• Tidak ada hasil yang ditemukan

!"#2 JANUARI. Membesarkan Anak yang Bertimbang Rasa dalam Dunia yang Egois

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "!"#2 JANUARI. Membesarkan Anak yang Bertimbang Rasa dalam Dunia yang Egois"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

!"#2

J A N U A R I 2 0 1 3

Membesarkan

Anak yang Bertimbang Rasa

dalam Dunia yang Egois

(2)

Maukah Anda mendapatkan lebih banyak informasi atau belajar Alkitab gratis di rumah? Kunjungiwww.jw.org/idatau kirim permintaan Anda ke alamat di bawah ini.

SAKSI-SAKSI YEHUWA: AMERIKA SERIKAT: 25 Columbia Heights, Brooklyn, NY 11201-2483. HONGKONG: 4 Kent Road, Kowloon Tong, Kowloon. Untuk daftar alamat di negara lain, lihat www.jw.org/hubungi-kami.

Publikasi ini tidak diperjualbelikan, dan disediakan sebagai bagian dari pekerjaan pendidikan Alkitab sedunia yang didukung sumbangan sukarela. Kecuali disebutkan sumbernya, semua kutipan ayat diambil dari Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru.

Awake! (ISSN 0005-237X) is published monthly by Watchtower Bible and Tract Society of New York, Inc.; L. Weaver, Jr., President; G. F. Simonis, Secretary-Treasurer; 25 Columbia Heights, Brooklyn, NY 11201-2483, and in Indonesia by Saksi-Saksi Yehuwa Indonesia, PO Box 2105, Jakarta 10001. Periodicals Postage Paid at Brooklyn, N.Y., and at additional mailing offices.

POSTMASTER: Send address changes to Awake! 1000 Red Mills Road, Wallkill, NY 12589-3299. 5 2013 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania. Hak cipta dilindungi. Printed in Japan.

!"#2

DA L A M T E R B I TA N I N I

TO P I K U T A M A

Membesarkan Anak yang

Bertimbang Rasa dalam

Dunia yang Egois

HALAMAN 8-11

3 MENGAMATI DUNIA

4 BANTUAN UNTUK KELUARGA

Cara Berkomunikasi dengan Anak Remaja Anda

6 WAWANCARA

Seorang Ahli Biokimia Menjelaskan Imannya 12 NEGERI DAN BANGSA

Jalan-Jalan ke Kamerun 14 PANDANGAN ALKITAB

Firdaus

16 APAKAH INI DIRANCANG?

Sistem Navigasi Biru-Laut Ekor-Blorok

s

BAC A DI INTERNET

www.jw.org /id

K A U M M U D A

KAUM MUDA BERTANYA . . . BAGAIMANA AKU MENGHADAPI PELECEHAN SEKSUAL?

”Waktu SMP,” kata Coretta, ”anak cowok suka tarik-tarik tali bra-ku dan ngomong hal yang tidak sopan —seperti betapa enaknya kalau berhubungan seks dengan mereka.” Apa yang akan kamu lakukan dalam situasi seperti itu? Pelecehan seksual kemungkinan besar bisa dihentikan kalau kamu tahu cara

menghadapinya!

A N A K - A N A K

PERMAINAN DENGAN GAMBAR Unduh dan cetak gambarnya. Bersama anak-anak Anda, lengkapi gambarnya. Bantu mereka meningkatkan pengetahuan mereka tentang tokoh dan prinsip moral Alkitab.

Vol. 94, No. 1 / Monthly / INDONESIAN Cetakan Tiap Terbitan: 43.524.000 dalam 98 Bahasa

r

(3)

M E N G A M A T I D U N I A

TELUK MEKSIKO

Setelah kecelakaan di sebuah anjungan mi-nyak pada April 2010, sejumlah besar mimi-nyak dan gas tumpah ke laut selama hampir tiga bulan. Penelitian oleh sebuah tim periset men-dapati bahwa dua setengah bulan kemudian, sebagian polutan sudah menghilang karena, menurut kesimpulan mereka, dilahap oleh bakteri yang doyan metana. Namun, beberapa pakar meragukannya. Mereka percaya bahwa kebanyakan minyak itu sudah tenggelam ke dasar laut.

PERU

Beberapa tongkol jagung ter-tua yang ditemukan (seperti gambar di atas) menunjukkan bahwa penduduk Peru bagian utara sudah membuat beron-dong jagung dan tepung jagung setidaknya 3.000 tahun lalu.

RUSIA

Menurut sebuah survei, 59 persen orang Rusia berumur 18 sampai 35 ta-hun percaya bahwa ”agar bisa sukses dalam kehidupan, kadang Anda ha-rus melawan standar dan prinsip moral Anda”, lapor surat kabar Rossiiskaya

Gazeta.

ITALIA

Lucio Soravito De Fran-ceschi, uskup Katolik di Adria-Rovigo, percaya bah-wa berita keagamaan sebaiknya ”disampaikan langsung kepada setiap orang” di tempat tinggal mereka. ”Pelayanan pasto-ral kita hendaknya bepasto-ralih dari membunyikan bel ge-reja ke membunyikan bel rumah,” katanya.

AFRIKA SELATAN

Harga pasar gelap cula badak untuk keperluan medis telah meningkat hingga mencapai 65.000 dolar AS per kilogram. Pada 2011, di Afrika Selatan saja, tercatat ada 448 badak yang dibantai oleh pemburu gelap. Museum dan balai lelang di Eropa telah dibobol oleh geng-geng yang ingin mendapat cula itu. Bahkan badak di kebun binatang Eropa juga terancam.

