BIOLOGI MOLEKULER
BIOLOGI MOLEKULER
SEL KANKER
SEL KANKER
dr. Hafiz Soewoto dr. Hafiz Soewoto Sp.BKSp.BKKANKER : (neoplasma maligna):
KANKER : (neoplasma maligna):
•
• Segolongan penyakit yang ditandai denganSegolongan penyakit yang ditandai dengan
pembelahan/pertumbuhan sel yang tidak terkendali
pembelahan/pertumbuhan sel yang tidak terkendali dandan
kem
kemamampuan spuan sel-sel-sel tersel tersebut untuk mebut untuk menyeenyerang jrang jaringanaringan
biologis lainnya (invasi)
biologis lainnya (invasi), baik dengan , baik dengan pertumbuhanpertumbuhan
langsung di jaringan yang bersebelahan atau dengan
langsung di jaringan yang bersebelahan atau dengan
migrasi sel ke tempat yang jauh (
migrasi sel ke tempat yang jauh (metastasismetastasis).).
•
• Sel-sel kanker mengandung genSel-sel kanker mengandung gen onkogenonkogen yang berasalyang berasal
dari
dari proto-onkogenproto-onkogen (pada sel normal)(pada sel normal)
•
• Onkogen itu adalah materi genetik yg mengalamiOnkogen itu adalah materi genetik yg mengalami
gangguan/mut
gangguan/mutasi (yang asi (yang tidak dapat diperbaiki) dan tidak dapat diperbaiki) dan berperanberperan
penting bagi timbulnya pertumbuhan tumor
penting bagi timbulnya pertumbuhan tumor
(
Berbagai tipe Berbagai tipe kanker yang kanker yang berasal dari berasal dari jaringan jaringan berbeda yang berbeda yang terdapat dalam terdapat dalam tubuh. tubuh.
Kanker diklasifikasikan sbb:
Berdasarkan jenis sel yang menyusun tumor tersebut dan jenis jaringan yang merupakan asal tumor itu :
– Karsinoma: Tumor gans yang berasal dari jaringan epitel, dan merupakan jenis yang paling umum ditemukan seperti pada kel. Mammae, prostat,paru dan kolon,
– Sarkoma: Tumor ganas yang berasal dari jaringan ikat, atau dari sel-sel mesenkim,
– Limfoma dan leukemia: Jenis keganasan yang berasal dari sel-sel hematopoietik (pembentuk darah),
– Germ cell tumor: Tumor yang berasal dari sel-sel totipoten.
Pada orang dewasa sering ditemukan pada testis atau ovarium, pada fetus, balita dan anak-anak sering ditemukan pada garis tengah tubuh antara lain pada ujung tulang ekor,
– Tumor blastik atau blastoma :tumor yang umumnya ganas dan menyerupai jaring embrio atau jaringan yang belum
Istilah-istilah yang digunakan dalam
proses perubahan menjadi sel neoplastik:
– Transformasi yaitu keadaan dimana sel-sel normal
setelah memperoleh perubahan genetik berubah menjadi sel-sel neoplasma
– Transfeksi merupakan suatu prosedur untuk
mentransfer gen dimana sebagian DNA dimasukkan pada gen sel eukariot
– Transduksi menunjukkan proses transmisi suatu gen dari suatu sel kepada sel lain melalui infeksi oleh virus. Transduksi juga digunakan sebagai suatu istilah untuk penyampaian suatu sinyal ke dalam sel yang berjalan dengan baik (Transduksi sinyal intra sel ), maupun
Kanker :
• Kejadian yang disebabkan kerusakan DNA, yg
merupakan penyebab
mutasi
di gen vital yang
mengontrol pembelahan sel.
• Beberapa macam mutasi mungkin dibutuhkan
untuk mengubah sel normal menjadi sel kanker.
• Mutasi-mutasi tersebut sering diakibatkan agen
kimia maupun fisik yang disebut
karsinogen
atau
yg berasal dari infeksi
virus
tertentu
PENYEBAB TIMBULNYA KANKER : • Interaksi faktor eksogen dan endogen • Faktor eksogen :
– Sinar dengan radiasi besar (UV-dimer basa pirimidin DNA, Sinar X-cross link basa-basa DNA, Sinar gama dan sinar kosmis terbentuknya
radikal bebas) . kerusakan pada DNA, mutasi DNA efek karsinogenik
– Senyawa-senyawa kimia, pemaparan karena
– faktor kerja (benzene dan asbes), – pengaruh diet (aflatoksin B1),
– merokok dan obat-obatan tertentu.
– Senyawa-senyawa ini dikenal sebagai senyawa karsinogenik yang berinteraksi langsung dengan molekul sasaran (direct carcinogenesis) atau ada yang mengalami metabolisme dahulu sebelum aktif jadi
senyawa karsinogenik (procarcinogen)
– Procarcinogen proximate carcinogen ultimate carcinogen ikatan kovalen dengan gugus fosfodiester DNA. unrepaired DNA.
(lanjutan,,,)
– Untuk dapat menimbulkan mutasi ireversibel DNA,
diperlukan paling sedikit dua macam bahan yang akan bertindak sebagai inisiator dan promoter dari unrepaired DNA itu. Beberapa karsinogen ada yg berperan sebagai inisiator atau promoter.Promoter dianggap yang dapat meningkatkan proses proliferasi stem sel.
– Gangguan sistim repair DNA, yang bila tidak dapat
diperbaiki mutasi gen (mutagenesis) juga disebabkan oleh gangguan dari fungsi
tumor suppresive gen.
– Mutagenesis juga dapat ditimbulkan oleh virus, baik virus DNA maupun virus RNA (retrovirus) yang mengubah
proto-onkogen menjadi onkogen.
• Faktor endogen : hormon, reseptor, faktor tumbuh
(growth factor), dan kelainan gen sendiri.
Karcinogenic agents
:
• Bukti-bukti bahwa DNA sangat dipengaruhi
dalam proses timbulnya kanker oleh
bahan-bahan karsinogenesis:
– Kanker diturunkan/ditransmisikan,
– Iradiasi kuat dan bahan kimia tertentu merusak DNA
mutasi DNA
– Umumnya tumor mempunyai kromosom yang abnormal
– Dengan eksperimen transfeksi diketahui bahwa DNA murni (onkogen) dari sel kanker dapat menyebabkan sel-sel normal diubah menjadi sel kanker.
– Beberapa gen yang cenderung jadi penyebab kanker telah berhasil diisolasi.
Cancer merupakan penyakit genetik.
