• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN"

Copied!
58
0
0

Teks penuh

(1)

36   

ANALISA DAN PEMBAHASAN

4.1 Profil

Perusahaan

4.1.1 Gambaran Umum Sekolah High/Scope Indonesia

Sekolah High/Scope pertama kali dikembangkan tahun 1962 di Michigan, dan

berkembang hingga kemudian digunakan di berbagai belahan dunia dan hasil risetnya

memberikan sumbangan berarti pada program pendidikan bagi anak-anak balita.

Program pendidikan sekolah High/Scope didukung dengan riset kurikulum dan diakui

oleh U.S. Department of Education.

Dimulai dengan pembukaan pre-school program di tahun 1996, Sekolah

High/Scope Indonesia (SHI) kemudian mendirikan High/Scope Institute Indonesia

pada tahun 2000 dan berusaha untuk mempromosikan Sekolah High/Scope ke seluruh

nusantara dengan membuka lebih banyak sekolah di seluruh Indonesia yang dimulai

dari TK, SD, sekolah menengah dan tinggi. Program–program tersebut mencakup

pendidikan untuk anak-anak usia 1,5 hingga 18 tahun.

Selama beberapa tahun kemudian, High/Scope Institute Indonesia secara terus

menerus melakukan pengembangan guru yang bertujuan untuk menjaga kualitas

pengajaran dan praktek di sekolah, menyediakan layanan yang relevan untuk setiap

kelompok umur, mengembangkan materi pelatihan dan untuk memperkaya

(2)

bekerjasama dengan konsultan berkualifikasi dalam berbagai bidang akademik untuk

menyediakan penelitian dan pengembangan bersama dengan kegiatan lokakarya

untuk meningkatkan keterampilan pedagogis guru.

High/Scope memandang bahwa sekolah adalah sebuah organisasi belajar yang

melibatkan setiap orang dalam sistem - para siswa, orang tua, pendidik, masyarakat,

pemerintah, dan bahkan pengusaha bisnis dalam mengekspresikan aspirasi mereka,

membangun kesadaran mereka, dan mengembangkan kemampuan bersama, dengan

belajar dari satu sama lain. Rendah hati dari awal sampai hari ini, sekolah High/Scope

Indonesia terus menggelorakan misi Ki Hadjar Dewantoro - Ing Ngarsa Sung

Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani, untuk menjadi sebuah

organisasi belajar di mana setiap orang yang terinspirasi untuk selalu mencari

pengetahuan sepanjang perjalanan hidup mereka sebagai pemimpin dalam paradigma

pengembangan sumber daya manusia.

Sekolah High/Scope Indonesia diperkenalkan sejak tahun 1996 di Jakarta, dan

kemudian berkembang dengan membuka beberapa cabang lagi di Jakarta. Pada tahun

2000, berdiri High/Scope Indonesia yang berhak memberikan lisensi High/Sope di

Indonesia dengan program yang berkomitmen untuk mendidik anak-anak Indonesia

melalui program yang diakui secara internasional dalam rangka menyongsong era

(3)

4.1.2 Sekolah High/Scope Indonesia Unit Senayan City & My

Playmall

Sekolah High/Scope Unit Senayan City (SHI – Senayan City) & My Playmall

(playground) adalah satu tempat pendidikan pre-school dan tempat bermain di

Jakarta. Berlokasi di salah satu mall terbesar di Jakarta, Senayan City Shopping Mall,

dan saat ini menjadi satu-satunya sarana pendidikan dan tempat bermain anak di

Senayan City. Dengan menggunakan kurikulum internasional dari High/Scope,

Sekolah High/Scope Senayan City & My Playmall diharapkan dapat menjawab

kebutuhan sebagian kalangan di Jakarta yang membutuhkan pendidikan bermutu

sekaligus tempat bermain yang berkualitas untuk anak-anak dan menjadi satu pilihan

utama di kawasan Senayan City dan sekitarnya.

SHI - Senayan City dimiliki oleh PT. Golden Anugerah Kencana (PT GAK)

yang juga mendirikan Sekolah High/Scope Indonesia unit Taman Alfa Indah dan unit

Pluit. Sekolah High/Scope merupakan usaha warabala yang memiliki perjanjian

warabala dengan setiap terwarabala. Dengan kurikulum, standard, dan program akan

didukung penuh oleh High/Scope, dan terwarabala wajib mengikuti syarat - syarat

dan ketentuan dari High/Scope. Selain itu PT GAK juga mendirikan My Playmall di

tempat yang sama dengan SHI – Senayan City. My Playmall adalah suatu sarana

tempat bermain bagi anak – anak dimana anak – anak dapat bermain maupun dapat

belajar dengan melakukan aktivitas-aktivitas yang melatih fisik mereka, My Playmall sendiri adalah fasilitas yang didirikan dan dikembangkan sendiri oleh PT GAK.

(4)

Dengan didirikannya SHI – Senayan City dan My Playmall ditempat yang sama

diharapkan akan saling mendukung keberadaan dua unit usaha tersebut.

SHI - Senayan City didirikan untuk menyediakan pendidikan tingkat

pre-school. Jasa yang disediakan oleh SHI - Senayan City adalah sarana dan prasarana

pendidikan bagi anak-anak usia 1, 5 sampai 5 tahun. Proses belajar di SHI – Senayan

City dibagi menjadi 2 group yaitu :

1. Toddler : usia 1,5 tahun s.d 2,5 tahun

2. Pre-school : usia 2,5 tahun s.d 5 tahun

namun sejak Juli susunan kelas SHI-Senayan City berubah menjadi :

1. Pre-school : usia 2,5 tahun s.d 4 tahun

2. Pre-Kindy : usia 4 tahun s.d 5 tahun

SHI - Senayan City menggunakan kurikulum internasional dari High/Scope,

dan diharapkan dapat menjawab kebutuhan sebagian kalangan di Jakarta yang

membutuhkan pendidikan sekaligus tempat bermain yang berkualitas untuk

anak-anak balita.

My Playmall merupakan sarana bermain dan tumbuh kembang anak yang

dibuka untuk umum. Dalam pengelolaannya menggunakan dua sistem yaitu member

dan non member. Member membayar fee bulanan atau tahunan sedangkan non

member membayar untuk setiap kali kunjungan, selain untuk umum My Playmall

juga terbuka digunakan bagi murid SHI – Senayan City dengan bebas selama

(5)

4.1.3 Visi, Misi dan Tujuan Perusahaan

Visi Sekolah High/Scope Indonesia adalah :

Menjadi barometer pendidikan di Indonesia.

Sedangkan Misi Sekolah High/Scope Indonesia adalah :

Membantu perkembangan anak-anak Indonesia secara penuh dalam hal

akademik, intrapersonal, interpersonal dan secara fisik sehingga dapat

bersaing secara internasional.

4.2 Audit Pemasaran (Marketing Audit)

4.2.1 Analisa Hasil Survey

Untuk mendapatkan informasi tambahan dalam thesis ini penulis melakukan

survey menggunakan kuesioner. kuesioner yang disebar dibagi menjadi 2 macam

yang pertama disebarkan kepada orang tua yang memiliki anak yang sekolah di

Senayan City sebanyak 20 buah yang kami sebut responden Internal, dengan maksud

untuk mengetahui karakteristik dari pelanggan Sekolah High/Scope Unit Senayan

City serta bertujuan untuk mendapatkan masukan mengenai kekurangan dan

kelebihan Sekolah High/Scope Unit Senayan City. Kuesioner yang kedua disebar

kepada umum yang memiliki prospek sebagai pelanggan Sekolah High/Scope Unit

Senayan City sebanyak 30 buah yang penulis sebut dengan responden Eksternal. Hal

ini dilakukan guna mengetahui kebiasaan mereka yang nantinya dapat digunakan

(6)

4

k H m b B D J

4.2.1.1 An

Sumb kuesioner ya

Hal ini terce

mengetahui Dilih banyak berte Barat denga Dapat disim Jakarta Selat Ja Jakarta  0%

nalisa Ha

ber analisa ang dilakuka ermin dari d keunggulan Gamba hat dari diag

empat tingga an persentas mpulkan juga tan. karta Selatan 57% Timur % Jakart 0

asil Surve

dalam surv an pada oran diagram di ba dan kelema ar 4.1 Temp gram di atas al di Jakarta e 29% dan a bahwa may ta Utara 0% Bod

Tem

ey Respo

vey ini penu

ng tua murid

awah ini. An

ahan dari per

pat Tinggal , untuk kons Selatan den sisanya 14% yoritas konsu Jakar 1 Jakarta 29 detabek 0%

mpat Tin

onden Inte

ulis dapatka d dari sekola nalisa faktor rusahaan. Responden sumen SHI ngan persenta % bertempat umen SHI be rta Pusat 14% a Barat 9%

nggal

ernal

an berdasark ah SHI - Sen r internal dig n Internal unit Senaya ase 57%. Un t tinggal di ertempat tin Ja Ja Ja Ja Ja B kan dari ha nayan City. P gunakan unt an City, pali ntuk di Jakar Jakarta Pus nggal di daer akarta Pusat akarta Barat akarta Selatan akarta Timur akarta Utara odetabek asil Pel tuk ing rta sat. rah

