• Tidak ada hasil yang ditemukan

S IKOR 1205781 Chapter5

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "S IKOR 1205781 Chapter5"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

66

Luqman Hardiansyah, 2016

Pengembangan Teknologi Tes Pull Up Berbasis Sensor Infrared D an Laser D engan Seven Segment D isplay

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu BAB V

SIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI

A. Simpulan

Tes pull up berbasis sensor infrared dan laser dengan seven segment display

ini berhasil dirancang dan dikembangkan. Alat ukur daya tahan kekuatan yang

dikembangkan oleh peneliti ini pengembangan dari tiang pull up sebelumnya

yaitu free standing pull bar, pengembangan sebelumnya berupa tiang yang dapat

ditempatkan dimana saja selagi memungkinkan (portable) tetapi belum dilengkapi

oleh penghitung otomatis.

Komponen utama pada alat ini yaitu mikrokontroler MCS 51, sensor

inframerah dan sensor laser. MCS 51 merupakan mikrokontroler sederhana yang

menyediakan fitur timer dan counter sehingga penggunaan pada kebutuhan

penghitung otomatis dirasa tepat. Alat ini menggunakan dua sensor yaitu sensor

infra merah yang terdapat pada palang atas dan sensor laser pada tiang bagian

bawah. Untuk membuat alat ini membutuhkan waktu selama satu bulan,

berkerjasama dengan ahli elektronika dan tukang las.

Sistem kerja alat pada intinya yaitu penghitungan otomatis, alat akan

menghitung jika dua syarat terpenuhi yaitu kedua sensor terhalang oleh gerakan

sehingga mengakibatkan perubahan tegangan pada rangkaian. Perubahan

tegangan tersebut yang menjadi impuls pada MCS 51 untuk diolah menjadi output

sehingga hasilnya akan muncul di permukaan box melalui seven segmen.

Perhitungan statistik menyebutkan bahwa terdapat hubugan antara pull up

menggunakan sensor dan tanpa sensor, hal ini menunjukan bahwa tes pull up

dengan tiang yang dilengkapi sensor dapat menjalankan fungsinya sama dengan

tes menggunakan tiang tes pull up yang sebelumnya artinya tes sesuai dengan apa

yang hendak diukur.

Temuan lainnya yaitu terdapat hubungan antara tes pull up menggunakan

sensor yang telah dilakukan dua kali. Hal ini menunjukan bahwa alat dapat

konsisten melakukan fungsinya sebagai alat ukur daya tahan kekuatan lengan.

Dilihat dari rata-rata hasil setiap tes, tes tanpa sensor memiliki nilai rata-rata yang

(2)

67

Luqman Hardiansyah, 2016

Pengembangan Teknologi Tes Pull Up Berbasis Sensor Infrared D an Laser D engan Seven Segment D isplay

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu

lebih besar dari tes menggunakan sensor hal ini menunjukan bahwa tes

menggunakan sensor lebih terkontrol.

B. Implikasi

Implikasi dari penelitian ini yaitu komponen yang digunakan masih

sederhana, sehingga dalam penghitungan tes hanya dapat mengkontrol dua

kesalahan saja. Kesalahan yang terkontrol yaitu dengan mendeteksi dagu di

palang atas dan medeteksi kaki kembali ke posisi awal untuk memastikan lengan

lurus saat kembali ke posisi awal. Selain itu dalam penelitian ini pull up hanya

dapat dilakukan oleh pria, untuk tes pull up khusus wanita (modified pull up)

belum tersedia tiang dan peralatan khusus. Pada alat ini masih terpatok hanya

dengan pull up berdurasi 1 menit, sehingga untuk keperluan pengukuran power

dan daya tahan otot lengan belum tersedia.

C. Rekomendasi

Pengembangan alat ukur pull up dengan sensor yang dilakukan peneliti,

masih ada kekurangan. Maka dari itu peneliti menyusun rekomendasi supaya alat

yang telah dikembangan menjadi lebih presisi dalam melakukan fungsinya dengan

cara melakukan perbaikan pada pengembangan penelitian yang akan datang.

Berikut rekomendasi pada penelitian ini ;

1. Peneliti perlu melanjutkan penelitian ini untuk dikembangkan lagi dengan

dukungan dan bantuan program studi ilmu keolahragaan.

2. Mengganti komponen yang lebih canggih.

3. Melakukan research and development pull up untuk wantia yaitu modified

pull up.

4. Menambah feature pada mikrokontroler sehingga dapat diatur durasi

pelaksanaan tesnya.

5. Tes dapat dikembangkan menjadi 3 in 1, jadi pada satu alat dapat dilakukan

tiga macam tes. Tes yang dimaksud yaitu pull up, chin up, dan flexed arm

Referensi

Dokumen terkait

Penerapan Pendekatan Saintifik D engan Berbantuan Prototype Media Berbasis Cmap Tools Untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Siswa Smp1. Universitas Pendidikan Indonesia |

Penerapan Pendekatan Saintifik D engan Berbantuan Prototype Media Berbasis Cmap Tools Untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Siswa Sma. Universitas Pendidikan Indonesia |

Hubungan Tingkat Kepercayaan D iri D engan Kecemasan Atlet Pencak Silat (Ipsi) Kota Bandung Sebelum. Menghadapi pertandingan popda/x Jawa Barat

Hubungan Antara Kemampuan Waktu Reaksi D an Fleksibilitas Atlet Ukm Taekwondo Upi D engan Hasil Tendangan D ollyo-Chagi.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |

Hubungan Antara Kemampuan Waktu Reaksi D an Fleksibilitas Atlet Ukm Taekwondo Upi D engan Hasil Tendangan D ollyo-Chagi.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |

HUBUNGAN ANTARA REACTION TIME D AN KEKUATAN MAKSIMAL OTOT LENGAN D ENGAN KECEPATAN PUKULAN D ALAM CABANG OLAHRAGA TINJU.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

HUBUNGAN FEAR OF FAILURE D AN PROKRASTI NASI AKAD EMIK D ENGAN KECURANGAN AKAD EMIK PAD A MAHASISWA D EPARTEMEN PSIKOLOGI UPI.. Universitas Pendidikan Indonesia |

ANALISIS MATA KULIAH MAKANAN KONTINENTAL D I PROD I PEND IDIKAN TATA BOGA FPTK UPI D ENGAN MATA PELAJARAN PENGOLAHAN MAKANAN KONTINENTAL D I SMK.. Universitas Pendidikan