DAFTAR PUSTAKA
Aziz, T.Lukman (1982). Semiologi (Masalah Simbol dalam Kartografi). Program
Studi Teknik Geodesi dan Geomatika ITB, Bandung.
Divianto, Roni (2005). Rancangan Kartografi Untuk Penyajian Data Perpajakan
Pada Berbagai Tingkat Organisasi Pajak Bumi dan Bangunan. Tesis
Program Magister, Bidang Pengutamaan Administrasi Pertanahan Program
Studi Teknik Geodesi dan Geomatika ITB, Bandung.
Keates, J.S (1966). Rancangan dan Produksi Kartografi. Penerbit Longman, London.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2000 Tentang Ketelitian
Peta Untuk Penataan Ruang Wilayah. Bakosurtanal, Jakarta.
Prihandito, Aryono (1989). Kartografi. Penerbit PT Mitra Gama Widya, Yogyakarta.
Riantini (2006). Spesifikasi Peta Dijital Kadaster Multiguna. Skripsi Program
Sarjana. Program Studi Teknik Geodesi dan Geomatika Fakultas Teknik
Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung, Bandung.
S, Adi (2004). Peta dan Kartografi. Teknik Geodesi dan Geomatika ITB, Bandung.
Wiantoko, Madya (2005). Identifikasi Perubahan Objek Bangunan Memanfaatkan
Citra Quickbird Untuk Pemeliharaan Data Objek Pajak Bumi dan
Bangunan. Tesis Program Magister. Program Studi Teknik Geodesi dan
Geomatika Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi
Bandung, Bandung.
Lampiran I.1 Tabel Penyeragaman Simbol
PLN
NAMA OBJEK SPESIFIKASI SIMBOL
1 Hantaran udara tegangan tinggi (HUTT)
• Bentuk garis : garis lurus kontinu digambar dengan tiga garis
• Tebal garis : 0,03 mm • Warna : merah 2 Hantaran udara tegangan menengah (HUTM)
• Bentuk garis : garis lurus kontinu digambar dengan dua garis
• Tebal garis : 0,05 mm • Warna : merah 3 Hantaran udara tegangan rendah (HUTR)
• Bentuk garis : garis lurus kontinu digambar dengan satu garis
• Tebal garis : 0,1 mm • Warna : merah 4 Saluran rumah (SR)+tiang listrik atap rumah
• Bentuk garis : garis lurus kontinu digambar dengan satu garis dan titik hitam diujung • Tebal garis : 0,1mm • Warna : orange 5 Saluran kabel tegangan tinggi (SKTT)
• Bentuk garis : garis lurus kontinu digambar dengan tiga garis
• Tebal garis : 0,03 mm • Warna : pink
6 Saluran kabel tegangan menengah (SKTM)
• Bentuk garis : garis lurus kontinu digambar dengan dua garis
• Tebal garis : 0,05 mm • Warna : pink
7 Saluran kabel tegangan rendah (SKTR)
• Bentuk garis : garis lurus kontinu digambar dengan satu garis
• Tebal garis : 0,1 mm • Warna : pink 8 Saluran udara kabel kontrol (SUKK)
• Bentuk garis : garis lurus kontinu digambar dengan satu garis
• Tebal garis : 0,1 mm • Warna : biru
9
Saluran tanah kabel kontrol (STKK)
• Bentuk garis : garis lurus kontinu digambar dengan satu garis
• Tebal garis : 0,1 mm
10
lanjutan…
Saluran Kabel Transmisi Listrik Bawah Laut • Bentuk garis : garis lurus kontinu digambar dengan satu garis
• Tebal garis : 0,1 mm • Warna : ungu 11 Tiang penggantung hantaran udara tegangan
rendah
• Bentuk : lingkaran dengan tanda silang ditengah
• Tebal garis : 0,01 mm • Diameter : 0,1 mm
• Warna : pink bergaris hitam 12 Tiang besi
• Bentuk : lingkaran dengan tanda silang ditengah
