22
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
Hasil identifikasi jamur yang didapat dari Resort Pematang Raman Taman Nasional Berbak Kabupaten Muaro Jambi yang telah dilakukan di laboratoriun Mikrobiologi Universitas Andalas ditemukan sebanyak 26 jenis jamur yang telah teridentifikasi. Jenis jamur yang diidentifikasi termasuk ke dalam 4 famili yaitu Polyporaceae, Meruliaceae, Poriaceae, dan Clavariaceae. Berikut ini adalah jenis-jenis jamur yang ditemukan tersebut dapat dilihat pada Tabel 4.1.
Tabel 4.1 Hasil Identifikasi Jenis Jamur yang Terdapat Resort Pematang Raman Taman Nasional Berbak Kabupaten Muaro Jambi
No Famili Jenis Tempat Hidup
1 Polyporaceae
Microporus sp1 Kayu mati Microporus sp2 Kayu mati
Gleoporus sp Kayu mati
Microporus sp3 Kayu mati Microporus sp4 Kayu mati
Picnoporus sp Kayu mati
Polyporus sp1 Kayu mati
Microporus sp5 Kayu mati Microporus sp6 Kayu mati
Polyporus sp2 Kayu mati
Polyporus sp3 Kayu mati
Microporus sp7 Kayu mati Microporus sp8 Kayu mati
Polyporus sp4 Pohon
2 Meruliaceae Merulius sp Kayu mati
3 Poriaceae
Trametes sp1 Pohon
Fomes sp1 Pohon
Fomitopsis sp Pohon
Trametes sp2 Pohon
Fomes sp2 Kayu mati
Lenzites sp Kayu mati
Trametes sp3 Kayu mati
Trametes sp4 Pohon
Ganoderma sp Kayu mati
Trametes sp5 Kayu mati
4 Clavariaceae Ramaria sp Serasah
jenis Polyporus sp1 yang berjumlah sebanyak 55 individu. Untuk Indeks Keanekaragaman Jamur Makroskopis di Resort Pematang Raman Taman Nasional Berbak Kabupaten Muaro Jambi diperoleh sebesar 2,89057 sebagaimana dapat dilihat pada Tabel 4.2.
Tabel 4.2 Indeks Keanekaragaman Jamur yang Terdapat Resort Pematang Raman Taman Nasional Berbak Kabupaten Muaro Jambi
No Nama jenis jamur Jumlah
(ni) Pi = ni/N Ln (Pi) H'= - ∑Pi. ln. Pi
1 Microporus sp1 10 0.039 -3.239 0.127 2 Microporus sp2 22 0.086 -2.450 0.211 3 Gleoporus sp 7 0.027 -3.595 0.099 4 Microporus sp3 13 0.051 -2.976 0.152 5 Microporus sp4 7 0.027 -3.595 0.099 6 Picnoporus sp 8 0.031 -3.462 0.109 7 Polyporus sp1 55 0.216 -1.534 0.331 8 Microporus sp5 12 0.047 -3.056 0.144 9 Microporus sp6 6 0.024 -3.750 0.088 10 Polyporus sp2 7 0.027 -3.595 0.099 11 Polyporus sp3 16 0.063 -2.769 0.174 12 Microporus sp7 20 0.078 -2.546 0.200 13 Microporus sp8 8 0.031 -3.462 0.109 14 Polyporus sp4 2 0.008 -4.848 0.038 15 Merulius sp 4 0.016 -4.155 0.065 16 Trametes sp1 8 0.031 -3.462 0.109 17 Fomes sp1 1 0.004 -5.541 0.022 18 Fomitopsis sp 2 0.008 -4.848 0.038
24
4.2 Pembahasan Hasil Penelitian 4.2.1 Jumlah Jamur Makroskopis
Berdasarkan hasil identifikasi dari jamur yang didapat di Resort Pematang Raman Taman Nasional Berbak Kabupaten Muaro Jambi (Tabel 4.1) ditemukan 26 jenis jamur makroskopis. 26 jenis jamur ini termasuk kedalam 4 famili yaitu Polyporaceae, Meruliaceae, Poriaceae, Clavariaceae.
