Dana repatriasi sudah masuk Rp 112,2 triliun.
TLKM jaga pertumbuhan double digit di 2017.
Bank Mandiri prediksi rasio dividen 30%.
Protech Mitra Sudah Gunakan Semua Dana Hasil IPO.
DAILY RESEARCH
Statistics
Highlight
Opening Today Nikkei AORD
Change
Market Preview
I
HSG kemarin kembali bergerak
di teritori negatif dengan voume
dan nilai transaksi relatif tipis.
IHSG tutup di 5309,924 atau ko‐
reksi tipis 6,440 poin (0,12%). Se‐
mentara level support bertahan di
5300. Nilai transaksi di Pasar
Reguler kemarin hanya mencapai
Rp3,9 triliun. Koreksi IHSG teru‐
tama dipicu koreksi saham sektor
tambang batubara, konsumsi, dan
infrastruktur. Sedangkan saham
sektoral yang berhasil rebound
kemarin saham perbankan, aneka
industri, dan tambang logam. Data
indeks harga produsen (PPI) De‐
sember 2016 di China yang naik
hingga 5,5% (yoy) di atas perkiraan
4,6% (yoy) menjadi katalis positif
terhadap kenaikan harga komoditas logam yang mengangat kembali harga
saham sektoral tambang logam pada perdagangan kemarin.
Sedangkan koreksi harga minyak mentah malam sebelumnya di AS
hingga 4% menjadi sentimen negatif bagi pergerakan saham sektor energy
pada perdagangan kemarin. Sementara Wall Street tadi malam bergerak
fluktuatif ditutup bervariasi. Pasar tengah menanti pidato Trump Rabu
waktu setempat. Pasar berharap Trump bisa mengurangi pernyataan pern‐
yataan kontroversialnya terutama terkait dengan kebijakan kebijakan korpo‐
rasi yang akan diambilnya nanti. Indeks DJIA koreksi 0,2% di 19855,53.
Indeks S&P tutup stabil di 2268,90. Sedangkan indeks Nasdaq mencatatkan
rekor tertinggi baru di 5551,82 atau naik 0,4%. Harga minyak mentah tadi
malam koreksi 2,3% di USD50,77/barel menyusul menguatnya dolar AS.
Harga emas dan logam lainnya seperti nikel dan timah cenderung menguat
menyusul data indeks PPI China yang naik Desember lalu hingga 5,5% (yoy).
Melanjutkan perdagangan pertengahan pekan ini, IHSG diperkira‐
kan akan bergerak bervariasi dalam rentang konsolidasi berpeluang rebound
terbatas terutama dukungan dari penguatnya saham‐saham sektor tambang
logam, perbankan, dan jasa konstruksi. IHSG diperkirakan akan bergerak
dengan support di 5290 hingga resisten di 5330.
S1 5290 S2 5270 R1 5330 R2 5350
IHSG 5,309.92 Change (6.44) Change (%) (0.12) Change (%/ytd) 15.61Total Value (IDR triliun) 4.786 Total Volume (miliar saham) 9.757 Net Foreign Buy (IDR miliar) (184.000)
Up: 143 Down: 311 Unchange: 126
Index Last Chg % DJIA 19855.53 (31.85) (0.16) S&P 500 2268.90 0.00 0.00 FTSE 100 7275.47 37.70 0.52 CAC 40 4888.23 0.66 0.01 DAX 11583.30 19.31 0.17 NIKKEI 225 19301.44 (86.81) (0.45) HANGSENG 22744.85 186.16 0.83 STI 3006.02 24.48 0.82 SHENZHEN 1989.29 (4.86) (0.24) SHANGHAI 3161.67 (9.57) (0.30) Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel) 51.66 (0.35) (0.67) CPO (RM/M.T) 3112.00 0.00 0.00 Gold (USD/T.oz) 1190.90 5.80 0.49 Nikel (USD/M.T 10280.00 50.00 0.49 Timah (USD/M.T) 21095.00 95.00 0.45 Coal (USD/M.T) 78.80 (0.95) (1.19) Exchange Rates Chg % IDR/USD 13310.00 (5.00) (0.04) USD/EUR 1.056 (0.00) (0.28) JPY/USD 115.75 (0.17) (0.15) IDR/SGD 9270.36 (7.26) (0.08) IDR/AUD 9807.30 27.50 0.28 TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE 29.64 3945 (0.41) (1.36)
Top Gainers IDR % Chg
MGNA‐W 34 209.10 23 MGNA 78 34.50 20 BINA 424 24.70 84 MTSM 354 24.60 70 ALTO 300 17.20 44
Top Losers IDR % Chg
CANI 1,080 (25.00) (360)
BMAS 350 (22.20) (100)
NAGA 167 (19.70) (41)
MITI 54 (19.40) (13)
SKBM 510 (16.40) (100) Top Value IDR % (miliar)
MYRX 166 (2.40) 529 B TLKM 4,000 (0.50) 356 B ASII 8,200 0.60 350 B BUMI 340 (0.60) 346 B BBCA 15,400 0.30 321 B
Top Volume IDR % (juta)
