• Tidak ada hasil yang ditemukan

KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN Letak Geografis

Desa Babakan secara administratif merupakan salah satu dari 25 desa yang terdapat di Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta. Desa tersebut terbagi atas 3 dusun yaitu Dusun Babakan, Dusun Pangkalan dan Dusun Gandasoli.

Berdasarkan Buku Profil Desa Babakan 2005, secara geografis Desa Babakan terletak pada 6ْ 68’ sampai 6ْ 71’ LS dan 107ْ 56’ sampai 107ْ 58’ BT. Desa Babakan berbatasan dengan Desa Cibeber (sebelah Utara), Desa Pusakamulya (sebelah Timur), Desa Sumbersari (sebelah Barat), dan Desa Wanayasa (sebelah Selatan).

Desa Babakan memiliki jarak dengan ibukota kecamatan sejauh 1,5 km dengan waktu tempuh 10 menit, sedangkan jarak desa Desa Babakan dengan ibukota Kabupaten sejauh 23 km dengan waktu tempuh selama 1 jam.

Iklim

Suhu udara rata-rata di Desa Babakan 25ْ C. Curah hujan tahunan rata-rata di desa tersebut umumnya 4.540 mm/thn. Curah hujan terbanyak terjadi pada bulan Januari, sedangkan curah hujan terendah pada bulan Agustus. Gambar 4 menunjukan curah hujan rata-rata tiap bulan di Desa Babakan.

0 100 200 300 400 500 600 700 Ja n Fe b Mar Ap r Me i Ju n Ju l A gus t Se p t Ok t No v De s Cu ra h Hu ja n (m m )

Sumber: Dinas Pengairan Sektor Wanayasa 2005 Gambar 4 Grafik curah hujan rata-rata per bulan di Desa Babakan.

(2)

besar wilayah Desa Babakan (47,44%) merupakan perkebunan rakyat dengan luasan 154,7 ha. Pola penggunaan lahan Desa Babakan ditunjukkan dalam Tabel 4

Tabel 4 Tata guna lahan di Desa Babakan

No Penggunaan ha Persentase Luas Wilayah (%)

1. Pemukiman 53,56 16,42 2. Bangunan a. Perkantoran Pemerintah 0,06 0,02 b. Sekolah 1,62 0,45 c. Tempat Ibadah 0,52 0,16 d. Makam 1,00 0,31 3. Pertanian Sawah 63,15 19,36 4. Tegal/Ladang 45,00 13,80 5. Perkebunan Rakyat 154,70 47,44

6. Lapangan Olah Raga 0,80 0,24

7. Tanah Desa 4,00 1,23

8. Kolam 1,70 0,52

Jumlah 326,11 100,00

Sumber: Buku Profil Desa Babakan 2005

Topografi

Desa Babakan termasuk daerah dataran tinggi dengan ketinggian 600-700 mdpl. Berdasarkan kondisi topografinya Desa Babakan terbagi ke dalam 3 kelas lereng yaitu kelas lereng A (0-5%), kelas lereng B (5-15%) dan kelas lereng C (15-35%). Sebagian besar (46,91%) merupakan daerah miring/berbukit dengan kemiringan 15-35% dan hanya 12,47% merupakan daerah datar dengan kemiringan 0-5%. Daerah bertopografi relatif datar hingga landai terdapat pada bagian Utara dan pada puncak-puncak bukit, sedangkan daerah agak curam terletak pada punggung bukit.

(3)

Gambar 5 Peta kelas lereng dan penutupan lahan Desa Babakan

Tabel 5 Luasan kelas lereng Desa Babakan Kelas Lereng Kemiringan (%) Keterangan Luas Ha % A 0-5 Datar 50 12,47 B 5-15 Landai/berombak 161 40,61 C 15-35 Miring/berbukit 186 46,91

Geologi dan Tanah

Berdasarkan Peta Tanah Semi Detail skala 1:50.000 untuk DAS Citarum Tengah (Pusat Penelitian Tanah 1980), Desa Babakan terbentuk dari bahan induk berupa tuff intermedier dengan fisiografi berupa kaki bukit. Jenis tanah yang tersebar di desa Babakan didominasi oleh latosol coklat. Tekstur liat hingga lempung liat berdebu.