Famili Polyporaceae paling banyak ditemukan yang meliputi 14 jenis dibanding 3 famili lainnya. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian sebelumnya yakni Marbun (2014), Zulfahrizal (2014) dan Yulianti (2015) yang melaporkan bahwa Polyporaceae paling banyak dijumpai. Mc Ilvainea (2000:1), menjelaskan bahwa Polyporaceae banyak ditemui di alam karena sebagian besar jamur ini dapat ditemukan pada musim dingin atau bahkan pada cuaca kering.
Pada Tabel 4.2 dapat dilihat jamur yang ditemukan di lapangan secara keseluruhan berjumlah 255 individu. Jumlah individu yang paling sedikit ditemukan terdapat pada dua jenis jamur yaitu Fomes sp1 dan Ramaria sp yang masing-masing berjumlah 1 individu. Hal ini karena pada saat penelitian dilakukan kondisi
No Nama jenis jamur Jumlah
(ni) Pi = ni/N Ln (Pi) H'= - ∑Pi. ln. Pi
19 Trametes sp2 7 0.027 -3.595 0.099 20 Fomes sp2 7 0.027 -3.595 0.099 21 Ramaria sp 1 0.004 -5.541 0.022 22 Lenzites sp 7 0.027 -3.595 0.099 23 Trametes sp3 5 0.020 -3.932 0.077 24 Trametes sp4 5 0.020 -3.932 0.077 25 Ganoderma sp 8 0.031 -3.462 0.109 26 Trametes sp5 7 0.027 -3.595 0.099 255 2.891
bahwa berhubung jamur tidak mempunyai klorofil, maka hidupnya terpaksa dari zat-zat yang sudah jadi yang dibuat organisme lain. Dengan kata lain, kehidupan jamur tergantung pada mahluk lain. Hal demikian jamur dikatakan organisme heterotrof. Selanjutnya Subandi (2010: 98) menyatakan bahwa jamur berkembang dalam tanah, pada bahan organik bersimbiosis dengan tumbuhan. Perubahan yang terjadi di alam banyak dipengaruhi oleh keberadaan jamur, sehingga jamur merupakan organisme penting dalam ekosistem. Bahan organik yang menumpuk sebagai serasah (bahan yang tidak hidup) tidak menjadi lebih bermanfaat bagi kehidupan lain jika tidak ada peran jamur.
4.2.2 Keanekaragaman Jamur Makroskopis di Resort Pematang Raman Taman Nasional Berbak Kabupaten Muaro Jambi
Jamur merupakan salah satu keunikan yang memperkaya keanekaragaman jenis mahkluk hidup. Berdasarkan Tabel 4.2 terlihat bahwa indeks keanekaragaman jenis jamur makroskopis yang dapat dikatakan sedang, karena berdasarkan indeks Shannon Wiener indeks keanekaragaman yang diperoleh sebesar 2,89057. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Fachrul (2012:51), jika Nilai 1 ≤ H’ ≤ 3 menunjukkan bahwa keanekaragaman jenis pada suatu wilayah tersebut sedang.
26
Menurut Irwan (2007: 184) menjelaskan bahwa makin besar jumlah jenis, makin besar pula keanekaragaman hayati. Jika tatanan lingkungan yang hanya terdiri dari sedikit jenis hayati, sangat peka dan mudah terganggu keseimbangannya. Dari pendapat ini dapat diketahui bahwa kondisi ekosistem Resort Pematang Raman Taman Nasional Berbak Kabupaten Muaro Jambi tersebut cenderung akan lebih mudah terganggu keseimbangannya hal ini karena keanekaragaman jenis pada wilayah tersebut rendah. Ganjar et al (2006: 103) menjelaskan bahwa banyak faktor lingkungan yang mempengaruhi kehidupan jamur, antara lain kelembapan, suhu, keasaman substart, pengudaraan, dan kehadiran nutrien-nutrien yang diperlukan.
