Perekonomian Sulawesi Tengah yang diukur berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Triwulan I-2017 mencapai Rp 31.245 miliar dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai 23.086 miliar.
Ekonomi Sulawesi Tengah Triwulan I-2017 terhadap Triwulan I-2016 (y-on-y) tumbuh 3,91 persen. Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Pengadaan Listrik dan Gas 11,71 persen, adapun dari sisi Pengeluaran terjadi pada Komponen Impor Luar Negeri Barang dan Jasa yang tumbuh 81,34 persen.
Ekonomi Sulawesi Tengah Triwulan I-2017 terhadap triwulan sebelumnya (q-to-q) mengalami kontraksi sebesar -0,09 persen. Dari sisi lapangan usaha, kontraksi terendah terjadi pada Kategori Jasa Keuangan dan Asuransi yang turun sebesar -4,13 persen. Sedangkan dari sisi Pengeluaran kontraksi terendah terjadi pada Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (-16,44 persen).
Grafik 1. Pertumbuhan Beberapa Lapangan Usaha Triwulan I-2017
No. 27/05/72/Th.XX, 5 Mei 2017
P
ERTUMBUHAN
E
KONOMI
S
ULAWESI
T
ENGAH
T
RIWULAN
I-2017
EKONOMI
SULAWESI
TENGAH
TRIWULAN
I-2017
TUMBUH
3,91
PERSEN
DIBANDING
TRIWULAN
I-2016
A.
PDRB MENURUT LAPANGAN USAHA
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2017 Terhadap Triwulan I-2016 (y-on-y)
Ekonomi Sulawesi Tengah triwulan I-2017 dibanding triwulan I-2017 (y-on-y) tumbuh 3,91 persen. Pertumbuhan didukung oleh hampir semua lapangan usaha kecuali Konstruksi. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 11,71 persen, diikuti Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar 11,49 persen, dan Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 7,63 persen.
11,71 11,49 7,63 0,00 2,00 4,00 6,00 8,00 10,00 12,00 14,00 Pengadaan Listrik dan Gas
Jasa Keuangan dan Asuransi
Jasa Kesehatan dan Kegiatan
Struktur PDRB Sulawesi Tengah menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku pada triwulan I-2017 tidak menunjukkan perubahan yang berarti dari periode sebelumnya, dimana Kategori Industri Pengolahan masuk dalam kategori dominan bersama Pertanian, Kehutanan dan Perikanan; Konstruksi; dan Pertambangan dan Penggalian dalam PDRB Sulawesi Tengah.
Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah triwulan I-2017 (y-on-y), Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 1,16 persen, diikuti Pertambangan dan Penggalian sebesar 0,81 persen dan Industri pengolahan 0.72 persen. Konstruksi merupakan lapangan usaha yang memberikan andil pertumbuhan negatif pada periode ini dengan andil pertumbuhan terhadap total pertumbuhan PDRB sebesar -0,06 persen.
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2017 Terhadap Triwulan IV-2016 (q-to-q)
Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah triwulan I-2017 terhadap triwulan IV-2016
diwarnai oleh turunnya produksi
pertambangan nikel yang berimbas pula pada penurunan produksi industri pengolahan bijih logam (Nickel Pig Iron), namun demikian pertambangan gas dan industri pengolahannya (LNG) mengalami kenaikan produksi yang cukup tajam yang terindikasi dari nilai ekspor Bahan Bakar Mineral (kode HS 27) yang mengalami kenaikan sebesar 14,06 persen. Secara umum Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian mengalami konstraksi sebesar -0,45 persen.
