• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA"

Copied!
52
0
0

Teks penuh

(1)

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

--- RISALAH SIDANG

PERKARA NOMOR 4/PHP.BUP-XV/2017 PERKARA NOMOR 15/PHP.BUP-XV/2017 PERKARA NOMOR 16/PHP.BUP-XV/2017 PERKARA NOMOR 23/PHP.BUP-XV/2017 PERKARA NOMOR 31/PHP.GUB-XV/2017

PERIHAL

PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN BUPATI ACEH TIMUR PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN BUPATI PIDIE PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN BUPATI BIREUN PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN BUPATI NAGAN RAYA

PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN GUBERNUR ACEH

ACARA

PEMERIKSAAN PENDAHULUAN (I)

J A K A R T A

(2)

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

--- RISALAH SIDANG

PERKARA NOMOR 4/PHP.BUP-XV/2017 PERKARA NOMOR 15/PHP.BUP-XV/2017 PERKARA NOMOR 16/PHP.BUP-XV/2017 PERKARA NOMOR 23/PHP.BUP-XV/2017 PERKARA NOMOR 31/PHP.GUB-XV/2017 PERIHAL

Perselisihan Hasil Pemilihan Bupati Aceh Timur Perselisihan Hasil Pemilihan Bupati Pidie Perselisihan Hasil Pemilihan Bupati Bireun Perselisihan Hasil Pemilihan Bupati Nagan Raya Perselisihan Hasil Pemilihan Gubernur Aceh

PEMOHON

1. Ridwan Abubakar dan Abdul Rani (Perkara Nomor 4/PHP.BUP-XV/2017) 2. Sarjani Abdullah dan M. Iriawan (Perkara Nomor 15/PHP.BUP-XV/2017) 3. M. Yusuf Abdul Wahab dan Purnama Setia Budi (Perkara Nomor 16/PHP.BUP-XV/2017) 4. Teuku Raja Keumangan dan Said Junaidi (Perkara Nomor 23/PHP.BUP-XV/2017) 5. Muzakir Manaf dan T. A. Khalid (Perkara Nomor 31/PHP.GUB-XV/2017)

TERMOHON

KIP Kabupaten Aceh Timur KIP Kabupaten Pidie KIP Kabupaten Bireun KIP Kabupaten Nagan Raya KIP Provinsi Aceh

ACARA

Pemeriksaan Pendahuluan (I)

Kamis, 16 Maret 2017, Pukul 13.10 – 14.55 WIB Ruang Sidang Gedung Mahkamah Konstitusi RI, Jl. Medan Merdeka Barat No. 6, Jakarta Pusat

SUSUNAN PERSIDANGAN

1) Anwar Usman (Ketua)

2) I Dewa Gede Palguna (Anggota) 3) Manahan MP Sitompul (Anggota)

4) Aswanto (Anggota)

Dian Chusnul Chotimah Panitera Pengganti

Syamsudin Noor Panitera Pengganti

Siska Yosephin Sirait Panitera Pengganti

Jefri Porkonanta Tarigan Panitera Pengganti

(3)

Pihak yang Hadir:

A. Kuasa Hukum Pemohon Perkara Nomor 4/PHP.BUP-XV/2017:

1. Sopian Adami 2. Mukhlis Ahmad 3. Eggi Sudjana 4. Feldy Taha

B. Termohon Perkara Nomor 4/PHP.BUP-XV/2017:

1. Iskandar A. 2. Tarmizi 3. Sofyan 4. Mulia Karim

C. Kuasa Hukum Termohon Perkara Nomor 4/PHP.BUP-XV/2017:

1. Hafsah

D. Kuasa Hukum Pihak Terkait Perkara Nomor 4/PHP.BUP-XV/2017:

1. Kamaruddin

E. Kuasa Hukum Pemohon Perkara Nomor 15/PHP.BUP-XV/2017:

1. Veri Junaidi 2. Munafrizal Manan 3. Ahmad Irawan

4. Yusril Ihza Mahendra 5. Agus Dwi Warsono

F. Termohon Perkara Nomor 15/PHP.BUP-XV/2017:

1. Ridwan

2. M. Diah Adam 3. Azhar

G. Kuasa Hukum Termohon Perkara Nomor 15/PHP.BUP-XV/2017:

1. Ainal Lukman

2. M. Nasrul Latief Soe’oed

H. Kuasa Hukum Pihak Terkait Perkara Nomor 15/PHP.BUP-XV/2017:

(4)

I. Kuasa Hukum Pemohon Perkara Nomor 16/PHP.BUP-XV/2017

1. Muhammad Reza Maulana 2. Fauzan

3. Sidik

4. Zulfikar Muhammad

J. Termohon Perkara Nomor 16/PHP.BUP-XV/2017:

1. Mukhtaruddin 2. Agusni

3. Verayanti

K. Kuasa Hukum Termohon Perkara Nomor 16/PHP.BUP-XV/2017:

1. Adi Mansar 2. Guntur Rambe

L. Kuasa Hukum Pihak Terkait Perkara Nomor 16/PHP.BUP-XV/2017:

1. Basrun Yusuf

M. Kuasa Hukum Pemohon Perkara Nomor 23/PHP.BUP-XV/2017:

1. A. Muhammad Asrun 2. Ai Latifah Fardiyah 3. M. Jodi Santoso 4. Ismayanti

N. Termohon Perkara Nomor 23/PHP.BUP-XV/2017:

1. Muhammad Yasin 2. Said Mudhar

O. Kuasa Hukum Termohon Perkara Nomor 23/PHP.BUP-XV/2017::

1. Petrus Bala Pattyona 2. Juniana Sipayung 3. Nurfidianto Maito

P. Kuasa Hukum Pihak Terkait Perkara Nomor 23/PHP.BUP-XV/2017:

1. Mehbob

2. Ardi Mbalembout 3. Muhajir

4. Dimaz Elroy 5. Asdar

(5)

6. Erma

Q. Pemohon Perkara Nomor 31/PHP.GUB-XV/2017:

1. Muzakir Manaf 2. T.A. Khalid

R. Kuasa Hukum Pemohon Perkara Nomor 31/PHP.GUB-XV/2017

1. Yusril Ihza Mahendra 2. Agus Dwi Warsono 3. Mukhlis Mukhtar

S. Termohon Perkara Nomor 31/PHP.GUB-XV/2017:

1. Ridwan Hadi

T. Kuasa Hukum Termohon Perkara Nomor 31/PHP.GUB-XV/2017:

1. Ainal Lukman

2. M. Nasrul Latief Soe’oed

U. Kuasa Hukum Pihak Terkait Perkara Nomor 31/PHP.GUB-XV/2017:

1. Sayuti Abubakar 2. Asfili Ishak 3. Imran Mahfudin 4. Isfanuddin Amir

(6)

1. KETUA: ANWAR USMAN

Sidang Perkara Nomor 4, 15, 16, 23/PHP.BUP-XV/2017, dan Nomor 31/PHP.GUB-XV/2017 dibuka dan dinyatakan terbuka untuk umum.

Assalamualaikum wr. wb. Selamat siang, salam sejahtera untuk kita semua. Untuk Perkara Nomor 4, dipersilakan untuk memperkenalkan diri, siapa saja yang hadir?

2. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR

4/PHP.BUP-XV/2017: EGGI SUDJANA

Terima kasih, Yang Mulia. Kami dari Perkara Nomor 4, Aceh Timur, sebagai Pemohon, saya lawyer Eggi Sudjana. Selanjutnya.

3. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR

4/PHP.BUP-XV/2017: MUKHLIS AHMAD

Mukhlis Ahmad.

4. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR

4/PHP.BUP-XV/2017: EGGI SUDJANA

Dua lagi Saudara Sopian dan Feldy Taha. Terima kasih.

5. KETUA: ANWAR USMAN

Ya, baik, terima kasih. Termohon Perkara Nomor 4?

6. KUASA HUKUM TERMOHON PERKARA NOMOR

4/PHP.BUP-XV/2017: HAFSAH

Terima kasih, Yang Mulia. Kami Termohon dari (suara tidak terdengar jelas) KIP Aceh Timur, saya Hafsah, S.H. Terima kasih.

7. KETUA: ANWAR USMAN

Ya, baik. Pihak Terkait?

SIDANG DIBUKA PUKUL 13.10 WIB

(7)

8. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT PERKARA NOMOR 4/PHP.BUP-XV/2017: KAMARUDDIN

Terima kasih, Yang Mulia. Saya Kamaruddin mewakili Pihak Terkait. Saya lawyer mewakili dari H. Hasballah Bin Thaib dan Syahrul Bin Syamaun. Terima kasih, Yang Mulia.

9. KETUA: ANWAR USMAN

Ya, terima kasih. Pemohon Nomor 15?

10. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR 15/PHP.BUP-XV/2017: VERI JUNAIDI

Terima kasih, Yang Mulia. Assalamualaikum wr. wb. Kami hadir, saya sendiri Veri Junaidi, Munafrizal Manan, dan Ahmad Irawan. Dengan Kuasa tambahan Prof. Yusril Ihza Mahendra dan Agus Dwi Warsono. Terima kasih, Yang Mulia.

11. KETUA: ANWAR USMAN

Baik, terima kasih. Pihak Termohon?

12. KUASA HUKUM TERMOHON PERKARA NOMOR 15/PHP.BUP-XV/2017: AINAL HUKMAN

Terima kasih, Yang Mulia. Assalamualaikum wr. wb. Kami dari Termohon Ainal Hukman, Kuasa Hukum. Dan H. Muhammad Nasrul Latief Soe’oed, S.H. dan Pihak Prinsipal hadir, Bapak Ridwan. Terima kasih.

13. KETUA: ANWAR USMAN

Ya, baik. Terima kasih. Pihak Terkait? Pihak Terkait Nomor 15?

14. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT PERKARA NOMOR 15/PHP.BUP-XV/2017: MUZAKAR

Terima kasih, Yang Mulia, atas kesempatan yang diberikan. Nama saya Muzakar, saya Kuasa Hukum dari Pasangan Calon Nomor Urut 2, yaitu Roni Ahmad/Fadhulullah T. M. Daud. Terima kasih, Yang Mulia.

15. KETUA: ANWAR USMAN

(8)

16. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR 16/PHP.BUP-XV/2017: MUHAMMAD REZA MAULANA

Assalamualaikum wr. wb. Terima kasih atas kesempatan, Yang Mulia. Kuasa hukum Pemohon dengan Nomor Perkara 16, saya Muhammad Reza Maulana, Fauzan, Sidik, S.H.I, dan Zulfikar Muhammad. Untuk mewakili Pasangan Calon Nomor Urut 3, Pasangan Bupati ... Calon Bupati Bireun. Terima kasih, Yang Mulia.