• Tebal garis : 0,03 mm • Diameter : 0,15 mm • Warna : merah
13 Tiang kayu
• Bentuk : lingkaran dengan tanda satu silang ditengah • Tebal garis : 0,03 mm • Diameter : 0,15 mm • Warna : coklat
14 Tiang beton bulat
• Bentuk : lingkaran dengan tanda silang ditengah
• Tebal garis : 0,05 mm • Diameter : 0,18 mm • Warna : hitam
15 Tiang beton persegi
• Bentuk : persegi dengan tanda silang ditengah
• Tebal garis : 0,05 mm • Panjang sisi : 0,2 • Warna : hitam
16 Gardu Induk (GI)
• Bentuk : persegi dengan tanda silang ditengah dan dilapisi persegi diluar
• Tebal garis : 0,5 mm • Ukuran : 20 mm x 10 mm • Warna : merah
17 Gardu hubung (GH)
• Bentuk : persegi dan dilapisi persegi diluar
• Tebal garis : 0,5 mm • Ukuran : 10 mm x 5 mm • Warna : merah
18 Gardu distribusi (GD)
• Bentuk : persegi dengan tanda titik ditengah
• Tebal garis : 0,5 mm • Ukuran : 5 mm x 2,5 mm • Warna : merah
19 Travo
• Bentuk : persegi dengan tanda dua buah garis memotong ditengah
• Tebal garis : 0,5 mm • Ukuran : 2 mm x 1,5 mm • Warna : orange
20 Travo di tiang • Bentuk : persegi dengan tanda silang ditengah dan dibagian
lanjutan… • Tebal garis : 0,5 mm • Ukuran : 1 mm x 0,5 mm • Warna : orange
21
Menara penggantung hantaran udara tegangan tinggi
• Bentuk : persegi diluar dan gambar tiang listrik didalam dengan tanda titik persegi ditengah
• Tebal garis : 0,5 mm • Ukuran : 10 mm x 5 mm • Warna : merah dan persegi
luar hitam
22 Menara penggantung hantaran udara tegangan menengah
• Bentuk : persegi diluar dan gambar tiang listrik didalam dengan tanda titik silang ditengah
• Tebal garis : 0,5 mm • Ukuran : 5 mm x 2,5 mm • Warna : merah dan persegi
luar hitam
PBB
NAMA OBJEK SPESIFIKASI SIMBOL
1 Rumah • Bentuk : persegi dan didalam bercorak garis-garis • Tebal garis : 0,1mm
• Warna : hijau dan persegi luar hitam
2 Fasilitas umum (telefon umum,WC umum, dll)
• Bentuk : persegi dan didalam bertuliskan ‘PU’
• Tebal garis : 0,1mm
• Warna : tulisan hitam dan persegi luar hitam
3 Perkantoran pemerintah
• Bentuk : persegi dan didalam bercorak garis-garis
• Tebal garis : 0,1mm
• Warna : biru dan persegi luar hitam
4
Sarana peribadatan dan pendidikan agama (masjid, pesantren, mda, dll)
• Bentuk : persegi dan didalam bertuliskan ‘IPA’
• Tebal garis : 0,1mm
• Warna : hijau dan persegi luar hitam
5 Sarana sosial (panti, dll)
• Bentuk : persegi dan didalam bertuliskan ‘SOS’
• Tebal garis : 0,1mm
• Warna : biru dan persegi luar hitam
6 Industri/pabrik dan pergudangan
• Bentuk : persegi dan didalam bertuliskan ‘IN’
• Tebal garis : 0,1mm
• Warna : pink dan persegi luar hitam
7 Sarana pendidikan (PT, SMU, SMP, dll) • Bentuk : persegi dan didalam bersambung…
SOS
lanjutan… bertuliskan ‘PDK’ • Tebal garis : 0,1mm
• Warna : biru dan persegi luar hitam
8
Pariwisata / Seni / Budaya (museum, tugu, kbn binatang,dll)
• Bentuk : persegi dan didalam bertuliskan ‘PSB’
• Tebal garis : 0,1mm
• Warna : tulisan hitam dan persegi luar hitam
9 Hotel /penginapan
• Bentuk : persegi dan didalam bertuliskan ‘H’ serta bercorak garis