Pho to b y John K epsimelis, U .S C oa st ;m id d le : C o u rt e s y S T R I;b o tt o m : k ee/ A la m y

(4)

MENGAPA ITU TERJADI

Upaya mendapatkan kebebasan. Untuk menjadi orang de-wasa yang bertanggung jawab, anak remaja Anda harus, iba-ratnya, pindah secara bertahap dari kursi penumpang ke kursi pengendara dan belajar berkendara di jalan kehidupan yang berbahaya. Tentu, beberapa remaja menginginkan lebih banyak kebebasan daripada seharusnya; sebaliknya, bebera-pa orang tua memberikan lebih sedikit kebebasan daribebera-pada yang bisa mereka berikan. Tarik-tarikan yang bisa timbul dari situasi tersebut dapat sangat mengalutkan orang tua dan anak remaja. ”Orang tuaku suka atur-atur hidupku,” keluh Ben yang berusia 16 tahun.1 ”Kalau sampai umur 18 aku enggak dapat lebih banyak kebebasan, aku akan pergi dari rumah!”

Cara berpikir abstrak. Anak kecil cenderung berpikir kon-kret, hitam atau putih, tetapi banyak remaja bisa melihat da-erah abu-abu dari suatu persoalan. Ini adalah aspek penting berpikir abstrak, dan itu membantu remaja mengembang-kan penilaian yang baik. Perhatimengembang-kan sebuah contoh: Bagi anak-anak, konsep keadilan tampaknya sederhana, ’Mama bagi dua kuenya, satu untukku dan satu untuk kakakku.’ Dalam kasus ini, keadilan hanya sebatas rumus matemati-ka. Namun, anak remaja sadar bahwa konsepnya tidak se-sederhana itu. Apalagi, perlakuan yang adil tidak selalu berar-ti sama rata, dan perlakuan yang sama rata berar-tidak selalu adil. Cara berpikir abstrak membuat anak remaja Anda bisa bergulat dengan persoalan yang rumit seperti itu. Sisi kurang baiknya? Itu juga bisa membuat ia ”bergulat” dengan Anda.

1 Nama-nama dalam artikel ini telah diubah.

B A N T U A N U N T U K K E L U A R G A  M E N JA D I O R A N G T UA

Cara

Berkomunikasi

dengan Anak

Remaja Anda

TANTANGANNYA

Sewaktu kecil, ia bercerita tentang apa saja kepada Anda. Sewaktu remaja, ia ti-dak melakukannya lagi. Keti-ka Anda mencoba memulai percakapan, ia hanya menja-wab sepotong-sepotong atau menyulut perdebatan yang mengubah rumah Anda men-jadi medan perang.

Anda bisa belajar untuk berbicara dengan anak rema-ja Anda. Namun, pertama-tama, perhatikan dua faktor yang bisa turut menimbulkan tantangan tersebut.

(5)

YANG BISA ANDA LAKUKAN

Jika mungkin, adakan obrolan santai. Manfaatkanlah waktu-waktu senggang. Misalnya, ada orang tua yang men-dapati bahwa remaja lebih mau terbuka saat mengerjakan tu-gas rumah atau saat dalam perjalanan dengan mobil, sewak-tu mereka bersisian dengan orang sewak-tua, bukan berhadapan.

—Prinsip Alkitab: Ulangan 6:6, 7.

Singkat saja. Anda tidak perlu mempersoalkan setiap masa-lah dengan sengit. Sebaliknya, utarakan maksud Anda . . . lalu berhentilah. Kebanyakan dari kata-kata Anda akan ”dide-ngar” oleh anak remaja Anda belakangan, sewaktu ia sendiri-an dsendiri-an bisa merenungksendiri-an kata-kata Anda. Beri ia kesempat-an untuk melakukkesempat-annya.—Prinsip Alkitab: Amsal 1:1-4. Dengarkan—dan bersikaplah lentuk. Dengarkan baik-baik —tanpa menyela—agar Anda bisa melihat problemnya secara keseluruhan. Sewaktu menjawab, bersikaplah masuk akal. Jika Anda dengan kaku berpegang pada peraturan, anak re-maja Anda akan tergoda untuk mencari cara agar bisa me-langgar peraturan tanpa ketahuan. ”Di saat seperti itulah anak-anak hidup bermuka dua,” kata buku Staying

Connect-ed to Your Teenager. ”Di depan orang tua, mereka

mengata-kan hal-hal yang diinginmengata-kan orang tua, dan sewaktu tidak di-lihat orang tua, mereka berbuat semaunya.”—Prinsip Alkitab:

Filipi 4:5.

Tetaplah tenang. ”Waktu kami beda pendapat, mamaku ter-singgung sama semua omonganku,” kata remaja bernama Kari. ”Aku jadi kesal, terus obrolan kami berubah jadi perang mulut.” Alih-alih bereaksi berlebihan, katakan sesuatu yang mencerminkan perasaan anak remaja Anda. Misalnya, ketim-bang berkata, ”Itu tidak usah dipikirkan!” katakanlah, ”Papa (atau Mama) tahu ini sangat mengganggumu.”—Prinsip

Alki-tab: Amsal 10:19.

