• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pentingnya Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Pada Masa Pandemi Covid-19 di Desa Sendangsari RT 03 RW 05

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pentingnya Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Pada Masa Pandemi Covid-19 di Desa Sendangsari RT 03 RW 05"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Pentingnya Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Pada Masa Pandemi Covid-19 di Desa Sendangsari RT 03 RW 05

Fira Oktaviaa, Anjar Hayuningb,Salsabila Firdausiac, Muhamad Wildand, Wisnu Yudha Hidayate

Universitas Negeri Semarang, Indonesia Abstrak

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada dasarnya merupakan sebuah upaya untuk menularkan pengalaman mengenai perilaku hidup sehat melalui individu, kelompok ataupun masyarakat luas dengan jalur – jalur komunikasi sebagai media berbagi informasi. Tujuan utama dari PHBS adalah meningkatkan kualitas kesehatan melalui proses penyadartahuan yang menjadi awal dari kontribusi individu – individu dalam menjalani perilaku kehidupan sehari – hari yang bersih dan sehat. Tentunya, Diera Pandemi COVID-19 ini penerapan Perilaku Bersih dan Sehat (PHBS) sangat penting untuk diterapkan. Karena virus ini tidak dapat menyerang orang yang memiliki imun tubuh yang kuat. Imun tubuh yang kuat dapat tercipta melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat salah satunya dengan rajin Cuci Tangan dan Berolahraga. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah dengan metode penyuluhan dan dokumentasi. Hasil yang didapat dari Desa Sendangsari RT 03 Secara umum pengetahuan masyarakat terkait dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Desa Sendangsari RT 03 RW 05 sudah cukup baik berdasarkan hasil dari jawaban peserta edukasi secara daring mengenai pernah tidaknya mendengar tentang PHBS dan apa saja yang perlu diterapkan.

Kata Kunci : Cuci Tangan, Senam, Covid-19 PENDAHULUAN

Di seluruh penjuru dunia saat ini sedang marak-maraknya pandemi virus Covid-19. Bahkan di Indonesia dari hari ke hari penyebaran virus ini sangat memprihatinkan karena pertambahan yang semakin banyak setiap harinya. Coronavirus Diseases 2019 (COVID-19) adalah sindrom pernapasan akut parah yang bermula di Wuhan, China pada Desember 2019 (Zu et al, 2020). Sebagian besar pasien yang terinfeksi Covid-19 memiliki riwayat pneumonia.

Gangguan pernapasan tersebut juga disertai demam tinggi, batuk, dan sesak napas. Bahkan sekarang terdapat istilah OTG (Orang Tanpa Gejala) yaitu pasien pengidap Covid-19 yang tidak memiliki gejala seperti yang dijelaskan di atas.

Sampai saat ini belum ditemukan vaksin dan obat untuk virus Covid-19. Sehingga tindakan pencegahan dari individu maupun masyarakat sangat diperlukan untuk mengurangi rantai penyebaran virus

(2)

Covid-19. Tindakan-tindakan tersebut dapat berupa mendeteksi dan mengisolasi kasus, kontak pelacakan dan karantina, tindakan jaga jarak baik sosial maupun fisik serta mengurangi perjalanan (WHO, 2020). Oleh karena itu langkah dari individu dan masyarakat memainkan peran penting dalam mengurangi jumlah infeksi dan menyelamatkan nyawa. Tindakan awal yang dapat dilakukan adalah dari kita sendiri. Salah satu tindakan yang sederhana namun sangat dapat membantu mengurangi penyebaran virus Covid-19 adalah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.

Menurut Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau disingkat dengan PHBS adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan karena kesadaran pribadi sehingga keluarga dan seluruh anggotanya mampu menolong diri sendiri pada bidang kesehatan serta memiliki peran aktif dalam aktivitas masyarakat.

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada dasarnya merupakan sebuah upaya untuk menularkan pengalaman mengenai perilaku hidup sehat melalui individu, kelompok ataupun masyarakat luas dengan jalur – jalur komunikasi sebagai media berbagi informasi.