• Tebal garis : 0,1mm
• Warna : hijau dan persegi luar hitam
10 Restaurant/rumah makan
• Bentuk : persegi dan didalam bertuliskan ‘R’
• Tebal garis : 0,1mm
• Warna : hitam dan persegi luar hitam
11 Tempat Parkir Kendaraan Bermotor
• Bentuk : persegi dan didalam bertuliskan ‘P’
• Tebal garis : 0,1mm
• Warna : tulisan hitam dan persegi luar hitam
12 Pemakaman (Islam, Kristen, kuburan lain) • Bentuk : persegi dan didalam ada lambang kuburan
• Tebal garis : 0,1mm
• Warna : hitam dan persegi luar hitam
13
Sarana kesehatan (Rumah Sakit/poliklinik/puskesmas)
• Bentuk : persegi dan didalam ada lambang rumah sakit • Tebal garis : 0,1mm
• Warna : merah dan persegi luar hitam
14
Tanah Kosong /kavling siap bangun
• Bentuk : persegi dan bercorak garis-garis
• Tebal garis : 0,1mm
• Warna : corak garis coklat dan persegi luar hitam
15
Sarana hiburan/Bioskop
• Bentuk : persegi dan bercorak garis-garis serta bertuliskan ‘hib’
• Tebal garis : 0,1mm
• Warna : corak garis ungu, tulisan hitam dan persegi luar hitam
16
Perkantoran swasta
• Bentuk : persegi dan bercorak garis-garis serta bertuliskan ‘SW’
• Tebal garis : 0,1mm
• Warna : corak garis merah, tulisan hitam dan persegi luar
hitam bersambung… PSB H R P
hib
lanjutan…
17
Batas bidang tanah • Bentuk : garis lurus kontinu • Tebal garis : 0,15mm • Warna : coklat
18 Pasar/mall
• Bentuk : persegi dan bercorak garis-garis serta bertuliskan ‘PS’
• Tebal garis : 0,1mm
• Warna : corak garis biru, tulisan hitam dan persegi luar hitam
19
Lapak kaki lima (dagang pulsa eceran, dll) dan Warung tetap (warung kopi, warung tegal, dll)
• Bentuk : persegi dan bercorak garis-garis serta bertuliskan ‘LP’
• Tebal garis : 0,1mm
• Warna : corak garis pink, tulisan hitam dan persegi luar hitam
UMUM
NAMA OBJEK SPESIFIKASI SIMBOL
1.
Batas RW (batas antar RW) • Bentuk garis : garis lurus putus-putus digambar dengan satu garis
• Tebal garis : 0,3 mm • Warna : merah
2.
Batas kelurahan (batas antar kelurahan) • Bentuk garis : garis lurus titik tiga digambar dengan satu garis
• Tebal garis : 0,3 mm • Warna : hitam
3.
Batas kecamatan (batas antar kecamatan)
• Bentuk garis : garis lurus titik dua digambar dengan satu garis
• Tebal garis : 0,35 mm • Warna : hitam
4.
Batas kabupaten/kota/kotif (batas antar kabupaten/kota/kotif)
• Bentuk garis : garis lurus titik satu digambar dengan satu garis
• Tebal garis : 0,4 mm • Warna : hitam
5.
Batas provinsi (batas antar provinsi)
• Bentuk garis : garis lurus tanda palang digambar dengan satu garis
• Tebal garis : 0,5 mm • Warna : hitam
⋅ + ⋅ + ⋅ + ⋅ + ⋅
6.
Batas negara (batas antar negara)
• Bentuk garis : garis palang digambar dengan satu garis • Tebal garis : 0,5 mm • Warna : merah
+ + + + + + +
7. Jalan tol
• Bentuk garis : garis lurus kontinu digambar dengan tiga garis
bersambung…
lanjutan… • Tebal garis : 0,7 mm
• Warna : merah garis tengah hitam
8.
Jalan arteri (kota ke kota)
• Bentuk garis : garis lurus kontinu digambar dengan tiga garis
• Tebal garis : 0,5 mm
• Warna : hitam garis tengah merah
9.
