RANCANGAN AKTUALISASI
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN
METODE TALKING STICK PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS IV
SEKOLAH DASAR NEGERI 06 NANGA NUAR
KECAMATAN SILAT HILIR
DISUSUN OLEH :
MARTINA SUNEK, S. Pd
19940831 202012 2 026
20
BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN
SUMBER DAYA MANUSIA KABUPATEN KAPUAS HULU
BEKERJASAMA DENGAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PROVINSI KALIMANTAN BARAT
v
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena dengan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulisan laporan aktualisasi yang berjudul “Meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA dengan menggunakan metode Talking Stick di kelas IV Sekolah Dasar Negeri 06 Nanga Nuar” dapat diselesaikan.
Penyusunan Rancangan Aktualisasi ini dapat disusun karena kontribusi banyak pihak berupa bimbingan dan motivasi sehingga pada kesempatan ini penyusun ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Bapak Fransiskus Diaan, S.H, selaku Bupati Kabupaten Kapuas Hulu`
2. Bapak H. Sarbani, S.E, M.A.P, selaku Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kapuas Hulu
3. Bapak Petrus Kusnadi, S.Sos, M.Si, selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas Hulu 4. Bapak Apio, S.Pd, selaku Kepala Sekolah Sekolah Dasar Negeri 06 Nanga Nuar
5. Bapak Abang Agusnadi, S.Pd. SD, selaku Mentor yang telah memberikan bimbingan dan dukungan
6. Bapak Surya Warsa, S.IP, M.Si selaku coach yang telah memberikan bimbingan dan motivasi 7. Panitia Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan LXXI Pemerintah Kabupaten Kapuas
Hulu Tahun 2021 yang telah memfasilitasi berlangsungnya kegiatan hingga selesai
8. Rekan - rekan peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan LXXI Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2021 yang selalu memberi semangat dan motivasi.
Penyusun berupaya agar Rancangan Aktualisasi ini dapat disusun dengan sebaik mungkin, sehingga kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat diperlukan demi kesempurnaan penyusunan Rancangan Aktualisasi ini. Semoga Rangancangan Aktualisasi ini dapat dilaksanakan sesuai rancangan.
Putussibau, Maret 2021
vi DAFTAR ISI
LEMBAR PERSETUJUAN ... ii
BERITA ACARA ... iii
LEMBAR PENGESAHAN ... iv
KATA PENGANTAR ... v
DAFTAR ISI ... vi
DAFTAR TABEL ... viii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Ruang Lingkup ... ... 2
C. Tujuan ... ... 2
D. Manfaat ... ... 3
BAB II GAMBARAN UMUM ORGANISASI ... 4
A. Keadaan Sekolah Dasar Negeri 06 Nanga Nuar ... 4
1.Profil Sekolah Dasar Negeri 06 Nanga Nuar ... 4
2.Kondisi Umum Sekolah Dasar Negeri 06 Nanga Nuar ... 4
B. Visi dan Misi Organisasi ... 6
1.Visi Sekolah Dasar 06 Nanga Nuar ... 6
2.Misi Sekolah Dasar 06 Nanga Nuar ... 6
3.Tujuan Umum Sekolah Dasar Negeri 06 Nanga Nuar ... 6
C. Nilai-Nilai Dasar Organisasi Sekolah Dasar Negeri 06 Nanga Nuar ... 7
D. Struktur Organisasi, Tugas Dan Fungsi ... 7
1.Sruktur Organisasi ... ... 7
2.Tugas Pokok dan Fungsi Guru Kelas ... 9
BAB III NILAI-NILAI DASAR, PERAN DAN KEDUDUKAN ASN DALAM NKRI ... 10
A. Nilai - Nilai PNS (ANEKA) ... ... 10
1.Akuntabilitas ... ... 10
2.Nasionalisme ... ... 11
3.Etika Publik ... ... 11
4.Komitmen Mutu ... ... 11
5.Anti Korupsi ... ... 12
B. Peran dan Kedudukan ASN dalam NKRI ... 12
vii
2.Whole Of Government (WOG) ... 12
3.Pelayanan Publik ... ... 13
BAB IV RANCANGAN AKTUALISASI ... 14
A. Identifikasi Masalah dan Gagasan Pemecahan Isu ... 14
B. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan ... 17
C. Jadwal Pelaksanaan ... ... 22
D. Pembimbingan Rancangan Aktualisasi ... 23
viii
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 : Profil Sekolah dan Guru SDN 06 Nanga Nuar ... 5
Tabel 2.2 : Data Siswa SD Negeri 06 Nanga Nuar ... 5
Tabel 2.3 : Keadaan SD Negeri 06 Nanga Nuar ... 6
Tabel 4.1 : Analisis Isu Aktual di SDN 06 Nanga Nuar ... 15
Tabel 4.2 : Analisis Faktor Penyebab Isu Utama Dengan Metode ... 16
Tabel 4.3 : Rancangan Aktualisasi dan Nilai-Nilai Dasar ASN ... 17
Tabel 4.4 : Jadwal Rancangan Aktualisasi ... 22
Tabel 4.5 : Pembimbingan Rancangan Aktualisasi (Coach) ... 23
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Didalam pelaksanaan pelatihan Dasar ini sangat penting untuk pembentukkan Karakter ASN dan tahu tugas dan fungsi seorang ASN yang akan dilaksanakan ketika berada dimasyarakat.
Berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dijelaskan bahwa Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disingkat ASN adalah profesi bagi pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah. Pegawai Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disebut Pegawai ASN adalah pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian dan diserahi tugas dalam suatu jabatan pemerintahan atau diserahi tugas negara lainnya dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan.
Sejak ditetapkannya Undang-Undang tentang pengaturan ASN, maka Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) wajib menjalani masa percobaan yang dilaksanakan melalui proses pelatihan terintegrasi. Hal ini dilakukan dalam rangka mewujudkan ASN yang memiliki nilai dasar Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA) sebagai bekal dalam menjalankan fungsinya, maka diadakan suatu Pelatihan Dasar Calon PNS yang dalam hal ini diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian dan Pemanfaatan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Hal ini termuat dalam Peraturan LAN Nomor 1 tahun 2021 bahwa untuk memenuhi kebutuhan pelaksanaan pelatihan dasar calon Pegawai Negeri Sipil yang disesuaikan dengan dinamika pengembangan kompetensi, perlu dilakukan perubahan metode dan mekanisme penyelenggaraan pelatihan dasar bagi calon Pegawai Negeri Sipil;.
Satu di antara beberapa profesi yang merupakan bagian dari pegawai ASN dan wajib melaksanakan pelatihan dasar adalah Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yaitu tenaga pendidik atau guru. Guru merupakan pegawai ASN yang harus mengembangkan potensi yang dimilikinya agar kinerjanya semakin membaik dan dapat memberikan kontribusi dalam dunia pendidikan. Selain itu, tenaga pendidik atau guru juga dituntut untuk memiliki karakter yang baik dalam dirinya sehingga menjadi pegawai ASN yang berkompeten, profesional, berintegritas, dan berkomitmen baik atas tugas dan fungsi yang embannya.
Keberhasilan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), termasuk profesi tenaga pendidik atau guru dalam mengikuti pelatihan dasar diukur dari kemampuan menunjukkan sikap perilaku bela negara; mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS dalam pelaksanaan tugas jabatannya; mengaktualisasikan kedudukan dan peran PNS dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia; dan
2
menunjukkan penguasaan Kompetensi Teknis yang dibutuhkan sesuai dengan bidang tugas guru adalah mendidik dan membimbing anak -anak di sekolah.
Selama masa pelatihan, CPNS dibekali dengan pengetahuan bela negara, nilai – nilai dasar PNS, kedudukan dan peran PNS dan juga diberikan pengarahan untuk merancang kegiatan aktualisasi yang akan dilaksanakan pada masa habituasi di instansi asal. Modal pengetahuan yang didapatkan akan diaktualisasikan pada agenda habituasi yang dilaksanakan di SDN 06 nanga Nuar Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu diharapkan terbentuk seorang ASN yang akuntabel dan bertanggung jawab terhadap pekerjaannya.
Diharapkan dengan rangkaian kegiatan tersebut, penulis dapat belajar memahami dan menjalankan tugas dan fungsi jabatannya dengan baik di instansi asal penulis, dan juga dapat mengimplementasikan nilai – nilai dasar ASN pada pekerjaannya sehari – hari.
Dalam hal ini, penyusun merupakan peserta pelatihan dasar yang akan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara (ASN) di SDN 06 Nanga Nuar. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan selama agenda habituasi tertuang di dalam Rancangan aktualisasi yang berjudul : “Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Menggunakan Metode Talking Stick Kelas IV SDN 06 Nanga Nuan Kecamatan Silat Hilir”.
B. Ruang Lingkup
Adapun ruang lingkup rancangan aktualisasi ini dilaksanakan pada kelas IV Sekolah Dasar Negeri 06 Nanga Nuar Kecamatan Silat Hilir Kabupaten Kapuas Hulu. Dengan mengangkat judul :
“Meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA Menggunakan metode Talking Stick di kelas IV Sekolah Dasar Negeri 06 Nanga Nuar” dan kegiatan yang akan dilaksanakan sebagai berikut:
1. Membuat Alat Peraga talking stick pada mata pelajaran IPA kelas IV
2. Membuat gambar tentang perubahan energi pada mata pelajaran IPA kelas IV 3. Membuat alat peraga Perubahan energi pada mata pelajaran IPA kelas IV
4. Membuat powerpoint gambar perubahan energi tentang mata pelajaran IPA kelas IV
C. Tujuan
Dengan adanya aktualisasi diharapkan PNS/ASN dapat terbentuk menjadi abdi negara yang mempunyai profesionalisme dengan selalu mengedepankan nilai dasar akuntabilitas dalam tugas yang diembannya, mempunyai semangat nasionalisme dalam melaksanakan tugasnya, menjunjung tinggi etika yang baik dalam melayani customernya, memiliki komitmen mutu dalam tupoksinya,
3
dan anti korupsi dalam melaksanakan tugas di instansi kerjanya. Selain itu, peserta Pelatihan Dasar juga mampu menganalisis manfaat aktualisasi di dalam agenda habituasi terhadap usaha terwujudnya visi, misi, dan serta penguatan bagi nilai-nilai organisasi sekolah.