17. KETUA: ANWAR USMAN

Ya, baik, terima kasih. Pihak Termohon?

18. KUASA HUKUM TERMOHON PERKARA NOMOR 16/PHP.BUP-XV/2017: ADI MANSAR

Terima kasih, Yang Mulia. Assalamualaikum wr. wb. Selamat siang, salam sejahtera bagi kita semua. Kami Kuasa Hukum dari KIP Bireun, Perkara Nomor 16. Saya Adi Mansar, hadir berdua dengan Guntur Rambe. Kemudian hari ini ada Prinsipal Mukhtaruddin, Agusni, sama Verayanti. Demikian, Yang Mulia. Terima kasih.

19. KETUA: ANWAR USMAN

Ya, baik. Terima kasih. Pihak Terkait?

20. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT PERKARA NOMOR 16/PHP.BUP-XV/2017: BASRUN YUSUF

Terima kasih atas kesempatannya. Yang Mulia, kami H. Basrun Yusuf, S.H. Kuasa Hukum mewakili dari Pihak Terkait H. Saifannur, S.Sos. dan Dr. H. Muzakkar A. Gani, S.H., M.Si. Terima kasih.

21. KETUA: ANWAR USMAN

Ya, terima kasih. Pemohon Nomor 23? Silakan.

22. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR 23/PHP.BUP-XV/2017: A. MUHAMMAD ASRUN

Terima kasih. Dari mewakili Prinsipal Calon Bupati dan Wakil Bupati Nomor Urut 1 Teuku Raja Keumangan dan Said Junaidi. Hadir di sini Kuasa Hukumnya. Pertama saya sendiri, Muhammad Asrun. Kemudian di belakang saya ada Saudara Ai Latifah Fardiyah. Kemudian Jodi Santoso dan Ismayanti. Terima kasih.

(9)

23. KETUA: ANWAR USMAN

Ya, baik, terima kasih. Termohon silakan.

24. KUASA HUKUM TERMOHON PERKARA NOMOR 23/PHP.BUP-XV/2017: PETRUS BALA PATTYONA

Terima kasih. Assalamualaikum wr. wb. Saya Petrus Bala Pattyona, sebagai Kuasa Hukum KIP Nagan Raya. Selain saya, Kuasa Hukum yang lain adalah Juniana Sipayung ada di sini, Nurfidianto Maito, dan hadir juga Prinsipal Ketua KIP Nagan Raya, Muhammad Yasin dan anggota, Said Mudhar. Terima kasih.

25. KETUA: ANWAR USMAN

Ya, terima kasih. Pihak Terkait?

26. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT PERKARA NOMOR 23/PHP.BUP-XV/2017: MEHBOB

Assalamualaikum wr. wb. Kami Kuasa Hukum dari Calon Bupati Nomor 5, yaitu H. M. Jamin Idham dan Chalidin. Dan yang hadir kami Kuasa Hukumnya adalah Mehbob, kemudian di belakang kami ada Saudara Ardi Mbalembout, Muhajir, dan Dimas, kemudian Asdar. Terima kasih.

27. KETUA: ANWAR USMAN

Ya, terima kasih. Pemohon Nomor 31, silakan.

28. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR 31/PHP.GUB-XV/2017: MUKHLIS MUKHTAR

Terima kasih, Majelis. Assalamualaikum wr. wb. Kami Kuasa Hukum dari Pilgub Gubernur Aceh Nomor Urut 5, yaitu Bapak Yusril Ihza Mahendra, Pak Agus, dan saya sendiri Mukhlis Mukhtar dan dihadiri oleh Prinsipal, yaitu H. Muzakir Manaf dan H. T. A. Khalid. Terima kasih.

29. KETUA: ANWAR USMAN

(10)

30. KUASA HUKUM TERMOHON PERKARA NOMOR 31/PHP.GUB-XV/2017: AINAL HUKMAN

Terima kasih, Yang Mulia. Pihak Termohon dari KIP Aceh dihadiri dari Ridwan Hadi, S.H., sebagai Ketua KIP Aceh dan kami Kuasa Hukum, Ainal Hukman, S.H., dan Nasrul Latief Soe’oed, S.H. Terima kasih, Yang Mulia.

31. KETUA: ANWAR USMAN

Pihak Terkait?

32. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT PERKARA NOMOR 31/PHP.GUB-XV/2017: SAYUTI ABUBAKAR

Terima kasih, Yang Mulia. Kami Kuasa Hukum dari Pihak Terkait dalam Perkara Nomor 31, Pilgub Aceh, yaitu Bapak Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah. Saya sendiri, Sayuti Abubakar dalam hal ini juga ada rekan-rekan saya, yaitu Asfili Ishak, terus Imran Mahfudin, dan Isfanuddin Amir. Terima kasih, Yang Mulia.

33. KETUA: ANWAR USMAN

Ya, baik. Terima kasih. Jadi, sudah semua, ya. Untuk … kita mulai dengan Perkara Nomor 4, silakan Pak Eggi, apa siapa yang akan membacakan permohonannya? Jadi, kami juga sudah membaca, sudah meneliti, mungkin langsung saja ke alasan-alasan.

34. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR 4/PHP.BUP-XV/2017: EGGI SUDJANA

Ya, ada rekan saya.

35. KETUA: ANWAR USMAN

Ya, silakan.

36. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR 4/PHP.BUP-XV/2017: MUKHLIS AHMAD

Ya, terima kasih, Majelis. Kami … perlu kami sampaikan bahwa dalam kesempatan ini kami menyampaikan kepada Majelis. Kalau diperkenankan, ada beber ... dari permohonan kita sebelumnya, ada beberapa hal menurut kami perlu kami perbaiki, pada intinya perbaikan. Kebetulan ada beberapa data dan fakta yang baru kita temukan lewat

(11)

daripada tanggal 8, sementara batas terakhir untuk perbaikan diberi waktu adalah tanggal 8. Ternyata ada beberapa hal baru kita dapatkan pascatanggal 8. Kami mohon kepada Majelis Hakim untuk berkenan memberi kesempatan buat Pemohon untuk bisa memperbaiki permohonan yang sebelumnya sudah kami daftarkan ke Mahkamah Konstitusi. Terima kasih, Majelis.

37. KETUA: ANWAR USMAN

Langsung saja, silakan direnvoi, direnvoi sekalian. Langsung saja dibacakan mana yang perlu diperbaiki, direnvoi.

38. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR 4/PHP.BUP-XV/2017: MUKHLIS AHMAD

Oh, baik, baik Majelis.

Terima kasih, Majelis. Kami sudah mempersiapkan juga untuk perbaikan, mungkin langsung saja pada poin-poin langsung yang kami perbaiki yang berkenaan dengan langsung kami perbaiki. Pertama, pada halaman 1 bagian Perihal Permohonan, sebelumnya tertulis di situ Nomor 15, Surat Keputusan Nomor 15 diubah menjadi di bagian perihal, Perbaikan Permohonan Pembatalan Keputusan Komisi Nomor 19/KPTS/KIP.ATIM-001.434486/II/2017 tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil (…)

39. KETUA: ANWAR USMAN

Tapi, sebentar ... tapi di sini sudah diperbaiki? Sudah direnvoi?

40. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR 4/PHP.BUP-XV/2017: MUKHLIS AHMAD

Betul, Majelis, cuma ada beberapa hal yang kami terlewatkan juga.

41. KETUA: ANWAR USMAN

Ya, yang belum saja. Silakan.

42. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR 4/PHP.BUP-XV/2017: MUKHLIS AHMAD

Baik, Majelis. Untuk perbaikan nomor Objek Permohonan tidak kami bacakan lagi, langsung kepada hal lain yang sebelumnya belum sempat kami renvoi, Majelis. Ya, pada halaman 5 sebelumnya tertulis,

(12)

tidak kami bacakan lagi, langsung kepada yang kami ubah, Majelis, menjadi nomor 8 bahwa perolehan suara Paslon Nomor 2 yang mengungguli Pemohon sebagaimana tercantum dalam Surat Keputusan Komisi Independen Pemilihan Kabupaten Aceh Timur (Termohon) Nomor 19/KPTS/KIP.ATIM-001.434486/II/2017 tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara dan Hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati adalah akibat terjadinya serangkaian pelanggaran dan kecurangan secara terstruktur, sistematis, dan masif (…)

43. KETUA: ANWAR USMAN

Itu halaman berapa?

44. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR 4/PHP.BUP-XV/2017: MUKHLIS AHMAD

Halaman 5, Majelis, sebelumnya halaman 5. Sebelumnya pada halaman 5, poin 8, poin 8. Itu penambahan baru, Majelis. Ya, direnvoi adalah objek (suara tidak terdengar jelas) sebelumnya, Majelis.

45. KETUA: ANWAR USMAN

Ya, sebenarnya kalau subtansinya, sudah tidak boleh lagi.

46. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT PERKARA NOMOR 4/PHP.BUP-XV/2017: KAMARUDDIN

Izin, Yang Mulia.

47. KETUA: ANWAR USMAN

Ya.

48. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT PERKARA NOMOR 4/PHP.BUP-XV/2017: KAMARUDDIN

Kami dari Pihak Terkait sudah mendapatkan hasil perbaikan ini, kami kan ketika nanti membuat jawaban, ini ada kesulitan apabila dari Pihak Pemohon tidak diberikan hasil perbaikan yang terakhir itu, Yang Mulia. Terima kasih.

(13)

49. KETUA: ANWAR USMAN

Ya, nanti kalau ada renvoi, akan diserahkan lagi ke Pihak Termohon dan Pihak Terkait. Pada intinya, memang kalau perubahan itu yang menyangkut substansi, ya, sudah tidak boleh lagi, kecuali beberapa hal yang secara formal misalnya salah ketik atau bagaimana. Ya, silakan, tapi akan dicatat dalam Berita Acara Sidang. Ya, silakan.

50. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR 4/PHP.BUP-XV/2017: MUKHLIS AHMAD

Terima kasih, Majelis. Saya lanjutkan.