Walaupun pertambangan dan penggalian mengalami kontraksi, kategori Industri Pengolahan
Grafik 2. Sumber Pertumbuhan PDRB Menurut Lapangan Usaha ( y on y )
Grafik 3. Pertumbuhan PDRB q to q
Menurut Lapangan Usaha
-10 0 10 20 30 40 50 60
I-15 II-15 III-15 IV-15 I-16 II-16 III-16 IV-16 I-17
Pertambangan dan Penggalian
PDRB Industri Pengolahan 2,85 1,31 1,28 -0,22 -0,39 -0,06 4,80 0,90 0,72 4,97 1,16 0,81 1,15 0,81 1,16 13,56 3,80 3,91 -2 0 2 4 6 8 10 12 14 16
Triw I-2016 Triw IV-2016 Triw I-2017
PDRB
Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Konstruksi Lainnya
Grafik 4. Pertumbuhan Beberapa Komponen Triwulan I-2015 – Triwulan I-2017
0 100 200 300 400 500 600
I-15 II-15 III-15 IV-15 I-16 II-16 III-16 IV-16 I-17
bersama dengan mayoritas kategori perekonomian yang lain menyebabkan perekonomian Sulawesi Tengah pada Triwulan I-2016 turun sebesar -0,09 persen. Sementara itu kategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang memiliki kontribusi terbesar dalam PDRB Sulawesi Tengah mengalami hanya tumbuh sebesar 0,53 persen, sehingga andilnya dalam pertumbuhan masih relatif kecil dan tidak mampu membuat perekonomian Sulawesi Tengah tumbuh positif pada Triwulan I-2017 dibandingkan dengan Triwulan IV-2016.
B.
PDRB MENURUT PENGELUARAN
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2016 Terhadap Triwulan I-2015 (y-on-y)
Dari sisi Pengeluaran, pertumbuhan ekonomi triwulan I-2017 terhadap triwulan I-2016 terjadi pada seluruh komponen kecuali Konsumsi Pemerintah dan PMTB. Pertumbuhan tertinggi dicapai Komponen Impor Luar Negeri Barang dan Jasa sebesar 81,34 persen; diikuti Komponen Ekspor Luar Negeri Barang dan Jasa sebesar 68,33 persen; dan Komponen Perubahan Inventori sebesar 19,20 persen.
Tingginya pertumbuhan Impor Luar Negeri Barang dan Jasa disebabkan oleh impor mesin-mesin (Kode HS 84) yang mengalami pertumbuhan sebesar 126,91 persen, sedangkan Ekspor Luar Negeri Barang dan Jasa lebih disebabkan tingginya pertumbuhan ekspor LNG (Kode HS 27) dan Nikel (Kode HS 72) yang masing-masing tumbuh sebesar 78,89 persen dan 158,18 persen.
Struktur PDRB Sulawesi Tengah menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku triwulan I-2017 tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Aktivitas permintaan akhir masih didominasi oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga yang mencakup lebih separuh dari PDRB Sulawesi Tengah. Komponen lainnya yang memiliki peranan besar terhadap PDRB secara berturut-turut adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto; Ekspor Luar Negeri Barang dan Jasa; Pengeluaran Konsumsi Pemerintah; dan Impor Barang dan Jasa; sedangkan Pengeluaran Perubahan Inventori dan Konsumsi Lembaga Non Profit Rumah Tangga (LNPRT) perannya relatif kecil.
PDRB
Ekspor
Grafik 5. Sumber Pertumbuhan PDRB Menurut Pengeluaran (y on y) 1,50 -8,38 -10,36 6,84 8,80 8,58 3,13 3,07 3,73 2,09 0,31 1,96 13,56 3,80 3,91
Triw I-2016 Triw IV-2016 Triw I-2017
Lainnya Ekspor PKRT Impor Laju -18 -15 -12 -9 -6 -3 0 3 6 9
I-15 II-15 III-15 IV-15 I-16 II-16 III-16 IV-16 I-17
Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah triwulan I-2017 (y-on-y), maka Komponen Ekspor Luar Negeri Barang dan Jasa merupakan komponen dengan sumber pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 8,58 persen, diikuti Konsumsi Rumah Tangga sebesar 2,95 persen; sedangkan komponen Impor Luar Negeri Barang dan Jasa sebesar 1,96 persen.