Sebisa mungkin, tuntunlah anak Anda, jangan mendikte-nya. Keterampilan anak remaja Anda untuk berpikir abstrak ibarat otot yang perlu dikembangkan. Jadi, sewaktu ia meng-hadapi dilema, biarkan ia ”berlatih” sendiri. Seraya Anda membahas persoalannya, beri ia kesempatan untuk mene-mukan solusi sendiri. Lalu, setelah kalian membahas bebera-pa pilihan, Anda bisa berkata, ”Ini beberabebera-pa pilihannya. Pikir-kan dulu selama sehari atau dua hari, nanti kita bisa ngobrol lagi tentang solusi yang kamu suka dan alasannya.”—Prinsip

Alkitab: Ibrani 5:14.˛

A Y A T - A Y A T K U N C I

”Cepat mendengar, lambat berbi-cara, lambat murka.”—Yakobus 1:19.

”Jawaban yang lemah lembut menjauhkan kemurkaan.” —Amsal 15:1.

”Janganlah membuat anak-anakmu kesal, tetapi teruslah besarkan mereka dengan disip-lin dan pengaturan-mental dari Yehuwa.”—Efesus 6:4.

U N T U K R E M A J A

Apakah kamu mau orang tua memberimu lebih banyak kebe-basan? Apakah kamu ingin me-reka benar-benar memahamimu? Kamu bisa memudahkan mereka untuk melakukan keduanya! Ba-gaimana? Jangan segan menceri-takan apa yang kamu alami. Ber-bicaralah secara terbuka. Kalau kamu menahan diri, mereka ti-dak bisa sepenuhnya memerca-yaimu—dan kepercayaan adalah kunci untuk mendapatkan lebih banyak kebebasan.

Intinya, jangan biarkan orang tuamu saja yang berkomunikasi. Lakukan bagianmu. Beri tahu orang tuamu tentang kegiatan-mu. Tanya mereka tentang ke-giatan mereka. Kalau kamu ada keluhan, belajarlah caranya mengungkapkan itu dengan pe-nuh respek. Keterampilan berko-munikasi bakal kamu perlukan pada waktu dewasa. Cobalah untuk mempelajarinya dari sekarang.

(6)

Bagaimana latar belakang Anda?

Ayah saya pembuat sepatu, dan ibu saya buruh tani. Tapi, saya ingin menjadi ilmuwan. Bunga, burung, dan serangga yang in-dah di sekitar rumah saya mem-buat saya terpesona. Menurut saya, semua itu hasil dari hikmat adimanusiawi.

Jadi, Anda selalu percaya akan Pencipta?

Tidak. Malah, saya mulai ragu akan Allah saat saya masih kecil. Ayah saya meninggal mendadak karena serangan jantung, dan

saya bertanya-tanya, ’Mengapa Pencipta dari begitu banyak kein-dahan membiarkan penderitaan dan kematian?’

Apakah sains yang Anda pelajari membantu Anda menemukan jawaban? Awalnya tidak. Sewaktu menjadi biolog molekuler, saya mulai meneliti kematian—kemati-an normal dkematian—kemati-an terprogram dari sel-sel yang membentuk tubuh kita. Ini sangat berbeda dengan kematian sel yang tak terken-dali yang mengakibatkan ra-dang dan gangren. Sampai

bebe-rapa tahun lalu, para ilmuwan tidak terlalu memerhatikan pro-ses ini, meski itu vital untuk ke-sehatan kita.

Mengapa kematian sel terprogram ini vital?

Tubuh kita terbentuk dari trili-unan sel mikroskopis. Semua sel itu harus mati dan digantikan. Tiap jenis sel punya jangka hi-dup masing-masing; ada yang berganti setiap beberapa ming-gu, dan yang lain setiap bebera-pa tahun. Sistem kematian sel terprogram dalam tubuh kita ha-rus benar-benar terkendali untuk mempertahankan keseimbang-an ykeseimbang-ang rumit keseimbang-antara kematikeseimbang-an dan pembentukan sel.

W A W A N C A R A  P A O L A C H I O Z Z I

Seorang Ahli Biokimia Menjelaskan Imannya

Selama lebih dari 20 tahun, Dr. Paola Chiozzi

bekerja sebagai biolog molekuler di University

of Ferrara di Italia. Sedarlah! menanyainya

tentang sains yang ia geluti dan imannya.

(7)

Bagaimana kalau ada kesalahan?

Beberapa penelitian menunjuk-kan bahwa jika sel-sel tidak mati pada waktunya, itu bisa meng-akibatkan artritis rematoid atau kanker. Sebaliknya, jika sel-sel mati sebelum mereka seharus-nya mati, itu bisa menyebabkan penyakit Parkinson atau Alzhei-mer. Riset saya berkaitan de-ngan menemukan cara untuk menyembuhkan penyakit-penya-kit ini.

Bagaimana penelitian Anda tentang kematian sel meme-ngaruhi Anda?

Terus terang, itu membuat saya bingung. Proses yang luar biasa ini jelas-jelas dirancang oleh pri-badi yang ingin agar kita sehat. Jadi, saya masih bertanya,

Meng-apa orang menderita dan mati?

Saya tidak bisa menemukan jawabannya.

Tapi Anda yakin bahwa ada yang merancang sistem kema-tian sel terprogram.

Ya. Kerumitan seluruh proses-nya tak terbayangkan, namun ke-eleganannya menunjukkan hik-mat yang unggul. Saya percaya itu hikmat Allah. Saya mengguna-kan mikroskop canggih untuk meneliti banyak mekanisme kompleks yang mengendalikan proses itu. Beberapa mekanisme bisa memicu proses penghancur-an hpenghancur-anya dalam hitungpenghancur-an detik. Sel-sel berperan dalam meng-hancurkan dirinya sendiri. Pro-sesnya dirancang dengan sangat baik sehingga benar-benar me-nakjubkan.