4.2.3 Deskripsi Jamur Makroskopis yang ditemukan di Resort Pematang Raman Taman Nasional Berbak Kabupaten Muaro Jambi
Jamur yang ditemui di Resort Pematang Raman Taman Nasional Berbak Kabupaten Muaro Jambi memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda. Hal ini dikarenakan kondisi lingkungan atau tempat hidup jamur yang berbeda. Menurut Tata (2010:5) untuk pertumbuhan jamur membutuhkan faktor lingkungan seperti suhu udara, cahaya, kelembaban dan aerasi atau sirkulasi air. Adapun deskripsi dari masing-masing jamur yang didapat dari Resort Pematang Raman Taman Nasional Berbak Kabupaten Muaro Jambi sebagai berikut.
4.2.3.1 Famili Polyporaceae
Darnetty (2006:112) menjelaskan bahwa Polyporaceae merupakan famili paling besar dari ordo Polyporales (Aphyloporales) dengan jumlah spesies lebih dari 800. Anggota ini biasanya disebut juga dengan polypores karena adanya pori-pori pada himenium dari kebanyakan spesies. Tubuh buah beragam ada yang mirip
mati, ataupun pada kayu bangunan.
Pada penelitian ini ditemukan 26 jenis jamur yang tergolong dalam 4 genus yaitu Microporus, Gleoporus, Picnoporus, dan Polyporus. Jenis dari masing-masing genus tersebut dijelaskan sebagai berikut.
1. Genus Microporus
Micropous sp1, jenis jamur ini ditemukan hidup menempel pada kayu mati sebanyak 10 individu. Tudung berbentuk plane (lebar). Permukaan tudung bergelombang dan memiliki warna seling-seling antara coklat kekuningan dan tepinya berwarna putih. Ukuran tudung berbeda antara individu yang satu dengan yang lainnya. Ukuran tudungnya 0,7-5,2 cm. Tekstur lamella berbentuk regular (teratur) dengan warna putih dan permukaa seperti beludru. Jenis ini tidak memiliki tangkai atau bersifat sessil, tubuh buah tipis dan keras. Jenis jamur ini dapat dilihat pada Gambar 4.1 berikut:
28
Gambar 4.1 Micropous sp1 (Dokumentasi Pribadi, 2015)
Klasifikasi Microporus sp1 menurut Gerhardt (2000: 40-41) sebagai berikut:
Microporus sp2, jenis jamur ini ditemukan berjumlah 22 individu. Jamur ini hidupnya menempel pada kayu mati. Jamur ini memiliki struktur tudung menyerupai parabola. Ukuran tudungnya 2,3 cm. Tudungnya berwarna-warni, coklat kekuningan. Susunan lamella teratur berwarna putih. Tangkai pendek dengan letak lateral dan berwarna kecoklatan. Jenis dari jamur ini dapat dilihat pada Gambar 4.2 berikut: Kingdom : Fungi Divisi : Basidiomycota Kelas : Basidiomycetes Ordo : Polyporales Famili : Polyporaceae Genus : Microporus Spesies : Microporus sp1
Gambar 4.2 Micropous sp2 (Dokumentasi Pribadi, 2015)
Klasifikasi Microporus sp2 menurut Gerhardt (2000: 40-41) sebagai berikut:
Microporus sp3, memiliki tudung berdiameter 2 - 4,7 cm. Bentuk tudung
bergulung keluar. Struktur tudung sedikit keras dan menyerupai kipas. Tudungnya
berwarna putih dan pada bagian tengahnya berwarna coklat muda dengan bagian tepi bergelombang. Lamella bercabang berwarna putih dengan tangkai berbentuk lateral. Jenis jamur ini merupakan jenis jamur yang paling sedikit ditemukan hidup menempel pada kayu mati yakni hanya berjumlah 13 individu saja. Jenis dari jamur ini dapat dilihat pada Gambar 4.3 berikut :
Kingdom : Fungi Divisi : Basidiomycota Kelas : Basidiomycetes Ordo : Polyporales Famili : Polyporaceae Genus : Microporus Spesies : Microporus sp2
30
Gambar 4.3 Micropous sp3 (Dokumentasi Pribadi, 2015)
Klasifikasi Microporus sp3 menurut Gerhardt (2000: 40-41) sebagai berikut:
Microporus sp4, memiliki tudung berdiameter 2,3 - 4,1 cm. Jamur ini memiliki struktur tudung yang agar keras dan berbentuk kipas. Tudungnya berwarna abu-abu jenis jamur ini ditemukan hidup menempel pada kayu mati. Lamella pada jamur ini berbentuk regular (teratur) dengan warna krem. Tangkai pada jamur ini bersifat lateral. Jenis jamur ini merupakan jenis jamur ini ditemukan berjumlah 7 individu, yang ditemukan pada kayu mati. Jenis dari jamur ini dapat dilihat pada Gambar 4.4.