Adapun pelanggaran dan kecurangan dimaksud adalah sebagai berikut.

a. Termohon telah dengan sengaja mengurangi jumlah suara Pemohon di beberapa kecamatan dan beberapa desa/TPS.

b. Terjadi penggunaan hak memilih oleh pemilih lebih daripada satu kali.

c. KPPS tidak menyerahkan Formulir C Model C1-KWK dan C-KWK yang lampirannya kepada saksi Pemohon yang berada di setiap TPS.

d. Pada tanggal 16 Februari 2017, kurang lebih pukul 03.00 WIB terjadi peristiwa dimana Panwaslih Aceh Timur dengan Pasangan Calon Nomor Urut 2 mengerahkan massa kurang lebih 500 orang, serta Kapolres Aceh Timur mendatangi Kantor KIP Aceh Timur. Kemudian Pasangan Calon Nomor Urut 2 memerintahkan dan memaksa Termohon untuk menyerahkan Formulir Model C-KWK dan Model C1-KWK dan lampirannya dari 8 kecamatan kepada Panwaslih Kabupaten Aceh Timur, dan Pasangan Calon Nomor Urut 2. Kemudian Termohon menyerahkan Formulir C-KWK dan Model C1-KWK ke 8 kecamatan tersebut kepada Pasangan Calon Nomor Urut 2 dan kepada Panwaslih Kabupaten Aceh Timur. Peristiwa tersebut disaksikan oleh Kapolres Aceh Timur, kemudian seterusnya Formulir C-KWK dan Model C1-KWK ke 8 kecamatan tersebut oleh Pasangan Calon Nomor Urut 2 dan Panwaslih Aceh Timur dibawa ke Kantor Panwaslih Kabupaten Aceh Timur Kabupaten Aceh Timur, Formulir C-KWK dan Formulir C1-C-KWK ke 8 kecamatan berada di Kantor Panwaslih Kabupaten Aceh Timur selama 2 hari.

e. PPK pada 13 kecamatan tidak mengundang saksi-saksi pihak Pemohon pada waktu melaksanakan Rapat Pleno dan Rekapitulasi Suara.

f. Terjadi pengarahan warga oleh Kepala Desa Seumali, Kecamatan Ranto Peureulak yang bernama M. Sulaiman untuk memilih Pasangan Calon Nomor Urut 2.

(14)

51. KETUA: ANWAR USMAN

Jadi, begini. Karena ada beberapa perbaikan itu, nanti tertulis saja, ya.

52. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR 4/PHP.BUP-XV/2017: MUKHLIS AHMAD

Telah kami siapkan, Majelis.

53. KETUA: ANWAR USMAN

Ya, nanti supaya dikasih juga ke Pihak Terkait. Sesuai dengan PMK, memang untuk perubahan substansi itu tidak diperbolehkan lagi, nanti dicatat dalam Berita Acara Sidang. Jadi, secara tertulis saja.

54. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR 4/PHP.BUP-XV/2017: MUKHLIS AHMAD

Baik.

55. KETUA: ANWAR USMAN

Sudah dipersiapkan?

56. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR 4/PHP.BUP-XV/2017: MUKHLIS AHMAD

Sudah, Majelis. Mohon izin untuk kami sampaikan, Majelis.

57. KETUA: ANWAR USMAN

Ya. Teruskan dulu, silakan. Ya, silakan lanjut. Ya, kalau sudah dibaca, mungkin petitumnya apa?

58. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR 4/PHP.BUP-XV/2017: MUKHLIS AHMAD

Terima kasih, Majelis. Langsung kepada petitumnya.

59. KETUA: ANWAR USMAN

(15)

60. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR 4/PHP.BUP-XV/2017: MUKHLIS AHMAD

Berdasarkan seluruh uraian sebagaimana tersebut di atas, Pemohon memohon kepada Mahkamah Konstitusi untuk menjatuhkan putusan dengan amar sebagai berikut.

1. Mengabulkan permohonan Pemohon untuk seluruhnya.

2. Membatalkan keputusan KIP Kabupaten Aceh Timur Nomor

19/KPTS/KIP.ATIN-001.434486/II/2017 tentang Penetapan

Rekapitulasi Hasil Perhitungan Perolehan Suara dan Hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Aceh Timur Tahun 2017, tanggal 23 Februari 2017.

3. Menyatakan Form C-KWK dan Form C1-KWK yang diserahkan oleh Termohon secara tidak sah kepada Pasangan Calon Nomor Urut 2, serta kepada Panwaslih Aceh Timur pada tanggal 16 Februari 2017 sebanyak delapan kecamatan yang terdiri dari:

1) Kecamatan Darul Aman. 2) Kecamatan Indra Makmue. 3) Kecamatan Peunaron. 4) Kecamatan Julok. 5) Kecamatan Idi Timur. 6) Kecamatan Peudawa. 7) Kecamatan Nurussalam. 8) Kecamatan Ranto Peureulak.

Adalah tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat.

4. Memerintahkan Termohon untuk melaksanakan pemungutan suara ulang di delapan kecamatan yaitu:

1) Kecamatan Darul Aman 2) Kecamatan Indra Makmue. 3) Kecamatan Peunaron. 4) Kecamatan Julok. 5) Kecamatan Idi Timur. 6) Kecamatan Peudawa. 7) Kecamatan Nurussalam. 8) Kecamatan Ranto Peureulak

5. Memerintahkan Termohon untuk melaksanakan pemungutan suara ulang di TPS sebagai berikut.

1) TPS 1 Desa Sahraja, Kecamatan Pante Bidari.

2) TPS 2 Desa Meunasah Teungoh, Kecamatan Pante Bidadari. 3) TPS 3 Desa Meunasah Teungoh, Kecamatan Pante Bidadari. 4) TPS 2 Desa Blang Seunong, Kecamatan Pante Bidari.

5) TPS 3 Desa Blang Seunong, Kecamatan Pante Bidari. 6) TPS 1 Desa Pante Labu, Kecamatan Pante Bidari. 7) TPS 1 Desa Bukit Kareung, Kecamatan Pante Bidari.

(16)

8) TPS 1 Desa Pante Rambung Kecamatan Pante Bidari. 9) TPS 1 Desa Aleu Ie Mira, Kecamatan Pante Bidari. 10) TPS 2 Desa Aleu Ie Mira, Kecamatan Pante Bidari. 11) TPS 1 Desa Aleu Meulieng, Kecamatan Simpang Ulin. 12) TPS 1 Desa Arakundo, Kecamatan Simpang Ulin. 13) TPS 1 Desa Batayan, Kecamatan Simpang Ulin. 14) TPS 3 Desa Batayan, Kecamatan Simpang Ulin. 15) TPS 1 Desa Blang Nie, Kecamatan Simpang Ulin. 16) TPS 2 Desa Blang Nie, Kecamatan Simpang Ulin.

17) TPS 1 Desa Kuala Simpang Ulim, Kecamatan Simpang Ulin. 18) TPS 1 Desa Lampoh Rayeuk, Kecamatan Simpang Ulin. 19) TPS 1 Desa Matang Kumbang, Kecamatan Simpang Ulin. 20) TPS 1 Desa Matang Weng, Kecamatan Simpang Ulin. 21) TPS 1 Desa Matang Weng, Kecamatan Simpang Ulin. 22) TPS 1 Desa Nicah Awee, Kecamatan Simpang Ulin. 23) TPS 1 Desa Peulalu, Kecamatan Simpang Ulin.

24) TPS 1 Desa Teupin Mamplam, Kecamatan Simpang Ulin. 25) TPS 2 Desa Teupin Mamplam, Kecamatan Simpang Ulin. 26) TPS 1 Desa Alue Sentang, Kecamatan Bireum Bayeun. 27) TPS 2 Desa Bayeun, Kecamatan Bireum Bayeun. 28) TPS 3 Desa Alue Teh, Kecamatan Bireum Bayeun. 29) TPS 1 Desa Banteng, Kecamatan Bireum Bayeun. 30) TPS 1 Desa Cek Mbon, Kecamatan Peureulak. 31) TPS 1 Desa Punti, Kecamatan Peureulak.

32) TPS 1 Desa Matang Gluem, Kecamatan Peureulak. 33) TPS 3 Desa Elue Nibong, Kecamatan Peureulak. 34) TPS 2 Desa Blang Balok, Kecamatan Peureulak. 35) TPS 1 Desa Alue Kumba, Kecamatan Rantau Selamat. 36) TPS 2 Desa Alue Kaul, Kecamatan Rantau Selamat. 37) TPS 4 Desa Matang Nibong, Kecamatan Rantau Selamat. 38) TPS 1 Desa Abeuk Geulanteu, Kecamatan Madat.

39) TPS 2 Desa Blang Andam, Kecamatan Madat. 40) TPS 2 Desa Blang Awee, Kecamatan Madat. 41) TPS 1 Desa Lueng Sa, Kecamatan Madat. 42) TPS 2 Desa Lueng Sa, Kecamatan Madat. 43) TPS 3 Desa Lueng Sa, Kecamatan Madat. 44) TPS 1 Desa Madat, Kecamatan Madat. 45) TPS 2 Desa Madat, Kecamatan Madat.

46) TPS 1 Desa Matang Kupula Lhee, Kecamatan Madat. 47) TPS 1 Desa Matang Kupula Sa, Kecamatan Madat. 48) TPS 1 Desa Meunasah Asan, Kecamatan Madat. 49) TPS 1 Desa Meunasah Tingkeum, Kecamatan Madat. 50) TPS 3 Desa Meunasah Tingkeum, Kecamatan Madat. 51) TPS 1 Desa Pante Bayam, Kecamatan Madat.

(17)

53) TPS 1 Desa Seunebok Pidie, Kecamatan Madat. 54) TPS 2 Desa Seunebok Pidie, Kecamatan Madat. 55) TPS 1 Desa Tanjung Ara, Kecamatan Madat.

56) TPS 1 Desa Alue Bu Jalan Baroh, Kecamatan Peureulak Barat. 57) TPS 1 Desa Alue Bu Tuha, Kecamatan Peureulak Barat.

58) TPS 2 Desa Beuringin, Kecamatan Peureulak Barat. 59) TPS 3 Desa Seberang, Kecamatan Peureulak Barat. 60) TPS 2 Desa Kabu, Kecamatan Peureulak Barat. 61) TPS 1 Desa Paya Gajah, Kecamatan Peureulak Barat. 62) TPS 1 Desa Tanjong Tualang, Kecamatan Peureulak Barat. 63) TPS 2 Desa Tanjong Tualang, Kecamatan Peureulak Barat. 64) TPS 1 Desa Tumpeun, Kecamatan Peureulak Barat.

65) TPS 1 Desa Alue Lhok, Kecamatan Idi Tunong. 66) TPS 1 Desa Bantayan Barat, Kecamatan Idi Tunong. 67) TPS 1 Desa Blang Minje, Kecamatan Idi Tunong. 68) TPS 2 Desa Buket Teukueh, Kecamatan Idi Tunong.

69) TPS 1 Desa Gampong Keumuneng, Kecamatan Idi Tunong. 70) TPS 1 Desa Padang Kasah, Kecamatan Idi Tunong.