(4)

orang, yang terdiri atas 1.690 orang laki-laki (51,41%) dan 1.597 orang perempuan (48,59%) dengan jumlah rumah tangga sebanyak 1.036 KK (Kepala Keluarga). Kepadatan penduduk di Desa Babakan adalah 62/km². Komposisi jumlah penduduk Desa Babakan menurut umur dan jenis kelamin dapat dilihat pada Tabel 6.

Tabel 6 Jumlah penduduk Desa Babakan Menurut Jenis Kelamin dan Umur

No. Kelompok Umur (tahun) Laki-laki Perempuan Jumlah (jiwa) Persentase (%)

1 0-10 353 340 693 21,08 2 10-20 289 270 559 17,01 3 21-30 259 233 492 14,97 4 31-40 229 205 434 13,20 5 41-50 278 263 541 16,46 6 51-60 196 193 389 11,83 7 61 86 93 179 5,45 Jumlah 1.690 1.597 3.287 100,00 Sumber: Buku Profil Desa Babakan 2005

Pendidikan

Tingkat pendidikan tertinggi yang ditempuh oleh masyarakat Desa Babakan adalah tingkat perguruan tinggi, tetapi pada umumnya tingkat pendidikan masyarakat di Desa Babakan relatif rendah. Sebagian besar masyarakat, yaitu sekitar 50,84%, hanya mencapai tingkat pendidikan sekolah dasar dan hanya 2,73% yang mencapai tingkat pendidikan perguruan tinggi. Jumlah penduduk berdasarkan pendidikannya dapat dilihat pada Tabel 7.

(5)

Tabel 7 Jumlah penduduk Desa Babakan menurut tingkat pendidikan

No. Tingkat Pendidikan Orang Persentase Jumlah (%)

1 Belum sekolah 406 12,35 2 Tidak sekolah 59 1,79 3 Tidak Tamat SD 11 0,33 4 Tamat SD 1671 50,84 5 Tamat SLTP 286 8,70 6 Tamat SLTA 97 2,95 7 Perguruan Tinggi 90 2,73 8 Masih sekolah 667 20,29 Jumlah 3.287 100,00

Sumber: Buku Profil Desa Babakan 2005 Mata Pencaharian

Sebagian besar penduduk di Desa Babakan memiliki mata pencaharian pokok sebagai petani sawah, kebun dan buruh tani. Mata pencaharian lainnya adalah wiraswasta, peternak, pedagang, PNS, buruh dan lain-lain. Pada usaha tani, terutama petani kebun umumnya dibantu oleh keluarga dan rata-rata setiap harinya bekerja 4-6 jam. Jumlah penduduk menurut mata pencahariannya dapat dilihat pada Tabel 8.

Tabel 8 Jumlah penduduk Desa Babakan menurut mata pencahariannya

Bidang Mata Pencaharian Orang Persentase Jumlah (%)

Petani 856 26,04 Buruh tani 519 15,79 Buruh swasta 67 2,04 PNS 89 2,71 Wiraswasta 91 2,59 Pedagang 97 2,95 Peternak 62 1,89 Dokter 3 0,09 ABRI 16 0,49 Pensiunan ABRI/Sipil 53 1,61 Belum/tidak bekerja 1434 43,63 Total 3.287 100,00

(6)

perekonomian, pendidikan, keamanan, keagamaan dan kesehatan. Sarana dan prasarana perhubungan Desa Babakan meliputi jalan aspal sepanjang 1 km, jalan yang diperkeras dengan batu sepanjang 3,5 km dan jalan tanah tanpa pengerasan sepanjang 1 km. Untuk jenis jalan, terdapat jalan negara sepanjang 1 km, jalan propinsi sepanjang 1 km, jalan kabupaten sepanjang 1,5 km dan jalan desa sepanjang 2,5 km. Jumlah jembatan besar sebanyak 1 buah dan jembatan kecil sebanyak 6 buah. Untuk sarana perhubungan di Desa Babakan terdapat angkutan umum berupa angkot, ojek/sepeda.

Sarana perekonomian Desa Babakan antara lain 2 buah koperasi, 7 buah toko, 3 buah peternakan, 3 buah pabrik teh, 1 buah pabrik tahu, 2 buah penggilingan padi dan 1 buah pabrik kerupuk. Sedangkan sarana dan prasarana ibadah yang ada meliputi 5 buah masjid dan 15 surau/mushalla. Sarana kesehatan yang ada adalah 3 buah posyandu. Desa Babakan juga memiliki 4 buah pos kamling dan 2 buah balai dusun.