Kingdom : Fungi Divisi : Basidiomycota Kelas : Basidiomycetes Ordo : Polyporales Famili : Polyporaceae Genus : Microporus Spesies : Microporus sp3
Gambar 4.4 Micropous sp4 (Dokumentasi Pribadi, 2015)
Klasifikasi Microporus sp4 menurut Gerhardt (2000: 40-41) sebagai berikut:
Microporus sp5, memiliki tudung berdiameter 2,3-4 cm. Struktur tudung yang sedikit keras dan menyerupai kipas. Tudungnya mengkilap berwarna coklat tua dan kekuningan berselang seling dengan bagian tepi bergelombang berwarna kuning muda. Lamella pada jamur ini berbentuk bergaris melintang. Tangkai bersifat lateral, menempel pada kayu mati. Jenis jamur ini ditemukan sebanyak 12 individu hidup menempel pada kayu mati. Jenis dari jamur ini dapat dilihat pada Gambar 4.5.
Kingdom : Fungi Divisi : Basidiomycota Kelas : Basidiomycetes Ordo : Polyporales Famili : Polyporaceae Genus : Microporus Spesies : Microporus sp4
32
Gambar 4.5 Micropous sp5 (Dokumentasi Pribadi, 2015)
Klasifikasi Microporus sp5 menurut Gerhardt (2000: 40-41) sebagai
berikut:
Microporus sp6, memiliki tudung berdiameter 3 - 5,1 cm. Struktur tudung berbentuk parabola, tipis dan keras. Tudungnya berwarna coklat muda dan kekuningan berselang seling dengan bagian tepi bergelombang berwarna kuning muda. Lamella berbetuk teratur (tertata). Tangkai beberntuk esentrik. Jenis jamur ini ditemukan sebanyak 6 individu ditemukan hidup menempel pada kayu mati. Jenis dari jamur ini dapat dilihat pada Gambar 4.6 berikut:
Kingdom : Fungi Divisi : Basidiomycota Kelas : Basidiomycetes Ordo : Polyporales Famili : Polyporaceae Genus : Microporus Spesies : Microporus sp5
Gambar 4.6 Micropous sp6 (Dokumentasi Pribadi, 2015)
Klasifikasi Microporus sp6 menurut Gerhardt (2000: 40-41) sebagai berikut:
Microporus sp7, memiliki tudung berdiameter 1,9- 4,7 cm. Struktur tudung berbentuk kipas, tipis dan keras dengan permukaan dan sisi tepi bergelombang. Tudungnya berwarna coklat muda pada bagian pangkal dan berwarna krem pada bagian ujung. Struktur lamella teratur (tertata). Tangkai berbentuk sessil. Jenis jamur ini ditemukan sebanyak 20 individu ditemukan hidup menempel pada kayu mati. Jenis dari jamur ini dapat dilihat pada Gambar 4.7 berikut:
Kingdom : Fungi Divisi : Basidiomycota Kelas : Basidiomycetes Ordo : Polyporales Famili : Polyporaceae Genus : Microporus Spesies : Microporus sp6
34
Gambar 4.7 Micropous sp7 (Dokumentasi Pribadi, 2015)
Klasifikasi Microporus sp7 menurut Gerhardt (2000: 40-41) sebagai berikut:
Microporus sp8, memiliki ukuran tudung 2,3- 3,4 cm. Struktur tudung menyerupai parabola. Tudungnya berwarna-warni, berselang-seling coklat gelap dengan tepi agak berlekuk berwarna kekuningan. Lamella jamur ini berbentuk teratur dengan warna coklat muda. Tangkai bersifat sessil pada kayu mati. Jenis jamur ini ditemukan berjumlah 8 individu. Jamur ini hidupnya menempel pada kayu mati. Tangkainya pendek dan berwarna coklat. Jenis dari jamur ini dapat dilihat pada Gambar 4.8 berikut: Kingdom : Fungi Divisi : Basidiomycota Kelas : Basidiomycetes Ordo : Polyporales Famili : Polyporaceae Genus : Microporus Spesies : Microporus sp7
Gambar 4.8 Micropous sp8 (Dokumentasi Pribadi, 2015)
Klasifikasi Microporus sp8 menurut Gerhardt (2000: 40-41) sebagai berikut:
2. Genus Gleoporus
Gleoporus sp, memiliki tudung berdiameter 4,5-6 cm struktur tudung menyerupai kipas, berwarna coklat kehitaman agak tebal dan keras, sedangkan bagian luar berwarna putih dan bergelombang. Lamella teratur berwarna kecoklatan. Kingdom : Fungi Divisi : Basidiomycota Kelas : Basidiomycetes Ordo : Polyporales Famili : Polyporaceae Genus : Microporus Spesies : Microporus sp8
36
Tangkai bersifat sessil melekat pada kayu mati, jamur ini ditemukan sebanyak 7 individu. Jenis dari jamur ini dapat dilihat pada Gambar 4.9 berikut:
Gambar 4.9 Gleoporus sp (Dokumentasi Pribadi, 2015)
Klasifikasi Gleoporus sp menurut Gerhardt (2000: 40-41) sebagai berikut:
3. Genus Picnoporus
Picnoporus sp memiliki tudung yang berdiameter 4,3-5,3 cm struktur tudung berbetuk seperti kipas, berwarna orange dengan tepi bergelombang. Lamella bebentuk margin stipe (bercabang ketepi) dan keras. Tangkai pada jamur ini bersifat sessil. Jenis jamur ini ditemukan sebanyak 8 individu ditemukan hidup menempel pada kayu mati. Jenis dari jamur ini dapat dilihat pada Gambar 4.10 berikut:
Kingdom : Fungi Divisi : Basidiomycota Kelas : Basidiomycetes Ordo : Polyporales Famili : Polyporaceae Genus : Gloeporus Spesies : Gloeporus sp
Gambar 4.10 Picnoporus sp (Dokumentasi Pribadi, 2015)
Klasifikasi Gleoporus sp menurut Gerhardt (2000: 40-41) sebagai
berikut:
4. Genus Polyporus
Polyporus sp1, memiliki tudung berdiameter 2-5,1 cm struktur tudung keras dan agak lentur menyerupai kipas berwarna coklat, dengan permukaan yang licin dan pada bagian tepi berwarna putih. Lamella pada jamur ini teratur (tertata) dengan tangkai bersifat lateral. Jenis jamur ditemukan sebanyak 55 individu yang hidupnya menempel pada kayu mati. Hal ini dikarenakan jenis jamur ini hidupnya berkoloni. Jenis dari jamur ini dapat dilihat pada Gambar 4.11 berikut:
Kingdom : Fungi Divisi : Basidiomycota Kelas : Basidiomycetes Ordo : Polyporales Famili : Polyporaceae Genus : Picnoporus Spesies : Picnoporus sp
38
Gambar 4.11 Polyporus sp1 (Dokumentasi Pribadi, 2015)
Klasifikasi Polyporus sp1 menurut Gerhardt (2000: 40-41) sebagai
berikut:
Polyporus sp2, memiliki tudung berdiameter 1,7-6,1 cm struktur tudung keras dan agak lentur menyerupai kipas berwarna coklat dengan permukaan tudung licin. Lamella berbentuk back forked (bercabang dari tepi). Tangkai bersifat sessil melekat pada kayu mati. Jenis jamur ditemukan sebanyak 7 individu yang hidupnya menempel pada kayu mati. Jenis dari jamur ini dapat dilihat pada Gambar 4.12 berikut: Kingdom : Fungi Divisi : Basidiomycota Kelas : Basidiomycetes Ordo : Polyporales Famili : Polyporaceae Genus : Polyporus Spesies : Polyporus sp1
Klasifikasi Polyporus sp2 menurut Gerhardt (2000: 40-41) sebagai berikut:
Polyporus sp3, memiliki tudung berdiameter 1,5 - 3,4 cm struktur tudung keras berwarna coklat. Permukaan tudung agak kasar dan bagian tepi bergelombang. Lamella bersstruktur regular (teratur), dengan tangkai bersifat sessil dan melekat langsung pada kayu mati. Jenis jamur ditemukan sebanyak 16 individu. Jenis dari jamur ini dapat dilihat pada Gambar 4.13 berikut:
Kingdom : Fungi Divisi : Basidiomycota Kelas : Basidiomycetes Ordo : Polyporales Famili : Polyporaceae Genus : Polyporus Spesies : Polyporus sp2
40
Gambar 4.13 Polyporus sp3 (Dokumentasi Pribadi, 2015)
Klasifikasi Polyporus sp3 menurut Gerhardt (2000: 40-41) sebagai berikut:
Polyporus sp4, memiliki tudung berdiameter 1 – 3,5 cm struktur tudung keras tetapi lentur berwarna kuning. Permukaan tudung licin dan bagian tepi bergelombang. Lamella pada jamur ini bercabang ketepi. Tangkai bersifat sessil. Jenis jamur ditemukan sebanyak 2 individu pada kayu mati. Jenis dari jamur ini dapat dilihat pada Gambar 4.14 berikut: Kingdom : Fungi Divisi : Basidiomycota Kelas : Basidiomycetes Ordo : Polyporales Famili : Polyporaceae Genus : Polyporus Spesies : Polyporus sp3
Gambar 4.14 Polyporus sp4 (Dokumentasi Pribadi, 2015)
Klasifikasi Polyporus sp4 menurut Gerhardt (2000: 40-41) sebagai
berikut:
4.2.3.2 Famili Meruliaceae
Merulius sp, memiliki diameter 4,1 – 5,2 cm struktur tidak begitu jelas memiliki warna kuning dan menempel pada kayu mati, permukaan kasar bergelombang. Struktur lamella dan tangkai tidak jelas. Jenis jamur ditemukan sebanyak 4 individu pada kayu mati. Jenis dari jamur ini dapat dilihat pada Gambar 4.15 berikut: Kingdom : Fungi Divisi : Basidiomycota Kelas : Basidiomycetes Ordo : Polyporales Famili : Polyporaceae Genus : Polyporus Spesies : Polyporus sp4
42
Gambar 4.15 Merulius sp (Dokumentasi Pribadi, 2015)
Klasifikasi Merulius sp menurut Gerhardt (2000: 40-41) sebagai berikut:
4.2.3.3 Famili Poriaceae
Pada penelitian yang telah dilakukan didapat 10 jenis jamur dari famili Poriaceae yang termasuk dalam 6 genus, yaitu Trametes, Fomes, Fomitopsis, Ramaria, Lenzites, dan Ganoderma.