• Adanya abnornalitas pada gen yang mengatur
proliferasi seluler menimbulkan pertumbuhan yg
tidak terkontrol yg merupakan tanda khas sel yg
berubah menjadi ganas
• Untuk mendapatkan inisiatif dalam mendeteksi
kanker dan melakukan pengobatan para
onkologis harus mendalami secara molekuler
timbulnya dan perjalanan penyakit itu, mulai
dari gen, mRNA, dan macam protein yg
dihasilkan oleh sel kanker tersebut yg tercakup
dalam mempelajari biologi molekuler dari
(lanjutan...)
• Pada tingkat molekuler sel kanker dapat dibedakan dari sel normal karena adanya abnormalitas baik dari
struktur atau ekspresi gen tertertentu. Abnormalitas ini terjadi secara langsung maupun tidak langsung akan menyebabkan gangguan pada regulasi siklus sel dan mengindulsi pertumbuhan yg tidak terkontrol pada sel-sel kanker.
• Perubahan-perubahan molekuler selama proses
bertingkat dari karsinogenesis akan mmempunyai pola tertentu, dimana perubahan itu terjadi segera (
diperlukan untuk perkembangan tumor) diikuti
perkembangan lanjutan (diperlukan untuk progresi atau invasi sel kanker)
• Leukemia dan lymphoma diketahui berasosiasi dengan beberapa faktor sitogenetik spesifik yang mutakhir dan abnormalitas komponen genetik, sedangkan pada tumor padat sering mengandung perubahan multipel baik yg spesifik maupun yg tidak spesifik.
• DNA merupakan gen yang berperan dalam
pembemtukan protein tubuh yang ttrdiri dari protein struktural tubuh dan protein pekerja dalam sel
seperti enzim, faktor tumbuh dan sitokin dan lainlaninya,
• Peran DNA pada sintesis protein atau lebih dikenal sebagai proses translasi sangat berperan dalam menghasilkan protein-protrin yang berperan dalam
pengaturan siklus sel., antara lain adalah protein yang berperan dalam proses repair DNA, dan gangguan pada proses repair DNA itu akan menyebab faktor faktor yang berperan dalam perbaikan DNA selama proses replikasi akan terganggu, sehingga pembentukan DNA yang
dihasilkan akan berubah perannya atau dengan kata lain terjadi perubahan pada gen yang dihasilkan.
(perubahan protoonkogen menjadi onkogen atao kerja gen supresor tumor yang tiak lagi mengerem kerja siklus sel ---- terbentuk mutasi sel menjadi sel kanker ),
Perubahan genetik secara umum dapat
diklasifikasikan sbb:
•
Onkogen
: protein dari sel normal yg mengalami
aktivasi secara abnormal.
•
Tumor suppressor genes
: gen antiproliferasi
atau produknya yang teraktivasi.
•
DNA repair genes
: jadi terinaktivasi sehingga
menyebabkan akumulasi mutasi yg secara
potensial merusak.
•
Regulator apoptosis:
inaktivasi gen-gen
pro-apoptosis atau terjadi aktivasi gen pro-apoptosis
yang mempromosikan ketahanan hidup sel.
Molecular biology of cancer
• Dalam mempelajari proses-proses molekuler dan seluler pada organisme yg menjadi model maka diketahui
beberapa hal yang terjadi pada sel kanker yaitu ;
– Diferensiasi pada sel normal mengaiami gangguan.pada sel kanker.
– Sel kanker hilang kemampuannya untuk mengontrol proliferasi sehingga terjadi pembelahan sel yg tidak terkontrol.
– Sel kanker berkembang menjadi suatu klon yg berasal dari sel tunggal sebagai hasil dari terjadinya mutasi spesifik ( terjadi dalam untai DNA ) yang mempengaruhi proses-proses dasar dari sel semula.
– Mutasi terjadi multipel sehingga menghasilkan suatu kumpulan perubahan yg kemudian berubah menjadi sel kanker.
– Sel-sel kanker mempunyai tingkat instabilitas genomik yg tinggi terutama dalam penyusunan kembali kromosom.
– Adanya predisposisi familial yg diturunkan untuk kanker merupakan hasil yg diturunkannya salah satu mutasi yg selanjutnya akan menjadi kanker pada turunannya..
Sel Normal :
• Terdapat lk 30 triliun sel dalam tubuh manusia
• Sel 1) tumbuh berdiferensiasi, proses ini sangat terkendali dan diatur.
2) berproliferasi bila saatnya tiba, hal ini
disebabkan adanya keseimbangan antara mekanisme yang mengatur promosi tumbuh ( growth promoting) dan proses penghambat tumbuh (growth inhibiting).
• Pada sel-sel kanker pengaturan itu dilanggar dan sel itu membuat aturan mereka sendiri terutama yang
berhubungan dengan proses dan waktu reproduksinya. Sejalan dengan waktu, sel-sel itu meningkatkan
kemampuan untuk bermigrasi dari tempat asalnya,
menyerang sel-sel lain dan membentuk tumor baru
Siklus sel:
• Siklus sel : proses duplikasi akurat untuk
menghasilkan jumlah DNA kromosom yg cukup
dan mendukung segregasi untuk menghasilkan
dua sel anak yang identik. Proses ini
berlangsung berulang kali (siklik), sampai sel itu
mati.
• Pertumbuhan dan perkembangan sel tidak lepas
dari siklus kehidupan yg dialami sel agar
bertahan hidup.
• Siklus ini mengatur pertumbuhan sel dengan
meregulasi waktu pembelahan dan
perkembangan sel dengan mengatur jumlah
ekspresi atau translasi gen pada setiap sel dan
menentukan pula proses diferensiasinya.
Fase pada siklus sel
• Sel yg tidak membelah berada pada fase G0 misal sel-sel neuron dan serat-serat otot akan tetap berada pada fase ini. Pada sel lain yg dpt membelah sel itu baru masuk ke siklus sel bila ada faktor-faktor
eksternal dan internal yang menstimulasinya. Biakan fibroblast yg semula berada pada fase G0 akan masuk ke siklus sel bila terdapat „ Platelet derived grawth factor (PDRF)“ . Hal ini terlihat pada
penyembuhan luka . Limfosit juga dapat memasuki siklus sel bila terdapat sitokin dan antigen yang dihasilkan oleh “T cells helper” • Fase G0, sel berada dalam keadaan diam atau sel tidak melakukan
pertumbuhan maupun perkembangan. Umum terjadi dan beberapa sel tidak melanjutkan pertumbuhan (dormant) dan akhirnya mati.
• Fase S (sintesis) Tahap terjadinya replikasi DNA
• Fase M (mitosis) Tahap di mana terjadi pembelahan sel • Fase G (gap) Tahap pertumbuhan sel.