MYRX 166 (2.40) 3,149.316 BRMS 80 (5.90) 1,625.321 BIPI 94 (6.90) 1,135.610 BUMI 340 (0.60) 1,032.537 PNBS‐W 3 0.00 830.170
News Update
2
Dana repatriasi sudah masuk Rp 112,2 triliun. Berdasarkan laporan realisasi repatriasi dari 21 bank gateway,
hingga 31 Desember 2016 telah masuk dana repatriasi sebesar Rp 112,2 triliun. Atas data ini, DJP masih akan
kembali meminta klarifikasi ke masing-masing bank gateway untuk memastikan kebenarannya sehingga jumlah
ini masih ada kemungkinan untuk berubah. Asal tahu saja, berdasarkan data Surat Pernyataan Harta (SPH)
hingga 31 Desember 2016, komitmen repatriasi adalah sebesar Rp 141 triliun. Direktur Penyuluhan, Pelayanan
dan Humas Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Hestu Yoga Saksama mengatakan, selisih Rp 29 triliun tersebut
menurut DJP dapat disebabkan beberapa kemungkinan. Kemungkinan pertama, perbedaan perlakuan atas dana
yang masuk ke Indonesia antara tanggal 1 Januari 2016 hingga 30 Juni 2016. Pada periode pertama program
amnesti pajak, dana tersebut dianggap sebagai repatriasi sesuai PMK 119/2016. "Memasuki periode kedua,
terjadi perubahan kebijakan melalui PMK 150/2016 sehingga dana yang masuk ke Indonesia dari 1 Januari 2016
sampai dengan 30 Juni 2016 dapat diperlakukan sebagai repatriasi atau deklarasi dalam negeri sesuai pilihan
Wajib Pajak," ujarnya. Nah, konsekuensi dari PMK 150/2016 tersebut adalah bahwa dana yang masuk pada
periode tersebut tidak wajib dimasukkan dalam rekening khusus pada bank gateway. Kemungkinan kedua, WP
tidak merealisasikan komitmen repatriasi karena mengalami kesulitan dalam melakukan repatriasi. Ketiga, selain
laporan dari bank gateway, DJP juga akan meneliti laporan realisasi repatriasi yang disampaikan WP ke KPP
masing-masing sesuai Peraturan Dirjen Pajak Nomor 28/2016. "Laporan realisasi repatriasi untuk periode I dan II
tersebut harus disampaikan paling lambat pada 31 Januari 2017," ujarnya. (Kontan)
TLKM jaga pertumbuhan double digit di 2017. PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)
berkomitmen menjaga performa sepanjang tahun ini. Vice President Corporate Communication Telkom Arif
Prabowo mengatakan, optimistis bisa mencatat pertumbuhan di atas industri telekomunikasi. Namun, ia masih
enggan merinci detil target kinerja sepanjang tahun ini. Namun yang pasti, TLKM sejauh ini masih menjadi
emiten telekomunikasi dengan pertumbuhan pendapatan double digit paling tinggi dibanding para pesaingnya.
PT Indosat Tbk (ISAT) misalnya pada kuartal III-2016 lalu hanya mencatat pertumbuhan pendapatan sekitar 9%
yoy menjadi Rp 21,52 triliun. Laba bersihnya kembali positif, dengan mencatatkan angka Rp 845,35 miliar dari
sebelumnya rugi Rp 1,12 triliun. PT XL Axiata Tbk (EXCL) di kuartal III-2016 malah mencatat penurunan
pendapatan menjadi Rp 16,08 triliun dari sebelumnya Rp 16,92 triliun. Hanya saja, bottom line membaik dengan
mencatat laba bersih Rp 159,71 miliar dari sebelumnya rugi Rp 460,61 miliar. Sementara TLKM di kuartal III-2016
mencatat kinerja paling tinggi dengan mencatat pertumbuhan pendapatan sekitar 13% yoy menjadi Rp 86,19
triliun. Laba bersihnya tercatat Rp 14,73 triliun, naik 27% yoy. (Kontan)
Bank Mandiri prediksi rasio dividen 30%. Dividen dari laba bank BUMN pada 2016 lalu diproyeksi tidak akan
banyak berubah dari tahun sebelumnya yang sebesar 20%. Kinerja bank pelat merah pada 2016 yang mengalami
banyak tantangan menjadi salah satu penyebabnya. Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Utama Bank Mandiri
mengatakan, dividen payout ratio (rasio pembayaran dividen) tahunan dari laba 2016 diperkirakan 30%.