(7)

m m Pada mengisi kue memiliki an Gamb a digram 4.2 esioner mem ak 1 (satu). G Tig 17% 30‐40 55% bar 4.2 Jum 2 dijelaskan mpunyai ana Gambar 4.3 ga % Empat 11%

Ju

<20 tahu 0% >40 0% mlah Anak R n bahwa may ak 2 (dua). Usia Respo satu 22% Dua 50%

umlah An

un

Usia

Responden I yoritas resp Dan 22% d onden Inter

nak

20‐30 45% Internal ponden sebe dari respond nal T <2 20 30 >4 sar 50% ya en yang sam satu Dua Tiga Empat 20 tahun 0‐30 0‐40 40 ang ma

(8)

C s i k c m Berd City terbesa sisanya deng Dari internal SHI kesimpulan, cukup baik, mereka. dasarkan diag ar adalah us gan persenta Gambar diagram dia I adalah bera konsumen dimana me Univ 8 Lainnya 0% gram di atas sia antara 3 ase 45% adal 4.4 Tingkat atas, dilihat

asal dari tin

dari SHI ad ereka menya ersitas 0% a

Tingk

, dapat dilih 30-40 tahun lah konsume t Pendidika dari sisi ting

ngkat univers dalah para or adari akan pe SM 10%

kat Pend

hat bahwa ko dengan per en yang beru an Responde gkat pendidi sitas yaitu se

rang tua den

entingnnya p U % Diploma 10%

didikan

onsumen SH rsentase 55% usia antara 20 en Internal ikan, mayor ebesar 80%. ngan tingkat pre school b SMU Diplo Unive Lainn I unit Senay %. Sedangk 0-30 tahun. itas respond . Dapat ditar t pertumbuh bagi buah h oma ersitas nya yan kan den rik han hati

(9)

p b y u p Selai perhitungan bermata pen yaitu 20% b untuk SHI u pasar merek Gam in dari sisi berdasarkan ncaharian se bermata pen unit Senayan ka sudah terc P Wiraswast 40% P mbar 4.5 Pe i pendidika n dari konsu ebagai wirasw ncaharian se n City wilay apai yaitu w egawai Swasta 20% ta Pegawai Negeri 0%

P

ekerjaan Re an, berdasar

umen SHI itu

wasta dan ib ebagai pegaw yahnya yang wiraswasta da Tidak Bek Ibu Rum Tangg 40% a i

Pekerjaa

sponden In rkan diagram u sendiri. Se bu rumah ta wai swasta. g berada di an ibu rumah kerja /  mah  ga %

an

Tida Tang Pega Wira Pega ternal m di atas besar 40% k angga. Seda Dilihat dar daerah peru h tangga. ak Bekerja / Ibu gga awai Swasta aswasta awai Negeri dapat dilih konsumen SH angkan sisan ri hal tersebu umahan, targ u Rumah  hat HI nya ut, get

(10)

a S s Gambar Pada antara 2 ju Sedangkan y sampai deng

R

4.6. Rata - R a diagram di uta rupiah s yang memili

gan 2 juta rup

Rp. 2jt‐4jt 55%

Rata‐ rat

Rata Penge Internal u i atas, penge sampai 4 ju iki pengelua

piah per bula

R Rp. >4Jt 5%

a Penge

eluaran Biay untuk satu o eluaran resp uta rupiah aran untuk b annya adalah Rp. <1jt 0% Rp. 1jt‐2j 40%

eluaran B

Bulan

ya Pendidik orang anak onden untuk per bulann biaya pendid h berjumlah jt

Biaya Pe

kan / Bulan k k biaya pend nya adalah dikan sebesar 40%.

endidikan

Responden didikan adal sebesar 55% r 1 juta rupi

n / 

Rp. <1jt Rp. 1jt‐2jt Rp. 2jt‐4jt Rp. >4Jt lah %. iah

(11)

p 4 i p Gamb May per bulannya 4 juta rupia internal. 20% per bulannya bar 4.7 Rata Resp oritas respon a adalah sek ah dengan ha % dari total a adalah seb Rp 4

Rata‐

a-Rata Peng ponden Inte nden memil kitar 1 juta ru asil persanta responden esar 2 juta ru Rp. 2 2 p. >4Jt 40%

rata Pen

Pend

geluaran Bia ernal untuk iki rata-rata upiah sampa ase sama ya memiliki ra upiah sampa Rp. <1jt 0% Rp. 1 40 2jt‐4jt 0%

ngeluara

didikan /

aya Diluar P k satu orang pengeluaran ai dengan 2 j aitu 40% da ata-rata peng ai dengan 4 j 1jt‐2jt 0%

an Biaya

/ Bulan

Pendidikan g anak n di luar bia juta rupiah,

ari total jum

geluaran bia juta rupiah.

a Diluar 

Rp Rp Rp Rp n / Bulan aya pendidik dan lebih d mlah respond aya pendidik p. <1jt p. 1jt‐2jt p. 2jt‐4jt p. >4Jt kan ari den kan

(12)

D m Ga Dari digram menggunaka Gambar 4.9 ambar 4.8. R m diatas, dap an jasa peng 9. Responde Tidak 0% Tidak 55%

M

Responden I pat disimpu asuh. en Internal

Menggu

Menggun

Internal Me ulkan bahwa Menggunak Ya 100%

unakan P

akan Jas

enggunakan a sebesar 10 kan Jasa Da

Pengasu

Ya 45%

sa Day C

n Jasa Peng 00% mayori ay Care Ata

uh

Care

gasuh itas respond au Sejenisny Ya Tidak Ya Tidak den ya

(13)

d t m Dari day care da tidak mengg Gambar 4 Dari memanfaatk responden alam menjag gunakan jasa 4.10. Rata – diagram d

kan jasa day

Rata ‐

yang ada, 4 ga buah nat a day care. – Rata Resp di atas, da

care per bul

4‐10 22% >10 33%

rata Me

45% menjaw ti mereka, s onden Inter Setiap Bula apat disimpu lannya adala

emanfaa

Bulan

wab bahwa m sedangkan 5 rnal Mengg an. ulkan bahw ah sebesar 45 1‐3 45%

atkan Da

mereka men 55% respond gunakan Jas wa konsume 5%.

ay Care /

ggunakan ja den menjaw sa Day Care en SHI ys

1‐3 4‐10 >10 asa wab e ng

(14)

d s s d k SDM  1 Dari dilihat bahw sebesar 23% sama yaitu dapat ditarik kurikulum p kurikulum 23% pengajar 15% Gambar 4 hasil analis wa konsume %, reputasi y 19%, dan S k kesimpula pendidikan y kegiata m Lokasi 8% bia

Ala

4.11 Alasan sa yang dig en memilih yang baik da SDM yang b an bahwa k ang digunak Reput 19% fasi an tambahan 8% aya pendidikan 0%

asan Me

Responden gambarkan d SHI dikare an fasilitas/ berkualitas kebanyakan k

kan oleh SHI

asi % litas/infrasrukt 19% n

emilih Hi

n Internal M dalam bentu enakan kurik infrastruktu dengan pers konsumen m I. Perm tur

igh/Scop

Memilih Hig uk diagram kulum deng ur dengan pe sentase 15% memilih SH mainan/games 8%

pe 

R P f k k S L b h/Scope di atas, dap gan persenta ersentase ya %. Dari hal HI dikarenak Reputasi Permainan/gam fasilitas/infrasr kegiatan tamba kurikulum SDM pengajar Lokasi biaya pendidika pat ase ang ini kan mes ruktur ahan an

(15)

l p y D t y d b p Gam Seba langsung ke pameran pen yang diadak Dalam hal in tersebut, da yang bersan dalam melak Untu beberapa pe penilaian ter Lewat / Dat 52%

M

mbar 4.12 Su anyak 52% r e Senayan C ndidikan yan kan memban ni, persentas apat ditarik ngkutan lang kukan pemas uk melakuka ertanyaan ke rhadap poin ang Kora

Mengeta

umber Info responden m City. 22% re ng diadakan. ntu member se untuk kera kesimpulan gsung. Medi saran kepada an analisa lay pada respon n yang ditany an/Media cetak 0%

hui Info

rmasi Resp mendapat info sponden me . Kerabat ata rikan inform

abat dan ope

bahwa kon ia promosi m a konsumen. yanan SHI – nden Interna yakan yaitu Brosur/flyer 8% Exhibiti 22% k

ormasi Te

onden Men ormasi tenta endapat infor au kolega m masi kepada en house ada nsumen men masih belum . – Senayan Ci al dimana res 1 = Sangat Kerabat/k 9% Ope ion

entang H

ngenai High/ ang SHI dari

rmasi dari e ereka dan da a konsumen alah sama. D ngetahui SH m digunakan

ity kami jug

sponden bis t Tidak Setu kolega % en house 9%

High/Sco

/Scope i lewat/ data exhibition at

ari open hou

n sebesar 9% Dari persenta HI dari temp n dengan ba ga menanyak a memberik uju, 2 = Tid

ope

Brosur/flyer Kerabat/koleg Open house Exebition Lewat / Datan Koran/Media  ang tau use %. ase pat aik kan kan dak ga ng cetak

(16)

Setuju, 3 = Setuju, 4 = Sangat Setuju. Hasil survey ini kemudian di rata-rata kan

untuk diambil hasil indexnya, hasilnya adalah sebagai berikut :

No. Pertanyaan Index Nilai

1. High/Scope memiliki Brand image yang baik. 3.45

2. Jaminan nama baik High Scope terhadap kualitas pelayanan 3.45

3. High/Scope tanggap terhadap keluhan, kritik maupun saran

customer.