– Fase G1, sel eukariot mendapatkan sinyal untuk tumbuh, antara sitokinesis dan sintesis.
• Fase tersebut berlangsung dengan urutan S > G2 > M > G0 > G1 > kembali ke S.
Dalam konteks Mitosis, fase G dan S disebut sebagai Interfase.
Kelanjutan siklus sel tergantung pada keselarasan ekspresi dan
aktivasi dari suatu enzim spesifik yang disebut Cylin dependent Kinase (Cdk) yg membentuk holoenzim dengan subunit regulasinya yaitu cyclin.
CKI (p27KIP1 dan p21CIP1) yg dapat terikat pada enzim itu
sehingga menghambat pengaktifan cyclin-CDK komplex . Bagian yang berwarna oranye yaitu CDC2 (cell division cycle-2) menunjukkan
tempat dimana dilakukan intervensi terapetik pafa penyakit proliferasi pada organ vaskuler
Cyclin dan Cdk yg digunakan
Cell Cycle
Phase
Cyclin
Cdk
G1
D,E
CDK4,CDK2, CDK6
S
A,E
CDK2
G2
A
CDK2
M
B
CDK1
Checkpoint pada pengaturan siklus sel :
• Terdapat dua checkpoint selama siklus sel itu
berjalan yaitu pertama pada akhir fase G1 dimana
terjadi penentuan apakah sel itu akan memasuki
fase S. Replikasi DNA hanya terjadi bila sel itu
sudah siap untuk menjalaninya a.l. apakah DNA
yang rusak sudah diperbaiki dll.
• Checkpoint kedua terjadi sewaktu akhir G2 dimana
sel itu memastikan apakah akan memasuki fase
mitosis. Mitosis hanya terjadi bila replikasi DNA
telah komplit dan tetap utuh serta terjadi
(lanjutan....)
• Siklus sel perlu
sintesis protein regulator untuk
mengatur
apakah sel akan masuk ke siklus sel.
• Beberapa hal terlihat sewaktu siklus sel :
– Ada faktor-faktor mitogen yang menentukan apakah sel yang dalam fase G0 akan masuk siklus sel
– Proliferasi sel hanya terjadi pada tempatnya berlabuh – Bila telah terjadi kontak dengan matrix intersel maka
pertumbuhan sel akan berhenti. – Sel itu bersifat mortal.
• Hal ini hanya ditemukan pada sel normal. Bila
sel itu berubah menjadi maligna/sel kanker
maka sel itu tidak lagi diatur oleh faktor-faktor
yang mengatur pertumbuhan sel normal.
SEL KANKER :
• Pengaturan pertumbuhan yg ada pd sel normal dilanggar dan mengikuti cara-cara sendiri tanpa diatur lagi, hal ini disebabkan mutasi genetik.
• Sel-sel yang alami kerusakan genetik tidak peka lagi
terhadap mekanisme regulasi siklus sel normal sehingga akan terus melakukan proliferasi tanpa kontrol.
• Mutasi terjadi pada DNA dari gen yg meregulasi siklus sel (pertumbuhan, kematian dan pemeliharaan sel) sehingga terjadi siklus sel yg tak teratur, dan salah satu akibatnya adalah pembentukan sel kanker atau karsinogenesis.
• Dengan berkembangnya sel kanker, sel itu memperoleh pula kesanggupan untuk bermigrasi dari tempat asal, menyerang sel-sel lain dan membentuk tumor baru
metastasis.
• Sel itu jadi bersifat mematikan, karena dapat menyerang sel-sel normal yang penting untuk mempertahankan
an u an
…
• Sel kanker perlu sekitar 5-6 mutasi untuk ubah sel normal menjadi sel kanker
• Ada tiga faktor penting dalam proses terjadinya mutasi gen yaitu; – (1) faktor lingkungan yang meliputi nutrisi, agen infektor, gaya
hidup;
– (2) faktor kebetulan, dan
– (3) faktor keturunan atau bawaan .
• Faktor lingkungan a.l. gaya hidup dan pola makan berkorelasi dengan insiden kanker; misalnya paparan sinar ultraviolet dgn kanker kulit, merokok dengan kanker paru. Tetapi tidak semua perokok atau
berjemur menderita kanker, jadi ada faktor lain di luar faktor lingkungan yakni kesalahan replikasi DNA dan bawaan .
• Faktor kebetulan sbb:. Tubuh melakukan replikasi DNA secara akurat, tetapi masih terjadi kesalahan. Kemudian yg salah dalam replikasi, dikoreksi dan diperbaiki, tetapi replikasi DNA yang salah masih tersisa. Proses metabolisme normal dalam tubuh menghasilkan radikal bebas yg reaktif dan sebabkan kerusakan oksidatif pada DNA secara terus-menerus. Kanker terjadi akibat akumulasi DNA termutasi dalam gen terutama yang mengatur proses siklus dan pertumbuhan sel.
• Faktor ke tiga mutasi DNA melalui faktor keturunan, yang menyebabkan 5-10% kanker. Mutasi DNA di dalam gen yang
meregulasi siklus sel akibatkan penyimpangan, dan salah satu dampak negatifnya adalah pembentukan kanker atau karsinogenesis
Gen yang terlibat dalam regulasi pertumbuhan sel
• Tiga kelompok gen yang terlibat pada regulasi pertumbuhan sel yaitu
proto-onkogen, gen penekan tumor (tumor suppresor gene = TSG) atau gen gatekeeper.
– Proto-onkogen menstimulasi dan meregulasi pertumbuhan dan pembelahan sel.
– Gen penekan tumor / dan gatekeeper biasanya hambat pertumbuhan sel atau menginduksi apoptosis (kematian sel terprogram). Kelompok gen ini dikenal sebagai anti-onkogen, karena berfungsi melakukan kontrol negatif (penekanan) pada pertumbuhan sel. Gen p53 merupakan salah satu dari TSG yang menyandi protein dengan berat molekul 53 kDa. Gen p53 juga berfungsi mendeteksi kerusakan DNA, menginduksi reparasi DNA, Gen
gatekeeper berfungsi mempertahankan integritas genomik dgn mendeteksi kesalahan pd genom dan memperbaikinya.(proses repair DNA)
• Mutasi pada gen-gen ini karena berbagai faktor membuka peluang terbentuknya kanker
• Pada keadaan normal, pertumbuhan sel akan terjadi sesuai dengan kebutuhan melalui siklus sel normal yang dikendalikan secara terpadu oleh fungsi ketiga gen: proto-onkogen, gen tumor supressor dan gen gatekeeper secara seimbang.