D. Manfaat
Kegiatan Aktualisasi memberikan manfaat antara lain ; 1. Bagi Peserta Pelatihan Dasar
Manfaat aktualisasi bagi peserta Pelatihan Dasar adalah untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme di dalam diri peserta pelatihan dasar. Selain itu, kegiatan aktuasliasi bermanfaat bagi peserta dalam upaya memperkuat kompetensi bidang yang dimiliki.
2. Bagi sekolah
Adapun manfaat aktualisasi bagi sekolah adalah memberikan konstribusi bagi tercapainya visi, dan misi.
3. Bagi siswa
4 BAB II
GAMBARAN UMUM SEKOLAH
A. Keadaan Sekolah Dasar Negeri 06 Nanga Nuar 1. Profil Sekolah Dasar Negeri 06 Nanga Nuar
Berikut adalah profil Sekolah Dasar Negeri 06 Nanga Nuar: Profil Sekolah
Nama Sekolah : Sekolah Dasar Negeri 06 Nanga Nuar Kecamatan Silat Hilir Alamat : Jalan Lintas Selatan KM 196 Putussibau -Sintang, Desa Nanga
Nuar, Kecamatan Silat Hilir, Kode Pos 78773
Kab/ Kota : Kapuas Hulu
No. Telp/ HP : - Nomor Pokok : 30103145 Sekolah Nasional Jenjang Akreditasi : C Tahun Beroperasi : 1975 Status Tanah : - Luas Tanah : 1,2 Ha
2. Kondisi Umum Sekolah Dasar Negeri 06 Nanga Nuar
Sekolah Dasar Negeri 06 Nanga Nuar merupakan unit kerja pemerintah di bidang pendidikan dasar yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu. Sekolah Dasar Negeri 06 Nanga Nuar masih berada di Desa Nanga Nuar, Kecamatan Silat Hilir.
5
Tabel 2.1 Profil Sekolah SDN 06 Nanga Nuar
Sumber: SDN 06 Nanga Nuar 2010/2021
Adapun data siswa Sekolah Dasar Negeri 06 Nanga Nuar Kecamatan Silat Hilir adalah sebagai berikut:
Tabel 2.2 Data Siswa SD Negeri 06 Nanga Nuar Tahun Ajaran 2020 / 2021 Kelas Siswa Laki – Laki Siswa Perempuan Jumlah
I 14 Siswa 7 Siswi 21
II 18 Siswa 11 Siswi 29
III 11 Siswa 8 Siswi 19
IV 8 Siswa 9 Siswi 17
V 9 Siswa 9 Siswa 18
VI 9 Siswa 13 Siswi 22
Jumlah 69 Siswa 57 Siswi 126
Sumber: SDN 06 Nanga Nuar 2020/2021
NO NAMA NIP JABATAN
PANGKAT GOLONGA N 1 Apio, S.Pd 19650419 2001102002 Kepala Sekolah III/a/ Penata Muda 2. Syahbudin, S.Pd 19620717 1985031015 Wali Kelas III/a/Penata Muda 3. Khairiah, S.Pd 196904212007012028 Guru Mapel - 4. Klora Elvani Nora, S.Pd - Wali Kelas -
5. Dorkas J.S, S.Th - Guru mapel -
6. Rudi Susanto, S.Pd - Wali Kelas -
7. Wan Saiman, S.Pd - Wali Kelas -
6
Tabel 2.3 Keadaan SD Negeri 06 Nanga Nuar Nama Ruangan Jumlah
Ruang Kelas 6 Ruang
Ruang Guru 1 Ruang
Perpustakaan 1 Ruang
WC siswa 2 Ruang
WC guru 1 Ruang
Sumber: SDN 06 Nanga Nuar 2020/2021
B. Visi, Misi Organisasi
1. Visi Sekolah Dasar Negeri 06 Nanga Nuar VISI
“Terwujudnya Kapuas Hulu Yang Harmonis, Energik, Berdaya Saing, Amanah dan Terampil”
2. Misi Sekolah Dasar Negeri 06 Nanga Nuar MISI
1. Mewujudkan Masyarakat Kapuas Hulu yang harmonis dalam kerukunan kehidupan beragama, budaya dan keamanan.
2. Mewujudkan Kapuas Hulu yang kreatif menuju desa mandiri, pengembangan aktifitas ekonomi yang adil dan pro rakyat, serta ramah investasi.
3. Mewujudkan masyarakat Kapuas Hulu yang berbudaya, mandiri, cerdas dan inovatif dalam meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan yang memiliki daya saing.
4. Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang bersih, berwibawa dan tersedianya infrastruktur publik yang berbasis transparansi, responsibilitas dan akuntanbilitas.
5. Mewujudkan Kapuas Hulu yang sejahtera dalam pelayanan kesehatan dasar yang bermutu bagi masyarakat
3. Tujuan Umum Pendidikan Sekolah Dasar Negeri 06 Nanga Nuar
Tujuan Pendidikan Dasar Sekolah Dasar Negeri 06 Nanga Nuar yaitu; meletakkan dasar keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, berprilaku yang baik, sopan santun, berkarakter, disiplin,aktif, inovatif, efektif, berprestasi dan peduli lingkungan serta mampu memupuk tali kekeluargaan antar teman disekolah.