"Kemudian Bank Mandiri akan menambahkan spesial dividen 10% sampai 20% sebagai tambahan," ujar Kartika,
Selasa (10/1). Proyeksi dividen dari laba 2016 ini dengan memperhitungkan kondisi rasio kecukupan modal bank
berkode BMRI 2016 sebesar 20%. Sedangkan PT Bank Tabungan Negara Tbk sebelumnya mengusulkan dividen
payout ratio kurang dari 20%. Sebagai gambaran rasio dividen BTN 2015 sekitar 20%. "Dengan rasio dividen
yang dibayarkan lebih kecil maka bank mempunyai peluang untuk meningkatkan permodalan," ujar Maryono,
Direktur Utama BTN Sebagai gambaran, sampai kuartal III-2016, modal inti bank berkode BBTN tercatat sebesar
Rp 15,4 triliun. Sedangkan untuk total aset BTN sampai September 2016 tercatat sebesar Rp 197,2 triliun.
Tercatat sampai November 2016, laba bersih bank Mandiri sebesar Rp 13,5 triliun atau turun 24,43% secara
tahunan atau year on year (yoy). Sedangkan laba BTN sampai November 2016 tercatat 2,1 triliun atau naik
34,66% yoy. (Kontan)
Protech Mitra Sudah Gunakan Semua Dana Hasil IPO. PT Protech Mitra Perkasa Tbk (OASA) sudah
menghabiskan seluruh dana hasil IPO, demikian disampaikan Anton Santoso, Direktur Utama Perseroan dalam
keterangan Selasa. Dari IPO yang digelar pada 18 Juli 2016 lalu, perseroan meraih dana bersih Rp28,33 miliar
dimana dana tersebut digunakan sesuai dengan prospektus yakni penambahan modal ke anak usaha dan modal
kerja perseroan. Adapun penambahan modal ke anak usaha PT Telesys Indonesia sebesar Rp5 miliar dan modal
kerja digunakan Rp23,33 miliar. Perseroan merupakan perusahaan penyedia jasa infrastruktur. (Kontan)
Stock Picks
3LSIP 1680‐1800.
Harga saham emiten perkebunan kembali mendapat momentum penguatannya seiring penguatan
kembali harga CPO dalam dua hari perdagangan terakhir. Kemarin harga CPO di Malaysia sempat mencapai RM3133/
MT setelah sempat koreksi RM3076/MT akhir pekan lalu. Hal ini juga berimbas pada pergerakan harga saham PP
London Sumatera Indonesia Tbk (LSIP). Kemarin harga sahamnya berhasil rebound tutup di Rp1720 atau menguat
3,3%. Secara technical support saat ini berkisar di Rp1650 hingga Rp1680. Peluang rebound lanjutan akan kembali
menguji resisten di Rp1800 hingga Rp1830. Pergerakan harga sahamnya kemarin mengindikasikan bullish reversal
setelah terbentuk long white candle setelah downtrend channel. Pergerakan harga saham perseroan sangat
dipengaruhi oleh pergerakan harga komoditasnya seperti CPO dan karet. Harga komoditas CPO akan dipengaruhi
faktor cuaca seperti fenomena badai La Nina yang memicu curah hujan berkepanjangan sehingga mengganggu
volume produksi dan faktor permintaan seiring pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi tahun ini. Faktor kurs seperti
pelemahan dan penguatan Ringgit Malaysia terhadap dolar AS juga akan mempengaruhi pergerakan harga CPO di
Malaysia. Dari sisi kinerja, penjualan perseroan di periode 9M16 mencapai Rp2,6 triliun turun 14,9% dari periode
yang sama tahun lalu Rp3,1 triliun. Hingga 3Q16 lalu, penjualan perseroan mencapai 71% dari target tahun lalu
sebesar Rp3,71 triliun atau turun 11,45% (yoy). Sedangkan laba bersih 9M16 mencapai Rp272,33 miliar turun 42%
dari 9M15 sebesar Rp469,70 miliar. Penurunan laba bersih ini selain dikarenakan penjualan juga karena rugi selisih
kurs atas posisi deposito berjangka di neraca, lebih rendahnya pendapatan keuangan, dan lebih tinggi kerugian
entitas asosiasi. Akibatnya marjin bersih turun menjadi 10,4% dari 15,27%. Pencapaian laba bersih 9M16 membuat
target laba bersih 2016 diperkirakan hanya mencapai Rp448,56 miliar atau turun dari proyeksi sebelumnya Rp527,47
miliar. Target laba bersih 2016 tersebut turun 28% (yoy) dari tahun 2015 sebesar Rp623,31 miliar. EPS 2016