Anda punya pertanyaan ten-tang Allah dan penderitaan. Bagaimana Anda menemukan jawaban?

Dua Saksi Yehuwa berkunjung ke rumah saya pada 1991, dan saya tanya kepada mereka mengapa kita mati. Mereka menunjukkan jawaban Alkitab, ”Dosa masuk ke dalam dunia melalui satu orang dan kemati-an, melalui dosa.” (Roma 5:12) Kalau saja manusia pertama ti-dak memberontak terhadap Allah, ia akan hidup selamanya. Saya langsung sadar bahwa ini selaras dengan apa yang saya dapatkan dari riset saya. Malah, jelas bagi saya bahwa Allah tidak bermaksud agar manusia mati. Karena hampir semua sel kita diganti secara teratur, kehidupan abadi tidaklah mustahil.

Apa yang meyakinkan Anda bahwa Alkitab adalah Firman Allah?

Saya baca apa yang Alkitab kata-kan tentang Allah di Mazmur 139:16, ”Matamu melihat bah-kan ketika aku masih embrio, dan semua bagiannya tertulis da-lam bukumu.” Sebagai ahli bio-kimia, saya mempelajari infor-masi genetis yang tertulis dalam sel-sel kita. Bagaimana sang pe-mazmur bisa tahu mengenai hal itu? Semakin banyak saya bel-ajar dari Alkitab, semakin saya yakin bahwa Alkitab diilhamkan Allah.

Bagaimana Anda dibantu untuk memahami apa yang Alkitab ajarkan?

Seorang Saksi Yehuwa mena-warkan pelajaran Alkitab kepada saya. Akhirnya, saya tahu meng-apa Allah membiarkan penderita-an. Saya juga belajar bahwa, se-perti yang dinyatakan Alkitab, Allah bermaksud ”menelan kema-tian untuk selama-lamanya”. (Yesa-ya 25:8) Mudah saja bagi Pencipta kita untuk membuat sistem tubuh kita yang menakjubkan bekerja dengan sempurna agar kita bisa menikmati kehidupan tanpa akhir. Bagaimana Anda mengguna-kan pengetahuan Anda amengguna-kan Alkitab untuk membantu orang lain?

Saya menjadi Saksi Yehuwa pada 1995, dan sejak itu saya menggu-nakan setiap kesempatan untuk menceritakan kepada orang lain hal-hal yang saya pelajari dari Alki-tab. Misalnya, seorang kolega saya sangat terpukul sewaktu adik lelakinya bunuh diri. Gerejanya mengajarkan bahwa Allah tidak pernah mengampuni orang yang bunuh diri. Tapi saya menunjuk-kan bagaimana Alkitab memberi-kan harapan kebangkitan. (Yoha-nes 5:28, 29) Ia sangat terhibur karena tahu bahwa Sang Pencipta memedulikan kita. Di saat-saat se-perti itu, saya merasa bahwa men-ceritakan kebenaran Alkitab kepa-da orang lain menkepa-datangkan lebih banyak kepuasan daripada sains itu sendiri!˛

Karena hampir semua sel kita

diganti secara teratur, kehidupan

abadi tidaklah mustahil

(8)

S

ETIAP hari menghadirkan banyak kesem-patan bagi orang-orang untuk berbuat baik kepada orang lain. Namun, banyak orang tam-paknya hanya memikirkan diri sendiri. Anda melihat buktinya di mana-mana—dari perbuat-an curperbuat-ang mereka yperbuat-ang tidak tahu malu hing-ga cara menyetir mereka yang agresif, dari bahasa kasar mereka hingga temperamen mereka yang meledak-ledak.

Mentalitas aku-dulu juga ada dalam banyak keluarga. Misalnya, beberapa suami istri ber-cerai hanya karena salah satu merasa ”layak mendapat yang lebih baik”. Bahkan, ada orang tua yang tanpa sengaja menanamkan benih semangat aku-dulu. Bagaimana? De-ngan menuruti segala kemauan anak mereka, dan enggan menjalankan disiplin apa pun.

Kontrasnya, ada banyak orang tua yang melatih anak-anak mereka untuk

mendahulu-kan kepentingan orang lain, dan mendapat manfaat yang besar. Anak-anak yang bertim-bang rasa lebih besar kemungkinannya untuk mendapat teman dan menikmati hubungan yang langgeng. Mereka juga punya kemung-kinan lebih besar untuk merasa puas. Meng-apa? Karena, seperti yang Alkitab katakan, ”lebih bahagia memberi daripada menerima”. —Kisah 20:35.

Jika Anda orang tua, bagaimana Anda bisa membantu anak Anda untuk menuai manfaat dari bersikap baik hati dan untuk menjaga diri agar tidak dicemari oleh budaya mementingkan diri yang ada di sekeliling me-reka? Perhatikan tiga perangkap yang bisa memunculkan semangat aku-dulu dalam diri anak-anak Anda, dan cermatilah bagaimana Anda bisa menghindari perangkap-perangkap tersebut. TO P I K U T A M A

Membesarkan

Anak yang Bertimbang Rasa

dalam Dunia yang Egois

(9)

1 Terlalu Banyak Memuji

Problemnya. Para periset memerhatikan tren yang meresahkan ini: Banyak orang muda memasuki dunia kerja dengan si-kap sok hebat yang terang-terangan—meng-harapkan kesuksesan, padahal baru sedikit, atau sama sekali tidak, berupaya menca-painya. Ada yang berkhayal bahwa mere-ka amere-kan segera dipromosimere-kan, bahmere-kan tanpa perlu menguasai profesi mereka. Yang lain yakin bahwa mereka istimewa dan layak di-perlakukan demikian—lalu mereka tertekan saat menyadari bahwa dunia tidak meman-dang mereka seperti itu.