7
C. Nilai-Nilai Organisasi Sekolah Dasar Negeri 06 Nanga Nuar
Nilai nilai organisasi yang ada di Sekolah Dasar Negeri 06 Nanga Nuar adalah sebagai berikut: 1. Religius 2. Sopan 3. Disiplin 4. Jujur 5. Tanggung Jawab 6. Kerja sama 7. Percaya Diri 8. Mandiri
D. Struktur Organisasi, Tugas, dan Fungsi 1. Struktur Organisasi
Struktur organisasi merupakan sebuah susunan berbagai komponen atau unit-unit kerja dalam sebuah organisasi yang ada di masyarakat. Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian tugas semua komponen yang terlibat dalam organisasi. Seperti struktur organisasi Sekolah Dasar Negeri 06 Nanga Nuar terdiri dari kepala sekolah, wali kelas, petugas operator, dan bendahara.
Struktur organisasi Sekolah Dasar Negeri 06 Nanga Nuar terdiri dari kepala sekolah, wali kelas, petugas operator, dan bendahara.
8
Struktur organisasi Sekolah Dasar Negeri 06 Nanga Nuar
KOMITE
ABANG AIDI SYAHPRI
KEPALA SEKOLAH
APIO, S.Pd
BENDAHARA SEKOLAH
KHAIRIAH, S.Pd.i
WALI KELAS I
APIO, S.Pd
WALI KELAS II
WAN SALMA, S.Pd
WALI KELAS III
DESI JULITA, S.Pd
WALI KELAS IV
KLORA ELVINA NORA, S.Pd
WALI KELAS V
SYAHBUDIN, S.Pd
WALI KELAS VI
RUDI SUSANTO, S.Pd
TATA USAHA
9 2. Tugas Pokok dan Fungsi Guru Kelas
Seorang guru tentunya memiliki rincian kegiatan yang sesuai dengan tugas pokok jabatannya. Rincian kegiatan guru kelas tertuang dalam Permendiknas No. 35 tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.
Adapun rincian kegiatan tersebut antara lain:
1. Menyusun kurikulum pembelajaran pada satuan pendidikan 2. Menyusun silabus pembelajaran
3. Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran 4. Melaksanakan kegiatan pembelajaran
5. Menyusun alat ukur/soal sesuai mata pelajaran
6. Menilai dan mengevaluasi proses dan hasil belajar pada mata pelajaran dikelasnya 7. Menganalisis hasil penilaian pembelajaran
8. Melaksanakan pembelajaran/perbaikan dan pengayaan dengan memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi
9. Melaksanakan bimbingan dan konseling di kelas yang menjadi tanggung jawabnya (khusus guru kelas)
10. Menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap proses dan hasil belajar tingkat sekolah/madrasah dan nasional
11. Membimbing guru pemula dalam program induksi
12. Membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler proses pembelajaran 13. Melaksanakan pengembangan diri
14. Melaksanakan publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif 15. Presentasi ilmiah.
10 BAB III
NILAI-NILAI DASAR PERAN DAN KEDUDUKAN ASN
A. Nilai-Nilai Dasar PNS (ANEKA)
Pelatihan dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dilakukan untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang. Hal ini terdapat dalam Peraturan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (PNS). PNS yang berkarakter terbentuk oleh sikap prilaku bela Negara, nilai – nilai dasar PNS, dan pengetahuan tentang kedudukan dan peran PNS dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta menguasai bidang tugasnya, sehingga mampu melaksanakan tugas dan perannya secara profesional sebagai pelayan masyarakat.
Peserta Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) diharapkan mampu menginternalisasikan nilai-nilai dasar profesi PNS dengan cara mengalami langsung pada saat kegiatan aktualisasi di tempat tugas melalui habituasi. Nilai-nilai dasar PNS tercermin dalam ANEKA yang merupakan landasan dalam menjalankan profesi ASN. Adapun nilai-nilai dasar PNS tersebut adalah Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi. Berikut ini penjelasan mengenai masing-masing nilai dari ANEKA yang dimaksud adalah sebagai berikut:
1. AKUNTABILITAS
Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Amanah seorang PNS adalah terwujudnya nilai-nilai publik, yaitu:
a. Mampu mengambil pilihan yang tepat dan benar ketika terjadi konflik kepentingan antara kepentingan publik dengan kepentingan sektor, kelompok dan pribadi;
b. Memiliki pemahaman dan kesadaran untuk menghindari dan mencegah keterlibatan PNS dalam politik praktis;
c. Memperlakukan warga negara secara sama dan adil dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik;
d. Menunjukkan sikap dan perilaku konsisten dan dapat diandalkan sebagai penyelenggara pemerintahan (LAN, 2015: 7-8).
11
Indikator nilai dasar akuntabilitas mencakup tanggung jawab, jujur, kejelasan target, netral, mendahulukan kepentingan publik, adil dan transparan, konsisten serta partisipatif.