• Jika terjadi ketidakseimbangan fungsi ketiga gen ini, atau salah satu tidak berfungsi dengan baik karena mutasi, maka keadaan ini akan menyebabkan penyimpangan siklus sel.
Mekanisme perubahan sel normal jadi sel kanker
• Pertumbuhan sel tidak normal pada proses terbentuknya kanker dapat terjadi melalui tiga mekanisme, yaitu
– perpendekan waktu siklus sel, sehingga akan menghasilkan lebih banyak sel dalam satuan waktu,
– penurunan jumlah kematian sel akibat gangguan yg sebabkan proses apoptosis, dan
– masuknya kembali populasi sel yang tidak aktif berproliferasi ke dalam siklus proliferasi. Misalnya, pada kondisi TSG kurang aktif atau proto-onkogen terlalu aktif.
Kurva pertumbuhan sel kanker
• Kurva pertumbuhan ini merupakan kurva eksponensial.
• Sel kanker mempunyai tingkat ketidak stabilan yang tinggi pada genomnya, terutama pd proses pengaturan kromosom
Segolongan penyakit yang ditandai dengan pembelahan /pertumbuhan sel yang tidak terkendali dan kemampuan sel tersebut untuk menyerang jaringan biologis lainnya (invasi), baik dengan pertumbuhan langsung di jaringan yang bersebelahan atau dengan migrasi sel ke tempat yang jauh (metastasis).
• Sel-sel kanker mengandung gen onkogen yang berasal dari proto-onkogen (pada sel normal)
• Onkogen itu adalah materi genetik yg mengalami gangguan/mutasi
(yang tidak dapat diperbaiki) dan berperan bagi timbulnya pertumbuhan tumor (tumorigenesis).
• Bedakan dengan tumor benigna yg bersifat terbatas (self limited), tidak melakukan invasi dan metastasis
Faktor diet dalam hubungan dengan kanker Makanan adalah penyebab utama kematian akibat
kanker di Amerika.
Faktor makanan sebagai penyebab kanker a.l oleh – Mikrokomponen genotoksik yang menyebabkan
kerusakan DNA, a.l.
• Senyawa amin heterosiklik yang terbentuk selama memanggang dan menggoreng daging.
• Paparan nitrosamin dalam daging yang diolah menggunakan natrium nitrit meningkatkan insidensi kanker kolorektal.
• Kontaminasi Aflatoksin B1 dapat menimbulkan kanker termasuk kanker hati.
• Minuman beralkohol juga dapat memicu terjadinya kanker saluran cerna terutama kanker kolorektal,
• Konsumsi suplemen asam lemak omega-3 khususnya
eicosapentaenoic acid (EPA) dan docosahexaenoic acid (DHA) diketahui bermanfaat selama terapi kanker.
Lanjutan ….
– Kerusakan oksidatif DNA disebabkan radikal bebas merupakan bagian dari karsinogenesis. Masyarakat
yang mengkonsumsi banyak sayur dan buah lebih sehat dengan risiko penyakit degeneneratif//kanker rendah.
– Sifat protektif ini karena kandungan berbagai antioksidan yang terdapat di dalam sayur dan buah..
– Antioksidan mungkin mencegah inisiasi dan
perkembangan kanker dengan meredam aktivitas sifat mutagenik radikal bebas atau meredam radikal bebas yang berperan penting pada peningkatan apoptosis. Ketidakseimbangan antioksidan dan radikal bebas memungkinkan kecepatan proliferasi dalam tumor melebihi kemampuan untuk apoptosis yang berakhir dengan karsinogenesis
Carcinogenesis
• Karsinogenesis merupakan proses mutasi
genetik yang dapat diinduksi oleh agen –agen
fisik maupun kimia
• Proses ini terdiri dari tiga fase yaitu : inisiasi,
promosi, dan progresi.
– Inisiasi meliputi perubahan genetik yang ireversibel yg biasanya berupa perubahan mutasi pada suatu gen tunggal.
– Promosi berasosiasi dengan peningkatan proliferasi sel yg terinisaisi , sehingga meningkatkan populasi sel-sel yg terinisiasi.
– Progresi merupakan akumulasi mutasi-mutasi
genetik tambahan yg mengarah pada pembentukan fenotip invasif yang malignan.
MUTASI PADA SEL KANKER
• Mutasi terjadi secara spontan (diperoleh) ataupun diwariskan (mutasi germline). • Karsinogenesis berlangsung lama dan dibagi tiga tahap yakni inisiasi, promosi dan
perkembangan (progression).
– Pada tahap inisiasi terjadi perubahan permanen di dalam genom sel akibat kerusakan DNA yang berakhir pada mutagenesis.. Pada tahap ini proses mutasi akan mengaktivasi atau menghambat proto-onkogen. atau tumor suppressor gene..Penyebabnya a.l. adalah karsinogen yang mengubah struktur DNA, radiasi yang memicu pembentukan spesies kimia reaktif juga radikal bebas, dan virus. Tahap ini berlangsung dalam satu sampai
beberapa hari.
– Tahap promosi bisa lebih dari sepuluh tahun. Suatu proses panjang yang disebabkan kerusakan yang melekat dalam materi genetik di dalam sel. Melalui mekanisme epigenetik akan terjadi ekspansi sel-sel rusak
membentuk premalignansi dari populasi multiseluler tumor yang melakukan proliferasi. Senyawa yg merangsang pembelahan itu disebut promotor atau epigenetik karsinogen.
– Pada tahap perkembangan, terjadi instabilitas genetik yg sebabkan
perubahan- mutagenik dan epigenetik. Proses ini menghasilkan klon baru sel-sel tumor yang memiliki aktivitas proliferasi, bersifat invasif dan potensi metastatiknya meningkat. Selama tahapan ini, sel-sel maligna berkembang biak menyerbu jaringan sekitar. Jika tidak ada yang menghalangi
pertumbuhannya, akan terbentuk dalam jumlah yg cukup besar untuk mempengaruhi fungsi tubuh, dan gejala kanker muncul. Tahap akhir ini berlangsung lebih dari satu tahun, sehingga seluruh proses karsinogenesis dapat berlangsung selama 20 tahun.
Angiogenesis.
• Pertumbuhan dan ekspansi tumor atau metastasisnya tergentung pada angiogenesis atau pembentukan
pembuluh darah baru.
• Angiogenesis diatur oleh suatu kompleks stimulator d ada an inhibitor tertentu.
• Sel Tumor dapat mensekresikan faktor-faktor
proangiogenic paracrine, yg menstimulasi sel endotel untuk membentuk pembuluh darah baru.