Penyebabnya. Kadang, sikap seperti itu berkaitan dengan cara seseorang di-besarkan. Misalnya, beberapa orang tua sangat dipengaruhi oleh gerakan-harga-diri yang telah menjadi populer beberapa de-kade belakangan. Prinsip dasarnya tam-pak masuk akal: Jika sedikit pujian bagus bagi anak-anak, banyak pujian lebih ba-gus lagi. Di sisi lain, gagasan itu menunjuk-kan bahwa ketidaksenangan apa pun yang ditunjukkan kepada anak-anak hanya akan membuat mereka kecil hati. Dan, dalam du-nia yang punya misi membangun harga diri, ini dianggap sebagai tipe pengasuhan yang tidak becus. Anak-anak tidak boleh di-buat merasa tidak enak dengan diri sendiri —atau begitulah yang diberitahukan kepada para orang tua.

Maka, banyak ayah dan ibu mulai mem-banjiri anak-anak mereka dengan pujian, bahkan meski anak-anak itu tidak melaku-kan sesuatu yang layak dipuji. Tiap prestasi, tidak soal seberapa kecil, akan dirayakan; tiap kesalahan, tidak soal seberapa besar, akan diabaikan. Para orang tua itu percaya bahwa kunci untuk membangun harga diri adalah dengan mengabaikan hal buruk dan memuji hal-hal lainnya. Membuat anak-anak merasa bangga dengan diri sendiri menjadi lebih penting daripada mengajar mereka un-tuk mengupayakan hal-hal yang benar-benar bisa mereka banggakan.

Apa kata Alkitab. Alkitab mengakui bah-wa pujian patut apabila seseorang pantas

mendapatkannya. (Matius 25:19-21) Tetapi,

memuji anak-anak hanya untuk membuat mereka bangga bisa mengakibatkan reka mengembangkan pandangan yang me-nyimpang tentang diri sendiri. Alkitab de-ngan tepat menyatakan, ”Jika seseorang berpikir bahwa ia penting padahal ia bukan apa-apa, ia menipu pikirannya sendiri.” (Ga-latia 6:3) Untuk alasan yang tepat, Alkitab memberi tahu orang tua, ”Janganlah segan menegur seorang anak muda.”1—Amsal 23: 13, Kitab Suci Komunitas Kristiani.

Yang bisa Anda lakukan. Tetapkan tujuan untuk menegur bila dibutuhkan dan memuji bila memang pantas. Jangan memuji hanya untuk membuat anak Anda bangga akan di-rinya. Kemungkinan besar, itu tidak akan berhasil. ”Kepercayaan diri yang sejati diha-silkan dari meningkatkan kemampuan seca-ra bertahap dan mempelajari berbagai hal,” kata buku Generation Me, ”bukan karena di-beri tahu bahwa Anda hebat cuma karena Anda eksis.”

1 Alkitab tidak mendukung penganiayaan fisik atau emosi terhadap anak-anak. (Efesus 4:29, 31; 6:4) Teguran bertujuan untuk mengajar, bukan menjadi sarana pelam-piasan kemarahan orang tua.

”Janganlah merasa diri lebih tinggi dari

yang sebenarnya. Hendaknya kalian

menilai keadaan dirimu dengan rendah hati.”

(10)

2 Terlalu Melindungi

Problemnya. Banyak orang muda yang masuk ke dunia kerja tampaknya tidak siap menghadapi kesulitan. Ada yang terpu-ruk gara-gara sedikit kritikan. Yang lain sulit untuk disenangkan dan hanya mau mene-rima pekerjaan yang memenuhi ekspek-tasi tertingginya. Misalnya, dalam buku

Es-caping the Endless Adolescence, Dr. Joseph

Allen menceritakan tentang seorang pemu-da yang berkata kepapemu-danya saat wawanca-ra kerja, ”Saya wawanca-rasa kadang bebewawanca-rapa bagi-an pekerjabagi-an bisa membosbagi-ankbagi-an, dbagi-an saya tidak mau bosan.” Dr. Allen menulis, ”Ia sepertinya tidak paham bahwa semua pe-kerjaan punya bagian yang membosankan. Bagaimana ia bisa bertumbuh sampai usia dua puluh tiga tahun tanpa mengetahui hal itu?”

Penyebabnya. Beberapa dekade terakhir ini, banyak orang tua merasa wajib me-lindungi anak-anak mereka dari segala jenis kesulitan. Putri Anda mendapat nilai ujian yang jelek? Anda turun tangan dan menun-tut gurunya menaikkan nilainya. Putra Anda ditilang? Anda yang membayar dendanya. Anak Anda putus cinta? Anda melempar se-mua kesalahan pada pihak satunya.

Keinginan untuk melindungi anak-anak Anda itu wajar, namun melindungi mereka secara berlebihan bisa menyampaikan pe-san yang salah—mereka tidak perlu bertang-gung jawab atas tindakan mereka. ”Alih-alih belajar bahwa mereka bisa bertahan mele-wati kepedihan dan kekecewaan, dan bahkan mengambil hikmahnya,” kata buku Positive

Discipline for Teenagers, ”anak-anak [seperti

itu] bertumbuh menjadi anak yang sangat egois, yakin bahwa dunia ini dan orang tua mereka punya kewajiban untuk mendukung mereka.”