71) TPS 1 Desa Paya Awee, Kecamatan Idi Tunong.

72) TPS 1 Desa Seuneubok Buloh, Kecamatan Idi Tunong. 73) TPS 1 Desa Seuneubok Buya, Kecamatan Idi Tunong. 74) TPS 1 Desa Terujak, Kecamatan Serbajadi.

6. Memerintahkan kepada Komisi Independen Pemilihan Kabupaten Aceh Timur untuk melaksanakan putusan ini.

Atau apabila Mahkamah Konstitusi berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya.

Demikian permohonan ini kami sampaikan. Atas perkenaan Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi menerimanya, kami ucapkan terima kasih. Hormat kami, Kuasa Hukum Pemohon, Sopian Adami, Denny Agustriarman, Muslim, Mukhlis Ahmad, T. Syaifuddin, Ilham Prasetya, Auzir Fahlevi, Reza Priyambodo, Dr. H. Eggi Sudjana, Hisbullah Asshidiqi, S.H., Feldy Taha, Budi Setiawan, S.H. Terima kasih, Majelis.

61. KETUA: ANWAR USMAN

Ya, terima kasih. Ya, ada tambahan sedikit dari Yang Mulia Pak Manahan.

62. HAKIM ANGGOTA: MANAHAN MP SITOMPUL

Hanya konfirmasi saja. Dengan adanya perbaikan yang disampaikan, yang pada sidang ini, sebagaimana tadi sudah disampaikan. Bahwa yang bila sudah menyangkut substansi, hal ini tidak diperkenankan menurut hukum acara. Namun karena ini

(18)

diserahkan kepada sidang hari ini, kami juga mau konfirmasi. Apakah dengan adanya yang ... perbaikan yang dibuat ini, apakah kepada petitumnya tidak ada perubahan atau tidak memengaruhi?

63. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR 4/PHP.BUP-XV/2017: MUKHLIS AHMAD

Ya, terima kasih, Majelis. Sepan ... berhubungan dengan beberapa hal yang kami perbaiki, tidak berubah pada petitum, kecuali (...)

64. HAKIM ANGGOTA: MANAHAN MP SITOMPUL

Nah, itu dulu. Tegas, ya?

65. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR 4/PHP.BUP-XV/2017: MUKHLIS AHMAD

Kecuali pada poin nomor 2 tentang Objek Permohonan, Majelis. Nomor objek permohonan, itu saja yang berubah.

66. HAKIM ANGGOTA: MANAHAN MP SITOMPUL

Ya. Itu direnvoi sudah ini?

67. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR 4/PHP.BUP-XV/2017: MUKHLIS AHMAD

Betul, Majelis.

68. HAKIM ANGGOTA: MANAHAN MP SITOMPUL

Ya.

69. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR 4/PHP.BUP-XV/2017: MUKHLIS AHMAD

Ya.

70. HAKIM ANGGOTA: MANAHAN MP SITOMPUL

(19)

71. KETUA: ANWAR USMAN

Ya.

72. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR 4/PHP.BUP-XV/2017: EGGI SUDJANA

Tambahan sedikit, Majelis. Kalau dalam konteks PMK, kami sudah memahami. Tapi, satu fakta yang terjadi adalah kita dapat setelah tanggal pasca-8 itu. Itu fakta juga. Bagaimana rasa keadilannya? Ini harus dipertimbangkan. Ini yang mohon nanti dicatat.

73. KETUA: ANWAR USMAN

Baik (...)

74. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR 4/PHP.BUP-XV/2017: EGGI SUDJANA

Seperti ... ya, gitu tadi ... apa ... didemo 500 orang, tengah malam, pukul 03.00 WIB malam, ya.

75. KETUA: ANWAR USMAN

Ya.

76. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR 4/PHP.BUP-XV/2017: EGGI SUDJANA

Diinapkan dua malam, Pak, suratnya itu. Jadi, itu yang sangat serius menurut saya. Terima kasih.

77. KETUA: ANWAR USMAN

Ya, akan dicatat. Silakan, masih ada tambahan dari Yang Mulia Pak Aswanto.

78. HAKIM ANGGOTA: ASWANTO

Terima kasih, Yang Mulia, untuk mempertegas saja. Di perbaikan, ya, yang baru saja Saudara serahkan itu dengan yang sebelumnya di halaman 9 dan halaman 8 untuk yang sebelumnya, ya, yang baru halaman 9. Itu Saudara menghitung persentase selisih menggunakan jumlah penduduk sebagai pembaginya? Ini ... ini kan Saudara me ... menghitung bahwa menurut hitungan Saudara, selisihnya itu adalah 1

(20)

koma ... sebelumnya 1,07%. Lalu kemudian, di perbaikan yang terakhir, yang baru saja Saudara serahkan, itu 1,42%. Itu Saudara menggunakan jumlah penduduk sebagai pembaginya?

79. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR 4/PHP.BUP-XV/2017: MUKHLIS AHMAD

Ya, benar, Majelis. Pada perhitungan pada draf awal (...)

80. HAKIM ANGGOTA: ASWANTO

Enggak, cukup, cukup, cukup.

81. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR 4/PHP.BUP-XV/2017: MUKHLIS AHMAD

Ya, betul.

82. HAKIM ANGGOTA: ASWANTO

Saya cuma klarifikasi saja (...)

83. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR 4/PHP.BUP-XV/2017: MUKHLIS AHMAD

Betul.

84. HAKIM ANGGOTA: ASWANTO

Bahwa yang Saudara gunakan adalah bukan sel ... bukan jumlah suara sah, tetapi jumlah penduduk, ya?

85. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR 4/PHP.BUP-XV/2017: MUKHLIS AHMAD

Pada awalnya, Majelis.

86. HAKIM ANGGOTA: ASWANTO

Ya, baik, terima kasih.

87. KETUA: ANWAR USMAN

Ya, baik. Ya, terima kasih untuk Pemohon Nomor 4. Kita lanjut ke Nomor 15. Pemohon Nomor 15, silakan.

(21)

88. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR 15/PHP.BUP-XV/2017 DAN 31/PHP.GUB-15/PHP.BUP-XV/2017: YUSRIL IHZA MAHENDRA

Terima kasih, Yang Mulia. Izinkan saya, Yusril Ihza Mahendra, Kuasa tambahan dalam Perkara Nomor 15 yang diajukan oleh Pemohon Prinsipal Sarjani Abdullah dan M. Iriawan.

Pada prinsipnya, dalam pokok perkara yang menyangkut substansi itu tidak ada perubahan. Yang ada sedikit perubahan justru di dalam hal-hal yang bersifat formal dari permohonan ini terkait dengan legal standing dari Pemohon.

Kami ingin menambahkan sedikit dan sekaligus sudah direnvoi di sini. Sesudah poin ketujuh pada halaman 4 dari permohonan ini yang menjelaskan bahwa berdasarkan Pasal 158 ayat (2) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada juncto Pasal 7 ayat (2) PMK Nomor 1 Tahun 2016 tentang persentase-persentase di atas 250.000, 2%, 1,5%, 1%, dan 5%. Kami ingin menegaskan di sini bahwa norma dalam Pasal 158 ayat (2) dari Undang-Undang Pilkada Nomor 10 Tahun 2016 itu tidak berlaku untuk Aceh.

Jadi, ini bersifat satu penegasan di dalam menegaskan bahwa Pemohon ini mempunyai legal standing untuk mengajukan permohonan, meskipun kalau diukur dengan legal standing syarat-syarat untuk mengajukan permohonan ke Mahkamah Konstitusi berdasarkan Pasal 158 ayat (2) dari Undang-Undang Pilkada melebihi angka yang ditetapkan di dalam Pasal 158 itu.

Seperti kita maklum bahwa di Aceh berdasarkan norma Pasal 74 dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh telah menegaskan bahwa ada ketentuan-ketentuan khusus tentang persyaratan-persyaratan dan pelaksanaan pilkada di Aceh yang dalam Pasal 73 dari undang-undang tentang Pemerintahan Aceh ditegaskan bahwa ketentuan lebih lanjut tentang Pemilihan Gubernur, bupati, walikota di Aceh akan diatur di dalam Qanun Aceh. Dan Qanun Aceh itu telah ada, yaitu Qanun Aceh Nomor 12 Tahun 2006 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota yang berlaku untuk khusus di Aceh saja.

Pasal 158 Undang-Undang Pilkada mengatur tentang persentase-persentase sebagai satu syarat bagi seseorang untuk dinyatakan mempunyai legal standing untuk mengajukan perkara perselisihan hasil pemilihan umum atau pilkada kepada Mahkamah Konstitusi, sementara di dalam Pasal 74 dari Undang-Undang Pemerintahan Aceh tidak mengatur persentase-persentase itu. Oleh karena ketentuan-ketentuan tentang pilkada di Aceh ini merupakan satu lex specialis yang berlaku di Aceh, maka kami mohon kepada Para Yang Mulia Hakim Mahkamah Konstitusi untuk mengesampingkan norma Pasal 158 Undang-Undang Pilkada dalam perkara pilkada di Aceh.

(22)

Sebagaimana kita ketahui juga bahwa di dalam Pasal 74 dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pilkada Aceh disebutkan bahwa jika terjadi perselisihan tentang hasil pilkada, maka pengadilan yang berwenang untuk memeriksa, mengadili, dan memutus perkara adalah Mahkamah Agung. Sementara telah ada putusan Mahkamah Konstitusi Nomor … putusan dari Mahkamah Konstitusi Nomor 108 Tahun 2011 yang menyatakan Mahkamah Konstitusi berwenang untuk mengadili dan memutus perkara-perkara pilkada yang ada di Aceh, dan dalam pertimbangan hukum Mahkamah juga mengakui bahwa norma-norma tentang pilkada di Aceh adalah sebagaimana tertuang di dalam Undang-Undang Pemerintahan Aceh dan juga tertuang di dalam Qanun Nomor 12 Tahun 2006 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota di Aceh.

Oleh karena itu, di samping ini nanti juga akan dibacakan permohonan sengketa perselisihan penghitungan suara … hasil perhitungan suara Provinsi Aceh. Sekiranya juga apa yang kami kemukakan ini mutatis mutandis juga berlaku untuk kasus-kasus yang sama di Provinsi Aceh. Ini sekadar tambahan, sudah direnvoi di sini, Yang Mulia. Dan kemudian mengenai substansi dan petitum permohonan akan … kami akan membacakan. Terima kasih, Yang Mulia.

89. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR 15/PHP.BUP-XV/2017: VERI JUNAIDI

Terima kasih, Yang Mulia. Terkait dengan pokok permohonan. Bahwa ada beberapa permasalahan yang kemudian muncul di dalam proses penyelenggaraan pilkada di Kabupaten Pidie. Jadi, kami melihat ada upaya yang memang sejak awal dilakukan untuk memperlebar selisih suara karena sebelumnya memang yang dipahami terkait dengan Pasal 158.

Oleh karena itu, kami akan menyampaikan beberapa poin-poin penting atau permasalahan yang kemudian muncul di dalam proses penyelengaraan di Kabupaten Pidie.

Yang pertama, terjadi kecurangan di dalam pelaksanaan rekapitulasi suara. Satu, modus yang dilakukan adalah memasukkan pemilih tidak berhak untuk menggunakan hak pilih, yakni terjadi di beberapa kecamatan dan juga kampung. Misalnya di Kecamatan Glumpang Tiga, Gampong Jeumpa, Gampong Krueng Nyong, dan beberapa tempat.

Modus yang dilakukan adalah ada beberapa pemilih laki-laki, misalnya seperti yang di Kampung Krueng Nyong misalnya terdapat 10 orang pemilih laki-laki yang tidak terdaftar dalam DPT menggunakan hak pilih dan masuk dalam kategori pemilih yang terdaftar dalam DPT.

(23)

Hal mana pengguna hak pilih laki-laki di dalam DPT itu lebih besar dari pemilih yang terdaftar dalam DPT, hanya 79 suara.

Selain itu, ada upaya untuk penggelembungan dan/atau manipulasi suara Pasangan Nomor Urut 2 oleh KPPS. Ini juga terjadi di beberapa TPS. Misalnya TPS 1 Gampong atau Desa Tong Pria, Kecamatan Mutiara misalnya.

Selain itu, ada beberapa permasalahan yang kemudian muncul. Misalnya Penggelembungan surat suara cadangan di TPS 1 Kecamatan Sakti, Gampong, Cumbok Niwa. Yang keempat, ada kesalahan penghitungan suara di Kecamatan Glumpang Tiga, Gampong Lon TPS 1, misalnya. Ada juga permasalahan terkait dengan pengosongan rekapitulasi suara. Beberapa catatan-catatan itu merupakan bentuk-bentuk manipulasi terhadap suara yang kami temukan di dalam proses rekapitulasi suara.

Yang kedua. Adanya formulir dan sertifikat yang digunakan dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pidie Tahun 2017 bertentangan

dengan prinsip dan peraturan penyediaan perlengkapan

penyelenggaraan pemilihan.

Bahwa menurut Pasal 2 ayat (2) huruf b, Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2015 tentang Norma, Standar, Prosedur, Kebutuhan, Pengadaan, dan Pendistribusian Perlengkapan Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati, dan Walikota terdapat dukungan perlengkapan lainnya untuk menyelenggarakan pemilihan.

Bahwa terkait dengan dukungan perlengkapan lainnya menyangkut penyelenggaraan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pidie Tahun 2017, Pemohon menemukan formulir dan sertifikat yang tidak sesuai dengan standar yang telah ditentukan dalam aturan penyelenggaraan pemilihan dan bertentangan dengan prinsip penyediaan perlengkapan penyelenggaraan pemilihan.

Bahwa formulir dan sertifikat yang digunakan untuk pelaksanaan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara di TPS, PPK dan KIP kabupaten atau kota tidak memiliki tanda khusus berupa hologram dan tanda khusus lainnya untuk menjamin integritas suara yang direkapitulasi. Padahal Pasal 23 ayat (2) PKPU Nomor 6 Tahun 2015 mengatur bahwa formulir dan sertifikat diberi tanda khusus berupa hologram dan dapat ditambah dengan tanda khusus lainnya. Formulir dan sertifikat digunakan di Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pidie yang tidak memiliki tanda khusus yaitu sebagai berikut.

Berita Acara pemungutan dan penghitungan suara di TPS. Sertifikat hasil dan rincial penghitungan perolehan suara di TPS. Lampiran sertifikat hasil dan rincian penghitungan perolehan suara di TPS yang merupakan catatan hasil penghitungan perolehan suara sah. Model plano yang merupakan catatan hasil penghitungan perolehan suara di TPS.

(24)

Bahwa dengan demikian, berdasarkan fakta tidak adanya tanda khusus pada formulir dan sertifikat yang digunakan dalam Pemilihan Bupati atau Wakil Bupati Pidie Tahun 2017. Secara hukum, Mahkamah patut untuk menyatakan suara yang direkapitulasi batal demi hukum.

Modus yang ketiga adalah aparat penegak hukum di Kabupaten Pidie tidak bersikap netral dalam Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Pidie Tahun 2017.

Bahwa ditemukan fakta dan bukti tentang ketidaknetralan atau sikap partisan pimpinan penegak hukum di Kabupaten Pidie dalam proses Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Pidie Tahun 2017. Hal ini dilakukan oleh Kapolsek Mane, oleh Ketua Kejaksaan Negeri Sigli, dan Ketua Pengadilan Negeri Sigli. Selanjutnya dianggap dibacakan.

Modus yang keempat. Ada upaya terstruktur dan sistematis untuk menutupi cacat formulir ... formil pemilihan bupati dan wakil bupati.

Bahwa Roni Ahmad sebagai Calon Bupati Pidie dari Pasangan Calon Nomor Urut 2, tidak memenuhi syarat administrasi sebagai calon bupati. Yang pertama, hal ini terkait dengan identitas kependudukan yang kami anggap bermasalah.

Yang kedua, terkait dengan keabsahan ijazah, yang kami nilai cukup meragukan. Terkait dengan beberapa alasan-alasan ini, kami anggap bacakan beberapa hal sudah ada di dalam permohonan, Yang Mulia.

Petitum. Berdasarkan seluruh uraian sebagaimana tersebut di atas, Pemohon memohon kepada Mahkamah Konstitusi untuk menjatuhkan putusan sebagai berikut. Dalam putusan sela.

1. Mengabulkan Permohon putusan sela untuk seluruhnya.

2. Memerintahkan Termohon untuk memeriksa, menghitung, dan merekapitulasi hasil perolehan suara di TPS-TPS sebagai berikut. Dianggap dibacakan.

3. Memerintahkan Termohon untuk melaporkan hasil pemeriksaan, penghitungan, dan rekapitulasi hasil perolehan suara di TPS-TPS sebagaimana dimaksud pada angka 2 kepada Mahkamah Konstitusi. Dalam putusan akhir.

1. Mengabulkan permohonan Pemohon untuk seluruhnya.

2. Membatalkan Keputusan KIP Kabupaten Pidie Nomor 12/SK/KIP Kabupaten Pidie Tahun 2017 tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara dan Hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pidie Tahun 2017, tanggal 23 Februari Tahun 2017.

3. Membatalkan hasil pemungutan suara di TPS-TPS tersebut di bawah ini dan memerintahkan Termohon untuk melakukan pemungutan suara di TPS-TPS sebagai berikut. Dianggap dibacakan.

4. Menyatakan tidak memenuhi syarat dan mendiskualifikasi Pasangan Calon Nomor Urut 2 atas nama Roni Ahmad dan Fadhlullah T. M.

(25)

Daud, S.T. sebagai Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pidie Tahun 2017.

5. Memerintahkan Komisi Independent Pemilihan Kabupaten Pidie untuk melaksanakan putusan ini.

Terima kasih, Yang Mulia.

90. KETUA: ANWAR USMAN

Terima kasih. Ya, ada (...)

91. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT PERKARA NOMOR 15/PHP.BUP-XV/2017: MUZAKAR

Izin, Yang Mulia.

92. KETUA: ANWAR USMAN

Sebentar, Pak, sebentar, sebentar.

93. HAKIM ANGGOTA: I DEWA GEDE PALGUNA

Terima kasih, Yang Mulia.

Ini terima kasih, Pemohon. Menyangkut perbaikan yang disampaikan oleh Prof. Yusril selaku tambahan Kuasa Pemohon, walaupun itu ditujukan atau tampaknya ber (suara tidak terdengar jelas) formal, tetapi itu sebenarnya substantif.

Oleh karena itu, baik Termohon maupun Pihak Terkait dan Mahkamah sendiri akan mempunyai pertimbangan tersendiri terhadap hal itu karena ini persoalan sudah berlangsung. Sebab nanti kan ada juga persoalan-persoalan lain misalnya. Kalau demikian yang misalnya argumentasinya apakah kemudian sebagian dari undang-undang ini masih bisa dianggap berlaku pula? Sementara argumen Pemohon yang lain juga didasarkan pada undang-undang pemilihan kepala daerah yang ini. Tentu itu akan ada pertimbangan tersendiri. Tetapi yang jelas karena ini sudah disampaikan dalam sidang terbuka untuk umum dan tentu Mahkamah harus mempertimbangkan itu, Pihak Terkait … Termohon dan juga Pihak Terkait tentu juga mempunyai hak untuk menjawab itu di dalam jawaban Termohon dan Pihak Terkait nanti. Hanya itu yang menjadi catatan dari persidangan ini yang hendak kami sampaikan karena ini adalah sidang terbuka. Terima kasih, Yang Mulia.

94. KETUA: ANWAR USMAN

Baik. Tadi apa yang ingin disampaikan?

(26)

95. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR 15/PHP.BUP-XV/2017 DAN 31/PHP.GUB-15/PHP.BUP-XV/2017: YUSRIL IHZA MAHENDRA

Kami ingin tambahkan sedikit, Yang Mulia.

96. KETUA: ANWAR USMAN

Oh, ya, silakan, Prof.

97. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR 15/PHP.BUP-XV/2017 DAN 31/PHP.GUB-15/PHP.BUP-XV/2017: YUSRIL IHZA MAHENDRA

Baik. Mohon maaf, tadi kami ada salah mengucapkan bahwa Qanun Aceh itu adalah Qanun 12 Tahun 2016, bukan Qanun 12 Tahun 2006.

Yang kedua, ingin kami tambahkan sedikit ialah bahwa Saudara Irwandi Yusuf, salah seorang peserta pilkada ini, itu maju ke Pilkada Aceh dengan dukungan partai politik 16,34%. Kalau menggunakan Undang-Undang Pilkada, dia tidak memenuhi syarat, tapi kalau menggunakan Undang-Undang Pemerintahan Aceh yang hanya mengatur 15%, dia memenuhi syarat. Karena itu mohon dipertimbangkan kalau ketika seseorang akan maju pemilihan gubernur, memenuhi syarat atau tidak menggunakan Undang-Undang Pemerintahan Aceh, maka seyogianya apabila terjadi perselisihan, Undang Acehlah yang digunakan, bukan kembali ke Undang-Undang Pilkada. Demikian jawaban kami, Pak Palguna. Terima kasih.