Tujuan utama

dari PHBS adalah meningkatkan kualitas kesehatan melalui proses penyadartahuan yang menjadi awal dari kontribusi individu – individu dalam menjalani perilaku kehidupan sehari –

hari yang bersih dan sehat. Manfaat PHBS yang paling utama adalah terciptanya masyarakat yang sadar kesehatan dan memiliki bekal pengetahuan dan kesadaran untuk menjalani perilaku hidup yang menjaga kebersihan dan memenuhi standar kesehatan. Tentunya, Diera Pandemi COVID-19 ini penerapan Perilaku Bersih dan Sehat (PHBS) sangat penting untuk diterapkan. Karena virus ini tidak dapat menyerang orang yang memiliki imun tubuh yang kuat. Imun tubuh yang kuat dapat tercipta melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat salah satunya dengan rajin Cuci Tangan dan Berolahraga.

Senam aerobik merupakan jenis latihan fisik yang disukai karena aspek rekreasionalnya dan dapat digunakan sebagai ajang sosialisasi (Nugroho, 2008). Senam aerobik dilakukan secara berkelompok di bawah arahan seorang instruktur senam dan diikuti dengan iringan musik popular. Gerakan yang ada pada senam aerobik tidak sulit untuk dilakukan karena diciptakan secara sistematis dan terencana sehingga mudah untuk diikuti. Senam aerobik dilakukan secara terus-menerus dengan intensitas yang sedang sampai sub-maksimal dengan menggunakan energi metabolisme aerobik tubuh. Salah satu manfaat dari senam aerobik adalah pengaruhnya terhadap kebugaran fisik. Kebugaran fisik ini dapat diperoleh karena senam aerobik melibatkan seluruh komponen tubuh termasuk kerja fungsi jantung dan fungsi paru yang disebut sebagai daya tahan jantung paru. Fungsi jantung dan paru yang baik akan

(3)

meningkatkan nilai konsumsi oksigen maksimal (VO Physical Activity Readiness Questionnaire/PAR-Q (semua 2max).

Tangan adalah media utama bagi penularan kuman-kuman penyebab penyakit. Akibat kurangnya kebiasaan cuci tangan, anak-anak merupakan penderita tertinggi dari penyakit diare dan penyakit pernafasan, hingga tidak jarang berujung pada kematian. Sabun telah sampai hampir ke seluruh rumah di Indonesia, namun hanya sekitar 3% yang menggunakan sabun setiap tahun. Rata-rata 100.000 anak di Indonesia meninggal dunia karena diare, sebagian besar menimpa kelompok usia 5-14 tahun. Angka kematian anak di Indonesia mencapai 32 per 1.000 kelahiran hidup. Angka kematian tersebut hampir 19% disebabkan karena diare.

Salah satu pilar menuju Indonesia sehat adalah perilaku sehat. Perilaku sehat merupakan perilaku pro aktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah risiko terjadinya penyakit, melindungi dari ancaman penyakit. Secara konkrit perilaku sehat tersebut berupa budaya atau kebiasaan untuk berperilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Indonesia juga telah menggelar kembali Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) pada 15 Oktober 2008. Cuci tangan dengan sabun merupakan bagian penting karena kegiatan ini sebagai implementasi dari paradigma baru dalam pelaksanaan

programprogram kesehatan. HCTPS ini menjadi moment penting untuk meningkatkan budaya cuci tangan pakai sabun di keluarga Indonesia yang tergolong masih rendah, sebab cuci tangan pakai sabun adalah salah satu cara yang paling efektif untuk mencegah penyebaran kuman penyakit masuk ke dalam sistem imunitas tubuh.

Cuci tangan menurut Tietjen, et al (2004) merupakan proses membuang kotoran dan debu secara mekanis dari kulit kedua belah tangan dengan memakai sabun dan air. Tangan adalah media utama bagi penularan kuman-kuman penyebab penyakit. Akibat kurangnya kebiasaan cuci tangan, anak-anak menjadi penderita tertinggi dari penyakit diare dan pernafasan, hingga tidak jarang berujung dengan kematian.

Berdasarkan Survey Health Service Program tahun 2006 tentang persepsi dan perilaku masyarakat terhadap kebiasaan mencuci tangan menemukan bahwa sabun telah sampai hampir ke seluruh rumah di Indonesia, namun hanya 3% yang menggunakan sabun untuk cuci tangan. Perilaku CPTS di Indonesia terhadap 5 waktu penting cuci tangan pakai sabun menunjukkan hasil yang sangat rendah, yaitu 12% setelah ke jamban, 9% setelah membersihkan anak, 14% sebelum makan, 7% sebelum memberi makan anak, dan hanya 6% sebelum menyapkan makan.