3.25

4. Sumber daya Pengajar High/Scope baik. 3.55

5. High/Scope memiliki kurikulum dan sistem proses belajar mengajar

yang baik.

3.7

6. Implementasi kegiatan belajar mengajar sudah berjalan dengan baik

(sesuai dengan kurikulum dan sistem).

3.55

7. Sumber daya karyawan (diluar pengajar) High/Scope baik. 3.3

8. Layanan dan pendekatan yang bersifat personal kepada murid

maupun wali murid.

3.45

9. Fasilitas infrastruktur lengkap 3.2

10. Fasilitas infrastruktur terjaga dan bersih 3.4

11. Lokasi High/Scope strategis 3.45

12. Kegiatan tambahan untuk para murid sangat berguna dan variatif 3.45

(17)

l

4

k k p a H k S Jadi b layanan yang

4.2.1.2 An

Anal keadaan ling kuesioner y pasar yang t ada pada pe Hasil analisa Pada kuesioner in Selatan. Kon Jaka Jakarta T 0% berdasarkan g ditanyakan

nalisa Ha

lisa faktor-f gkungan di yang telah d tepat. Analis erusahaan, se a ini telah di Gambar a gambar di ni didominas nsumen yan arta Selatan 57% Timur % Jaka Uta 0% n hasil kuisio n

asil Surve

faktor lingku luar dari S disebarkan k sa ini bergun ehingga dap igambarkan p r 4.13 Temp iagram 4.13 si oleh kons g tinggal di rta  ra % Bodetabek 0%

Tem

oner respond

ey Respo

ungan ekste HI. Analisa kepada respo na untuk men at melaksan pada bentuk pat Tinggal 3 menunjukk umen yang daerah Jaka Jaka Jakar 2 k

mpat Tin

den cukup pu

onden Eks

ernal merup a ini dilakuk onden deng ngatisipasi p nankan strate k diagram-dia Responden kan bahwa bertempat ti arta Selatan rta Pusat 14% rta Barat 29%

nggal

uas dengan p

sternal

pakan penel kan dengan an segment peluang dan

egi yang tep

agram di baw Eksternal responden inggal di ka adalah targe poin – poin itian terhad menggunak

asi dan targ

ancaman ya

pat dan efekt

wah ini. yang meng awasan Jakar et market ya Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Selata Jakarta Timur Jakarta Utara Bodetabek dap kan get ang tif. gisi rta ang n

(18)

t J m 4 tepat untuk Jakarta Selat Dari memiliki jum 44%. sekolah Hig tan. Gam diagram di mlah satu or Tiga 12% gh/Scope kar mbar 4.14 J i atas, dapa rang anak ad Dua 36% a % Empat 8% rena sekolah Jumlah Ana at disimpulk dalah respon

Jumlah

h High/Scop ak Responde kan bahwa r nden terbesa satu 44%

h Anak

pe berada di en Eksterna responden e ar dengan pe Senayan Ci al eksternal ya ersentase ya satu Dua Tiga Empat ity ang itu

(19)

y d p Pada yang berusia diagram di positioning u a diagram 4 a antara 20-iatas, dapat untuk sekola 30‐40 40% Univer 63% La Gambar 4 .15 respond -30 tahun. D t dilakukan ah High/Scop <20 tahun 0% >40 13%

U

rsitas % ainnya 0%

Tin

4.15 Usia Re den yang m Dari hasil ku n penentuan pe unit Sena 20‐3 47%

Usia

SMU 5%

ngkat Pe

esponden Ek engisi kuesi uesioner yang n dari seg ayan City. 30 % Diploma 32%

endidika

ksternal ioner ini did

g telah diga gementasi, t <20 tahu 20‐30 30‐40 >40

n

dominasi ol ambarkan pa targeting d un SMU Diploma Universitas Lainnya leh ada dan

(20)

t D a s S Dilih tingkat pen Dengan latar atau tanggap Pada sebesar 41% SHI. W Gamba hat dari sisi

ndidikan res

r belakang y

pan yang pos

G a diagram 4. %. dari hasil Pegaw iraswasta 17% P ar 4.16 Ting tingkat pen sponden ek yang memad sitif untuk ku Gambar 4.17 17 responde l di atas, dap wai Swasta 41% Pegawai Neger 7% gkat Pendid ndidikan, ber sternal adal dai (universit uesioner ini. 7 Pekerjaan en eksternal pat ditentuk Tidak B Ibu R Ta 3 ri

Peker

dikan Respo rdasarkan d lah univers tas), diharapk . Responden didominasi kan target pa Bekerja /  Rumah  ngga 35%

rjaan

T T P W P onden Ekste diagram di a sitas yaitu kan dapat m n Eksternal oleh pegawa asar yang ak Tidak Bekerja / Tangga Pegawai Swast Wiraswasta Pegawai Neger ernal atas, mayorit sebesar 63% memberi resp ai swasta ya kan dituju ol / Ibu Rumah  ta ri tas %. on itu leh

(21)

y s 4 t p Berk yang menge sebanyak 53 4jt adalah 7% tentunya ko pengeluaran Gambar 4. Resp kaitan denga eluarkan biay 3%, 2 juta Ru %. Menging onsumen dih n untuk pend Rp. 2 40 Rp. >4 7% .18 Rata-Ra ponden Ekst n hal penge ya pendidika upiah – 4 ju gat harga pe harapkan da didikan anak 2jt‐4jt 0% 4Jt %

Rata‐ ra

Pe

ata Pengelu ternal untuk luaran biaya an sekitar 1 uta Rupiah se ndidikan un ari kalangan per bulanny Rp.  0

ata Peng

ndidikan

aran Biaya k satu oran a pendidikan juta Rupiah ebanyak 40% ntuk sekolah n menengah ya adalah seb <1jt % Rp. 1jt‐2j 53%

geluaran

n / Bula

Pendidikan g anak n per bulann h- 2 juta Rup %, dan sisany High/Scope h ke atas y besar 2jt-4jt t

n Biaya 

n

R R R R n / Bulan nya, respond

piah per bul

ya kurang d e cukup mah yang memili . Rp. <1jt Rp. 1jt‐2jt Rp. 2jt‐4jt Rp. >4Jt den lan ari hal, iki

(22)

d k k m Ga Gam dari respond kemampuan konsumen d memiliki nil ambar 4.19 R Resp mbar diagram den ekstern n belanja resp dengan rata-r lai persentas Rp. 2 40 Rp. >4J 7%

Rat

Rata-Rata P ponden Ekst m diatas men nal diluar b ponden di lu rata pengelu e tertinggi y 2jt‐4jt 0% t

ta‐ rata P

Pe

Pengeluaran ternal untuk nunjukkan ti biaya pendid

uar biaya pen

uaran 1 juta yaitu 53%.

Pengelu

ndidikan

n Biaya Dilu k satu oran ingkat rata-r dikan. Hal ndidikan. Ha Rupiah sam Rp. <1jt 0% Rp. 1jt‐2jt 53%

aran Bia

n / Bula

uar Pendidi g anak rata pengelua ini menunju

asil yang dip

mpai dengan

t

aya Dilua

n

ikan / Bulan

aran per bul

ukkan tingk perolah adal n 2 juta rupi

ar 

Rp. <1jt Rp. 1jt‐2jt Rp. 2jt‐4jt Rp. >4Jt n lan kat lah iah

(23)

m 7 G Diag menggunaka 73%. Ga Gambar 4.2 gram 4.20 an jasa peng ambar 4.21 R 20 Respond menunjukka gasuh. Hal in Responden 27%

Meng

Tida 90%

Menggu

en Eksterna an bahwa s ni ditunjukk Eksternal M Sejenisnya

ggunaka

Ya 10% ak %

unakan 

al Menggun sebagian be kan dengan t Menggunak a Ya, 73

an Penga

Jasa Day

nakan Jasa P esar respon tingkat pers

kan Jasa Day

3%

asuh

y Care

Pengasuh nden ekstern entase sebes y Care Atau Ya Tidak Ya Tidak nal sar u

(24)

m t j t Dari menggunaka tingkat perse Gam Gam

jasa day care

tempat berm hasil survey an jasa day c entase sebes mbar 4.22. R mbar 4.22 me e setiap bula main untuk an

