• Tidak ada hasil yang ditemukan

KTI PENGARUH POLA TIDUR TERHADAP PRESTASI BELAJAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KTI PENGARUH POLA TIDUR TERHADAP PRESTASI BELAJAR"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

BAB I

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

1.

1.1.1. LaLatatar Ber Belalakakangng Keb

Kebutuutuhan han dadasar sar dardari i manmanusiusia a mermerupaupakan kan sessesuatuatu u yayangng ha

harurus s didipepenunuhi hi ununtutuk k memeniningngkakatktkan an dederarajajat t kekesesehahatatan. n. TiTidudurr mer

merupaupakan kan salsalah ah satsatu u kekebutbutuhuhan an dasdasar ar manmanusiusia a yayang ng tertermasmasukuk kedalam kebutuhan fisiologis. Selain merupakan kebutuhan dasar, kedalam kebutuhan fisiologis. Selain merupakan kebutuhan dasar, tidur juga merupakan suatu hal yang Universal. Dikatakan hal yang tidur juga merupakan suatu hal yang Universal. Dikatakan hal yang Univ

Universal karena ersal karena umumnumumnya ya semusemua a indivindividu idu dimandimanapun ia apun ia beraberadada mem

membutbutuhkuhkan an tidtidur ur dan dan tidtidak ak perpernah nah adada a indindiviividu du yayang ng semsemasaasa hid

hidupnupnya ya tidtidak ak tidtidur. ur. HaHal l ini ini memmembubuktiktikankan, , babahwhwa a tidtidur ur memmemiliilikiki peranan penting dalam kehidupan Ko!ier."###$

peranan penting dalam kehidupan Ko!ier."###$%%.. &ad

&ada a tintingkagkat t pepergurguruaruan n tintinggiggi, , mahmahasiasiswswa a adaadalah lah oraorangng'' ora

orang ng yayang ng sedsedang ang menmengikgikuti uti penpendiddidikaikan n tententuntunya ya memmempunpunyayaii har

harapaapan n akaakan n kebkeberherhasiasilan lan stustudi di dedemi mi masmasa a dedepanpannynya. a. &re&restastasisi belajar merupakan keseluruhan kegiatan pengukuran, pengolahan, belajar merupakan keseluruhan kegiatan pengukuran, pengolahan, pena

penafsiranfsiran, , dan dan pertipertimbangmbangan an untuk membuat untuk membuat kepukeputusan tentangtusan tentang tingkat hasil belajar yang di(apai oleh individu.Hasil belajar menunjuk tingkat hasil belajar yang di(apai oleh individu.Hasil belajar menunjuk pad

pada a preprestastasi si belbelajaajar, r, sedsedangangkan kan preprestastasi si belbelajaajar r itu itu mermerupaupakankan indikator adanya derajat perubahan tingkah laku siswa Hamalik ), indikator adanya derajat perubahan tingkah laku siswa Hamalik ), "##*$. +da banyak faktor yang mempengaruhi prestasi belajar baik "##*$. +da banyak faktor yang mempengaruhi prestasi belajar baik

(2)

sal

salah ah satsatunyunya a fakfaktor tor linlingkugkungngan an kakarenrena a linlingkugkungangan n mermerupaupakakann bagian dari kehidupan anak didik. Selama hidup anak didik tidak bisa bagian dari kehidupan anak didik. Selama hidup anak didik tidak bisa men

menghghindindarkarkan an dirdiri i dadari ri linlingkugkungangan n alaalami mi dan dan linlingkgkungungan an sososiasiall budaya, sedangkan dari dalam individu yaitu faktor psikologis antara budaya, sedangkan dari dalam individu yaitu faktor psikologis antara lain minat, ke(erdasan, bakat, motivasi,. ilai prestasi belajar dapat lain minat, ke(erdasan, bakat, motivasi,. ilai prestasi belajar dapat diketahui melalui proses evaluasi terhadap hasil belajar mahasiswa. diketahui melalui proses evaluasi terhadap hasil belajar mahasiswa. Ha

Hasisil l bebelalajajar r titidadak k dadapapat t lalangngsusung ng teterlrlihihatat, , tatanpnpa a seseseseororanangg mel

melakuakukan kan sessesuatuatu u yayang ng memmemperperlihlihatkatkan an hahasil sil bebelajlajar ar tertersesebutbut mel

melalualui i preprestastasi si belbelajaajar. r. -a-adi, di, daldalam am preprestastasi si hashasil il belbelajaajar r akaakann tampak. &erbedaan tingkat prestasi antara orang yang satu dengan tampak. &erbedaan tingkat prestasi antara orang yang satu dengan orang yang lain dalam men(apai apa yang dituju, merupakan akibat orang yang lain dalam men(apai apa yang dituju, merupakan akibat adany

adanya a perbperbedaaedaan n karakarakteriskteristik tik indivindividu. )rang idu. )rang yanyang g sama dapatsama dapat mengh

menghasilkasilkan an prestprestasi asi yanyang g berbeberbeda da dalam situasi yang dalam situasi yang berbberbedaeda sehingga dapat dikatakan bahwa prestasi belajar dipengaruhi oleh sehingga dapat dikatakan bahwa prestasi belajar dipengaruhi oleh faktor individu dan faktor situasi, hal ini sejalan dengan pendapat faktor individu dan faktor situasi, hal ini sejalan dengan pendapat g

galalim im &u&urwrwananto to ""####$ $ yyang ang memenjnjelelasaskakan n babahwhwa a / / 0b0bererhahasisill tidaknya belajar itu tergantung pada ma(am'ma(am faktor1. Setelah tidaknya belajar itu tergantung pada ma(am'ma(am faktor1. Setelah re

rentntanang g wawaktktu u tetertertentntu, u, bibiasasananya ya papada da akakhihir r sesememestster er sesemumuaa penila

penilaian ian untuuntuk k masimasing'mang'masing bidang sing bidang studi ditulis dalam studi ditulis dalam sebusebuahah transkrip nilai yang disebut 2&K  2ndeks &restasi Kumulatif $. 2&K transkrip nilai yang disebut 2&K  2ndeks &restasi Kumulatif $. 2&K in

inililah ah yyanang g memenjnjadadi i alalat at bubuktkti i kekebeberhrhasasililan an atatau au kekegagagagalalann mahasiswa di universitas. Dari nilai ini, orang tua ,mahasiswa yang mahasiswa di universitas. Dari nilai ini, orang tua ,mahasiswa yang