diperkirakan hanya mencapai Rp65,74. Namun bila dilihat secara kuartalan, kinerja perseroan baik penjualan maupun
laba bersih menunjukkan konsistensi pertumbuhan kuartalan sepanjang 2016 lalu. Penjualan 3Q16 mencapai Rp965
miliar naik 13,74% (qoq) lebih tinggi dari pertumbuhan 2Q16 5,54% (qoq). Sedangkan laba bersih 3Q16 mencapai
Rp159,68 miliar naik 156,76% (qoq) jauh lebih tinggi dari pertumbuhan laba 2Q16 sebesar 23,27% (qoq). Volume
penjualan CPO perseroan secara kuartalan meningkat mencapai 86,3 ribu ton di 3Q16 naik 11% (qoq) dari 2Q16
sebanyak 77,8 ribu ton. Volume penjualan inti sawit di 3Q16 mencapai 24,1 ribu ton naik 27,5% (qoq) dan volume
penjualan karet di 3Q16 mencapai 2792 ton naik 15,5% (qoq) dari 2Q16 sebesar 2417 ton. Tren kenaikan volume
penjualan dan ditambah tren kenaikan harga komoditasnya akan membalikan kinerjanya tahun ini. Tahun ini
diperkirakan penjualan berpeluang tumbuh 5% mencapai Rp3,89 triliun dan laba bersih diperkirakan berpeluang
tumbuh 86,6% mencapai Rp837,12 miliar dengan dukungan kenaikan harga komoditasnya. EPS 2017 diperkirakan
mencapai Rp122,69. Harga sahamnya berpeluang ditransaksikan dengan rata‐rata PE tertinggi 17x dalam kondisi
pasar bullish. Ini mencerminkan target harga di Rp2086 atau punya ruang penguatan 21,3% dari harga saat ini di
Rp1720. Maintain Buy, SL 1640
4
Stock Picks
ANTM 850‐910.
Harga saham Aneka Tambang Tbk (ANTM) setelah koreksi dalam beberapa sesi
perdagangan terakhir, kemarin berhasil rebound terbatas di tengah tipisnya nilai transaksi. Harga sahamnya
setelah menyentuh support di Rp850 (9/1) berhasil rebound tutup di Rp865 kemarin. Secara technical ada
beberapa resisten sederhana yang perlu dilewati untuk mengkonfirmasi sinyal bullish reversal, yakni di
Rp875 hingga Rp885, dengan target resisten terdekat di Rp910 hingga Rp930. Pergerakan harga saham
perseroan turut ditopang menguatnya kembali harga emas dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.
Harga emas di AS di USD1182/t.oz meningkat bila dibandingkan posisi akhir tahun di USD1150/MT. Tahun
ini seiring dengan tren positif harga komoditas logam kinerja perseroan diperkirakan akan tumbuh positif
dibandingkan tahun lalu. Saat ini pelaku pasar tengah menanti rilis kinerja 2016 lalu. Perseroan
memperkirakan produksi feronikel dan emas sepanjang 2016 melebihi target internal perseroan. Hingga
awal pekan terakhir Desember 2016, perseroan memproduksi 20.080 ton nikel dalam feronikel (TNi) atau
di atas target internal sebesar 18500 TNi. Hal ini disebabkan optimalnya operasi pabrik feronikel perseroan
setelah selesai perbaikan trafo pabrik FeNi II pertengahan 2016 lalu. Sedangkan volume produksi emas dari
tambang emas Pongkor hingga pekan ketiga Desember 2016 sudah mencapai 1437 kg, lebih tinggi
dibandingkan target akhir 2016 sebesar 1431 kg yang diperkirakan sebelumnya. Saat ini perseroan tengah
melakukan sinkronisasi integrasi operasi keseluruhan paket Proyek Perluasan Pabrik Feronikel Pomala
(P3FP) dengan estimasi operasi komersial di awal tahun ini. Sepanjang sembilan bulan pertama 2016
(9M16) laba bersih mencapai Rp38,27 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang
menderita rugi bersih Rp1,04 triliun. Laba bersih perseroan sepanjang 9M16 masih ditopang laba kurs yang
mencapai Rp446,57 miliar akibat penguatan rupiah terhadap dolar AS sepanjang 2016. Pencapaian
penjualan bersih hingga kuartal tiga 2016 sudah hampir mencapai target penjualan bersih 2016 yang
sebelumnya diperkirakan mencapai Rp6,94 triliun. Begitu juga dengan pencapaian laba bersih hingga 3Q16
sudah melampaui target laba bersih 2016 yang sebelumnya diperkirakan mencapai Rp18,04 miliar.