Maka dari itu mencuci tangan adalah suatu hal yang sangat penting dilakukan pada masa sekarang ini apalagi sangat dianjurkan oleh semua

(4)

lembaga pemerintahan maupun kesehatan agar dapat terhindar daripada virus yang sedang melanda Indonesia ini.

METODE PELAKSANAAN

Untuk mencapai tujuan yang diharapkan, program KKN BMC-19 UNNES 2020 di Sendangsari RT 03 RW 05, dilakukan menggunakan metode penyuluhan dan dokumentasi. Edukasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dilaksanakan secara daring melalui Whatsapp Grup ibu-ibu PKK RT 03 RW 05. Kemudian dalam praktek mahasiswa mengajak anak-anak untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat salah satunya adalah berolahraga. Mahasiswa mengadakan Senam Ceria bagi anak-anak. Peserta berjumlah 15 anak dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan salah satunya adalah jaga jarak.

Pelaksanaan Senam Ceria dilakukan secara berkala seminggu satu kali yaitu Hari Minggu. Kegiatan Senam Ceria dimulai pukul 07.00 WIB dimulai dengan berdo’a lalu mulai ke kegiatan inti yaitu senam bersama. Selain kegiatan senam ceria, juga dilakukan edukasi tentang cara cuci tangan yang baik dan benar menggunakan nyanyian.

FAKTOR PENDUKUNG

a. Mendapat Izin dari Ketua RT 03 RW 05 untuk melaksanakan Kegiatan Senam Ceria.

b. Tersedianya Sarana dan Prasana yang memadai seperti sound sistem.

c. Antusiasme peserta untuk mengikuti kegiatan sangat tinggi.

FAKTOR PENGHAMBAT

a. Cuaca yang tidak menentu sehingga terhambatnya jadwal yang sudah direncanakan

b. Terbatasnya tempat sehingga menghalangi pengguna jalan lain. c. Daya Tangkap peserta yang beragam. I.

(5)

Secara umum pengetahuan masyarakat terkait dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Desa Sendangsari RT 03 RW 05 sudah cukup baik berdasarkan hasil dari jawaban peserta edukasi secara daring mengenai pernah tidaknya mendengar tentang PHBS dan apa saja yang perlu diterapkan.

Pengetahuan tentang PHBS menjadi hal yang penting diketahui oleh masyarakaat sampai ditingkat kleuarga. Rendahnya pengetahuan tentunya sejalan dengan munculnya resiko terkena Covid-19. Dengan demikian jika keluarga khususnya mimiliki pengetahuan yang cukup menganai PHBS, maka dapat terhindar dari resiko terkena Covid-19. Tingginnya tingkat pengetahuan masyarakat mengenai apa saja yang perlu diterapkan dalam PHBS akan mempengaruhi sikap untuk mengambil keputusan dan berperilaku. Sikap seseorang dalam upaya mencegah Covid-19 merupakan hal yang sangat penting karena seseorang memiliki pengetahuan mengenai PHBS , maka dia akan memiliki keyakinanan dan melakukan upaya tindakan, namun

tidak selalu ada keterkaitan antara pengetahuan dan perilaku karena bisa jadi orang yang berpengetahuan baik melakukan perilaku yang bertentangan dengan pengetahuannya sendiri. Demikian sebaliknya pada penelitian lain mengungkapkan bahwa peran tokoh masyakarakat yang tinggi tetapi tidak didasari dengan pengetahuan, atau pengetahuan yang tinggi tetapi tidak ada kemauan/ peran dari tokoh masyakat dalam penerapa.

PHBS merupakan suatu fenomena yang mungkin saja menjadi salah satu sumber penyebab yang sulit tertaanggulanginya masalah Covid-19 ini. Walaupun rata-rata sebagian besar peserta sudah cukup mengenali terkait dengan PHBS. Akan tetapi masyarakat hanya sekedar tahu tetapi masih banyak juga yang belum menerapkan PHBS dan masih banyak juga masyarakat beranggapan Covid-19 merupakan penyakit biasa/ kurang serius. Penelitian lain menekankan pengalaman yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng daripada perilaku yang didasari oleh pengetahuan. Peserta yang mengetahui bahwa penerapan PHBS merupakan hal yang penting tentu mampu memutus mata rantai penularan akan memiliki perilaku yang baik dalam upaya pencegahan Covid-19.

