penyediaan
penyediaan besi besi untuk untuk eritropoesiseritropoesis berkurang, berkurang, yang yang pada pada akhirnya akhirnya pembentukanpembentukan hemoglobin (Hb) berkurang.
hemoglobin (Hb) berkurang. Dalam hal anemia karena defisiensi besi merupakanDalam hal anemia karena defisiensi besi merupakan masalah nutrisi yang paling sering terjadi di se
masalah nutrisi yang paling sering terjadi di seluruh dunia.luruh dunia.1,2,31,2,3
Untuk menjaga badan supaya tidak anemia, maka keseimbangan zat besi di Untuk menjaga badan supaya tidak anemia, maka keseimbangan zat besi di dalam badan perlu dipertahankan. Keseimbangan disini diartikan bahwa jumlah dalam badan perlu dipertahankan. Keseimbangan disini diartikan bahwa jumlah zat besi yang dikeluarkan dari badan sama dengan jumlah besi yang diperoleh zat besi yang dikeluarkan dari badan sama dengan jumlah besi yang diperoleh badan dari makanan. Absorbsi zat besi dipengaruhi oleh
badan dari makanan. Absorbsi zat besi dipengaruhi oleh banyak faktor yaitubanyak faktor yaitu 44::
Kebutuhan tubuh akan besi, tubuh akan menyerap sebanyak yang dibutuhkan.Kebutuhan tubuh akan besi, tubuh akan menyerap sebanyak yang dibutuhkan.
Bila besi simpanan berkurang, maka pen
Bila besi simpanan berkurang, maka pen yerapan besi akan meningkat.yerapan besi akan meningkat.
Rendahnya asam klorida pada lambung (kondisi basa) dapat menurunkanRendahnya asam klorida pada lambung (kondisi basa) dapat menurunkan
penyerapan asam klorida
penyerapan asam klorida akan mereduksi Feakan mereduksi Fe3+3+menjadi Femenjadi Fe2+2+yang lebih mudahyang lebih mudah diserap oleh mukosa usus.
diserap oleh mukosa usus.
Adanya vitamin C gugus SH (sulfidril) dan asam amino sulfur dapatAdanya vitamin C gugus SH (sulfidril) dan asam amino sulfur dapat
meningkatkan absorbsi karena dapat mereduksi besi dalam bentuk ferri meningkatkan absorbsi karena dapat mereduksi besi dalam bentuk ferri
menjadi ferro. Vitamin C dapat meningkatkan absorbsi besi dari makanan menjadi ferro. Vitamin C dapat meningkatkan absorbsi besi dari makanan melalui pembentukan kompleks ferro askorbat. Kombinasi 200 mg asam melalui pembentukan kompleks ferro askorbat. Kombinasi 200 mg asam askorbat dengan garam besi dapat meningkatkan penyerapan besi sebesar 25 askorbat dengan garam besi dapat meningkatkan penyerapan besi sebesar 25 – – 50 persen.
50 persen.
Kelebihan fosfat di dalam usus dapat menyebabkan terbentukny kompleksKelebihan fosfat di dalam usus dapat menyebabkan terbentukny kompleks
besi fosfat yang tidak dapat diserap. besi fosfat yang tidak dapat diserap.
Adanya fitat juga akan menurunkan ketersediaan FeAdanya fitat juga akan menurunkan ketersediaan Fe
Protein hewani dapat meningkatkan penyerapan FeProtein hewani dapat meningkatkan penyerapan Fe
Fungsi usus yang terganggu, misalnya diare dapat menurunkan penyerapanFungsi usus yang terganggu, misalnya diare dapat menurunkan penyerapan
Fe. Fe.
Penyakit infeksi juga dapat menurunkan penyerapan FePenyakit infeksi juga dapat menurunkan penyerapan Fe
Zat besi diserap di dalam duodenum dan jejunum bagian atas melalui Zat besi diserap di dalam duodenum dan jejunum bagian atas melalui proses yang kompleks. Proses ini meliputi tahap
proses yang kompleks. Proses ini meliputi tahap – – tahap utama sebagai berikuttahap utama sebagai berikut44:: a.
a. Besi yang Besi yang terdapat di dterdapat di dalam bahan alam bahan pangan, baik pangan, baik dalam bentuk dalam bentuk FeFe3+3+atau Featau Fe2+2+ mula
mula – – mula mengalami proses pencernaan.mula mengalami proses pencernaan. b.
b. Di Di dalam dalam lambung lambung FeFe3+3+ larut dalam asam lambung, kemudian diikat olehlarut dalam asam lambung, kemudian diikat oleh gastroferin dan direduksi menjadi Fe
gastroferin dan direduksi menjadi Fe2+2+ c.
c. Di Di dalam dalam usus usus FeFe2+2+dioksidasi menjadi FEdioksidasi menjadi FE3+3+. Fe. Fe3+3+selanjutnya berikatan denganselanjutnya berikatan dengan apoferitin yang kemudian ditransformasi menjadi feritin, membebaskan Fe apoferitin yang kemudian ditransformasi menjadi feritin, membebaskan Fe2+2+ ke dalam plasma darah.
ke dalam plasma darah. d. Di dalam plasma, Fe
d. Di dalam plasma, Fe2+2+ dioksidasi menjadi Fedioksidasi menjadi Fe3+3+ dan berikatan dengandan berikatan dengan transferitin Transferitin mengangkut Fe
bergabung
bergabung membentuk membentuk hemoglobin. hemoglobin. Besi Besi dalam dalam plasma plasma ada ada dalamdalam keseimbangan.
keseimbangan. e.
e. Transferrin Transferrin mengangkut mengangkut FeFe2+2+ ke dalam tempat penyimpanan besi di dalamke dalam tempat penyimpanan besi di dalam tubuh (hati, sumsum tulang, limpa, sistem retikuloendotelial), kemudian tubuh (hati, sumsum tulang, limpa, sistem retikuloendotelial), kemudian dioksidasi menjadi Fe
dioksidasi menjadi Fe3+3+. . FeFe3+3+ ini bergabung dengan apoferritin membentuk ini bergabung dengan apoferritin membentuk ferritin yang kemudian disimpan, besi yang terdapat pada plasma seimbang ferritin yang kemudian disimpan, besi yang terdapat pada plasma seimbang dengan bentuk yang disimpan.
dengan bentuk yang disimpan.
Anemia defisiensi besi dapat disebabkan oleh rendahnya masukan besi, Anemia defisiensi besi dapat disebabkan oleh rendahnya masukan besi, gangguan absorpsi, serta kehilangan besi akibat
gangguan absorpsi, serta kehilangan besi akibat perdarahan menahunperdarahan menahun55.. a.
a. Kehilangan besi sebagai akibat perdarahan menahun, yang dapat berasal dariKehilangan besi sebagai akibat perdarahan menahun, yang dapat berasal dari tukak peptik, kanker lambung, kanker
tukak peptik, kanker lambung, kanker kolon, divertikulosis, hemoroid, dan infeksikolon, divertikulosis, hemoroid, dan infeksi cacing tambang (saluran cerna), menorrhagia atau metrorhagia, hematuria, atau cacing tambang (saluran cerna), menorrhagia atau metrorhagia, hematuria, atau hemoptoe.
hemoptoe. b.
b. Faktor nutrisi yaitu akibat kurangnya jumlah besi total dalam makanan, atauFaktor nutrisi yaitu akibat kurangnya jumlah besi total dalam makanan, atau kualitas besi (bioavaibilitas) besi
kualitas besi (bioavaibilitas) besi --yang tidak baik (makanan banyak serat, rendahyang tidak baik (makanan banyak serat, rendah vitamin C, dan rendah daging
vitamin C, dan rendah daging c.
c. Kebutuhan besi yang meningkat seperti pada prematuritas, anak dalam masaKebutuhan besi yang meningkat seperti pada prematuritas, anak dalam masa pertumbuhan dan k
pertumbuhan dan kehamilan.ehamilan. d.