Rat

y yang telah care dalam m ar 90%. Rata–Rata Ca enunjukkan an. Konsume nak. 4‐10 0%

ta‐rata M

h disebarkan mengasuh an Responden are Setiap B bahwa 100 en masih san 1‐3 100%

Memanfa

Bula

n mayoritas nak mereka. Eksternal M Bulan % responde ngat mempe >10 0%

aatkan D

an

responden e

Hal ini dibu

Menggunak en eksternal rcayakan da

Day Care

eksternal tid uktikan deng kan Jasa Da menggunak ay care sebag

e / 

1‐3 4‐10 >10 dak gan ay kan gai

(25)

m s A S B m m G Bany menentukan sekolah man Al-Azhar m Selanjutnya Binus Schoo menunjukka menyekolah C 1 Gambar 4.23 yak sekolah n sekolah ba na saja yang menjadi pili dengan per ol berada di an bahwa m hkan anaknya Cikal 11% High/Scope 14%

Sek

3 Sekolah Ya h yang me agi anaknya g menjadi tu ihan utama rsentase yan i persentase mayoritas da a. Al‐ 3 e lainny6%

olah yan

ang Menjad Eksternal enjadi fakt a. Pada dia ujuan konsu a konsumen ng sama yai e 12%. Jika ri responden m ‐azhar 34% ya

ng Menj

di Pertimba l or pertimb gram 4.22 umen dalam n dengan p

itu SHI dan

a dilihat dar n eksternal montessory 14% Kin

adi Pert

angan Oleh R angan kons telah dijela menyekolah persentase n Montessor ri hasil kues memilih A Binus School 12% nderfield 9%

timbang

Responden sumen dala askan sekola hkan anakny sebesar 34% ry. Sedangk sioner di ata l-Azhar unt

an

montessory Binus School Kinderfield Al‐azhar Cikal High/Scope lainnya am ah-ya. %. kan as, tuk

(26)

k y f b m p SD G Dari karena fakto yang berkua fasilitas/ inf bahwa kons memilih sek biaya  pendidikan 10% DM pengajar 18% Gambar 4.2 diagram di or kurikulum alitas yang b frastruktur d sumen mas kolah. ku Lokasi 8%

Ala

24 Alasan U i atas, mayo m, yaitu 22% berada pada dengan perse ih menetap rikulum 22%

asan Uta

tama Respo Sekolah oritas respo . Sedangkan persentase 1 entase yang pkan kuriku Reputa 15%

ama Me

onden Ekste nden dalam n peringkat k 18%. Dilanju sama yaitu lum sebaga asi Permaina 5 fasilitas/inf 15% kegiatan tamb 7%

emilih Se

ernal Dalam m memilih s kedua yaitu S utkan denga 15%. Dapa ai prioritas an/games 5% frasruktur % bahan

ekolah

m Memilih sekolah adal SDM pengaj an reputasi d at disimpulk utama dala Reputasi Permainan/ fasilitas/inf kegiatan tam kurikulum biaya pendi SDM penga Lokasi lah jar dan kan am /games rasruktur mbahan idikan jar

(27)

m p k S d m d k G Diag mendapatkan pertama pil kerabat atau Selanjutnya ditunjukkan mendapat in disimpulkan konsumen.. Op Exebition /  Pameran 9% Lewat / 1 ambar 4.25 gram diatas m n sumber i ihan respon u kolega me responeden denga pers nformasi lew n media prom Int 1 pen house 15% / Datang 9%

S

5 Responden menunjukka informasi m nden adalah eraka. Hal i biasanya le entase sebes wat brosur a mosi promos B ternet 11%

Sumber  

n Eksternal Sekolah an hasil kues mengenai se h mereka bi ini ditunjukk

ewat atau sen

sar 19%. Da atau flyer ya si harus lebi rosur/flyer 17% Koran/M cetak 9%

Informa

Mendapatk sioner dari r ekolah yang iasanya men kan dengan ngaja datang an yang tera aitu sebesar ih banyak di Kerabat/kol 20% Media  k

asi Seko

kan Sumber responden ek g akan ditu ndapatkan i persentase g ke sekolah akhir, biasan 17%. Dari itingkatkan u lega

lah

Brosu Kerab Koran Inter Open Exeb Lewa r Informasi ksternal dala uju. Peringk informasi d sebesar 20% h yang di tuj nya respond

data ini dap

untuk menar ur/flyer bat/kolega n/Media cetak net n house ition / Pamera at / Datang am kat ari %. uju, den pat rik k n

(28)

u u a G Dari untuk anakn utama. Hany anak. Gambar 4.2 diagram di nya. Hal in ya 32% resp

Yan

Cen

Ya

6 Responde atas, faktor ni ditunjukka ponden yang Ibu 68%

ng Memu

Tid 36

nderung 

ang Sama

en Eksterna ibu menem an dengan memilih ay

utuskan

dak 6%

Memili

a Untuk

Beriku

al Memutusk tukan sekali persentase yah sebagai p Ayah 32%

 Memili

Ya 64%

h Tempa

 Tingkat

utnya

kan Memili i dalam pem 68%. Ibu m penentu pem

h Sekola

at Sekola

t Sekolah

ih Sekolah milihan sekol menjadi fact milihan sekol

ah

Ayah Ibu

ah 

Ya Tidak lah tor lah

(29)

s M a S r Hasi sekolah anak Maka dari it agar sekolah Gam Sekolah Hig responden y Gambar 4.2 Se l kuesioner knya di tem tu setiap sek h tersebut da Gambar mbar 4.27 m gh/Scope. H yang belum f

Re

27 Kecende ekolah Anak r menunjuk mpat yang sa kolah harus d apat tetap me 4.28 Respo enunjukkan

Hal ini dibuk

familiar deng Ti 2

esponde

rungan Res knya Ditem kkan bahwa

ama. Hal ini

dapat terus m enjadi pilihan onden Ekste sebanyak 7 ktikan denga gan sekolah dak 1%

en Meng

High/S

sponden Ek pat Yang S a responden ditunjukkan meningkatka n bagi konsu ernal Menge 79% respond an hasil yan High/Scope Ya 79%

getahui  

Scope

sternal Mel ama n cenderung n dengan pe an kepercay umen. etahui High den eksterna ng diperoleh .

Sekolah

lanjutkan g melanjutk ersentase 64% aan konsum h/Scope al mengetah h. Hanya 21

Ya Tidak kan %. men hui 1%

(30)

m i m d r u p Ga Dari mengetahui ini ditunjuk mnengetahu di SHI. Hal responden m Hal y untuk men perbelanjaan Op Exebition 7% Lewat /  Datang 33% ambar 4.29 hasil kue sekolah Hig kkan dengan ui SHI dari k l ini dibukt mengetahui S yang menar nyekolahkan n pen house 7%

Respo

Te

Responden esioner yan gh/Scope dar n tingkat p kerabat/ kole tikan dengan SHI lewat me rik lainnya a putra-putr Bro

onden M

entang S

n Eksternal High/Scop ng diperole ri sekedar le persentase s ega mereka n jumlah pe edia cetak se adalah bahw i mereka osur/flyer 10% Kerabat/k 30%

Mendapa

Sekolah H

Mendapatk pe eh, mayorit

wat atau dat

sebesar 33% yang pernah ersentase se eperti koran wa mayoritas di sekolah olega Koran/Media cetak 13%

atkan Inf

High/Sco

kan Informa tas respond tang langsun %. Selain i h menyekola ebesar 30%. dan lain-lain s responden h yang ter a 

formasi 

ope

Brosur/ Kerabat Koran/M Open h Exebitio Lewat / asi Tentang den ekstern ng ke SHI. H itu respond ahkan anakn . Hanya 13% n. kurang setu rletak dipus /flyer t/kolega Media cetak ouse on / Datang g nal Hal den nya %, uju sat

(31)

m m K d m p m t a Ga Dari menyekolah mereka tid Kecenderun dalam pusat mendidik an para orang t mandiri, ala tempat-temp aktifitas ana ambar 4.29 responden hkan anak m dak baik k gan anak u t perbelanja nak untuk b tua menurut asan lainnya pat tersebut ak-anak mere

Res

an

-2 Respond Pusat Per kami men mereka pada karena aka untuk mengi

aan. Hal ini

bersifat kons ti kemauan a adalah bah minim ata eka. 67%

ponden 

ak di Pu

den Eksterna rbelanjaan nggali bahw a pusat perb an memicu inginkan se i tidak baik sumtif pada si anak. Ha hwa mereka au bahkan t

Setuju M

usat Perb

Bisni

al Setuju M atau Bisnis wa mayorita belanjaan dis u anak un esuatu atau k untuk perk saat dewas l ini juga m a mengataka tidak memil 33%

Menyek

belanjaa

is

Menyekolahk as orangtua sebabkan ka ntuk bersifa mainan yan kembangann sa nanti. Da mendidik ana an biasanya liki ruang t

kolahkan

an atau 

kan anak di a tidak setu arena menur at konsumt ng ditawark nya kelak d an kebanyak ak untuk tid sekolah pa terbuka unt

Ya Tidak i uju rut tif. kan dan kan dak ada tuk

(32)

4.2.2 Situasi Internal

Pada bab ini, kami akan membahas mengenai situasi internal yang terjadi

dalam Sekolah High/Scope unit Senayan City. Situasi internal sekolah High/Scope

akan kami jabarkan melalui hasil kuesioner. Dari hasil kuesioner tersebut, kami

mendapatkan faktor–faktor apa saja yang menjadi keunggulan dari sekolah

High/Scope yang dapat mempengaruhi perilaku konsumen dalam menentukan

pre-school untuk buah hati mereka.