Sebelumnya kami memperkirakan harga sahamnya tahun ini berpeluang ditransaksikan dengan PBV 1,2 kali
atau mencapai Rp920. Trading Buy, SL 840
5
Stock Picks
WIKA 2460‐2700.
Harga saham emiten jasa konstruksi Wijaya Karya Tbk (WIKA) kemarin berhasil menem‐
bus resisten sederhana di Rp2460 dan tutup di Rp2530 dikisaran resistennya di Rp2540. Peluang pengua‐
tan lanjutan akan menguji resisten di Rp2700. Sedangkan support saat ini di Rp2460. Pergerakan harga sa‐
hamnya membentuk pola bullish continuation setelah bergerak konsolidasi. Sektor jasa konstruksi meru‐
pakan sektor yang bullish tahun ini dengan topangan sejumlah proyek infrastruktur di transportasi yang
tahun lalu tersendat, dan tahun ini mulai dilaksanakan pengerjaan konstruksinya seperti proyek Kereta API
Cepat (HSR) Jakarta‐Bandung yang digarap perseroan. Tahun ini perseroan mengalokasikan belanja modal
Rp12 triliun. Untuk memenuhi kebutuhan belanja modal tersebut, perseroan di 1Q17 berencana menerbit‐
kan obligasi global atau domestik sebesar Rp5 triliun. Selain penerbitan obligasi, perseroan juga berencana
melakukan IPO atas salah satu anak usahanya yakni Wika Realty dan Wika Gedung. Target dana minimal
Rp3 triliun. Terkait dengan perolehan kontrak baru tahun lalu sebesar Rp52,2 triliun diyakini akan tercapai.
Total kontrak perseroan tahun lalu mencapai Rp82,3 triliun dengan kontrak carry over mencapai Rp30,1
triliun. Perseroan memperkirakan dengan tercapainya kontrak baru di 2016 maka laba bersih bisa menca‐
pai Rp940 miliar tahun lalu dan penjualan Rp17,29 triliun. EPS diperkirakan Rp104,80. Tahun ini perseroan
menargetkan total kontrak mencapai Rp102,937 triliun naik 26,3% dari tahun lalu. Total kontrak itu terdiri
dari kontrak baru Rp43,24 triliun dan carry over 2016 sebesar Rp59,692 triliun. Perseroan memperkirakan
penjualan tahun ini sebesar Rp25,75 triliun atau naik 32,81% dari perkiraan 2016 lalu. Hingga pekan
pertama Januari 2017, perseroan memperoleh kontrak baru Rp138,107 miliar. Sedangkan proyeksi laba
bersih tahun ini sebesar Rp1,22 triliun naik 29,7% dari estimasi tahun lalu Rp940 miliar. EPS tahun ini
diperkirakan Rp135,9. Pada harga Rp2530 saham WIKA saat ini ditransaksikan dengan PE 18,6x (E/17).