Kingdom : Fungi Divisi : Basidiomycota Kelas : Basidiomycetes Ordo : Polyporales Famili : Meruliaceae Genus : Merulius Spesies : Merulius sp
hidup menempel pada kayu mati. Jenis dari jamur ini dapat dilihat pada Gambar 4.16 berikut:
Gambar 4.16 Trametes sp1 (Dokumentasi Pribadi, 2015)
Klasifikasi Trametes sp1 menurut Gerhardt (2000: 40-41) sebagai berikut: Kingdom : Fungi Devisi : Basidiomycota Kelas : Basidiomycetes Ordo : Poriales Famili : Poriaceae Genus : Trametes Spesies : Trametes sp1
44
Trametes sp2, memiliki diameter 2– 3,6 cm struktur tudung melengkung berbentuk kipas, tipis dan keras. Tudung berwarna abu-abu dengan permukaan berbulu. Lamella jamur ini berbentuk teratur berwrna abu-abu. Tangkai berbentuk lateral. Jenis jamur ini ditemukan sebanyak 7 individu, dan ditemukan hidup menempel pada pohon. Jenis dari jamur ini dapat dilihat pada Gambar 4.17 berikut:
Gambar 4.17 Trametes sp2 (Dokumentasi Pribadi, 2015)
Klasifikasi Trametes sp2 menurut Gerhardt (2000: 40-41) sebagai
berikut:
Trametes sp3, memiliki diameter 3,3 – 5,4 cm struktur tudung melengkung berbentuk parabola dan tidak bertangkai. Tudung berwarna abu-abu dengan permukaan kasar dan bergelombang. Struktur lamella bergaris melintang dengan Kingdom : Fungi Divisi : Basidiomycota Kelas : Basidiomycetes Ordo : Poriales Famili : Poriaceae Genus : Trametes Spesies : Trametes sp2
Gambar 4.18 Trametes sp3 (Dokumentasi Pribadi, 2015)
Klasifikasi Trametes sp3 menurut Gerhardt (2000: 40-41) adalah sebagai berikut:
Trametes sp4, memiliki diameter 2,8 – 4,4 cm struktur tudung setengah lingkaran dan tidak bertangkai. Tudung berwarna hitam dengan permukaan halus serta bagian tepi berwarna kuning. Lamella pada jamur bergaris melintang. Tangkai berupa sessil melekat langsung pada kayu mati. Jenis jamur ini ditemukan sebanyak 5 Kingdom : Fungi Divisi : Basidiomycota Kelas : Basidiomycetes Ordo : Poriales Famili : Poriaceae Genus : Trametes Spesies : Trametes sp3
46
individu, dan ditemukan hidup menempel pada kayu mati. Jenis dari jamur ini dapat dilihat pada Gambar 4.19 berikut:
Gambar 4.19 Trametes sp4 (Dokumentasi Pribadi, 2015)
Klasifikasi Trametes sp4 menurut Gerhardt (2000: 40-41) adalah sebagai berikut:
Trametes sp5, memiliki diameter 1,1 – 4,2 cm struktur tudung setengah lingkaran. Tudung berwarna coklat dan coklat muda pada bagian tepi dengan permukaan halus. Lamella pada jamur ini bergaris melintang berwarna coklat. Tangkai bersifat sessil menempel pada kayu. Jenis jamur ini ditemukan sebanyak 5 individu, dan ditemukan hidup menempel pada kayu mati. Jenis dari jamur ini dapat dilihat pada Gambar 4.20 berikut:
Kingdom : Fungi Divisi : Basidiomycota Kelas : Basidiomycetes Ordo : Poriales Famili : Poriaceae Genus : Trametes Spesies : Trametes sp4
Gambar 4.20 Trametes sp5 (Dokumentasi Pribadi, 2015)
Klasifikasi Trametes sp5 menurut Gerhardt (2000: 40-41) sebagai
berikut:
2. Genus Fomes
Fomes sp1, memiliki diameter 8,2 cm. Jamur ini memiliki struktur tudung yang tebal, keras berwarna coklat dan agak kasar dibagian permukaannya. Lamella pada jenis jamur ini berbentuk teratur dengan tangkai berbentuk sessil. Jenis jamur ini Kingdom : Fungi Divisi : Basidiomycota Kelas : Basidiomycetes Ordo : Poriales Famili : Poriaceae Genus : Trametes Spesies : Trametes sp5
48
ditemukan sebanyak 1 individu, yang didapat tumbuh pada kayu mati. Jenis dari jamur ini dapat dilihat pada Gambar 4.21.