4.2.2.1 Analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunity,

Threat)

Kekuatan (Strength) dari Sekolah High/Scope unit Senayan City adalah:

1. Kurikulum Sekolah High/Scope yang berkualitas

2. Fasilitas yang disediakan oleh Sekolah High/Scope, misalnya ruang

tunggu bagi orangtua-murid.

3. Reputasi yang baik

4. Sumber daya manusia yang berkualitas

5. Kegiatan/acara-acara tambahan yang diadakan oleh Sekolah High/Scope

Kelemahan (Weakness) dari sekolah High/Scope unit Senayan City adalah:

1. Keterbatasan ruang kelas

(33)

3. Tidak adanya ruang terbuka pada SHI - Senayan City

4. Stereotipe negatif untuk sekolah yang berada di pusat perbelanjaan.

5. Atmosfir sekolah yang berada di dalam pusat perbelajaan cenderung

membuat orang tua murid kurang disiplim dalam mengikuti peraturan

sekolah dan turn-over murid yang cukup tinggi

Peluang (Opportunity) dari sekolah High/Scope Unit Senayan City adalah:

1. Pasar yang besar dan terus berkembang serta meningkatnya jumlah

penduduk di Jakarta tiap tahunnya.

2. Kecenderungan warga Jakarta untuk memilih sekolah internasional

menjadikan sekolah High/Scope memiliki peluang yang baik untuk

menarik pasar.

3. Masih sangat terbuka untuk melakukan inovasi pengembangan produk atau program baru demi meningkatkan kepuasan konsumen dan menarik konsumen baru.

4. Meningkatkan penggunakan media iklan (above the line) sebagai alat promosi.

Ancaman (Threat) yang dihadapi oleh Sekolah High/Scope Unit Senayan City

adalah:

1. Persaingan yang ketat antara pesaing lama dan pesaing baru yang bergerak

(34)

2. Pertumbuhan ekonomi yang sangat lemah yang mempengaruhi daya beli

dan minat masyarakat (krisis ekonomi global)

3. Stabilitas rupiah terhadap dollar yang tak menentu.

4. Konsumen semakin selektif dalam memilih

4.2.2.2 Analisa TOWS

Dari uraian SWOT sebelumnya dapat dikembangkan menjadi matriks TOWS

yang mempertemukan beberapa faktor kunci untuk membentuk satu strategi. Strategi

yang dapat dibentuk adalah sebagai berikut :

Opportunity

1. Pasar yang terus berkembang

2. Kecenderungan warga

Jakarta untuk memilih sekolah internasional.

3. Masih sangat terbuka untuk

melakukan inovasi pengembangan produk atau

program baru.

4. Meningkatkan

penggunakan media iklan (above the line) sebagai alat promosi.

Threat

1. Persaingan yang ketat antara pesaing lama dan pesaing baru

2. Pertumbuhan ekonomi yang sangat lemah.

3. Stabilitas rupiah terhadap dollar yang tak

menentu.

4. Konsumen semakin selektif dalam memilih.

Strength

1. Kurikulum yang SO

• Pembuatan layanan-layanan ST

(35)

berkualitas 2. Fasilitas yang disediakan 3. Reputasi yang baik 4. Sumber daya manusia yang berkualiltas 5. Kegiatan tambahan yang baik

/ unit bisnis baru (S1-S4 + O3)

• Layanan yang ada sejalan dengan permintaan warga Jakarta akan sekolah berkualitas (S1-S4 + O2)

cukup baik maka SHI perlu menjaga dan mengembangkan

kelebihannya ini, hal ini dapat dijadikan

keuntungan dibanding dengan para pesaing baru yang harus membangun reputasinya dari awal maupun pesaing lain yang reputasi belum sebaik SHI. (S3+T1).

• Walaupun fasilitas yang disediakan SHI – Senayan City sudah cukup banyak pesaing lain juga

melakukan pembangunan Infrastruktur secara gencar maka SHI-

Senayan City tidak boleh berhenti pula dalam melakukan pengembangan sarana infrastruktur (S2+T1) Weakness 1. Keterbatasan ruang kelas 2. Stereotipe negatif untuk sekolah WO

• Menambahkan ruang kelas baru (W1+O1)

• Melakukan inovasi pada kurikulum untuk

WT

• Dengan adanya keterbatasan murid akan

membuat fokus terhadap murid yang ada,

(36)

yang berada di pusat perbelanjaan. 3. Strategi pemasaran yang belum terarah. 4. Tidak adanya ruang terbuka pada SHI - Senayan City

meningkatkan kegiatan luar ruangan (W4+O3).

• Dengan terus

berkembangnya pasar stereotipe negatif lokasi SHI – Senayan City akan semakin diterima dimasa depan(W2+O1)

sehingga membuat orang tua lebih percaya akan layanan SHI – Senayan City. (W1+T4)

Tabel 4.2 Analisa TOWS

4.2.2.3 Bauran Pemasaran (Marketing Mix)

Sedangkan dari sudut pandang bauran pemasaran (marketing mix) dapat

diuraikan situasi yang ada adalah sebagai berikut :

1. Program / Produk Sekolah High/Scope Unit Senayan City

Sekolah High/Scope unit Senayan City akan menggunakan kurikulum Early

Childhood Educational Program dari High/Scope dengan menekankan pada

aspek-aspek berikut :

Active Learning

Anak-anak dilibatkan secara langsung dalam berkegiatan dengan

orang lain, objek, ide, dan peristiwa. Pengalaman belajar aktif ini akan

(37)

konsep, membentuk ide, menciptakan symbol dan abstraksi. Para guru

sebagai fasilitator yang mengawasi dan berpartisipasi dalam aktifitas

anak-anak, dilengkapi kemampuan yang dibutuhkan anak dalam pengembangan

intelektual, fisik, sosial dan emosional.

Adult - child Interaction

Interaksi antara orang dewasa dan anak untuk menemukan

bagaimana seorang anak berpikir dan berbuat, membiarkan anak untuk

mengatur dirinya sendiri dalam belajar.

Learning Environment

Ruangan kelas diatur dalam lima area atau lebih. Setiap area

ditandai dengan nama-nama sederhana. Material yang digunakan diatur

supaya anak-anak dapat menemukan, menggunakan, dan mengembalikan

ke tempatnya setelah selesai. Susunannya mendorong anak untuk

menemukan, menggali, dan mencipta, serta belajar tentang dunianya.

Daily Routine

Setiap hari dengan jadwal yang serupa, dengan kerangka yang

kosisten untuk anak dan orang dewasa. Jadwal harian ini mendorong anak

untuk mengikuti keinginan, membuat rencana, menjalankan, dan belajar

dari pengalaman.

(38)

Para guru secara teratur mencatat perilaku, pengalaman, dan minat

anak. Hal ini digunakan sebagai dasar penilaian perkembangan dan

perencanaan aktifitas anak, untuk memfasilitasi pertumbuhan dan

perkembangan. Assessment/ penilaian digunakan untuk:

ƒ Memahami tingkat perkembangan anak

ƒ Mengidentifikasi ketertarikan anak

ƒ Mengamati pengalaman penting anak.

Berdasarkan data historikal berikut adalah data jumlah murid SHI – Senayan

City dalam 2 Tahun terakhir :

Kelas  Term III 2008  Term IV 2008  Term I 2008  Term II 2008  (Jan ‐ Mar 2008)  (Apr ‐ Jun 2008)  (Jul ‐ Sept 2008)  (Oct ‐ Des 2008)  Pre ‐ 

school  22 23 17  17

Toddler   7 9 12  14

Tabel 4.3 Data Murid SHI – Senayan City Januari – Desember 2008

Kelas  Term III 2009  Term IV 2009  (Jan – Mar 2009)  (Apr – Jun 2009) 

Pre‐school  18 17 

Toddler   17 18 

Tabel 4.4 Data Murid SHI – Senayan City Januari – Juni 2009

Kelas  Term I 2009  Term II 2009  (Jul ‐ Sept 2009)  (Oct ‐ Des 2009) 

Pre‐school  22 13 

Pre‐kindy   6 12 

(39)

Gambar 4.31 Grafik Data Murid SHI – Senayan City 2 Tahun Terakhir

2. Tempat (Place)

Untuk bersaing dengan kompetitornya, pemilihan lokasi juga menjadi faktor

penentu. High/Scope saat ini berkonsentrasi pada cabang mereka yang berada di

Senayan City, Jakarta Selatan. Letaknya pun cukup strategis karena berada di tengah

kota Jakarta dan berdekatan dengan perkantoran dan perumahan yang berada di

sekitarnya. Letak High/Scope sendiri yang berada di dalam mall Senayan City yang

sekaligus membawa keuntungan bagi pengunjung. Dari segi design interior yang

dihadirkan High/Scope pun cukup menarik. Suasana yang dirancang hangat sehingga

membuat konsumen nyaman.