d. Gangguan absorpsi besi karena gastrektomi,Gangguan absorpsi besi karena gastrektomi, tropical spruetropical sprue atau kolitis kronik.atau kolitis kronik. Defisiensi besi berkembang secara bertahap dan biasanya diawali dengan Defisiensi besi berkembang secara bertahap dan biasanya diawali dengan adanya keseimbangan besi yang negatif, yaitu saat asupan besi tidak dapat adanya keseimbangan besi yang negatif, yaitu saat asupan besi tidak dapat memenuhi kebutuhan harian zat besi
memenuhi kebutuhan harian zat besi sehingga cadangan zat besi makin menurun.sehingga cadangan zat besi makin menurun. Jika cadangan kosong maka keadaan ini disebut
berkurang
berkurang sehingga sehingga menimbulkan menimbulkan gangguan gangguan pada pada bentuk bentuk eritrosit, eritrosit, tetapi tetapi anemiaanemia secara klinis belum terjadi, keadaan ini disebut
secara klinis belum terjadi, keadaan ini disebut iron iron deficient deficient erythropoiesis
erythropoiesis.Selanjutnya timbul anemia hipokromik mikrositer sehingga disebut.Selanjutnya timbul anemia hipokromik mikrositer sehingga disebut iron deficiency anemia
iron deficiency anemia..4,54,5
Besi dibutuhkan untuk produksi hemoglobin (Hb), sehingga defisiensi Fe Besi dibutuhkan untuk produksi hemoglobin (Hb), sehingga defisiensi Fe akan menyebabkan terbentuknya sel darah merah yang lebih kecil dengan akan menyebabkan terbentuknya sel darah merah yang lebih kecil dengan kandungan Hb yang rendah dan menimbulkan anemia defisiensi besi dengan kandungan Hb yang rendah dan menimbulkan anemia defisiensi besi dengan gambaran eritrosit hipokromik mikrositik, disertai penurunan kadar besi serum gambaran eritrosit hipokromik mikrositik, disertai penurunan kadar besi serum dan saturasi transferin, peningkatan kapasitas ikat besi total, dan penurunan atau dan saturasi transferin, peningkatan kapasitas ikat besi total, dan penurunan atau hilangnya cadangan besi dalam sumsum tulang dan tempat lain.
hilangnya cadangan besi dalam sumsum tulang dan tempat lain.66
Manajemen anemia defisiensi besi yang efektif yaitu dengan menangani Manajemen anemia defisiensi besi yang efektif yaitu dengan menangani penyebab
penyebab mendasar mendasar anemia anemia defisiensi defisiensi besi besi dengan dengan terapi terapi zat zat besi. besi. Prinsip Prinsip terapiterapi adalah berusaha mengatasi penyebab anemia untuk mencegah kehilangan lebih adalah berusaha mengatasi penyebab anemia untuk mencegah kehilangan lebih lanjut. Pemberian zat besi secara oral sebagai rute pilihan, terutama bila kadar besi lanjut. Pemberian zat besi secara oral sebagai rute pilihan, terutama bila kadar besi tubuh terlalu rendah untuk diatasi dengan perbaikan pola makan yang tubuh terlalu rendah untuk diatasi dengan perbaikan pola makan yang mengandung zat besi. Pemberiaan sediaan oral terutama menggunakan mengandung zat besi. Pemberiaan sediaan oral terutama menggunakan garam-garam fero seperti fero
garam fero seperti fero sulfat, fero fumarat, atau sulfat, fero fumarat, atau fero glukonat. fero glukonat. Garam fero utamaGaram fero utama yang banyak digunakan adalah garam Fero Sulfat (FeSO
yang banyak digunakan adalah garam Fero Sulfat (FeSO44) karena harganya yang) karena harganya yang
relatif murah
relatif murah dengan dengan efektifitas yang efektifitas yang setara dibandinsetara dibandingkan gkan garam garam fero lain.fero lain. Besarnya peran fero sulfat dalam terapi anemia defisiensi besi ini sehingga Besarnya peran fero sulfat dalam terapi anemia defisiensi besi ini sehingga penting
penting untuk untuk mengetahui mengetahui bagaimana bagaimana farmakologi, farmakologi, farmakodinamik,farmakodinamik, farmakokinetik, indikasi, kontraindikasi, keunggulan, efek samping, bentuk farmakokinetik, indikasi, kontraindikasi, keunggulan, efek samping, bentuk sediaan, dosis, aturan pakai, serta interaksinya dengan obat lain.
1.2 Tujuan 1.2 Tujuan
Penyusunan makalah ini bertujuan untuk mengetahui tinjauan kimia, Penyusunan makalah ini bertujuan untuk mengetahui tinjauan kimia, farmakologi, farmakodinamik, farmakokinetik, indikasi, kontraindikasi, efek farmakologi, farmakodinamik, farmakokinetik, indikasi, kontraindikasi, efek samping, bentuk sediaan, dosis, cara pemberian, serta interaksi ferro sulfat dengan samping, bentuk sediaan, dosis, cara pemberian, serta interaksi ferro sulfat dengan obat lain bila diberikan bersamaan.
BAB II BAB II PEMBAHASAN PEMBAHASAN
2.1
2.1 Tinjauan KimiaTinjauan Kimia 99 Nama Kimia
Nama Kimia : : Besi (2+) sulfatBesi (2+) sulfat Rumus
Rumus Molekul Molekul : : FeSOFeSO44.7H.7H22OO
Berat
Berat Molekul Molekul : : 278,01278,01 Pemerian
Pemerian : Hablur, atau : Hablur, atau granul granul berwarna berwarna biru biru kehijauan, kehijauan, pucat, pucat, tidak tidak berbau
berbau dan dan rasa rasa seperti seperti garam. garam. Merekah Merekah di di udara udara kering.kering. Segera teroksidasi dalam udara lembab membentuk besi (III) Segera teroksidasi dalam udara lembab membentuk besi (III) sulfat berwarna kuning kecoklatan.
sulfat berwarna kuning kecoklatan. pH
pH : : lebih kurang 3,7lebih kurang 3,7 Kelarutan
Kelarutan : : Mudah Mudah larut larut dalam dalam air, air, tidak tidak larut larut dalam dalam etanol, etanol, sangat sangat mudahmudah larut dalam air mendidih
larut dalam air mendidih Stabilitas
Stabilitas : : pada pada udara udara lembab, lembab, fero fero sulfat sulfat dengan dengan cepat cepat teroksidasi teroksidasi dandan menjadi feri sulfat berwarna kuning kecoklatan yang tidak menjadi feri sulfat berwarna kuning kecoklatan yang tidak semestinya digunakan sebagai obat. Kecepatan oksidasi akan semestinya digunakan sebagai obat. Kecepatan oksidasi akan dipecepat bila terdapat alkali atau terpapar cahaya.
dipecepat bila terdapat alkali atau terpapar cahaya.1010
2.2
2.2 Nama Generik dan Nama DagangNama Generik dan Nama Dagang Nama Generik
Nama Generik : : Fero SulfatFero Sulfat Nama Dagang
Nama Dagang :: Ferobion
2.3
2.3 FarmakologiFarmakologi
Zat besi merupakan komponen penting dalam pembentukan hemoglobin. Zat besi merupakan komponen penting dalam pembentukan hemoglobin. Jumlah besi yang cukup diperlukan untuk eritropoiesis, kapasitas pengangkutan Jumlah besi yang cukup diperlukan untuk eritropoiesis, kapasitas pengangkutan oksigen yang efektif, serta produksi mioglobin. Zat besi juga merupakan kofaktor oksigen yang efektif, serta produksi mioglobin. Zat besi juga merupakan kofaktor dari beberapa enzim yang penting dalam metabolisme, termasuk sitokrom yang dari beberapa enzim yang penting dalam metabolisme, termasuk sitokrom yang terlibat dalam pengankutan elektron.
terlibat dalam pengankutan elektron.10,1110,11
Besi lebih mudah diabsorbsi dalam bentuk fero. Jumlah kebutuhan Fe Besi lebih mudah diabsorbsi dalam bentuk fero. Jumlah kebutuhan Fe setiap hari dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti umur, jenis kelamin, wanita setiap hari dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti umur, jenis kelamin, wanita hamil dan
hamil dan menyusui. menyusui. Respon hematologRespon hematologik didapatkan ik didapatkan dengan pembdengan pemberian oral 3-erian oral 3-10 hari.