Kegiatan Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat telah dilaksanakan pada 19, 26 Juli 2,9,16 Agustus 2020 di Desa Sedangsari RT 03 RW 02 Kecamatan Garung Kabupaten Wonosobo. Kondisi awal masyarakat sebelum diadakannya edukasi, belum

(6)

memahami Pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Masyarakat di Desa Sendangsari belum terbiasa untuk cuci tangan secara teratur dan juga belum terbiasa untuk melakukan senam ceria. Kegiatan Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ini diharapkan akan akan memicu perubahan masyarakat untuk membiasakan Perilaku Bersih dan Sehat di rumah. Kegiatan ini juga diharapkan akan berjalan secara terus menerus tidak hanya pada saat mahasiswa melakukan edukasi. Pada saat dilaksanakan Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Masyarakat di Desa Sendangsari mengikuti kegiatan dengan antusias ditunjukan dengan banyaknya peserta yang ikut dalam setiap pertemuan. Respon masyarakat juga cukup baik, cukup menarik perhatian masyarakat setempat.

KESIMPULAN

Dari hasil penlitian ini dapat disimpulkan bahwa pengetahuan peserta dan pencegahan Covid-19 dengan cara menerapkan PHBS secara keseluruhan di Desa Sendangsari RT 03 RW 05 sudah cukup baik, akan tetapi dalam penerapan PHBS masih kurang karena masih kurangnya kesadaran masyarakat mengenai cuci tangan dengan baik dan benar. Pencegahan Covid-19 bisa dilakukan dengan cara penerapan PHBS. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat tidak hanya untuk kebersihan tubuh saja

kebersihan lingkungan juga menjadi perhatian tidak cukup hanya kebersihan lingkungan rumah saja, melainkan kebersihan lingkungan umum atau fasilitas umum lainnya wajib menjadi perhatian. Untuk itu perlu diterapkanya PHBS di lingkungan masyarakat.

III. DAFTAR PUSTAKA

Kementrian Kesehatan. Perilaku Hidup

Bersih dan Sehat.

http://promkes.kemenkes.go.id/phbs Nugroho, S. 2008. Pengaruh Latiham Sirkuit (Circuit Training )terhadap Daya Tahan Aerobik (VO2 Max). Skripsi. Fakultas Keolahragaan. Universitas Negeri Yogyakarta. Yogjakarta.

Tietjen. 2004. Panduan Pencegahan Infeksi Untuk Fasilitas Pelayanan Kesehatan dengan Sumber Daya Terbatas. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiraharjo.

World Health Organization. 2020. Zu, Z. Y., Meng, D. J., Peng, P. X., Wen, C., Qian, Q. N., Guang, M. L & Long, J. Z. 2020. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19): A Perspective from China. Radiology. Vol 296 (2): 16 – 25.

https://doi.org/10.1148/radiol.20202004 90

Referensi

Dokumen terkait

Bojong Kopi RT 03 RW 05 Desa Cipelang Kec.. Warung Borong

Memakan jajanan yang kurang bersih dengan tangan yang kotor (tidak cuci tangan sebelum makan).. Buang air besar di

HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU DENGAN KEPATUHAN IBU RUMAH TANGGA DALAM PENCEGAHAN COVID-19 DI RT 02 RW 05 KABANDUNGAN I DESA SIRNAGALIH BOGOR.

Kesadaran dan pengaturan berpikir subjek dengan nilai tinggi dalam menyelesaikan masalah pada soal PISA materi kecepatan saat fase attention subjek membaca soal

- Anak dapat mengklasifikasikan binatang berkaki 4 sebanyak 3 - Anak dapat menyusun kata menjadi kalimat “sapi-makan-rumput” - Anak dapat menghitung gambar sapi (1-10).. -

Untuk mencapai target-target kinerja utama tersebut sesuai dalam RENSTRA FIK UNESA 2016-2020 telah ditetapkan program dan kebijakan payung sebagai berikut ini3.

Hasil pengujian pada hipotesis keempat yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh profitabilitas, leverag dan nilai pasar secara simultan terhadap harga saham pada

Berdasarkan hasil perhitungan teoritis menggunakan teori castigliano dan simulasi dengan autodesk inventor 2014 yang dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan