• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMERINTAH KOTA BLITAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEMERINTAH KOTA BLITAR"

Copied!
63
0
0

Teks penuh

(1)

PEMERINTAH KOTA BLITAR

LAPORAN

PENYUSUNAN INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT

DINAS PENDIDIKAN KOTA BLITAR

TAHUN 2020

(2)

i

PEMERINTAH KOTA BLITAR

LAPORAN

PENYUSUNAN INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT

DINAS PENDIDIKAN KOTA BLITAR

TAHUN 2020

(3)

KATA PENGANTAR

Salah satu indikasi kepemerintahan yang baik (good governance) adalah keikutsertaan (participation) masyarakat dalam menentukan kebijakan publik yang akan diambil oleh pemerintah sebagai fasilisator dan dinamisator/agen pembangunan. Partisipasi masyarakat juga sangat dibutuhkan dalam menilai (evaluate) atau memberi umpan balik (feedback) terhadap semua bentuk penerapan (implementation) kebijakan-kebijakan pelayanan publik yang diambil.

Mengingat fungsi utama pemerintah adalah melayani masyarakat maka pemerintah perlu terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan. Ukuran keberhasilan penyelenggaraan pelayanan ditentukan oleh tingkat kepuasan penerima pelayanan. Kepuasan penerima pelayanan dicapai apabila penerima layanan memperoleh pelayanan sesuai dengan yang dibutuhkan dan diharapkan.

Dengan mengucapkan syukur alhamdulillah atas kehadirat Allah SWT akhirnya penyusunan laporan hasil survey indeks kepuasan masyarakat tahun 2020 dapat diselesaikan. Laporan ini diharapkan dapat menjadi gambaran persepsi masyarakat terhadap pelayanan publik yang diterima, dan dijadikan pedoman dalam perbaikan kualitas kinerja pelayanan publik di DinasPendidikan Kota Blitar. Akhirnya kami mengucapkan terimakasih atas bantuan dan dukungan berbagai pihak hingga laporan ini terselesaikan.

Blitar 9 Agustus 2020 CV Kilat Ganesha

Drs. Saiful Rifai, SH., M.Pd direktur

(4)

iii DAFTAR ISI

Sampul Dalam ... i

Kata Pengantar ... ii

Daftar Isi... iii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 2

C. Tujuan Penelitian ... 3

D. Kegunaan Penelitian ... 3

E. Sasaran dan Lingkup Kegiatan... 3

BAB II KERANGKA TEORI A. Pengertian Pelayan Publik... 4

B. Kepuasan Pelanggan ... 4

C. Pengertian IKM ... 4

D. UU RI NO 25 TAHUN 2009 ... 4

E. Indeks Kepuasan Masyarakat ... 6

F. Kerangka Pikir ... 8

BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian ... 9

B. Populasi dan sample ... 9

C. Penetapan Sampel ... 12

D. Instrumen penelitian ... 13

E. Teknik Pengumpulan data ... 16

F. Teknik Analisis Data ... 16

G. Interpretasi Nilai dan Mutu Pelayanan ... 18

BAB IV PEMAPARAN HASIL SURVEI A. Profil Pengguna ... 19

B. Persepsi Masyarakat Terhadap Pelayanan ... 29

C. Komentar dan Saran ... 31

BAB V ANALISA HASIL SURVEI A. Skor Tiap Unsur ... 45

B. Nilai Tiap Unsur ... 46

C. Nilai Tertimbang Tiap Unsur ... 48

(5)

iv

E. Nilai IKM Dinas Pendidikan ... 52

BAB VI KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. Kesimpulan ... 53 B. Rekomendasi ... 54

Daftar Pustaka ... 55

LAMPIRAN

(6)

1 A. Latar Belakang

Pada hakekatnya pemerintah adalah pelayan kepada masyarakat. Ia dilahirkan bukan untuk melayani dirinya sendiri, melainkan untuk melayani masayarakat serta menciptakan kondisi yang memungkinkan setiap anggota masyarakat mengembangkan kemampuan dan kreatifitasnya dalam rangka mencapai tujuan bersama. Lahirnya otonomi daerah telah membuat perubahan yang besar terhadap seluruh aspek kehidupan masyarakat dan juga perubahan terhadap jalannya pemerintahan. Salah satu komponen dari otonomi daearh adalah penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good

governance) yang merupakan salah satu isu yang sangat mengemuka. Untuk

melaksanakan pelayanan publik di Indonesia telah dipedomani oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009 tentang pelayanan publik dan peraturan menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi republik Indonesia nomor: 14 tahun 2017 tentang pedoman survei kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan pelayanan publik.

Dalam kenyataannya, pelayanan yang dilakukan masih banyak mengalami hambatan, bahkan masih dikatakan mengecewakan. Sifat monopoli pemerintah menyebabkan lemahnya perhatian pengelola pelayanan publik akan penyediaan pelayanan yang berkualitas. Mental birokrasi yang sering menyalahgunakan kekuasaan dan kewenangan, nepotisme yang merajalela diberbagai unit pelayanan publik menambah semakin buramnya gambaran pelayanan yang dilakukan oleh aparat birokrasi.

Banyak faktor yang menjadi penyebab mengapa kualitas pelayanan birokrasi kita banyak mengalami persoalan-persoalan. Di samping karena faktor-faktor

(7)

struktural dan kultural para pelaku birokrasi, salah satu faktor yang penting untuk diperhatikan adalah seringkali tidak adanya standar operasional prosedur yang dibuat untuk masing-masing unit pelayanan yang sesuai dengan harapan para penerima layanan. Ketiadaan standar operasional prosedur yang sesuai dengan harapan masyarakat disebabkan karena tiap-tiap unit pelayanan tidak memiliki informasi yang lengkap tentang harapan, keinginan dan kepuasan para pelanggan yang dilayaninya. Keadaan ini menyebabkan unit-unit pelayanan masyarakat bekerja atas dasar ketentuan-ketentuan dan kebiasaan yang selama ini berlaku, tanpa adanya proses evaluasi maupun perbaikan-perbaikan yang mendasar.

Untuk mengatasi kesan yang melekat pada masyarakat pengguna jasa layanan tersebut diperlukan perubahan perilaku dan sikap para birokrat dalam menjalankan tugasnya dalam melayani masyarakat. Paradigma yang harus diterapkan adalah bahwa birokrasi bukan lagi sebagai pihak yang dilayani oleh masyarakat, melainkan rakyat harus dilayani sebaik mungkin oleh birokrasi.

Untuk mengetahui bagaimana kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik, maka Dinas Pendidikan kota Blitar bekerja sama dengan CV Kilat Ganesha Blitar melakukan survei untuk mengetahui Indek Kepuasan Masyarakat di Dinas Pendidikan kota Blitar tahun2020.

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam survei ini adalah:

Bagaimana kualitas pelayanan publik yang ada Dinas Pendidikan Kota Blitar diukur berdasarkan peraturan menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi republik indonesia nomor : 14 tahun 2017 tentang pedoman survei kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan pelayanan publik

(8)

C. Tujuan Survei

Untuk mengetahui kualitas pelayanan publik yang ada di Dinas Pendidikan Kota Blitar, diukur berdasarkan Peraturan menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi Republik Indonesia nomor: 14 tahun 2017 tentang pedoman survei kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan pelayanan publik,

D. Kegunaan Survei

1. Mengetahui kelemahan / kekurangan dari masing-masing unsur dalam penyelenggara pelayanan publik

2. Mengetahui kinerja penyelenggara pelayanan yang telah dilaksanakan

3. Sebagai bahan penetapan kebijakan yang perlu diambil dan upaya yang perlu dilakukan

4. Mengetahui IKM secara menyeluruh terhadap hasil pelaksanaan pelayanan publik 5. Memacu persaingan positif antara unit penyelenggara pelayanan

6. Masyarakat dapat mengetahui gambaran tentang kinerja unit penyelenggara pelayanan.

E. Sasaran dan Ruang Lingkup

Sasaran dari Penyusunan IKM ini adalah penetapan sistem, mekanisme dan prosedur pelayanan, sehingga pelayanan dapat dilaksanakan secara lebih berkualitas, berdaya guna dan berhasil guna pada unit penyelenggara pelayanan publik, sedangkan ruang lingkup survei ini adalah pada unit penyelenggara pelayanan publik di Dinas Pendidikan Kota Blitar tahun 2020

(9)

4 BAB II

KERANGKA TEORI

A. Pengertian Pelayanan Publik

Pelayanan publik adalah segala bentuk jasa pelayanan baik dalam bentuk barang publik maupun jasa publik yang pada prinsipnya menjadi tanggung jawab dan dilaksanakan oleh Instansi pemerintah di Pusat, di daerah, dan di lingkungan Badan Usaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik Daerah, dalam rangka pelaksanaan ketentuan peraturan perundang- undangan.

B. Kepuasan Pengguna Layanan

Yang dimaksud dengan kepuasan pelanggan/konsumen adalah perasaan senang atau kecewa seseorang sebagai hasil dari perbandingan antara prestasi atau produk yang dirasakan dan yang diharapkannya. Kepuasan konsumen merupakan evaluasi pembeli dimana alternatif yang dipilih sekurang-kurangnya sama atau melampaui harapan pelanggan, sedangkan ketidakpuasan timbul apabila hasil tidak memenuhi harapan.

C. Pengertian IKM

Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) adalah data dan informasi tentang tingkat kepuasan masyarakat yang diperoleh dari hasil pengukuran secara kuantitatif dan kualitatif atas pendapat masyarakat dalam memperoleh pelayanan dari aparatur penyelenggara pelayanan publik.

D. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik

1. Kewajiban Penyelenggara Negara

Sesuai dengan Pasal 15 penyelenggara berkewajiban: a. menyusun dan menetapkan standar pelayanan;

b. menyusun, menetapkan, dan memublikasikan maklumat pelayanan; c. menernpatkan pelaksana yang kompeten;

d. menyediakan sarana, prasarana, dan/ atau fasilitas pelayanan publik yang mendukung terciptanya iklim pelayanan yang memadai;

e. memberikan pelayanan yang berkualitas sesuai dengan asas penyelenggaraan pelayanan publik;

(10)

f. melaksanakan pelayanan sesuai dengan standar pelayanan;

g. berpartisipasi aktif dan mematuhi peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penyelenggaraan pelayanan publik;

h. memberikan pertanggungjawaban terhadap pelayanan yang diselenggarakan; i. membantu masyarakat dalam memaharni hak dan tanggung jawabnya;

j. bertanggung jawab dalarn pengelolaan organisasi penyelenggara pelayanan publik;

k. memberikan pertanggungjawaban sesuai dengan hukum yang berlaku apabila mengundurkan diri atau melepaskan tanggung jawab atas posisi atau jabatan; dan

l. memenuhi panggilan atau mewakili organisasi untuk hadir atau melaksanakan perintah suatu tindakan hukum atas permintaan pejabat yang berwenang dari lembaga negara atau instansi pemerintah yang berhak, berwenang, dan sah sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

2. Kewajiban Masyarakat

Sesuai dengan pasal Pasal 19, masyarakat berkewajiban:

a. mematuhi dan memenuhi ketentuan sebagaimana dipersyaratkan ddam standar

pelayanan;

b. ikut menjaga terpeliharanya sarana, prasarana, dan / atau fasilitas pelayanan

publik; dan

c. berpartisipasi aktif dan mematuhi peraturan yang terkait dengan penyelenggaraan pelayanan publik.

3. Standar Pelayanan

a. Sesui dengan pasal 20, Penyelenggara berkewajiban:

1) Menyusun dan menetapkan standar pelayanan dengan memperhatikan kemampuan penyelenggara, kebutuhan masyarakat, dan kondisi lingkungan. 2) Dalam menyusun dan menetapkan standar pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (I), penyelenggara wajib mengikutsertakan masyarakat dan pihak terkait.

3) Penyelenggara berkewajiban menerapkan standar pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

4) Pengikutsertaan masyarakat dan pihak terkait sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan dengan prinsip tidak diskriminatif, terkait langsung dengan jenis pelayanan, memiliki kompetensi dan rnengutamakan musyawarah, serta memperhatikan ke beragaman.

(11)

5) Penyusunan standar pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dilakukan dengan pedoman tertentu yang diatur lebih lanjut dalam peraturan pemerintah.

b. Sesuai pasal 21, komponen standar pelayanan sekurang-kurangnya meliputi: 1) dasar hukum;

2) persyaratan;

3) sistem, mekanisme, dan prosedur; 4) jangka waktu penyelesaian; 5) biaya/ tarif;

6) produk pelayanan;

7) sarana, prasarana, dan/ atau fasilitas; 8) kompetensi pelaksana;

9) pengawasan internal;

10) penanganan pengaduan, saran, dan masukan; 11) jumlah pelaksana;

12) jaminan pelayanan yang memberikan kepastian pelayanan dilaksanakan sesuai dengan standar pelayanan;

13) jaminan keamanan dan keselamatan pelayanan dalam bentuk komitmen untuk memberikan rasa aman, bebas dari bahaya, dan risiko keraguraguan; dan

14) evaluasi kinerja pelaksana. 4. Maklumat Pelayanan ( pasal 22)

a. Penyelenggara berkewajiban menyusun dan menetapkan maklumat pelayanan yang merupakan pernyataan kesanggupan penyelenggara dalam melaksanakan pelayanan sesuai dengan standar pelayanan sebagaimana dimaksud dalarn Pasal 21.

b. Maklumat pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib dipublikasikan secara jelas dan luas.

E. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)

Kebijakan otonomi daerah pada dasarnya merupakan kebijakan yang berusaha mendekatkan pemerintah dengan yang diperintah (rakyat). Kedekatan pemerintah dengan yang diperintah ini, berpeluang terjadi komunikasi dan interaksi antara pemerintah dengan yang diperintah. Sehingga di antara mereka bisa saling mengerti dan memahami apa yang menjadi masalah, keluhan, keinginan, harapan, dan aspirasi

(12)

satu sama lain. Karenanya, berpeluang besar kebijakan, program, dan kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah, bisa sesuai dengan apa yang menjadi masalah, keluhan, keinginan, dan harapan masyarakat yang dilayani. Karena itu pula, kebijakan, program, dan kegiatan dapat dilaksanakan (implementable), dan kinerjanya juga bisa sesuai dengan apa yang menjadi keinginan dan harapan masyarakat (pihak yang diperintah dan dilayani).

Masalahnya adalah bagaimana pola pelayanan publik yang harus dibangun oleh penyedia layanan agar bisa memberi kepuasan pihak yang dilayani pada era otonomi daerah. Untuk menemukan pola pelayanan publik yang mampu memberikan kepuasan masyarakat pada era otonomi daerah, dapat belajar dari filosofi dan esensi kebijakan otonomi daerah seperti apa yang telah dikemukakan sebelumnya.

Pola pelayanan publik yang dikehendaki oleh otonomi daerah adalah pelayanan publik yang mendekatkan diri dengan pihak yang dilayani. Pola pelayanan yang dikehendaki, diinginkan, dan diharapkan oleh masyarakat adalah pola pelayanan yang lebih cepat (faster), lebih murah (cheaper), dan lebih baik (better).

Menghadapi berbagai tuntutan masyarakat yang terus berkembang dan desakan perobahan paradigma pelayanan secara konseptual teoritis, maka pemerintah melakukan berbagai upaya pembenahan terhadap kualitas pelayanan publik yang dijalankan oleh institusi pemerintahan. Berdasarkan peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor : 14 tahun 2017 tentang pedoman survei kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan pelayanan publik, ruang lingkup Survei Kepuasan Masyarakat dalam peraturan ini meliputi:

1.Persyaratan

Persyaratan adalah syarat yang harus dipenuhi dalam pengurusan suatu jenis pelayanan, baik persyaratan teknis maupun administratif.

2. Sistem, Mekanisme, dan Prosedur

Prosedur adalah tata cara pelayanan yang dibakukan bagi pemberi dan penerima pelayanan, termasuk pengaduan.

3.Waktu Penyelesaian

Waktu Penyelesaian adalah jangka waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan seluruh proses pelayanan dari setiap jenis pelayanan.

4.Biaya/Tarif

Biaya/Tarif adalah ongkos yang dikenakan kepada penerima layanan dalam mengurus dan/atau memperoleh pelayanan dari penyelenggara yang besarnya ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara penyelenggara dan masyarakat.

(13)

5. Produk Spesifikasi Jenis Pelayanan

Produk spesifikasi jenis pelayanan adalah hasil pelayanan yang diberikan dan diterima sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Produk pelayanan ini merupakan hasil dari setiap spesifikasi jenis pelayanan.

6. Kompetensi Pelaksana

Kompetensi Pelaksana adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh pelaksana meliputi pengetahuan, keahlian, keterampilan, dan pengalaman.

7. Perilaku Pelaksana

Perilaku Pelaksana adalah sikap petugas dalam memberikan pelayanan. 8. Sarana dan prasarana

Sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud dan tujuan. Prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses (usaha, pembangunan, proyek). Sarana digunakan untuk benda yang bergerak (komputer, mesin) dan prasarana untuk benda yang tidak bergerak (gedung).

9. Penanganan Pengaduan, Saran dan Masukan

Penanganan pengaduan, saran dan masukan, adalah tata cara pelaksanaan penanganan pengaduan dan tindak lanjut.

F. Kerangka Pikir

Kerangka pikir merupakan kerangka konseptual tentang bagaimana hubungan antara harapan, kenyataan (masalah), dan langkah penyelesaian masalah. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Realisasi kualitas pelayanan di Dinas Pendidikan Kota Blitar

2020

Kualitas Pelayanan yang Diharapkan Masyarakat

9 Indikator IKM Kep.MENPAN N0:14 Tahun 2017

No.25 Tahun 2004

(14)

9 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Rancangan Penelitian

Penelitian ini mencoba untuk mendeskripsikan atau menjabarkan kualitas kinerja pelayanan di Dinas Pendidikan Kota Blitar, yang didukung dengan data numerik hasil transformasi dari jawaban kuesioner yang berbentuk rating scale dan data kualitatif atau soft data yang diambil dari komentar dan saran pengguna layanan, maka pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan gabungan antara kuantitatif dan kualitatif (mixed Approach) dengan menerapkan metode survei.

B. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi adalah jumlah keseluruhan dari satuan-satuan atau individu-individu yang karakteristiknya hendak diteliti, dan satuan-satuan tersebut dinamakan unit analisis, dan dapat berupa orang-orang, institusi-institusi, benda-benda, dll. Populasi dalam survei ini adalah semua warga masyarakat Kota Blitar yang mendapat pelayanan dari Dinas Pendidikan Kota Blitar tahun 2020

2. Sample

Sampel adalah sebagian dari populasi yang karakteristiknya hendak diteliti. Sampel yang baik, yang kesimpulannya dapat dikenakan pada populasi, sampel harus bersifat representatif atau yang dapat menggambarkan karakteristik populasi.

a. Jenis Teknik Sampling

1) Probability Sampling / Sampling Probabilitas

Sampling probabilitas merupakan teknik sampling yang dilakukan dengan memberikan peluang atau kesempatan kepada seluruh anggota populasi untuk menjadi sampel. Dengan demikian sampel yang diperoleh diharapkan merupakan sampel yang representatif. Syarat untuk pendekatan ini adalah ukuran populasi harus terhingga, besarnya populasi harus diketahui oleh peneliti dan anggota populasi harus homogen, anggota populasi yang mempunyai karakteristik yang dianggap sama atau pada umumnya sama (homogen). Teknik ini memiliki beberapa jenis, sebagai berikut:

(15)

a) Simple random sampling atau sampel acak sederhana.

Proses penarikan sampel acak sederhana dapat dilakukan dengan beberapa teknik:

(1) Teknik Undian

Dalam teknik ini peneliti harus membuat daftar populasi, membuat gulungan kertas yang didalamnya ada nomer dari seluruh anggota populasi kemudian memilih secara acak sejumlah gulungan kertas tersebut. Gulungan kertas yang terpilih tersebut adalah sampel yang akan menjadi responden dalam penelitian.

(2) Teknik sampling secara sistematis (systematic sampling)

Prosedur ini berupa penarikan sample dengan cara mengambil setiap kasus (nomor urut) yang kesekian dari daftar populasi. Setiap elemen populasi dipilih dengan suatu jarak interval (tiap ke n elemen) dan dimulai secara random dan selanjutnya dipilih sampelnya pada setiap jarak interval tertentu. Jarak interval misalnya ditentukan angka pembagi 5,6 atau 10. Atau dapat menggunakan dasar urutan abjad. Syarat yang perlu diperhatikan oleh peneliti adalah adanya daftar semua anggota populasi. Sampling ini bisa dilakukan dengan cepat dan menghemat biaya, tapi bisa menimbulkan bias

(3) Teknik Sampling Secara Acak Bertingkat (Stratified

Sampling)

Bila subpopulasi-subpopulasi sifatnya bertingkat, cara pengambilan sampel sama seperti pada teknik sampling secara proporsional. Digunakan untuk mengurangi pengaruh faktor heterogen dan melakukan pembagian elemen-elemen populasi kedalam strata. Selanjutnya dari masing-masing strata dipilih sampelnya secara random sesuai proporsinya. Sampling ini banyak digunakan untuk mempelajari karakteristik yang berbeda, misalnya, di sekolah ada kls I, kls II, dan kls III. Atau responden dapat dibedakan menurut jenis kelamin; laki-laki dan perempuan, dll. Keadaan populasi yang heterogen tidak akan terwakili, bila menggunakan teknik random. Karena hasilnya mungkin satu kelompok terlalu banyak yang terpilih menjadi sampel.

(16)

(4).Teknik sampling secara kluster (cluster sampling)

Elemen-elemen dalam populasi dibagi ke dalam cluster atau kelompok, jika ada beberapa kelompok dengan heterogenitas dalam kelompoknya dan homogenitas antar kelompok. Teknik cluster sering digunakan oleh para peneliti di lapangan yang mungkin wilayahnya luas. Sampling ini mudah dan murah, tapi tidak efisien dalam hal ketepatan serta tidak umum

b) Non Random Sampling

Non-probabilitas merupakan teknik sampling yang dilakukan dengan tidak memberikan peluang atau kesempatan kepada seluruh anggota populasi untuk menjadi sampel. Teknik ini di gunakan apabila ukuran populasi tak terhingga, besarnya atau ukuran populasinya tidak diketahui oleh peneliti

(1). Purposive sampling atau judgmental sampling

Penarikan sampel secara purposif merupakan cara penarikan sample yang dilakukan memiih subjek berdasarkan kriteria spesifik yang ditetapkan peneliti berdasarkan ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya. Pelaksanaan pengambilan sampel yang menggunakan teknik ini, mula-mula peneliti harus mengidentifikasi semua karakteristik populasi, maupun dengan cara lain dalam mempelajari berbagai hal yang berhubungan dengan populasi. Setelah itu barulah peneliti menetapkan berdasarkan pertimbangannya, sebagian dari anggota populasi menjadi sampel penelitian. Jadi teknik pengambilan sampel dengan pupossive sampling berdasarkan pada pertimbangan pribadi peneliti.

(2). Snow-ball sampling (penarikan sample secara bola salju)

Proses pengambilan sample dengan cara sambung menyambung informasi dari unit satu dengan unit lain sehingga menjadi satu kesatuan unit yang banyak Penarikan sample pola ini dilakukan dengan menentukan sample pertama. Sampel berikutnya ditentukan berdasarkan informasi dari sampel pertama, sampel ketiga ditentukan berdasarkan informasi dari sample kedua, dan seterusnya sehingga jumlah sample semakin besar, seolah-olah terjadi efek bola salju

(17)

(3). Quota sampling (penarikan sample secara jatah).

Teknik sampling ini dilakukan dengan cara pertama-tama menetapkan berapa besarnya jumlah sampel yang diperlukan. Biasanya yang dijadikan sample penelitian adalah subjek yang mudah ditemui sehingga memudahkan pula proses pengumpulan data.Kemudian menetapkan banyaknya jatah atau quotum, maka jatah atau quotum itulah yang dijadikan dasar untuk mengambil unit sampel yang diperlukan. Anggota populasi manapun yang akan diambil, tidak menjadi masalah, yang penting jumlah quotum yang sudah ditetapkan dapat dipenuhi.

(4). Accidental sampling atau convenience sampling

Metode yang proses pengambilan sampelnya cukup dengan mengambil siapa saja yang kebetulan ditemui oleh observer di lapangan sesuai kebutuhan penelitian. Dalam penelitian bisa saja terjadi diperolehnya sampel yang tidak direncanakan terlebih dahulu, melainkan secara kebetulan, yaitu unit atau subjek tersedia bagi peneliti saat pengumpulan data dilakukan

C. Penetapan Sampel

Karena populasi atau pengguna layanan dinas pendidikan Kota Blitar tersebar luas atau ukuran populasinya tidak diketahui oleh peneliti, dan secara kebetulan penelitian ini dilakukan di masa pandemik Covid 19, sehingga peneliti mendapatkan kesulitan untuk menemui langsung para responden, oleh karenanya peneliti menyebarkan Link kuesioner secara online melalui email, Face book, WA dan medsos lainnya kepada para responden yang ditarik dengan teknik screened sample atau sampel yang disaring, dimana sampel yang menjadi responden dalam pengisian kuesioner adalah khusus pengguna layanan Dinas Pendidikan Kota Blitar, seperti guru, murid, orangtua murid, pegawai administrasi sekolah, komite sekolah. Dengan membuka Link terkirim, responden tinggal mengisi kuesioner elektronik yang merupakan applikasi Google Docs yang dapat diakses secara online. Pengisian kuesioner dilakukan dengan batas waktu mulai 11 Juni sampai dengan 10 Agustus 2020 dan didapat 196 responden,

(18)

dimana jumlah tersebut sudah jauh melampau batas minimal jumlah responden yang di haruskan dalam survei, yaitu sebesar 30 responden (Gay dan Diehl, Roscoe 1975, Sugiyono 2008: 91).

D. Instrumen Penelitian

Instrument dalam penelitian ini adalah kuesioner yang dibuat berdasarkan Permenpan No. 14 Tahun 2017 yang terdiri dari 9 ruang lingkup, antara lain:

1.Persyaratan

Persyaratan adalah syarat yang harus dipenuhi dalam pengurusan suatu jenis pelayanan, baik persyaratan teknis maupun administratif.

2. Sistem, Mekanisme, dan Prosedur

Prosedur adalah tata cara pelayanan yang dibakukan bagi pemberi dan penerima pelayanan, termasuk pengaduan.

3.Waktu Penyelesaian

Waktu Penyelesaian adalah jangka waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan seluruh proses pelayanan dari setiap jenis pelayanan.

4.Biaya/Tarif

Biaya/Tarif adalah ongkos yang dikenakan kepada penerima layanan dalam mengurus dan/atau memperoleh pelayanan dari penyelenggara yang besarnya ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara penyelenggara dan masyarakat.

5. Produk Spesifikasi Jenis Pelayanan

Produk spesifikasi jenis pelayanan adalah hasil pelayanan yang diberikan dan diterima sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Produk pelayanan ini merupakan hasil dari setiap spesifikasi jenis pelayanan.

6. Kompetensi Pelaksana

Kompetensi Pelaksana adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh pelaksana meliputi pengetahuan, keahlian, keterampilan, dan pengalaman.

7. Perilaku Pelaksana

Perilaku Pelaksana adalah sikap petugas dalam memberikan pelayanan. 8. Sarana dan prasarana

Sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud dan tujuan. Prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses (usaha, pembangunan, proyek). Sarana

(19)

digunakan untuk benda yang bergerak (komputer, mesin) dan prasarana untuk benda yang tidak bergerak (gedung).

9. Penanganan Pengaduan, Saran dan Masukan

Penanganan pengaduan, saran dan masukan, adalah tata cara pelaksanaan penanganan pengaduan dan tindak lanjut.

Dari 9 ruang lingkup yang terdapat dalam Permenpan No. 14 Tahun 2017, disusunlah kuesioner sebagai berikut:

No UNSUR PELAYANAN PILIHAN JAWABAN SKOR Jawaban

Responden

1 Bagaimana pendapat Saudara tentang kesesuaian persyaratan pelayanan dengan jenis pelayanannya a. Tidak sesuai b. Kurang sesuai c. Sesuai d. Sangat sesuai 1 2 3 4 2 Bagaimana pemahaman saudara tentang kemudahan prosedur pelayanan di unit ini

a. Tidak mudah b. Kurang mudah c. Mudah d. Sangat mudah 1 2 3 4 3 Bagaimana pendapat Saudara tentang kecepatan waktu dalam memberikan pelayanan a. Tidak cepat b. Kurang cepat c. cepat d. Sangat cepat 1 2 3 4 4 Bagaimana pendapat sdr tentang kewajaran biaya/tarif dalam pelayanan a. Sangat mahal b. Cukup Mahal c. Murah d. Gratis 1 2 3 4 5 Bagaimana pendapat Saudara tentang kesesuaian produk pelayanan antara yang tercantum dalam standar pelayanan dengan hasil yang diberikan. a. Tidak sesuai b. Kurang sesuai c. Sesuai d. Sangat sesuai 1 2 3 4 6 Bagaimana pendapat Saudara tentang kemampuan/ kompetensi petugas dalam memberikan pelayanan a. Tidak Kompeten b. Kurang Kompeten c. Kompeten d. Sangat Kompeten 1 2 3 4 7 Bagaimana pendapat a. Tidak sopan dan ramah 1

(20)

Saudara tentang perilaku petugas dalam

memberikan pelayanan terkait dengan kesopanan dan keramahan

b. Kurang span dan ramah c. Sopan dan ramah

d. Sangat sopan dan ramah

2 3 4

8 Bagaimana pendapat Saudara tentang kualitas sarana prasarana a. Buruk b. Cukup c. Baik d. Sangat Baik 1 2 3 4 9 Bagaimana pendapat Saudara tentang penanganan pengaduan pengguna layanan

a. Tidak ada penanganan b. Ada tapi bagian penangan

tidak berfungsi dengan baik

c. Bagian Penanganan berfungsi, tapi kurang maksimal

d. Bagian Penanganan berfungsi dengan baik

1 2

3

4

Komentar dan Saran

Tulis Komentar dan Saran Tentang Pelayanan yang diberikan oleh petugas layanan Dinas Pendidikan Kota Blitar, di ruang kosong dibawah ini:

………... ……….

Bentuk Jawaban

Bentuk pilihan jawaban pertanyaan kuesioner bersifat kualitatif untuk mencerminkan tingkat kualitas pelayanan. Tingkat kualitas pelayanan di mulai dari sangat baik/puas sampai dengan tidak baik/puas. Pembagian jawaban dibagi dalam 4 (empat) kategori, yaitu:

1) tidak baik, diberi nilai persepsi 1 2) kurang baik, diberi nilai persepsi 2 3) baik, diberi nilai 3 4) sangat baik, diberi nilai persepsi 4 Contoh :

Penilaian terhadap unsur kemudahan prosedur pelayanan.

1) Diberi nilai 1 (tidak mudah) apabila pelaksanaan prosedur pelayanan tidak sederhana, alur berbelit-belit, panjang dan tidak jelas, loket terlalu banyak, sehingga proses tidak efektif.

(21)

3) Diberi nilai 3 (mudah) apabila pelaksanaan prosedur pelayanan dirasa mudah, sederhana, tidak berbelit-belit tetapi masih perlu diefektifkan.

4) Diberi nilai 4 (sangat mudah) apabila pelaksanaan prosedur pelayanan dirasa sangat jelas, mudah, sangat sederhana, sehingga prosesnya mudah dan efektif.

Instrument yang berupa kuesioner yang terdiri dari 9 pertanyaan yang berbentuk skala linkert dan 1 pertanyaan terbuka untuk memberikan saran dan komentar tersebut di susun berdasarakan peraturan menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi republik Indonesia nomor 14 tahun 2017 tentang pedoman penyusunan survei kepuasan masyarakat unit penyelenggara pelayanan publik, oleh karena itu kuasioner tersebut diasumsikan Valid dan Reliable. Oleh karenanya data yang diperoleh di asumsikan sangat Valid dan Reliable.

A. Teknik Pengunmpulan Data

Menyebarkan Link kuesioner secara online, melalui email. Face book, WA dan medsos lainnya kepada para responden yang diambil dengan teknik screened sample atau sampel yang disaring, dimana sampel yang menjadi responden dalam pengisian kuesioner adalah khusus pengguna layanan Dinas Pendidikan Kota Blitar, seperti guru, murid, orangtua murid, pegawai administrasi sekolah, dan komite sekolah. Dengan membuka Link terkirim, responden tinggal mengisi kuesioner elektronik yang merupakan applikasi Google Docs yang dapat diakses secara online.

B. Teknik Analisa Data

Data yang telah terkumpul di analisis dengan teknik sbb:

Untuk data yang berbentuk numeric yang ditarik dari kuesioner yang berbentuk skala linkert, di analisis dengan menggunakan statistik deskriptif yang berbentuk table frequency, dan diagram lingkaran yang diukur dengan persentase, sedangkan untuk mengukur Indeks Kepuasan Masyarakat kita lakukan langkah sebagai berikut:

1. Menghitung Jumlah Nilai per- unsur

Dengan cara menjumlahkan seluruh jawaban responden tiap-tiap unsur 2. Menghitung nilai rata-rata per unsur dengan rumus sbb:

𝐍𝐢𝐥𝐚𝐢 𝐑𝐚𝐭𝐚 − 𝐑𝐚𝐭𝐚 (𝐍𝐑𝐑)𝐩𝐞𝐫 𝐔𝐧𝐬𝐮𝐫 =𝐣𝐮𝐦𝐥𝐚𝐡 𝐧𝐢𝐥𝐚𝐢 𝐩𝐞𝐫 − 𝐮𝐧𝐬𝐮𝐫 𝐉𝐮𝐦𝐥𝐚𝐡 𝐑𝐞𝐬𝐩𝐨𝐧𝐝𝐞𝐧

(22)

3. Menghitung bobot nilai rata-rata tertimbang, dengan rumus sbb:

𝐁𝐨𝐛𝐨𝐭 𝐧𝐢𝐥𝐚𝐢 𝐫𝐚𝐭𝐚 − 𝐫𝐚𝐭𝐚 𝐭𝐞𝐫𝐭𝐢𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠 =𝐣𝐮𝐦𝐥𝐚𝐡 𝐁𝐨𝐛𝐨𝐭 𝐉𝐮𝐦𝐥𝐚𝐡 𝐔𝐧𝐬𝐮𝐫=

𝟏

𝟗= 𝟎, 𝟏𝟏𝟏 4. Menghitung nilai rata-rata tertimbang

𝐍𝐢𝐥𝐚𝐢 𝐑𝐚𝐭𝐚 − 𝐑𝐚𝐭𝐚 𝐭𝐞𝐫𝐭𝐢𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠

= 𝐍𝐑𝐑 𝐩𝐞𝐫 𝐮𝐧𝐬𝐮𝐫 𝐱 𝐁𝐨𝐛𝐨𝐭 𝐧𝐢𝐥𝐚𝐢 𝐫𝐚𝐭𝐚 − 𝐫𝐚𝐭𝐚 𝐭𝐞𝐫𝐭𝐢𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠 (𝟎, 𝟏𝟏𝟏)

5. Menghitung IKM

Untuk memudahkan interpretasi terhadap penilaian IKM antara rentang nilai 25 – 100, maka hasil penilaian nilai rata-rata tertimbang (Ʃ NRR tertimbang) diatas dikonversikan dengan nilai dasar 25, dengan rumus sebagai berikut :

𝐍𝐢𝐥𝐚𝐢 𝐊𝐨𝐧𝐯𝐞𝐫𝐬𝐢 𝐈𝐊𝐌 = Ʃ 𝐍𝐑𝐑 𝐭𝐞𝐫𝐭𝐢𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠 𝐱 𝟐𝟓

Untuk mendapat hasil analisa yang akurat dan cepat maka, peneliti menggunanakan SPSS for window

Tabel 3.1

Nilai Persepsi, Interval IKM, Interval Konversi IKM

NILAI PERSEPSI NILAI INTERVA L (NI) NILAI INTERVAL KONVERSI (NIK) MUTU PELAYANA N (x) KINERJA UNIT PELAYANA N (y) 1 1,00 – 2,5996 25,00 – 64,99 D Tidak baik 2 2,60 – 3,064 65,00 – 76,60 C Kurang baik 3 3,0644 – 3,532 76,61 – 88,30 B Baik 4 3,5324 – 4,00 88,31 – 100,00 A Sangat baik

C. Interpretasi Nilai dan Mutu Pelayanan

Tingkat kepuasan masyarakat dan kinerja unit pelayanan dapat diinterpretasikan dengan nilai mutu dan uraian dalam 4 kategori, sebagai berikut:

a. Kepuasan Masyarakat dengan mutu D, apabila responden menilai tingkat kinerja

(23)

pelayanan adalah tidak baik, sehingga perlu perubahan-perubahan yang mendasar dari pelaksanaan unsur-unsur pelayanan dalam upaya peningkatan kualitas pelayanannya. b. Kepuasan Masyarakat dengan mutu C : apabila responden menilai tingkat kinerja

unit pelayanan dengan nilai persepsi 2, dengan interpretasi bahwa kinerja unit pelayanan adalah kurang baik, dan masih banyak yang perlu dibenahi/ditingkatkan dalam upaya peningkatan kualitas pelayanannya.

c. Kepuasan Masyarakat dengan mutu B : apabila responden menilai tingkat kinerja unit pelayanan dengan nilai persepsi 3, dengan interpretasi bahwa kinerja unit pelayanan adalah baik, tetapi masih perlu ditingkatkan kualitas pelayanannya.

d. Kepuasan Masyarakat dengan mutu A : apabila responden menilai tingkat kinerja unit pelayanan dengan nilai persepsi 4, dengan interpretasi bahwa kinerja unit pelayanan adalah sangat baik, sehingga perlu dipertahankan.

Sementara itu untuk menilai kualitas pelayanan dikaitkan dengan nilai ekspektasi masyarakat maka digunakan ketentuan atas dasar jarak antara nilai ekspektasi dengan

nilai persepsi. Jika nilai ekspektasi dikurangi nilai persepsi negatif, maka semakin

besar jarak nilai negatif antara nilai ekspektasi dengan nilai persepsi berarti pelayanan semakin baik atau jika nilai ekspektasi dikurangi nilai persepsi positif maka semakin besar jarak positif antara nilai ekspektasi dikurangi nilai persepsi berarti pelayanan semakin buruk .

Untuk data yang berbentuk kualitatif atau raw soft data (data yang berbentuk kata kata dan kalimat yang masih mentah) yang berasal dari komentar dan saran responden, di kumpulkan dan di reduksi untuk membuang data data yang tidak sesuai dengan tujuan penelitian dan data hasil reduksi di tampilkan sebagai data hasil penelitian.

(24)

19

BAB IV

PAAPARAN HASIL SURVEI

A. Profil Responden

Nama Responden

Nama Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Abdul Hamid 1 .5 .5 .5 Agung Widodo 1 .5 .5 1.0 Agus Romadhon 1 .5 .5 1.5 Agus Setiyowati 1 .5 .5 2.0 Akhmad Hidayata 1 .5 .5 2.6 Alfan Sodiq 1 .5 .5 3.1 Ali Mustofa 1 .5 .5 3.6

Alvian Inggianto Mukhlis 1 .5 .5 4.1

Andoko 1 .5 .5 4.6 Anhar 1 .5 .5 5.1 Ani Arpika 1 .5 .5 5.6 Anita Lestari 1 .5 .5 6.1 Anjarsasi, Spd 1 .5 .5 6.6 Anton 1 .5 .5 7.1

Ari Thresiana Tari 1 .5 .5 7.7

Ariade Agus Wahyudi 1 .5 .5 8.2

Arif Bahana Kurniawan 1 .5 .5 8.7

Arin Nurul Makrifah,

S.Pd. 1 .5 .5 9.2

As'ad Amrullah 1 .5 .5 9.7

Asha Ikra Rinanta 1 .5 .5 10.2

Bambang Harijanto,Spd 1 .5 .5 10.7

Bintik Sudarwati 1 .5 .5 11.2

Budi Norma Setiawan,

S.Pd 1 .5 .5 11.7 Catur Wulandari 1 .5 .5 12.2 Chatarina Sartiyah 2 1.0 1.0 13.3 Darmiatun 1 .5 .5 13.8 Desinta Ningtyas 1 .5 .5 14.3 Devi Afidin 1 .5 .5 14.8

(25)

Dharmawati 1 .5 .5 15.3

Dian Fatmawati 1 .5 .5 15.8

Valid Dian Hartatik Sukamto 1 .5 .5 16.3

Dida P 1 .5 .5 16.8

Didik Purwanto 1 .5 .5 17.3

Dwi Septi Vitasari 1 .5 .5 17.9

Dyna Dwi Septiani 1 .5 .5 18.4

Elly Susetyowati 1 .5 .5 18.9

Emi Wiji Lestari 1 .5 .5 19.4

Endang Kurnia Wati 1 .5 .5 19.9

Endang Sulistyowati 1 .5 .5 20.4 Endar Wigati 1 .5 .5 20.9 Endarwati 1 .5 .5 21.4 Erna Tjahjati 1 .5 .5 21.9 Erna Tjahjati 1 .5 .5 22.4 Ervandik Irawan 1 .5 .5 23.0 Eti Candrasari 1 .5 .5 23.5

Evy Inka Tresyasari 1 .5 .5 24.0

Fajar Faturochman 1 .5 .5 24.5

Faridatul Erna 1 .5 .5 25.0

Febrian Herwanti 1 .5 .5 25.5

Febrianita Putri Solihah 1 .5 .5 26.0

Fitria Choirun Nisa 1 .5 .5 26.5

Gaguk Iriana 1 .5 .5 27.0 Hamzawi Asyhar 1 .5 .5 27.6 Hariyanto 1 .5 .5 28.1 Hariyatin 1 .5 .5 28.6 Hartono 1 .5 .5 29.1 Hartutik 1 .5 .5 29.6 Hayu Priyanto 1 .5 .5 30.1 Hendri 1 .5 .5 30.6 Hermanto2 1 .5 .5 31.1

Ibnul Mushthofa Kamal 1 .5 .5 31.6

Ida Nurul Laila S.Pd 1 .5 .5 32.1

Valid Ida Nuryati 2 1.0 1.0 33.2

Ike Oktaria 1 .5 .5 33.7

Ima Kusmariati, S.Pd 1 .5 .5 34.2

(26)

Iman Kukuh Pribadi 1 .5 .5 35.2

Indah Sulistiani 1 .5 .5 35.7

Indah Sulistiani 1 .5 .5 36.2

Indartiana Nur Zulaikha 1 .5 .5 36.7

Indrawati, S.Pd 1 .5 .5 37.2 Indrayani 1 .5 .5 37.8 Indri Ariani 1 .5 .5 38.3 Istiqomah 1 .5 .5 38.8 Karmini 1 .5 .5 39.3 Khusnul Mu Alifah 1 .5 .5 39.8 Khusnul Muslimin 1 .5 .5 40.3 Kifayatul Asna 1 .5 .5 40.8 Kolidatul Mukhoyaroh 1 .5 .5 41.3 Kusbiyantoro 1 .5 .5 41.8 Lasmini 1 .5 .5 42.3

Laurensia Krisna Leonora 1 .5 .5 42.9

Lilik 1 .5 .5 43.4

Lilik Rians 1 .5 .5 43.9

Linda Maya Astriningtyas 1 .5 .5 44.4

Lusana Candra Dewi 1 .5 .5 44.9

M. Arifin 1 .5 .5 45.4 M. Saiful Anam 1 .5 .5 45.9 M.Fadol 1 .5 .5 46.4 M.Kholilurohman 1 .5 .5 46.9 M.Toifudin.S.Pd.M.Pd 1 .5 .5 47.4 Maratin Nafi'ah 1 .5 .5 48.0 Maskodir, S. Pd 1 .5 .5 48.5 Mei Wulandari 1 .5 .5 49.0 Valid Misiyamin 1 .5 .5 49.5

Mohammad Yazid Fahmil

Ma'ru 1 .5 .5 50.0 Muhammad Taufek 1 .5 .5 50.5 Mujahidin 1 .5 .5 51.0 Munis Arifah 1 .5 .5 51.5 Muntiah 1 .5 .5 52.0 Murtianingsih,S.Pd.Aud 1 .5 .5 52.6 Muthrofin 1 .5 .5 53.1 Nafis Masrurin 1 .5 .5 53.6

(27)

Nanang Widaryoko 1 .5 .5 54.1

Nanik Muthoharoh 1 .5 .5 54.6

Netti Puspitasari 1 .5 .5 55.1

Nikmatul Laili 1 .5 .5 55.6

Ninik Indrawani 1 .5 .5 56.1

Nova Edy Presnawan 1 .5 .5 56.6

Nuning Kristiani 1 .5 .5 57.1 Nur Hatmoko 1 .5 .5 57.7 Nurhana Marisatur Rosyiana 1 .5 .5 58.2 Nurkamsiyah 1 .5 .5 58.7 Nurnaningsih 1 .5 .5 59.2 Nurul Nuriani, S.Pd 1 .5 .5 59.7 Puguh 1 .5 .5 60.2 Puji Utami.S.Pd 1 .5 .5 60.7

Puspita Dwi Nurcahyani 1 .5 .5 61.2

Ratmana Putri Prayogi 1 .5 .5 61.7

Retno 1 .5 .5 62.2

Rida Umayah 1 .5 .5 62.8

Rina Kunni Masruhati 1 .5 .5 63.3

Rina Zulistiani T 1 .5 .5 63.8

Rindayani 1 .5 .5 64.3

Valid Rizki Satriana 1 .5 .5 64.8

Rudik Anto 2 1.0 1.0 65.8 Saptayuan 1 .5 .5 66.3 Setyo Asih 1 .5 .5 66.8 Siami 1 .5 .5 67.3 Silvi Yuniarti 1 .5 .5 67.9 Siti Djariyah 1 .5 .5 68.4 Siti Harwani 1 .5 .5 68.9 Siti Juwariyah 1 .5 .5 69.4 Siti Mahmudah 1 .5 .5 69.9

Siti Nur Indah Budiarti 1 .5 .5 70.4

Siti Nurhidayati,S.Pd 1 .5 .5 70.9

Siti Sholikah 1 .5 .5 71.4

Siti. Mufidah 2 1.0 1.0 72.4

Sri Andayani 1 .5 .5 73.0

(28)

Sri Hartami 1 .5 .5 74.0 Sri Hartami 1 .5 .5 74.5 Sri Kusanti 1 .5 .5 75.0 Sri Lindayani 1 .5 .5 75.5 Sri Redjeki 2 1.0 1.0 76.5 Sri Sndayani 1 .5 .5 77.0 Sri Widarti 1 .5 .5 77.6 Sringah 1 .5 .5 78.1 Sriyani 1 .5 .5 78.6 Suci Anjarwani 1 .5 .5 79.1 Sudarmi 1 .5 .5 79.6 Sukemi 1 .5 .5 80.1 Sunarti 1 .5 .5 80.6 Supadmiatin,S.Pdsd 1 .5 .5 81.1 Supiyah 1 .5 .5 81.6 Suprieni 1 .5 .5 82.1 Valid Surami 1 .5 .5 82.7

Suraya Kumil Laila 1 .5 .5 83.2

Suryani 1 .5 .5 83.7

Sustini 1 .5 .5 84.2

Tarminingsih 1 .5 .5 84.7

Titis Binar Cahyani 1 .5 .5 85.2

Toni 1 .5 .5 85.7

Tri Utami,S.Pd.Sd 1 .5 .5 86.2

Tumini 1 .5 .5 86.7

Ulfa Ajrun Ningamah 1 .5 .5 87.2

Umi Kulsum Masfiatin 1 .5 .5 87.8

Umi Musyarofah 2 1.0 1.0 88.8

Venty Eka Kusumasari 1 .5 .5 89.3

Vina Roosmaya Dewi 1 .5 .5 89.8

Wahono 1 .5 .5 90.3

Wakhid Budi Santosa 1 .5 .5 90.8

Watini 1 .5 .5 91.3 Widji Sulastri 1 .5 .5 91.8 Winanto 1 .5 .5 92.3 Winarni,S.Pd 1 .5 .5 92.9 Wiwik Sustiani 1 .5 .5 93.4 Wiwit Rahmawati,S.Pd 1 .5 .5 93.9

(29)

Woro Puspito Wulan 1 .5 .5 94.4

Yanu Tiono 1 .5 .5 94.9

Yayuk Rahayu, S.Pd 1 .5 .5 95.4

Yudha Aris Setyawan 3 1.5 1.5 96.9

Yuliana Fitri Uswatun

Hasan 1 .5 .5 97.4

Yuliati 1 .5 .5 98.0

Yuwanita Ariyanti 1 .5 .5 98.5

Zainal Arifin 2 1.0 1.0 99.5

Zenny Dwi Lutfita 1 .5 .5 100.0

Total 196 100.0 100.0

Jenis kelamin

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

Laki-laki 59 30.1 30.1 30.1

Perempuan 137 69.9 69.9 100.0

Total 196 100.0 100.0

Desa atau Kelurahan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Bacem 1 .5 .5 .5 Banggle 1 .5 .5 1.0 Banjaranyar 1 .5 .5 1.5 Bence 1 .5 .5 2.0 Bendo 10 5.1 5.1 7.1 Bendogerit 15 7.7 7.7 14.8 Blitar 3 1.5 1.5 16.3 Butun 1 .5 .5 16.8 Candirejo 1 .5 .5 17.3 Dermojayan 1 .5 .5 17.9 Gaprang 1 .5 .5 18.4 Gedog 12 6.1 6.1 24.5 Gemenggeng, 1 .5 .5 25.0 Jatinom 1 .5 .5 25.5 Jeding 1 .5 .5 26.0 Jegu 2 1.0 1.0 27.0

(30)

Jiwut 1 .5 .5 27.6 Kacangan 2 1.0 1.0 28.6 Kalipang 1 .5 .5 29.1 Kalipucung 2 1.0 1.0 30.1 Kalitengah 1 .5 .5 30.6 Karangsari 6 3.1 3.1 33.7 Karangsono 1 .5 .5 34.2 Karangtengah 7 3.6 3.6 37.8 Kauman 4 2.0 2.0 39.8 Kebonagung 1 .5 .5 40.3 Kemloko 2 1.0 1.0 41.3 Kendal 1 .5 .5 41.8 Kepanjenkidul 3 1.5 1.5 43.4 Kepanjenlor 4 2.0 2.0 45.4 Kerjen 1 .5 .5 45.9 Klampok 5 2.6 2.6 48.5 Valid Krenceng 1 .5 .5 49.0 Kulon 1 .5 .5 49.5 Kuningan 2 1.0 1.0 50.5 Minggirsari 2 1.0 1.0 51.5 Modangan 1 .5 .5 52.0 Ngadirejo 5 2.6 2.6 54.6 Ngaglik 1 .5 .5 55.1 Ngletih 1 .5 .5 55.6 Pakunden 8 4.1 4.1 59.7 Plosoarang 1 .5 .5 60.2 Plosokerep 6 3.1 3.1 63.3 Pojok 2 1.0 1.0 64.3 Ponggok 1 .5 .5 64.8 Popoh 1 .5 .5 65.3 Rembang 1 .5 .5 65.8 Sambigede 1 .5 .5 66.3 Sambirejo 1 .5 .5 66.8 Sananwetan 14 7.1 7.1 74.0 Satreyan 2 1.0 1.0 75.0 Sawahan Klampok 2 1.0 1.0 76.0 Sentul 7 3.6 3.6 79.6 Sukorejo 6 3.1 3.1 82.7

(31)

Sumberjati 1 .5 .5 83.2 Sumberjo 3 1.5 1.5 84.7 Sumberurip 1 .5 .5 85.2 Talun 1 .5 .5 85.7 Tambakrejo 1 .5 .5 86.2 Tanggung 4 2.0 2.0 88.3 Tanjungsari 10 5.1 5.1 93.4 Tawangsar 1 .5 .5 93.9 Tawangsari 1 .5 .5 94.4 Tlogo 3 1.5 1.5 95.9 Valid Tlumpu 2 1.0 1.0 96.9 Togogan 2 1.0 1.0 98.0 Togokan 1 .5 .5 98.5 Tuliskriyo 1 .5 .5 99.0 Turi 2 1.0 1.0 100.0 Total 196 100.0 100.0 Kecamatan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Bagor 1 .5 .5 .5 Binangun 1 .5 .5 1.0 Doko 1 .5 .5 1.5 Gandusari 1 .5 .5 2.0 Garum 5 2.6 2.6 4.6 Gondang 2 1.0 1.0 5.6 Kademangan 1 .5 .5 6.1 Kanigoro 13 6.6 6.6 12.8 Kepanjenkidul 33 16.8 16.8 29.6 Keras 1 .5 .5 30.1 Nglegok 5 2.6 2.6 32.7 Ngunut 3 1.5 1.5 34.2 Panggungrejo 1 .5 .5 34.7 Pare 1 .5 .5 35.2 Pesantren 1 .5 .5 35.7 Ponggok 5 2.6 2.6 38.3 Sanankulon 7 3.6 3.6 41.8

(32)

Sananwetan 63 32.1 32.1 74.0 Selopuro 1 .5 .5 74.5 Srengat 6 3.1 3.1 77.6 Sukorejo 33 16.8 16.8 94.4 Sutojayan 5 2.6 2.6 96.9 Talun 1 .5 .5 97.4 Udanawu 3 1.5 1.5 99.0 Wonodadi 1 .5 .5 99.5 Wonotirto 1 .5 .5 100.0 Total 196 100.0 100.0 Kab./Kota

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Kota Blitar 129 65.8 65.8 65.8 Kab. Blitar 58 29.6 29.6 95.4 Kota Lain 9 4.6 4.6 100.0 Total 196 100.0 100.0 Umur

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid 24 1 .5 .5 .5 25 3 1.5 1.5 2.0 26 6 3.1 3.1 5.1 27 6 3.1 3.1 8.2 28 7 3.6 3.6 11.7 29 3 1.5 1.5 13.3 30 10 5.1 5.1 18.4 31 4 2.0 2.0 20.4 32 3 1.5 1.5 21.9 33 7 3.6 3.6 25.5 34 5 2.6 2.6 28.1 35 11 5.6 5.6 33.7 36 10 5.1 5.1 38.8 37 2 1.0 1.0 39.8 38 14 7.1 7.1 46.9 39 4 2.0 2.0 49.0

(33)

40 5 2.6 2.6 51.5 41 8 4.1 4.1 55.6 42 3 1.5 1.5 57.1 43 1 .5 .5 57.7 45 2 1.0 1.0 58.7 48 5 2.6 2.6 61.2 49 5 2.6 2.6 63.8 50 3 1.5 1.5 65.3 51 4 2.0 2.0 67.3 52 5 2.6 2.6 69.9 53 4 2.0 2.0 71.9 54 12 6.1 6.1 78.1 55 11 5.6 5.6 83.7 56 11 5.6 5.6 89.3 57 8 4.1 4.1 93.4 58 2 1.0 1.0 94.4 Valid 59 8 4.1 4.1 98.5 60 2 1.0 1.0 99.5 63 1 .5 .5 100.0 Total 196 100.0 100.0 Jenis Pekerjaan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

GURU-PNS 144 73.5 73.5 73.5

Wiraswasta 21 10.7 10.7 84.2

Tidak / belum bekerja 2 1.0 1.0 85.2

Guru GTT-Honorer 29 14.8 14.8 100.0

Total 196 100.0 100.0

Pendidikan yang ditamatkan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid SMU/Sederajat 10 5.1 5.1 5.1 Diploma 3 4 2.0 2.0 7.1 Sarjana S1 172 87.8 87.8 94.9 Sarjana (S2) 10 5.1 5.1 100.0

(34)

Total 196 100.0 100.0

B. Persepsi Masyarakat Terhadap Pelayanan Dinas Pendidikan

Kesesuaian persyaratan pelayanan dengan jenis pelayanan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Kurang Sesuai 3 1.5 1.5 1.5 Sesuai 152 77.6 77.6 79.1 Sangat Sesuai 41 20.9 20.9 100.0 Total 196 100.0 100.0

Kemudahan prosedur pelayanan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Tidak Mudah 1 .5 .5 .5 Kurang Mudah 9 4.6 4.6 5.1 Mudah 144 73.5 73.5 78.6 Sangat Mudah 42 21.4 21.4 100.0 Total 196 100.0 100.0

Kecepatan waktu dalam memberikan pelayanan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Tidak Cepat 1 .5 .5 .5 Kurang Cepat 16 8.2 8.2 8.7 Cepat 152 77.6 77.6 86.2 Sangat Cepat 27 13.8 13.8 100.0 Total 196 100.0 100.0

Kewajaran biaya/tarif dalam pelayanan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Cukup Mahal 13 6.6 6.6 6.6 Murah 38 19.4 19.4 26.0 Gratis 145 74.0 74.0 100.0 Total 196 100.0 100.0

(35)

Kesuaian produk pelayanan antara yang tercantum dalam standar pelayanan dengan hasil yang diberikan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Tidak sesuai 2 1.0 1.0 1.0 Kurang sesuai 10 5.1 5.1 6.1 Sesuai 147 75.0 75.0 81.1 Sangat Sesuai 37 18.9 18.9 100.0 Total 196 100.0 100.0

Kemampuan/kompetensi petugas dalam memberikan pelayanan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Kurang kompeten 6 3.1 3.1 3.1 Kompeten 140 71.4 71.4 74.5 Sangat kompeten 50 25.5 25.5 100.0 Total 196 100.0 100.0

Perilaku petugas dalam memberikan pelayanan terkait dengan kesopanan dan keramahan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

Kurang sopan dan ramah 4 2.0 2.0 2.0

Sopan dan Ramah 148 75.5 75.5 77.6

Sangat sopan dan ramah 44 22.4 22.4 100.0

Total 196 100.0 100.0

Kualitas sarana dan prasarana

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Cukup 20 10.2 10.2 10.2 Baik 134 68.4 68.4 78.6 Sangat Baik 42 21.4 21.4 100.0 Total 196 100.0 100.0

(36)

Penanganan pengaduan pengguna layanan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

Ada penanganan tapi bagian penanganan tidak berfungsi dengan baik

14 7.1 7.1 7.1

Bagian penanganan berfungsi tapi kurang maksimal

34 17.3 17.3 24.5

Bagian penanganan

berfungsi dengan baik 148 75.5 75.5 100.0

Total 196 100.0 100.0

C. Komentar dan Saran

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

"Sebaiknya jika ada

pengaduan 1 .5 .5 .5

"Untuk kenaikan tingkat pegawai fungsional khususnya guru diharapkan seobjektif mungkin sesuai bobot karya ilmiah yg diajukan.

1 .5 .5 1.0

& memungkinkan secepat mungkin diselesaikan sehingga tidak sampai berulangkali datang ke kantor pelayanan,. Terimakasih"

1 .5 .5 1.5

Akses internet lebih

(37)

Apabila sudah

mengirimkan dokumen di simpan sehingga tidak meminta dokumen lagi yang di butuhkan

1 .5 .5 2.6

bagud 1 .5 .5 3.1

baik 1 .5 .5 3.6

Baik dan memuaskan 1 .5 .5 4.1

Baik dan sesuai harapan

kami. 2 1.0 1.0 5.1

Baik, cepat dan sesuai. 1 .5 .5 5.6

Baik, ramah dan

kompeten 1 .5 .5 6.1

Pelayanan Cukup Baik 1 .5 .5 6.6

cukup 1 .5 .5 7.1

Valid Cukup Baik 1 .5 .5 7.7

Di Ruang Kosong Bisa Dicantumkan Pasword WIFI Dan Diberi Denah Ruang Beserta Nama Staf Yg Ada Di Ruang

Tersebut

1 .5 .5 8.2

Dinas Pendidikan Kota Blitar Sangat Responsif Dalam Memberikan Layanan. Lanjutkan 1 .5 .5 8.7 Dipertahankan Pelayanan Yg Baik 1 .5 .5 9.2 Ditingkatkan 1 .5 .5 9.7 Ditingkatkan Lagi Pelayanannya 1 .5 .5 10.2

Ditingkatkan lebih baik

lagi 1 .5 .5 10.7

Ditingkatkan terus krn pelayanan publik adalah ujung tombak kepuasan masyarakat

(38)

Harus lebih profional lagi, terutama dalam

mengevaluasi kenaikan tingkat pegawai fungsional/Khususnya guru, harus benar-benar objektive

1 .5 .5 11.7

Hendaknya pelayanan yg sudah bagus / baik kpd masyarakat dapat ditingkatkan .

1 .5 .5 12.2

internet di kota Blitar agar

dipercepat lagi 1 .5 .5 12.8

Valid Kami sebagai masyarakat sudah merasa puas dengan pelayanan yang ada, untuk kedepannya agar lebih baik dan ditingkatkan lagi

2 1.0 1.0 13.8

Kualitas pelayanan sudah bagus. Tingkatkan lagi agar memuaskan masyarakat.

1 .5 .5 14.3

Lanjutkan kewajiban seperti apa yg seharusnya anda kerjakan

1 .5 .5 14.8

Layanan sangat baik dan

memuaskan 1 .5 .5 15.3

Lebih dimaksimalkan dan

lebih mudah 1 .5 .5 15.8

Lebih ditingkatkan 1 .5 .5 16.3

Lebih ditingkatkan lagi 1 .5 .5 16.8

Lebih ditingkatkan

pelayanannya 1 .5 .5 17.3

Lebih maksimal lagi dalam melakukan pelayanan akan menghasilkan yg lebih baik lagi 1 .5 .5 17.9 Lebih mengutamakan pelayanan prima 1 .5 .5 18.4

(39)

lebih ontime lagi 1 .5 .5 18.9

Mantab 1 .5 .5 19.4

Melayani dengan baik 1 .5 .5 19.9

Mohon di tingkatkan lgi

pelayanannya, 1 .5 .5 20.4

Mohon kualitas pelayanan

ditingkatkan 1 .5 .5 20.9

Valid Mohon pelayanan lbh

ramah & cepat 1 .5 .5 21.4

Mungkin karena pengaduhan yg terlalu banyak sehingga kurang maksimal

1 .5 .5 21.9

No komen 1 .5 .5 22.4

Pelayanan Ok 1 .5 .5 23.0

Pegawai harus kompeten terutama dalam hal IT dan mempunyai tingkat inisiatif,cekatan dan Mampu memecahkan masalah dengan cepat,dan mudah beradaptasi dengan sistem yang baru atau menciptakan sistem yang baru yang

memudahkan masyarakat terutama dalam hal PPDB siswa

1 .5 .5 23.5

Pegawai lebih sopan dan

ramah 1 .5 .5 24.0

Pelayan sdh baik

tingkatkan terus 1 .5 .5 24.5

Pelayan petugas tehadap masyarakat sangat baik, ramah dan santun. Tolong tetap di pertahankan. Good job 1 .5 .5 25.0 Pelayan Tetap Di pertahankan 1 .5 .5 25.5 Pelayanan baik 1 .5 .5 26.0

(40)

Pelayanan bagi kami sangat memuaskan mohon dipertahankan dan

ditingkatkan

1 .5 .5 26.5

Valid Pelayanan baik 1 .5 .5 27.0

Pelayanan baik dan

memuaskan 1 .5 .5 27.6

Pelayanan baik dan ramah 1 .5 .5 28.1

Pelayanan di Kota Blitar

memuaskan 1 .5 .5 28.6

Pelayanan dna sarana prasarana selalu ditingkatkan

1 .5 .5 29.1

Pelayanan harus di tingkatkan seperti pembayaran pajak agar kota Blitar lebih maju dan baik

1 .5 .5 29.6

Pelayanan harus lebih

cepat 1 .5 .5 30.1 Pelayanan kedepan semakin baik 1 .5 .5 30.6 pelayanan memuaskan 1 .5 .5 31.1 Pelayanan memuaskan 2 1.0 1.0 32.1 Pelayanan mohon ditingkatkan 1 .5 .5 32.7 Pelayanan pengurusan

cuti sangat memuaskan 1 .5 .5 33.2

Pelayanan Ramah,Cukup baik dan sesuai yang diinginkan 1 .5 .5 33.7 Pelayanan sangat memuaskan 1 .5 .5 34.2 Pelayanan sangat memuaskan 2 1.0 1.0 35.2 Pelayanan sangat meuaskan 1 .5 .5 35.7 Pelayanan sdh baik mohon dtingkatkan 1 .5 .5 36.2

(41)

Valid Pelayanan sebaik nya ditingkatkan agar lebih baik lagi

1 .5 .5 36.7

Pelayanan sudah bagus alangkah baiknya di tingkatkan lagi

1 .5 .5 37.2

pelayanan sudah bagus, petugasnya juga ramah, tingkatkan terus kualitas pelayanannya

1 .5 .5 37.8

pelayanan sudah baik 1 .5 .5 38.3

Pelayanan sudah baik 4 2.0 2.0 40.3

Pelayanan sudah baik,dan

memuaskan 1 .5 .5 40.8

Pelayanan sudah baik akan tetapi perlu ditingkatkan

1 .5 .5 41.3

Pelayanan sudah baik dan

perlu ditingkatkan lagi 1 .5 .5 41.8

Pelayanan sudah baik

prosedural ramah 1 .5 .5 42.3

Pelayanan sudah baik

tingkatkan!! 1 .5 .5 42.9

Pelayanan sudah baik, semoga kedepannya lebih memuaskan.

1 .5 .5 43.4

Pelayanan sudah baik,

tapi perlu peningkatan. 1 .5 .5 43.9

Pelayanan sudah baik, tingkatkan agar lebih baik lagi

1 .5 .5 44.4

Pelayanan sudah

baik,maksimalkan 1 .5 .5 44.9

Pelayanan sudah baik. 1 .5 .5 45.4

Pelayanan sudah Baik.

Tetap dipertahankan 1 .5 .5 45.9

Valid Pelayanan sudah baik.pertahankan dan kalau bisa lebih di tingkatkan

(42)

Pelayanan sudah

memuaskan 1 .5 .5 46.9

Pelayanan sudah sangat baik , ramah, dan tamah...perlu dipertahankan

1 .5 .5 47.4

Pelayanan sudah sesuai fungsinya tetapi perlu peningkatan lagi

1 .5 .5 48.0

Pelayanan sudah sesuai

standar yang berlaku. 1 .5 .5 48.5

Pelayanan terlaksana dengan baik sesuai dengan tupoksi masing masing

1 .5 .5 49.0

Pelayanan yang

berkesinambungan 1 .5 .5 49.5

Pelayanan yang diberikan oleh instansi sudah sangat baik.

1 .5 .5 50.0

Pelayanan yang diberikan oleh petugas layanan sangat memuaskan sesuai standar pelayanan

1 .5 .5 50.5

Pelayanan yang diberikan oleh petugas sudah baik dan sangat membantu. Semoga bisa lebih semangat dan lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan yang terbaik.

1 .5 .5 51.0

Pelayanan yang diberikan sudah baik dan

memuaskan.

1 .5 .5 51.5

Valid Pelayanan yang sudah baik harus dipertahankan dan terus ditingkatkan.

1 .5 .5 52.0

Pelayanan yang sudah baik perlu dipertahanlan kalau bisa ditingkatkan agar lebih baik lagi

(43)

Pelayanan yg diberikan sudah baik, memuaskan dan mudah diterima, tolong dipertahankan.

1 .5 .5 53.1

pelayananan sangat

memuaskan 1 .5 .5 53.6

Pelayanannya , cepat, ramah, dan sesuai kebutuhan 1 .5 .5 54.1 Penanganan sudah memuaskan 1 .5 .5 54.6 Peningkatan pelayanan yang berkesinambungan 1 .5 .5 55.1 Pertahankan Semangat dalam melayani masyarakat... 1 .5 .5 55.6

Pertahankan yang baik dan tingkatkan yang kurang memadai

1 .5 .5 56.1

Pertahankan yang sudah

baik 1 .5 .5 56.6

Pertahankan yang sudah baik, dan tingkatkan yang kurang maksimal

1 .5 .5 57.1

Pertahankan yg sudah baik, terus berinovasi untuk meningkatkan mutu pelayanan 1 .5 .5 57.7 Petugas perlu ditingkatkan kompetensinya 1 .5 .5 58.2

Valid Petugas selalu melayani

dengan bsik dan ramah 1 .5 .5 58.7

PPDB berjalan dengan lancar, dan petugas juga selalu siap siaga untuk membantu.

(44)

PPDB jalur Zonasi perlu dievaluasi kembali teknisnya,atau dirubah saja namanya menjadi jalur pemerataan.karena anak anak dari SDN Klampok merata ke semua SMP d kota Blitar dampak dr zonasi yang tidak sesuai zona terdekat

1 .5 .5 59.7

Puas dengan pelayanan yang diberikan. Namun perlu adanya kemudahan dalam mengakses situs pelayanan agar efisien waktu.

1 .5 .5 60.2

sangat baik dan maksimal 1 .5 .5 60.7

sangat baik dan memuaskan dalam pelayanannya

1 .5 .5 61.2

Sangat baik juga cepat

dan pertahankan. 1 .5 .5 61.7

Sangat memuaskan dan

ramah 1 .5 .5 62.2

Sangat puas dengan

pelayanan saat ini. 1 .5 .5 62.8

Saran : Dapat

meningkatkan pelayanan lebih cepat,baik dan maksimal

1 .5 .5 63.3

Sdh baik .mhn

dimaksimalkan 1 .5 .5 63.8

Valid Sebaiknya selalu ada

petugas yang piket 1 .5 .5 64.3

Secara umum sudah baik,

(45)

Seharusnya ada layanan WA, SMS, ataupun media penghubung lain yang bersifat umum dan terbuka, sehingga jika terjadi kendala bisa disampaikan dan juga mendapat balasan yg diinginkan. Selain itu, respon juga harus diberikan, biar tidak membuat pengunjung kecewa.

1 .5 .5 65.3

Seharusnya tetap ada

petugas piket 1 .5 .5 65.8

Seharusnya tetap ada

petugas yang piket 1 .5 .5 66.3

Selalu diperbaiki sesuai evaluasi untuk keamjuan ditahun depan

1 .5 .5 66.8

Selalu tingkatkan kualitas

pelayanan 1 .5 .5 67.3

Semangat dan terus berkarya untuk kedepan lebih baik 3 1.5 1.5 68.9 Semangat selalu, memberikan pelayanan yg tulus 1 .5 .5 69.4

Semoga kedepan ny jauh

lebih baik 1 .5 .5 69.9

Semoga layanan di dinas pendidikan terus

ditingkatkan terutama keramahan dan resposifnya

1 .5 .5 70.4

Valid Semoga layanan pendidikan lebih baik lg..sehingga kota blitar menjadi lebih maju

1 .5 .5 70.9

semoga lebih baik

Pelayanan yang diberikan petugas

(46)

Semoga pelayanan nya

lebih baik lagi 1 .5 .5 71.9

Semoga pelayanan

semakin baik 1 .5 .5 72.4

Semoga pelayanan semakin baik dan menjadikan kota blitar semakin maju

1 .5 .5 73.0

Semoga pelayanan yang sudah baik dapat dipertahankan dan di kemudian hari ditingkatkan

1 .5 .5 73.5

Semua pelayanan sudah baik dan lebih

ditingkatkan lagi agar semua keluhan atau pengaduan terespon dengan lebih cepat lagi,terimakasih

1 .5 .5 74.0

Semua sesuai kemampuan

dan baik 1 .5 .5 74.5

Semua sudah berjalan dengan baik

dipertahankan atau mungkin bisa ditingkatkan

1 .5 .5 75.0

Sudah bagus dan tolong

ditingkatkan lagi 1 .5 .5 75.5

sudah baik 1 .5 .5 76.0

Sudah baik 7 3.6 3.6 79.6

Valid sudah baik dan perlu

dilanjutkan 1 .5 .5 80.1

Sudah baik dan perlu

ditingkatkan 1 .5 .5 80.6

Sudah baik perlu

ditingkatkan lagi 1 .5 .5 81.1

Sudah baik, perlu di

tingkatkan lagi 1 .5 .5 81.6

Sudah baik. 1 .5 .5 82.1

(47)

Sudah cukup baik dalam pelayanan, mungkin perlu perbaikan didalam SDM yang berkaitan langsung dengan ring 1 (konsumen)

1 .5 .5 83.2

Sudah sangat baik 1 .5 .5 83.7

sudah sesuai prosedur

yang berlaku 1 .5 .5 84.2

Sudah tolong lebih

ditingkatkan lagi 1 .5 .5 84.7

Terima kasih banyak atas pelayanan yang telah diberikan kepada kami dalam mengurus UKP dalam masa pandemi ini. Petugasnya ramah dan sopan.

1 .5 .5 85.2

Terima kasih sudah memberikan pelayanan yg prima saya berharap tetap di pertahankan

1 .5 .5 85.7

Terimakasih dan

tingkatkan pelayanan agar masyarakat semakin puas

1 .5 .5 86.2

tertib dan baik 1 .5 .5 86.7

Terus di tingkatkan 1 .5 .5 87.2

Valid Tetap lakukan yang terbaik dalam melayani semua masyarakat

1 .5 .5 87.8

Tetap perlu adanya

peningkatan layanan 1 .5 .5 88.3

Tetap sabar dan tlaten

dalam menjalankan tugas. 1 .5 .5 88.8

Tingkatkan 1 .5 .5 89.3

Tingkatkan kedisiplinan

dan pelayanan 3 1.5 1.5 90.8

Tingkatkan kualitas pelayanan agar lebih dipercaya oleh konsumen.

1 .5 .5 91.3

Tingkatkan lebih baik lagi 1 .5 .5 91.8

(48)

Tingkatkan pelayanan agar kepuasan masyarakat terlayani.

1 .5 .5 94.4

Tingkatkan Pelayanan dan tetap dipermudah disegala urusan...

3 1.5 1.5 95.9

Tingkatkan pelayanan yang lebih baik lagi untuk kemudahan yang lain lainnya

1 .5 .5 96.4

tingkatkan pelayanan

yang ramah dan santun 1 .5 .5 96.9

Tingkatkan terus

pelayanan yang yg kurang baik

1 .5 .5 97.4

Tolong Ditingkatkan 1 .5 .5 98.0

Valid Untuk kedepannya pelayanan lebih ditingkatkan lagi

1 .5 .5 98.5

Untuk kenaikan tingkat pembuatan ptk jangan dipersulit, karena kami sudah berusaha dan berlatih untuk membuat dan revisi sampai 2x sesuai dengan keterangan, revisi malah lebih banyak dan nilai tetap 0, mohon tim revisi sama dengan tim penilai mulai dari awal, sehingga bila sudah direvisi mendapat nilai. mohon jadi koreksi, supaya kami kreatif dan tidak malas dalam berlatih dan pembuatan ptk, dan usaha kai dihargai.

(49)

Untuk pelayan pensiun sangat memudahkan dalam pengurusan karena persyaratan selain dalam bentuk file juga bentuk print out"

1 .5 .5 99.5

Yang sudah baik

sebaiknya ditingkatkan 1 .5 .5 100.0

(50)

45 BAB V

INTERPRETASI DATA HASIL SURVEI

Dalam bab ini akan di paparkan skor total, nilai per unsur dan nilai tertimbang, dan Nilai IKM Dinas Pendidikan kota Blitar

A. Skor Tiap Unsur Layanan

Tabel 5a.1 Skor Tiap Unsur Layanan

NO. UNSUR LAYANAN

Skor Tiap Unsur

9 Penanganan pengaduan pengguna layanan 722

4 Kewajaran biaya/tarif dalam pelayanan 720

6 Kemampuan/ kompetensi petugas dalam memberikan

pelayanan 632

7 Perilaku petugas dalam memberikan pelayanan terkait dengan

kesopanan dan keramahan 628

1 Kesesuaian persyaratan pelayanan dengan jenis pelayanannya 626

2 Kemudahan prosedur pelayanan 619

5 Kesesuaian produk pelayanan antara yang tercantum

dalam standar pelayanan dengan hasil yang diberikan 611

8 Kualitas sarana prasarana 610

3 Kecepatan waktu dalam memberikan pelayanan 597

Berdasarkan table 5a.1 dapat dijelaskan bahwa Penanganan pengaduan pengguna layanan

(51)

dalam pelayanan dengan skor (720), Kemampuan/ kompetensi petugas dalam memberikan pelayanan dengan skor (632), Perilaku petugas dalam memberikan pelayanan terkait dengan kesopanan dan keramahan dengan skor (628), Kesesuaian persyaratan pelayanan dengan jenis pelayanannya dengan skor (626), Kemudahan prosedur pelayanan dengan skor (619),

Kesesuaian produk pelayanan antara yang tercantum dalam standar pelayanan dengan hasil yang diberikan dengan skor (611), Kualitas sarana prasarana dengan skor (610),dan

Kecepatan waktu dalam memberikan pelayanan dengan skor (597). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada diagram 5a.1 dibawah ini.

Diagram 5a.1 Skor Tiap Unsur Layanan

B. Nilai Tiap Unsur Layanan

Table 5a.2. Nilai Tiap Unsur Layanan

NO. UNSUR LAYANAN

. Nilai Tiap Unsur

9 Penanganan pengaduan pengguna layanan 3.684

4 Kewajaran biaya/tarif dalam pelayanan 3.673

626 619 597 720 611 632 628 610 722 0 200 400 600 800SKOR UL1 SKOR UL2 SKOR UL3 SKOR UL4 SKOR UL5 SKOR UL6 SKOR UL7 SKOR UL8 SKOR UL9

(52)

NO. UNSUR LAYANAN

. Nilai Tiap Unsur

6 Kemampuan/ kompetensi petugas dalam memberikan

pelayanan 3.224

7 Perilaku petugas dalam memberikan pelayanan terkait dengan

kesopanan dan keramahan 3.204

1 Kesesuaian persyaratan pelayanan dengan jenis pelayanannya 3.194

2 Kemudahan prosedur pelayanan 3.158

5 Kesesuaian produk pelayanan antara yang tercantum

dalam standar pelayanan dengan hasil yang diberikan 3.117

8 Kualitas sarana prasarana 3.112

3 Kecepatan waktu dalam memberikan pelayanan 3.046

Berdasarkan table 5a.2 dapat dijelaskan bahwa Penanganan pengaduan pengguna layanan mendapatkan nilai unsur tertinggi, yaitu (3.684), dan secara berturut turut, Kewajaran biaya/tarif dalam pelayanan dengan nilai unsur (3.673), Kemampuan/ kompetensi petugas dalam memberikan pelayanan dengan nilai unsur (3.224), Perilaku petugas dalam memberikan pelayanan terkait dengan kesopanan dan keramahan dengan nilai unsur (3.204), Kesesuaian persyaratan pelayanan dengan jenis pelayanannya dengan nilai unsur (3.194), Kemudahan prosedur pelayanan dengan nilai unsur (3.158), Kesesuaian produk pelayanan antara yang tercantum dalam standar pelayanan dengan hasil yang diberikan dengan nilai unsur (3.117), Kualitas sarana prasarana dengan nilai unsur (3.112),dan Kecepatan waktu dalam memberikan pelayanan dengan nilai unsur (3.046). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada diagram 5a.2 dibawah ini.

Gambar

Tabel 5a.1 Skor  Tiap Unsur Layanan
Diagram 5a.1 Skor  Tiap Unsur Layanan
Diagram 5a.2 nilai tiap-tiap unsur layanan
Diagram 5a.3 Nilai Tertimbang  Tiap-Tap Unsur Layanan
+2

Referensi

Dokumen terkait

Data yang diperoleh dari BPK menunjukkan bahwa dari hasil audit BPK-RI terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah kota Bandung selama lima tahun berturut-turut mulai dari

Dari beberapa data yang dijelaskan di atas, penulis ingin meneliti tentang pola dalam komunikasi pembangunan yang dilakukan pemerintah Kota Blitar kepada

Makassar yang mendapatkan 3 kali berturut-turut penghargaan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) maka hal tersebut menunjukkan bahwa kinerja dari internal audit pemerintah kota

Ruang lingkup penelitian adalah Pemerintah Kota Provinsi Sumatera Utara yang memiliki data pertumbuhan ekonomi, desentralisasi fiskal, dan pendapatan perkapita berturut-turut

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA MEDAN TENTANG PEMBENTUKAN TIM PENANGANAN PENGADUAN (WHISTLEBLOWING SYSTEM) PADA DINAS

Dari gambar tingkatan Dinas dalam pengembangan kapasitas dapat dijelaskan bahwa dalam penanganan masyarakat terdampak lokalisasi Jarak-Dolly dilakukan melalui beberapa

Bagi imigran baru berstatus menikah yang tinggal di Taiwan (dan yang telah mendapatkan ARC), dan setiap tahunnya tinggal di Taiwan lebih dari 183 hari selama 3 tahun

Bagi imigran baru berstatus menikah yang tinggal di Taiwan (dan yang telah mendapatkan ARC), dan setiap tahunnya tinggal di Taiwan lebih dari 183 hari selama 3 tahun