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2017 Terhadap Triwulan IV-2016 (q-to-q)
Ekonomi Sulawesi Tengah triwulan I-2017 terhadap triwulan IV-2016 (q-to-q) mengalami kontraksi sebesar 0,09 persen. Hal ini terutama disebabkan oleh kontraksi yang terjadi di komponen PMTB. Komponen PMTB mengalami kontraksi terbesar yaitu -16,44 persen diikuti Konsumsi Pemerintah, Ekspor Luar Negeri Barang dan Jasa dan Perubahan Inventori yang mengalami kontraksi sebesar -10,10 persen, -0,61 persen dan -0,89 persen. Tingginya kontraksi komponen PMTB disebabkan oleh Penanaman Modal Asing (PMA) yang mengalami kontraksi sebesar 21,33 persen,
Grafik 6. Pertumbuhan PDRB q to q
Beberapa Komponen Triwulan I-2015 – Triwulan I-2017
PDRB
PKP
Grafik 7. Sumber Pertumbuhan PDRB Menurut Pengeluaran (q to q) 4,24 -3,01 8,95 -2,37 3,25 -7,27 -1,73 0,69 -1,23 -0,32 0,90 -0,54 -0,19 1,83 -0,09
Triw I-2016 Triw IV-2016 Triw I-2017
Lainnya PMTB PKP Ekspor Laju
Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah triwulan I-2017 (q-to-q), maka Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto merupakan komponen dengan sumber kontraksi tertinggi, yakni sebesar -7,27 persen, diikuti komponen Konsumsi Pemerintah sebesar -1,23 persen; sedangkan Impor Luar Negeri Barang dan Jasa
merupakan komponen dengan sumber
pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 0,26 persen.
Tabel 1
PDRB Menurut Lapangan Usaha
Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2010 (milyar rupiah)
Lapangan Usaha
Harga Berlaku Harga Konstan 2010
Triw I-2016 Triw IV-2016 Triw I-2017 Triw I-2016 Triw IV-2016 Triw I-2017
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 8.728 9.179 9.438 6.666 6.886 6.992
B Pertambangan dan Penggalian 3.308 3.651 3.680 2.929 3.123 3.109
C Industri Pengolahan 3.369 3.619 3.731 2.616 2.742 2.776
D Pengadaan Listrik dan Gas 8 10 10 10 11 11
E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang 40 42 43 30 31 31
F Konstruksi 3.839 3.911 3.937 2.600 2.590 2.587
G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 2.681 2.840 2.819 2.044 2.115 2.077
H Transportasi dan Pergudangan 1.136 1.195 1.199 855 889 884
I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 155 165 168 113 119 120
J Informasi dan Komunikasi 937 975 992 860 879 883
K Jasa Keuangan dan Asuransi 655 784 760 483 562 539
L Real Estat 546 588 595 423 448 448
M,N Jasa Perusahaan 76 80 80 55 57 57
O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 1.775 1.914 1.872 1.232 1.318 1.290
P Jasa Pendidikan 1.155 1.192 1.202 830 840 848
Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 396 423 434 293 308 316
R,S,T,U Jasa Lainnya 261 283 285 179 187 188
Tabel 2
Laju dan Sumber Pertumbuhan PDRB Menurut Lapangan Usaha Tahun Dasar 2010 (persen) Lapangan Usaha Triw I- 2017 terhadap Triw I-2016 (y on y) Triw I-2017 terhadap Triw IV-2016 (q to q) Sumber Pertumbuhan Triw I-2017 (y on y) Sumber Pertumbuhan Triw I-2017 (q to q) (1) (2) (3) (4)
A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 3.85 0.53 1,16 0.16
B Pertambangan dan Penggalian 6.14 -0.45 0,81 -0.06
C Industri Pengolahan 6.13 1.22 0,72 0.15
D Pengadaan Listrik dan Gas 11.71 -0.13 0,01 0.00
E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang 5.37 1.24 0,01 0.00
F Konstruksi -0.50 -0.10 -0,06 -0.01
G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 1.62 -1,78 0,15 -0.16 H Transportasi dan Pergudangan 3.45 -0.57 0,13 -0.02 I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 5.43 0.40 0,03 0.00
J Informasi dan Komunikasi 2.65 0.41 0,10 0.02
K Jasa Keuangan dan Asuransi 11.49 -4.13 0,25 -0.10
L Real Estat 5.93 -0.09 0,11 0.00
M,N Jasa Perusahaan 4.30 0.10 0,01 0.00