Harga sahamnya diperkirakan berpeluang ditransaksikan dengan PE 25x atau mencerminkan target harga
di Rp3400. Maintain Buy, SL 2350
Rabu, 11 Januari 2017
Saham Pilihan
TLKM 3950-4050 TB, SL3850
ADHI 2210-2360 Buy, SL 2100
ICBP 8550-9000 Buy, SL 8450
AALI 16500-17250 Buy, SL 16000
INDF 7750-8100 Buy, SL 7600
KRAS 765-820 TB, SL 750
TINS 1100-1140 TB, SL 1070
Stock View
6
Rabu, 11 Januari 2017
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
IHSG
5309.92 5330.02 5350.11 5290.95 5271.97
PERKEBUNAN AALI 16875 16,958.33 17,041.67 16,758.33 16,641.67 13,059,216.00 ‐19.91 393.15 ‐75.27 45.02 BWPT 282 291.33 300.67 277.33 272.67 LSIP 1720 1,738.33 1,756.67 1,688.33 1,656.67 4,189,615.00 ‐11.36 91.36 ‐32.01 18.72 SGRO 1895 1,906.67 1,918.33 1,886.67 1,878.33 SIMP 500 504.67 509.33 495.67 491.33 13,835,444.00 ‐7.53 16.72 ‐68.60 25.18 UNSP 50 50.00 50.00 50.00 50.00PERTAMBANGAN BATU BARA
ADRO 1685 1,700.00 1,715.00 1,675.00 1,665.00 37,032,346.42 ‐10.48 65.74 ‐5.12 10.50 BORN 50 50.00 50.00 50.00 50.00 BRAU 82 82.00 82.00 82.00 82.00 BUMI 340 346.67 353.33 330.67 321.33 DEWA 51 53.00 55.00 50.00 49.00 3,312,510.21 13.47 0.30 48.03 166.35 HRUM 2080 2,116.67 2,153.33 2,046.67 2,013.33 ITMG 15775 16,075.00 16,375.00 15,600.00 15,425.00 21,925,897.16 ‐9.27 770.46 ‐65.05 8.53 PTBA 12050 12,116.67 12,183.33 11,991.67 11,933.33 13,733,627.00 5.01 883.59 0.98 7.64 PTRO 720 733.33 746.67 713.33 706.67
PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI
BIPI 94 99.33 104.67 90.33 86.67
ELSA 438 444.00 450.00 434.00 430.00 3,775,323.00 ‐10.56 51.43 ‐8.99 7.17
ENRG 50 50.00 50.00 50.00 50.00
ESSA 1500 1,500.00 1,500.00 1,500.00 1,500.00
MEDC 1495 1,526.67 1,558.33 1,461.67 1,428.33
PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA
ANTM 865 875.00 885.00 855.00 845.00 10,531,504.80 11.79 ‐151.06 85.85 ‐3.10 INCO 2880 2,913.33 2,946.67 2,853.33 2,826.67 10,894,532.28 ‐15.64 70.11 ‐67.49 26.24 TINS 1110 1,123.33 1,136.67 1,088.33 1,066.67 6,874,192.00 ‐6.74 13.64 ‐84.08 56.09 SEMEN INTP 15250 15,441.67 15,633.33 15,066.67 14,883.33 17,798,055.00 ‐10.99 1,183.48 ‐17.34 17.00 SMCB 900 911.67 923.33 891.67 883.33 9,239,022.00 ‐12.25 22.85 ‐73.80 47.91 SMGR 9125 9,183.33 9,241.67 9,058.33 8,991.67 26,948,004.47 ‐0.14 762.28 ‐18.76 14.07
LOGAM DAN SEJENISNYA
GDST 119 122.67 126.33 114.67 110.33 JPRS 140 140.00 140.00 140.00 140.00 KRAS 785 803.33 821.67 768.33 751.67 PAKAN TERNAK CPIN 3130 3,190.00 3,250.00 3,100.00 3,070.00 JPFA 1490 1,508.33 1,526.67 1,468.33 1,446.67 25,022,913.00 2.31 43.92 40.87 18.44
OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA
ASII 8200 8,250.00 8,300.00 8,125.00 8,050.00 184,196,000.00 ‐8.68 357.28 ‐24.59 20.71
GJTL 1160 1,170.00 1,180.00 1,145.00 1,130.00
INDUSTRI BARANG KONSUMSI
ICBP 8775 8,866.67 8,958.33 8,641.67 8,508.33 INDF 7975 8,066.67 8,158.33 7,791.67 7,608.33 MYOR 1755 1,768.33 1,781.67 1,748.33 1,741.67 ROTI 1655 1,685.00 1,715.00 1,630.00 1,605.00 GGRM 63000 63,466.66 63,933.33 62,766.66 62,533.33 INAF 4430 4,490.00 4,550.00 4,400.00 4,370.00 1,621,898.67 17.41 2.12 463.17 184.06 KAEF 2660 2,686.67 2,713.33 2,646.67 2,633.33 4,860,371.48 7.51 44.81 6.06 28.68 KLBF 1550 1,563.33 1,576.67 1,528.33 1,506.67
KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA
7
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
PROPERTI DAN REAL ESTAT
