85
MANAJEMEN RISIKO K3 PADA PROYEK BENDUNGAN TEMEF
NUSA TENGGARA TIMUR DENGAN METODE FAILURE MODE
AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DAN FAULT TREE ANALYSIS
(FTA)
OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY (OHS) RISK
MANAGEMENT AT TEMEF DAM PROJECT EAST NUSA
TENGGARA WITH FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS
(FMEA) METHOD AND FAULT TREE ANALYSIS (FTA) METHOD
William Aldrian Imanuel Mawikere*1, Bambang Endro Yuwono2 1,2Jurusan Teknik Sipil, Universitas Trisakti, Jakarta
*e-mail: [email protected] ABSTRAK
Risiko adalah sesuatu kemungkinan yang dapat terjadi dalan suatu pekerjaan yang dapat memberikan kerugian dan juga keuntungan. Risiko terhadap suatu proyek konstruksi sendiri bersifat tidak bisa dihindari terutama dalam pekerjaan konstruksi besar seperti Proyek Bendungan Temef yang direncanakan akan menjadi Bendungan terbesar di Nusa Tenggara Timur. Maka dari itu dibutuhkannya manajemen risiko yang dapat meminimalisir kecelakaan terhadap kesehatan dan ,keselamatan kerja (K3). Penelitian ini menggunakan dua metode yaitu Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mengetahui risiko-risiko yang berpotensial terjadi dan Fault Tree Analysis (FTA) untuk menganalisis faktor penyebab dominan terjadinya risiko tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko-risiko yang berpotensial terjadi pada Proyek Bendungan Temef dan kemungkinan penyebab terjadinya risiko sehingga dapat dihindari. Hasil dari penelitian ini menunjukan terdapat beberapa risiko yang berpotensial terjadi pada masing-masing paket pekerjaan proyek konstruksi yang pertama pada pekerjaan paket 1 diperoleh 3 risiko yang menjadi prioritas yaitu tertimbun tanah longsor disebabkan oleh 16 kombinasi kesalahan, hujan deras, sungai banjir disebabkan oleh 29 kombinasi kesalahan. Selanjutnya pada pekerjaan paket 2 diperoleh 3 risiko yang menjadi prioritas yaitu tertimbun tanah longsor disebabkan oleh 16 kombinasi kesalahan, kecelakaan alat berat disebabkan oleh 18 kombinasi kesalahan, excavator terguling disebabkan oleh 12 kombinasi kesalahan.
Kata Kunci : Manajemen Risiko, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Fault Tree
86
ABSTRACT
Risk is a possibility that can occur in a job that can give you losses as well as profit. The risk to a construction project itself is inevitable, especially in large construction works, such as the Temef Dam project, which is planned to be the largest dam in East Nusa Tenggara. Therefore, it needs risk management that can minimize accidents to occupational health and safety (OHS). The study uses two methods namely the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) to determine the potential Risks and Fault Tree Analysis (FTA) to analyse the dominant causal factor. The research aims to determine the potential risks involved in the Temef Dam project as a possible risk of causing risks to be avoided. The results of this study showed that there are some potential risks occurring in each package of work of the first construction project in the work Package 1 obtained 3 risk that is the priority of the landslide caused by 16 combinations of errors, heavy rain, flood river caused by 29 combinations of errors. Next on the job of package 2 obtained 3 risk of being the priority of the landslide is caused by 16 combinations of faults, heavy equipment accidents caused by 18 combinations of errors, excavator rolled over by 12 combinations of errors.
Keywords: Risk Management, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Fault Tree Analysis (FTA), Temef Dam, Occupational Health and Safety (OHS).
87 A. PENDAHULUAN
Dalam dunia proyek konstruksi terdapat banyak aspek yang memiliki dampak terhadap keberhasilan dan kegagalan suatu proyek. Proyek konstruksi itu sendiri merupakan sesuatu yang bersifat dinamis dan mengandung risiko atau hal-hal yang dapat terjadi di luar dugaan dan perencanaan karena risiko itu sendiri tidak dapat dihilangkan atau dipisahkan dari suatu pekerjaan proyek konstruksi. Oleh karena itu, untuk mencapai hasil yang sesuai dengan perencanaan maka perlu diterapkannya suatu manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam proyek yang memiliki peranan penting dalam perencanaan dan pengendalian suatu proyek.
Proyek yang digunakan sebagai tinjauan adalah proyek pembangunan bendungan Temef
di Kecamatan Polen, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Tujuan penelitian untuk mengkaji dan menilai risiko-risiko kesehatan dan keselamatan kerja (K3) yang sulit dideteksi dan kegagalan yang berpotensi terjadi pada proyek pembangunan Bendungan Temef dengan metode FMEA.
Untuk mengetahui dan mengidentifikasi serta mengklasifikasi sumber-sumber dari suatu risiko dan mencari faktor utama penyebab yang mempengaruhi risiko tersebut pada proyek pembangunan Bendungan Temef dengan metode Fault Tree Analysis (FTA).
Batasan masalah dari penelitian ini adalah untuk mengetahui risiko-risiko yang berpotensial terjadi dan faktor penyebab dominan terjadinya risiko tersebut pada Proyek Bendungan Temef.
B. STUDI PUSTAKA
B.1 Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)
Metode ini mengukur risiko kecelakaan kerja dengan meliputi tiga aspek yaitu :
a. Severity (Dampak) b. Occurrence (Frekuensi)
c. Detection (Deteksi)
Perhitunganxmencarixrisiko yang paling berpotensial terjadi :
RPN= Severity × Occurrence × Detection B.2 Matriks Penilaian Risiko (Risk
Assassesment Matrix)
Perhitungan ini digunakan untuk mendapatkan nilai risiko tertinggi dengan menggunakan rumus :
NR = Probability × Impact
B.3 Metode Fault Tree Analysis (FTA) Terdapat dua simbol yang berbeda pada metode Fault Tree Analysis (FTA), yaitu : a. Simbol Gerbang (Gate)
Simbol gerbang berfungsi untuk menunjukan kaitan antara event dalam diagram.
Tabel 1. Simbol Gerbang (Gate)
b. Simbol Kejadian (Event)
Simbol event berfungsi untuk menunjukan karakter dari tiap-tiap event dalam diagram.
88 C. METODE PENELITIAN
Dalam penelitian ini diperlukan sebuah metodeayang menjelaskan tahapan – tahapan proses dari awal hingga akhir. Tahapan yang digunakan dalam penilitian ini dapatdilihat dalam bagan alir berikut ini :
Gambar 1. Bagan Alir Metodologi Penelitian D. HASIL DAN PEMBAHASAN
D.1 Hasil Analisa Dengan Metode Failure
Mode And Effect Analysis (FMEA)
Berdasarkan perhitungan Risk Priority
Number (RPN) dari pekerjaan utama pada
Proyek Bendungan Temef adalah sebagai berikut :
1. Pekerjaan Bangunan Pengelak, sub-pekerjaan Pekerjaan Tanah, Tertimbun tanah longsor dengan nilai RPN 125. 2. Pekerjaan Timbunan, sub-pekerjaan
Pembersihan Lahan, dewatering, dan Pekerjaan Leveling, Hujan deras dengan nilai RPN 125.
3. Pekerjaan Timbunan, sub-pekerjaan Pembersihan Lahan, dewatering, dan Pekerjaan Leveling, Sungai banjir dengan nilai RPN 125.
4. Pekerjaan Bangunan Fasilitas, sub-pekerjaan Bangunan Fasilitas, kecelakaan alat berat dengan nilai RPN 80.
5. Pekerjaan Jalan masuk dan Jalan Operasional khususnya Jalan Borrow, sub-pekerjaan Perkerasan Jalan, excavator terguling dengan nilai RPN 75.
D.2 Hasil Analisa Dengan Metode Fault Tree
Analysis (FTA)
Pada pekerjaan Proyek Bendungan Temef diperoleh tiga risiko yang paling berpotensial terjadi dengan faktor penyebab dominan sebagai berikut :
Gambar 2. Diagram FTA Penyebab Risiko Tertimbun Tanah Longsor
Hasil dari diagram FTA penyebab risiko tertimbun tanah longsor menghasilkan 27 basic event dengan 16 faktor penyebab dominan.
Gambar 3. Diagram FTA Penyebab Risiko Sungai Banjir
Hasil dari diagram FTA penyebab risiko sungai banjir menghasilkan 28 basic event dengan 29 faktor penyebab dominan.
Gambar 4. Diagram FTA Penyebab Risiko Tertimbun Tanah Longsor
89
Hasil dari diagram FTA penyebab risiko tertimbun tanah longsor menghasilkan 27 basic
event dengan 16 faktor penyebab dominan.
Gambar 5. Diagram FTA Penyebab Risiko Kecelakaan Alat Berat
Hasil dari diagram FTA penyebab risiko kecelakaan alat berat menghasilkan 31 basic
event dengan 18 faktor penyebab dominan.
Gambar 6. Diagram FTA Penyebab Risiko Excavator Terguling
Hasil dari diagram FTA penyebab risiko kecelakaan alat berat menghasilkan 19 basic
event dengan 12 faktor penyebab dominan.
E. SIMPULAN
Kesimpulan yang dapat diambil dari penilitian ini, yaitu :
1. Berdasarkan metode FMEA, diperoleh nilai RPN yakni berikut :
• Tertimbun tanah longsor, dengan nilai RPN 125.
• Hujan deras, dengan nilai RPN 125. • Sungai banjir, dengan nilai RPN 125. • Kecelakaan alat berat, dengan nilai
RPN 80.
• Excavator terguling, dengan nilai RPN 75.
2. Berikut ini adalah item-item pekerjaan yang memiliki risiko kecelakaan kerja pada proyek Bendungan Temef yang paling berpotensial terjadi berdasarkan metode FMEA adalah sebagai berikut :
• Tertimbun tanah longsor pada pekerjaan Bangunan Pengelak dengan sub-pekerjaan Pekerjaan Tanah.
• Hujan deras pada pekerjaan Timbunan dengan sub-pekerjaan Pembersihan Lahan, dewatering, dan Pekerjaan Leveling.
• Sungai banjir pada pekerjaan Timbunan dengan sub-pekerjaan Pembersihan Lahan, dewatering, dan Pekerjaan Leveling.
• Kecelakaan alat berat pada pekerjaan Bangunan Fasilitas dengan sub-pekerjaan Bangunan Fasilitas.
• Excavator terguling pada pekerjaan Jalan masuk dan Jalan Operasional khususnya Jalan Borrow dengan sub-pekerjaan Pekerjaan Tanah dan Perkerasan Jalan.
3. Faktor penyebab dari risiko kecelakaan kerja tertinggi berdasarkan metode FTA adalah sebagai berikut :
• Tertimbun tanah longsor pada faktor manusia : perencanaan persiapan yang kurang sesuai.
Pada faktor material : batu memiliki sifat lapuk dan mudah hancur. Pada faktor lingkungan : gempa bumi. • Sungai banjir pada faktor manusia :
kurangnya lahan untuk pembuangan sisa material.
Pada faktor material : pekerja tidak bekerja secara maksimal.
Pada faktor lingkungan : curah hujan yang tinggi.
• Kecelakaan alat berat pada faktor manusia : pekerja kurang terlatih dalam mengkoordinasikan alat berat. Pada faktor material : pekerja kurang mengerti akan penggunaan alat berat/mesin.
Pada faktor lingkungan : pekerja tidak melakukan penerangan sesuai
90
• Excavator terguling pada faktor manusia : pekerja kurang konsentrasi. Pada faktor material : alat berat tidak bekerja maksimal.
Pada faktor lingkungan : hujan. F. UCAPAN TERIMA KASIH
Terima kasih kepada Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, dan bantuan semua pihak yang sangat membantu pada penelitian ini.
G. REFERENSI
Aftortu, M. R. (2019). Analisis Resiko Proyek
Konstruksi Studi Kasus Bendungan Way Sekampung Paket 2 Dengan Metode Failure Mode and Effect Analysis Dan Domino.
Ahmad Kurnia. (n.d.). SISTEM MANAJEMEN
KESELAMATAN DAN KESEHAT.
Auliak Amri. (2015). Manajemen risiko - ISO
31000.
https://blogs.itb.ac.id/23215077auliakamri el5007mkisem1t15d16mr/2015/11/15/pros es-manajemen-risiko/
Djamal, N., & Azizi, R. (2015).
IDENTIFIKASI DAN RENCANA
PERBAIKAN PENYEBAB DELAY
PRODUKSI MELTING PROSES
DENGAN KONSEP FAULT TREE ANALYSIS (FTA) di PT. XYZ. Jurnal
Intech Teknik Industri, 1(1), 34–45.
https://doi.org/10.30656/intech.v1i1.154 Hanif, R. Y., Rukmi, H. S., & Susanty, S.
(2015). PERBAIKAN KUALITAS
PRODUK KERATON LUXURY DI PT.
X DENGAN MENGGUNAKAN
METODE FAILURE MODE and
EFFECT ANALYSIS (FMEA) dan
FAULT TREE ANALYSIS (FTA) *
RICHMA YULINDA HANIF,
HENDANG SETYO RUKMI, SUSY SUSANTY. Jurnal Online Institut Teknologi Nasional Juli, 03(03), 137–147.
Ii, B. A. B., Manajemen, A., & Manajemen, P. (2006). No Title. 17–34.
Indonesia, S. (2012a). Lean Six Sigma Tools:
Mengenal Metode FMEA (Failure Mode
and Effects Analysis).
http://shiftindonesia.com/lean-six-sigma- mengenal-metode-fmea-failure-mode-and-effects-analysis/
Indonesia, S. (2012b). Lean Six Sigma Tools:
Mengenal Metode FMEA (Failure Mode and Effects Analysis).
Kebudayaan, K. P. dan. (n.d.). Peta Risiko.
91
organisasi secara sistematis dan terstruktur untuk memastikan tidak terjadinya gangguan terhadap aktivitas organisasi dalam mencapai visi, misi, dan tujuannya. Tidak banyak organisasi yang secara serius memperhatikan masalah
M.Hanafi, M. (2014). Risiko, Proses Manajemen Risiko, dan Enterprise Risk Management. Management Research
Review, 1–40.
http://repository.ut.ac.id/4789/1/EKMA42 62-M1.pdf