O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 4.76 -2.10 0,26 -0.12
P Jasa Pendidikan 2.11 0.89 0,08 0.03
Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 7.63 2.58 0,10 0.03
R,S,T,U Jasa Lainnya 4.77 0.02 0,04 0.00
Tabel 3
Struktur PDRB Menurut Lapangan Usaha Tahun 2016, Triwulan I-2016, Triwulan IV-2016, dan Triwulan I-2017
(persen)
Lapangan Usaha 2016 2016 Triw I-2017
Triw I Triw IV
(1) (3) (4) (5) (6)
A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 29.56 30.03 29.75 30.21 B Pertambangan dan Penggalian 11.83 11.38 11.84 11.78
C Industri Pengolahan 11.87 11.59 11.73 11.94
D Pengadaan Listrik dan Gas 0.03 0.03 0.03 0.03 E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang 0.14 0.14 0.14 0.14
F Konstruksi 12.87 13.21 12.68 12.60
G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 9.16 9.22 9.20 9.02 H Transportasi dan Pergudangan 3.88 3.91 3.87 3.84 I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 0.53 0.53 0.53 0.54
J Informasi dan Komunikasi 3.18 3.23 3.16 3.18
K Jasa Keuangan dan Asuransi 2.37 2.25 2.54 2.43
L Real Estat 1.86 1.88 1.91 1.90
M,N Jasa Perusahaan 0.26 0.26 0.26 0.26
O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 6.25 6.11 6.20 5.99
P Jasa Pendidikan 3.95 3.98 3.86 3.85
Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 1.36 1.36 1.37 1.39
R,S,T,U Jasa Lainnya 0.91 0.90 0.92 0.91
Tabel 4. PDRB menurut Pengeluaran Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2010 (Juta Rupiah)
Lapangan Usaha Harga Berlaku Harga Konstan 2010 = 100 Triw i-2016 Triw IV-2016 Triw I-2017 Triw i-2016 Triw IV-2016 Triw I-2017
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (5)
1 Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 14.794 15.825 15.932 10.793 11.404 11.450
2 Pengeluaran Konsumsi LNPRT 515 560 577 371 402 410
3 Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 3.757 4.276 3.849 2.543 2.803 2.520 4 Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto 12.648 14.783 12.420 8.826 10.212 8.533
5 Perubahan Inventori 852 1.130 1.031 683 821 814
6 Ekspor Luar Negeri Barang dan Jasa 3.506 6.387 6.358 2.788 4.819 4.789 7 Dikurangi Impor Luar Negeri Barang dan Jasa 1.010 1.816 1.935 535 910 970 8 Net Ekspor Antar Daerah -5.997 -10.296 -6.986 -3.251 -6.444 -4.460 PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO 29.065 30.850 31.245 22.218 23.107 23.086
Tabel 5. Laju Pertumbuhan PDRB Menurut Pengeluaran (Persen)
Komponen Terhadap Triw Triw I- 2017 IV-2016 Triw I-2017 terhadap Triw I-2016 Sumber Pertumbuhan Triw I-2017 (Q to Q) Sumber Pertumbuhan Triw I-2017 (Y on Y) (1) (2) (3) (4) (5)
1 Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 0,40 6,08 0,20 2,95
2 Pengeluaran Konsumsi LNPRT 2,03 10,58 0,04 0,18
3 Pengeluaran Konsumsi Pemerintah -10,10 -0,90 -1,23 -0,10 4 Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto -16,44 -3,32 -7,27 -1,32
5 Perubahan Inventori -0,89 19,20 -0,03 0,59
6 Ekspor Luar Negeri Barang dan Jasa -0,61 71,76 -0,13 9,01 7 Dikurangi Impor Luar Negeri Barang dan Jasa 6,54 81,34 0,26 1,96
8 Net Ekspor Antar Daerah -30,80 37,16 8,59 -5,44
Tabel 6. Struktur PDRB Menurut Pengeluaran Tahun 2016-2017 (Persen)
Komponen 2016 2016 Triw I-2017
Triw I Triw IV
(1) (2) (3) (4) (5)
1 Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 50,71 50,90 51,30 50,99
2 Pengeluaran Konsumsi LNPRT 1,79 1,77 1,82 1,85
3 Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 13,38 12,93 13,86 12,32
4 Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto 44,71 43,52 47,92 39,75
5 Perubahan Inventori 3,35 2,93 3,66 3,30
.6 Ekspor Luar Negeri Barang dan Jasa 18,43 12,06 20,70 20,35 7 Dikurangi Impor Luar Negeri Barang dan Jasa 5,27 3,48 5,89 6,19
8 Net Ekspor Antar Daerah -27,10 -20,63 -33,37 -22,36