Apa kata Alkitab. Kesulitan adalah bagian dari hidup. Malah, Alkitab berkata, ”Kejadian yang tidak terduga menimpa [kita] semua.” (Pengkhotbah 9:11) Itu mencakup orang-orang yang baik. Rasul Kristen Paulus, misal-nya, bertekun menghadapi segala macam kesulitan selama menginjil. Namun, mengha-dapi kesulitan membawa manfaat baginya! Ia menulis, ”Aku telah belajar untuk merasa cu-kup, dalam keadaan apa pun aku berada. . . . Aku telah mengetahui rahasianya, dalam hal kenyang maupun lapar, memiliki kelimpahan maupun menderita kekurangan.”—Filipi 4: 11, 12.

Yang bisa Anda lakukan. Dengan memper-timbangkan tingkat kedewasaan anak-anak Anda, berupayalah untuk mengikuti prinsip Al-kitab, ”Masing-masing orang harus memikul tanggung jawabnya sendiri.” (Galatia 6:5,

BIMK) Jika putra Anda ditilang, mungkin yang

paling baik adalah membiarkannya memba-yar dendanya sendiri dari uang jajan atau ga-jinya. Jika putri Anda mendapat nilai jelek da-lam ujian, barangkali itu adalah pengingat baginya untuk mempersiapkan diri dengan lebih baik pada ujian berikutnya. Jika putra Anda putus cinta, hibur dia—tetapi pada saat yang cocok bantu dia untuk merenungkan pertanyaan seperti, ’Kalau diingat-ingat dari pengalaman ini, adakah hal-hal yang perlu aku kembangkan?’ Anak-anak yang berupa-ya mengatasi problem mereka membangun ketangguhan dan kepercayaan diri—aset yang mungkin kurang dalam diri mereka kalau ada yang terus-menerus meloloskan mereka dari problem.

”Hendaklah masing-masing membuktikan

pekerjaannya sendiri, maka ia akan

mempunyai alasan untuk bersukaria.”

—Galatia 6:4

(11)

3 Terlalu Memanjakan dengan

Materi

Problemnya. Dalam sebuah survei pada orang muda, 81 persen mengatakan bahwa tujuan paling penting dalam generasi mere-ka adalah ’menjadi mere-kaya’—mengurutmere-kannya jauh di atas menolong orang lain. Tetapi, mati-matian mengejar kekayaan tidak akan mendatangkan kepuasan. Malah, riset me-nunjukkan bahwa orang yang berfokus pada hal-hal materi kurang bahagia dan lebih tertekan. Mereka juga mengalami problem fisik dan mental dengan tingkat yang lebih tinggi.

Penyebabnya. Dalam beberapa kasus, anak-anak dibesarkan dalam keluarga yang materialistis. ”Orang tua ingin membahagia-kan anak-anak mereka, dan anak-anak menginginkan barang,” kata buku The

Narcissism Epidemic. ”Karena itu, orang

tua membelikan mereka barang-barang. Dan anak-anak senang, tetapi hanya untuk sementara waktu. Lalu mereka mengingin-kan lebih banyak barang lagi.”

Tentu saja, industri periklanan sangat an-tusias untuk mengeksploitasi pasar konsu-men yang rakus ini. Iklan-iklan konsu- menganjur-kan gagasan seperti ’Anda layak mendapat yang terbaik’ dan ’Karena Anda begitu ber-harga’. Banyak orang muda menelan men-tah-mentah pesan itu dan sekarang ber-utang, tidak sanggup membayar hal-hal yang ”layak” mereka dapatkan itu.

Apa kata Alkitab. Alkitab mengakui bah-wa kita memerlukan uang. (Pengkhotbah 7: 12) Pada saat yang sama, Alkitab juga mem-peringatkan bahwa ”cinta akan uang adalah akar segala macam perkara yang mencela-kakan”. Alkitab menambahkan, ”Dengan memupuk cinta ini beberapa orang telah . . . menikam diri mereka dengan banyak kesakitan.” (1 Timotius 6:10) Alkitab meng-anjurkan kita, bukan untuk mengejar kekayaan materi, melainkan untuk berpuas pada kebutuhan dasar kita.—1 Timotius 6:7, 8.

Yang bisa Anda lakukan. Sebagai orang tua, periksalah pandangan Anda sendiri terhadap uang dan barang-barang yang bisa dibeli de-ngan itu. Tetapkan prioritas yang benar, dan bantu anak-anak Anda melakukan hal yang sama. The Narcissism Epidemic, yang dikutip sebelumnya, menyarankan, ”Orang tua dan anak-anak bisa memulai diskusi mengenai to-pik-topik seperti, ’Kapan saat yang tepat un-tuk membeli barang yang didiskon? Kapan saat yang tidak tepat?’ ’Apa itu suku bunga?’ ’Pernahkah kamu membeli sesuatu karena orang lain merasa kamu sebaiknya membeli-nya?’ ”

Berhati-hatilah agar tidak menggunakan ”barang” sebagai obat untuk melupakan ma-salah keluarga yang perlu diselesaikan. ”Menggunakan materi untuk mengatasi prob-lem adalah solusi yang takkan pernah ber-hasil,” kata buku The Price of Privilege. ”Prob-lem perlu diselesaikan dengan pikiran, pemahaman, dan empati, bukan dengan se-patu dan tas tangan.”˛

”Orang yang bertekad untuk menjadi kaya jatuh

dalam godaan dan jerat dan banyak keinginan

yang hampa dan menyakitkan.”