3. Harga (Price)

Dari segi harga, strategi harga yang ditawarkan oleh sekolah High/Scope

adalah tergolong premium namun hal ini disesuaikan dengan produk dan fasilitas

yang ditawarkan dimana harga tersebut sudah termasuk fasilitas-fasilitas tambahan

0 5 10 15 20 25 Term III  2008 Term IV  2008 Term I  2008 Term II  2008 Term III  2009 Term IV  2009 Term I  2009 Term II  2009 Pre‐school Toddler  Pre ‐ Kindi Data Murid SHI‐Senayan City Jumlah Murid

(40)

seperti snack, material & permainan pengajaran, kegiatan lapangan dan bahkan untuk

event-event spesial sperti workshop untuk orang tua acara perayaan dan penggunaan

fasilitas seperti tempat bermain, cafe dan perlengkapan keamanan.

Untuk menarik konsumen, sekolah High/Scope Unit Senayan City

menawarkan program potongan harga yang berlaku secara periodik dan bahkan

Sekolah High/Scope unit Senayan City memberikan potongan harga tambahan untuk

pembayaran dimuka. Berikut adalah detail ketentuan harga Sekolah High/Scope unit

Senayan City yang berlaku saat ini adalah :

Grade / Tingkat

Enrollment Fee / Biaya Pendaftaran

Tuition fee per month / Biaya sekolah bulanan

Preschool Rp 12.000.000,00*

Rp 2.750.000,00*

Pre-Kindy Rp 10.000.000,00*

Tabel 4.6 Ketentuan Harga Pada SHI – Senayan City

Namun untuk menarik customer SHI – Senayan City menerapkan Strategy

Psycological Price dengan memberikan potongan harga. Sebagai contoh selama

tahun 2009 SHI- Senayan City menawarkan potongan harga biaya pendaftaran /

enrollment fee sebesar 50 % dan Tuition fee sebesar 40%.

4. Promosi (Promotion)

Kegiatan promosi yang saat ini telah dilakukan oleh sekolah High/Scope Unit

(41)

menyebarkan brosur atau flyer. Kebanyakan para orang tua murid mengenal sekolah

High/Scope Unit Senayan City karena sedang berjalan-jalan di Senayan City ataupun

menemani anak mereka bermain di My Playmall.

4.2.2.4 Analisa STP (Segmenting, Targeting & Positioning)

Segmenting

Untuk segmentasi konsumen preschool biasanya mereka mengutamakan

faktor sumber daya manusia karena untuk anak usia dini faktor ini lah yang mutlak

mereka inginkan, sedangkan untuk faktor – faktor lain akan tergantung bagi tiap –

tiap kategori konsumen, ada kategori konsumen yang sensitif terhadap biaya dan ada

yang tidak terlalu sensitif dengan biaya asalkan kualitas maupun fasilitas yang

disediakan tersedia dengan baik. Berikut adalah segmentasi yang dituju oleh SHI -

Senayan City :

1. Orang tua berumur 25 - 45 tahun

2. Konsumen yang tinggal atau beraktifitas di kawasan perkotaan khususnya

Jakarta Selatan dan sekitarnya.

3. Memiliki tingkat ekonomi menengah ke atas

Targeting

Berdasarkan data yang diperoleh pada hasil kuesioner, melalui demografi

responden yang terkumpul, dapat diketahui bahwa konsumen Sekolah High/Scope

(42)

tingkat pengeluaran kira - kira 2 - 3 juta rupiah untuk biaya pendidikan setiap

bulannya, dengan asumsi demikian dapat disimpulkan sebagai kategori yang

mementingkan kualitas dalam hal ini sekolah bertaraf Internasiaonal dan fasilitas

yang lengkap. Konsumen sekolah High/Scope adalah para orang tua yang penuh

aktifitas yang mempercayakan pendidikan pada Sekolah High/Scope unit Senayan

City, lokasi yang strategis juga memberikan mereka kemudahan karena sekolah

High/Scope Unit Senayan City terletak di pusat perbelanjaan yang sangat strategis

sekaligus dekat dengan area komersial di pusat kota.

Positioning

Dari Target pasar yang dituju maka sesuai visi High/Scope sebagai instusi

pendidikan yang mampu bersaing secara internasional maka harus fokus

menyediakan pendidikan yang bermutu dan fasilitas terbaik melalui kurikulum,

sumber daya manusia maupun infrastruktur yang ada.

4.2.3 Situasi Eksternal

Sesuai dengan pola pikir yang telah dirancang sebelumnya, maka akan

dibahas terlebih dahulu kondisi persaingan yang ada di industri pre-school melalui

analisa Five Competitive Forces dari Michael Porter. Hasil dari analisa ini akan

menunjukkan seberapa menarik atau tidaknya industri ini dilihat dari sisi persaingan

(43)

4.2.3.1 Analisa Five Forces

Menurut teori Five Competitive Forces dari Michael Porter, ada lima sisi yang

dapat dilihat dalam menganalisa kondisi persaingan yang ada, yakni persaingan di

dalam industri sejenis, ancaman pendatang baru, ancaman produk subtitusi, kekuatan

tawar-menawar dari konsumen maupun supplier.

1. Pesaing dari Industri sejenis

Persaingan yang dihadapi High/Scope terhadap kompetitornya di industri

sejenis (pre-school) sangatlah tinggi. Hal ini dikarenakan faktor-faktor seperti:

a) Peningkatan yang signifikan dari jumlah pesaing. Beberapa

diantaranya besar dan memiliki kompetensi yang sama.

b) Pesaing cukup aktif dalam membuat langkah-langkah untuk

meningkatkan posisi mereka di pasar dan kinerja bisnis mereka

c) Pesaing memiliki strategi yang kuat dan langkah-langkah yang agresif

untuk memperkuat posisi dan market share-nya.

d) Produk atau program yang ditawarkan oleh pesaing adalah sejenis atau

hampir sama dengan yang ditawarkan oleh High/Scope

2. Ancaman pendatang baru

Ancaman dari pendatang baru juga dirasakan cukup tinggi. Hal ini disebabkan

oleh beberapa faktor, diantaranya:

a) Pemain baru untuk memasuki bisnis ini cukup banyak dan terbuka,

tidak ada hambatan-hambatan khusus untuk mendirikan usaha di

(44)

b) Jumlah pasar masih sangat banyak sehingga menjadi daya tarik

tersendiri untuk mendirikan bisnis di sektor pendidikan ini.

3. Ancaman Produk Subtitusi

Ancaman produk subtitusi yang untuk preschool tidak terlalu banyak hanya

saja mungkin yang bisa diperhitungkan adalah preschool dengan segmentasi

yang berbeda karena di Jakarta sendiri banyak sekali preschool yang ada

mulai dari yang hanya preschool rumahan sampai dengan yang berstandar

Internasional. Preschool dengan segmentasi yang berbeda ini bisa menjadikan

produk subtitusi bagi Sekolah High/Scope yang sudah memiliki standar

tersendiri. Selain itu munculnya tempat kegiatan anak-anak (Activity Center)

juga bisa menjadi produk subtitusi diantara Activity Center ini antara lain

Gymboree, Tumble Tots dan lain-lain.

4. Kekuatan Supplier

Unsur kunci untuk sekolah adalah pengajar dan sumber daya manusia. Tidak

ada ancaman signifikan pada hal ini. High/Scope sudah memiliki sistem

dalam mengembangkan sumber daya pengajarnya, selama hal ini bisa

dipertahankan maka tidak akan ada masalah Selain itu ketersediaan tenaga

kerja di Jakarta masih cukup tersedia.

5. Kekuatan Pembeli

Saat ini konsumen memiliki banyak alternative pilihan untuk memasukkan

anaknya di sekolah pre-school. Banyaknya alternatif sekolah pilihan yang ada

di Jakarta serta pilihan harga yang kompetitif yang ditawarkan oleh pesaing

(45)

4.2.3.2 Analisa PEST

Analisa PEST lebih mengedepankan unsur-unsur eksternal di luar dari kondisi

Sekolah High/Scope Unit Senayan City. Analisa PEST merupakan suatu cara atau

alat yang digunakan untuk menjelaskan pengaruh lingkungan terhadap Sekolah

High/Scope dan cara untuk mengevaluasi kecenderungan dan perkembangan masa

depan Sekolah High/Scope.

1. Faktor Politik

Kondisi politik dan keamanan berpengaruh pada aktifitas sehari-hari.

Faktor-faktor seperti peraturan perundang-undangan yang dibuat pemerintah, perpajakan

bagi perusahaan dan konsumen, ancaman terrorism, dan lain-lain telah membatasi

akses masuk, sehingga tidak memungkinkan warga masyarakat untuk dapat leluasa

menikmati bangku sekolah.

2. Faktor Ekonomi

Keadaan perekonomian yang terjadi saat ini dan di masa datang dapat

mempengaruhi kemajuan dan strategi bagi High/Scope. Faktor-faktor ekonomi yang

seperti krisis ekonomi global, kebijakan moneter, harga pendidikan di Indonesia yang

semakin mahal, dan keterbatasannya anggaran pemerintah untuk pendidikan

merupakan penghambat usaha mencapai tujuan dari strategi yang diterapkan

(46)

3. Faktor Sosial

Faktor-faktor sosial terpusat pada penilaian dari sikap konsumen yang

mempengaruhi strategi dari High/Scope. High/Scope harus selalu mengikuti

perubahan yang ada sehinga dapat terus bersaing dengan kompetitornya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi Faktor-faktor sosial adalah peningkatan pendapatan guru,

kurikulum pendidikan yang dibuat lebih efisien dan harus disesuaikan dengan

keadaan saat ini, dan perubahan gaya hidup masyarakat yang cenderung

kebarat-baratan sehingga lebih mempercayai sekolah dengan sistem internasional.

4. Faktor Teknologi

Faktor teknologi hanya berperan kecil dalam industri pendidikan ini,

khususnya untuk pendidikan usia dini. Namun faktor teknologi dapat memberikan

nilai tambah untuk meningkatkan layanan maupun membantu kinerja fungsional

bisnis dari Sekolah High/Scope Unit Senayan City. Sebagai nilai tambah pendidikan

perkembangan teknologi dapat diajarkan kepada anak mulai dari usia dini tentunya

hanya dengan bobot sesuai pendidikan usia dini seperti pengenalan komputer, internet

dan sejenisnya. Selain itu dapat pula dimanfaatkan untuk meningkatkan layanan

seperti dalam menjalin hubungan dengan konsumen maupun untuk melakukan

promosi dimana saat ini internet menjadi sangat lumrah diadopsikan untuk sarana

komunikasi. Sedangkan dari segi fungsional perusahaan, faktor teknologi dapat

(47)

4.2.3.3 Analisa Persaingan

Berdasarkan sensus tahun 2005 penduduk Jakarta usia 0-4 dan 5-9 tahun

masing-masing berjumlah lebih dari 700 ribu jiwa dan akan tumbuh . Sedangkan

dikawasan Jakarta Selatan, Barat dan Pusat yang menjadi target pasar SHI-Senayan

City sendiri adalah sekitar 400 ribu anak untuk masing-masing kelompok umur 0-4

dan 5-9 tahun. Dengan rincian sebagai berikut :

Kelompok umur Laki-laki Perempuan Total

0-4 tahun 364.057 350.508 714.565

5-9 tahun 366.009 350.138 716.147

Tabel 4.7 Jumlah anak menurut Kelompok Umur di Jakarta

Kelompok umur Laki-laki Perempuan Total

0-4 tahun 79.429 85.861 165.290

5-9 tahun 74.391 75.651 150.042

Tabel 4.8 Jumlah anak menurut Kelompok Umur di Jakarta Selatan

Kelompok umur Laki-laki Perempuan Total

0-4 tahun 82.819 89.521 172.340

5-9 tahun 88.897 95.800 184.697

(48)

Kelompok umur Laki-laki Perempuan Total

0-4 tahun 35.419 32.306 67.725

5-9 tahun 37.089 31.668 68.757

Tabel 4.10 Jumlah anak menurut Kelompok di Jakarta Pusat

Kelompok umur Laki-laki Perempuan Total

0-4 tahun 197.667 207.688 405.355

5-9 tahun 200.337 203.119 403.456

Tabel 4.11 Jumlah anak menurut Kelompok Umur di Jakarta Selatan, Barat dan Pusat

Sedangkan data Pre-school yang dapat kami dapat di kawasan Jakarta Selatan,

Barat dan Pusat yang berpotensi menjadi pesaing High/Scope Senayan City adalah

sekitar lebih dari 100 pre-school dengan rincian sebagai berikut :

Daerah Jumlah Sekolah

Jakarta Selatan 56

Jakarta Barat 29

Jakarta Pusat 20

(49)

Kemudian gambaran strata penghasilan penduduk jakarta yang telah

dilakukan lembaga AC Nielsen pada tahun 2007 menjelaskan bahwa Jakarta memiliki

strata penghasilan kelas A1 berjumlah sekitar 13%. Berikut adalah data lengkap

Strata Pengeluaran penghasilan Persentase

A1 > 3.000 9.000 13 A2 2.000 – 3.000 6.000 – 9.000 16 B 1.500 – 2.000 4.500 – 6.000 20 C1 1.000 – 1.500 3.000 – 4.500 25 C2 700 – 1.000 2.100 – 3.000 18 D 500 – 700 1.500 – 2.100 4 E < 500 < 1.500 3

Tabel 4.13 Strata Penghasilan Penduduk Jakarta

Dengan Asumsi target pasar SHI – Senayan City yaitu masyarakat dengan

kelompok strata A1 yaitu 13% dan jumlah anak total usia pre-school setengah dari

total anak usia 0-9 tahun di Jakarta Selatan, Barat dan Pusat yaitu 400 ribu orang

maka dapat diperkirakan total anak yang berpotensi menjadi target SHI – Senayan

City adalah sekitar 52 ribu anak (13% dari 400 ribu). Dari perkiraan 50 ribu anak ini

kemudian akan diperebutkan oleh sekitar 100 pre-school yang ada. Dengan perkiraan

(50)

4.3 Asumsi Utama (Key Assumption)

Untuk mencapai tujuan pemasaran perlu didukung kondisi makro yang

kondusif diantaranya situasi ekonomi, politik, dan keamanan yang stabil. Kondisi

ekonomi yang memadai jelas sangat berpengaruh bagi kebanyakan industri dan

bisnis, ketimpangan situasi ekonomi yang mungkin terjadi adalah resesi dimana

kondisi ini akan membuat daya beli konsumen akan menurun dan sangat mungkin

menjadikan pergeseran prioritas bagi kebanyakan orang termasuk prioritas

pendidikan dalam hal ini pendidikan untuk putra-putri mereka. Faktor politik juga

cukup berpengaruh dimana akan menyulitkan suatu bisnis bila ternyata pemerintah

banyak mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang memberatkan. Sedangkan faktor

keamanan juga berbengaruh dimana bila kondisi keamanan memburuk maka

masyarakan akan meminimalisasi aktifitas publik mereka termasuk pergi ke tempat

umum dan sedikit banyak juga akan berpengaruh ke sektor pendidikan.

4.4 Tujuan Pemasaran (Marketing Objectives)

Sebuah strategi pemasaran haruslah memiliki tujuan yang harus dicapai

sehingga dalam pelaksanaanya dapat fokus secara jelas pada apa yang telah ditujukan

diawal. Tujuan pemasaran ini akan digunakan sejak awal dan terus-menerus untuk

meninjau dan memantau kemajuan strategi tersebut. Tujuan-tujuan ini didefinisikan

(51)

Tujuan pemasaran yang disusun kali ini tidak semata-mata bertujuan

meningkatkan penjualan saja namun juga beberapa aspek penting lainnya. SHI –

Senayan City memiliki beberapa tujuan pemasaran secara menyeluruh, termasuk:

• Meningkatkan penjualan 10 – 15 %

• Memprediksi dan memuaskan kebutuhan pelanggan • Menganalisis tren pasar.

• Pemantauan persaingan.

• Mengantisipasi perubahan dan mengatasi efeknya • Meningkatkan persepsi positif di antara para pelanggan

4.5 Implementasi Strategi Pemasaran

Rencana pemasaran akan menjadi tidak berguna bila hanya sebagai rencana

saja tanpa mampu dilaksanakan . Rencana pemasaran yang baik harus juga diimbangi

dengan pelaksanaan yang baik pula. Oleh karena itu dalam Rencana Pemasaran harus

disusun agenda rinci yang jelas dan terarah. Agenda ini menetapkan time frame

(kapan kegiatan akan dilakukan) dan apa yang akan dilakukan, demikian jadual harus

dimonitor sesering mungkin untuk tetap fokus pada arah dan tujuan dari rencana

pemasaran tersebut.

Dalam menentukan rencana pelaksanaan tersebut juga harus diperkirakan

sumber daya apa yang dibutuhkan. Sebagai contoh, apakah dimiliki cukup tenaga

(52)

mengeluarkan brosur apakah diperlukan brosur yang didistribusikan secara digital

(melalui email atau melalui website).

Biaya dari segala sesuatu dalam rencana juga harus disertakan berupa rencana

anggaran biaya pelaksanaan. Biasanya besarnya anggaran pemasaran akan dikaitkan

sesuai dengan ramalan(forecast) penjualan yang diperkirakan.