Gambar 4.21 Fomessp1 (Dokumentasi Pribadi, 2015)
Klasifikasi Fomes sp1 menurut Gerhardt (2000: 40-41) sebagai berikut:
Fomes sp2, memiliki diameter 4,4 -5,6 cm. Jamur ini memiliki struktur tudung yang tebal, keras berwarna coklat tua dengan permukaan licin. Lamella pada jenis jamur ini berbentuk teratur. Tangkai berbentuk sessil melekat pada kayu mati. Jenis jamur ini ditemukan sebanyak 7 individu, yang didapat tumbuh pada kayu mati. Jenis dari jamur ini dapat dilihat pada Gambar 4.22 berikut ini:
Kingdom : Fungi Divisi : Basidiomycota Kelas : Basidiomycetes Ordo : Poriales Famili : Poriaceae Genus : Fomes Spesies : Fomes sp1
Klasifikasi Fomes sp2 menurut Gerhardt (2000: 40-41) sebagai berikut:
3. Genus Fomitopsis
Fomotopsis sp, memiliki diameter 2 – 3,2 cm struktur tudung setengah lingkaran dan tidak bertangkai. Tudung berwarna coklat gelap dan bagian tepi berwarna putih bergaris dengan permukaan kasar. Lamella berbentuk teratur dengan tangkai berbentuk sessil. Jenis jamur ini ditemukan sebanyak 2 individu, dan ditemukan hidup menempel pada kayu mati. Jenis dari jamur ini dapat dilihat pada Gambar 4.23 berikut: Kingdom : Fungi Divisi : Basidiomycota Kelas : Basidiomycetes Ordo : Poriales Famili : Poriaceae Genus : Fomes Spesies : Fomes sp1
50
Gambar 4.23 Fomitopsissp (Dokumentasi Pribadi, 2015)
4. Genus Lenzites
Lenzites sp, memiliki diameter 3,3 – 5,5 cm struktur tudung melengkung berbentuk parabola. Tudung berwarna coklat melengkung keatas dengan permukaan kasar. Lamella bergaris melintang, dengan tangkai esentrik. Jenis jamur ini ditemukan sebanyak 7 individu, dan ditemukan hidup menempel pada kayu mati. Jenis dari jamur ini dapat dilihat pada Gambar 2.24 berikut:
Gambar 4.24 Lenzitessp (Dokumentasi Pribadi, 2015) Klasifikasi Lenzites sp menurut Gerhardt (2000: 40-41) sebagai berikut:
Ganoderma sp memiliki diameter 3,4 – 6 cm. Jamur ini memiliki struktur tudung keras, tebal dan berwarna coklat. Lamella pada jamur ini berbentuk teratur, dan tangkai bersifat sessil. Jenis jamur ini ditemukan sebanyak 8 individu, yang hidup pada kayu mati. Jenis dari jamur ini dapat dilihat pada Gambar 4.25.
Klasifikasi Ganoderma sp menurut Gerhardt (2000: 40-41) sebagai berikut:
4.2.3.4 Famili Clavariaceae
Ramaria sp tubuh tegak, bercabang, berwarna krem, permukaan licin dan agak berbulu dengan ujung meruncing.
central. Jenis jamur tumbuh pada serasah dedaunan. pada Gambar 4.26. Klasifikasi Fomes sp berikut: Kingdom : Fungi Divisi : Basidiomycota Kelas : Basidiomycetes Ordo : Po Famili : Po Genus : Ganoderma Spesies : Ganoderma Kingdom : Fungi Divisi : Basidiomycota Kelas : Basidiomycetes Ordo : Clavariales Famili : Clavariac Genus : Ramaria Spesies : Ramaria Clavariaceae
tubuh tegak, bercabang, berwarna krem, permukaan licin dan agak berbulu dengan ujung meruncing. Lamella tidak jelas terlihat.
Jenis jamur tumbuh pada serasah dedaunan. Jenis dari jamur i
Gambar 4.26 Ramaria sp (Dokumentasi Pribadi, 2015)
Fomes sp2 menurut Gerhardt (2000: 40-41) sebagai : Fungi : Basidiomycota : Basidiomycetes Poriales Poriaceae Ganoderma Ganoderma sp : Fungi Basidiomycota : Basidiomycetes Clavariales Clavariaceae Ramaria Ramaria sp 52
tubuh tegak, bercabang, berwarna krem, permukaan licin dan agak Lamella tidak jelas terlihat. Tangkai berbentuk dari jamur ini dapat dilihat
(Dokumentasi Pribadi, 2015)