(3)

sal

salah ah satsatunyunya a fakfaktor tor linlingkugkungngan an kakarenrena a linlingkugkungangan n mermerupaupakakann bagian dari kehidupan anak didik. Selama hidup anak didik tidak bisa bagian dari kehidupan anak didik. Selama hidup anak didik tidak bisa men

menghghindindarkarkan an dirdiri i dadari ri linlingkugkungangan n alaalami mi dan dan linlingkgkungungan an sososiasiall budaya, sedangkan dari dalam individu yaitu faktor psikologis antara budaya, sedangkan dari dalam individu yaitu faktor psikologis antara lain minat, ke(erdasan, bakat, motivasi,. ilai prestasi belajar dapat lain minat, ke(erdasan, bakat, motivasi,. ilai prestasi belajar dapat diketahui melalui proses evaluasi terhadap hasil belajar mahasiswa. diketahui melalui proses evaluasi terhadap hasil belajar mahasiswa. Ha

Hasisil l bebelalajajar r titidadak k dadapapat t lalangngsusung ng teterlrlihihatat, , tatanpnpa a seseseseororanangg mel

melakuakukan kan sessesuatuatu u yayang ng memmemperperlihlihatkatkan an hahasil sil bebelajlajar ar tertersesebutbut mel

melalualui i preprestastasi si belbelajaajar. r. -a-adi, di, daldalam am preprestastasi si hashasil il belbelajaajar r akaakann tampak. &erbedaan tingkat prestasi antara orang yang satu dengan tampak. &erbedaan tingkat prestasi antara orang yang satu dengan orang yang lain dalam men(apai apa yang dituju, merupakan akibat orang yang lain dalam men(apai apa yang dituju, merupakan akibat adany

adanya a perbperbedaaedaan n karakarakteriskteristik tik indivindividu. )rang idu. )rang yanyang g sama dapatsama dapat mengh

menghasilkasilkan an prestprestasi asi yanyang g berbeberbeda da dalam situasi yang dalam situasi yang berbberbedaeda sehingga dapat dikatakan bahwa prestasi belajar dipengaruhi oleh sehingga dapat dikatakan bahwa prestasi belajar dipengaruhi oleh faktor individu dan faktor situasi, hal ini sejalan dengan pendapat faktor individu dan faktor situasi, hal ini sejalan dengan pendapat g

galalim im &u&urwrwananto to ""####$ $ yyang ang memenjnjelelasaskakan n babahwhwa a / / 0b0bererhahasisill tidaknya belajar itu tergantung pada ma(am'ma(am faktor1. Setelah tidaknya belajar itu tergantung pada ma(am'ma(am faktor1. Setelah re

rentntanang g wawaktktu u tetertertentntu, u, bibiasasananya ya papada da akakhihir r sesememestster er sesemumuaa penila

penilaian ian untuuntuk k masimasing'mang'masing bidang sing bidang studi ditulis dalam studi ditulis dalam sebusebuahah transkrip nilai yang disebut 2&K  2ndeks &restasi Kumulatif $. 2&K transkrip nilai yang disebut 2&K  2ndeks &restasi Kumulatif $. 2&K in

inililah ah yyanang g memenjnjadadi i alalat at bubuktkti i kekebeberhrhasasililan an atatau au kekegagagagalalann mahasiswa di universitas. Dari nilai ini, orang tua ,mahasiswa yang mahasiswa di universitas. Dari nilai ini, orang tua ,mahasiswa yang

(4)

bersa

bersangkungkutan, tan, dan dosen dan dosen pengpengajar ajar dapadapat t melihamelihat t sendsendiri iri prestprestasiasi belajar yang di(apai mahasiswa.

belajar yang di(apai mahasiswa.""

Data dari The ational Sleep 3oundation, +merika Serikat, Data dari The ational Sleep 3oundation, +merika Serikat, menyebutkan bahw

menyebutkan bahwa orang dewasa harus tidur sekitar a orang dewasa harus tidur sekitar *# persen dari*# persen dari wakt

waktu "4 jam atau sekiu "4 jam atau sekitar '5 jam tar '5 jam sebasebaiknyiknya dipergua dipergunakanakan untukn untuk tidur.

tidur.%%

-umla

-umlah tidur yah tidur yang (ukupng (ukup, pentin, penting g bagi kebagi kesehasehatan menttan mentalal dan fisik, fungsi kognitif, memori dan belajar. Syarat tidur untuk orang dan fisik, fungsi kognitif, memori dan belajar. Syarat tidur untuk orang dewasa bervariasi, tetapi 6'5 jam per hari dianggap normal untuk dewasa bervariasi, tetapi 6'5 jam per hari dianggap normal untuk or

oranang g dedewawasasa. . TeTelalah h didilalapoporkrkan an babahwhwa a kukurarang ng titidudur r dadapapatt meny

menyebabkebabkan an ketidketidakstakstabilaabilan n emosiemosional, onal, kehikehilangalangan n memormemori, i, dandan pen

penuruurunan nan konkonsesentrntrasiasi. . 7er7erbagbagai ai penpenelielitiatian n teltelah ah dildilakuakukakan n dandan ha

hasisilnlnyya a memenununjnjukukkakan n babahwhwa a kukurarang ng titidudur r beberprpenengagaruruh h papadada prestasi akademik siswa dan juga menyebabkan gangguan suasana prestasi akademik siswa dan juga menyebabkan gangguan suasana hari, ketiakpuasan beraktivitas, mengantuk, obesitas dan penurunan hari, ketiakpuasan beraktivitas, mengantuk, obesitas dan penurunan fungsi kognitif

fungsi kognitif *.*.