2. NASIONALISME
Nasionalisme merupakan sikap menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila. Setiap sila dalam Pancasila mengandung nilai-nilai kemuliaan. Nasionalisme dalam arti sempit adalah suatu sikap yang meninggikan bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa lain sebagaimana mestinya sedangkan dalam arti luas, nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara, sekaligus menghormati bangsa lain. Kita tidak boleh memiliki semangat nasionalisme yang berlebihan (chauvinisme) tetapi kita harus mengembangkan sikap saling menghormati, menghargai dan bekerja sama dengan bangsa-bangsa lain (LAN RI, 2015). Indikator nilai dasar nasionalisme mencakup religius, hormat menghormati, kerja sama, tidak memaksakan kehendak, jujur, amanah (dapat dipercaya), adil, persamaan derajat, tidak diskriminatif, mencintai sesama manusia, tenggang rasa, membela kebenaran, persatuan, rela berkorban, cinta tanah air, memelihara ketertiban, disiplin, musyawarah, kekeluargaan, menghormati keputusan, tanggung jawab, kepentingan bersama, gotong royong, sosial, tidak menggunakan hak yang bukan miliknya, hidup sederhana dan kerja keras serta menghargai karya orang lain (LAN RI, 2015).
3. ETIKA PUBLIK
Konsep etika sering digunakan sinonim dengan moral. Etika publik lebih dipahami sebagai refleksi atau baik/buruk, benar/salah yang harus dilakukan atau bagaimana melakukan yang baik atau benar, sedangkan moral mengacu pada pada kewajiban untuk melakukan yang baik atau apa yang seharusnya dilakukan (LAN, 2015: 7-8). Indikator nilai dasar dari etika publik adalah jujur, bertanggung jawab, integritas tinggi, cermat, disiplin, hormat, sopan, taat pada perundang-undangan, taat perintah dan menjaga rahasia.
4. KOMITMEN MUTU
Mutu sudah menjadi salah satu alat vital untuk mempertahankan keberlanjutan organisasi dan menjaga kredibelitas institusi. Mutu merupakan kondisi dinamis berkaitan dengan produk, jsa, manusia, proses dan lingkungan yang sesuai atau bahkan melebihi harapan konsumen (LAN, 2015: 14) Target utama kinerja aparatur yang berbabasis komitmen mutu adalah mewujudkan kepuasan masyarakat yang menerima layanan. Indikator nilai dasar komitmen mutu antara lain: efektivitas, efisiensi, inovasi, dan berorientasi mutu
12 5. ANTI KORUPSI
Menurut Robert Klitkgard (LAN, 2015: 16) Korupsi adalah diskresi atau monopoli tanpa adanya akuntabilitas. Kata korupsi berasal dari bahasa latin yaitu Corruptio yaitu artinya kerusakan, kebobrokan, dan kebusukan. Dalam bahasa Yunani Corruptio adalah perbuatan yang tidak baik, buruk, curang, dapat disuap, tidak bermoral, menyimpang dari kesucian, melanggar norma-norma agama (LAN, 2015: 15). Korupsi adalah masalah kehidupan, dampak dan bahayanya bisa berpengaruh secara jangka panjang.
Kesadaran diri anti korupsi dibangun melalui pendekatan spiritual, dengan selalu ingat akan tujuan keberadaannya sebagai manusia di muka bum, dan selalu ingat bahwa seluruh ruang dan waktu kehidupannya harus dipertanggungjawabkan, dapat menjadi benteng kuat anti korupsi (LAN, 2015: 32).
Aparatur Sipil Negara perlu dibekali nilai dasar anti korupsi agar bisa menghindari dan mencegah terjadinya tindak pidana korupsi. Indikator nilai dasar anti korupsi adalah jujur, disiplin, tanggungjawab, kerja keras, sederhana, mandiri, adil dan berani serta peduli.
B. Peran dan Kedudukan ASN dalam Kerangka NKRI 1. Manajemen ASN
Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan Pegawai ASN yang professional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intevensi politik, bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Ada beberapa asas manajemen ASN yaitu kepastian hukum, profesionalisme, proposionalitas, keterpaduan, delegasi, netralitas, akuntabilitas, efektif, efisien, keterbukaan, non diskriminatif, persatuan, kesatuan, keadilan dan kesetaraan, serta kesejahteraan (LAN RI, 2015).
2. Whole Of Government (WOG)
Whole of Government (WOG) adalah sebuah pendekatan penyelenggaraan pemerintah yang menyatukan upaya-upaya kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sektor dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan-tujuan pembangunan kebijakan, manajemen, program dan pelayanan publik (LAN RI, 2015).
Di dalam Whole of Government terdapat beberapa asas yaitu koordinasi, komunikasi, integritas, sinkronisasi dan simplifikasi (LAN RI, 2015).
13 3. Pelayanan public
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, dijelaskan bahwa pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik. Di dalam pelayanan publik terdapat beberapa asas yaitu kesederhanaan, kejelasan, kepastian waktu, keamanan, kelengkapan sarana dan prasarana, kemudahan akses, disiplin/ sapa/ ramah, dan kenyamanan (LAN RI, 2015).