4.6 Pengukuran, Peninjauan Dan Kontrol Strategi

Pemasaran

Selain menetapkan jadual pelaksanaan, dalam menjalankan rencana

pemasaran juga dibutuhkan sistem untuk mengawasi berjalannya rencana tersebut

atau yang sering disebut kontrol. Cara yang biasa dilakukan adalah dengan

menetapkan seorang individu atau sebuah tim yang bertanggung jawab untuk

mengawasi dan mendorong pelaksanaan rencana tersebut. Sebuah jadual dan

anggaran yang baik akan memudahkan untuk memantau kemajuan, Ketika hal-hal

tertentu berjalan di belakang jadual, atau biaya membengkak atau ketidak-sesuaian

terjadi maka harus dilakukan sesuatu agar segala sesuatunya kembali sesuai dengan

rencana yang ada, untuk itulah salah satu tugas dari individu atau tim tersebut untuk

mengawasi pelaksanaan rencana pemasaran.

4.7 Susunan Strategi Pemasaran Yang Disarankan

Dari gambaran situasi baik internal maupun eksternal yang ada, ada beberapa

(53)

promosi dan harga. Isu tersebut yang harus diselesaikan dan diperlukan strategi yang

tepat untuk mengatasinya. Berikut adalah Saran dan Strategi yang bisa diambil

(54)

Produk

Isu Strategi Implementasi Pengukuran

Munculnya tren Activity Center belakangan ini, walaupun memiliki segmentasi berbeda tapi bukan tidak mungkin akan menjadikan ancaman bagi SHI-Senayan City karena letaknya yang biasanya juga berada di pusat perbelanjaan.

Memanfaatkan secara

maksimal keberadaan adanya My Playmall. Dengan ada My Playmall diharapkan kegiatan – kegiatan seperti di Activity Center juga dapat diaplikasikan di SHI – Senayan City dengan dukungan fasilitas My

Playmall.

SHI – Senayan City dapat meniru kegiatan yang biasanya dilakukan Activity Center didalam kegiatan murid-murid. Bila memungkinkan kegiatan tersebut dimasukan juga untuk kegiatan rutin sekolah.

Melakukan review berkala mengenai berlangsungnya strategi ini.

Stereotipe masyarakat yang masih memandang tidak biasa sekolah di dalam pusat

perbelanjaan

Pangsa pasar yang dituju SHI – Senayan City memang

dikhususkan bagi para

konsumen khusus jadi promosi yang dijalankan harus fokus pada pangsa pasar ini.

Selain itu dapat juga dilakukan kegiatan-kegiatan promosi untuk meningkatkan awareness konsumen tentang keunggulan

Implementasi dapat dilakukan dengan melakukan promosi yang ditujukan pada segmen

konsumen yang dituju.

Melakukan review berkala mengenai berlangsungnya strategi ini.

(55)

tempat seperti ini. Dalam memilih sebuah sekolah

konsumen selalu

mengedepankan pentingnya kurikulum, reputasi, SDM pengajar dan fasilitas infrastruktur.

Fokus pada hal ini wajib menjadi prioritas dalam

pengembangan SHI – Senayan City dimasa mendatang.

Program-program seperti

pembaruan kurikulum, pelatihan SDM, perbaikan infrastruktur dan peningkatan kualitas

pelayanan bagi pelanggan wajib dilaksanakan secara berkala.

Melakukan review berkala mengenai berlangsungnya strategi ini atau bisa juga dengan melakukan survey kepuasan pelanggan secara berkala.

Tempat

Isu Strategi Implementasi Pengukuran

SHI – Senayan city memiliki kekurangan yaitu tidak memiliki lahan terbuka

Tidak mungkin menambahkan fasilitas ruang terbuka pada SHI-Senayan City karena tempat yang tidak

memungkinkan jadi dicari cara lain untuk mengurangi dampak dari permasalahan ini.

Memasukan lebih banyak aktifitas outing ke ruang terbuka dalam kegiatan-kegiatan murid.

Melakukan review berkala mengenai berlangsungnya strategi ini.

Ada keluhan mengenai seringnya kegiatan renovasi yang dilakukan sehingga mengganggu proses belajar

Kegiatan renovasi merupakan salah satu wujud dalam meningkatkan layanan kepada pelanggan, jadi hal tersebut

Menjadwalkan renovasi diluar waktu sekolah (saat libur sekolah) kemudian

menggunakan partisi pada saat

Seorang / beberapa orang khusus dari pihak yang bersangkutan yang

(56)

mengajar tidak bisa dihindari hanya saja dampak renovasi tersebut dapat diminimalisasi.

renovasi berlangsung sehingga tidak menggangu.

ditugaskan bertanya /

berinteraksi kepada orang tua mengenai isu ini.

Promosi

Isu Strategi Implementasi Pengukuran

Kebanyakan orang mengetahui High/Scope melalui

rekomendasi kerabat / kolega ataupun datang langsung ke lokasi SHI - Senayan City.

Memanfaatkan informasi referral dari konsumen yang ada

Memaksimalkan informasi pelanggan potesial melalui penggalian informasi dari existing konsumen bila

memungkinkan diberikan pula insentif kepada pemberi referral tersebut.

Dengan melakukan survey kepada konsumen-konsumen baru, bila banyak konsumen baru tersebut berasal dari para referral maka program ini dianggap berhasil.

High/Scope masih bukan merupakan pilihan utama bagi para orang tua.

Meningkatkan kegiatan promosi yang efektif dan mencoba beberapa cara promosi baru

Mengirimkan brosur elektronik kepada pelanggan potensial. Membuat website khusus SHI – Senayan City.

Meningkatkan kegiatan viral marketing.

Penggunaan media milis internet.

Melakukan review berkala mengenai berlangsungnya strategi ini.

(57)

Isu pangsa pasarnya yang relatif sempit akan menjadi masalah tersendiri dalam melakukan program promosi.

Dari data yang didapat promosi dengan cara melakukan

pameran dan open house dinilai cukup baik, Jadi cara promosi seperti ini dapat terus dilanjutkan dan perlu

ditingkatkan keefektifitasannya.

Sebaiknya dalam mengadakan sebuah event perlu juga di

analisa sebelum maupun sesudah event tersebut diadakan,misalnya dengan melakukan tinjauan kesuksesan event setelah event tersebut dilaksanakan.

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengukur kesuksesan suatu acara adalah dengan dengan cara survey, dan lain-lain.

Harga

Isu Strategi Implementasi Pengukuran

Harga masih cukup menjadi pertimbangan orang tua yang ingin dan sedang

menyekolahkan anaknya di SHI-Senayan City

Memberikan potongan harga yang lebih bervariasi dari yang sudah ada.

Beberapa kemungkinan

potongan harga khusus misalnya potongan harga untuk

pembayaran beberapa term sekaligus, hal ini hanya bisa diterapkan bila tidak berlaku promo lainnya.

Bila potongan harga tersebut banyak dimanfaatkan oleh para konsumen dapat dipastikan bahwa strategi ini berhasil.

(58)

Gambar

Tabel 4.1 Index Penilaian Konsumen Terhadap Pelayanan SHI – Senayan City
Tabel 4.2 Analisa TOWS
Tabel 4.3 Data Murid SHI – Senayan City Januari – Desember 2008
Gambar 4.31 Grafik Data Murid SHI – Senayan City 2 Tahun Terakhir
+5

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan SPTPD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (1), BBNKAA dihitung dan ditetapkan oleh Gubernur dengan mengacu kepada perhitungan sebagaimana

Lepas dari khilaf dan segala kekurangan, penulis merasa sangat bersyukur telah menyelesaikan skripsi yang berjudul “Analisis Kinerja Keuangan Bank Syariah Sebelum dan

Penelitian ini bertujuan untuk melihat upaya pemberdayaan masyarakat melalui forum kesehatan desa dalam pencapaian cakupan jamban di Desa Jatipurus Kecamatan Poncowarno

Data tersebut jika dibandingkan dengan nilai barns radioaktivitas yang diijinkan di lingkungan yaitu untuk konsentrasi 9OSr dalarn air 4 Bq/l, rnaka hasil tersebut

Hasil yang diperoleh yang telah dipaparkan pada tabel 1 menunjukkan memang adanya perbedaan tingkat kesalahan yang dilakukan oleh mahasiswa, misal antara LK 1 (laki-laki

Kode yang kedua dari level realitas adalah kode Appearance (Penampilan), bisa dilihat dalam penampilan dalam film ini terjadi perbedaan antara bangsa manusia dengan

Rancangan manajemen pelepasan beban yang berbasis logika fuzzy dalam mempertahankan unjuk kerja frekuensi pada sistem tenaga listrik, mulai fuzzlfikator, aturan

Prosedur analisis dan pemecahan masalah yang berkaitan dengan data kalimat luas yang mengandung klausa relatif adalah prosedur yang diungkapkan Paton dan Bogdan