S

Seebbuuaah h ssttuuddi i sseerruuppa a ddiillaakkuukkaan n ddi i &&aakkisisttaan n yyaanngg mengungkapkan fakta bahwa kerja terus'menerus dengan tidur yang mengungkapkan fakta bahwa kerja terus'menerus dengan tidur yang kurang akan menyebabkan kemerosotan status kognitif dan perilaku. kurang akan menyebabkan kemerosotan status kognitif dan perilaku.  +da

 +da berbagai berbagai alasan alasan untuk untuk kurangnya kurangnya tidur tidur pada pada remaja remaja termasuktermasuk men

menontonton on T8 T8 dan dan intinternernet. et. StuStudi di yayang ng dildilakuakukan kan di di UnUniveiversirsitastas kedokteran &akistan menunjukkan bahwa 95,: persen dari remaja kedokteran &akistan menunjukkan bahwa 95,: persen dari remaja

(5)

kurang tidur ialah menonton T8 dan mendengarkan musik.5. Stres pada remaja juga punya kuntribusi sangat penting pada kemampuan remaja untuk tidur dimalam hari Selain itu, konsumsi kafein, merokok dan penyalahgunaan obat atau !at'!at yang dapat menghilangkan rasa kantuk akan dapat mempengaruhi prestasi akademik *.

Sebuah studi dilakukan di University )f ;olorado menyatakan bahwa gangguan tidur dapat berpengaruh kinerja siswa di berbagai usia maupun tingkat pendidikan lain.*

Keadaan tidur menyebabkan timbulnya " ma(am efek fisiologis utama yaitu / &ertama, efek pada system sarafnya sendiri dan kedua, efek pada system fungsional tubuh lainnya. <fek pada system saraf pusat tampaknya jauh lebih penting, karena kekurangan tidur tentu saja akan mempengaruhi fungsi system saraf pusat. Kualitas tidur  yang baik sangat berperan penting dalam kemampuan berpikir dan belajar. 0=emori1 di otak kita akan terasa susah di akses . Sehingga kurang tidur  akan menurunkan kemampuan konsentrasi anda sehingga akan berdampak pada menurunnya daya talar, dan kemampuan meme(ahkan masalah. Karena data dan informasi akan terasa susah dikeluarkan dari memori otak kita.4

(6)

1.2. Rumusan Masalah

7erdasarkan uraian latar belakang masalah diatas, maka dapat di rumuskan masalah penelitian sebagai berikut / +pakah ada pengaruh pola tidur terhadap prestasi belajar mahasiswa 3akultas Kedokteran Universitas =uslim 2ndonesia>

1.3. Tujuan Peneltan %. Tujuan Umum

=engetahui pengaruh pola tidur terhadap prestasi belajar mahasiswa 3akultas Kedokteran Universitas =uslim 2ndonesia. ". Tujuan Khusus

a. =enentukan pola tidur pada mahasiswa 3akultas Kedokteran Universitas =uslim 2ndonesia.

b. =enentukan prestasi belajar dari mahasiswa fakultas Kedokteran Universitas =uslim 2ndonesia.

(. =enentukan pengaruh pola tidur terhadap prestasi belajar dari mahasiswa 3akultas Kedokteran Universitas =uslim 2ndonesia.

1.!. Man"aat Peneltan %. 7agi 2nstansi

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan atau informasi dalam upaya menanggulangi pola tidur yang terjadi

(7)

di kalangan mahasiswa fakultas kedokteran U=2 yang berdampak pada indeks prestasi yang di(apai.

". 7agi &endidikan

a. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi ilmiah yang bermanfaat dalam pengembangan pembelajaran yang berhubungan dengan pola tidur terhadap indeks prestasi. b. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi

perpustakaan untuk mengembangkan wawasan serta pengetahuan.

*. 7agi &eneliti

Hasil penelitian dapat digunakan sebagai tambahan wawasan ilmu pengetahuan serta keterampilan didalam menganalisa permasalahan yang terjadi di kalangan masyarakat mengenai pengaruh pola tidur terhadap indeks prestasi mahasiswa.

(8)

BAB II

TIN#AUAN PU$TA%A

2.1. P&LA TIDUR

2.1.1. De"ns T'ur 

Tidur didefinisikan sebagai keadaan bawah sadar saat orang tersebut dapat dibangunkan dengan pemberian sensorik atau rangsangan lainnya. Tidur juga merupakan suatu proses aktif yang terdiri dari periode berulang tidur gelombang lambat dan paradoks dimana selama tidur tingkatan aktivitas otak keseluruhan tidak berkurang melainkan penyerapan )" oleh otak meningkat melebihi

normal sewaktu terjaga.4,9

Tidur merupakan kebutuhan bukan suatu keadaan istirahat yang tidak bermanfaat, tidur merupakan proses yang diperlukan manusia untuk membentuk suatu sel'sel tubuh yang rusak ( natural healing mechanism ), memberi waktu organ tubuh beristirahat maupun menjaga keseimbangan metabolisme dan biokim tubuh. Dan juga dapat memperbaiki fungsi dan homeostatis  mengembalikan keseimbangan fungsi'fungsi normal tubuh $ serta penting juga dalam pengaturan suhu tubuh dan energi (adangan.%

(9)

&ola tidur berbeda'beda, tergantung pada usia dan kebiasaan individu. &ada orang dewasa istirahat se(ara rela?  juga diperlukan selain daripada tidur yang sebenarnya.