Untuk bangunan sekolah, Desa Babakan memiliki bangunan TK sebanyak 1 buah, TK Al Qur’an 1 buah, SDN 4 buah dan pondok pesantren 1 buah. Sarana dan prasarana olah raga meliputi lapangan sepak bola 1 buah, lapangan bulu tangkis 1 buah dan lapangan voli 1 buah. Sarana kesehatan yang ada adalah 3 buah posyandu. Desa Babakan juga memiliki 4 buah pos kamling dan 2 buah balai dusun.

Kelembagaan

Lembaga-lembaga yang berperan langsung dalam pengembangan agroforestry kebun campuran di Desa Babakan adalah Kelompok Tani, BPD (Badan Pembangunan Desa), Departemen Pertanian Kabupaten Purwakarta dan LSM. Kelompok Tani yang terdapat di Desa Babakan diantaranya Wargi Mukti, Wargi Mulya I, Wargi Mulya II, Wargi Pusaka I, Wargi Pusaka II dan beberapa kelompok tani lainnya yang bergerak di bidang peternakan, perikanan dan kehutanan.

(7)

Dalam kegiatan pengelolaan lahan, Kelompok Tani merupakan lembaga yang paling berperan penting terutama dalam kegiatan-kegiatan peningkatan produktifitas kebun campuran. Dalam pertemuan atau kegiatan rutin yang dilakukan 3 bulan sekali, biasanya para anggota membicarakan berbagai permasalahan yang dihadapi kelompok tani seperti pengadaan bibit, pemupukan, penanggulangan hama, pengelolaan kebun sampai pemasran hasil dipecahkan bersama. Selain itu pertemuan seringkali diadakan pada saat menjelang panen untuk mengantisipasi permasalahan yang mungkin timbul.

Adanya bantuan dari Dinas Pertanian Kabupaten Purwakarta, LSM dan BPD berupa tenaga penyuluhan pertanian baik dalam bidang pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan sangat membantu kelompok tani Desa Babakan untuk mengetahui informasi terkini dari luar. Koordinasi antara PPL dan Kelompok Tani Desa Babakan serta masyarakat pertanian telah terjalin dengan baik sejalan telah dinobatkannya Desa Babakan sebagai salah satu Desa Agropolitan di daerah Jawa Barat.

Sejarah Perkembangan Kebun Campuran di Desa Babakan

Kondisi tanah dan iklim yang terdapat di Desa Babakan (jenis tanah latosol coklat dan tipe iklim A menurut Schmidht dan Ferguson dengan curah hujan rata-rata 4.540 mm/thn) menjadi faktor utama bagi pertumbuhan beragam jenis tanaman baik tanaman pertanian (holtikultura), tanaman keras kehutanan maupun tanaman buah-buahan. Ketiga jenis tanaman ini merupakan komponen penyusun kebun campuran tradisional di Desa Babakan. Kondisi tanah yang relatif subur dan iklim yang sangat mendukung memudahkan proses pemeliharaan, pengelolaan dan mempercepat pertumbuhan tanaman.

Sejak pemerintahan Belanda, Desa Babakan merupakan areal perkebunan dengan kepemilikan lahan yang sebagian besar dimiliki oleh pemerintah Belanda dan sisanya merupakan hak milik masyarakat. Perkebunan milik Belanda merupakan perkebunan monokultur dengan jenis tanaman diantaranya jeunjing (Paraserianthes falcataria), karet, sereh dan teh. Sedangkan lahan masyarakat umumnya lebih bervariasi dengan jenis tanaman kehutanan, tanaman pertanian dan tanaman buah-buahan. Adanya kecenderungan masyarakat untuk menanami

(8)

prakteknya terdapat beberapa perubahan dan modifikasi sebagai perwujudan adaptasi terhadap perkembangan kebutuhan dan peradaban.