APLN 222 223.33 224.67 219.33 216.67 ASRI 374 378.00 382.00 370.00 366.00 BKSL 91 91.67 92.33 90.67 90.33 BSDE 1740 1,771.67 1,803.33 1,721.67 1,703.33 6,209,574.07 11.45 1,164.55 460.00 1.60 COWL 1090 1,095.00 1,100.00 1,085.00 1,080.00 CTRA 1300 1,313.33 1,326.67 1,288.33 1,276.67 CTRP 700 706.67 713.33 691.67 683.33 CTRS 2730 2,766.67 2,803.33 2,696.67 2,663.33 ELTY 50 50.00 50.00 50.00 50.00 KIJA 286 290.00 294.00 282.00 278.00 MDLN 330 336.67 343.33 326.67 323.33 2,962,460.90 4.32 69.69 22.80 5.94 KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI 2240 2,273.33 2,306.67 2,183.33 2,126.67 9,389,570.10 8.51 130.22 43.08 20.93 DGIK 62 63.00 64.00 61.00 60.00 PTPP 3760 3,783.33 3,806.67 3,723.33 3,686.67 14,217,372.87 14.40 152.88 39.17 25.74 SSIA 460 464.67 469.33 450.67 441.33 TOTL 785 791.67 798.33 771.67 758.33 WIKA 2530 2,580.00 2,630.00 2,450.00 2,370.00 13,908,504.01 11.60 101.65 1.60 26.02
INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI
PGAS 2740 2,756.67 2,773.33 2,726.67 2,713.33 42,333,969.71 ‐0.16 228.31 ‐38.44 11.61
JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA
CMNP 1990 2,016.67 2,043.33 1,976.67 1,963.33 JSMR 4260 4,290.00 4,320.00 4,240.00 4,220.00 9,848,242.05 7.33 213.14 3.23 26.27 TELEKOMUNIKASI BTEL 50 50.00 50.00 50.00 50.00 EXCL 2670 2,690.00 2,710.00 2,630.00 2,590.00 22,876,182.00 ‐2.49 ‐2.97 ‐97.16 ‐1,348.39 ISAT 6050 6,083.33 6,116.67 6,033.33 6,016.67 TLKM 4000 4,033.33 4,066.67 3,963.33 3,926.67 102,470,000.00 14.24 153.66 5.81 21.51 TRANSPORTASI GIAA 338 340.67 343.33 336.67 335.33 52,627,783.53 7.55 40.78 ‐122.73 10.94 MBSS 328 332.00 336.00 322.00 316.00 WINS 218 220.67 223.33 214.67 211.33 1,378,353.91 ‐37.37 ‐19.45 ‐129.08 ‐10.95
KONSTRUKSI NON BANGUNAN
INDY 705 713.33 721.67 698.33 691.67 BANK BBCA 15400 15,491.67 15,583.33 15,316.67 15,233.33 47,081,728.00 7.56 730.83 9.30 18.47 BBKP 630 645.00 660.00 620.00 610.00 8,303,973.00 17.07 105.70 32.57 5.58 BBNI 5600 5,633.33 5,666.67 5,558.33 5,516.67 36,895,081.00 10.58 486.18 ‐15.91 10.90 BBRI 11800 11,908.33 12,016.67 11,733.33 11,666.67 85,434,037.00 13.73 1,029.53 4.77 10.95 BBTN 1835 1,845.00 1,855.00 1,820.00 1,805.00 14,966,209.00 16.86 174.91 65.91 10.43 BDMN 3670 3,700.00 3,730.00 3,610.00 3,550.00 22,420,658.00 ‐2.48 249.70 ‐8.09 16.40 BJBR 2880 2,970.00 3,060.00 2,780.00 2,680.00 10,084,451.00 14.70 142.02 23.39 6.79 BMRI 11400 11,450.00 11,500.00 11,300.00 11,200.00 71,570,127.00 14.26 871.50 2.33 11.76 BNGA 880 898.33 916.67 868.33 856.67 22,318,759.00 7.24 17.02 ‐81.74 34.36
PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI
AKRA 6250 6,350.00 6,450.00 6,050.00 5,850.00 19,764,821.14 ‐12.03 261.74 27.59 27.03 INTA 348 350.00 352.00 344.00 340.00 UNTR 21950 22,183.33 22,416.67 21,558.33 21,166.67 49,347,479.00 ‐7.14 1,033.07 ‐28.24 14.86 PERDAGANGAN ECERAN MAPI 5275 5,350.00 5,425.00 5,125.00 4,975.00 RALS 1225 1,260.00 1,295.00 1,200.00 1,175.00
ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA
MNCN 1760 1,775.00 1,790.00 1,740.00 1,720.00
PERUSAHAAN INVESTASI
BRMS 80 85.33 90.67 76.33 72.67
Corporate Action
8
Code
Name
Type
Date
Time
Venue
ARTI Ratu Prabu Energi Tbk AGM 03/08/2016 00:10:00 GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20, Jakarta Selatan
ARTI Ratu Prabu Energi Tbk EGM 03/08/2016 00:10:00 GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20, Jakarta Selatan
SCPI Merck Sharp Dohme
Pharma Tbk. AGM 03/08/2016 00:10:00
MYRX Hanson International Tbk. AGM 28/07/2016 00:14:00 Merchantile Athletic Club , World Trade Center MYRX Hanson International Tbk. EGM 28/07/2016 00:14:00 Merchantile Athletic Club , World Trade Center GMCW Grahamas Citrawisata Tbk. AGM 27/07/2016 00:09:00 Financial Club, Graha Niaga lt 28, Jl. Jend. Sudirman