7erdasarkan jenis pekerjaannya, bagi yang bekerja dengan menggunakan otak atau pikiran memerlukan lebih banyak tidur dibandingkan dengan orang yang bekerja dengan fisik. Data dari The ational Sleep 3oundation, +merika Serikat, menyebutkan bahwa orang dewasa harus tidur sekitar *# persen dari waktu "4 jam atau sekitar '5 jam sebaiknya dipergunakan untuk tidur.%

2.1.2. #ens 'an %las"kas T'ur 

T'ur '(ag menja' 2 t)e *atu+ %. Tipe @apid <ye =ovement @<=$

Sepanjang tidur malam yang normal, tidur @<= yang berlangsung sampai 9'*# menit biasanya mun(ul rata'rata setiap :# menit. 7ila seseorang sampai mengantuk, diakibatkan karena tidur @<=nya sedikit bahkan tidak ada. Sebaliknya, sewaktu orang menjadi semakin lebih nyenyak sepanjang malamnya, durasi dari tidur @<=nya juga semakin lama.4

". Tipe on @apid <ye =ovement @<=$

Tipe @<= dibagi dalam 4 stadium yaitu/ %. Tidur stadium Satu.

(10)

3ase ini merupakan antara fase terjaga dan fase awal tidur. 3ase ini didapatkan kelopak mata tertutup, tonus otot berkurang dan tampak gerakan bola mata kekanan dan kekiri. 3ase ini hanya berlangsung *'9 menit dan mudah sekali dibangunkan. Aambaran <<A biasanya terdiri dari gelombang (ampuran alfa, betha dan kadang gelombang theta dengan amplitudo yang rendah. Tidak didapatkan adanya gelombang sleep spindle dan kompleks K. ,6.

". Tidur stadium dua

&ada fase ini didapatkan bola mata berhenti bergerak, tonus otot masih berkurang, tidur lebih dalam dari pada fase pertama. Aambaran <<A terdiri dari gelombang theta simetris. Terlihat adanya gelombang sleep spindle, gelombang verteks dan komplek K. ,6.

*. Tidur stadium tiga

3ase ini tidur lebih dalam dari fase sebelumnya. Aambaran <<A terdapat lebih banyak gelombang delta simetris antara "9B'9#B serta tampak gelombang sleep spindle, gelombang verteks dan komplek K. ,6.

4. Tidur stadium empat

=erupakan tidur yang dalam serta sukar dibangunkan. Aambaran <<A didominasi oleh

(11)

gelombang delta sampai 9#B tampak gelombang sleep spindle. ,6.

3ase tidur @<=, ini biasanya berlangsung antara 6# menit sampai %## menit, setelah itu akan masuk ke fase @<=. &ada waktu @<= jam pertama prosesnya berlangsung lebih (epat dan menjadi lebih insten dan panjang saat menjelang pagi atau bangun..

2.1.3 ,s-l-g T'ur 

Dua sistem didalam batang otak, sitem pengaktivasi retikulum dan daerah sinkronisasi bulbar, diyakini bekerja bersama mengontrol sifat siklik pada tidur. 3ormasi retikulum ditemukan dalam batang otak. 2ni membentang keatas sampai kemedula, pons, batang otak, otak tengah dan kemudian ke hipothalamus. 2ni terdiri dari banyak sel syaraf dan serabut. Syaraf memiliki hubungan yang merelay impuls ke dalam korteks serebral dan ke dalam medulla spinalis. 3ormasi retikulum membantu refle? dan gerakan volunter, maupun aktivitasi korteks yang berkaitan dengan keadaan sadar penuh. Selama tidur, system retikulum mengalami beberapa stimulasi dari korteks serebral dan dari tepi tubuh. Keadaan terbangun terjadi apabila system retikulum diaktivasi dengan sistem stimulasi dari korteks serebral dan dari sel dan organ sensoris tepi. Hipothalamus mempunyai pusat kontrol untuk

(12)

beberapa aktivitas tubuh, salah satunya adalah mengenai tidur dan terbangun. ;edera pada hypothalamus dapat menyebabkan sesorang tertidur untuk periode yang lama atau panjang. Sejumlah senyawa dapat berperan sebagai neurotransmitter dan terlibat dalam proses tidur. orepinefrin asetilkolin, diikuti oleh dopamine, serotonin dan histamine, terlibat dalam inhibisi Aa7a  Gamma amino Butyric acid  $ yang tampak perlu diinhibisi.4,5.

2.1.! Man"aat T'ur 

Keadaaan tidur menyebabkan timbulnya dua ma(am efek fisiologi utama, yaitu efek pada system sarafnya sendiri dan efek pada system fungsional tubuh yang lain. <fek pada system saraf pusat tampaknya jauh penting, sebab setiap orang yang mengalami transeksi medulla spinalis setinggi leher dan karenanya tak mengalami siklus tidur'siaga dibawah daerah pemotongan tidak akan memperlihatkan efek yang berbahaya pada tubuh dibawah tingkat pemotongan yang dianggap merupakan tempat asal timbulnya siklus tidur siaga.  +kan tetapi kekurangan tidur dapat mempengaruhi fungsi

system syaraf pusat.4.

Kita semua telah mengetahui bahwa kelambanan pikiran semakin bertambah menjelang akhir periode siaga yang berkepanjangan namun selain itu, seseorang dapat

(13)

menjadi tersinggung. )leh karena itu, kita menganggap bahwa tidur melalui berbagai (ara dapat memulihkan tingkatan aktivitas normal dan keseimbangan normal diantara berbagai system saraf pusat. 4

Tidur malam yang berkualitas dapat meningkatkan fungsi alat mental, tidur juga sangat dibutuhkan untuk konsolidasi , sebuah proses dimana terjadi perubahan sinapsis yang membuat ingatan yang baru saja tersimpan menjadi lebih tahan lama dan stabil Si(kgold, "##9$. &eningkatan dalam hal ingatan telah diasosiasiakn dengan tidur @<= dan gelombang tidur yang lambat, dan juga dengan ingatan keterampilan motorik dan presepsi spesifik. amun Ketika mereka kekurangan tidur @<=, ingatan mereka terganggu Karni dkk., %::4C Smith, %::9$. Ketika seseorang mempelajari tugas'tugas menggunakan komputer menekan tombol pada saat mereka melihat sebuah titik pada tempat' tempat berbeda di layar beberapa dari daerah otak yang akan aktif pada saat tugas tersebut juga akan aktif pada saat tidur @<= mauet dkk., "###$.5

7erdasarkan teori restorasi, sekurang'kurangnya ada " hal yang diduga kuat ymerupakan sebab dari mengapa manusia harus tidur /:

(14)

Dengan tidur , otak berkesempatan untuk istirahat dan memperbaiki neuron'neuron sel'sel otak$ yang rusak. Tidur juga berperan menyegarkan kembali koneksi penting antara sel'sel otak yang digunakan.