98. KETUA: ANWAR USMAN

Baik. Terima kasih. Silakan tadi, Pihak Terkait.

99. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT PERKARA NOMOR 15/PHP.BUP-XV/2017: MUZAKAR

Terima kasih, Yang Mulia Majelis Hakim yang Terhormat. Terkait dengan tambahan permohonan dari Pemohon tadi, terkait dengan legal standing atau kedudukan hukum yang menyatakan secara lisan tadi, kami mohon kepada Majelis, kepada ini untuk menyampaikan secara tulis supaya kita mudah untuk menjawabnya, Majelis. Terima kasih, Yang Mulia.

100. HAKIM ANGGOTA: MANAHAN MP SITOMPUL

Memang sehubungan dengan apa yang dikemukakan oleh Pihak Termohon tadi karena begitu banyak tadi yang ditambahkan oleh Kuasa

(27)

Pemohon, kami menginginkan agar perbaikan tadi itu dibuatkan secara tertulis agar hal ini bisa disampaikan segera setelah sidang ini. Demikian, ya.

101. KETUA: ANWAR USMAN

Di samping itu, ada juga ini surat kuasa tambahan dari Prof. Yusril, nanti mohon untuk diselesaikan setelah sidang ini ditutup. Kemudian, untuk bukti (…)

102. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR 15/PHP.BUP-XV/2017: VERI JUNAIDI

Yang Mulia?

103. KETUA: ANWAR USMAN

Ya, silakan.

104. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR 15/PHP.BUP-XV/2017: VERI JUNAIDI

Terkait dengan Surat Kuasa tambahan, kami sudah serahkan sebelum proses persidangan, Yang Mulia. Sudah, Yang Mulia. Terima kasih.

105. KETUA: ANWAR USMAN

Ya, akan dicek. Terima kasih, Mas Veri. Untuk pengesahan alat bukti sekalian nanti dengan Nomor 4 itu. Baik, kalau begitu, kita lanjut ke Perkara Nomor 16, silakan.

106. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA 16/PHP.BUP-XV/2017: MUHAMMAD REZA MAULANA

Assalamualaikum wr. wb. Sebelum saya sampaikan isi permohonan kami, mohon izin Yang Mulia karena keterbatasan meja, izinkan saya berdiri supaya … terima kasih, Yang Mulia.

Assalamualaikum wr. wb. Saya Muhammad Reza Maulana, Kuasa Hukum dari Pemohon Paslon Nomor Urut 3 di Kabupaten Bireun, Aceh. Sama dengan rekan-rekan yang lain, kami juga adanya tambahan, perubahan yang nanti juga akan kami sampaikan setelah sidang ini dan kita lengkapi secara tertulis. Namun pada intinya tidak mengubah substansi, bab tambahan memperkuat dalil formil, sebagaimana disampaikan Prof. Yusril tadi dan kami memperkuatnya dengan

(28)

yurisprudensi Mahkamah Konstitusi sendiri. Di antaranya, ada di Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 75/PUU-VII/2010, itu di bukunya Janedri M. Gaffar, yang diterbitkan oleh Mahkamah Konstitusi sendiri. Ada di dalam Putusan Nomor 57/PHPU.D-VI/2008, mohon maaf agak terlambat, Yang Mulia. Ada di Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 066 dan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 41 Tahun 2008. Jadi, yang pada intinya kita ingin menyampaikan bahwa kami tidak meminta Mahkamah untuk mengesampingkan Pasal 158 karena kami tahu akan eksistensi Pasal 158 itu yang dibuat dengan tujuan terbangunnya etika sekaligus budaya politik, sebagaimana Putusan Mahkamah Konstitusi yang terbaru Nomor 2 dan Nomor 1.

Nah, yang pada intinya, kami ingin Mahkamah dapat membuka sedikit ruang, mengartikan lebih luas lagi, bagaimana kemudian Nomor 158 diartikan secara konstitusional. Dalam artian, alasan kami yang disebutkan di sini, kami menyebutnya dengan pembatasan persentase namun bersyarat.

Nah, ada dua poin yang kami mintakan. Pertama, itu bicara tentang apabila dalam pembuktian nantinya jika diperkenankan dan mudah-mudahan kita masuk pada sidang selanjutnya, ditemukan banyak pelanggaran sebagaimana kami sampaikan dalam permohonan kami, maka mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia menetapkan dengan syarat bahwa permohonan ini akan dilanjutkan kepada proses pembuktian. Namun apabila kami tidak dapat mendalilkan dan membuktikan bahwa permohonan itu dengan tidak adanya pelanggaran-pelanggaran di dalam permohonan kami, maka silakan Majelis Hakim menerapkan (suara tidak terdengar jelas) undang-undang itu secara baku tanpa perlu ditafsirkan lagi lebih luas. Jadi, itu permohonan kami.

Nah, yang pada intinya, kami ingin menyebutkan alasan utama pokok permohonan ini kami sampaikan kepada Mahkamah Konstitusi yang pada intinya ada terjadinya tindakan yang sangat terstruktur, sistematis, dan masif, bahkan intimidatif, kami tambahkan di bagian akhir dari permohonan ini, terkait dengan penyelenggaraan Pemilukada di Kabupaten Bireuen.

Nah, praktik yang pertama dilakukan adalah praktik money politics oleh Paslon Nomor Urut 6, H. Saifannur, S.Sos. dan Dr. Muzakkar A. Gani, tidak kami rincikan lagi semua termuat lengkap di dalam permohonan ini. Namun pada intinya, money politics itu dilakukan masif di sepuluh kecamatan, ada di Kecamatan Samalanga, Plimbang, Peudada, Jeumpa, Juli, Kota Juang, Kota Peusangan, Peusangan Selatan, dan Makmur.

Yang kedua, Panitia Pengawas Pemilih (Panwaslih) Bireuen telah mengetahui adanya kegiatan praktik money politics. Jadi jauh-jauh hari sebelum pemilukada, Panwaslih sebagai pengawas pemilu sudah tahu

(29)

itu praktik money politics, tapi tidak diproses sampai dengan sekarang. Nanti mungkin bisa ditanggapi.

Yang ketiga, Panwaslih Bireuen telah mengetahui adanya teror dan ancaman terhadap saksi-saksi yang dihadirkan oleh pelapor money politics kepada panwaslih, namun panwaslih oleh karena kewenangannya tidak menindaklanjuti, tidak meneruskan laporan-laporan dari masyarakat itu kepada pihak yang berwenang apabila dia menganggap tidak berwenang.

Jadi alasan ketiga kami selanjutnya, ini mungkin lebih mengerikan daripada praktik money politics itu sendiri, Yang Mulia. Bahwa Panwaslih Bireuen telah memalsukan nomor laporan dugaan praktik money politics dengan tujuan agar tidak melanjutkan perkara beralaskan tidak cukup alat bukti. Secara lisan saya sampaikan, laporan yang dibuat oleh pelapor money politics dengan melaporkan terlapor Pasangan Nomor Urut 6, itu hanya satu laporan, 006/LP/Pilkada-Bireuen/2017, tanggal 18 Februari 2017. Namun pada surat balasan dari Panwaslih kepada kami atau rencana tindak lanjut daripada Panwaslih kepada kami, itu telah ada sepuluh surat atau sepuluh nomor-nomor lainnya, sehingga tindakan yang demikian itu menurut kami tindakan yang tidak etis dan harus segera diungkap sejelas-jelasnya.

Selanjutnya, kami sampaikan bahwa Panwaslih Bireuen tidak menindaklanjuti laporan yang disampaikan oleh pihak lainnya, termasuk pelapor. Ada delapan laporan yang ditolak tanpa alasan rekomendasi, tanpa pertimbangan, dan sebagainya. Panwaslih hanya menyatakan bahwa tidak memenuhi syarat formil dan materiil. Kami juga tidak tahu apa syarat formil dan materiil yang tidak terpenuhi, sedangkan kami sudah melampirkan seluruh alat bukti yang cukup.

Nah, khusus kepada Termohon berbicara tentang meloloskan Paslon H. Saifannur dan Dr. Muzakkar sedang diketahui bahwa Paslon H. Saifannur dan Dr. Muzakkar, khususnya Paslon H. Saifannur tidak memenuhi syarat, sebagaimana Pasal 7 ayat (2) huruf f Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Kesehatan, Jasmani, Rohani dan Bebas Dari Penyalahgunaan Narkotika, dan itu tidak ada sampai dengan sekarang. Termohon hanya mendasarkan bahwa keputusan Mahkamah Agung memerintahkan untuk memasukkan pasangan calon tersebut, tapi sampai dengan hari ini surat kesehatan itu tidak kami terima, tidak pernah di-publish, bahkan kami yakini tidak pernah ada sama sekali. Dan pada intinya, putusan Mahkamah Agung bukanlah pengganti daripada surat kesehatan, jasmani, rohani, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Yang terakhir, panitia pemungutan suara atau PPS tidak menempelkan formulir C1-KWK, C-KWK dan lampiran formulir C1-KWK pada papan pengumuman di desa. Seharusnya Termohon ... oleh karena tugas dan wewenangnya diberikan oleh Undang-Undang Nomor

(30)

15 Tahun 2011 yang berbunyi mengoordinasikan, menyelenggarakan, dan mengendalikan semua tahapan penyelenggaraan pemilu bupati/walikota berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dengan memerhatikan pedoman dari KPUD atau KPU Provinsi.

Bahwa Termohon sendiri tahu tindakan tidak menempelkan C1-KWK dan seterusnya di papan pengumuman desa merupakan tindak pidana, dalam kategori pidana pemilu dan jika mau diusut, seluruh PPS berjumlah 609 PPS di Kabupaten Bireun, itu semua harus diproses secara pidana. Karena tidak ... tidak dilakukannya penempelan C1-KWK dan seterusnya di papan pengumuman desa. Itu ada di dalam Pasal 193 ayat (7) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 junto Pasal 99 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2005 dimana ancaman yang dapat saja dijatuhkan paling singkat 12 bulan dan paling lama 60 bulan dan seterusnya.

Petitum. Berdasarkan seluruh uraian sebagaimana tersebut di atas, Pemohon memohon kepada Mahkamah Konstitusi untuk dapat menjatuhkan putusan sebagai berikut.

1. Mengabulkan permohonan Pemohon untuk seluruhnya.

2. Membatalkan Keputusan Komisi Independen Pemilihan Kabupaten Bireun Nomor 33 dan seterusnya.

3. Menetapkan perolehan suara hasil pemilihan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bireun Tahun 2017 dalam Keputusan Komisi Independen Pemilihan Kabupaten Bireun Nomor 33 yang benar adalah sebagai berikut.

1) Paslon Nomor Urut 1 memperoleh 31.208 suara. 2) Paslon Nomor Urut 2 memperoleh 9.321 suara. 3) Paslon Nomor Urut 3=61.186 suara.

4) Paslon Nomor Urut 4=30.192 suara. 5) Paslon Nomor Urut 5=6.686 suara. 6) Paslon Nomor Urut 6=22.697 suara.

Jika mengacu kepada permohonan kami yang belum diubah ada pada bagian lampiran tiga, Yang Mulia.

Terima kasih, Hormat kami Kuasa Hukum Pemohon, saya Muhammad Reza Maulana, Fauzan, Sidik, dan Zulfikar Muhammad. Terima kasih, Yang Mulia.

107. KETUA: ANWAR USMAN

Ya, terima kasih. Ya, ada masukan dari Yang Mulia Pak Palaguna.

108. HAKIM ANGGOTA: I DEWA GEDE PALGUNA

Tidak, tidak berupa nasihat sebenarnya. Ini juga hanya sifatnya penegasan bahwa kalau melihat dari tambahan yang Saudara sampaikan tadi, Saudara minta … apa namanya ... memperlakukan

(31)

Pasal 158 secara bersyarat, kami hanya ingin menyampaikan, ini adalah permohonan sengketa hasil pemilihan kepala daerah, bukan

permohonan pengujian undang-undang. Sehingga jangan

dicampurbaurkan untuk soal itu. Karena dalam konteks ini peran Mahkamah Konstitusi itu berbeda, ketika dalam penyelesaian ini. Tetapi tentu saja sebagai permohonan, kami akan mempertimbangkan apa yang Saudara sampaikan. Terima kasih, Pak Ketua.

109. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR 16/PHP.BUP-XV/2017: MUHAMMAD REZA MAULANA

Izin menyampaikan sedikit pendapat, Yang Mulia. Tidak membantah, tapi itu yang kami sampaikan persentase bersyarat, itu bukan perubahan, Yang Mulia, itu sudah tersampaikan di dalam permohonan sebelumnya dan itu tidak diubah dan masih tetap sama. Terima kasih, Yang Mulia.

110. KETUA: ANWAR USMAN

Ya. Baik, akan dicatat. Ya, terima kasih. Jadi itu saja, ya? Ya, baik. Kita lanjut ke Perkara Nomor 23. Silakan.

111. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR 23/PHP.BUP-XV/2017: A. MUHAMMAD ASRUN

Terima kasih. Pertama-tama, kami mohon ini ada bukti tambahan, agar bukti tambahan ini diterima, Yang Mulia. Karena terkait dengan permohonan yang kami sampaikan.

112. KETUA: ANWAR USMAN

Silakan diambil.

113. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR 23/PHP.BUP-XV/2017: A. MUHAMMAD ASRUN

Kemudian, kami masih akan ada bukti tambahan lagi, kami akan sampaikan persidangan berikutnya karena ini persoalan sangat penting sekali.

Pertama-tama, kami dengan segala hormat meminta kepada Mahkamah untuk pemeriksaan perkara a quo. Mengesampingkan ketentuan Pasal 158 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016. Kenapa demikian? Karena persoalan yang dijumpai dalam (suara tidak terdengar jelas) ini adalah masalah yang sangat fundamental sekali.

(32)

Bahwa penyelenggara pemilu ini, KIP Kabupaten Nagan Raya itu cacat hukum, tidak punya legalitas. Ini ada putusan Mahkamah Agung yang menjadi bukti dalam perkara ini. Bahwa keanggotaan KIP Nagan Raya ini tidak sesuai dengan proses usulan yang dilakukan atau yang dibahas di DPRK Nagan Raya dan ini sudah putusan yang berkekuatan hukum tetap. Seharusnya, KIP Nagan Raya sudah memahami masalah ini karena sebagian dari yang disebutkan ini adalah menjadi pihak dalam perkara ini, tapi diabaikan. Oleh karena itu, kami minta agar Mahkamah membatalkan Pemilu Kabupaten Nagan Raya.

Dan persoalan penyampingan suatu ketentuan di dalam undang-undang, itu telah menjadi historis atau telah menjadi sejarah dari Mahkamah Konstitusi. Ada dulu Kabupaten Bengkulu Selatan, ada Pemilu Gubernur Jawa Timur, dan lain sebagainya yang saya kira sama-sama kita ketahui.

Dan kemudian, kenapa kami minta dikesampingkan ketentuan ambang batas ini? Sekali lagi, menyangkut legalitas penyelenggara negara ... penyelenggara pilkada. Di halaman 9 sampai di halaman 14, kami sudah sebutkan nama-nama dan TPS per TPS, Yang Mulia. Jadi, ini persoalannya merata. Bahwa penetapan penyelenggara Pilkada di Kabupaten Nagan Raya ini adalah bertentangan dengan Pasal 18 huruf k PKPU Nomor 3 Tahun 2015, yaitu terkait dengan masa jabatan. Jadi, sengaja dipilih orang-orang yang telah bekerja lama, lebih dua tahun dalam rangka nanti memudahkan konspirasi atau hal-hal yang bisa diatur.

Kemudian, persoalan lain, kenapa kami minta dikesampingkan Pasal 158 ini, agar perkara ini diperiksa substansinya. Adalah penyelenggara tidak melakukan penyelesaian permasalahan atau pelanggaran secara berjenjang. Jadi, ketika ada rapat di tingkat PPK kecamatan, diajukan persoalan, dan diminta penyelesaiannya, itu diabaikan. Jadi, tidak (suara tidak terdengar jelas). Padahal, penyelesaian perkara itu satu tingkat ke bawah. Jadi, kalau ada persoalan di TPS-TPS, bisa direkomendasikan di tingkat PPK. Jadi, ada beberapa tempat di sini, bisa di Kecamatan Beutong, kemudian Kecamatan Beutong Ateuh ... Ateuh Benggalang, Kecamatan Darul Makmur, Kecamatan Kuala, Kecamatan Kuala Pesisir, Kecamatan Seunagan Timur, Kecamatan Suka Makmue, Kecamatan Tadu Raya, itu yang ... dan Kecamatan Tripa Makmur. Jadi, persoalan yang harusnya diselesaikan, tidak diselesaikan.

Dan juga persoalan DPT. DPT (suara tidak terdengar jelas) kepada saksi. Kepada saksi dari Pihak Pasangan Calon Nomor Urut 1, ya. Padahal, penting mendapatkan salinan DPT agar bisa mencocokkan berapa yang hadir. Kemudian, berapa yang menggunakan suara dengan menunjukkan KTP, surat suara yang rusak, dan sebagainya. Dan C-1 juga tidak diberikan. Ini persoalan kenapa jadi masalah, gitu.

(33)

Dan kami tambahkan. Bahwa ketika kami mencoba untuk menghimpun data, data dengan legalitas ... legalitas penyelenggara pemilu. Ketua KIP Nagan Raya mengatakan, “Kami ini adalah orang tak dikenal, ya.” Jadi, ada upaya untuk menghambat. Jadi, hambatan terhadap akses informasi tidak hanya dilakukan ketika berlangsung pemberian suara, tapi setelah itu juga dilakukan, seperti itu. Dan jelas, (suara tidak terdengar jelas), nanti kami sampaikan.

Oleh karena itu, Yang Mulia, kami memohon pertama-tama agar permohonan Pemohon dikabulkan. Kemudian, membatalkan ... kedua, membatalkan Keputusan Komisi Independent Pemilihan Kabupaten Nagan Raya Nomor 11/KPTS/KIP-NR Tahun 2017 tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Perhitungan Perolehan Suara dan Hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Nagan Raya, bertanggal 22 Februari 2017.

Tiga, memerintahkan Komisi Independen Pemilihan Nagan Raya untuk menyelenggarakan pemungutan suara ulang. Mohon maaf, Yang Mulia, ini Nagan Raya kami coret menjadi Provinsi Aceh karena kami mengajukan permohonan pemeriksaan pelanggaran kode etik ke DKPP. Jadi, kami minta agar diberhentikan secara tidak hormat KIP Nagan Raya ini. Jadi, kami minta agar yang menyelenggarakan pemungutan suara ulang adalah Provinsi Aceh, tanpa mengikutsertakan Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Nomor 5 atas nama H. M. Jamin Idham-Chalidin selambat-lambatnya 30 hari sejak putusan ini dibacakan. Memerintahkan kepada Komisi Pemilihan Provinsi Aceh untuk melaksanakan putusan ini.

Ada renvoi, Yang Mulia, menyangkut bukti. Itu pada halaman 4 pada alinea terakhir. Kami memasukkan bukti 2B, 2C, 2D, dan P-2E, bukti yang baru. Itu.

Kemudian pada halaman 21, kami juga ada bukti yang kami tambahkan di sini terkait dengan poin 12b. Ini kami masukkan P … tambahan adalah P-42A, P-43A, dan sebagainya.

Dan yang terakhir, terkait dengan bukti. Bahwa sebetulnya Pasangan Calon Nomor Urut 5 ini tidak memenuhi syarat formal untuk maju karena tidak memenuhi jasa sebetulnya. Sudah ada bantahan bahwa keterangan ijazah yang disampaikan, itu tidak benar, tidak pernah ditangani. Ini sedang diproses di Mabes Polri.

Demikian, Yang Mulia. Terima kasih.

114. HAKIM KETUA: ANWAR USMAN

Ya, ada masukan atau tambahan dari Yang Mulia Pak Palguna.

115. HAKIM ANGGOTA: I DEWA GEDE PALGUNA

(34)

Sebenarnya … apa … apa yang disampaikan tadi itu kan, ya kita sudah kami catat semua. Jadi intinya, ada beberapa ada, ada … khususnya mengenai satu hal yang ingin saya mintakan kejelasan dari Saudara. Saudara meminta Mahkamah ini untuk “memberhentikan”, begitu ya, KIP Provinsi … KIP Kabupaten Nagan Raya?

116. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR 23/PHP.BUP-XV/2017: A. MUHAMMAD ASRUN

Tidak, tidak. Permintaan itu kami ajukan dalam pemeriksaan DKPP. Oleh karena itu, di dalam (…)

117. HAKIM ANGGOTA: I DEWA GEDE PALGUNA

Ndak, terus lanjutannya yang Anda minta dari Mahkamah tadi apa? Karena Anda mengatakan dia tidak bisa … tidak berwenang menyelenggarakan itu.

118. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR 23/PHP.BUP-XV/2017: A. MUHAMMAD ASRUN

Ya. Oleh karena itu, kami minta perintah untuk melaksanakan pemberian suara ulang itu dilakukan oleh KIP Provinsi Aceh.

119. HAKIM ANGGOTA: I DEWA GEDE PALGUNA

Bukan. Yang tadi di … anunya, di argumen yang Saudara sampaikan tadi, minta ... apa … hasil yang dibuat oleh di KIP Nagan Raya itu?

120. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR 23/PHP.BUP-XV/2017: A. MUHAMMAD ASRUN

Dibatalkan.

121. HAKIM ANGGOTA: I DEWA GEDE PALGUNA

Jadi, itu permintaannya kepada Mahkamah?

122. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR 23/PHP.BUP-XV/2017: A. MUHAMMAD ASRUN

(35)

123. HAKIM ANGGOTA: I DEWA GEDE PALGUNA

Oh, jadi saya mungkin salah menangkap tadi. Karena tadi rasanya bukan itu yang Saudara sampaikan. Seolah-olah untuk mengatakan bahwa KIP Nagan Raya tidak mempunyai kewenangan untuk melaksanakan itu dan Anda minta Mahkamah untuk menyatakan itu. Itu yang saya tangkap tadi di dalam … di dalam ini, di dalam argumen yang Saudara sampaikan. Sepertinya seperti itu yang Saudara sampaikan. Jadi kalau sudah seperti itu, ya berarti sudah cocok dengan … apa namanya … petitum permohonannya, sehingga apakah … bagaimana putusannya nanti, tentu Mahkamah yang akan mempunyai pertimbangan untuk itu ya.

Jadi saya mungkin keliru mendengar tadi karena itu seolah-olah demikian yang saya dengar. Terima kasih, Yang Mulia.

124. HAKIM KETUA: ANWAR USMAN

Jadi sudah cukup ya, Pak Asrun, ya? Baik. Kita lanjut ke perkara yang terakhir untuk sesi ini. Nomor 31? Silakan.

125. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR 15/PHP.BUP-XV/2017 DAN 31/PHP.GUB-15/PHP.BUP-XV/2017: YUSRIL IHZA MAHENDRA

Terima kasih, Yang Mulia.

Izinkan kami untuk membacakan pokok-pokok permohonan dari Pemohon Prinsipal H. Muzakir Manaf dan Ir. Khalid selaku Pemohon Calon Gubernur Aceh.

Dalam bagian pertama dari permohonan ini menyangkut mengenai legal standing dari Pemohon yang sekali lagi kami menegaskan bahwa di dalam permohonan ini sudah lengkap dituliskan argumentasi kami bahwa meskipun Pemohon ini kalau mengikuti kaidah-kaidah Pasal 158 dari Undang-Undang Pilkada sudah tidak memenuhi syarat persentase yang ditentukan, akan tetapi berdasarkan undang-undang tentang Pemerintahan Aceh, maka norma-norma tersebut tidak berlaku untuk pilkada yang dilaksanakan di Aceh. Kami bacakan.

Bahwa berdasarkan Konstitusi Republik Indonesia Pasal 18B ayat (1) di Aceh tidak berlaku … di Aceh berlaku Undang-Undang Pemerintahan Aceh. Aturan umum berlaku di Aceh sejauh tidak secara khusus … tidak diatur secara khusus dalam Undang-Undang Pemerintahan Aceh sebagaimana dimaksud dalam Pasal 269 ayat (1) Undang-Undang Pemerintahan Aceh Nomor 11 Tahun 2006. Berdasarkan Undang-Undang Pemerintahan Aceh Bab 10 Pasal 65 sampai dengan Pasal 74 yang telah secara spesifik mengatur secara khusus tentang pemilihan gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil

(36)

bupati, dan walikota dan wakil walikota. Sesuai amanat Undang-Undang Pemerintahan Aceh, Pemerintah Aceh telah melahirkan Qanun Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pemerintahan Aceh sebagai regulasi pemerintahan pelaksanaan pilkada di Aceh.

Bahwa berdasarkan Undang-Undang Pemerintahan Aceh, perselisihan hasil pilkada Aceh tidak mengenal adanya ambang batas suara pemilihan, vide Pasal 74 Undang-Undang Pemerintahan Aceh. Tidak sebagaimana sistem nasional yang mengatur tentang ambang batas vide Pasal 158 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016, sehingga sesudah … sudah seharusnya Mahkamah Konstitusi untuk mengesampingkan Pasal 158 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 dan penyelesaian perselisihan hasil pemilihan kepala daerah untuk Provinsi Aceh sesuai dengan asas lex specialis derogat lex generalis.

Jikapun Mahkamah menggunakan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Umum Pasal 158, maka konsekuensinya Pasal Nomor 6, haruslah dinyatakan gugur sebagai Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh karena tidak mengacu kepada sistem nasional dalam hal persentase jumlah dukungan untuk pasangan calon. Barangkali juga kalau sekiranya pasal-pasal dalam Undang-Undang Pemerintah DKI tidak dianggap berlaku, maka Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot otomatis sudah menang dalam pilkada karena menurut sistem nasional adalah suara terbanyak, sementara Undang-Undang DKI mengatakan harus 50+. Itu mohon dipertimbangkan lex specialis yang berlaku di Aceh dan juga berlaku di Jakarta.

Berdasarkan ketentuan Pasal 40 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota menjadi Undang-Undang mensyaratkan dukungan 20% dari jumlah kursi dewan perwakilan rakyat daerah atau 25% dari akumulasi perolehan suara sah dalam pemilu, anggota dewan perwakilan rakyat daerah di daerah bersangkutan. Sementara Pasangan Calon Nomor Urut 6 dalam Pilkada Aceh hanya memiliki dukungan ... sementara Pasangan Calon Nomor 6, hanya memiliki dukungan 15%.

Sehingga selayaknya Mahkamah dalam mengadili perkara ini, mengacu pada ketentuan Undang-Undang Pemerintahan Aceh, dari mulai proses tahapan hingga penyelesaian, sebagaimana diatur di dalam bagian kelima Pasal 74 tentang Penyelesaian Sengketa Atas Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, dan Walikota/Wakil Walikota Aceh.

Tujuh. Bahwa berdasarkan uraian tadi, menurut kami Pemohon, Pemohon memiliki legal standing untuk mengajukan permohonan pembatalan keputusan Komisi Independen tentang pemilihan Aceh Nomor 14/kpts/KIP Aceh Tahun 2017 tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara dan Hasil Pemilihan Gubernur dan

(37)

Wakil Gubernur Aceh Tahun 2017, tanggal 25 Februari 2017 juncto Berita Acara Nomor 30/BA-KIP Aceh 2/2017 tentang Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara di Tingkat Provinsi dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Tahun 2017, model DC-KWK.

Mengenai tenggang waktu permohonan tidak perlu dibacakan, kami hanya menegaskan bahwa tenggang waktu telah sesuai dengan undang-undang, paling lambat 3 hari kerja sejak diumumkan penetapan perolehan suara hasil pemilihan oleh KPU atau KIP di daerah yang bersangkutan.

Selanjutnya mengenai argumentasi permohonan petitum, rekan kami akan membacakan. Terima kasih, Yang Mulia.

126. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR 31/PHP.GUB-XV/2017: MUKHLIS MUKHTAR

Terima kasih, Majelis, atas kesempatannya. Kami akan membacakan secara komprehensif tentang pokok permohonan.

1. Bahwa Pilkada Aceh Tahun 2017 telah dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 15 Februari 2017 dan telah dilaksanakan rekap perhitungan suara dalam Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur tiga Provinsi Aceh oleh Termohon pada hari Sabtu, tanggal 25 Februari 2017.

2. Bahwa pokok permohonan Pemohon dalam permohonan ini adalah pembatalan Surat Keputusan KIP Aceh Nomor 14 dan seterusnya juncto Berita Acara Nomor 30 dan seterusnya, yang telah menetapkan bahwa nama pasangan calon, jumlah perolehan suara, dan partai pengusung, yaitu:

• Tarmizi Karim sebesar 406.865 suara yang diusung oleh Partai Nasdem, Golkar, PPP, Hanura, PKPI, dan PAN.

• Kedua, Zakaria Saman dan H. T. Alaidinsyah jumlah perolehan suara 132.981. Partai pengusung ... ini melalui jalur independent, ya.

• Kemudian yang ketiga, Dr. Ir. H. Abdullah Puteh dan Said Mustafa Usab dengan jumlah suara 41.908 dari jalur independent.

• Empat. Dr. Zaini bersama Nasaruddin, sejumlah suara yaitu 167.910 dari jalur independent.

• Nomor 5, H. Muzakir Manaf dan H.T.A Khalid, jumlah suara dukungan 766.427 dari Partai Aceh, Partai Gerindra, PKS, dan PBB.

• Yang keenam. Drh. H. Irwandi Yusuf dan Ir. H. Nova Iriansyah, sejumlah dukungan 898.000 yang diusung oleh Partai Demokrat, Partai Nasional Aceh, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Damai Aceh, dan PDI Perjuangan.

• Jumlah suara sah 2.414.801 suara.

3. Bahwa pilkada merupakan perwujudan kedaulatan rakyat untuk memilih gubernur dan wakil gubernur sebagai pemimpin rakyat di

Referensi

Dokumen terkait

Pertumbuhan pada tanaman cabai merupakan proses bertambahnya ukuran dari kecil hingga sampai dewasa yang sifatnya kuantitatif, artinya dapat kita ukur yang dapat dinyatakan dengan

Eksportir dapat memperoleh SKA sesuai dengan jumlah Bill of Lading (B/L) atau Airway bill. Instansi penerbit akan mencatat nomer seri Surat Keterangan Asal,

Angka Partisipasi Sekolah Pendidikan Dasar (APS) digunakan untuk mengetahui banyaknya anak usia sekolah dasar yang telah bersekolah di semua jenjang

apakah masih ada ramuan herbal untuk ayah saya yang terkena gagal ginjal dengan ureum lebih dari 200 dan kreatinin 26 lebih.. sedangkan ayah saya msh bertahan tanpa cuci

Lalu benang tersebut masuk ke proses pembuatan jaring yang pertama yaitu pembuatan jaring ikan menggunakan mesin pembuat jaring ikan, setelah itu jaring akan diperiksa oleh

Uji validitas instrumen menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA) menunjukkan sebanyak 65 butir valid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Ada perbedaan

pemahaman bahwa karyawan dan perusahaan merupakan satu kesatuan yang saling membutuhkan. Menanamkan dalam diri karyawan bahwa pekerjaan yang dilakukan memberikan

Setelah Perang Korea berakhir di tahun 1953, awal moderasi kebijakan politik domestik Cina memberi jalan kepada kampanye yang masif melawan "musuh-musuh negara", baik yang