—1 Timotius 6:9

(12)

O

RANG Baka—juga dikenal sebagai orang Pigmi—ke-mungkinan besar adalah penduduk pertama Ka-merun. Lalu, pada 1500-an, tibalah orang Portugis. Beberapa ratus tahun kemudian, orang Fulani—yang beragama Islam—menaklukkan Kamerun bagian utara. Kini, 40 persen penduduk Kamerun mengaku Kristen, 20 persen Muslim, dan 40 persen sisanya menganut agama tradisional Afrika.

Orang-orang di daerah pedesaan Kamerun dikenal suka menerima tamu. Para tamu disambut dan dipersi-lakan masuk, lalu disuguhi minuman dan makanan. Menolak keramahtamahan tuan rumah dianggap seba-gai penghinaan, sedangkan menerima tawaran itu merupakan ungkapan penghargaan.

Obrolan dimulai dengan menyapa anggota keluarga dan menanyakan kabar mereka. Bahkan, sudah menja-di kebiasaan menja-di sana untuk menanyakan kabar bina-tang peliharaan! ”Sewaktu tamu pamit, tuan rumah tidak puas hanya mengucapkan, ’Da-dah’,” ujar Joseph,

N E G E R I D A N B A N G S A  K A M E R U N

Jalan-Jalan ke Kamerun

K A M E R U N

Teluk Guinea Sungai Sa naga YAOUNDE´ Sung ai Dja

(13)

penduduk asli Kamerun. ”Sering kali, tuan rumah akan menemani tamunya separuh jalan sambil mengobrol. Kemudian, ia akan mengucapkan selamat tinggal dan pulang ke rumahnya. Tamu yang tidak mendapat perla-kuan seperti ini akan merasa tidak dihargai.”

Saat makan bersama, kadang sekelompok teman akan makan dari piring yang sama—adakalanya de-ngan tade-ngan. Di Kamerun, kebiasaan ini adalah simbol yang sangat cocok untuk persatuan. Malah, kebiasaan ini kadang digunakan untuk menyatukan kembali per-sahabatan yang luntur karena beberapa alasan. Bisa di-bilang, makan bersama adalah cara untuk menyatakan bahwa mereka sekarang sudah berdamai.˛

S E K I L A S FA K TA

Populasi: Kira-kira 20 juta Ibu kota: Yaounde´ Iklim: Panas dan kering di bagian utara, lembap di daerah pesisir

Ekspor: Minyak, kakao, kopi, kapas, kayu, aluminium Bahasa:

Inggris dan Prancis, juga sekitar 270 bahasa dan dialek Afrika

Saksi-Saksi Yehuwa, penerbit majalah ini, diorganisasi dalam lebih dari 300 sidang jemaat di Kamerun dan memandu kira-kira 65.000 pelajaran Alkitab di negeri ini

Tinggi badan kebanyakan orang Pigmi dewasa berkisar antara 1,2 meter dan 1,5 meter

Kano sering terlihat di Sungai Sanaga. Layarnya dibuat dari bahan apa pun yang tersedia

Saksi-Saksi Yehuwa telah menerbitkan bacaan berdasarkan Alkitab dalam bahasa Bassa, yang digunakan di Kamerun

(14)

APA KATA ORANG Ada yang menganggap Firdaus itu cuma mitos. Yang lain percaya Firdaus itu sebuah taman utopia tempat orang-orang baik hidup selamanya dan bersama-sama melakukan kegiatan yang menyenangkan dan produktif.

APA KATA ALKITAB Kata ”firdaus” biasanya digunakan untuk memak-sudkan rumah pertama manusia, Taman Eden. (Kejadian 2:7-15) Alki-tab menggambarkan taman itu sebagai tempat yang benar-benar ada di mana pasangan manusia pertama hidup tanpa penyakit dan kema-tian. (Kejadian 1:27, 28) Karena tidak menaati Allah, mereka kehilang-an rumah firdaus mereka. Namun, bkehilang-anyak nubuat Alkitab melukiskkehilang-an masa depan kala umat manusia menikmati Firdaus yang dipulihkan. MENGAPA ITU PENTING BAGI ANDA? Jika Allah pengasih, masuk akal bahwa Ia akan mengupahi umat-Nya yang setia dengan kehi-dupan yang menyenangkan dalam tempat seperti Firdaus. Masuk akal juga bahwa Ia akan memberi tahu orang-orang tentang apa yang per-lu mereka lakukan untuk mendapat perkenan Allah. Alkitab mengata-kan bahwa Anda bisa mendapat perkenan Allah dengan terus mem-peroleh pengetahuan tentang Dia dan menaati perintah-Nya.—Yohanes 17:3; 1 Yohanes 5:3.

P A N D A N G A N A L K I T A B  F I R D A U S

F I R D A U S

Apa Firdaus itu?

”Allah Yehuwa membuat

sebuah taman di Eden, . . .

dan di sana ia menaruh

manusia yang telah

dibentuknya itu.”

—Kejadian 2:8.

(15)

APA KATA ORANG Ada yang percaya bahwa Firdaus itu di surga, se-dangkan yang lain berpendapat bahwa Firdaus akan tercipta di bumi, di masa depan.

APA KATA ALKITAB Firdaus yang mula-mula ada di bumi. Allah je-las menetapkan bumi sebagai rumah permanen bagi manusia. Alkitab mengatakan bahwa Allah membuat planet kita untuk bertahan sela-manya. (Mazmur 104:5) Alkitab juga menyatakan, ”Langit adalah mi-lik Yehuwa, tetapi bumi telah diberikannya kepada putra-putra manu-sia.”—Mazmur 115:16.

Maka, tidak mengherankan bahwa Alkitab memberikan janji ten-tang Firdaus di bumi. Di sana, Allah akan memberkati umat manu-sia dengan kehidupan abadi. Kerukunan dan kedamaian akan berja-ya. Rasa sakit dan penderitaan akan lenyap. Dan, orang-orang akan bisa sepenuhnya menikmati alam yang menakjubkan di planet bumi. —Yesaya 65:21-23.

APA KATA ORANG Banyak agama mengajarkan bahwa hanya orang baik yang akan hidup di Firdaus. Tetapi, ada banyak kesimpangsiuran soal apa yang dimaksud dengan ”baik” itu. Ada yang berpikir bahwa sekadar ikut dalam upacara agama dan doa-doa ritual sudah cukup. APA KATA ALKITAB Alkitab mengajarkan bahwa ”orang adil-benar” akan hidup di Firdaus. Tetapi, siapa yang adil-benar di mata Allah? Bukan orang yang ikut dalam ritual agamanya tetapi mengabaikan kehendak Allah. Alkitab mengatakan, ”Apakah Yehuwa senang akan persembahan bakaran dan korban sama seperti akan menaati perka-taan Yehuwa? Lihat! Menaati lebih baik daripada korban.” (1 Samuel 15:22) Singkatnya, ”orang adil-benar” yang akan hidup abadi di Firdaus adalah orang-orang yang menaati perintah Allah seperti yang diuraikan dalam Alkitab.

APA YANG DAPAT ANDA LAKUKAN Ketaatan kepada perintah-perin-tah Allah mencakup lebih dari sekadar ikut dalam upacara agama. Me-lalui tingkah laku sehari-hari, Anda bisa membuat Allah senang atau tidak senang. Anda dapat belajar untuk menyenangkan Allah dengan memeriksa Alkitab secara saksama. Dan, Ia tidak sulit disenangkan. Alkitab mengatakan bahwa ’perintah-perintah Allah tidak membebani’. (1 Yohanes 5:3) Allah sangat ingin mengupahi ketaatan Anda dengan mengizinkan Anda masuk Firdaus.˛

Di mana Firdaus itu?

”Kemah Allah ada

di tengah-tengah umat

manusia, . . . dan kematian

tidak akan ada lagi, juga

tidak akan ada lagi

perkabungan atau jeritan

atau rasa sakit.”

—Penyingkapan 21:3, 4.

Siapa yang akan hidup di Firdaus?

”Orang-orang adil-benar

akan memiliki bumi, dan

mereka akan mendiaminya

selama-lamanya.”

(16)

g13 01-IN

B

URUNG biru-laut ekor-blorok me-lakukan salah satu migrasi pa-ling mengagumkan yang diketahui manusia. Migrasi burung ini yang jauhnya 11.000 kilometer bisa me-makan waktu lebih dari delapan hari.

Pikirkan:Para periset berspeku-lasi bahwa beberapa jenis burung menggunakan medan magnet bumi untuk navigasi, seolah-olah mereka punya kompas bawaan di otak me-reka. Boleh jadi, ekor-blorok juga menentukan arah dengan bantuan matahari pada siang hari dan bin-tang pada malam hari. Selain itu, ekor-blorok tampaknya bisa mende-teksi sistem badai yang mendekat yang memungkinkannya memanfaat-kan angin buritan. Namun, bagai-mana persisnya burung ini melaku-kan migrasi yang luar biasa masih membuat para pakar terpukau. ”Su-dah 20 tahun saya meneliti mereka,” kata biolog Bob Gill, ”dan saya masih tercengang-cengang.”

Bagaimana menurut Anda? Apa-kah sistem navigasi biru-laut ekor-blorok muncul karena evolusi? Atau, apakah ini dirancang?˛

A P A K A H I N I D I R A N C A N G ?

Sistem Navigasi

Biru-Laut Ekor-Blorok

Pho to: C o u rt e sy Gr a n dp a4 50

Unduhan gratis majalah ini dan berbagai terbitan sebelumnya

Artikel dan kegiatan untuk orang tua, remaja, dan anak-anak

Alkitab online dalam kira-kira 50 bahasa

s

n

Referensi

Dokumen terkait

Disarankan kepada perusahaan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi keselamatan kerja dan membuat variasi yang baru dalam mengkomunikasikan keselamatan kerja,

Kemampuan bakteri untuk mendegradasi suatu hidrokarbon dari limbah minyak bumi berbeda-beda, karena komposisi senyawa hidrokarbon yang terdapat di dalam minyak bumi berbeda

kesejahteraan rakyat yang diantaranya meliputi aspek ekonomi dan Pendidikan oleh pemerintah dewasa ini belum menunjukan hasil sesuai yang diharapkan rakyat Indonesia

Pada suatu hari Toba pergi memancing, setelah lama menunggu Toba merasakan pancingannya ada yang menarik, dengan sekuat tenaga dia menariknya, ternyata ada seekor ikan besar

Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Lama Kerja Sebagai.. Variabel Moderating (Studi pada

Setelah mengembalikan ikan ke dalam air, petani itu bertambah terkejut, karena tiba-tiba ikan tersebut berubah menjadi seorang wanita yang sangat cantik?. “Jangan takut Pak, aku

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media flash flipbook dapat meningkatan hasil belajar siswa pada materi gerak tumbuhan kelas VIII di SMP

Penelitian dilakukan dalam tiga tahap yaitu pengambilan data primer berupa percontoh air dan nilai kecepatan dan arah arus yang dilakukan pada tanggal 7 September