14 BAB IV
RANCANGAN AKTUALISASI
A. IDENTIFIKASI ISU DAN GAGASAN PEMECAHAN
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Isu adalah masalah yang dikedepankan untuk ditanggapi, kabar dan desas-desus. Merujuk pada pengertian isu tersebut dapat disimpulkan bahwa isu adalah masalah yang harus segera diselesaikan. Dalam Rancangan Aktualisai ini maka isu yang dimaksud adalah isu yang berkaitan dengan pendidikan. Isu adalah masalah yang dikedepankan (untuk ditanggapi dan sebagainya) Isu-isu aktual yang dapat ditemukan di Sekolah Dasar Negeri 06 Nanga Nuar Kecamatan Silat Hilir adalah sebagai berikut :
1. Rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA 2. Rendahnya disiplin siswa dalam mengikuti pembelajaran 3. Rendahnya minat belajar siswa didalam pembelajaran SBDP 4. Rendahnya kemampuan berbahasa Indonesia pada siswa
Untuk menyikapi isu-isu aktual serta tantangan perubahan dan perkembangan yang terjadi berdasarkan tugas pokok dan fungsi guru kelas, perlu ditentukan prioritas isu yang akan ditangani. Penentuan isu aktual prioritas dilakukan dengan menggunakan skala dengan rentang angka dari 1-5 yang menyatakan bahwa isu tersebut: (1) Sangat Rendah, (2) Rendah, (3) Sedang, (4) Tinggi dan (5) Sangat Tinggi.Skala penilaian ini berpedoman pada 4 (empat) kriteria isu yaitu isu yang bersifat Aktual, Problematik, Khalayak dan Layak atau biasa di singkat APKL. Adapun penentuan isu aktual yang menjadi prioritas adalah sebagai berikut:
15 Tabel 4.1
Isu Aktual di Sekolah Dasar Negeri 06 Nanga Nuar Kecamatan Silat Hilir
No ISU AKTUAL KRITERIA JML RANK
A P K L 1 1. Rendahnya disiplin siswa dalam mengikuti Pembelajaran di Sekolah
Dasar Negeri 06 Nanga Nuar
4 4 3 5 16 II
2 2. Rendahnya hasil belajar siswa kelas IV pada Mata Pelajaran IPA di kelas IV Sekolah Dasar Negeri 06 Nanga Nuar
5 5 4 5 19 I
3 3. Rendahnya kemampuan siswa dalam berbahasa Indonesia di Sekolah Dasar Negeri 06 Nanga Nuar
3 5 2 3 13 IV
4 4. Rendahnya minat belajar siswa didalam pembelajaran SBDP di Sekolah Dasar Negeri 06 Nanga Nuar
3 4 3 4 14 III
Berdasarkan table 4.1 tersebut, maka isu aktual yang menjadi prioritas adalah “Rendahnya hasil belajar siswa pada Mata pelajaran IPA kelas IV Sekolah Dasar Negeri 06 Nanga Nuar”. Dasar pertimbangannya adalah masih terdapat peserta didik yang memperoleh hasil belajar pada mata pelajaran IPA di bawah kriteria ketuntasan minimal (KKM). satu diantaranya pada mata pelajaran IPA. KKM yang ditetapkan 60, ketercapaiannya 52. Apabila isu tersebut tidak diselesaikan, maka akan berdampak pada rendahnya hasil belajar IPA peserta didik pada ulangan akhir semesternya`
Rendahnya hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA dikelas IV Sekolah Dasar Negeri 06 Nanga Nuar disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor-faktor penyebab dari isu tersebut adalah sebagai berikut: 1. Belum optimalnya penggunaan metode pembelajaran IPA kelas IV
2. Rendahnya konsentrasi siswa dalam mengikuti pembelajaran 3. Rendahnya minat belajar siswa
Untuk menentukan penyebab utama isu, maka dilakukan analisis dengan menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth) dengan skala penilaian 1 sampai 5, sebagai berikut:
16
Tabel 4.2 Analisis Faktor Penyebab Isu Utama
No Penyebab Isu
Prioritas
Total Peringkat
U S G
1 Rendahnya konsentrasi siswa dalam
mengikuti pembelajaran IPA dikelas IV 4 4 4 12 II
2 Belum optimalnya penggunaan model
pembelajaran IPA dikelas IV 5 4 4 13 I
3 Rendahnya minat belajar siswa pada
mata pelajaran IPA kelas IV 3 3 3 9 III
Keterangan : 5: Sangat Tinggi 4: Tinggi 3: Sedang 2: Rendah 1: Sangat Rendah
Berdasarkan hasil analisis teknik USG pada Tabel 4.2, maka penyebab utama dari belum optimalnya metode pembelajaran IPA dikelas IV adalah kegiatan pembelajaran IPA belum dilaksanakan dengan optimal. Dari hasil dua sistem analisa tersebut, maka gagasan penyelesaian isu yang diajukan adalah “Meningkatkan hasil belajar siswa pada Mata Pelajaran IPA dengan metode Talking stick dikelas IV SDN 06 Nanga Nuar”.
Pembelajaran talking stick adalah suatu model pembelajaran dengan bantuan tongkat, bagi siswa yang memegang tongkat terlebih dahulu wajib menjawab pertanyaan dari guru setelah siswa mempelajari materi pokoknya, selanjutnya kegiatan tersebut diulang terus menerus sampai semua siswa mendapat giliran untuk menjawab pertanyaan dari guru (Agus Suprijono 2009: 109).
Metode Talking stick dalam pembelajaran IPA dapat diterapkan. Dalam berbagai materi pembelajaran, misalnya pada materi Perubahan Energi . Dengan menerapkan metode Talking stick guru dapat melihat sejauh mana siswa mengetahui dan paham dengan materi perubahan energi dan paham penjelasan guru, tentunya dengan sebuah permainan. Karena metode talking stick ini adalah belajar sambil bermain, peserta didik juga termotivasi untuk aktif serta antusias dalam pembelajaran dan diharapkan penerapan model talking Stick ini juga dapat membawa dampak positif bagi proses dan hasil pembelajaran. Berdasarkan uraian tersebut, maka gagasan penyelesaian isu yang diajukan adalah : Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPA dengan Metode Talking stick dikelas IV SDN 06 Nanga Nuar
17
Tabel 4.3 Rancangan Aktualisasi dan Nilai-Nilai Dasar ASN UNIT KERJA SDN 08 Semeluang Kecamatan Silat Hilir
UNIT AKTUALISASI SDN 06 Nanga Nuar kecamatan Silat Hilir
IDENTIFIKASI ISU UTAMA Rendahnya hasil belajar siswakelas IV Sekolah Dasar Negeri 06 Nanga Nuar pada Mata Pelajaran IPA
FAKTOR UTAMA PENYEBAB Belum optimalnya penggunaan model pembelajaran IPA dikelas IV
GAGASAN PEMECAHAN ISU Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Dengan Penggunaan Metode Talking Stick di Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 06 Nanga Nuar
No. Kegiatan Tahap Kegiatan Output/ Hasil Keterkaitan Dengan Nilai-Nilai Dasar ASN
Kontribusi Terhadap Visi Misi
Organisasi Penguatan Nilai Organisasi 1. Kegiatan: Membuat Alat Peragah Talking Stick
1. Guru mencari kayu untuk stick
2. membersihkan kayu yang akan digunakan. 3. Guru memberi arahan
tentang aturan Talking Stick yang akan digunakan
4. Guru menyiapkan lagu untuk permainan talking stick
5. Guru menyiapkan pertanyaan tentang materi yang sudah dijelaskan
6. Guru menggunakan alat Peraga.
Tersedianya Alat Peragah Talking stick.
1. Akuntabilitas: bertanggung jawab dengan membuat peralatan Talking Stick sebagai metode pembelajaran. Kejelasan Target; tujuan kegiatan jelas untuk menunjang hasil belajar. 2. Nasionalisme; rela berkorban; dalam
proses pembuatan game, baik pikiran dan tenaga
3. Etika Publik; cermat dalam memilih bahan, dan menyesuaikan apa yang diperlukan dalam kegiatan dan tahapan
4. Komitmen mutu: Inovasi dalam pembuatan media pembelajaran kreatif 5. Antikorupsi; kerja keras; dalam
menyiapkan stick, lagu yang akan dibawakan dll.
Kegiatan membuat alat peragah Talking stick turut
berkontribusi terhadap visi misi
sekolah yaitu; Mewujudkan masyarakat Kapuas
Hulu yang berbudaya, mandiri,
cerdas dan inovatif dalam meningkatkan kualitas. mutu pendidikan yang memiliki daya saing
Kegiatan membuat alat peragah talking stick turut penguatkan nilai organisasi yaitu;Tanggun g jawab dalam pembuatan dan penggunaan B. KETERKAITAN SUBSTANSI MATA PELATIHAN
18
6. Manajemen ASN; efisien dalam menggunakan peralatan
7. WOG; Singkronisasi Antara Alat Yang Digunakan Dengan Pembelajaran Yang Akan Diajarkan
8. Pelayanan Publik; kejelasan membuat game Talking sctik untuk dijadikan bahan ajar 2. Membuat gambar tentang materi yang akan disampai kan.
1. Guru memilih gambar sesuai materi
2. Guru mencetak gambar yang sudah dipilih
3. Guru Menyusun gambar yang sudah dicetak
4. Guru menggunakan gambar sebagai nunjang dalam pembelajaran Tersedianya media gambar sebagai media pembelaja ran
1. Akuntabilitas: bertanggung jawab dengan membuat gambar tentang perubahan energi sebagai media pembelajaran.
2. Nasionalisme; tanggung jawab dalam pembuatan media gambar dan penggunaannya
3. Etika Publik; cermat; dalam memilih gambar dan meyesuaikannya dengan materi
4. Komitmen mutu: efisien; dalam penggunaan bahan sebagai media pembelajaran
5. Anti korupsi; sederhana; dalam media yang digunakan tidak ribet
6. Manajemen mutu : efektif dalam pembuatan dan penggunaan
7. WOG; Singkronisasi Antara Alat Yang Digunakan Dengan Pembelajaran Yang Akan Diajarkan
8. Pelayanan publik; kejelasan dalam pembuatan dan penggunaan
Membuat gambar tentang materi yang
akan disampaika. berkontribusi terhadap misi organisasi: Mewujudkan masyarakat Kapuas Hulu yang berbudaya, mandiri,
cerdas dan inovatif dalam meningkatkan kualitas. mutu pendidikan yang memiliki daya saing
Kegiatan membuat gambar tentang perubahan energi turut menguatkan nilai organisasi yaitu; Tanggung jawab
19 3. Membuat Alat Peragah Perubaha n Energi
1. Guru membeli bahan menjadi alat peraga
2. Menyiapkan bahan-bahan yang sudah dibeli
3. Guru menyusun satu persatu alat tersebu
4. Guru merangkai alat peraga hingga siap pakai
Tersedianya Alat Peragah Perubaha n Energi untuk dijadikan bahan ajar
1. Akuntabilitas: Kejelasan Target; tujuan kegiatan jelas untuk menunjang hasil belajar
2. Komitmen mutu: efektifitas; dalam pembuatan dan penggunaan media pembelajaran
3. Etika publik; Disiplin dalam pembuatan harus selesai dan segera diguunakan
4. Komitmen mutu; efisien ; dalam menggunakan bahan yang akan dijadikan sebagai alat
5. Anti korupsi; sederhana; dalam media yang digunakan tidak ribet
6. Manajemen ASN; pembuatan alat peraga harus efisien
7. WOG;singkro dalam merangkai alat peraga
8. Pelayanan Publik;keamanan tentunya dalam pembuatan dan penggunaan tidak membahayakan Membuat alat peraga h perubahan energi berkontribusi terhadap misi organisasi: Mewujudkan masyarakat Kapuas Hulu yang berbudaya, mandiri,
cerdas dan inovatif dalam meningkatkan kualitas dan mutu
pendidikan yang memiliki daya saing
Kegiatan membuat alat peragah perubahan energi turut menguatkan nilai organisasi yaitu: tanggung jawab 4. Membuat PowerPoi nt tentang Materi yang diajarkan
1. Guru menyiapkan laptop 2. Guru menyiapkan buku
materi
3. Guru memilih materi 4. Guru memasukkan materi
kedalam PowerPoint. 5. Guru memilih hal-hal yang
menarik dijadikan powerpoint tentunya sesuai materi Tersedianya PowerPoi nt Sebagai Bahan ajar Pada Materi yang akan dijelaskan
1. Akuntabilitas: Kejelasan Target; tujuan kegiatan jelas untuk menunjang hasil belajar.
2. Nasionalisme ; penuh tanggung jawab dalam membuat powerpoint
3. Etika Publik; Cermat dalam membuat powerPoint
4. Komitmen mutu; efektifitas tercapainya pembuatan dari powerpoint berhasil atau sampai selesai
Kegiatan membuat PowerPoint turut
berkontribusi terhadap visi misi
sekolah yaitu; Mewujudkan masyarakat Kapuas
Hulu yang berbudaya, mandiri,
cerdas dan inovatif dalam meningkatkan Kegiatan membuat powerPoint peraga turut menguatkan nilai organisasi yaitu: Disiplin, tanggung jawab, percaya diri
20
5. Anti korupsi; jujur; dalam pembuatannya tidak dilimpahkan keorang lain
6. Manajemen ASN: singkronisasi materi yang dimasukan dipowerPoint
7. WOG; efisiennya penggunaan barang dalam pembuatan powerPoin ini hanya menggunakan laptop
8. Pelayanan Publik; keamanan tentunya dalam pembuatan dan penggunaan tidak membahayakan
kualitas. mutu pendidikan yang memiliki daya saing
5. Menyusun RPP 1. Mencantumkan identitas sekolah 2. Menyiapkan silabus 3. Menentukan materi 4. Menentukan metode pembelajaran
5. Menentukan alokasi waktu
Tersedianya RPP sebagai bahan ajar
1. Akuntabilitas: Kejelasan Target; tujuan kegiatan jelas untuk mengarahkan ketikan mengajar 2. Nasinalisme; rela berkorban; dalam
proses pembuatan game, baik pikiran dan tenaga
3. Etika Publik; bertanggung jawab membuat rpp sampai selesai 4. Komitmen mutu: efektifitas; dalam
pembuatan dan penggunaan rpp pembelajaran
5. Anti korupsi; mandiri dalam membuat rpp Kegiatan membuat rancangan pelaksanaan pembelajaran turut berkontribusi terhadap visi misi
sekolah yaitu; Mewujudkan masyarakat Kapuas
Hulu yang berbudaya, mandiri,
cerdas dan inovatif dalam meningkatkan kualitas. mutu pendidikan yang memiliki daya saing
membuat alat peraga turut menguatkan nilai organisasi yaitu: disiplin dan tanggung jawab
21
6. Manajemen ASN; keterpaduan silabus dengan rpp sesuai
7. WOG;singkron dalam merangkai alat peraga
8. Pelayanan Publik; kejelasan; rpp diambil dari silabus
22 C. JADWAL PELAKSANAAN AKTUALISASI
Jadwal implementasi aktualisasi dibuat untuk memudahkan peserta Pelatihan Dasar dalam
menentukan waktu tahapan kegiatan demi terlaksananya kegiatan aktualisasi secara sistematis. Berikut jadwal rencana aktualisasi di SDN 06 Nanga Nuar Silat Hilir:
Tabel 4.4 Jadwal Implementasi Aktualisasi Dengan Mentor Nama Peserta : Martina Sunek, S.Pd
Unit Kerja : SDN 08 Semeluang Silat Kecamatan Silat Hilir Tempat Aktualisasi : SDN 06 Nanga Nuar Kecamatan Silat Hilir
No. Tanggal Kegiatan Output
1. 29 Maret- 10 April 2021
Membuat Alat Peraga Stalking Stick
Peralatan Alat peraga talking stick
Dokumentasi
2. 6 - 10 April 2021
Membuat gambar pembelajaran
Gambar pembelajaran
Dokumentasi
3. 11 – 17 April
2021 Membuat alat peraga Perubahan Energi
Alat Peraga
Dokumentasi
4. 18 – 24 April
2021 Membuat PowerPoint pembelajaran
PowerPoint Pembelajaran
5. 25 April – 30
mei 2021 Menyusun RPP Pembelajaran
RPP bahan ajar Dokumentasi
25