• Tidak ada hasil yang ditemukan

DIPTYATRENGGANA BAGAS P (21020111130088) BAB V

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "DIPTYATRENGGANA BAGAS P (21020111130088) BAB V"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

52

BAB V

KESIMPULAN, BATASAN, DAN ANGGAPAN

5.1. KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan pada bab-bab sebelumnya,dapat disimpulkan beberapa poin antara lain :

1. Kawasan Kokrosono merupakan kawasan yang memiliki potensi ekonomi dengan daya tarik pada Pasar Klitikan Kokrosono

2. Penataan PKL Kawasan Kokrosono Semarang ini ditujukan pada kehidupan dan penghidupan masyarakat Kawasana Panggung Lor dan Kidul, dimana PKL pada kawasan tersebut belum tertata dengan rapi.

3. Penataan PKL Kawasan Kokrosono Semarang terdiri dari dua lingkup yaitu makro dan mikro. Lingkup makro meliputi penataan zonasi potensi dan desain koridor sepanjang jalan kokrosono. Sedangkan lingkup mikro menekankan pada desain lapak dan pasar yang dibuat non permanen itu sendiri.

4. Secara makro, penataan dilakukan melalui perencanaan dan perancangan koridor jalan kokrosono dengan mengetahui potensi di setiap titik yang memiliki potensi yang berkaitan dengan pendekatan desain.

5. Secara mikro, perancangan unit-unit lapak pedagang yang ideal berdasarkan kegiatannya.

5.2. BATASAN

Dalam menyusun konsep perencanaan dan perancangan, diperlukan batasan yang akan melingkupi konsep perencanaan dan perancangan. Batasan yang diberikan dimaksudkan agar konsep tidak terlalu jauh dari tujuan yang akan dicapai dalam penataan pkl kawasan kokrosono semarang. Batasan yang ditentukan yaitu :

(2)

53 • Penentuan lokasi yang digunakan mengacu pada jenis barang dan jasa yang diperjual belikan, sehingga hanya mengambil koridor jalan kokrosono

Lingkup kegiatan yang dimaksud adalah proses jual beli barang bekas dan jasa di kawasan kokrosono yang berkembang sebagai

• Kawasan perdagangan barang bekas dan jasa non permanen di Kota Semarang.

5.3. ANGGAPAN

Dalam penyusunan desain penataan PKL Kawasan Kokrosono ini terdapat beberapa anggapan. Anggapan merupakan segi teknis yang bisa di acuhkan dalam mendesain guna mendapatkan desain yang ideal. Berikut ini anggapan yang ada :

• Kebutuhan lahan untuk upaya penataan kembali kawasan ini dapat digunakan dengan mengganti sebagian atau seluruh unsur-unsur lama dengan unsur-unsur baru, termasuk pada bangunan yang sudah ada sebelumnya di kawasan tersebut

• Teknologi, bahan, dan material yang dibutuhkan dalam pembangunan dianggap mudah didapat di sekitar lokasi

• Bangunan yang telah ada didalam site bila diperlukan dan dimungkinkan dianggap tidak ada

Referensi

Dokumen terkait

Prinsip perancangan kawasan koridor komersial pada jalan arteri adalah menggabungkan pola linier sepanjang strip jalan utama dengan pola memusat melalui linkage

Ruang lingkup landasan program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur ini dibatasi pada pembahasan yang berkaitan dengan permasalahan yang berkaitan dengan perancangan Penataan dan

Ruang lingkup perencanaan dan perancangan penataan desa wisata Sembungan Dieng adalah mengembangkan objek wisata Dieng melalui penataan Desa Wisata Sembungan dengan tetap

Mendapatkan landasan konseptual perencanaan dan perancangan Semarang Fashion Design School dengan menggali dan merumuskan potensi serta permasalahan yang berkaitan dengan

Mendapatkan landasan konseptual perencanaan dan perancangan Hotel Resort Bambu di Bandungan dengan menggali dan merumuskan potensi serta permasalahan yang berkaitan

Tujuan dari penyusunan Laporan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur (LP3A) ini adalah untuk menggali dan menganalisa potensi dan permasalahan yang ada di

 Terhadap ilmu pengetahuan terutama dalam perancangan kota, memberikan masukan secara teoritis berkaitan dengan perubahan fungsi ruang publik (koridor jalan Suyudono)

Dari hasil analisa penelitian menemukan beberapa potensi dalam mengembangkan koridor jalan Jenderal Sudirman yaitu dengan penataan pedestrian ways yang mempertimbangkan penyandang