10 hari. Efek plasma yaitu peningkatan retikulosit (retikulositosis) pada 5-10 hari,Efek plasma yaitu peningkatan retikulosit (retikulositosis) pada 5-10 hari, hemoglobin meningkat dalam 2-4 minggu. Absorbsi Fe melalui saluran cerna hemoglobin meningkat dalam 2-4 minggu. Absorbsi Fe melalui saluran cerna terutama berlangsung melalui duodenum, dan lebih kedistal absorbsi akan lebih terutama berlangsung melalui duodenum, dan lebih kedistal absorbsi akan lebih berkurang.
berkurang. Ekskresi melalui urin, keringat, mukosa intestinal dan saat haid.Ekskresi melalui urin, keringat, mukosa intestinal dan saat haid.1212
2.4
2.4 Farmakodinamik Farmakodinamik
Tubuh manusia sehat mengandung + 3,5 g Fe yang hampir seluruhnya Tubuh manusia sehat mengandung + 3,5 g Fe yang hampir seluruhnya dalam bentuk ikatan kompleks dengan protein. Ikatan ini kuat dalam bentuk dalam bentuk ikatan kompleks dengan protein. Ikatan ini kuat dalam bentuk organik, yaitu sebagai ikatan nonion dan lebih lemah dalam bentuk anorganik, organik, yaitu sebagai ikatan nonion dan lebih lemah dalam bentuk anorganik, yaitu sebagai ikatan ion. Besi mudah mengalami oksidasi dan reduksi. Kira-kira yaitu sebagai ikatan ion. Besi mudah mengalami oksidasi dan reduksi. Kira-kira 70% dari Fe yang terdapat dalam tubuh merupakan Fe fungsional atau esensial, 70% dari Fe yang terdapat dalam tubuh merupakan Fe fungsional atau esensial, dan 30% merupakan Fe yang nonesensial. Fe esensial ini terdapat pada
dan 30% merupakan Fe yang nonesensial. Fe esensial ini terdapat pada 1313:: 1.
1. hemoglobin + 66%hemoglobin + 66% 2.
3.
3. enzim tertentu yang berfungsi dalam transfer elektron misalnyaenzim tertentu yang berfungsi dalam transfer elektron misalnya sitokromoksidase, suksinil dehidrogenase dan xantin oksidase
sitokromoksidase, suksinil dehidrogenase dan xantin oksidase sebanyak 0,5%sebanyak 0,5% 4.
4. transferin 0,1%transferin 0,1%
Besi nonesensial terdapat sebagai cadangan dalam bentuk feritin dan Besi nonesensial terdapat sebagai cadangan dalam bentuk feritin dan hemosiderin sebanyak 25%, dan pada parenkim jaringan kira-kira 5%. Cadangan hemosiderin sebanyak 25%, dan pada parenkim jaringan kira-kira 5%. Cadangan Fe pada wanita hanya 200-400 mg, sedang pada pria kira-kira 1 gr.
Fe pada wanita hanya 200-400 mg, sedang pada pria kira-kira 1 gr.1313
2.5
2.5 Farmakokinetik Farmakokinetik a.
a. AbsorbsiAbsorbsi
Absorbsi Fe melalui saluran cerna terutama berlangsung di duodenum, Absorbsi Fe melalui saluran cerna terutama berlangsung di duodenum, makin ke distal absorbsinya makin berkurang. Zat ini lebih mudah diabsorbsi makin ke distal absorbsinya makin berkurang. Zat ini lebih mudah diabsorbsi dalam bentuk fero. Transportnya melalui sel mukosa usus terjadi secara transport dalam bentuk fero. Transportnya melalui sel mukosa usus terjadi secara transport aktif. Ion fero yang sudah diabsorbsi akan diubah menjadi ion feri dalam sel aktif. Ion fero yang sudah diabsorbsi akan diubah menjadi ion feri dalam sel mukosa. Selanjutnya ion feri akan masuk ke dalam plasma dengan perantara mukosa. Selanjutnya ion feri akan masuk ke dalam plasma dengan perantara trasferin, atau diubah menjadi feritin dan disimpan dalam sel mukosa usus. Secara trasferin, atau diubah menjadi feritin dan disimpan dalam sel mukosa usus. Secara umum, bila cadangan dalam tubuh tinggi dan kebutuhan akan zat besi rendah, umum, bila cadangan dalam tubuh tinggi dan kebutuhan akan zat besi rendah, maka akan lebih banyak Fe diubah menjadi feritin. Bila cadangan rendah atau maka akan lebih banyak Fe diubah menjadi feritin. Bila cadangan rendah atau kebutuhan meningkat, maka Fe yang baru diserap akan segera diangkut dari sel kebutuhan meningkat, maka Fe yang baru diserap akan segera diangkut dari sel mukosa ke sumsum tulang untuk eritropoesis. Eritropoesis dapat meningkat mukosa ke sumsum tulang untuk eritropoesis. Eritropoesis dapat meningkat sampai lebih dari 5 kali pada anemia berat atau hipoksia.
sampai lebih dari 5 kali pada anemia berat atau hipoksia.1313
Jumlah Fe yang diabsorbsi sangat tergantung dari bentuk dan jumlah Jumlah Fe yang diabsorbsi sangat tergantung dari bentuk dan jumlah absolutnya serta adanya zat-zat lain. Makanan yang mengandung + 6 mg Fe/1000 absolutnya serta adanya zat-zat lain. Makanan yang mengandung + 6 mg Fe/1000 kilokalori akan diabsorbsi 5
ditingkatkan oleh kobal, inosin, etionin, vitamin C, HCl, suksinat dan senyawa ditingkatkan oleh kobal, inosin, etionin, vitamin C, HCl, suksinat dan senyawa asam lain. Asam akan mereduksi ion feri menjadi fero dan menghambat asam lain. Asam akan mereduksi ion feri menjadi fero dan menghambat terbentuknya kompleks Fe dengan makanan yang tidak larut. Sebaliknya absorbsi terbentuknya kompleks Fe dengan makanan yang tidak larut. Sebaliknya absorbsi Fe akan menurun bila terdapat fosfat atau antasida misalnya kalsium karbonat, Fe akan menurun bila terdapat fosfat atau antasida misalnya kalsium karbonat, aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida. Besi yang terdapat pada aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida. Besi yang terdapat pada makanan hewani umumnya diabsorbsi rata-rata dua kali lebih banyak makanan hewani umumnya diabsorbsi rata-rata dua kali lebih banyak dibandingkan dengan makanan nabati.
dibandingkan dengan makanan nabati.1313
Kadar Fe dalam plasma berperan dalam mengatur absorbsi Fe. Absorbsi Kadar Fe dalam plasma berperan dalam mengatur absorbsi Fe. Absorbsi ini meningkat pada keadaan defisiensi Fe, berkurangnya depot Fe dan ini meningkat pada keadaan defisiensi Fe, berkurangnya depot Fe dan meningkatnya eritropoesis. Selain itu, bila Fe diberikan sebagai obat, bentuk meningkatnya eritropoesis. Selain itu, bila Fe diberikan sebagai obat, bentuk sediaan, dosis dan jumlah serta jenis makanan dapat mempengaruhi absorbsinya. sediaan, dosis dan jumlah serta jenis makanan dapat mempengaruhi absorbsinya.1313 b.
b. TransportTransport
Setelah diabsorbsi, Fe dalam darah akan diikat oleh transferin (siderofilin), Setelah diabsorbsi, Fe dalam darah akan diikat oleh transferin (siderofilin), suatu beta 1-globulin glikoprotein, untuk kemudian diangkut keberbagai jaringan, suatu beta 1-globulin glikoprotein, untuk kemudian diangkut keberbagai jaringan, terutama ke sumsum tulang dan depot Fe. Jelas bahwa kapasitas pengikatan total terutama ke sumsum tulang dan depot Fe. Jelas bahwa kapasitas pengikatan total Fe dalam plasma sebanding dengan jumlah total trasferin plasma, tetapi jumlah Fe Fe dalam plasma sebanding dengan jumlah total trasferin plasma, tetapi jumlah Fe dalam plasma tidak selalu menggambarkan kapasitas pengikatan total Fe ini. dalam plasma tidak selalu menggambarkan kapasitas pengikatan total Fe ini. Selain transferin, sel-sel retikulum dapat pula mengangkut Fe, yaitu untu Selain transferin, sel-sel retikulum dapat pula mengangkut Fe, yaitu untu keperluan eritropoesis. Sel ini juga berfungsi sebagai gudang Fe.
keperluan eritropoesis. Sel ini juga berfungsi sebagai gudang Fe.1313 c.
c. Penyimpanan dan EkskresiPenyimpanan dan Ekskresi
Fe yang tidak digunakan dalam eritropoesis akan disimpan sebagai Fe yang tidak digunakan dalam eritropoesis akan disimpan sebagai cadangan dalam bentuk terikat sebagai feritin. Feritin terutama terdapat dalam cadangan dalam bentuk terikat sebagai feritin. Feritin terutama terdapat dalam sel-sel retikoloendotelial (hati, limpa dan ssumsum tulang) yang nantinya akan sel retikoloendotelial (hati, limpa dan ssumsum tulang) yang nantinya akan
digunakan oleh sumsum tulang dalam proses eritropoesis, 10% diantaranya digunakan oleh sumsum tulang dalam proses eritropoesis, 10% diantaranya terdapat dalam
terdapat dalam labile pool labile pool yang cepat dapat dikerahkan untuk proses ini,yang cepat dapat dikerahkan untuk proses ini, sedangkan sisanya baru digunakan bila
sedangkan sisanya baru digunakan bila labile pool labile pool telah kosong. Besi yangtelah kosong. Besi yang terdapat dalam parenkim jaringan tidak dapat digunakan untuk eritropoesis.
terdapat dalam parenkim jaringan tidak dapat digunakan untuk eritropoesis.1313 Bila Fe diberikan IV, akan cepat sekali diikat oleh apoferitin (protein yang Bila Fe diberikan IV, akan cepat sekali diikat oleh apoferitin (protein yang membentuk feritin) dan disimpan terutama dihati, sedangkan setelah pemberian membentuk feritin) dan disimpan terutama dihati, sedangkan setelah pemberian peroral terutama akan dis
peroral terutama akan disimpan di limpa dan sumsum tulang. impan di limpa dan sumsum tulang. Fe yang berasal dariFe yang berasal dari pemecahan
pemecahan eritrosit eritrosit akan akan masuk masuk ke ke dalam dalam hati hati dan dan limpa. limpa. Penimbunan Fe Penimbunan Fe dalamdalam jumlah
jumlah abnormal abnormal tinggi tinggi dapat dapat terjadi terjadi akibat akibat transfusi transfusi darah darah yang yang berulang-ulangberulang-ulang atau akibat penggunaan prefarat Fe dalam jumlah berlebihan yang diikuti absorbsi atau akibat penggunaan prefarat Fe dalam jumlah berlebihan yang diikuti absorbsi yang berlebihan pula.
yang berlebihan pula.1313
Jumlah Fe yang diekskresi setiap hari sedikit sekali, biasanya sekitar 0,5 Jumlah Fe yang diekskresi setiap hari sedikit sekali, biasanya sekitar 0,5 – – 1 mg sehari. Ekskresi terutama berlangsung melalui sel epitel kulit dan saluran 1 mg sehari. Ekskresi terutama berlangsung melalui sel epitel kulit dan saluran cerna yang terkelupas, selain itu juga melalui keringat, urin, feses, serta kuku dan cerna yang terkelupas, selain itu juga melalui keringat, urin, feses, serta kuku dan rambut yang dipotong. Pada proteinuria jumlah yang dikeluarkan dengan urin rambut yang dipotong. Pada proteinuria jumlah yang dikeluarkan dengan urin dapat meningkat bersama dengan sel yang mengelupas. Pada wanita usia subur dapat meningkat bersama dengan sel yang mengelupas. Pada wanita usia subur dengan siklus haid 28 hari, jumlah Fe yang diekskresi sehubungan dengan haid dengan siklus haid 28 hari, jumlah Fe yang diekskresi sehubungan dengan haid diperkirakan sebanyak 0,5
diperkirakan sebanyak 0,5 – – 1 mg sehari.1 mg sehari.1313
2.6
2.6 IndikasiIndikasi
Sediaan Fe hanya digunakan untuk pengobatan anemia defisiensi Fe. Sediaan Fe hanya digunakan untuk pengobatan anemia defisiensi Fe. Penggunaan di luar indikasi ini cenderung menyebabkan penyakit penimbunan Penggunaan di luar indikasi ini cenderung menyebabkan penyakit penimbunan besi
kehilangan darah. Selain itu, dapat pula terjadi misalnya pada wanita hamil kehilangan darah. Selain itu, dapat pula terjadi misalnya pada wanita hamil (terutama multipara) dan pada masa pertumbuhan, karena kebutuhan yang (terutama multipara) dan pada masa pertumbuhan, karena kebutuhan yang meningkat.
meningkat.1313
2.7 Kontraindikasi 2.7 Kontraindikasi
Sediaan besi dikontraindikasikan pada hemokromatosis, anemia hemolitik, Sediaan besi dikontraindikasikan pada hemokromatosis, anemia hemolitik, dan yang diketahui hipersensitif terhadap besi.
dan yang diketahui hipersensitif terhadap besi.1010
2.8
2.8 Efek SampingEfek Samping
Efek samping yang paling sering timbul berupa intoleransi terhadap sediaan Efek samping yang paling sering timbul berupa intoleransi terhadap sediaan oral, dan ini sangat tergantung dari jumlah Fe yang dapat larut dan yang oral, dan ini sangat tergantung dari jumlah Fe yang dapat larut dan yang diabsorbsi pada tiap pemberian. Gejala yang timbul dapat berupa mual dan nyeri diabsorbsi pada tiap pemberian. Gejala yang timbul dapat berupa mual dan nyeri lambung (+ 7-20%), konstipasi (+ 10%), diare (+ 5%) dan kolik. Gangguan ini lambung (+ 7-20%), konstipasi (+ 10%), diare (+ 5%) dan kolik. Gangguan ini biasanya
biasanya ringan ringan dan dan dapat dapat dikurangi dikurangi mengurangi mengurangi dosis dosis atau atau dengan dengan pemberianpemberian sesuadah makan, walaupun dengan cara ini absorbsi dapat berkurang. Perlu sesuadah makan, walaupun dengan cara ini absorbsi dapat berkurang. Perlu diterangkan kemungkinan timbulnya feses yang berwarna hitam kepada diterangkan kemungkinan timbulnya feses yang berwarna hitam kepada penderita.
penderita.13,1413,14
Perbedaan diantara berbagai macam sediaan besi salah satunya adalah Perbedaan diantara berbagai macam sediaan besi salah satunya adalah dalam hal iritasi lokal dan kerja astringennya, yang biasanya tidak diberikan oleh dalam hal iritasi lokal dan kerja astringennya, yang biasanya tidak diberikan oleh senyawa kompleks besi. Semua senyawa fero dioksidasi dalam saluran cerna senyawa kompleks besi. Semua senyawa fero dioksidasi dalam saluran cerna dengan melepaskan radikal hidroksil yang akan menyerang dinding saluran cerna dengan melepaskan radikal hidroksil yang akan menyerang dinding saluran cerna dan menghasilkan berbagai gejala dan ketidaknyamanan pada saluran cerna.
Pemberian Fe secara IM dapat menyebabkan reaksi lokal pada tempat Pemberian Fe secara IM dapat menyebabkan reaksi lokal pada tempat suntikan yaitu berupa rasa sakit, warna coklat pada tempat suntikan, peradangan suntikan yaitu berupa rasa sakit, warna coklat pada tempat suntikan, peradangan lokal dengan pembesaran kelenjar inguinal. Peradangan lokal lebih sering terjadi lokal dengan pembesaran kelenjar inguinal. Peradangan lokal lebih sering terjadi pada pemakaian
pada pemakaian IM dibandingkan IV. Selain IM dibandingkan IV. Selain itu dapat itu dapat pula terjadi pula terjadi reaksi sistreaksi sistemik emik yaitu pada 0,5
yaitu pada 0,5 – – 0,8% kasus. Reaksi yang dapat terjadi dalam 10 menit setelah0,8% kasus. Reaksi yang dapat terjadi dalam 10 menit setelah suntikan adalah sakit kepala, nyeri otot dan sendi, hemolisis, takikardi,
suntikan adalah sakit kepala, nyeri otot dan sendi, hemolisis, takikardi, flushing flushing ,, berkeringat, mual,
berkeringat, mual, muntah, bronkospasme, muntah, bronkospasme, hipotensi, pusing hipotensi, pusing dan kolaps dan kolaps sirkulasi.sirkulasi. Sedangkan reaksi yang lebih sering timbul dalam ½ - 24 jam setelah suntikan Sedangkan reaksi yang lebih sering timbul dalam ½ - 24 jam setelah suntikan misalnya sinkop, demam, menggigil,
misalnya sinkop, demam, menggigil, rashrash, urtikaria, nyeri dada, perasaan sakit, urtikaria, nyeri dada, perasaan sakit pada
pada seluruh seluruh badan badan danensefalopatia. danensefalopatia. Reaksi Reaksi sistemik sistemik lebih lebih sering sering terjadi terjadi padapada pemberian IV, demikain pula syok atau h
pemberian IV, demikain pula syok atau henti jantung.enti jantung.1313
2.9
2.9 Bentuk Sediaan ObatBentuk Sediaan Obat
Sediaan besi oral diindikasikan untuk profilaksis maupun terapi anemia Sediaan besi oral diindikasikan untuk profilaksis maupun terapi anemia defisiensi besi. Sedian besi oral tersedia dalam bentuk berbagai garam fero dari defisiensi besi. Sedian besi oral tersedia dalam bentuk berbagai garam fero dari sulfat, fumarat, glukonat, suksinat, glutamat, dan laktat. Tidak ada perbedaan sulfat, fumarat, glukonat, suksinat, glutamat, dan laktat. Tidak ada perbedaan absorbsi di antara garam-garam Fe ini. Jika ada, mungkin disebabkan oleh absorbsi di antara garam-garam Fe ini. Jika ada, mungkin disebabkan oleh perbedaan kelarutannya
perbedaan kelarutannya dalam asam dalam asam lambung. Dalam lambung. Dalam bentuk garam bentuk garam sitrat, sitrat, tartrat,tartrat, karbonat, pirofosfat ternyata Fe sukar diabsorbsi, demikian pula sebagai garam karbonat, pirofosfat ternyata Fe sukar diabsorbsi, demikian pula sebagai garam ferri (Fe
ferri (Fe++++++).).11,1311,13
Sediaan besi oral umumnya mengandung besi non-heme dalam bentuk Sediaan besi oral umumnya mengandung besi non-heme dalam bentuk garam fero, yang umumnya merupakan senyawa fero anorganik dan organik garam fero, yang umumnya merupakan senyawa fero anorganik dan organik sederhana ataupun senyawa kompleks fero. Garam fero lebih dipilih karena sederhana ataupun senyawa kompleks fero. Garam fero lebih dipilih karena
memiliki kelarutan yang lebih tinggi daripada garam feri sehingga lebih mudah memiliki kelarutan yang lebih tinggi daripada garam feri sehingga lebih mudah diabsorpsi daripada garam feri.
diabsorpsi daripada garam feri.1010
Sediaan yang banyak digunakan dan murah ialah hidrat sulfas ferosus Sediaan yang banyak digunakan dan murah ialah hidrat sulfas ferosus (FeSO4.7H2O) 300 mg yang mengandung 20% Fe. Untuk anemia berat biasanya (FeSO4.7H2O) 300 mg yang mengandung 20% Fe. Untuk anemia berat biasanya diberikan 3 x 300 mg sulfas ferosus sehari selama 6 bulan. Dalam hal ini diberikan 3 x 300 mg sulfas ferosus sehari selama 6 bulan. Dalam hal ini mula-mula absorbsi berjumlah + 45 mg sehari, dan setelah depot Fe dipenuhi menurun mula absorbsi berjumlah + 45 mg sehari, dan setelah depot Fe dipenuhi menurun menjadi 5
menjadi 5 – – 10 mg sehari. Selama kausa anemia belum disingkirkan terapi harus10 mg sehari. Selama kausa anemia belum disingkirkan terapi harus diteruskan. Pada mereka yang intoleran terhadap dosis setinggi ini, dapat diteruskan. Pada mereka yang intoleran terhadap dosis setinggi ini, dapat dikurangi sampai jumlah yang diterima atau bila perlu sedian diganti dengan dikurangi sampai jumlah yang diterima atau bila perlu sedian diganti dengan sediaan parenteral.
sediaan parenteral.13,15,1613,15,16
Perhitungan dosis sediaan besi harus selalu berdasarkan jumlah besi Perhitungan dosis sediaan besi harus selalu berdasarkan jumlah besi elementalnya, seperti dapat dilihat pada tabel berikut.
elementalnya, seperti dapat dilihat pada tabel berikut.1717
Tabel Persentasi Besi Elemental Tabel Persentasi Besi Elemental Nama
Nama Sediaan Sediaan Besi Besi Elemental Elemental Jumlah Jumlah Besi Besi ElementalElemental Fero
Fero Sulfat Sulfat 20 % 20 % 300 300 mg mg 60 60 mgmg Fero
Fero sulfat, sulfat, eksikatus eksikatus 30 30 % % 200 200 mg mg 60 60 mgmg Fero
Fero glukonat glukonat 12 % 12 % 300 300 mg mg 35 35 mgmg Fero
Fero Fumarat Fumarat 33 33 % % 200 200 mg mg 65 65 %%
Dalam hal bentuk sediaan, bentuk tablet ataupun kapsul lebih disukai Dalam hal bentuk sediaan, bentuk tablet ataupun kapsul lebih disukai daripada bentuk cair seperti sirup. Sediaan besi dalam bentuk sirup yang daripada bentuk cair seperti sirup. Sediaan besi dalam bentuk sirup yang umumnya ditujukan untuk anak-anak, dapat membuat gigi berwarna ke
Penggunaan sediaan untuk suntikan IM dan IV hanya dibenarkan bila Penggunaan sediaan untuk suntikan IM dan IV hanya dibenarkan bila pemberian
pemberian oral oral tidak tidak memungkinkan memungkinkan misalnya misalnya penderita penderita bersifat bersifat intoleranintoleran terhadap sediaan oral, atau pemberian oral tidak menimbulkan respons terhadap sediaan oral, atau pemberian oral tidak menimbulkan respons terapeutik.
terapeutik.1313 Iron
Iron dextrandextran (imferon)(imferon) mangandung 50 mg Fe setiap ml (larutan 5%)mangandung 50 mg Fe setiap ml (larutan 5%) untuk penggunaan IM atau IV. Respons terapeutik terhadap suntikan IM ini tidak untuk penggunaan IM atau IV. Respons terapeutik terhadap suntikan IM ini tidak lebih cepat daripada pemberian oral. Dosis total yang diperlukan dihitung lebih cepat daripada pemberian oral. Dosis total yang diperlukan dihitung berdasarkan beratnya
berdasarkan beratnya anemia anemia yaitu 250 myaitu 250 mg Fe g Fe untuk setiap untuk setiap gram kekurangan gram kekurangan Hb.Hb. Pada hari pertama disuntikan 50 mg, dilanjutkan de4ngan 100
Pada hari pertama disuntikan 50 mg, dilanjutkan de4ngan 100 – – 250 mg setiap250 mg setiap hari atau beberapa hari sekali. Penyuntikan dilakukan pada kuadran atas luar hari atau beberapa hari sekali. Penyuntikan dilakukan pada kuadran atas luar m.m. Gluteus
Gluteus dan secara dalam untuk menghindari pewarnaan kulit.dan secara dalam untuk menghindari pewarnaan kulit.1313
Untuk memperkecil reaksi toksik pada pemberian IV, dosis permulaan Untuk memperkecil reaksi toksik pada pemberian IV, dosis permulaan tidak boleh melebihi 25 mg, dan diikuti dengan peningkatan bertahap untuk 2-3 tidak boleh melebihi 25 mg, dan diikuti dengan peningkatan bertahap untuk 2-3 hari sampai tercapai dosis 100 mg/hari. Obat harus diberikan perlahan lahan yaitu hari sampai tercapai dosis 100 mg/hari. Obat harus diberikan perlahan lahan yaitu dengan menyuntikan 20-50 mg/menit.
dengan menyuntikan 20-50 mg/menit.1313
2.10
2.10 Cara PemberianCara Pemberian
Sediaan besi oral umumnya harus diberikan di antara waktu makan (misal Sediaan besi oral umumnya harus diberikan di antara waktu makan (misal 30 menit
30 menit – – 1 jam atau 2 jam sesudah makan) untuk absorbsi besi yang maksimal.1 jam atau 2 jam sesudah makan) untuk absorbsi besi yang maksimal. Namun
Namun untuk untuk meminimalkan meminimalkan efek efek samping samping pada pada saluran saluran cerna cerna dapat dapat dikonsumsidikonsumsi bersamaan
bersamaan dengan makanan. dengan makanan. Pada Pada penderita penderita yang sulit yang sulit mentoleransi mentoleransi sediaan sediaan besibesi oral dapat dicoba untuk diberikan dalam dosis kecil dengan frekuensi pemberian oral dapat dicoba untuk diberikan dalam dosis kecil dengan frekuensi pemberian
lebih sering pada awalnya lalu dosis ditingkatkan secara bertahap atau dengan lebih sering pada awalnya lalu dosis ditingkatkan secara bertahap atau dengan mengganti dengan bentuk sediaan lainnya.
mengganti dengan bentuk sediaan lainnya.1010
2.11
2.11 DosisDosis
Dosis terapi yang umum untuk dewasa adalah 50
Dosis terapi yang umum untuk dewasa adalah 50 – – 100 mg besi elemental100 mg besi elemental tiga kali sehari. Dosis yang lebih kecil (60-120 mg Fe per hari) juga tiga kali sehari. Dosis yang lebih kecil (60-120 mg Fe per hari) juga direkomendasikan terutama untuk meminimalkan intoleransi saluran cerna. direkomendasikan terutama untuk meminimalkan intoleransi saluran cerna. Pemberian dosis kecil ini kemungkinan akan diikuti dengan kecepatan Pemberian dosis kecil ini kemungkinan akan diikuti dengan kecepatan pengembalian zat besi yang lambat dan bertahap.
pengembalian zat besi yang lambat dan bertahap.1919
Dosis untuk dewasa yang kekurangan Fe yaitu 300 mg, dua kali sehari Dosis untuk dewasa yang kekurangan Fe yaitu 300 mg, dua kali sehari sampai 300 mg 4 kali sehari atau 250 mg (lepas lambat) dalam 1-2 kali sehari. sampai 300 mg 4 kali sehari atau 250 mg (lepas lambat) dalam 1-2 kali sehari. Untuk pro
Untuk profilaksis 300 mfilaksis 300 mg/hari. Dosis g/hari. Dosis untuk anak-anuntuk anak-anak ak dengan anemia dengan anemia karenakarena defisiensi Fe parah yaitu 4-6 mg/kg/hari dalam 3 dosis terbagi, snemia karena defisiensi Fe parah yaitu 4-6 mg/kg/hari dalam 3 dosis terbagi, snemia karena defisiensi Fe ringan -sedang yaitu 3 mg/kg/hari dalam 1-2 dosis terbagi, dan defisiensi Fe ringan -sedang yaitu 3 mg/kg/hari dalam 1-2 dosis terbagi, dan profilaksis 1-2 mg/kg/hari sampai dosis maksimum 15 mg
profilaksis 1-2 mg/kg/hari sampai dosis maksimum 15 mg/hari./hari.1212
2.12
2.12 Interaksi ObatInteraksi Obat
Penggunaan bersamaan vitamin C lebih dari 200 mg per 30 mg Fe akan Penggunaan bersamaan vitamin C lebih dari 200 mg per 30 mg Fe akan meningkatkan absorpsi oral Fe. Absorpsi oral Fe dan tetrasiklin akan menurun meningkatkan absorpsi oral Fe. Absorpsi oral Fe dan tetrasiklin akan menurun jika
jika digunakan digunakan bersamaan. bersamaan. Absorpsi Absorpsi fluorokuinolon, fluorokuinolon, levodopa, levodopa, metildopa metildopa dandan penisilinamin
penisilinamin akan akan menurun menurun karena karena terbentuknya terbentuknya kompleks kompleks Fe-kuinolonFe-kuinolon (terbentuk kelat). Penggunaan bersamaan antasida, bloker H2 atau inhibitor (terbentuk kelat). Penggunaan bersamaan antasida, bloker H2 atau inhibitor pompa proton
Respon terhadap Fe akan tertunda dengan adanya kloramfenikol, suplemen Zn Respon terhadap Fe akan tertunda dengan adanya kloramfenikol, suplemen Zn (dosis besar
(dosis besar besi menurunbesi menurunkan absorbs kan absorbs Zn). Zn). Sereal (menganduSereal (mengandung asam ng asam fitat),fitat), serat makanan, teh, kopi, telur dan susu akan menurunkan absorpsi besi.
serat makanan, teh, kopi, telur dan susu akan menurunkan absorpsi besi.1212
2.13
2.13 Over dosis / KeracunanOver dosis / Keracunan
Gejala keracunan besi meliputi iritasi saluran cerna, erosi mukosa saluran Gejala keracunan besi meliputi iritasi saluran cerna, erosi mukosa saluran cerna, gangguan hati dan ginjal, koma, hematemesis, dan asidosis. Overdosis besi cerna, gangguan hati dan ginjal, koma, hematemesis, dan asidosis. Overdosis besi yang parah dapat diatasi dengan pemberian deferoksamin yang diberikan secara yang parah dapat diatasi dengan pemberian deferoksamin yang diberikan secara intravena. Dosis toksik besi adalah di atas 35 mg/kgBB.
intravena. Dosis toksik besi adalah di atas 35 mg/kgBB.2020
Intoksikasi akut sangat jarang terjadi pada orang dewasa, kebanyakan Intoksikasi akut sangat jarang terjadi pada orang dewasa, kebanyakan terjadi pada anak akibat menelan terlalu banyak tablet FeSO4 yang mirip terjadi pada anak akibat menelan terlalu banyak tablet FeSO4 yang mirip gula-gula. Intoksikasi akut ini dapat terjadi setelah menelan Fe sebanyak 1 gr. Kelainan gula. Intoksikasi akut ini dapat terjadi setelah menelan Fe sebanyak 1 gr. Kelainan utama terdapat pada saluran cerna, mulai dari iritasi, korosi, sampai terjadi utama terdapat pada saluran cerna, mulai dari iritasi, korosi, sampai terjadi nekrosis. Gejala yang timbul sering kali berupa mual, muntah, diare, hematemesis nekrosis. Gejala yang timbul sering kali berupa mual, muntah, diare, hematemesis serta feses berwarna hitam karena perdarahan pada saluran cerna, syok dan serta feses berwarna hitam karena perdarahan pada saluran cerna, syok dan akhirnya kolaps kardiovaskuler dengan bahaya kematian. Efek korosif dapat akhirnya kolaps kardiovaskuler dengan bahaya kematian. Efek korosif dapat menyebabkan stenosis pilorus dan terbentuknya jaringan parut berlebihan di menyebabkan stenosis pilorus dan terbentuknya jaringan parut berlebihan di kemudian hari.
kemudian hari.1313
Gejala keracunan tersebut diatas dapat timbul dalam waktu 30 menit atau Gejala keracunan tersebut diatas dapat timbul dalam waktu 30 menit atau setelah beberapa jam meminum obat. Terapi yang dapat dilakukan adalah sebagai setelah beberapa jam meminum obat. Terapi yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut
berikut : : pertama-tama pertama-tama diusahakan diusahakan agar agar penderita penderita muntah, muntah, kemudian kemudian diberikandiberikan susu atau telur yang dapat mengikat Fe sebagai kompleks protein Fe. Bila obat susu atau telur yang dapat mengikat Fe sebagai kompleks protein Fe. Bila obat diminum kurang dari 1 jam sebelumnya, dapat dilakukan bilasan lambung dengan diminum kurang dari 1 jam sebelumnya, dapat dilakukan bilasan lambung dengan
menggunakan larutan natrium bikarbonat 1%. Akan tetapi, bila masuknya obat menggunakan larutan natrium bikarbonat 1%. Akan tetapi, bila masuknya obat telah lebih dari 1 jam, maka telah terjadi nekrosis sehingga bilasan lambung dapat telah lebih dari 1 jam, maka telah terjadi nekrosis sehingga bilasan lambung dapat menyebabkan perforasi. Selanjutnya keadaan syok dehidrasi dan asidosis harus menyebabkan perforasi. Selanjutnya keadaan syok dehidrasi dan asidosis harus diatasi. Selain itu, deferoksamin yang merupakan zat pengkelat (
diatasi. Selain itu, deferoksamin yang merupakan zat pengkelat (chelating agent chelating agent )) spesifik untuk besi, efektif untuk mengatasi efek toksik sistemik maupun lokal. spesifik untuk besi, efektif untuk mengatasi efek toksik sistemik maupun lokal. Intoksikasi menahun dapat mengakibatkan hemosiderosis.
Intoksikasi menahun dapat mengakibatkan hemosiderosis.1313
2.14
2.14 Pemantauan Terapi Fero SulfatPemantauan Terapi Fero Sulfat
Respon terapi dapat dievaluasi dengan mengetahui peningkatan Hb dan Respon terapi dapat dievaluasi dengan mengetahui peningkatan Hb dan hitung retikulosit. Respon positif jika ditemukan kenaikan konsentrasi Hb 0,1-0,3 hitung retikulosit. Respon positif jika ditemukan kenaikan konsentrasi Hb 0,1-0,3 g/dL atau kenaikan Ht 1% pada hari keempat. Retikulosit meningkat dalam 3-5 g/dL atau kenaikan Ht 1% pada hari keempat. Retikulosit meningkat dalam 3-5 hari dimulai pengobatan, mencapai puncaknya pada hari ke-7-10. Untuk mencapai hari dimulai pengobatan, mencapai puncaknya pada hari ke-7-10. Untuk mencapai nilai Hb yang diharapkan membutuhkan waktu rata-rata 1-2 bulan. Sekali kadar nilai Hb yang diharapkan membutuhkan waktu rata-rata 1-2 bulan. Sekali kadar Hb mencapai normal, maka terapi besi terus dilanjutkan paling tidak hingga 3 Hb mencapai normal, maka terapi besi terus dilanjutkan paling tidak hingga 3 bulan berikutnya untuk meng
BAB III BAB III PENUTUP PENUTUP 3.1 Simpulan 3.1 Simpulan
Adapun simpulan yang diperoleh dari makalah ini adalah sebagai berikut : Adapun simpulan yang diperoleh dari makalah ini adalah sebagai berikut : 1.
1. Anemia defisiensi besi adalah anemia yang timbul akibat kosongnya cadanganAnemia defisiensi besi adalah anemia yang timbul akibat kosongnya cadangan besi
besi tubuh tubuh ((depleted iron storedepleted iron store) sehingga penyediaan besi untuk ) sehingga penyediaan besi untuk eritropoesiseritropoesis berkurang, yang p
berkurang, yang pada akhirnya pembentukan hemogada akhirnya pembentukan hemoglobin (Hb) berkurang.lobin (Hb) berkurang. 2.
2. Manajemen anemia defisiensi besi yang efektif yaitu pemberiaan sediaan besiManajemen anemia defisiensi besi yang efektif yaitu pemberiaan sediaan besi oral, yang banyak digunakan adalah Fero Sulfat (FeSO
oral, yang banyak digunakan adalah Fero Sulfat (FeSO44) karena harganya) karena harganya
yang relatif murah dan efektif. yang relatif murah dan efektif. 3.
3. Absorbsi Fe melalui saluran cerna terutama berlangsung di duodenum. SetelahAbsorbsi Fe melalui saluran cerna terutama berlangsung di duodenum. Setelah diabsorbsi, Fe dalam darah akan diikat oleh transferin (siderofilin) diabsorbsi, Fe dalam darah akan diikat oleh transferin (siderofilin) yangdiangkut keberbagai jaringan, terutama ke sumsum tulang dan depot Fe. yangdiangkut keberbagai jaringan, terutama ke sumsum tulang dan depot Fe. Fe yang tidak digunakan dalam eritropoesis akan disimpan sebagai cadangan Fe yang tidak digunakan dalam eritropoesis akan disimpan sebagai cadangan dalam bentuk terikat sebagai feritin
dalam bentuk terikat sebagai feritin 4.
4. Indikasi sediaan Fe Sulfat hanya digunakan untuk pengobatan anemiaIndikasi sediaan Fe Sulfat hanya digunakan untuk pengobatan anemia defisiensi Fe.
defisiensi Fe. 5.
5. Sediaan besi dikontraindikasikan pada hemokromatosis, anemia hemolitik,Sediaan besi dikontraindikasikan pada hemokromatosis, anemia hemolitik, dan yang diketahui hipersensitif terhadap besi.
dan yang diketahui hipersensitif terhadap besi. 6.
6. Efek samping yang paling sering timbul berupa intoleransi dengan gejala yangEfek samping yang paling sering timbul berupa intoleransi dengan gejala yang timbul dapat berupa mual dan nyeri lambung (+ 7-20%), konstipasi (+ 10%), timbul dapat berupa mual dan nyeri lambung (+ 7-20%), konstipasi (+ 10%), diare (+ 5%) dan kolik.
7.
7. Sediaan yang banyak digunakan dan murah ialah sediaan oral hidrat sulfasSediaan yang banyak digunakan dan murah ialah sediaan oral hidrat sulfas ferosus (FeSO4.7H2O) 300 mg
ferosus (FeSO4.7H2O) 300 mg yang mengandung 20% Fe.yang mengandung 20% Fe. 8.