Jalan kolektor (kecamatan ke kecamatan)
• Bentuk garis : garis lurus kontinu digambar dengan dua garis
• Tebal garis : 0,5 mm • Warna : hitam
10.
Jalan lokal (kelurahan ke kelurahan)
• Bentuk garis : garis lurus kontinu digambar dengan dua garis
• Tebal garis : 0,35 mm • Warna : hitam
11.
Jalan lingkungan (rumah ke rumah)
• Bentuk garis : garis lurus kontinu digambar dengan dua garis
• Tebal garis : 0,30 mm • Warna : coklat
12.
Gang
• Bentuk garis : garis lurus kontinu digambar dengan satu garis
• Tebal garis : 0,60 mm • Warna : hitam
13.
Rel kereta api
• Bentuk garis : garis lurus kontinu digambar dengan satu garis
• Tebal garis : 1 mm • Warna : hitam putih
14.
Selokan
• Bentuk garis : garis melengkung beraturan kontinu digambar dengan satu garis • Tebal garis : 0,35
• Warna : biru
15.
Saluran air
• Bentuk garis : garis lurus kontinu digambar dengan dua garis • Tebal garis : 0, 50 mm • Warna : biru 16. Danau
• Bentuk garis : garis melengkung tidak beraturan kontinu digambar dengan satu garis
• Tebal garis : 0,3 mm
• Warna : garis luar hitam solid biru
17.
Sungai besar
• Bentuk garis : garis melengkung beraturan kontinu digambar dengan lima garis • Tebal garis : 0,3 mm • Warna : biru
lanjutan… melengkung tidak beraturan kontinu digambar dengan satu garis bercabang
• Tebal garis : o,3 mm • Warna : biru
19.
Mata air
• Bentuk : lingkaran dan ada ujung runcing
• Tebal garis : 0,3 mm • Warna : biru
20.
Air terjun
• Bentuk garis : garis melengkung beraturan kontinu digambar dengan satu garis, ada tulisan ‘At’
• Tebal garis : 0,5 mm
• Warna : biru garis silang hitam
At
21.
Batu karang
• Bentuk garis : garis melengkung tidak beraturan kontinu digambar dengan satu garis dan ada tanda palang tiga buah
• Tebal garis : 0,5 mm • Warna : hitam
22.
Bendungan
• Bentuk : trapezium dan garis lurus kontinu
• Tebal garis : 0,5 mm
• Warna : solid abu-abu dengan garis hitam diluar
23.
Stasiun/Terminal bis • Bentuk : persegi dengan tulisan ‘TER’ • Tebal garis : 0,1 mm
• Warna : hitam dan dilapisi persegi diluar
24.
Stadion/lapangan Atletik dan Olah Raga/arena olahraga
• Bentuk : persegi diluar dan ellipsoid didalam dengan tulisan ‘std’
• Tebal garis : 0,1mm
• Warna : hitam dan dilapisi persegi hitam diluar
25.
Bandara
• Bentuk : persegi dengan tulisan lambing pesawat
• Tebal garis : 0,1mm
• Warna : hitam dan dilapisi persegi hitam diluar
26.
Pelabuhan
• Bentuk : persegi dengan lambing jangkar
• Tebal garis : 0,1mm
• Warna : hitam dan dilapisi persegi hitam diluar
27. Jembatan
• Bentuk : garis melengkung
beraturan dengan dua buah Bersambung…
TER
std
PLB BDR
lanjutan… garis lurus ditengah • Tebal garis : 0,1mm
• Warna : garis melengkung
coklat dan garis lurus hitam
28.
Terowongan (Jalan, kereta api)
• Bentuk : dua buah tanda panah yang saling berhadapan dan diantara kedua tanda panah ada dua buah garis putus-putus • Tebal garis : 1mm
• Warna : hitam
29.
Stasiun Kereta Api
• Bentuk : persegi dengan tulisan St.KA
• Tebal garis : 1mm
• Warna : hitam dilapisi persegi hitam diluar
30. Titian
• Bentuk : garis lurus kontinu digambar dengan satu garis • Tebal garis : 1 mm • Warna : kuning