Hal ini bisa dianalogikan kembali dengan motor.  +pabila motor jarang digunakan maka tetap harus dipanaskan se(ara rutin untuk menjaga kinerja mesin agar tetap baik. +pabila tidak dipanaskan, aliran pelumas, aliran bahan bakar, putaran mesin, dan lainnya bias berjalan tidak benar yang bias menyebabkan kerusakan seluruh mesin.

Hal yang sama terjadi pada otak, ada koneksi' koneksi antara sel otak yang jarang digunakan yang memerlukan pemanasan se(ara rutin. 7entuk pemanasan pada otak yaitu berupa tidur. :

". &enyusunan ulang memori.

Tidur memberikan kesempatan otak untuk menyusun kembali data'data atau memori agar bias menemukan solusi terhadap sebuah masalah.

&ada saat merasa pusing dan tidak tahu harus berbuat apa dalam menghadapi suatu masalah, tidurlah sangat mungkin setelah tidur, solusi yang dibutuhkan

(15)

dalam meme(ahkan masalah yang anda hadapi akan bias ditemukan.:

2.1.. ,akt-r/"akt-r *ang Mem)engaruh T'ur 

Sejumlah faktor yang mempengaruhi kualitas dan kuantitas tidur. Kualitas tidur mengandung arti kemampuan individu untuk tetap tidur dan bangun dengan jumlah tidur @<= dan @<= yang (ukup. Sedangkan kuantitas tidur berarti total waktu tidur individu.%#

3aktor psikologis, fisiologi, dan lingkungan dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas tidur. 7eberapa faktor tersebut adalah sebagai berikut /%#

a. Usia

Durasi dan kualitas tidur beragam diatara orang'orang dari semua kelompok usia. 8ariasi pola tidur menurut usia antara lain sebagai berikut /

i. @emaja / tidur 5,9 jamEhari dan sekitar "#B adalah tidur @<= Rapid Eye Movement $.

ii. Dewasa muda / tidur '5 jamEhari tetapi waktunya bervariasi, "#'"9B adalah tidur @<= Rapid Eye Movement $.

iii. Dewasa pertengahan / tidur 6 jamEhari, "#B adalah tidur @<= Rapid Eye Movement $ serat dapat mengalami insomnia.

(16)

iv. Dewasa tua / tidur sekitar  jamEhari, sekitar "#'"9B adalah tidur @<= Rapid Eye Movement $.

b. &enyakit fisik

Setiap penyakit yang menyebabkan nyeri, ketidak nyamanan fisik seperti kesulitan bernafas$, atau masalah hati seperti ke(emasan atau depresi dapat menyebabkan masalah tidur. &enyakit juga menyebabkan seseorang untuk tidur dalam posisi tidak biasa. Sebagai (ontoh, posisi yang aneh saat lengan diimobilisasi pada traksi dapat mengganggu tidur.%#

(. Aaya hidup

@utinitas harian seseorang mempengaruhi pola tidur seseorang. 2ndividu dengan waktu kerja tidak sama setiap harinya seringkali mempunyai kesulitan menyesuaikan perubahan jadwal tidur. Kesulitan mempertahankan kesadaran selama waktu kerja. &erubahan lain yang menggunakan pola tidur merupakan kerja berat yang tidak biasanya, terlihat dalam aktivitas so(ial pada larut malam, dan perubahan waktu makan malam.%#

d. Fingkungan

Fingkungan fisik tempat seseorang tidur berpengaruh penting pada kemampuan untuk tertidur dan tetap tertidur. 8entilasi yang baik adalah esensial untuk tidur yang

(17)

tenang. Ukuran, kekerasan, dan posisi tempat tidur mempengaruhi kualitas tidur. -ika sesorang biasanya tidur dengan induvidu lain, maka tidur sendiri menyebabkan ia terjaga.

Selain itu, suara juga mempengaruhi tidur, tingkat suara yang dibutuhkan untuk membangunkan seseorang tergantung dari tahapan tidurnya. Suara yang lebih rendah (enderung dapat membangunkan orang yang tidur dalam tahap 2, sementara suara yang keras membangunkan seseorang dari tidur tahap 222 atau 28.

Tingkat (ahaya juga dapat mempengaruhi kemampuan untuk tidur, beberapa orang kadang meyukai keadaan gelap dan sementara itu beberapa orang juga menyukai keadaan yang terang. %#

e. +ktivitas dan kelelahan

-am hidup manusia terbagi atas tiga tahap yaitu delapan jam bekerja normal, delapan jam berikutnya dipergunakan untuk pekerjaan ringan, dan 5 jam lebihnya dipergunakan untuk istirahat toal. Tidak ada yang dapat menggantikan jam biologis ini, meskipun manusia menyuplai berbagai ma(am suplemen untuk tetap fit seharian karena suplemen hany memiliki sedikit peran dan produktivitas tubuh dan bahkan akan memperparah

(18)

penyakit akibatmenumpuknya berbagai bahan kimia yang berlebihan dan dapat merugikan tubuh. =aka dari itu istirahat yang (ukup sangat penting demi menjaga stabilitas kerja tubuh dan menghindari berbagai dampak yang timbul akibat dari kurangnya waktu tidur dimalam hari oleh aktivitas tambahan. %#