8. Sediaan besi oral umumnya harus diberikan di antara waktu makan (misal 30Sediaan besi oral umumnya harus diberikan di antara waktu makan (misal 30 menit
menit – – 1 jam atau 2 jam sesudah makan) untuk absorbsi besi yang maksimal.1 jam atau 2 jam sesudah makan) untuk absorbsi besi yang maksimal. Namun
Namun untuk untuk meminimalkan meminimalkan efek efek samping samping pada pada saluran saluran cerna cerna dapatdapat dikonsumsi bersamaan dengan makanan.
dikonsumsi bersamaan dengan makanan. 9.
9. Dosis untuk dewasa yang kekurangan Fe yaitu 300 mg, dua kali sehari sampaiDosis untuk dewasa yang kekurangan Fe yaitu 300 mg, dua kali sehari sampai 300 mg 4 kali sehari atau 250 mg (lepas lambat) dalam 1-2 kali sehari.
300 mg 4 kali sehari atau 250 mg (lepas lambat) dalam 1-2 kali sehari. 10.
10. Penggunaan bersamaan vitamin C lebih dari 200 mg per 30 mg Fe akanPenggunaan bersamaan vitamin C lebih dari 200 mg per 30 mg Fe akan meningkatkan absorpsi oral Fe.
meningkatkan absorpsi oral Fe. 11.
11. Dosis toksik besi adalah di atas 35 mg/kgBBDosis toksik besi adalah di atas 35 mg/kgBB.. Gejala yang timbul sering kaliGejala yang timbul sering kali berupa
berupa mual, mual, muntah, muntah, diare, diare, hematemesis hematemesis serta serta feses feses berwarna berwarna hitam hitam karenakarena perdarahan
perdarahan pada pada saluran saluran cerna, cerna, syok syok dan dan akhirnya akhirnya kolaps kolaps kardiovaskuler kardiovaskuler dengan bahaya kematian.
dengan bahaya kematian. 12.
12. Respon terapi dapat dievaluasi dengan mengetahui peningkatan Hb dan hitungRespon terapi dapat dievaluasi dengan mengetahui peningkatan Hb dan hitung retikulosit.
DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA 1.
1. Berkow R. 1997.Berkow R. 1997. The Merck Manual of Medical InformationThe Merck Manual of Medical Information . New York :. New York : Pocket Books Health.
Pocket Books Health. 2.
2. Kennedy G, Nantel G, dan Shetty P. 2005. The Scourge of “Hidden Hunger” :Kennedy G, Nantel G, dan Shetty P. 2005. The Scourge of “Hidden Hunger” : Global dimensions of Micronutrient Deficiencies.
Global dimensions of Micronutrient Deficiencies. FAO FAO Corporate Corporate Document Document Repository.
Repository. Diperoleh dariDiperoleh dari www.fao.org/DOCREP/005/y8346m/y8346m02.www.fao.org/DOCREP/005/y8346m/y8346m02. htm
htm 3.
3. Gasche C. Lomer ECM. Cavill I, dan Weiis G.. Iron, anemia, andGasche C. Lomer ECM. Cavill I, dan Weiis G.. Iron, anemia, and inflammatory bowel disease.
inflammatory bowel disease. Review Article.Gut Review Article.Gut . 2004;53:1190-7.. 2004;53:1190-7. 4.
4. Wahyuni AS. 2004. Anemia Defisiensi Besi pada Balita.Wahyuni AS. 2004. Anemia Defisiensi Besi pada Balita. USU Digital Library.USU Digital Library. 5.
5. Bakta, I.M. 2007. Hematologi Klinik Ringkas. Jakarta Bakta, I.M. 2007. Hematologi Klinik Ringkas. Jakarta : EGC.: EGC. 6.
6. NAAC (National Anemia Action Council). 2005. Iron Deficiency Anemia. AS NAAC (National Anemia Action Council). 2005. Iron Deficiency Anemia. AS : National Anemia Action Council, Inc. Diperoleh dari
: National Anemia Action Council, Inc. Diperoleh dari www.anemia.org.www.anemia.org. 7.
7. Provan D. 2005. Iron deficiency Anemia.Provan D. 2005. Iron deficiency Anemia. ABC of Clinical Hematology ABC of Clinical Hematology 8.
8. Mukhopadhyay D, dan Mohanambun K. Iron defficiency aneima in older Mukhopadhyay D, dan Mohanambun K. Iron defficiency aneima in older people
people : : investigation, investigation, managenment, managenment, and and treatment treatment (commentary).(commentary). Age Age and and Ageing
Ageing . 2002;31:87-91. 2002;31:87-91 9.
9. Ditjen POM. 1995. Farmakope IndonesiaDitjen POM. 1995. Farmakope Indonesia.. Edisi 4. Jakarta: departemenEdisi 4. Jakarta: departemen Kesehatan RI.
Kesehatan RI. 10.
10. ASHP. 2002. AHFS Drug Information. Bethesda : American Society of ASHP. 2002. AHFS Drug Information. Bethesda : American Society of Health System Pharmacist, Inc.
Health System Pharmacist, Inc. 11.
11. USDPI. 1989. Drug Information for The Health Care Professional. Edisi 9.USDPI. 1989. Drug Information for The Health Care Professional. Edisi 9. Vol IA. United States Pharmacopeial
Vol IA. United States Pharmacopeial Convention, Inc.Convention, Inc. 12.
12. Informasi obat oleh Dinas Kesehatan Jawa Barat. Informasi obat oleh Dinas Kesehatan Jawa Barat. www.diskes.jabarprov.go.id.www.diskes.jabarprov.go.id. 13.
13. Ganiswara SG.2004. Farmakologi dan TerapiGaniswara SG.2004. Farmakologi dan Terapi.. Edisi 6. Jakarta: BagianEdisi 6. Jakarta: Bagian Farmakologi FKUI.
Farmakologi FKUI. 14.
14. Gennaro RA. 1990.Gennaro RA. 1990. Pharmaceutical Sciences.Pharmaceutical Sciences. Edisi 18. Pennsylvania : Mack Edisi 18. Pennsylvania : Mack Publishing Company.
Publishing Company. 15.
15. McDiarmid T dan Johnson DE. Are any oral iron formulations better toleratedMcDiarmid T dan Johnson DE. Are any oral iron formulations better tolerated than ferous silphate?
than ferous silphate? Journal of Family Practice Journal of Family Practice 2002:51(6)2002:51(6) 16.
16. Ibrahim D. 2005. Oral Iron Supplements : A review. Artikel online dariIbrahim D. 2005. Oral Iron Supplements : A review. Artikel online dari university of Saskatchewan Pharmacy & Nutrition.htm
university of Saskatchewan Pharmacy & Nutrition.htm 17.
17. Little RD. Little RD. Ambulatory management Ambulatory management of common of common form of form of anemia.anemia. Journal Journal of of Am.Fam.Physician
Am.Fam.Physician. 1999:59(6). 1999:59(6) 18.
18. Tripathi, K.D 2001. Essential of Medical Pharmacology. India :Tripathi, K.D 2001. Essential of Medical Pharmacology. India : Jaypee Jaypee Brothers Medical Publisher.
Brothers Medical Publisher. 19.
19. Katzung GB. 2004. Basic & Clinical Pharmacological. Edisi 9. Singapore :Katzung GB. 2004. Basic & Clinical Pharmacological. Edisi 9. Singapore : McGraw Hill.
McGraw Hill. 20.
20. Gennaro RA. 2000. Remington : The Science and Practice of Pahrmacy. EdisiGennaro RA. 2000. Remington : The Science and Practice of Pahrmacy. Edisi 20. Pennsylvania : Mack Publishing Company.
20. Pennsylvania : Mack Publishing Company. 21.
21. Zimmermann MB, Hurrel RF. Nutritional iron deficiency.Zimmermann MB, Hurrel RF. Nutritional iron deficiency. The Lancet The Lancet 2007:370(9586
2007:370(9586): ): 511-20511-20 22.
22. Timmcke JQ 2005. A New Approach to Deliver Iron to A DeficientTimmcke JQ 2005. A New Approach to Deliver Iron to A Deficient Population : Formulation Focus.