Jenis tanaman yang terdapat pada kebun campuran masyarakat didominasi oleh tanaman buah-buahan terutama manggis. Manggis merupakan salah satu tanaman ciri khas Wanayasa yang telah berumur ratusan tahun. Tanaman buah lain yang terdapat pada kebun campuran diantaranya rambutan, durian, duku, mangga, kaweni, meteng, alpukat, nangka, sawo, jambu, pisitan dan duku. Tanaman kehutanan yang sering ditemui sengon, suren, kayu manis, puspa, manglid, mahoni sedangkan tanaman pertanian perkebunan diantaranya teh, karet, pisang, nenas, singkong, kelapa, cabe, kapulaga, aren dan kopi. Hal ini menyebabkan masyarakat Desa Babakan mempunyai ketergantungan yang sangat tinggi terhadap alam. Pada umumnya penduduk desa mempunyai mata pencaharian sebagai petani.

Penguasaan lahan milik Belanda terhenti ketika pemerintahan Belanda di Indonesia berakhir yaitu sekitar tahun 1942. Tanah milik Belanda menjadi terlantar. Keadaan ini segera disikapi oleh tokoh masyarakat saat itu dengan membagikan lahan-lahan tersebut kepada masyarakat untuk menghindari perebutan lahan. Tanah pembagian milik Belanda tersebut dinamakan tanah endong. Dengan demikian lahan kebun camuran milik masyarakat menjadi semakin luas. Masyarakat memiliki kebebasan penuh untuk menanam segala macam jenis tanaman dalam kebunnya.

Penambahan jenis tanaman pada kebun campuran di Desa Babakan disesuaikan dengan minat masyarakat, keadaan iklim dan lahan serta komoditas yang sedang tinggi di pasaran. Pada tahun 1970, masyarakat Desa Babakan beramai-ramai menanam cengkeh, hal ini dikarenakan pada saat itu harga cengkeh sangat tinggi. Perkembangan manggis pada tahun tersebut sempat mengalami penurunan karena perhatian masyarakat yang teralih pada tanaman cengkeh. Namun sekitar tahun 1990, tanaman manggis menjadi primadona ekspor. Purwakarta khususnya Desa Babakan menjadi sentra pertumbuhan manggis

(9)

kualitas ekspor. Sejak saat itu perkembangan manggis semakin meningkat. Manggis yang menjadi ciri khas Desa Babakan tersebut hingga saat ini keberadaannnya tetap dipertahankan sebagai suatu kesatuan dalam kebun campuran. Hasil komoditas yang berasal dari kebun campuran sangat menguntungkan dalam hal kualitas dan kuantitas tidak hanya bagi masyarakat petani Desa Babakan namun bagi seluruh masyarakat Desa Babakan.

Gambar

Tabel 4 Tata guna lahan di Desa Babakan
Gambar 5 Peta kelas lereng dan penutupan lahan Desa Babakan
Tabel 6 Jumlah penduduk Desa Babakan Menurut Jenis Kelamin dan Umur
Tabel 8 Jumlah penduduk Desa Babakan menurut mata pencahariannya

Referensi

Dokumen terkait

Luaran kegiatan program ini adalah kemampuan menangkap peluang Investor dan calon investor pada kegiatan kuliah umum pasar modal serta pengenalan pasar modal pada

A financial asset or a group of financial assets is deemed to be impaired if, and only if, there is an objective evidence of impairment as a result of one or more events

1) Pertemuan Koordinasi Akselerasi Ekspor merupakan momentum untuk meningkatkan komunikasi, memperluas jaringan, menumbuhkan motivasi untuk kerja keras guna

Menurut Agus Harianto (2018) salah satu mantan security Mall Kings Bandung telah bekerja selama 6 tahun, tepat pada hari Senin 23 Juni 2014 kira-kira 23.00 WIB

233 penelitian hanya kopi robusta saja, dan penulis tertarik untuk mengembangkan alat tersebut untuk menambah jenis alat penggiling kopi yang lebih baik dan

Metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah ini adalah metode Single Exponential Smoothing yang diterapkan pada perhitungan dalam merencanakan jumlah pembelian

RENCANA AKSI 2020 KECAMATAN PRONOJIWO No Sasaran Strategis/Program/Kegiatan Indikator Kinerja/Program/Kegiatan Target Aktifitas Penanggung jawab Anggaran (Rp.) TW 1 TW 2

Penelitian yang dilakukan dengan pengujian regresi logistik menghasilkan bahwa variabel opini audit memiliki pengaruh dalam artian opini audit mampu menerima ketepatan