Kav 58 Jakarta
PTIS Indo Straits Tbk AGM 22/07/2016 00:09:00
Gedung Graha Kirana, Lantai 9, Ruang Rapat PT Indo Straits Tbk, Jl.Yos Sudarso Kav.88, Jakarta Utara
14350, Indonesia
BSSR Baramulti Suksessarana Tbk EGM 22/07/2016 00:10:00 Boardroom CEO Suite, Sahid Sudirman Center Lt.56, Jl. Jend. Sudirman Kav. 86 ‐ Jakarta Pusat ISSP Steel Pipe Industry of Indo‐ nesia Tbk AGM 21/07/2016 00:10:00 Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no 55 , Jakarta ISSP Steel Pipe Industry of Indo‐ nesia Tbk EGM 21/07/2016 00:10:00 Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no 55 , Jakarta
SKYB Skybee Tbk AGM 21/07/2016 00:09:00
WTON Wijaya Karya Beton Tbk EGM 20/07/2016 00:14:00 Ruang Serbaguna Gedung WIKA Lt. 11 Jl. D. I. Panjai‐ tan Kav. 9, Jakarta Timur
CTBN Citra Tubindo Tbk. AGM 20/07/2016 00:10:30 Kantor Pusat Perseroan Jalan Hang Kesturi I No 2, Kawasan Industri Terpadu Kabil, Batam
TRIO Trikomsel Oke Tbk EGM 15/07/2016 00:10:00
LMAS Limas Indonesia Makmur
Tbk AGM 14/07/2016 00:09:30
Auditorium Sequis Center, Gedung Sequis Center Lantai 11, Jalan Jenderal Sudirman No.71, Jakarta
12190
BEKS Bank Pundi Indonesia Tbk. EGM 11/07/2016 00:15:00 Kantor Pusat Perseroan, Jl. RS. Fatmawati No.12, Jakarta Selatan
JPFA Japfa Comfeed Indonesia
Tbk. EGM 01/07/2016 00:10:00
HARRIS Hotel, Unique Room, Jl. Dr. Saharjo No. 191, Jakarta 12960
INCO Vale Indonesia Tbk EGM 01/07/2016 00:09:00 Financial Club, Board Room I, Graha Niaga Lt. 27 Jl. Jend. Sudirman Kav. 58, Jakarta MITI Mitra Investindo Tbk. EGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Tower II Lantai I, PT Bursa Efek Indo‐ nesia, Jl. Jend. Sudirman Kav.52‐53 Jakarta Selatan ‐
12950 NIRO Nirvana Development Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai 1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta Selatan
12190 NIRO Nirvana Development Tbk EGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai 1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta Selatan
12190
PKPK Perdana Karya Perkasa Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00 Hotel Nite & Day Jakarta ‐ Roxy Jl. Biak no.54 Jakarta Pusat 10150
GREN Evergreen Invesco Tbk AGM 30/06/2016 00:09:00 Mawar Room, Hotel Mulia, Jl. Asia Afrika Senayan, Jakarta
ECII Electronic City Indonesia
Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00
Corporate Action
9
EMITEN
JUMLAH DIVIDEN CUM DIVIDEN RECORDING DATE PEMBAYARAN DIVIDEN
TIFA
7
24‐Jun‐16
27‐Jun‐16
21‐Jul‐16
SQBB
16000
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
SQBI
16000
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
DPNS
5
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
GEMA
16
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
MREI
50
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
JTPE
14
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
PEGE
10
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
CPIN
29
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
TALF
3
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
12‐Jul‐16
KBLI
7
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
SRTG
32
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
KKGI
20
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
CTRP
4
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
13‐Jul‐16
CTRS
22
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
13‐Jul‐16
CTRA
6
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
IDPR
5
21‐Jun‐16
22‐Jun‐16
30‐Jun‐16
UNVR
424
21‐Jun‐16
22‐Jun‐16
15‐Jul‐16
Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.