• Angiogenesis tidak terdapat lagi pada dewasa, hanya ditemui pada sel embrionik berupa timbulnya kapiler-kapiler baru dari pembuluh yg sudah ada. Pada wanita dewasa ditemukan kekecualian sewaktu siklus
reproduksi atau pada proses penyembuhan luka. • Salah satu faktor terlarut yg menentukan pada
angiogenesis adalah suatu growth faktor yang disebut VGEF ( vascular endothelial growth factor)
Figure 1.14. Stimulators and inhibitors of angiogenesis. Under
hysiological conditions, the balance of factors that affect angiogenesis is precisely regulated. However, under pathophysiological conditions,
normal angiogenesis is disturbed because of the continued production of stimulators.
Stimulators Inhibitors • Fibroblast growth factor • VEGF • HGF • PDGF • EGF Inhibitor • Angiostatin • Endostatin • Thrombospondin-1 • Troponin I • Vasostatin Stimulation of angiogenesis and neovascularization Inhibition of angiogenesis and vascular quiescence
Bukti bahwa VEGF berperan pada tumor
angiogenesis.
1. VEGF terdapat pada hampir semua macam
tumor manusia. Terdapat dalam kadar yg tinggi
disekitar pembuluh darah dan regio hipoksia dari
tumor itu.
2. VEGF receptor ditemukan pada pembuluh
darah didalanm atau disekitar tumor.
3. Monoclonal neutralizing antibodies terhadap
VEGF dapat melakukan supresi pada
pertumbuhan VEGF expressing solid tumors
Terdapat pula sitokin dan growth factor lainnya
yg berperan mempromosikan angiogenesis.
• Beberapa diantaranya bekerja langsung
terhadap sel endotel, dan ada pula menstimulasi
sel-sel peradangan yang berdekatan.
• Selain itu adapula yg dapat menyebabkan
migrasi dan bukan pembelahan sel seperti :
– angiotropin, macrophage-derived factor, dan TNF,
atau menstimulasi proliferasi seperti EGF, acidic dan basic fibroblast growth factors (aFGF, bFGF),
transforming growth factor (TGF), dan VEGF.
– Tumor dapat pula mensekresikan faktor-faktor yg menstimulasi migrasi endotel, proliferasi , aktivitas proteolitik, dan mofogenesis kapiler.
PENYEBAB GENETIK PERUBAHAN SEL NORMAL
MENJADI SEL KANKER
:
• Kelainan pada materi genetik dari sel yang
mengalami perubahan (transformasi).
proto-onkogen
onkogen
mutasi sel
• Abnormalitas transformasi yang terjadi dapat
ditimbulkan oleh :
– 1) pengaruh dari karsinogen, seperti asap rokok, radiasi pengion, bahan kimia, agen yang infektius.
– 2) abnormalitas genetik (misal pd proses repair DNA) pemicu kanker dapat terjadi secara acak karena:
• Kesalahan proses replikasi DNA a.l disebabkan radikal bebas • Atau dapat pula disebabkan kelainan genetik turunan, dimana
kemunculan kanker dipicu oleh adanya interaksi kompleks antara karsinogen dengan genom dari hospes.
DNA repair dan kanker
• Mutasi yang diturunkan yang
mempengaruhi proses repair gen DNA sering dijumpai dan
menyebabkan risiko kanker pada manusia.
• Hereditary nonpolyposis colorectal cancer (HNPCC) sering dijumpai berasosiasi dengan mutasi spesifik yg terjadi pada jalur repair DNA yang tidak tepat. Mutasi dijumpai pada
gen BRCA1 dan BRCA2, yang menyebabkan kanker mammae.
• Bila jumlah DNA yang rusak melebihi kapasitas sel untuk memperbaikinya maka pengumpulan kesalahan akan bertumpuk sehingga sel mengalami perubahan berupa proses penuaan
METASTASIS PADA KANKER :
• Metastasis dan invasi sel kanker merupakan aspek yang mematikan dari suatu proses keganasan.
• Metastasis adalah kemampuan sel tumor untuk berpindah ke tempat yang jauh dari tumor primer yang bilamana tiba pada organ lain akan
bertumbuh. Oleh sebab itu metastasis menyebabkan peningkatan angka kesakitan dan bahkan kematian. Kejadian tersebut juga merupakan
salah satu tanda utama tumor ganas, sebab tumor jinak tidak mengadakan metastasis.
• Sifat sel ganas itu antara lain karena
– a) perubahan biokimia permukaan sel, seperti: – pertambahan motilitas,
– kemampuan mengeluarkan zat litik,
– dapat membentuk pembuluh darah baru (angiogenesis)
– b) Berkurangnya adhesi sel tumor satu dengan lainnya dan hilangnya daya pertumbuhan bersama antara sesama sel tumor dan sel normal
diantaranya.
• Ternyata tidak semua sel mempunyai kemampuan untuk bermetastasis. • Ini berarti bahwa sel-sel ganas tersebut mempunyai sifat sifat yang
berbeda, ada yang tidak mampu mengadakan metastasis dan ada yang mampu, tergantung pd subklonnya.
• Tumor sel-sel glia di otak dan tumor sel basal dikulit yang sangat destruktif secara lokal tetapi jarang sekali metastasis.
Abnormalitas
Abnormalitas
genetik
genetik
pd
pd
sel
sel
kanker
kanker
•
• Mempengaruhi Mempengaruhi dua jendua jenis materiais material gl genetik enetik gengen
–
– 11)) OOnkogennkogen materi genetik untuk promosi kmateri genetik untuk promosi kanker mengalami pengaktifananker mengalami pengaktifan
dari materi genetik normal (proto-onkogen), menyebab
dari materi genetik normal (proto-onkogen), menyebabkan sel kan sel ituitu
memperoleh sifat-sifat baru, seperti
memperoleh sifat-sifat baru, seperti pertumbuhan/pe pertumbuhan/pembelahan yang mbelahan yang
hiperaktif
hiperaktif ,, proteksi terhadap apoptosis proteksi terhadap apoptosis (kematian sel yang terprogram),(kematian sel yang terprogram),
hilangnya pembatas antar jaringan
hilangnya pembatas antar jaringan dandan kemampuan untuk tetap eksiskemampuan untuk tetap eksis
dalam bebagai perubahan lingkungan jaringan
dalam bebagai perubahan lingkungan jaringan..
Gen-gen itu bersifat
Gen-gen itu bersifat dominandominan..
–
– 22)Tum)Tumor sor suppressuppressor genesor genes merupakan materi genetik yg mengalami merupakan materi genetik yg mengalami
inaktivasi
inaktivasi pada sel-sel kanker pada sel-sel kanker yang mengakibatkan lenyapnya fungsiyang mengakibatkan lenyapnya fungsi
normal sel, seperti replikasi DNA tidak akurat, kontrol thd siklus sel (cell
normal sel, seperti replikasi DNA tidak akurat, kontrol thd siklus sel (cell
cycle) orientasi dan adhesi jaringan, dan interaksi dengan sistem imun yang
cycle) orientasi dan adhesi jaringan, dan interaksi dengan sistem imun yang
memproteksi sel.
memproteksi sel.
–
– Mutasi pada macam ini bersifatMutasi pada macam ini bersifat resesif resesif ,, dan gen ini disebut jugadan gen ini disebut juga anti anti
onkogen
onkogen..
–
– Sel yang bertumbuh mempunyai pembatasan melalui 2 macam cara :Sel yang bertumbuh mempunyai pembatasan melalui 2 macam cara :
•
• 1) inaktivasi jalur 1) inaktivasi jalur pertumbuhapertumbuhann
•
• 2) melalui aktivasi jalur apoptosis atau jalur lainnya.2) melalui aktivasi jalur apoptosis atau jalur lainnya.
–
– Suatu tumor dapat berkembang hanya bila telah menemukan jalan untukSuatu tumor dapat berkembang hanya bila telah menemukan jalan untuk
memintas jalur (bypass) kedua jalur diatas,
Proto-onkogen
Proto-onkogen
•
• Proto-onkogen (suatu gen normal dalam sel) merupakanProto-onkogen (suatu gen normal dalam sel) merupakan
gen yg mempunyai kode protein yang berperan pada
gen yg mempunyai kode protein yang berperan pada
regulasi pertumbuhan sel/pembelahan sel dan diferensiasi
regulasi pertumbuhan sel/pembelahan sel dan diferensiasi
sel.
sel.
•
• Proto-onkogen menghasilkan protein yang terlibat padaProto-onkogen menghasilkan protein yang terlibat pada
proses
proses transduksi sinyal dalam seltransduksi sinyal dalam sel atauatau mengeksekusimengeksekusi
s
sinyainyal-sl-sinyainyal l mmitogeitogeniknik (sinyal yg berperan pada proses(sinyal yg berperan pada proses
pembelahan sel).
pembelahan sel).
•
• Bila suatu proto-onkogen atau produknya mengalamiBila suatu proto-onkogen atau produknya mengalami
aktivasi dia dapat berubah menjadi suatu agen
aktivasi dia dapat berubah menjadi suatu agen
penginduksi tumor yang disebut
penginduksi tumor yang disebut onkogenonkogen. Contoh proto-. Contoh
proto-onkogen misalnya
c-onkogen misalnya c-RAS, c-SRC, c-MYC, c-SIS,RAS, c-SRC, c-MYC, c-SIS, dandan c-
c-ERB-B.
ERB-B.
•
• Proto-onkogen yang bermutasi ini diketahui ada duaProto-onkogen yang bermutasi ini diketahui ada dua
macam yaitu
macam yaitu
–
– Sebagai onkogenSebagai onkogen – –gen yang mengalami transformasi dari mutasi gen yang mengalami transformasi dari mutasi
atau infeksi oleh retrovirus
atau infeksi oleh retrovirus
–
– Melalui transfeksi DNA dari lini sel tumor (tumor cell lines) ke sel Melalui transfeksi DNA dari lini sel tumor (tumor cell lines) ke sel
normal sehingga timbul keadaan tumorigenesis.
Onkogen terbentuk bila
Onkogen terbentuk bila
proto-okogen
okogen bermutasi ataubermutasi atau
dipi
dipindahkandahkan ke bagian lain sn ke bagian lain suatuatuu
genom
genomsehingga ekspresinya jauhsehingga ekspresinya jauh
meningkat,misal suatu virus dapat
meningkat,misal suatu virus dapat
memasukkan DNA-nya pada
memasukkan DNA-nya pada
kromosom manusia bersebelahan
kromosom manusia bersebelahan
dengan proto-onkogen.
dengan proto-onkogen.
Onkogen adalah bentuk bermutasi
Onkogen adalah bentuk bermutasi
dari gen sel normal, terutama yang
dari gen sel normal, terutama yang
berperan dalam pengaturan sinyal
berperan dalam pengaturan sinyal
pertumbuhan dari proto-on
pertumbuhan dari proto-onkogen .kogen .
Bila gen tersebut bermutasi tidak
Bila gen tersebut bermutasi tidak
diperlukan lagi sinyal
diperlukan lagi sinyal pertumbuhanpertumbuhan
(misal: growth factor) dalam sel itu
(misal: growth factor) dalam sel itu
sehingga
sehingga berlangsung berlangsung siklus siklus sel sel
dengan pertumbuhan yang tidak
dengan pertumbuhan yang tidak
terbatas/terkendali...
Faktor Transkripsi sebagai onkogen :
• Faktor transkripsi adalah senyawa yg dapat
mengkodekan protein nuklear , yg berperan pada transduksi sinyal dalam sel, dan diantaranya ada yg berupa onkogen.
• Contohnya adalah AP-1 dan c-myc. Activator protein-1 (AP-1) merupakan anggota keluarga Fos (c-fos, fos B, Fra 1, dan Fra 2) dan Jun family members (c-jun, jun B, and jun D), yang dapat berdimerisasi melalui interaksi domain protein/protein yg dikenal sebagai leucine
zipper .
• Fos-jun heterodimer merupakan yg paling aktif
sedangkan junjun homodimer lebih lemah dan fos-fos homodimer terbentuk hanya pada keadaan yg sangat jarang.
FUNCTION OF PROTO-ONCOGENE- ENCODED PROTEINS
EXAMPLE
Control of DNA transcription (found in nucleus)
Signaling of hormone/growth factor binding such as a tyrosine kinase
srcis a membrane-bound tyr
kinase.
GTP-binding proteins involved in signal transduction from a surface receptor to the nucleus
ras
Growth factors sisis an altered form of platelet-derived growth factor B chain
Growth factor receptors
erb-Bis a homolog of the
epidermal growth factor receptor (it is also a tyrosine kinase). fmsis a
homolog of the macrophage
colony-stimulating factor (M-CSF) receptor
Proto-onkogen diklasifikasikan
dalam berbagai grup
berdasarkan peran/fungsi normal dari protein yg
dihasilkan dalam sel atau berdasarkan deret
homologinya dengan protein lainnya dalam sel, contoh :
Growth Factors,
Receptor Tyrosine Kinases (growth factor receptors), Membrane Associated Non-Receptor
Tyrosine Kinases,
G-Protein Coupled Receptors, Membrane Associated G-Proteins, Serine/Threonine Kinases, dan Nuclear DNA-Binding / Transcription Factors.
Mutasi yang bersifat dominan (proto-onkogen onkogen) merupakan salah satu fungsi yang diperoleh dan bersifat dominan, dimana kedua alel mengalami mutasi
Rb dan adenovirus E1A
Pada retinoblastoma, lesi bersifat resesif, dimana kanker yang
disebabkan mutasi menimbulkan hilangnya fungsi tumor suppressor tersebut.
• Telah diketahui pada umumnya tumor ditimbulkan oleh adanya mutasi yang dominan misalnya fungsi yang menyebabkan
pertumbuhan sel sedangkan seharusnya dalam keadaan normal hal itu tidak terjadi.
• Sebagai contoh bila ada suatu reseptor yang memberikan sinyal bila terikat pada suatu faktor tumbuh (growth factor) melalui
pengaktifan suatu tirosin kinase dimana reseptornya mengalami mutasi sehingga untuk seterusnya aktivitas tirosin kinase terus berlanjut/menjadi permanen. Dan sel itu akan mengalami
pertumbuhan tak terbatas yg juga ditemukan pd heterozigot. Dalam hal ini alel mutan itu bersifat dominan bila dibandingkan dengan alel normal.
• Mutasi pada factor yang menginduksi dan mengatur pertumbuhan sel, proliferasi dan diferensiasi, meliputi gen yang menghasilkan growth factor,reseptor growth factor dan berbagai protein yang
berperan pada proses kaskade transduksi sinyal dapat menjurus ke proses transformasi seluler.
Faktor pembelahan sel/faktor tumbuh (
Growth
factors
)
• Faktor pembelahan sel, atau mitogen, umumnya dihasilkan oleh beberapa sel khusus untuk menginduksi pembelahan sel.
• Bila suatu cell yang umumnya tidak memproduksi growth factors
tiba-tiba mulai memproduksinya (karena berubah menjadi onkogen), sel tersebut akan mengalami pembelahan tak terkontrol.
• Onkogen merupakan bentuk protein regulasi yang bermutasi yang terdapat pada kedua jalur diatas, antara lain memproduksi faktor tumbuh (growth factor) dalam jumlah besar, misalnya membangun reseptor aktif atau molekul-molekul perantara yang termodifikasi sehingga meningkatkan ekspresi protein yang berperan
menghambat apoptosis,
• Hal ini dapat juga menyebar ke sel-sel yang berdekatan sel kanker.
Virus :
• Virus termasuk penyebab kanker karena virus itu dapat membawa suatu kopi salah satu gen atau mengubah ekspresi proses kopi dari sel itu yang berasal dari salah satu gennya.
Proses aktivasi proto-onkogen menjadi onkogen terjadi karena : • retroviral transduction atau retroviral integration , • point mutations atau insertion mutations, • gene amplification, • chromosomal translocation dan/atau interaksi protein dengan protein.
Rantai sinyal (transduksi sinyal ) dalam sel terdiri dari protein yang merupakan :
1. Faktor tumbuh (growth factors)
2. Reseptor faktor tumbuh (growth factor receptors)
3. Protein-protein untuk transduksi sinyal dalam membran sel
(signal transducing proteins in cell membranes),
4. Enzim fosfokinase di sitoplasma (phosphokinases)
5. Protein yang ditransportasi dari sitoplasma ke dalam inti sel yang kemudian terikat pada DNA.
Lokalisasi berbagai produk onkogen (Sis, ErbB, Ras, Src, Myc) yg
berperan pada rantai sinyal
(transduksi sinyal ) diperlihatkan secara skematis
Virus dan Kanker
• Sel tumor dapat tumbuh melalui cara
non-genetik misalnya melalui infeksi oleh suatu virus
tumor khas. Terdapat virus tumor yang berasal
dari
– a) genom DNA ( misal: papilloma dan
adenovirus)
– b) genom RNA (retrovirus).
• Virus tumor RNA sering dijumpai pada ayam,
tikus dan kucing dan jarang dijumpai pada
manusia kecuali “human T-cell leukemia
viruses” (HTLV) dan “human immunodeficiency
virus” (HIV).
VIRUS TUMOR DNA BERPERAN PADA
TIMBULNYA KANKER PADA MANUSIA
• Tahun 1930 Richard Shope menemukan virus fibroma pada kelinci dan virus
papiloma.
• Papiloma merupakan tumor benigna seperti pada kutil pada kulit kelinci liar. Dari ekstrak sel epitel dari tumor itu dan kemudian disuntikan pada kelinci liar lain menghasilkan pertumbuhan
papiloma pada kelinci itu.
• Akan tetapi bila filtrat itu disuntikan pada kelinci peliharaan hasilnya adalah
karsinoma yang merupakan suatu tumor ganas, dan virus itu sekarang tidak
berhasil diisolasi dari pertumbuhan ganas tsb.
• Hal disebabkan oleh karena virus itu telah berintegrasi pada kromosom sel sehingga terbentuk tumor ganas.
Aliran informasi pada DNA tumor adalah sama
dengan yang ditemukan pada sel eukariot
Virus dapat dianggap sebagai suatu elemen parasit genetik yang perlu menginfeksi sel agar dapat
berreplikasi. Proliferasi sel
merupakan syarat mutlak untuk menunjang replikasi virus. Pada akhirnya virus memperoleh
kesanggupan untuk menginduksi proliferasi pada sel yang terinfeksi
melalui berbagai mekanisme. Sebagai tambahan banyak virus sanggup membangun fenotip sel yang bertransformasi dalam sistem in vitro dan membentuk tumor pada model binatang percobaan. Virus
juga berperan pada timbulnya proses keganasan (malignancy) pada
manusia. Virus-virus itu a.l. human papillomavirus (HPV) dan human
RETROVIRUS
• Retrovirus dapat menginduksi perubahan transformasi dalam sel yang diinfeksinya melalui dua macam mekanisme, dimana kedua mekanisme ini berhubungan dengan siklus hidup virus itu :
– 1) Bila retrovirus menginfeksi suatu sel maka genom RNA nya diubah menjadi DNA oleh enzim “RNA-dependent DNA
polymerase II” (reverse transcriptase).
– DNA itu kemudian berintegrasi pada genom sel hospes yg akan ikut dikopi.
– Pada deret paling akhir dari genom yang berasal dari retrovirus terdapat suatu promoter transkripsi yang disebut “long terminal
repeats” (LTR). LTR tersebut mempromosikan transkripsi DNA yang berasal dari virus yang akan menghasilkan partikel virus baru.