2.2. Prestas Belajar 

&restasi belajar merupakan salah satu indikator yang penting di dalam menentukan keberhasilan suatu lembaga pendidikan. 3ungsi lain prestasi belajar adalah sebagai indikator daya serap dan ke(erdasan siswa. &restasi belajar dapat digunakan untuk menyusun dan menetapkan suatu keputusan atau langkah'langkah kebijaksanaan baik yang menyangkut siswa, pendidikan maupun institusi yang mengelola program pendidikan. &restasi belajar adalah sebuah istilah yang terdiri dari dua kata, yakni Gprestasi1 dan 0belajar1 yang mempunyai arti yang berbeda.Kamus 7esar 7ahasa 2ndonesia selanjutnya disebut K772, menyatakan bahwa prestasi adalah hasil yang telah di(apai dari yang telah dilakukan, dikerjakan, diselesaikan dan sebagainya$. Definisi belajar, menurut pendapat belajar bukan suatu tujuan tetapi merupakan suatu proses untuk men(apai tujuan. 7elajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas dari itu yaitu mengalami. prestasi belajar merupakan kesempurnaan seorang siswa dalam berpikir, merasa dan berbuat. &restasi belajar dikatakan

(19)

sempurna jika memenuhi tiga aspek, yaitu aspek kognitif berkaitan dengan kegiatan berpikir$, afektif berkaitan erat dengan emotional uestion E <$ dan psikomotorik berkaitan dengan kemampuan gerak fisik yang mempengaruhi sikap mental$. &restasi belajar dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu faktor internal, eksternal dan pendekatan belajar.%%

 +dapun faktor'faktor yang mempengaruhi prestasi belajar terdiri dari / %"

%. 3aktor dari dalam diri  intern $

Sehubungan dengan faktor intern ini ada tingkata yang perlu diketahui menurut Slamet yaitu faktor jasmani, faktor psokologi dan faktor kelelahan.

a$ 3aktor -asmani

Dalam faktor jamaniah ini dapat dibagi menjadi dua faktor yaitu faktor kesehatan dan faktor (a(at tubuh.

b$ 3aktor psikologi

Dapat berupa intelegensi, perhatian, bakat, minat, motivasi, kematangan, kesiapan.

(20)

 +da beberapa faktor kelelahan yang dapat mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa antara lain dapat dibedakan menjadi dua, yaitu kelelahan jasmani dan kelelahan rohani.

 +gar seseorang dapat belajar dengan baik dan memperoleh prestasi belajar yang bagus maka haruslah mengusahankan jasmani dan rohani tetap terjamin dengan (ara selalu mengindahkan ketentuan bekerja, belajar, istirahat, tidur, makan, olahraga, rekreasi, dan ibadah. %"

". 3aktor dari luar  ekstern $

3aktor ekstern yang berpengaruh terhadap prestasi belajar dapatlah dikelompokkan menjadi tiga faktor yaitu faktor keluarga, faktor kampus, faktor lingkungan masyarakat. %"

a$ 3aktor keluarga

3aktor keluarga sangat berperan aktif bagi mahasiswa dan dapat mempengaruhi keluarga antara lain / (ara mendidik, relasi antara anggota keluarga, keadaan keluarga, pengertian orang tua, keadaan ekonomi keluarga, latar belakang kebudayaan dan suasana rumah.

(21)

3aktor kampus dapat berupa / (ara mengajar dari dosen, alat'alat pelajaran, kurikulum, waktu kampus, interaksi dosen dan mahasiswa, disiplin kampus, dan media pendidikan.

($ 3aktor lingkungan masyarakat

3aktor yang berpengaruh terhadap prestasi belajar mahasiswa antara lain teman bergaul, kegiatan lain diluar kampus dan (ara hidup lingkungan keluarganya.

2.3. Hu(ungan P-la T'ur 'an Prestas Belajar 

Se(ara garis besar, bila seseorang tidur se(ara nyenyak dan dengan waktu yang (ukup, maka ada proses fisiologis yang terjadi, biasanya terjadi pada orang normal. Tidur @<= penting untuk pemulihan kognitif. Tidur @<= dihubungkan dengan perubahan dalam aliran darah serebral, peningkatan aktivitas kortikal, peningkatan konsumsi oksigen, dan pelepasan epinefrin. Hubungan ini dapat membantu pelepasan memori dan pembelajaran. Selama tidur, otak menyaring informasi yang disimpan tentang aktifitas di hari tersebut.Saat tidur, seringkali manusia mengalami mimpi. &erlu untuk disampaikan bahwa tidur yang dialami seseorang melalui beberapa tahapan. Dua tahapan yang dianggap paling penting adalah tahapan tidur delta dan tahap tidur @<= @apid <yemovement $.

(22)

%. Terjadi penyimpanan dan retensi daya ingat. &ada saat tidur @<=, terjadi pengaktifan neuron yang intensif yang menyebar ke atas dari batang otak. 2ni dianggap sebagai penyebab meningkatnya penyimpanan dan retensi ingatan serta pengingatan kembali, serta pengkategorisasian informasi.

". )rganisasi dan reorganisasi ingatan. 7erbagai informasi yang ada dan informasi yang telah ditan(apkan dalam ingatan ditata sebagaimana penataan folder dalam komputer. Dalam keadaan tidur, otak mengganti, memodifikasi, dan meningkatkan ingatan sesuai dengan keperluan. Hal di atas diperkuat oleh ungkapan mahasiswa sendiri berdasarkan konseling dan wawan(arayang penulis lakukan. =ereka yang kualitas tidurnya jelek, seperti tidur sangat larut sesudah pukul "4$, kesulitan untuk tidur atau sering bangun tidur, mengaku memiliki prestasi belajar yang rendah. Sebaliknya, ketika ditanyakan pada mahasiswa yang berprestasi tinggi dankebiasaan hidup mereka, maka diketahui bahwa mahasiswa yang memiliki prestasi yang baik mampu menjalani tidur se(ara baik, seperti tidur di awal waktu dan bangun lebih awal, waktu tidur (ukup. Di samping itu, mimpi yang berkualitas, yang ditandai oleh adanya mimpi yang positif serta kemampuan menjaga jarak dan mengambil hikmah dengan mimpi buruk, menjadikan seseorang dapat

(23)

menyongsong kehidupan terjaga se(ara optimal. Dalam kondisi psikologis yang bersifat positif ini seorang mahasiswa akan dapat mengerahkan konsentrasinya untuk belajar. Dari sanalah akhirnya prestasi yang optimal dapat di(apai.

7elajar melibatkan tiga proses otak yang berbeda/ akuisisi, konsolidasi, dan re(all. +kuisisi adalah proses dimana otak menerima informasi baik itu (ara atau teknik yang tepat untuk menyimpan informasi dalam sirkuit saraf sebagai memori. Konsolidasi adalah sebuah proses yang dapat memperpanjang dalam menit, jam, atau bahkan berhari'hari, di mana koneksi di otak diperkuat, diperluas, dan dalam beberapa kasus bahkan melemah, sehingga memori berakhir dalam bentuk yang lebih stabil dan berguna. @e(all adalah langkah penting terakhir dalam pembelajaran, di mana otak mengakses dan memanfaatkan informasi yang tersimpan, sehingga dapat diingat oleh seseorang.%9

Kurang tidur mempengaruhi semua tiga proses pembelajaran. Iang paling sering adalah pada system +kuisisi dan re(all karena lebih sulit untuk berkonsentrasi ketika kurang tidur, ini mempengaruhi kemampuan seseorang untuk fokus dan mengumpulkan informasi yang disajikan, dan kemampuan untuk mengingat bahkan hal'hal yang telah dipelajari di masa lalu. %9

=eskipun tidak ada yang tahu persis bagaimana tidur memungkinkan konsolidasi memori, sejumlah studi telah menunjukkan

(24)

bahwa pengurangan waktu tidur total atau tahap tidur tertentu se(ara dramatis dapat menghambat kemampuan seseorang untuk mengkonsolidasikan memori. Kurang tidur tampaknya mempengaruhi kemampuan otak untuk mengkonsolidasikan informasi baik seperti prosedural tentang bagaimana melakukan berbagai tugas fisik seperti naik sepeda atau bermain piano dll. Temuan ini telah memberikan informasi baru tentang pentingnya waktu untuk tidur, tidak hanya untuk mahasiswa, tetapi bagi siapa saja yang ingin terus belajar. amun, bukan berarti men(ari waktu untuk tidur selalu mudah. 7agi banyak orang, bahkan mereka yang menyadari pentingnya tidur untuk menyeimbangkan pekerjaan, sekolah, keluarga, kegiatan sosial, dan waktu pribadi, dan tidur sering salah satu kegiatan pertama yang salalu dibutuhkan. %9

(25)

BAB III

KERANGKA KONSEP dan DEFINISI OPRASIONAL

PROSES BELAJAR DI OTAK (AKUISISI, KONSOLIDASI, RECALL)

In!"!n

Prestasi

Belajar

PEN#AKTI$AN NEURON %AN# INTENSI$ DARI &ODI$IKASI DAN &EN##ANTI IN#ATAN OLE' OTAK

PEN%USUNAN ULAN# &E&ORI

(26)

Keterangan / / 8ariabel 2ndependent / 8ariabel Dependent / 8ariabel +ntara / 8ariabel Kendali 0ara(el

• 8ariabel 2ndependent / &ola tidur 

• 8ariabel Dependent / &restasi belajar 

• 8ariabel +ntara / &roses konsolidasi memori di otak

• 8ariabel kendali / &enyakit organik, gangguan jiwa ringan

stress$

3.1 De"ns &)eras-nal 'an %rtera &(jekt" 

#!n!n J*! Rn!n ( +"-+ )

Penyakit

Organik 

Pemulihan

Kognitif

Pola tidur 

Prestasi

(27)

• &ola tidur 

 +dalah kebiasaan tidur seseorang yang dilihat dari durasi atau lamanya tidur yang seseorang lakukan dalam % hari

• &restasi 7elajar 

 +dalah hasil yang diperoleh seseorang yang telah melaui suatu proses yang disebut belajar yang diukur dalam bentuk 2ndeks &resatasi Komulatif  2&K $

• Aangguan jiwa ringan  stress $ /

 +dalah keadaan dimana diri kita menggalami suasana hati atau emosi yang tidak stabil.

• &enyakit organik/

 +dalah sakit yang terdapat pada bagian luar tubuh yang dapat menyebabkan nyeri.

3.1.2 %rtera &(jekt" 

• &ola tidur 

%. &ola tidur yang baik / Tidur malam  J 5 jam

". &ola tidur yang buruk / Tidur malam   jam atau L 5 jam

• &restasi 7elajar 

(28)

*. ;ukup memuaskan / " J ",: 4. Kurang memuaskan /  " 3.2 H)-tess Peneltan

%$ Hipotesis ull Ho$

&ola tidur tidak berpengaruh terhadap prestasi belajar mahasiswa 3akultas Kedokteran Universitas =uslim 2ndonesia. "$ Hipotesis +lternatif Ha$

&ola tidur berpengaruh terhadap prestasi belajar mahasiswa 3akultas Kedokteran Universitas =uslim 2ndonesia.

(29)

MET&DE PENELITIAN

!.1.#ens Peneltan

-enis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah (ross'se(tional, dengan metode deskriptif analitik.

!.2.Tem)at 'an aktu

&enelitian ini dilakukan di 3akultas Kedokteran Universitas =uslim 2ndonesia =akassar yang merupakan tempat kegiatan perkuliahan mahasiswa 3akultas Kedokteran. &enelitian ini dilakukan pada bulan ovember "#%* J -anuari "#%4.

!.3.P-)ulas 'an $am)el

&opulasi adalah =ahasiswa 3akultas Kedokteran U=2, kemudian sampel diambil dengan (ara totally sampling,  dimana sampel yang diambil adalah mahasiswa 3akultas Kedokteran U=2 yang memenuhi kriteria inklusi dari penelitian ini.

!.!.%rtera Inklus 'an Eksklus %. Kriteria 2nklusi

a. =erupakan mahasiswa fakultas kedokteran U=2.

b. =erupakan mahasiswa yang aktif hingga semester sekarang, dimana dilakukan penelitian.

(. 7ersedia mengikuti penelitian. ". Kriteria <ksklusi

(30)

b. =ahasiswa mengalami gangguan jiwa ringan. !..Teknk Pengum)ulan Data

2nstrumen penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan kuisioner pengaruh pola tidur terhadap prestasi belajar mahasiswa.

Data primer dikumpulkan dari kuisioner untuk mengetahui pola tidur dari mahasiswa tersebut.

Data sekunder terdiri dari ilai 2ndeks prestasi kumulatif dari semester % sampai semester sekarang  saat dilakukan penelitian $. !..Analss Data

Data yang diperoleh akan dianalisa menggunakan program S&SS'%# dengan metode statistik yang akan dipergunakan adalah uji Chi Square dan hasilnya akan disajikan dalam bentuk tabel dan penjelasannya serta grafik.

!..Etka Peneltan

2!in penelitian akan diajukan ke majelis etika penelitian. Setiap subjek akan dijamin kerahasiaannya atas data yang diperoleh dari kuisoner dengan tidak menuliskan nama tetapi hanya berupa insial,  jenis kelamin, dan umur. Sebelum melakukan penelitian, peneliti akan memberikan surat persetujuan untuk mengikuti penelitian kepada semua sampel.

(31)

DA,TAR PU$TA%A

%. &urnama, &ande &utu. u!ungan "ingkatan #ecemasan dan Gangguan $ola

tidur pada $asien $ertama #ali %ira&at 'nap di Ruang $era&atan mum Rumah Sakit $S" ngkatan %arat Gatot Su!roto *akarta+ -akarta. "##:.

". +ndriani, Heni S.Kep+ u!ungan motivasi !elaar dan prestasi akademik mahasis&a s- . kepera&atan Sekolah "inggi 'lmu #esehatan %ian usada Mookerto+  =ojokerto."#%% http/EEwww.dianhusada.a(.idEjurnalimgEjurper%'*'hena.pdf$ diakses tanggal %9 -uly "#%*

3. Ka!im =, +brar +. Sleep patterns and a(ademi( performan(e in students of a medi(al (ollege in &akistan. KUST =ed - "#%%C *"$/ 96'#. http/EEwww.kmuj.kmu.edu.pkEarti(leEviewE59*4Epdf $ diakses tanggal %" july "#%*

4. Auyton, +rthur ;. Hall, -ohn <. 7uku +jar 3isiologi Kedokteran. <disi %%. -akarta. &enerbit 7uku Kedokteran <;A."##6

9. Sherwood, Fauralle. 3isiologi =anusia dari Sel ke Sistem. <disi . -akarta. &enerbit 7uku Kedokteran <;A."#%%

. -apardi,Dr.2skandar. 3akultas Kedokteran. Universitas Sumatera Utara.http/EElibrary.usu.a(.idEdownloadEfkEbedah'iskandar 

(32)

7. http/EEdigilib.unimus.a(.idEfilesEdisk%E%#Ejtptunimus'gdl'wahyunigsi' 9*##'*'bab".pdf diakses tanggal "5 Desember "#%"

5. Travis, ;arol. Made, ;aroleC &sikologi. <disi :. -ilid %C -akartaC &enerbit <rlangga. "##6

:. ;atherine. /aktor yang Mempengaruhi $ola "idur $asien di Ruang $era&atan Bedah Bai #amase ' dan '' B$0RS% 1a!uan Bai Makassar+ Skripsi. =akassar. "#%%

%#.Marahmatillah. u!ungan ktivitas kademik yang disertai  ktivitas /isik dengan Gangguan "idur pada Mahasis&a /akultas #edokteran M' Makassar ngkatan 23-3+ Karya Tulis 2lmiah. 3akultas Kedokteran U=2. "#%"

11.Drs. ur Kholis, =. &d. &engaruh &restasi 7elajar =ata &elajaran  +daptif dan &ola +suh )rang Tua Terhadap &restasi 7elajar =ata &elajaran &roduktif Siswa -urusan T2TF Smk egeri % =agelang. SK@2&S2. U28<@S2T+S <A<@2 I)AI+K+@T+."#%#. http/EEeprints.uny.a(.idE%##4:E%E7enyB"#TriB"#+tmoko.pdf $

diakses %9 july "#%*

%".Sari, @ahayu 2riani. u!ungan Status Gi4i dengan $restasi Belaar Mahasis&a ngkatan 23-3 /akultas #edokteran M' Makassar . Karya Tulis 2lmiah. 3akultas Kedokteran."#%%

%*.http/EEwww.s(ribd.(omEdo(E9:5%:44E+rtikel'Dampak'Kurang'Tidur' Terhadap'&restasi diakses pada tanggal #* -anuari "#%*

Referensi

Dokumen terkait

Pengaruh pelatihan berpikir positif pada efikasi diri akademik mahasiswa studi eksperimen pada mahasiswa fakultas psikologi UNDIP Semarang.. Hubugan tingkat kecemasan

[r]

Jika saya punya dua file yang keduanya mengandung informasi alamat pelanggan dan saya mengubah salah satu file tapi lupa untuk mengubah lain, file saya sekarang berbeda dan saya

Ketuban pecah dini adalah pecahnya ketuban sebelum terdapat tanda persalinan dan ditunggu satu jam belum terjadi inpartu. Ketuban dinyatakan pecah dini bila

Bibit (plances) jati yang ditanam merupakan bibit hasil seleksi, pertumbuhannya bagus dengan tinggi minimal 20 cm, batang lurus, berkayu, dan sehat. Bibit ditanam pada saat

Untuk analisis ROR, net value, maupun rasio-rasio dari alternatif-alternatif menghasilkan jasa perlu dianalisis incremental differences antara alternatif-alternatif

Maka tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk peningkatan minat siswa terhadap kegiatan ekstrakurikuler ansambel musik dengan media iringan fuity

Analisis interpretasi peneliti mengidentifikasi ada ketidakcocokan antara jathil secara kearifan lo- kal dan jathil dalam seni pementasan. jika dirujuk jathil dalam kontek