– 2) Transformasi sel oleh retrovirus yg berhubungan dengan efek transkripsi yang kuat dari LTR, karena bila suatu genom
retrovirus berintegrasi pada genom hospes, integrasi itu dapat terjadi secara acak. Bila penempatan itu terjadi berdekatan dengan gen yang mengkode duatu protein yang mengatur pertumbuhan, bila protein itu diekspresikan dalam jumlah yg meningkat abnormal maka akan terjadi transformasi sel. Hal ini disebut transformasi seluler yang diinduksi oleh retrovirus. HIV diketahui menginduksi infeksi pada individu melalui cara ini.
Perbedaan antara onkogen pada retrovirus dan dalam sel :
. Di dalam retrovirus penyebab tumor terdapat segmen yang berasal dari asam nukleat yg bertransformasi yg berasal dari suatu sel.
Gen pada sel terpisah (gen mosaik) sedangkan pada virus bersambung kontinu.
Penemuan ini sampai pd konklusi bahwa onkogen tidak menunjukkan suatu gen virus yang sesungguhnya
akan tetapi merupakan suatu gen seluler yg telah diambil jauh sewaktu
replikasinya dalam sel dan kemudian
terus dibawa. Gen seluler ini mempunyai fungsi sentral dalam sel yg
mempengaruhi pertumbuhan dan pembelahan sel.
Peran retrovirus pada karsinogenesis :
• Retrovirus mempunyai genom dan mempunyai dua sifat khas yang sama pada sel eukariot yaitu ujung 5’ dengan “cap”-nya dan bagian ekor dengan “polytail AAA”
• Selanjutnya pada retrovirus yang telah bertransformasi (onkogen) bisa terdapat gen ke 4 dan gen ini merupakan gen yang penting untuk proses transformasi misalnya
dengan menghasilkan suatu enzim protein kinase yang bersifat “pleiotropik” (bermacam-macam variasi) misalnya suatu protein yang terdapat pada struktur perlekatan
(adhesi) antar sel yang kemudian akan mengalami
fosforilasi abnormal sehingga perlekatan antar sel menjadi berkurang.
• Nama suatu onkogen berasal darimana tumor itu pertama kali ditemukan, misal v-mos (M aloney sarcoma virus), v-abl ( Abelson l eukemia virus) dan v-sis (Si mian sarcoma virus). • Homolognya yang terdapat pada sel ditandai dengan c-onc
“Tumor suppressor gene”
• Suatu tumor suppressor gene, atau anti-oncogene, merupakan suatu gen yang melindungi dalam suatu langkah dimana sel itu berubah menjadi sel kanker. • Gen Resesif :
– Meliputi tumor suppressor genes, growth suppressors, onkogen resesif atau lebih dikenal sebagai anti-onkogen.
• Bila gen ini bermutasi maka fungsi melindunginya akan berkurang/menghilang dan akibatnya sel itu berubah menjadi sel kanker, dan biasanya disertai pula oleh perubahan genetik lainnya.
• “Tumor -suppressor genes”, atau protein yang dihasilkannya mempunyai efek meredam atau represif dalam pengaturan siklus sel atau membangkitkan proses apoptosis atau ke dua-duanya.
• Berikut ini adalah kategori fungsi dari protein yg dihasilkan tumor-suppressor :
– Represi gen yg penting untuk kelanjutan siklus sel. Bila gen ini tidsk berekspresi pembelahan sel terhambat dan siklus sel berhenti.
– Kerusakan DNA dapat berangkai dengan siklus sel, dimana siklus sel terhenti, atau siklus sel dapat kembali terjadi bila DNA telah diperbaiki (DNA repair).
– Apabila kerusakan DNA tidak dapat diperbaiki maka sel itu akan menjalani apoptosis (programmed cell death), untuk menghindari ancaman yg berat terhadap organisme i tu. – Beberapa protein yang berperan pada proses adhesi sel mencegah sel tumor
berpencaran, memblokir kehilangan inhibitin untuk kontak dan m enghambat metastasis, karena itu protein tsb disebut juga “metastasis suppressor”.
Human cancers that involve p53
cervix liver
breast lung
bladder skin
prostate colon Suatu gen yg dikenal yaitu p53
menghasilkan protein yg diketahui
berhubungan dengan timbulnya bermacam kanker dan beberapa diantaranya
diturunkan.
Pada kanker turunan ini juga ditemukan p53 yang telah bermutasi .
Gangguan pada protein produknya
ternyata merupakan dasar baik langsung maupun tidak pada terjadinya kanker pd manusia. Total 60& kanker manusia
disebabkan oleh mutasi gen ini. 80% kanker kolon juga diketahui disebabkan oleh mutasi gen p53 ini.
TUMOR MARKERS
• Adalah substansi biologis atau biokimia yang
dihasilkan oleh sel tumor dan disekresikan ke dalam darah urin, cairan atau jaringan tubuh lainnya pada berbagai tipe kanker dan disekresikan melebihi
normal . TM dapat dihasilkan oleh tumor itu sendiri atau oleh tubuh sebagai respons adanya kanker ataupun keadaan non-kanker tertentu.
• Tumor markers berguna untuk membantu mendiagnosis kanker, meramalkan respons
penderita terhadap pengobatan dan mendeteksi
respons penderita terhadap pengobatan, atau untuk menentukan relaps kembali kanker seseorang.
• Secara umum TM tidak dapat digunakan tersendiri dan harus digunakan dengan dikombinasikan
pemeriksaan lain untuk mendiagnosis secara lebih tepat.
Pemeriksaan TM berguna untuk :
• 1. Skrening penyakit.
• 2. Diagnosis gejala pada penderita.
• 3. Staging kanker
• 4. Indikator prognostik.
• 5. Mendeteksi penyakit kanker yg kambuh
kembali.
TUMOR MARKERS /PETANDA TUMOR dapat berupa :
1. Enzim dan isoenzim.(LDH -Lactic Dehydrogenase, PLAP (Placental Alkaline Phosphatase):- Membedakan sumber tumor antara hati, tulang dan germ sel)
2. Hormon.(Insulin - islet cell tumor, Calcitonin - medullary thyroid carcinoma, dan catecholamines
-pheochromocytoma.
3. Immunoglobulin.(Thyroglobulin:- ditemukan pada follicular carcinoma, monoclonal immunoglobulin molecule is
characteristic of multiple myeloma.)
4. Antigen (oncofetal dan CHO) (CA 3 (Cancer Antigen 15-3:-metastatic breast cancers)
5. Receptor.(Estrogen resetpr –ET, Progesteron reseptor-PR) 6. Produk onkogen.(ras, HER-2/neu, bcl-2, c-myc.):dan
Tumor suppressor genes (Retinoblastoma, p53, BRCA1 and 2)
7. Genetic marker/ petanda genetik(Philadelphia